Anda di halaman 1dari 42

CONSTRUCTION METHOD

Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

BAB I
SPESIFIKASI UMUM

1. DISKRIPSI PEKERJAAN
1.1. Latar Belakang
Pantai Yeh Gangga yang terletak di Desa Sudimara Kecamatan
Tabanan Kabupaten Tabanan merupakan salah satu pantai yang termasuk
dalam wilayah administrasi Kabupaten Tabanan yang rawan terhadap Abrasi,
dimana saat ini pantai tersebut terus mengalami kemunduran yang bervariasi
antara 5 – 10 meter dalam 20 tahun. Kemunduran tersebut terjadi secara
signifikan pada periode 1999-2009 bahkan sudah ada di beberapa titik yang
sudah terjadi kerusakan bibir pantai disekitar Muara Sungai setempat.
Untuk itu, dalam rangka penanganan kerusakan pantai dan pengamanan
aset budaya disekitarnya termasuk lahan pertanian diperlukan, langkah terpadu
yang tepat dan efektif dengan melaksanakan pembangunan struktur pelindung
pantai yang mampu menangani masalah yang terjadi.
Untuk maksud tersebut Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana
melalui APBD Provinsi Bali Tahun 2014 untuk membangun tembok-tembok
perlindungan (revertment) untuk menjaga keamanan pantai dari abrasi serta
menunjang kegiatan keagamaan ataupun aktivitas masyarakat umumnya.
1.2. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan di Pantai Yeh Gangga terletak di Desa Sudimara Kecamatan
Tabanan Kabupaten Tabanan pada 8°35'21.90" Lintang Selatan 115° 4'0.04"
Bujur Timur. Batas timur bangunan terletak pada 8°35'35.02" Lintang Selatan,
115° 4'13.91" Bujur Timur, dan batas barat terletak pada 8°35'11.59" Lintang
Selatan, 115° 3'48.88" Bujur Timur.

Page | 1
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Kondisi Eksisting

Latitude : 8°35'21.90"S
Longitude : 115° 4'0.04"E

LOKAS
I

Kondisi Eksisting

Wave Reflektor
K-300

Pas. Paving Block K-300 0.50


Sal.Drainase EL. + 6.00
Pas. Kanstin K-300 0.35
2.20 0.50
EL. + 5.50

Pas. Batu Kali 1: 4


0.80 Pasir 2 cm (finish Siaran)
Pipa Drainase
0.40
Base Course 10 cm 1:
0.20
0.5
2.00
0.60 Pas. Batu Kali 1: 4
(finish Plester)
0.40
Urugan Pasir
Sisa Galian
Anchorage Ø 16
0.50

RENCANA TEMBOK PELINDUNG 0.50

0.50 Beton Cycloop K.175


0.50

0.50 Pas. Buis Beton

Gambar 2.1. Lokasi Proyek Pantai Yeh Gangga

Page | 2
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

1.3. Lingkup Pekerjaan Dalam Kontrak


Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan dalam kontrak meliputi pelaksanaan,
penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan bangunan sipil yang ditunnjukkan
dan digambar didalam dokumen kontrak. Pekerjaan pokok adalah membangun
tembok-tembok perlindungan (revertment) dengan item-item pekerjaan
sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan yang meliputi :
Pembersihan lapangan, Pengukuran, Uitzet, Pasang Bouwplank, sewa
Direksi Keet, Mobilisasi dan Demobilisasi alat berat
2. Pekerjaan Tanah meliputi :
a. Galian Tanah Pasir
b. Timbunan dipadatkan
3. Pekerjaan Pasangan dan Beton meliputi :
a. Pasang buis beton Mutu K 175
b. Pasang angker besi D 16 L = 60 Cm
c. Cor beton cycloop 40 % batu kali 60 % beton K 175
d. Pasangan batu kali 1 pc : 4 psr
e. Plesteran 1 pc : 3 psr
f. Siaran 1 pc : 2 psr
g. Beton Cor mutu K 300
h. Pembesian dengan besi biasa (polos)
i. Pasang Paving block K 225 tebal 8 cm
4. Pekerjaan Lain-lain dan Pipameliputi :
Pekerjaan pipa Drainase PVC Ф 2ʺ
5. Administrasi, Dokumentasi dan Finishing meliputi:
a. Administrasi dan P3K
b. Photo Dokumentasi
c. Finishing
6. Pekerjaan Pemeliharaan

Page | 3
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

1.4. Periode Konstruksi


Total waktu yang dijadwalkan dalam dokumen untuk Pekerjaan Pengamanan
Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan adalah selama 7 bulan (210) Hari
Kalender.
1.5. Pekerjaan Persiapan
1.5.1. Kontraktor menyediakan fasilitas penunjang pelaksanaan proyek
termasuk sewa tanah yang diperlukan dan pembersihan medan kerja
dari tanaman/tumbuhan atau benda-benda yang bisa mengganggu
pelaksanaan pekerjaan agar siap digunakan.
1.5.2. Sebelum kegiatan fisik dimulai kontraktor :
a. Melaksanakan uitzet, pengukuran dengan pesawat ukur, untuk
mendapatkan gambar Mutual Check awal (MC 0).
b. Memasang patok-patok tetap, patok-patok bantu, bouwplank profil
yang peilpeilnya diambil dari peil pokok.
c. Memasang patok As bangunan dan batas bangunan yang
dikerjakan.
1.5.3. Patok titik tetap bangunan dipasang di tempat yang aman tidak terusik
oleh pelaksanaan pekerjaan.
1.5.4. Patok As, profil, bouwplank yang dipasang dibuat kokoh tidak mudah
berubah.
1.5.5. Untuk kontrol peil sehubungan besarnya beda tinggi maka dibuatkan
bouwplank untuk peil-peil bantu.
1.5.6. Setelah uitzet selesai dikerjakan, kontraktor melaporkan kegiatan yang
telah dilaksanakan dan segera meminta Direksi untuk mengeceknya.
1.6. Akses Jalan Proyek
Kontraktor menyediakan dan membuatkan jalan akses keluar masuk area
proyek yang disesuaikan dengan syarat untuk lalulintas kerja dengan aman dan
sesuai dengan arahan Direksi. Kontraktor tetap memelihara dan memperbaiki
jalan masuk/jalan desa, gorong-gorong, jembatan desa yang rusak akibat lalu-
lintas kegiatan pekerjaan selama masa pelaksanaan pekerjaan sampai dengan
berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan.

Page | 4
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

1.7. Pembuatan Papan Nama Pekerjaan


Pembuatan papan nama proyek bertujuan untuk memberikan informasi detail
pekerjaan yang dilaksanakan di lokasi pekerjaan.
Papan nama proyek pekerjaan dibuat kontraktor dengan ukuran 0,80m x
1,20m. Informasi yang diisikan disesuaikan dengan syarat pengisian papan
nama proyek pada dokumen kontrak atau sesuai petunjuk Direksi.
1.8. Uitzet, Profil dan Bouwplank
1.8.1. Uitzet
a. Uitzet dilakukan dengan menggunakan pesawat ukur.
b. Duga ketinggian (peil) diambil dari titik tetap yang telah ditentukan
oleh Dinas Pekerjaan Umum dan ditunjukkan oleh Direksi.
1.8.2. Profil
Profil dibuat sesuai dengan rencana bentuk konstruksi dan terpasang
kokoh, dari bahan kayu 2 x 3 cm, dipasang tiap jarak maximum 20
meter dan pada tempat-tempat tertentu dipasang sesuai petunjuk
Direksi.
1.8.3. Bouwplank
a. Bouwplank dibuat dengan balok kayu dan papan kayu, tiap jarak
20 meter.
b. Tiang bouwplank dibuat dari balok kayu yang berukuran sekurang-
kurangnya 5/7 cm terpasang kokoh.
c. Bouwplank dipasang dengan peil yang diambil dari Titik Tetap.
Pada bouwplank harus ditegaskan posisi As dan angka peilnya.
1.9. Pekerjaan Kistdam dan Pengeringan
Kontraktor merpersiapan pekerjaan Kistdam atau pengeringan sementara
selama pelaksanaan proyek. Konstruksi kistdam dimaksudkan sebagai
bangunan penunjang yang memberikan perlindungan/pengamanan langsung
bagi daerah kegiatan pelaksanaan terhadap aliran air/gelombang. Sedangkan
pengeringan dipersipkan mesin pompa yang kebutuhannya disesuaikan dengan
kondisi di lapangan.

Page | 5
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

1.10. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang
sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi
masyarakat dan lingkungan sekitar tempat kerja. Keselamatan dan kesehatan
kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau
kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.
a. Kontraktor tetap menjaga kebersihan agar menjamin kesehatan
lingkungan.
b. Sehubungan dengan kesehatan lingkungan Kontraktor membuatkan
supply jaringan air bersih.
c. Kontraktor menyediakan kotak obat lengkap dengan obat-obatan untuk
memberi pertolongan darurat bila ada petugas/pekerja yang sakit.
d. Penginapan untuk petugas/pekerja yang layak dan memenuhi syarat
kesehatan.

2. KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN


2.1. Gambar Rencana Pelaksanaan dan Gambar Detail
Selama berlangsungnya pekerjaan, dimungkinkan adanya tambahan dan
perubahan gambar kerja ataupun gambar detail, sebagai gambar perencanaan
baru (Shop Drawing) atau perubahan melalui revisi gambar kerja (As Built
Drawing), lebih lanjut gambar rencana baru maupun revisi yang telah disetujui
Direksi merupakan bagian dari kontrak.
Shop Drawing
Adalah gambar perencanaan, lengkap dengan detail dan menyeluruh dari
bangunan yang akan dibangun (dengan kata lain adalah gambar panduan
pelaksanaan) bertujuan agar yang akan dibangun sesuai dengan maksud
perencana/desainer
As Built Drawing
Adalah gambar koreksi, perbaikan, revisi, dari pelaksanaan dilapangaan
akibat adanya perbedaan-perbedaan pada saat proses pembangunan
dikerjakan. Di dalam shop drawing juga diterakan pihak mana saja yang
ikut mengerjakan proyek yang dibangun, seperti: sub kontraktor, supplier,
danlainnya yang andil dalam pembangunan proyek.
Page | 6
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2. Peil/Duga Ketinggian


Peil/Duga/BM (Bench Mark) adalah sebagai titik acuan pengukuran yang akan
digunakan sebagai dasar penentuan bangunan. Kontraktor akan memperbaiki
kondisi, posisi dan elevasi BM yang rusak selama pelaksanaan pekerjaan yang
mungkin timbul. Pada akhir pekerjaan semua BM yang ada maupun yang
tambahan diukur ulang secara baik elevasinya maupun koordinatnya aga tetap
aman.
1. Titik Referensi untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan,

Gambar 2.2. Titik Referensi (BM) Bench Mark

1. Pengukuran Elevasi
Pengukuran elevasi dimaksudnya untuk mengecek ulang elevasi yang telah
ada untuk memastikan bahwa elevasi atau titik acuan pekerjaan sudah benar.

Gambar 2.3. Teknik Pengukuran


2. Alat ukur dan tenaga kerja
Kontraktor menyediakan alat ukur yang handal dan siap pakai pada saat
persiapan pekerjaan hingga saat berlangsungnya pekerjaan proyek
konstrusi dan sampai dinyatakan selesai oleh direksi.

Page | 7
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.3. Personalia dan Tenaga Kerja


Kontraktor menyediakan tenaga kerja yang bertanggungjawab dan terampil
dalam bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan oleh pekerjaan serta dalam
jumlah yang memadai untuk menyelesaikan volume pekerjaan sesuai dengan
jadwalnya.
Suatu pekerjaan konstruksi merupakan perpaduan sinergi antara 3 faktor yaitu;
Manusia, Alat dan Bahan. Keberhasilan suatu pekerjaan sangat dipengaruhi
oleh faktor manusia yang mengelola pekerjaan ini. Untuk itu, kami menugaskan
tenaga ahli yang berkompetensi dalam menangani pekerjaan pembangunan
bangunan perlindungan pantai dan sungai.
Tabel 1.1 Personalia dan Tenaga Kerja

No. Posisi Pendidikan Tugas & Tanggung Jawab

1. Site Manager S1 Teknik sipil  Melaksanakan tugas-


tugas pengarahan dan
pendayagunaan serta
pengawasan atas semua
personil proyek dalam
bidang pelaksanaan
 Secara organisatoris
bertanggungjawab kepada
direksi dengan secara
departmental menjalin
koordinasi sebaik-baiknya
dengan bagian-bagian
yang lain.
2. Kepala Pelaksana S1 Teknik sipil  Menyelesaikan
pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan spesifikasi,
gambar kerja metode
pelaksanaan, dan
schedule pelaksanaan

Page | 8
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

 Melaporkan semua
permasalahan di lapangan
kepada Site Manager
sehingga diperoleh
pemecahan.
 Koordinasi dengan
penduduk sekitar terkait
pelaksanaan.
3. Pelaksana S1 Teknik sipil  Melaksanakan seluruh
Lapangan I dan II instruksi dari kepala
pelaksana :
- Menyelesaikan
pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan
spesifikasi, gambar
kerja dan metode
pelaksanaan
- Melaporkan semua
permasalahan di
lapangan kepada Site
Manager sehingga
diperoleh pemecahan.
- Koordinasi dengan
penduduk sekitar
terkait pelaksanaan.
4 Pelaksana Mutu S1 Teknik Sipil  Melaksanakan monitoring,
mengecek, melaksanakan
test lab dan sebagainya
agar tetap menyesuaikan
dengan spesifikasi teknis
pekerjaan yang
disyaratkan

Page | 9
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

5. Tenaga S1/DIII/STM Teknik  Melaksanakan


Surveyor/Juru SIpil Pengukuran, dan
ukur pemasangan patok atau
bouwplank.

6. Mekanik DIII/STM Teknik  Melaksanakan tugas


Mesin sebagai ahli dalam
perawatan dan perbaikan
mesin/alat yang
dipergunakan dalam
pelaksanaan proyek.

7. Operator STM  Mengoprasikan alat berat

8. Logistik I STM/SLTA/Sedrajat  Melaksanakan pengadaan


bahan/material, serta
Logistik II
mengkoordinir pengadaan
dan distribusi material di
Lapangan.

9. Administrasi dan STM/SLTA/Sedrajat  Menjalankan Administrasi


Keuangan internal dan eksternal
2 Orang
proyek dan keuangan
proyek.

Page | 10
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

PENANGGNGJAWAB
DIREKTUR

SITE MANAGER

KEPALA PELAKSANA

PELAKSANA MUTU

LOGISTIK
PELAKSANA LAPANGAN I
JURU UKUR/SURVEYOR MEKANIK
PELAKSANA LAPANGAN II
OPERATOR

ADMINISTRASI UMUM
DAN KEUANGAN

Gambar 2.4. Struktur Organisasi Penyedia Jasa


2.4. Alat dan Peralatan Kerja
Kontraktor juga menyiapkan alat dan peralatan kerja untuk menunjang
kemajuan pekerjaan di lapangan.
Tabel 1.2 Daftar Peralatan Utama
No Jenis Alat Kapasitas Jumlah
1 Excavator 1 m3 2 Unit
2 Whell Loader 0,45 hp 1 Unit
3 Concrete Vibrator 0,5 m3 2 Unit
4 Dump Truck 6 m3 6 Unit
5 Molen 0,5 ton 2 Unit
6 Stamper 2,5 ton 1 Unit
7 Kotak Adukan 1 m3 4 Unit
8 Pompa Air 3” 2 Unit

Page | 11
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

9 Theodolite - 1 Unit
10 Water pass - 1 Unit
11 Mobil Station 1600 cc 1 Unit
12 Sepeda Motor 100 cc 2 Unit

2.5. Pengadaan Air Bersih


Kontraktor menyediakan air bersih untuk kebutuhan personil atau kebutuhan
proyek selama pekerjaan proyek berlangsung.

1. Untuk pelaksanaan kegiatan pekerjaan Kontraktor menyediakan air kerja


yang bersih dan memenuhi persyaratan – persyaratan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977,
penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
a. Aman dan higienis.
b. Baik dan layak minum.
c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
2. Kontraktor menyediakan bak penampungan air yang dapat mencukupi
kebutuhan proyek.

Gambar 2.5. Kebutuhan Air Bersih


2.6. Sosialisasi Masyarakata
Kontraktor sebelum memulai pekerjaan, bersama Direksi akan menghubungi
lebih dahulu para Aparat Wilayah seperti Kecamatan, Kepala Desa, Kepala
Dusun, Pengamat Pengairan, dan Petugas lainnya yang berwenang dari
wilayah kerjanya untuk memberitahukan kehadiran dan menjelaskan semua
rencana kerjanya sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, sehingga
Page | 12
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

mendapatkan kesepakatan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan


baik.
2.7. Laporan dan Rapat-rapat
2.7.1. Laporan Bulanan
Laporan berisikan data dan kegiatan ringkas selama sebulan dan dilengkapi
dengan foto-foto yang mewakili, antara alain berisikan sebagai berikut:
1. Kemajuan fisik pekerjaan bulan lalu sampai sekarang dan estimasi
kemajuan kemajuan untuk bulan berikutnya.
2. Tingkatan kemajuan berdasarkan jadwal pelaksanaan.
3. Tabel pekerja menunjukkan tenaga pengawas/pelaksana dan jumlah
beberapa rata-rata pekerja yang dipekerjakan oleh Kontraktor bulan lalu.
4. Jumlah jenis barang-barang dan material yang disupply dan yang
digunakan oleh Kontraktor bulan lalu.
5. Hal-hal lain yang mungkin diperlukan dalam kontrak atau khususnya oleh
Direksi.
2.7.2. Laporan Mingguan
Isi laporan mingguan:
1. Kemajuan pekerjaan selama satu minggu yang lalu
2. Rencana kerja satu minggu berikutnya
3. Hambata-hambatan yang terjadi selama satu minggu yang lalu.
4. Lain-lain
2.7.3. Laporan Harian
Laporan harian berisikan data cuaca, tenaga dan pekerjaan yang dipekerjakan
dalam pekerjaan tersebut, material di lokasi, pekerjaan yang sedang
dilaksanakan, pekerjaan yang sedang disiapkan, kecelakaan dan informasi lain
yang berkaitan dengan kemajuan pekerjaan.
2.7.4. Foto-foto
Kontraktor membuat dan menyerahkan kepada Direksi foto digital (Printout) dan
file yang menunjukkan kemajuan pekerjaan setiap bulan. Setiap pengambilan
foto akan dilengkapi lembar informasi ukuran A4 ditulis dengan huruf cetak
berisikan keterangan nama, ruas, statiun atau patok atau nama dan nomor
bangunan.

Page | 13
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Kontraktor menyiapakan dokumentasi/foto dengan masing-masing tahapan 0%,


25%, 50%, 75%, 100% yang diambil pada setiap titik pekerjaan yang
dibutuhkan.
2.7.5. Rapat-rapat
Rapat-rapat rutin dan khusus akan diadakan antara Direksi dan Kontraktor
untuk koordinasi yang lebih baik dalam pelaksanaan pembangunan pekerjaan.
Rapat-rapat rutin terdiri dari rapat dua mingguan untuk mendiskusikan dan
memecahkan problem teknis yang dihadapi dalam kegiatan Kontraktor dalam
melaksanakan pekerjaan termasuk situasi rencana kerja, tenaga, kemajuan
pada problem khusus yang berkaitan dengan kegiatan proyek, seperti kasus
tehnik yang sangat khusus atau kasus sosial. Rapat khusus yang akan
diadakan oleh Direksi dan Kontraktor dan jika diperlukan dengan instansi
pemerintahan lain yang berkait.
3. PEKERJAAN SEMENTARA
3.1. Jalan Masuk Sementara
Kontraktor akan membuat jalan masuk sementara atau jalan pintas untuk dapat
masuk kedalam lokasi pekerjaan. Bila Kontraktro menggunakan jalan
masyarakat yang telah ada, maka pada saat pekerjaan selesai Kontraktor akan
memperbaiki jalan tersebut paling tidak pada kondisi semula.

Gambar 2.6. Akses Jalan Proyek


3.2. Pembuatan Kantor Lapangan untuk Direksi dan Kontraktor
Kontraktor akan membangun, melengkapi dan memelihara fasilitas kantor
lapangan, seperti meja, kursi, air bersih, listrik, alat komunikasi dan lainnya
untuk kebutuhan Direksi dan Kontraktor selama waktu pelaksanaan proyek
Page | 14
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

pekerjaan.
Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi, maka kantor
sementara itu akan dibongkar dan lahan dikembalikan ke keadaannya semula,
sampai tidak ada klain dari pemilik tanah, semua bahan bangunan dan
perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor.

Gambar 2.7. Kantor Lapangan dan Barak Kerja


3.3. Tempat Tinggal dan Transportasi Staf dan Pekerja
Kontraktor mengadakan, melengkapi dan memelihara fasilitas tempat tinggal
dan alat transportasi yang layak untuk staf dan pekerjanya sampai selesainya
pelaksanaan pekerjaan.
Kontraktor tetap menjaga ketertiban ditempat tinggal atau barak pekerja dan
melapor kepada kepala desa setempat tentan aktifitas yang dilkukan termasuk
juga melaporkan tentang tenaga kerja yang dilibatkan dalam pekerjaan di lokasi
daerah tersebut.
3.4. Partisipasi Masyarakat
Karena pekerjaan ini adalah berkaitan dengan masyarakat sehingga peran
masyarakat alah menjadi factor yang penting dalam melaksanakan pekerjaan
tersebut, Kontraktro selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti
Kecamatan, Lurah/Desa dan lainnya sehingga pelaksanaan proyek dapat
berjalan semestinya.
3.5. Pekerjaan Perapian/Penyelesaian (Finishing)
Setiap penyelesaian akhir pekerjaan bangunan, Kontraktor membersihkan sisa-
sisa pekerjaan, meratakan dan merapikan serta memperhatikan kerapian dan
keindahan yang mengacu pada budaya masyarakat setempat.

Page | 15
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

BAB II
SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

2.1. RENCANA PELAKSANAAN PROYEK PEKERJAAN


2.1.1. Metodologi Pelaksanaan Umum Pekerjaan Tembok Pelindung (revetment)

START

PENGAJUAN METODE
KERJA & REQUEST

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Sosialisasi
2. Persiapan Papan Nama Proyek
3. Pembersian Awal
4. Bouwplank/Uitzet
5. Shop Drawing
6. Lokasi Penimbunan Bahan Dan Peralatan
7. Air Kerja
8. Mobilisasi Dan Demobilisasi Alat
9. Personil
10. Material
11. Laporan-laporan
12. Kantor Direksi

ya
1. Pekerjaan Pembersihan Dan
Pengupasan (stripping) 1. Pekerjaan pemasangan buis beton.
2. Pekerjaan Pemasangan Bouwplank 2. Pekerjaan pemasangan beton Cyclop dan Besi baja Angker
3. Pekerjaan Galian Dengan Alat Berat 3. Pekerjaan Pasangan Batu Kali
4. Pengangkutan Tanah Sisa Galian 4. Pekerjaan pembesian
5. Dewatering/Cofferdam 5. Pekerjaan Beton K.300 dan Bekisting
6. Pekerjaan Urugan/Timbunan Pasir 6. Pekerjaan Plesteran
tidak 7. Pekerjaan Siaran
8. Pekerjaan Pemasangan Beton Kanstin K.250
9. Pekerjaan Pemasangan Paving Block K.250
tidak 10. Pekerjaan Drainase Beton Preecast K.250
CEK

CEK

ya

PEMELIHARAAN/
PERAWATAN 1. Laporan-laporan
2. As Built Drawing
3. Foto-foto

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.1. Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan Tembok Pelindung

Page | 16
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Wave Reflektor
K-300

Pas. Paving Block K-300 0.50


Sal.Drainase EL. + 6.00
Pas. Kanstin K-300 0.35
2.20 0.50
EL. + 5.50

Pas. Batu Kali 1: 4


0.80 Pasir 2 cm (finish Siaran)
Pipa Drainase
0.40
Base Course 10 cm

1:
0.20

0.5
2.00
0.60 Pas. Batu Kali 1: 4
(finish Plester)
0.40
Urugan Pasir
Sisa Galian
Anchorage Ø 16
0.50

0.50

Beton Cycloop K.175 0.50


0.50

Pas. Buis Beton 0.50

Gambar 2.2. Struktur Tembok Pelindung


2.1.2. Mobilisasi dan Demobilisasi
a) Umum
1. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan persiapan untuk memulai dan
mengakhiri pekerjaan konstruksi sesuai lingkup pekerjaan yang
tertuang dalam kontrak
2. Pekerjaan ini mencakup mobilisasi untuk melaksanakan seluruh
pelayanan jasa pemborong yang meliputi, tenaga kerja, bahan,
perlengkapan, peralatan, termasuk penyiapan jalan masuk sementara
atau fasilitas lain yang diperlukan untuk melaksanakan seluruh
pekerjaan yang memerlukan mobilisasi dan demobilisasi.
b) Mobilisasi Bahan, Perlatan dan Personil
1. Mobilisasi terdiri dari pekerjaan persiapan dan pelaksanaan, tetapi tidak
terbatas pada kebutuhan-kebutuhan untuk mobilisasi personil,
peralatan, dan suplemen lainnya yang diperlukan kelokasi pekerjaan,
Page | 17
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

untuk pembangunan kantor, gudang dan fasilitas lainnya yang


diperlukan untuk bekerja di proyek, dan untuk seluruh pekerjaan dan
operasi lainnya.
2. Mobilisasi bahan dan peralatan adalah mendatangkan bahan-bahan
dan peralatan–peralatan yang diperlukan untuk menunjang
pelaksanaan pekerjaan yang telah disetujui oleh Direksi Teknis.
3. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor
dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. Mobilisasi dan pemasangan
peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam
penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di
Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak.
4. Pembangunan dan pemeliharaan pangkalan, termasuk kantor-kantor,
tempat tinggal, bengkel-bengkel, gudang-gudang dan sebagainya.
Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan
pembangunan proyek selesai.
5. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum
spesifikasi ini. Peralatan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah
pekerjaan pembangunan proyek selesai. Pekerjaan harus termasuk
pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh
pihak Kontraktor pada akhir kontrak, termasuk membongkar kembali
seluruh instalasi-instalasi, peralatan dari tanah milik Pemerintah, dan
pihak Kontraktor melaksanakan pekerjaan perbaikan dan
penyempurnaan pada daerah kerja, sehingga kondisinya sama dengan
keadaan sebelum pekerjaan dimulai.

Gambar 2.3. Mobilisasi Alat Berat

Page | 18
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

6. Dalam pelaksanaan mobilsasi peralatan tersebut diatas, Kontarktor


tetap memenuhi persyaratan–persyaratan dibawah ini :
a. Kontraktor akan terlebih dahulu mengajukan dan memberi tahu
jenis peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan tertentu
kepada Direksi Teknis untuk disetujui.
b. Kontraktor akan terlebih dahulu menyerahkan rencana operasi
peralatan tersebut (equipment schedule) kepada Direksi
Teknis untuk disetujui.
c. Segala kecelakaan, kerusakan, kehilangan alat dan lain – lain
yang menyebabkan kerugian pada pihak Kontraktor, proyek
maupun pihak ketiga (pihak lain) selama mendatangkan,
pengoperasian, atau mengembalikan peralatan adalah
tanggung jawab Kontraktor.
d. Kontraktor tetap menjaga dan bertanggung jawab atas
pengoperasian peralatan tersebut agar tidak merusak jalan,
saluran dan fasilitas umum yang sudah ada maupun proyek
yang sudah dinyatakan selesai.
7. Waktu Mobilisasi
Mobilisasi dari seluruh mata kegiatan pekerjaan akan diselesaikan
dalam jangka waktu pekerjaan.
8. Mobilisasi dianggap selesai bila Kontraktor dapat melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan kontrak dan diterima oleh Konsultan
mengenai pemenuhan masing-masing persyaratan yang terkait dalam
kontrak.
c) Demobilisasi
1. Demobilisasi akan dianggap selesai jika peralatan, bahan, personil,
atau lainnya milik kontraktor telah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan,
dan persyaratan-persyaratan penyelesaian pekerjaan sebagaimana
diatur dalam kontrak telah terpenuhi.
2. Demobilisasi mencakup penyiapan pengajuan yang diperlukan sebelum
pengakhiran pekerjaan

Page | 19
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2. PEKERJAAN KONSTRUKSI


2.2.1. Pembersihan dan Pengupasan (stripping)
a) Pembersihan
Pembersihan dimaksudkan untuk membersihkan daerah lokasi
pekerjaan dari pohon-pohon, tanaman, kayu-kayu, akar, semak belukar,
sampah dan bahan yang tidak terpakai. Material-material tersebut
dibuang sesuai dengan arahan Direksi.
b) Stripping
Stripping dilaksanakan pada permukaan tanah yang akan dibuat
bangunan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar atau
diperintahkan oleh Direksi.
Metode Kerja Pekerjaan Stripping :
1. Pemasangan profil yang menjadi batas batas pekerjaan.
2. Pelaksanaan pengupasan tanah menggunakan excavator sedalam
20cm, apabila kedalaman kupasan melebihi dari 20cm yang
diakibatkan kondisi tanah yang berlumpur maka sebaiknya
menggunakan excavator agar lebih efektif
3. Tanah hasil stripping dikumpulkan ditempat yang ditunjukkan oleh
Direksi dan dirapikan.
4. Mengangkut tanah sisa hasil stripping menggunakan dump truck
kelokasi pebuangan.

Gambar 2.4. Pekerjaan Pembersihan dan Stripping


2.2.2. Pemasangan Bouwplank
1) Pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank dilaksanakan
setelah pekerjaan perataan dan peninggian tanah selesai dilaksanakan.
Permukaan atas papan dasar bangunan (bouwplank) harus diserut rata
Page | 20
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

dan dipasang waterpass susuai dengan ukuran dan jarak sesuai dengan
gambar rencana dan papan dasar diperkuat dengan patok–patok kayu,
agar papan tidak mudah roboh.
2) Sebelum memulai pekerjaan pemasangan bouwplank, permukaan tanah
baik pada kenyataanya maupun pada garis transisi dalam gambar
rencana adalah benar. Jika permukaan tanah tidak sesuai dengan garis
transisi dalam gambar rencana, Kontraktor akan melaporkan secara
tertulis kepada Direksi Teknis yang selanjutnya akan dipertimbangkan
dan diselesaikan bersama.
3) Jika didalam pengukuran kembali terdapat perbedaan antara gambar
dengan keadaan dilapangan yang sebenarnya, maka Direksi Teknis
berhak mengeluarkan keputusan tentang hal tersebut, serta Kontraktor
akan melakukan penggambaran kembali tampak proyek, lengkap
dengan keterangan mengenai ketinggian tanah, batas – batas, letak
pohon – pohon dan sebagainya.
4) Ukuran – ukuran pokok dari pekerjaan dapat dilihat dalam gambar,
apabila ukuran – ukuran pada gambar tidak tercamtum atau tidak jelas
atau saling berbeda, Kontraktor melaporkan kepada Direksi Teknis,
apabila dianggap perlu maka Direksi Teknis berhak merubah ketinggian,
letak atau ukuran suatu bagian pekerjaan.
5) Semua ketetapan pekerjaan pengukuran dan sudut siku – siku harus
terjamin keakuratannya. Pengukuran sudut dengan benang atau prisma
hanya diperkenankan untuk bagian – bagian kecil yang telah disetujui
Direksi Teknis. Hasil pengambilan dan pemakaian ukuran – ukuran yang
keliru menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
6) Kontraktor membuatkan patok tetap/BM (Bench Mark), hasil pengukuran
dilapangan dan dikaitkan dengan BM yang telah ada menurut petunjuk
Direksi Teknis, jika diperlukan Kontraktor akan memasang patok – patok
pembantu untuk menentukan ketinggian dan koordinat lokal, dan
menjaga keutuhan letak dan ketinggiannya selama pekerjaan
berlangsung.
7) Kontraktor tetap mengadakan pengukuran tapak proyek dengan teliti dan
disaksikan oleh Direksi Teknis, untuk mengetahui batas – batas tapak,
Page | 21
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

elevasi tanah, letak pohon – pohon dan sebagainya. Pengukuran


tersebut menggunakan peralatan yang memadai seperti water pass,
theodolith yang kesemuanya peralatan tersebut disediakan oleh
Kontraktor.
8) Kontraktor membuat patok-patok referensi ketinggian terhadap datum
untuk titik tertentu, Kontraktor selalu mengikuti petunjuk dari peta kunci
koordinat yang terdapat pada gambar kerja. Penentuan patok – patok
bouwplank dan patok – patok lainnya dilakukan dengan theodolith/water
pass yang sebelumnya sudah disetujui dan diperiksa oleh Direksi Teknis.
Sebelum pekerjaan selanjutnya dimulai patok – patok
pembantu/bouwplank diperiksa dan disetujui oleh Direksi Teknis.

Gambar 2.5. Pekerjaan Pemasangan Bouwplank


9) Titik-titik duga/pokok tersebut tidak akan dipindahkan tanpa persetujuan
Direksi Teknis.
10) Pemasangan patok-patok ataupun titik-titik duga yang telah terpasang
maupun bouwnplank, jika Direksi menilai/mempertimbangkan merasa
perlu merubah bouwnplank dapat diubah.
11) Apabila ada patok yang rusak, patok segera diganti dengan yang baru
dan pemasangannya diketahui dan disetujui oleh Direksi Teknis.

Page | 22
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.3. Pekerjaan Galian dengan Alat Berat


Metodologi

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

Pekerjaan Persiapan

1. Peralatan Dan Alat Bantu


tidak 2. Personil (Tenaga Kerja)
3. Pemasangan Bouwplank

cek

ya

1. Pekerjaan Galian Tanah


2. Pengeringan/Coverdam
3. Pengumpulan Tanah Sisa Galian
4. Perapian Bentuk Galian
5. Pembersiahan

tidak
cek

Ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.6. Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan Galian


Pekerjaan galian digolongkan berdasarkan material galian seperti berikut
sesuai dengan spesifikasi teknis:
1. Galian tanah biasa
2. Galian pasir
Metode Penggalian:
1. Galian pada bagian tebing
2. Galian pada bagian dasar atau pondasi
Proses Pelaksanaan Galian

Page | 23
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

a) Berdasarkan pekerjaan dengan alat berat dalam bentuk


penggalian/timbunan tanah/pasir hingga mencapai peil rencana
maupun membentuk penampang galian sesuai gambar kerja dan
pengarahan Direksi.
b) Penggalian dengan menggunakan metode kerja yang menjamin
stabilitas kemiringan lereng samping dan tidak membahayakan bagi
orang-orang yang terlibat dalam proyek.
c) Metode Kerja Pekerjaan Galian dengan menggunakan Excavator
Standar
- Penggunaan Excavator Standar dipergunakan sesuai dengan
kondisi jarak jangkauan galian pada lokasi proyek, sehingga
penggunaan alat dapat lebih efektif baik dari segi waktu
pelaksanaan dan kapasitas kerja alat.
- Penggalian dilakukan secara bertahap dari atas sampai bawah
disesuaikan dengan gambar kerja dan elevasi-elevasi yang telah
di tentukan Direksi.
- Hasil galian ditempatkan disisi kiri atau kanan galian dan
dissesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar pekerjaan galian
sehingga tidak mennganggu proses penggalian berikutnya.
- Selanjutnya hasil tumpukan galian digali akan digunakan untuk
mengembaliakn kondisi awal dan dirapikan menggunakan
Excavator

Gambar 2.7. Pekerjaan Galian Struktur Pelindung

Page | 24
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.4. Pengangkutan Tanah Sisa Galian


a) Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah
ditentukan, dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung, maka untuk
sementara diletakan didaerah sekitar galian.
b) Penempatan hasil Galian tersebut tetap diusahakan agar tidak
menggangu aktifitas sekitarnya.
2.2.5. Pekerjaan Timbunan
Pekerjaan timbunan yang dimaksudkan adalah :
1. Timbunan konstruksi sesuai dengan gambar perencanaan.
2. Pekerjaan timbunan sesuai yang diperintahkan oleh Direksi.
3. Timbunan kembali menggunakan material hasil galian atau tanah
timbunan mendatangkan.
Proses pekerjaan timbunan:
1. Persiapan bahan timbunan sesuai dengan arahan Direksi yaitu
menggunakan material hasil galian atau tanah timbunan mendatangkan.
2. Material-material tersebut dibebaskan dari kotoran-kotoran, sehingga
layak sebagai bahan material timbunan.
3. Penyiapan tempat timbunan disesuaikan dengan gambar teknis atau
sesuai dengan arahan Direksi.
4. Bila tinggi timbunan satu meter atau kurang, maka dasar pondasi
timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan
atau pembasahan bila diperlukan) sampai ± 15cm, bagaian permukaan
atas dasar pondasi mengikuti kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan
yang akan ditempatkan diatasnya.
5. Hasil timbunan tersebut diratakan sesuai dengan arahan Direksi.
6. Timbunan dinyatakan selesai sesuai arahan Direksi

Page | 25
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.6. Pekerjaan Pasangan Batu Kali


Metodologi

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

Pekerjaan Persiapan

1. Persiapan Material Material:


2. Peralatan Dan Alat Bantu -Air
tidak
3. Personil (Tenaga Kerja) -Pasir
-Portland Cemet(PC)
-Batu kali Pecah
Alat:
cek -Concrete Mixcer
-Kotak Adukan
-Ember,dll
ya

Pemasangan Batu
Kali

1.Pemilahan Batu
2.Spesi (Campuran Adukan)
3.Pengisian Batu Dan Penyusunan Batu Kali Pasang

tidak

Perapian
Bentuk dan
pembersihan

cek

ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.8. Skema Pekerjaan Pasangan Batu Kali

Page | 26
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Proses Pemasangan Pekerjaan:


1. Pekerjaan-pekerjaan pasangan batu kali diselesaikan sesuai dengan
bentuk serta ukuran seperti yang dicantumkan pada gambar-gambar.
Apabila setelah pekerjaan pasangan diselesaikan ternyata tidak sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang diperlihatkan dalam gambar-gambar,
maka pasangan tersebut dapat dibongkar dan diganti oleh pelaksana
pekerjaan sesuai dengan arahan direksi teknis lapangan.
2. Persiapan dan pemilihan bahan yang dipergunakan sesuai dengan
arahan direksi teknis.
3. Pasangan pondasi batu kali disusun dengan baik dan saling mengunci
satu sama yang lainnya.
4. Penempatan batu-batu dilakukan sedemikian rupa untuk menghindari
rongga-rongga yang terlalu banyak diantara batu-batu tersebut.
5. Pemasangan batu dilakukan satu demi satu dan tiap-tiap susunan batu
mempunyai antara dan tidak boleh bersinggungan, agar spesi dapat
masuk pada celah-celah batu dan dapat membungkus setiap batu
pasangan dengan baik.
6. Batu-batu itu ditempatkan sedemikian rupa sehingga mortar betul-betul
mengadakan kontak sempurna dengan mortar dalam semua
sambungan.
7. Ukuran spesie disesuaikan dengan arahan direksi pekerjaan
dilapangan.
8. Sambungan-sambungan disempurnakan dengan mortar dan dikuatkan
dengan memasukan pecahan-pecahan batu kedalamnya.
9. Pemasangan batu dihindarkan pada waktu hujan yang bisa
menghanyutkan mortarnya.
10. Pada setiap persambungan dibuatkan gigi-gigi dan bila dilanjutkan
persambungan itu terlebih dahulu dibersihkan dan disiram dengan air
kemudian dengan air semen.
11. Semua bidang pasangan batu kali yang disiar hanya pada setiap alur
spesi-nya saja yang permukaannya tidak boleh menonjol dari
permukaan batu kalinya.

Page | 27
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Wave Reflektor
K-300

0.50
Sal.Drainase EL. + 6.00

0.50

Pas. Batu Kali 1: 4


(finish Siaran)
Pipa Drainase
0.40
Base Course 10 cm

1:
0.5
2.00

0.40
Urugan Pasir
Sisa Galian
Anchorage Ø 16

Gambar 2.9. Pekerjaan Pasangan Batu Kali dan Siaran

Gambar 2.10. Pekerjaan Pasangan Batu Kali

Page | 28
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.7. Pekerjaan Plesteran


Metodologi Pekerjaan Plesteran dan Siaran

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

Pekerjaan Persiapan

1. Peralatan Dan Alat Bantu


2. Personil (Tenaga Kerja)
3. Material
tidak 4.Pembersihan Bagian Yang Material:
Dilakukan Plesteran Dan Siaran -Air
-Pasir
-Portland Cemet(PC)
Alat:
-Kotak Adukan
cek -Ember,dll

ya

1. Pekerjaan Plesteran
2. Pekerjaan Siaran
3. Perapian Bentuk

tidak
cek

Ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.11. Pekerjaan Plesteran dan Siaran

Proses Pemasangan Pekerjaan:

1. Plesteran dikerjakan dengan campuran 1 Pc : 3 Psr tebal rata-rata 1,5 Cm


dengan menggunakan pasir halus (ayakan) dan dijaga supaya proses
pengeringan tidak terlalu cepat.

Page | 29
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2. Sebelum plesteran dimulai, permukaan pasangan dibersihkan dan


dibasahi dulu dengan air tawar.
3. Pencampuran bahan dikerjakan sebagaimana halnya pada pekerjaan
pasangan.
4. Plesteran harus memberikan permukaan yang padat, rata dan pada
sudut-sudut harus lurus, memberikan hasil yang rapi.
5. Plesteran yang belum mengeras harus dilindungi dari hujan dan terik
matahari.
6. Permukaan plesteran harus dibuat bergaris – garis/tali air sedalam 1 Cm
atau sesuai dengan petunjuk Direksi Teknis.

Pas. Kanstin K-300 0.35

Pas. Batu Kali 1: 4 EL. + 5.50


(finish Plester)
0.80

0.20

0.60

EL. + 5.50

0.80

EL. + 4.70
1:
0.5

0.70
1.20
1:
2

Pas. Batu Kali 1: 4 EL. + 3.50


(finish Plester)
0.70

2.50 2.40 1.50

Gambar 2.12. Pekerjaan Pasangan Batu Kali dan Plesteran

Page | 30
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.8. Pekerjaan Siaran


1. Material yang dipakai adalah : pasir, semen, dan air. Pasir dibersihkan
dari semua kotoran, air yang dipakai adalah air dari sumber air tanah.
2. Pekerja menyiapkan spesi dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir,
spesi diaduk dengan molen untuk mendapatkan hasil yang homogeny
3. Pasir dimasukkan ke dalam gentong molen terlebih dahulu kemudian
semen dengan perbandingan tersebut di atas dan diaduk sampai pasir
dan semen bercampur. Setelah dirasa sudah campur baru diberi air
bersih secukupnya sesuai kebutuhan spesi dengan posisi molen masih
mengaduk. Setelah spesi sudah matang/ campuran semen, pasir dan
air merata, adukan spesi dituang ke kotak tempat spesi
4. Spesi dibawa ke tempat pasang siaran dimana tukang dan pembantu
tukang sudah siap ditempat.
5. Sebelum spesi dipasang terlebih dahulu semua bidang
sambungan diantara batu muka harus dikorek. Apabila bidang yang
dikorek terlalu kering maka terlebih dahulu permukaan dibasahi
menggunakan air bersih untuk mendapatkan ikatan yang kuat antara
spesi lama dengan spesi baru.
6. Siaran dibentuk sesuai lekukan sambungan dan dirapikan sehingga
terlihat indah.
7. Pada waktu penyelesaian akhir, permukaan batu-batu harus
dibersihkan dari sisa-sisa mortar.

Page | 31
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.9. Pekerjaan Beton K.300


Metodologi

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Peralatan Dan Alat Bantu
2. Personil (Tenaga Kerja)
3. Material Material:
4.Pembersihan Bagian Yang -Air
Dilakukan Plesteran Dan Siaran -Pasir
-Portland Cemet(PC)
-Batu Pecah/Krikil
tidak Alat:
-Condrete Mixer
cek -Kotak Adukan
-Ember,dll

ya

1. Kontrol Elevasi Pekerjaan


2. Pekerjaan Wave Reflector (Beton K.300)
3. Perapian Bentuk

tidak cek

Ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.13. Pekerjaan Wave Reflector (Beton K.300)


Proses Pemasangan Pekerjaan:
1. Bahan dicampur sesuai dengan perbandingan campuran yang
ditetapkan atau sesuai dengan mix design dan ditakar dengan ukuran
takaran yang sama.
2. Pencampuran bahan dalam keadaan kering dilakukan sampai
homogen dengan menggunakan Concrete Mixer(Molen).
3. Setelah ditambah air, selambat-lambatnya satu jam sudah digunakan.

Page | 32
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

4. Jumlah air secukupnya untuk memberikan laik kerja. Kekentalan


adukan memenuhi slump test sebesar 8 – 10 cm, atau karakteristik
beton cor yang disyaratkan.
5. Pengecoran dilakukan pada area yang telah ditentukan sebelumnya
atau disesuaikan dengan gambar rencana pelaksanaan dan mengikuti
arahan Direksi Teknis pekerjaan.
6. Ukuran panjang, lebar, tinggi pengecoran disesuaikan dengan gambar
kerja.
7. Pemadatan beton menggunakan concrete vibrator (penggetar beton),
dan tidak boleh mengenai pembesian (bila ada pembesian).
8. Beton yang belum mengeras dilindungi dari hujan, demikian pula pada
saat pengecoran.
9. Untuk mengendalikan laju pengeringan beton permukaan beton
disiram dengan air secara teratur.
10. Pelaksanaan pengecoran beton akan seijin Direksi Teknis dan diawasi
Pengawas Pekerjaan.
11. Begesting bagian dalam diisi besi perkuatan secukupnya sehingga
apabila didriler begesting tidak bisa bergeser/goyah.
12. Agar menghasilkan ketebalan yang sama begesting bagian luar dan
dalam pada bagian baru diberi beton taku dan pada bagian permukaan
atas diisi sekat kayu.
13. Pembongkaran begesting seijin Pengawas Pekerjaan dan Direksi
Teknis.

Page | 33
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

0m
5.0

0m
5.0 0.50

Acian

0.50
Besi Beton Ø12-150mm

BETON K.300
Dilatasi tiap jarak 5m
0.50 (Bahan sterofoam dituang aspal cair)
0.15

BETON K.300
0.40

0.40

DETAIL WAVE REFLECTOR

Gambar 2.14. Pekerjaan Pasangan Wave Reflector Beton K.300


2.2.10. Pekerjaan Baja Tulangan
Proses pekerjaan:
1) Spesifikasi penulangan/pembesian, mutu, maupun jenis baja tulangan
yang dipergunakan tetap disesuaikan dengan spesifikasi teknis
pekerjaan.
2) Perletakan tulangan baja dipasang sesuai dengan yang ditunjukkan
pada gambar atau tempat yang ditunjuk oleh direksi teknis.
3) Sambungan-sambungan baja tulangan pada saat perakitan bisi baja
tulangan yang dipasang tetap diperhatikan dan mengikuti spesifikasi
teknis pemasangan dan penyambungan besi baja tulangan serta
menerima saran dan persetujuan oleh Direksi.
4) Kebutuhan tulangan akan ukuran, diameter, bentuk, panjang, letak
sambungan dan jumlah terpasang tetap menyesuaikan gambar
pelaksanaan.
5) Sebelum melakukan pengecoran besi tetap dalam keadaan bersih
dari kotoran, karat besi, gemuk dan lainya.
6) Kedudukan tulangan tetap dipertahankan pada posisi yang sudah
ditentukan pada saat dilakukan pengecoran.

Page | 34
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.11. Pekerjaan Buis Beton dan Cycloop


Metodologi

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

Pekerjaan Persiapan

1. Persiapan Material
tidak 2. Peralatan Dan Alat Bantu
3. Personil (Tenaga Kerja)
Material:
-Air
-Pasir
cek
-Portland Cemet(PC)
-Batu Pecah/Krikil
-Buis Beton (Ready Stock atau Tercetak ditempat)
ya Alat:
-Condrete Mixer
Pemasangan -Kotak Adukan
1. Buis Beton K.175 -Ember,dll
2. Beton Cycloop K.175
3. Besi Baja Angkur (tulangan pengikat)

1. Kontrol Elevasi Pemasangan Buis


2.. Penyusunan Secara Perlahan-lahan Dan Lapis Demilapis
Buis Beton K.175.
3. Pemasangan Besi Baja Angkur Pada Bagian Bagian
Tertentu Sebagai Tulangan Pengkat Antar Buis Beton
4. Pengecoran Pada Void Buis Beton Atau Dengan
tidak Memberikan Beton Cycloop K.175.
5. Kontorl Posisi Pemasangan, Elevasi, Dan Perapian
Bentuk Penyusunan.

cek

Ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.15. Pekerjaan Pasangan Buis Beton K.175 dan Beton Cycloop
K.175
Page | 35
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

1. Bahan-bahan
a. Buis Beton
 Buis beton dengan ukuran Diameter dalam 30 cm dan
diameter luar 50 cm dengan tinggi 50 cm dan tebal 10 cm,
diadakan baik mendatangkan dari luar atau mencetak sendiri
dilokasi dengan menyesuaikan kondisi lapangan.
 Buis beton dalam keadaan bersih, keras tanpa lapisan yang
lemah atau retak – retak, mempunyai kekuatan yang cukup,
sehingga tidak mudah retak pada waktu pemasangan.
 Buis yang dicetak dibuat dengan mutu beton K175 dan
dicetak dengan sebaik mungkin dengan cetakan yang
terbuat dari besi.
 Umur yang direncanakan buis tersebut adalah 28 hari.
2. Beton Pengisi buis beton (beton cycloop)
 Pengisi buis beton menggunakan beton cycloop dengan
campuran antara beton Mutu K175 dan batu kali dengan
komposisi 60% beton Mutu K175 dan 40% Batu Kali.
3. Konstruksi Buis Beton.
 Buis beton dipasang dan disusun dari bawah keatas secara
menerus kemudian diisi beton cycloop, antara sambungan
buis beton harus diisi angker pengikat seperti gambar teknis.

Gambar 2.16. Pekerjaan Buis Beton

Page | 36
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

Walkway EL. + 5.50

Saluran Drainase 0.40

EL. + 5.20 EL. + 6.00


BUIS BETON K.175 0.40
EL. + 4.90
EL. + 4.60
1.00
EL. + 4.30
EL. + 4.00

BETON CYCLOOP K.175

Gambar 2.17. Posisi Pemasangan Buis Beton dan Beton Cycloop

Pas. Batu Kali 1: 4


(finish Siaran)
1:
0.5

Anchorage Ø 16
0.50

0.50

0.50 Beton Cycloop K.175


0.50

0.50 Pas. Buis Beton

Gambar 2.18. Posisi Pasangan Buis Beton K.175 dan Beton Cycloop K.175

Page | 37
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

2.2.12. Pekerjaan Penyelesaian


1. Yang dimaksud dengan pekerjaan penyelesaian adalah :
a. Perbaikan-perbaikan kecil terhadap bagian dari bangunan yang
kurang sempurna dengan nilai pekerjaan setinggi-tinggi 1 % harga
jenis pekerjaannya dan bukan pekerjaan pokok.
b. Pembersihan kembali lapangan kerja dari sisa-sisa bahan bangunan
serta meratakan timbunan-timbunan / sisa-sisa tanah menjadi rata.
c. Kontraktor siap mengganti/memperbaiki bagian-bagian yang menurut
Direksi perlu diganti/diperbaiki.
2. Selama masa pemeliharaan:
a. Kontraktor membongkar dan membersihkan barak kerja/gudang yang
sudah selesai dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
b. Kontraktor akan memperbaiki bangunan-bangunan setempat yang
rusak sehubungan dengan dengan pelaksanaan/kegiatan pekerjaan.
Termasuk jalan, jembatan, duiker/gorong-gorong yang rusak akibat
kendaraan-kendaraan kontraktor yang melintas selama pelaksanaan
pekerjaan.
2.2.13. Syarat-Syarat Bahan

1. Portland Cement ( PC )
a) Semen PC yang digunakan adalah keluaran pabrik semen Dalam
Negeri.
b) Pada prinsipnya seluruh pekerjaan pasangan diisyaratkan
menggunakan semen type I. Penggunaan semen dengan merk
berlainan hanya dapat diijinkan pada saat terjadi kelangkaan semen
dan mendapat persetujuan dari Direksi.
c) PC yang dipakai untuk beton konstruksi memenuhi ketentuan NI-8
dan pasal 3.2. NI-2 PBI 71 atau ASTM C150 atau standar lain yang
diakui oleh pemerintah Indonesia.
2. Pasir
a) Pasir yang digunakan untuk pasangan batu berkualitas baik
b) Butir-butir pasir tajam dan keras dan tidak dapat dihancurkan oleh
tangan

Page | 38
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

c) Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5 %.


d) Bila dipandang perlu oleh Direksi, digunakan persyaratan PBI 71
sepenuhnya.
e) Pasir yang berasal dari pantai/ laut tidak akan digunakan dalam
pekerjaan ini.
f) Untuk pekerjaan pasangan batu, beton, plesteran dan siaran pasir
disaring/ diayak dengan lubang ayakan yang diisyaratkan untuk
pasir.
3. Batu Kali
a) Batu yang digunakan adalah batu yang masif (berat jenis > 2,40),
batu apung dan atau batu berongga/berpori tidak akan digunakan
untuk pekerjaan pasangan batu
b) Ukuran batu memenuhi syarat dengan ukuran batu minimal
berdiameter 15 cm.
c) Khusus untuk pekerjaan Pasangan Batu Kali, digunakan batu belah,
dimana minimal 2/3 permukaan luarnya adalah bidang belahan.
4. Kerikil
a) Krikil yang digunakan hasil dari pecahan batu atau hasil dari
penyaringan sirtu.
b) Kerikil untuk campuran beton konstruksitetap dalam kondisi bersih
dari lumpur ataupun kotoran.
c) Kerikil masif , tidak keropos atau berongga.
d) Bila terdiri dari beberapa ukuran kerikil yang diisyaratkan maka cara
penempatannya dipisah-pisahkan dan pencampurannya
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan.
5. Air
a) Air yang digunakan untuk pekerjaan beton, pasangan batu, plesteran
dan siaran adalah air bersih, bebas dari unsur dan atau zat kimia
yang dapat merusak kekuatan beton/ pasangan batu.
b) Air untuk keperluan harian karyawan/ pekerjanya harus memenuhi
standar kesehatan yang berlaku.
6. Tulangan/Baja Beton
- Besi beton yang digunakan memenuhi standar PBI 1971.
Page | 39
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

- Besi beton yang telah karatan tidak boleh dipakai/digunakan


sebagai tulangan beton.
2.2.14. Pekerjaan Paving Block
Metodologi

START

Pengajuan Metode
Kerja & Request

Pekerjaan Persiapan
1. Persiapan Material
2. Peralatan Dan Alat Bantu
3. Personil (Tenaga Kerja)

tidak
cek

ya

Pekerjaan
Kanstin
Pekerjaan
Paving Block
Pekerjaan
Dilatasi/Pipa Drainase
Pekerjaan
Saluran Drainase

tidak

Perapian Bentuk dan


Pembersihan

cek

Ya

Inspeksi Bersama

FINISH

Gambar 2.19. Pekerjaan Kanstin, Paving Block, Dilatasi/Pipa Drainase, dan


Saluran Drainase

Page | 40
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

3. Pekerjaan pasang paving block dikerjakan pada tanah/pasir yang


sudah dipadatkan dan apabila dipasang pada tanah urugan agar
dijamin tidak terjadi penurunan maupun longsoran yang menyebabkan
terjadinya kerusakan/penurunan pada paving serta pemasangan paving
block dilakukan sesuai dengan ijin Direksi Teknis.
4. Material yang digunakan untuk paving block adalah terbuat dari beton
mutu K.300 dengan tebal 6 mm dan dipasang saling mengunci sesuai
gambar dengan celah (gap) diisi pasir halus sesuai petunjuk dari
Direksi Teknis.
5. Untuk pengunci pasangan paving block agar kuat, maka ujung-ujung
pemasangan paving block dipasang kanstin beton cor (precast
concrete) mutu K.250 dengan ukuran sesuai dengan gambar.
2.2.15. Pekerjaan Dilatasi/pipa Drainase
1. Siar Delatasi dipasang setiap jarak 15 m dengan menggunakan karet
paking tebal 2-3 mm, dipasang setebal pasangan mulai dari atas
pondasi pasangan dengan tujuan untuk menghindari retak pasangan
secara menyeluruh.
2. Saluran drainase dipasang dibelakang pasangan batu agar aliran air
limpasan hujan dapat mengalir dengan lancer dan tidak membebani
pasangan batu kali dari tekanan air tanah.
3. Pengerjaaan saluran drainase menggunakan beton precast K.250 dan
dipasang sesuai dengan slope/kemiringan saluran yang disesuaikan
dengan spesifikasi teknis pekerjaan serta saran dan persetujuan
Direksi.

Page | 41
PT. BINTANG BAGAS ABADI
CONSTRUCTION METHOD
Pengamanan Pantai Yeh Gangga Di Kabupaten Tabanan

0.15
EL. + 5.50 0.35
0.10

Walkway EL. + 5.50 2.20

Saluran Drainase 0.40

EL. + 6.00 0.50

0.90
1 : 0.5

Gambar 2.20. Pasangan Paving Block dan Lokasi Pasangan Saluran Drainase

Page | 42
PT. BINTANG BAGAS ABADI