Anda di halaman 1dari 22

TUGAS

PERANCANGAN SISTEM / ERP


“ IDEF0 Perusahan JNE Cabang Sarijadi ”

Dosen Pengampu:
Graha Prakarsa

Disusun oleh:

1. Elgi Tanzela Mufti ( 6164125 )


2. Irna Windy R ( 6164131 )
3. Saptian Nuralisah S ( 6164140 )
4. Yumas Ayu A ( 6164144 )
5. Hafiz Riady ( 6164130 )
6. Achmad Shofyan A.K ( 61614117 )

D4 Logistik Bisnis 2E

PROGRAM STUDI DIV LOGISTIK BISNIS

POLITEKNIK POS INDONESIA

BANDUNG

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bandung, 02 Juni 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 2

1.3 Tujuan Observasi 2

BAB II PEMBAHASAN
………………………………………………………………………………….. 3

2.1 Profil Singkat Perusahaan 3

` 2.2 Visi Misi Perusahaa 4

2.3 Struktur Organisasi ….. 5

2.4 Node Tree Pada JNE Sarijadi 5

2.5 Pengertian IDEF0 6

2.6 IDEF0 pada JNE SARIJADI 7

2.7 Perbandingan JNE dengan Ekspedisi lain

2.8 Note Tree Setelah Revisi

2.8 IDEF0 Operasi JNE yang sudah Direvisi

PBab III PENUTUP ……………………………………………………………. 17

3.1 Kesimpulan …………………………………………... 17

3.2 Saran 17

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Seiring dengan berkembangnya industri bisnis saat ini mengakibatkan beberapa perusahaan
berorientasi pada permintaan pelanggan. Seperti halnya pada industri bidang pelayanan jasa,
khususnya perusahaan jasa kurir yang memiliki sejumlah pelanggan dari masyarakat umum
dan pelanggan corporate dimana industri bisnis tersebut mampu memudahkan produsen dan
konsumen bertransaksi, meminimalisir waktu, serta memperoleh peluang bisnis baru dari
kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang belum tercapai. Pola pikir konsumen yang berubah
seiring perkembangan zaman menuntut praktisi-praktisi bisnis untuk mengembangkan industri
logistik pada pangsa pasaryang luas. Secara umum ada banyak faktor yang mempengaruhi
kualitas pelayanan dalam mempertahankan loyalitas pelanggan pada bidang layanan jasa.
Kepercayaan pelanggan terhadap merek juga mempengaruhi mutu pelayanan yang
diberikan oleh perusahaan. Alma (2004: p263) mengatakan : Service Quality sebagai alat
persaingan yang ampuh untuk mempertahankan pelanggan serta membangun standar kualitas
yang excellence. (Jurnal FMAS Ekonomi,Manajemen dan Bisnis Vol.1 No.1 Oktober 2007).
Persaingan dalam bisnis logistik tampak ketat dan semakin terbuka lebar untuk pemain
baru yang berkancah di Indonesia. Bertumbuh pesatnya bisnis ONLINE, manufaktur dan retail
memicu tumbuhnya perusahaan logistik lokal, beberapa perusahaan yang meramaikan industri
logistik yaitu, PT. JNE, TIKI, FedEx, DHL, dan Pos Indonesia. Perusahaan ternama tersebut
saat ini berlomba-lomba mengungguli pangsa pasar yang sebagian besar dikuasai oleh
perusahaan asing, hal tersebut tidak menutup kemungkinan PT. JNE bersaing untuk menjadi
tuan rumah dalam wilayah domestik.
PT. JNE adalah perusahaan jasa kurir pengiriman paket dalam wilayah lokal maupun
internasional, pengembangan produk dan layanan yang diberikan antara lain yaitu
menyediakan jasa kurir express, logistik, money remittance (transfer uang) trucking, air&sea
cargo, escort (Jasa penjemputan bandara), hingga customer clearance (jasa kapabean).
PT. JNE sebagai perusahaan logistik lokal, telah memiliki kantor perwakilan 75unit, kantor
cabang 53unit, serta 2.073 agen dan sub-agen di seluruh Indonesia. Pengembangan produk dan

4
layanan inovatif PT. JNE saat ini adalah Jasa pengiriman layanan Pesanan Oleh-oleh Nusantara
(Pesona) dan Amplop prabayar PELIKAN (Pengiriman Lintas Kawasan). PT. JNE memiliki
visi menjadi perusahaan logistik utama kelas dunia , oleh karena itu untuk menjadi market
leader perusahaan akan berupaya memperluas segmen pasar serta meningkatkan kualitas
pelayanan yang lebih beragam.
Pelayanan jasa pengiriman barang yang diberikan PT. JNE semakin beragam dan inovatif,
Brand trust dan Loyalitas pelanggan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan
dapat sesuai dengan harapan mereka. Mempertahankan pelanggan yang loyal, serta menjaga
agar tidak beralih ke jasa pengiriman barang sejenis merupakan hal yang penting untuk
mengikat pelanggan-pelanggan PT. JNE. Untuk itu perusahaan perlu membangun strategi
pemasaran seperti harga yang terjangkau, promosi penjualan yang efektif untuk menarik
pelanggan baru, customer service yang sigap dalam melayani pelanggan, serta jaminan pada
resiko kehilangan atau kerusakan pengiriman paket yang berdampak terhadap Brand Trust dan
Loyalitas Pelanggan jasa PT. JNE.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1) Bagaimana profil perusahaan PT JNE ?
2) Bagaimana struktur organisasi PT JNE ?
3) Bagaimana “IDEF0” pada JNE SARIJADI ?
4) Apa perbandingan JNE dengan ekspedisi lainnya?
5) Apa kelemahan PT JNE SARIJADI dan bagaimana solusinya ?
6) Bagaimana IDEF0 PT JNE SARIJADI setelah direvisi ?

1.3 TUJUAN OBSERVASI


1) Untuk dapat mengetahui profil perusahaan PT JNE
2) Untuk dapat mengetahui struktur organisasi PT JNE
3) Untuk dapat mengetahui “IDEF0” pada JNE SARIJADI
4) Untuk dapat mengetahui perbandingan JNE dengan ekspedisi lainnya
5) Untuk dapat mengetahui kelemahan PT JNE SARIJADI dan solusinya
6) Untuk dapat mengetahui MIDEF0 PT JNE SARIJADI setelah direvisi

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PROFIL SINGKAT PERUSAHAAN

PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE EXPRESS) didirikan oleh Bapak H. Soeprapto,

pada tahun 1990. PT. Jalur Nugraha Ekakurir memulai kegiatan usahanya berpusat pada

kegiatan kebapeanan atau impor kirim barang atau dokumen serta pengantarnya dari luar

negeri ke Indonesia. Lingkup bisnis yang di jalani oleh PT. JNE EXPRESS adalah

pengiriman (courier), penyimpanan dan pendistribusian (logistic dan distribution ),

transportasi (moving, trucking, air sea cargo), kepabean (custom clereance), penjemputan

bandara (escort service), pengiriman uang (money transfer).

PT. JNE EXPRESS berpusat di Jakarta dengan memiliki kantor cabang di kota-kota

besar di Indonesia antara lain: Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Batam, Medan,

Palembang, Cilegon, Bandar Lampung, Balikpapan, Banjarmasin, Surabaya, Pontianak,

Kendari, Makassar, Denpasar.

Pada tahun 1991 PT. JNE EXPRESS mengadakan International Network, tahun 1993

mengadakan Domestic Network , tahun 1994 melakukan cash counter, 1996 mempunyai

agent counter, 1997 Launch logistic and distribution service, 1998 Launch special service

(SS), Agustus 2000 logo Launch JNE present, 2003 Launch yes service, 2004 mendapatkan

ISO 9001-2000 certificate, 2005 launch JNE diplomat service, 2006 mendapatkan super brand

award, 2007 mendapat 150 certificate renewal.

PT. JNE EXPRESS Solo merupakan cabang dari PT. JNE EXPRESS Jakarta, PT. JNE

EXPRESS Solo dipimpin oleh Bapak Bambang Widiatmoko yang pernah menjabat di

beberapa cabang PT. JNE EXPRESS Di kota lain yaitu:

a. Kepala cabang Jakarta


b. Sales dan Marketing JNE Jakarta
c. Kepala cabang Balikpapan
d. Kepala cabang Solo

6
2.2 VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Seperti badan usaha pada umumnya PT. JNE EXPRESS Solo dalam pendirianya dan
dalam perkembanganya tidak dapat lepas dari visi dan misinya. Dan visi PT. JNE Solo
adalah dapat menjadi perusahaan dengan standar Internasional di bidang jasa distribusi yang
mampu melayani kebutuhan segenap lapisan masyarakat dan dapat diterima menjadi tuan
rumah di negeri sendiri. Dan misi perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Memadukan jasa pengiriman, kepabean, pendistribusian dalam satu sistem yang

terintegrasi secara efektif dan fleksibel.

2. Mendaya gunakan jaringan dan infrakstruktur yang dimiliki sebagai konstribusi pada

perputaran roda ekonomi dengan didukung SDM yang profesional dan memiliki

integrasi moral yang tinggi.

3. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara tepat guna.mendorong

pertumbuhan usaha yang berkesinambungan dalam rangka mencapai kesejahteraan

karyawan dan senantiasa meningkatkan tanggung jawab social.

4. Memadukan jasa pengiriman, kepabean, pendistribusian dalam satu sistem yang

terintegrasi secara efektif dan fleksibel.

5. Mendaya gunakan jaringan dan infrakstruktur yang dimiliki sebagai konstribusi pada

perputaran roda ekonomi dengan didukung SDM yang profesional dan memiliki

integrasi moral yang tinggi.

6. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara tepat guna.mendorong

pertumbuhan usaha yang berkesinambungan dalam rangka mencapai kesejahteraan

karyawan dan senantiasa meningkatkan tanggung jawab social.

7
2. 3 STRUKTUR ORGANISAI JNE

2. 4 NODE TREE JNE SARIJADI

8
9
2. 5 PENGERTIAN IDEF0

IDEF0 (Integration DEFinition language 0) merupakan bahasa pemodelan yang


menggunakan gambar dengan disertai penjelasan yang komprehensif untuk menjelaskan
tahapan/ metodologi pengembangan dari suatu sistem. Sistem dimodelkan sebagai kumpulan
fungsi-fungsi yang saling berkaitan satu dengan yang lain untuk membentuk suatu fungsi
utama. Fungsi-fungsi tersebut menjelaskan apa yang dikerjakan oleh sistem, sehingga apa saja
yang mengontrol, memproses, diproses, dan dihasilkan oleh sistem tersebut dapat diketahui.
Building blocks adalah komponen penyusun system yang digambarkan dalam model.
Building blocks ada dua macam, yaitu:
a. Aktivitas, yaitu komponen suatu sistem yang menjalankan atau melakukan suatu tindakan .
b. ICOM, yaitu komponen suatu sistem yang dipergunakan oleh suatu aktivitas.
ICOM terdiri dari :
1. Input : sesuatu yang ditransformasikan oleh suatu aktivitas.
2. Control : sesuatu yang menentukan bagaimana suatu aktivitas terjadi tetapi tidak
ditransformasikan olehnya.
3. Output : sesuatu yang dihasilkan oleh aktivitas
4. Mechanism : orang, fasilitas, mesin, atau lainnya yang menjalankan aktivitas.

IDEF0 memandang suatu sistem sebagai sesuatu yang terdiri dari kumpulan aktivitas
yang menggunakan ICOM – ICOM untuk mewujudkan tugas – tugasnya. Aktivitas dan ICOM
merupakan komponen penyusun sistem yang harus diidentifikasi dalam pembentukan model.
Dengan kata lain, model dari suatu sisten dengan menggunakan metode IDEF0 adalah
merupakan pengambaran aktivitas dan ICOM suatu sistem.

Penggambaran model dalam IDEF0 dilakukan secara bertingkat (hirarkis) mulai dari
aktivitas umum sampai rinciannya.Pada tingkat tertinggi disebut Context Page yang berisi satu
aktivitas yang menunjukkan seluruh sistem sebagai satu aktivitas dan memperlihatkan pula
interface sistem dengan lingkungannya. Context Diagram juga biasa disebut Diagram A0 atau
Parent Diagram. Pada tingkatan berikutnya dibuat Decomposition Page atau Child Diagram
yang merupakan rincian lebih jauh dari sistem. Setiap penjabaran dalam Decomposition Page
dinamakan Diagram A1,Diagram A2, Diagram A3, … Diagram A11, Diagram A22, dan
seterusnya. Setiap ICOM yang muncul pada suatu Parent Diagram akan dirinci pada child
diagram. Child Diagram akan terus dibentuk sampai tingkatan di mana proses berbentuk
algoritma pengerjaan aktivitas tersebut.

10
2. 6 IDEF0 PADA PERUSAHAAN JNE CABANG SARIJADI

11
12
1. RECEIVING
a. Activitas : Penerimaan Barang
ICOM :
Input ( Barang)
Input yang dibutuhkan pada aktifitas ini adalah barang yang akan dikirim
Resource
Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan aktifitas penerimaan barang adalah
Pelanggan (SDM) sebab tanpa adanya pelanggan atau customer tentu tidak akan ada sesuatu
yang dapat di input oleh ekspedisi.
Control
Sesuatu yang digunakan pada tahap pengawasan ialah pegawai (staff penerimaan barang) serta
SOP yang dimiliki oleh ekspedisi JNE Sarijadi. Dengan adanya kedua hal tersebut maka

13
apabila aktifitas tidak menghasilkan tujuan yang tepat maka dapat langsung diawasi oleh kedua
hal tersebut.
Output
Hasil dari aktifitas ini ialah barang yang telah di terima oleh pihak ekspedisi

b. Activitas : Timbang Barang


ICOM :
Input (Barang)
Input yang digunakan pada ICOM ini adalah hasil dari output pada aktifitas yang pertama yaitu
barang yang telah masuk ke ekspedisi
Resource
Sumber daya yang dibutuhkan dalam aktifitas ini adalah mesin peminbang barang. Tanpa
adanya mesin maka akanterjadi kekurangan tools sebagai bahan utama penunjang berjalannya
aktifitas ini.
Control
Proses pengawasan dilakukan dengan melibatkan faktor manusia dalam hal ini adalah pegawai
Output
Sesuatu yang dihasilkan dari aktifitas ini ialah informasi mengenai berat barang, serta ongkir
yang nantinya akan dikenakan kepada pelanggan.

c. Activitas : Input Data


ICOM :
Input
Hal yang menjadi bahan input dari aktifitas ini adalah informasin ongkir yang merupakan hasil
output pada aktifitas kedua serta infomasi pelanggan dan informasi alamat tujuan.
Resource
Sumber daya yang dibutuhkan untuk menunjang proses input data adalah mesin berupa
komputer.
Control
Untuk mengawasi agar aktifitas berjalan dengan baik maka perlu dilakukan proses pengawasan
oleh pegawai atau staff ekspedisi.
Output
Barang yang dihasilkan adalah resi barang yang berisi informasi-informasi terkait dengan
proses pengiriman barang.

2. PACKAGING
14
a. Activitas : Pengecekan Barang
ICOM :
Input
Sesuatu yang diperlukan sebagai bahan input adalah barang yang telah diterima pada saat
receiving.
Resource
Sumber daya yang digunakan ialah informasi barang (jenis barang).
Control
Proses pengawasan dilakukan dengan melibatkan SOP serta pengawasan langsung yang dilakukan
oleh staff.
Output
Hasil dari aktifitas ini ialah barang hasil pengecekan .

b. Activitas : PencatatanBarang
ICOM :
Input (barang)
Input berupa barang hasil pengecekan.
Resource
Sumber daya yang digunakan adalah sumber informasi barang (berupa ketentuan kesesuaiaan atau
tidak packaging barang).
Control
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan staff serta SOP dari JNE, SOP ini berkaitan dengan
apakah barang tersebut memang layak untuk dikirim atau tidak.
Output
Barang yang tidak sesuai dengan standar.

c. Activitas : Repackaging
ICOM
Input
Input yang diguakan diambil dari hasil output pada aktifitas sebelumnya. Barang yang tidak
memenuhi standar dijadikan suatu objek yang akan diproses.
Resource
Untuk menjalankan aktifitas repackaging maka sumber yang dibutuhkan adalah beralatan ATK
serta bubble wrap plastic.
Control

15
Pengawasan yang dilakukan masih sama yaitu mengacu pada SOP serta diawasi langsung oleh
staff.
Output
Barang dengan kemasan baru.

d. Activitas : Sortir
ICOM :
Input
Barang yang akan diproses adalah barang dengan kemasan baru yang nantinya akan dipilih sesuai
dengan lokasi tujuan.
Resource
Sumber yang diperlukan untuk menunjang katifitas tersebut adalah resi barang, sebab didalamnya
memuat beberapa informasi yang diperlukan.
Control
Proses pengawasan masih dilakukan oleh staff dan ketentuan dalam SOP.
Output
Barang yang telah dipilih sesuai tujuan.

3. DELIVERY
a. Activitas :On Proses
ICOM :
Input
Barang yang telah sesuai dengan tujuan menjadi objek yang akan diproses dalam tahap ini.
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalah resi yang memuat iformasi barang
serta moda transportasi (alat angkut).
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah kurir sebagai SDM yang dipercaya serta ketentuan SOP.
Output
Barang yang telah sampai di kota tertentu.

b. Activitas : OnTransit
COM :
Input
Barang yang telah sampai di kota tertentu menjadi objek yang akan diproses dalam tahap ini.
Resource
16
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalah resi yang memuat informasi barang
serta moda transportasi (alat angkut).
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah pegawai kantor cabang. Mereka bertugas untuk menjamin
barang yang transit tetap dalam keadaan yang baik.
Out put
Barang yang dikirim ke alamat tujuan.

c. Activitas : Receiving On Destination


ICOM :
Input
Barang yang dikirim ke alamat tujuan menjadi objek yang akan di proses pada tahap ini.
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalah resi yang memuat informasi barang
serta moda transportasi (alat angkut).
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah kurir sebagai SDM yang dipercaya, ketentuan SOP serta
pegwai kantor cabang. Mereka bertugas untuk menjamin barang tetap dalam keadaan yang
baik.
Output
Barang sampai ke tanggan pelanggan.

d. Activitas :Delivered
ICOM :
Input
Barang sampai ke tanggan pelanggan menjadi objek yang akan diproses dalam tahap ini.
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalah resi yang memuat informasi barang,
moda transportasi (alat angkut) serta pelanggan.
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah kurir sebagai SDM yang dipercaya serta ketentuan SOP.
Output
Bukti transaksi yang sudah ditandatangani.

4. REDELIVERY
a. Activitas : Identifikasi Masalah
17
ICOM :
Input
Input yang dibutuhkan dalam proses ini adalah barang return yang diterima oleh pihak ekspedisi.
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalahkurir dan informasi dari pelanggan.
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah Staff ekspedisiyang dipercaya serta ketentuan SOP
mengenai return barang.
Output
Hasil yang keluar dari proses tersebut adalah klasifikasi masalah.

b. Activitas : Separation Problems


ICOM :
Input
klasifikasi masalah menjadi objek yang akan di proses dalam tahap ini.
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalahkurir dan informasi dari pelanggan.
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah Staff ekspedisiyang dipercaya serta ketentuan SOP.
Output
Hasil yang keluar dari proses tersebut adalah penyelesaian masalah.

c. Activitas : AU To OPS
ICOM :
Input
penyelesaian masalah menjadi objek yang akan di proses dalam tahap ini
Resource
Sumber yang dibutuhkan untuk menunjang proses ini adalah kurir, informasi dari pelanggan serta
Moda transportasi
Control
Yang mengawasi proses tersebut adalah Staff ekspedisiyang dipercaya serta ketentuan SOP.
Output
Hasil yang keluar dari proses tersebut adalah resi baru

2. 7 PERBANDINGAN JNE DENGAN EKSPEDISI LAIN


18
A. JNE SARIJADI
Kelebihan:

▶ Memiliki layanan costumer service yang responsif dan cepat dalam menangani
berbagai keluhan konsumen.

▶ Memiliki jaminan uang kembali (garansi), jika sewaktu-waktu kiriman barang


melampui batas pengiriman yang ditentukan (khusus paket jenis tertentu).

▶ Memiliki sistem tracking yang baik.

▶ Bisa mengirim dokumen dan berbagai surat berharga lainnya.

B. J&Telebihan:

▶ Jemput Paket di Tempat ( tanpa Biaya )

▶ Sistem Tracking Real Time

▶ Fasilitas Aplikasi & Website

▶ Operasional 365 hari

Kelemhahan :

▶ Pengiriman terkadang melebihi waktu yang telah diperkirakan sejak awal.

▶ Nomor resi pengiriman seringkali sulit untuk dilacak.

Solusi kelemahan JNE :

▶ Memotong tahap redelivery dan dai gabungkan pada proses delivery. Namun untuk
sebelum dikirim barang harus tahu kejelasan barang dan mengupdate terus kondisi
barang

▶ Memperbaruhi website dan mencantumkan fitur layanan pelanggan agar pelanggan


memiliki akun JNE apabila terjadi kesalahan barang secara cepat terselesaikan agar
tidak menunggu waktu lama untuk kurir mengirimkan barang.

2. 8 NODE TREE SETELAH REVISI barang.

19
SEPARA TION
PROBLEM
2. 9 IDEF0 OPERASI JNE YANG SUDAH DIREVISI

20
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) cabang Sarijadi Bandung dalam melaksanakan
kualitas jasa pengiriman berdasarkan unsur-unsur dimensi kualitas jasa yaitu dalam dimensi
keandalan (reability), perusahaan mampu menyediakan jasa yang dijanjikan, keandalan dalam
penanganan masalah layanan pelanggan, melaksanakan jasa dengan benar pada saat pertama,
karyawan yang selalu ramah terhadap konsumen, kemudahan dalam pembayaran transaksi.
Karyawan yang menanamkan keyakinan kepada pelanggan seperti menawarkan jasa yang
berkualitas delivery on time, mengusahakan pelanggan tetap mendapatkan informasi dan
memberikan layanan yang tepat pada pelanggan serta membantu keinginan pelanggan.

3.2 SARAN
Perusahaan sebaiknya meningkatkan pelatihan agar dapat meningkatkan kemampuan
karyawannya dalam melayani dan menangani keluhan konsumen dan juga perusahaan
sebaiknya meningkatkan kualitas jasa secara keseluruhan dan melakukan riset mengenai
kebutuhan dan keinginan masyarakat mengenai jasa pengiriman seperti apa yang diinginkan
oleh masyarakat agar dapat terus bertahan dan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.
21
22