Laporan Praktikum Biologi
Fisiologi Sel
Nama : Olivia Iriani Tantu
NIM : 2013.04.0.0165
Universitas Hang Tuah
Fakultas Kedokteran
Tujuan Praktikum :
1. Mengamati faktor yang mempengaruhi laju difusi.
2. Menjelaskan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi laju.
3. Mengamati osmosis dengan menggunakan osmometer.
4. Mengamati perbedaan laju osmosis pada gradien konsentrasi yang berbeda.
5. Mengamati dialisis melalui penggunaan indikator warna.
Tugas 1. Difusi
Bahan dan alat :
1. Tabung reaksi
2. Gelas Petri berisi air (gelatin)
3. Tusuk gigi
4. Kristal Methylene Blue
5. Kristal Kalium Permanganat
6. Aquades
Cara Kerja :
1. Masukkan sedikit kristal Kalium Permanganat ke dalam tabung reaksi yang
berisi air secara perlahan. Tabung jangan digoyang.
2. Lakukan prosedur no.1 dengan menggunakan methylene blue (bandingkan hasil
1 dan 2 ) tulis hasilnya.
3. Dengan cara yang sama dengan nomr 1 dan 2. Panaskan kedua tabung reaksi ke
dalam beaker glass berisi air panas. Apa yang terjadi ? Bandingkan dengan
percobaan yang lalu dan kemusia ambil kesimpulan dari percobaan tersebut.
Tabel Hasil Pengamatan
Pengamatan
Menit Ke Suhu Normal Dipanaskan
KMnO4 Methylene Blue KMnO4 Methylene Blue
15 100% 10 % bagian
tercampur pekat sedangkan
bagian lain tidak Dari
30 100% 12% bagian awal larutan sudah tercampur
tercampur pekat
60 100% 15% bagian
tercampur pekat
Pertanyaan :
1. Jelaskan definisi difusi !
Difusi sederhana adalah perpindahan molekul zat yang terjadi karena adanya
gradien konsetrasi antara lingkungan di luar sel dan di dalam sel. Molekul zat tertentu
berpindah dari konsentrasi tinggi ke konsetrasi rendah.
Difusi terfasilitasi adalah perpindahan molekul zat tertentu melalui pori-pori dalam
protein membran sel. Dibedakan menjadi : difusi melalui protein pembawa dan difusi
melalui protein kanal. Transpor dengan karier protein ada beberapa cara :
A. Uniport secara sederhana molekul ditrasnpor oleh karier protein memalui
membran plasma. Contoh traspor glukosa ke dalam sel-sel hati
B. Simport transpor dengan karier protein yang membutuhkan kotranspor ion yang
ke dua-duanya akan melewati membran lipid searah. Contoh penyerapan glukosa oleh sel
epitel dinding usus membutuhkan Na+
C. Antiport transpor molekul dibutuhkan kotranspoer ion tapi molekul dan
kotranspor ion mempunyai arah berlawanan. Contoh transport Cl- dan HCO3- pada
eritrosit
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kecepatan difusi, jelaskan !
1. Konsentrasi zat -> semakin tinggi konsetrasi zat, semakin cepat terlarut.
2. Ukuran molekul zat -> semakin kecil ukuran molekul zat, semakin cepat proses
difusi
3. Luas bidang permukaan -> semakin luas bidang permukaan, semakin lama
larutnya
4. Suhu -> kecenderungan zat bergerak ke segala arah, sehingga menimbulkan
tekanan. Semakin panas, suhu semakin cepat
Methylene blue dan kalium permanganat 15 menit
Kesimpulan : reaksi akan semakin cepat berlangsung dengan berbagai faktor termasuk
konsentrasi zat, ukuran zat molekul, luas permukaan dan suhu. Perbedaan reaksi pada
saat di panasi dan tidak dipanasi menyebabkan perbedaan cepat lambatnya tercampur,
pada methylene blue yang tidak dipanasi sangat lambat percampuran dalam reaksi
sedangkan kalium cepat tercampur. Ini karena konsentrasi zat yang berbeda. Sedangkan
yang dipanasi, tercampur rata karena suhu yang semakin panas menyebabkan reaksi
difusi semakin cepat.
Tugas 2. Osmosis
Alat dan bahan
1. Standard clamp
2. Thistle Tube
3. Benang
4. Lembaran usus
5. Gunting
6. Pensil wax/spidol
7. Baker glass
8. Sirop
9. Alat ukur/penggaris
Cara Kerja :
1. Buatlah osmometer sesuai dengan gambar . Untuk itu bentuklah kelompok yang terdiri
dari 2-3 orang.
2. Dengan menggunakan jari telunjuk untuk menutup lubang yang diujung kecil, isikan
sirup ke dalam thistle tube melalui bagian tabung yang lebar.
3. Tutuplah bagian ujung lebar thistle tube dengan lembaran usus dan ikat kuat dengan
benang. Ingat, bagian ujung tabung yang kecil tetap tertutup oleh ujung jari telunjuk.
4. Pasang thistle tube dengan penjepit, dan masukkan ujung yang lebar ke dalam beaker
glass yang sudah diisi air.
5. Berilah tanda dengan menggunakan pensil wax atau spidol pada ujung atas sirup.
Amati dan ukur perubahan tinggi sirup pada menit ke 15,30 dan 60.
Pertanyaan :
1. Sebutkan organ di tubuh manakah yang mengalami osmosis !
Ginjal bagian tubulus proximal. Lengkungan nefron menurun dan tubulus
pengumpul.
2. Apakah perbedaan difusi dengan osmosis
Dalam istilah ilmiah proses pembauran molekul dalam berbagai wujud zat dapat
terjadi dengan metode difusi dan osmosis. Tapi, sementara difusi adalah pembauran
molekul sebagai hasil dari energi kinetik mereka yang melekat berdasarkan gerak
acak, baik dalam gas, cair atau padat. Osmosis adalah aliran cairan antara dua bagian
yang dipisahkan oleh membran semipermeabel atau permeabel. Osmosis biasanya
mengacu pada aliran air.
Osmosis karena itu adalah bentuk selektif difusi. Difusi didasarkan pada aliran
acak molekul dan jauh lebih umum dalam gas sedangkan, osmosis didasarkan pada
kapasitas pelarut yang melekat pada molekul suatu zat dalam air. Ini adalah
membran, di osmosis yang menggunakan aliran jenis tertentu molekul sekaligus
membatasi kegiatan aliran jenis lain
- Proses difusi terutama terjadi pada keadaan gas atau dalam molekul gas dan
molekul cairan. Molekul-molekul gas selalu bergerak dan bertabrakan dengan
membran jika membran dihiangkan gas akan bercampur karena kecepatan acak.
Gradien konsentrasi berjalan dari gradien konsentrasi tinggi ke gradien
konsentrasi rendah
- proses osmosis ini terjadi ketika media sekitarnya sel memiliki konsentrasi air
yang lebih tinggi dari sel. Sel bertambha air dan pada saat yang sama banak molekul
penting dan partikel untuk pertumbuhan juga berpindah dari satu sel ke sel lainnya.
Bergerak menuruni gradien konsetrasi.
3. Buatlah grafik hasil percobaan antara perubahan waktu terhadap ketinggian batar
tertinggi sirup pada thistle tube !
Tugas 3. Osmosis pada sel darah
Bahan dan alat :
1. gelas objek dan gelas penutup
2. Larutan ringer laktat
3. Aquadest
4. Lancer blood
5. Larutan NaCl
6. Na oksalat
7. Mikroskop
8. Pipet
Cara kerja :
1. Sediakan 3 buah gelas obyek yang bersih, ditetesi dengan darah (yang berasal dari
manusia atau katak)
2. Pada gelas obyek pertama, bubuhkanlah larutan ringer laktat dengan menggunakan
pipet.
3. Pada gelas obyek kedua bubuhkan larutan NaCl pekat.
4. Pada gelas obyek ketiga bubuhkan aquades atau air suling murni.
5. Tutup ketiga gelas itu dengan penutup
6. Periksalah hasilnya dengan bantuan mikroskop dan gambarlah. Jelaskan apa yang
terjadi.
Pertanyaan :
1. Apa yang dapat di amati pada percobaan ini
- erythocyte yang dibubuhi ringer lactate -> darah tidak mengalami perubahan
- erythocyte yang dibubuhi aquadest -> keping darah menjadi membesar
- erythocyte yang dibubuhi NaCl 10% -> darah tampak mengkerut
2. Kesimpulan pengamatan
Krenasi adalah pengkerutan sel darah merah dalam larutan hipertonik sedangkan
hemolosis adalah peristiwa pembengkakan sel darah merah lalu kemudian pecah
dalam larutan hipotonik. Pada percobaan yang telah dilakukan, sel darah merah
ditetesi larutan NaCl pekat, larutan ringer laktat dan air. Saat sel darah ditetesi
dengan larutan NaCl, dapat dilihat sel darah merahnya mengkerut kedalam. Hal ini
karena air keluar dari sel menunju kearah larutan NaCl, sehinga selnya mengkerut.
Dengan demikian, NaCl di sebut hipertonik terhadap sitoplasma. Saat darah ditetesi
ringer laktat, tampak sel darah tidak mengalami perubahan, di karenakan konsetrasi
yang sama antara air di dalam sel dan larutan ringer laktat, hal ini disebut peristiwa
isotonis. Dan saat darah ditetesi aquadest, sel darah terlihat memencar, ini di
sebabkan karena konsentrasi aquadest lebih tinggi dari pada di dalam sel. Aquadest
disekitar sel itu disebut hipotonik terhadap sitoplasma sel. Dinding sel pada sel darah
merah sangat rapuh dan tidak tahan terhadap tekanan di dalam sel, akibatnya sel itu
pecah.
Sel darah dicampur dengan aquadest dengan pembesaran 10x100 -> hipotonis
Sel darah merah dicampur dengan larutan NaCl dengan pembesaran 10x100 ->
hipertonis
Sel darah dicampur dengan larutan Ringer laktat dengan pembesaran 10x100 ->
isotonis
Tugas 4. Sistem Koloid
Bahan dan alat :
1. Bubuk agar gelatin
2. Air
3. 4 buah tabung reaksi
4. Beker glass 500cc
Cara kerja :
1. Buatlah sediaan agar/gelatin dengan cara mendidihkan air sebanyak 500cc yang
dicampur dengan bubuk agar/gelatin
2. Isilah tabung reaksi 1 dengan sediaan agar (seperempat tabung) kemudian masukkan
ke dalam beker glass yang berisi air mendidih.
3. Pada tabung reaksi ke-2 isikan sediaan agar (seperempat tabung) kemudian masukkan
ke dalam beker glass yang berisi es batu secukupnya. Kedua tabung dibiarkan pada
tempatnya selama kurang lebih 10 menit kemudian amatilah.
4. Setelah kurang lebih 10 menit pindahkan tabung reakssi 1 ke dalam beker glass yang
berisi es. Sedangkan tabung reaksi 2 dimasukkan ke dalam beker glass yang berisi air
mendidih.
Pertanyaan;
1. Apakah yang dapat disimpulkan dari percobaan tugas 4 ?
Untuk pembuatan agar-agar digunakan cara peptisasi. Cara peptisasi ini
menggunakan zat pemeptiasi (pemecah) yaitu air dengan dipanaskan untuk memecah
molekul-molekul besar dalam hal ini serbuk agar-agar supaya menjadi molekul-molekul
kecil ukuran koloid. Setelah air dan agar-agar sudah menyatu sepenungnya kemudia
didinginkan sejenak. Maka jadilah sol padat yaitu agar-agar. Setelah itu di panaskan lagi,
agar-agar ini kembali menjadi cair ,tapi bila didinginkan lagi akan menjadi bentuk padat.
2. Pada sel apakah mungkin terjadi proses perubahan sol-gel. Perubahan yang terjadi
bersifat reversible/irreversiible ? Jelaskan.
Tugas 5. Aktifitas Enzim
Bahan dan alat :
1. Ekstrak hati
2. H2O2
3. Tabung reaksi
4. Mortir
5. Pipet
6. Penyaring
7. H2SO4
8. KMnO4
Cara kerja :
1. pembuatan ekstrak hati
a) Ambillah sepotong hati dan haluskan didalam mortir
b) Tambahakan air/aquades secukupnya dan aduk rata
c) Saring dengan alat penyaring
2. Isilah sebuah tabung reaksi dengan H2O2 setinggi 1 m. Kemudian tambhkan ekstrak
hati ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 tets. Amatilah apa yang terjadi
3. Isilah tabung reaksi tersebut dengan asan sulfat setinggi 1 cm. Apa yang terjadi? Catat
hasilnya
4. Isilah tabung reaksi yang sudah berisi asam sulfat tersebut dengan KMnO4 cair
perlahan sambil tabung terebut sedikit digoyang. Amati apa yang terjadi.
hati ditambah H2O2
hati di tambah h2so4
hati ditambah kmno4
Pertanyaan :
1. Apakah yang dapat diamati pada percobaan tugas 5 nomor 2 ?
Muncul gelembung udara yang sangat banyak . Pada hati terdapat enzim katalase
yang menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Senyawa H2O2 yang ada di dalam tubuh
sangat berbahaya. Maka enzim katalase yang ada di dalam tubuh menguraikannya
menjadi H2O dan O2 yang tida berbahaya lg bagi tubuh.
2. Apakah kegunaan asam sulfat pada percobaan ini ? Jelaskan mengenai perubahan yang
terjadi
Kegunaan asam sulfat untuk menaikkan suhu pada enzim katalase dan dapat
menunjukkan kerja optimal enzim, sehingga pada saat itu tabung reaksi menjadi panas
dan gelembung udara mulai menghilang. Ini menunjukkan enzim katalase bekerja pada
suhu optimal dan menghasilkan gelembung udara yang banyak, pada saat ini enzim
bekerja maksimal.
3. Apa fungsi KMnO4 pada percobaan tersebut ? Warna KMnO4 menjadi hilang dalam
campuran tersebut, kenapa ?
Fungsi kalium permanganat dalam percobaan ini digunakan untuk mentitrasikan
campuran sehingga warna menjadi bening.