Anda di halaman 1dari 7

Nama : MULIANI

MK : Akuntansi Sektor Publik (ASP)

Kelas : MAKSI - 38 A

BAB 9

LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

“PERTANYAAN & JAWABAN”

1. Jelaska alasan mengapa organisasi sektor publik perlu membuat laporan


keuangan?
Terdapat beberapa alasan mengapa perlu dibuat laporan keuangan
organisasi sektor publik. Salah satu alasannnya yaitu karena jika dilihat dari sisi
manajemen perusahaan, laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan
evaluasi kinerja manajerial dan organisasi. Sedangkan dari sisi pemakai
eksternal, laporan keuangan merupakan salah satu bentuk mekanisme
pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Laporan
keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Akuntansi
dan laporan keuangan mengandung pengertian sebagai suatu proses
pengumpulan, pengolahan, dan pengkomunikasian informasi yang bermanfaat
untuk pembuatan keputusan dan untuk menilai kinerja organisasi.Organisasi
sektor publik diwajibkan untuk membuat laporan keuangan dan laporan tersebut
perlu diaudit untuk menjamin telah dilakukannya true and fair
presentation. Organisasi sektor publik dituntut untuk dapat membuat laporan
keuangan eksternal yang meliputi laporan keuangan formal, seperti Laporan
Surplus/Defisit, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Rugi/Laba, Laporan
Aliran Kas, Neraca, serta Laporan Kinerja yang dinyatakan dalam ukuran
finansial dan non-finansial.
2. Mengapa laporan keuangan memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kualitas keputusan yang dihasilkan oleh suatu organisasi sektor
publik?
Laporan keuangan sebagai sumber informasi financial memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas keputusan yang dihasilkan oleh
suatu organisasi sektor publik karena laporan keuangan akan menjadi dasar
dalam pengambilan keputusan yang akan berpengaruh terhadap
keberlangsungan hidup suatu organisasi. Jika informasi keuangan tidak akurat
maka dapat mempengaruhi kualitas keputusan yang dihasilkan tidak sesuai
dengan kebutuhan. Laporan keuangan merupakan tindakan pragmatis, oleh
karena itu laporan keuangan pemerintah harus dievaluasi dalam hal manfaat
laporan tersebut terhadap kualitas keputusan yang dihasilkan serta mudah
tidaknya laporan keuangan tersebut oleh pemakai. Dalam konteks akuntansi
sector public, jenis informasi yang diberikan untuk pengambilan keputusan
adalah terbatas pada informasi yang bersifat financial saja, sedangkan informasi
financial itu sendiri adalah informasi yang diukur dengan satuan moneter.

3. Mengapa dalam membuat angggarn dibutuhkan pertimbangan-


pertimbangan teknis akuntansi? Jelaskan alasannya!
Sebelum membahas alasannya, terlebih dahulu akan dibahas terkait
dengan anggaran. Di mana, Anggaran merupakan alat perencanaan sekaligus
alat pengendalian pemerintah. Anggaran sebagai alat perencanaan
mengindikasikan target yang harus dicapai oleh pemerintah, sedangkan
anggaran sebagai alat pengendalian mengindikasikan alokasi sumber dana yang
di setujui legislatif untuk dibelanjakan. Proses penganggaran sector public
melibatkan partisipasi banyak pihak, sehingga informasi financial sangat
diperlukan agar public dapat mengevaluasi anggaran yang diajukan pemerintah.

Jadi, Dalam membuat anggaran dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan teknis


akuntansi yang matang karena akuntansi dibutuhkan terutama untuk
mengestimasi biaya program dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan
perubahan-perubahan yang akan terjadi. Informasi akuntansi sangat membantu
dalam pemilihan program yang efektif sesuai dengan kemampuan ekonomi
pemerintah.

4. Mengapa perlu dilakukan pengungkapan (disclosure) yang luas dalam


laporan keuangan?
Karena dengan pengungkapan (disclosure) yang luas dalam laporan
keuangan akan memberikan penjelasan informasi secara detail/lengkap
mengenai aset, modal dan utang jangka panjang suatu organisasi sektor publik.
Aset modal yang tidak didepresiasi harus diungkapkan secara terpisah dari aset
modal yang didepresiasi. Informasi mengenai kewajiban jangka panjang,
meliputi obligasi, utang wesel, pinjaman, utang leasing, tuntutan, dan
sebagainya. Dengan demikian para pemakai laporan keuangan mengetahui
sumber dana dari mana saja dan dialokasikan untuk apa saja dana yang telah
diperoleh tersebut. Pemerintah harus menentukan kebijakan yang menjelaskan
komponen apa saja yang dapat dikategorikan sebagai pendapatan atau
biaya operasi yang tepat untuk suatu unit kerja yang dilaporkan, luas
pengungkapan (disclosure) dan kebijakan – kebijakan akuntansi yang
dipraktikkan secara konsisten. Pemerintah dapat diharapkan dapat memberikan
atmbahan informasi untuk hal – hal sebagai berikut :

1. Fokus pengukuran dan dasar akuntansi yang digunakan untuk pembuatan


laporan.
2. Kebijakan menghapuskan / menghentikan aktivitas internal unit kerja pada
Laporan Aktivitas.
3. Kebijakan kapitalisasi aktiva dan menaksir umur ekonomi aktiva – aktiva
tersebut untuk menentukan biaya depresiasinya.
4. deskripsi mengenai jenis – jenis transaksi yang masuk dalam penerimaan
program dan kebijakan untuk mengalokasikan biaya – biaya tidak langsung
kepada suatu fungsi atau unit kerja dalam Laporan Aktivitas.
5. Kebijakan pemerintah dalam menentukan pendapatan operasi dan non –
operasi.
5. Mengapa Sumber daya financial jangka pendek sangat penting bagi
pemerintah?
Sumber daya financial jangka pendek sangat penting bagi pemerintah
karena dibutuhkan untuk melakukan transaksi rutin. Kas merupakan contoh
sumber financial jangka pendek yang siap digunakan. Bagian keuangan perlu
mengetahui jumlah uang yang ada ditangan (cash on hand) dan yang berada di
bank. Jika sumber financial tidak mencukupi untuk membiayai transaksi jangka
pendek, maka perlu dicari cara untuk menutup kebutuhan financial jangka
pendek tersebut, mungkin dengan menggunakan pinjaman. Informasi mengenai
ketersediaan dana finansial untuk penggunaan transaksi jangka pendek sangat
diperlukan karena para pemakai laporan keuangan ingin mengetahui apakah
pemerintah memiliki dana yang cukup untuk membiayai suatu transaksi dan
mampu membayar utang-utangnya yang telah jatuh tempo. Pemerintah yang
mengalami masalah likuiditas dapat menimbulkan konsekuensi serius yang
berakibat terganggunya pelayanan publik atau bahkan terhentinya pemerintahan.

6. Mengapa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap laporan keuangan suatu


entitas?
Kondisi ekonomi berpengaruh terhadap laporan keuangan suatu entitas
karena kondisi ekonomi mengacu pada seberapa baik nilai ekonomi suatu entitas
pada waktu tertentu. Nilai ekonomi merupakan selisih antara sumber daya total
yang dimiliki oleh suatu entitas dengan total utang yang menjadi
kewajibannya.. Unit pemerintah dapat dipandang sebagai lembaga politik dan
juga sebagai lembaga usaha. Sebagai lembaga politik, pemerintah merupakan
alat untuk menyejahterakan konstituennya. Di sisi lain, pemerintah juga dapat di
pnadang sebagai lembaga usaha yang dapat dibenarkan secara hokum untuk
memmiliki kekayaan,melakukan kontrak, dan transaksi ekonomi sebagaimana
perusahaan swasta.
Konsep nilai bersih lebih relevan untuk memandang pemerintah sebagai
entitas usaha yang memiliki kekayaan dan utang. Informasi akuntansi
dibutuhkan untuk memprediksi nilai bersih unit pemerintah dan mengukur
kondisi ekonomi ekonomi pemerintah. Informasi mengenai kondisi ekonomi
pemerintah tersebut penting sebagai dasar untuk pengambilan keputusan
ekonomi, social, dan politik baik oleh pemerintah maupun konstituen
pemerintah.

7. Mengapa diperlukan suatu Reformasi dalam struktur manajemen dan


akuntansi entitas sektor publik?
Reformasi diperlukan dalam struktur manajemen dan akuntansi entitas
sektor publik karena reformasi sebagai tanggapan terhadap persyaratan
Manajemen Publik Baru dalam memperkuat peran akuntabilitas sebagai sarana
untuk meningkatkan ekonomi, efisiensi dan efektivitas dalam Administrasi
Publik. Akuntabilitas tidak lagi dipahami hanya sebagai pelaporan tentang
kepatuhan terhadap norma dan prosedur, tetapi karena kebutuhan untuk
melaporkan alokasi dan penggunaan sumber daya publik dan hasil yang
dicapai untuk memungkinkan menilai tanggung jawab pejabat publik (Brusca,
2010: Hookana, 2008; lapsley. 1999. 2001,2009; Mll '81 Rahaman, 2007;
Neilson 81 Gregor, 2007; Ter Bogt 82 Van Holden, 2000: Ter Bogt.
2008). Karena itu. para pemimpin organisasi sektor publik yaitu di Administrasi
Lokal saat ini membutuhkan informasi yang berguna untuk dapat membuat
keputusan yang lebih baik. Dalam hal ini, Paradigma pengguna informasi dan
kebutuhan mereka adalah yang paling penting ketika mereformasi sistem
akuntansi dan pelaporan keuangan.

8. Mengapa teori kontingensi dapat digunakan untuk mendukung analisis


faktor penjelas (internal dan eksternal) dari kegunaan pelaporan keuangan
untuk pengambilan keputusan dalam Pemerintah Daerah?

Karena Teori kontingensi adalah perspektif teoretis dari perilaku


organisasi yang menekankan cara kontingensi atau pembatasan. seperti ukuran,
ketidakpastian lingkungan. Tekanan teknologi dan lingkungan, mempengaruhi
perkembangan dan fungsi organisasi (Chenhall. 2003; Thomas, 1991). Ini untuk
mengidentifikasi hubungan antara karakteristik internal dan eksternal organisasi
dan kapasitas manajemennya (Ryan. Trevor. 82 Nelson, 2002). Menurut
kerangka ini. kontingensi atau pembatasan mempengaruhi struktur organisasi
dalam hal pelatihan, spesialisasi, diferensiasi dan birokratisasi (Covaleski.
Dn'smith, & Samuel, 1906).
Organisasi harus mengadopsi praktik akuntansi baru yang mencari
penyesuaian yang lebih baik antara sistem administratif dan faktor kontingensi
mereka (Anessi-Pessma dkk., 2008: Woods. 2009) .Desain sistem akuntansi
baru akan tergantung pada kapasitas organisasi untuk mengenali dan beradaptasi
dengan perubahan sebagai fungsi dari faktor eksternal dan internal. Beberapa
penelitian telah menggunakan perspektif kontingensi dalam menjelaskan
reformasi dalam manajemen dan akuntansi sektor publik. menginvestigasi
khususnya pengenalan sistem baru untuk mengukur dan mengelola kinerja serta
sistem akuntansi dan pelaporan baru (Anessi-Pessma dkk., 2008: Lucler. I992,
2002; Pollltl 82 Bouckaelt, 2004; Woods. 2009).

9. Mengapa perlu mengadopsi model pelaporan keuangan baru dari lPSAS?

Mengadopsi model pelaporan keuangan baru dari lPSAS perlu dilakukan


karena Sistem baru akuntansi sektor publik di Portugal termasuk untuk
Pemerintah Daerah harus memilik sistem akuntansi dan pelaporan yang lebih
canggih, lebih dekat dengan standar internasional (lPSAS). Masa depan (seperti
saat ini) peraturan dan standar pada subjek, serta kegunaan yang diakui
informasi tersebut untuk tujuan pengambilan keputusan internal dalam entitas
sektor publik berasal dari isomorfisma koersif dan normatif (teori institusional).
Di satu sisi, dari tekanan eksternal (misalnya pemberi pinjaman seperti ECB dan
IMF) untuk penerapan praktik akuntansi baru oleh badan-badan sektor publik
termasuk otoritas lokal.

Model baru pelaporan keuangan yang diadopsi dari lPSAS di satu sisi
akan menjadi lebih fleksibel dalam informasi untuk dilaporkan, dan di sisi lain
lebih teliti dan transparan dalam menyajikan informasi kepada para
penggunanya. Tujuan utama dari mengadopsi model pelaporan keuangan baru
melalui tekanan eksternal akan menyebabkan peningkatan kegunaannya.
10. Mengapa Tekanan dari organisasi profesional (misalnya lembaga akuntan
bersertifikat) dan masalah fiskal nasional sangat penting ketika
mempertimbangkan kegunaan pelaporan keuangan untuk pengambilan
keputusan internal?

Tekanan dari organisasi profesional (misalnya lembaga akuntan


bersertifikat) dan masalah fiskal nasional sangat penting ketika
mempertimbangkan kegunaan pelaporan keuangan untuk pengambilan
keputusan internal karena badan profesional dan konjungtur keuangan dapat
menstimulasi kebutuhan informasi oleh pengambil keputusan internal dalam
entitas sektor publik. Kurangnya pengetahuan dan pelatihan yang sesuai pada
sistem informasi akuntansi oleh para pengambil keputusan, terutama oleh politisi
lokal adalah faktor yang menghambat kegunaan yang diberikan untuk pelaporan
keuangan untuk pengambilan keputusan internal, yang memungkinkan
menyimpulkan bahwa latar belakang dan mungkin pelatihan, pengambil
keputusan pada sistem akuntansi dan pelaporan keuangan akan meningkatkan
kegunaannya sebagai kualitas keputusan yang diambil . Negara-negara dan
pengatur standar internasional (misalnya lPSASB untuk IPSAS. Eurostat untuk
EPSAS), saat mereformasi akuntansi sektor publik harus mempertimbangkan
masalah ini, jika mereka ingin akuntansi menjadi sistem informasi untuk benar-
benar mendukung pengambilan keputusan.

Anda mungkin juga menyukai