Anda di halaman 1dari 7

LO SKEN 4 BLOK 18

GINGIVA ENLARGEMENT

Pembesaran gingiva didefenisikan sebagai suatu keadaan dimana ukuran gingiva bertambah dari normal

yang dapat menimbulkan masalah estetis dan kebersihan gigi geligi. Bertambah besarnya gingiva merupakan

gambaran klinis adanya kelainan gingiva yang disebabkan oleh hiperplasia dan hipertrofi gingiva. Secara histologis

pembesaran gingiva dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu (Omid, 2011) :

Hipertrofi dan Hiperplasia Gingiva

Pada hipertrofi gingiva pembesaran gingiva disebabkan oleh bertambah besarnya ukuran sel-sel yang

terjadi karena bertambahnya fungsi kerja tubuh (Demirer, 2007).

Pada hiperplasia gingiva terjadi pertambahan ukuran gingiva oleh karena adanya peningkatan jumlah sel

penyusunnya. Secara klinis hiperplasia gingiva tampak sebagai suatu pembesaran gingiva yang biasanya dimulai

dari papila interdental menyebar ke daerah sekitarnya. Kelainan ini tidak menimbulkan rasa sakit, dapat

mengganggu oklusi dan estetik serta dapat mempersulit pasien dalam melakukan kontrol plak (Greenberrg, 2003).

Klasifikasi Pembesaran Gingiva

2.3.1 Pembesaran Gingiva Inflamatory (Inflamatory Enlargement)

A. Kronis

Gambaran Klinis:

Pada tahap awal, penggembungan kecil pada papila interdental dan atau margin gingiva tumbuh besar,

sampai menutup permukaan mahkota gigi. Perkembangan enlargement biasanya pelan dan tanpa rasa sakit kecuali

ada komplikasi infeksi akut atau trauma Warnanya merah atau merah kebiruan. Enlargement gingiva inflamasi

kronis biasanya lunak, permukaan halus, dan mudah berdarah (Soemitro, 2005).

Etiologi :

Dental plaque & OH jelek (irritation by anatomic abnormalities and improper restorative and orthodontic

appl)

Perubahan gingiva associated with mouth breathing, Warna merah dan edematus, biasanya pada maxillary

anterior (Soemitro, 2005)

B. Akut

a. Gingival abses
Terlokaisir, rasa sakit, lesi berkembang cepat, terjadi mendadak (sudden onset). Biasanya terbatas pada

margin gingiva dan papila interdental. Gigi yang berdekatan sering menjadi sensitif pada perkusi. Warna merah

bengkak halus dan mengkilat. Dalam 24 - 48 jam lesi me njadi berubah-ubah dan pointed. Lesi biasanya menghilang

mendadak (Soheylifar, 2009).

Etiologi :

Bakteri yang masuk ke dalam jaringan misal melalui bulu sikat gigi, apel, kulit lobster dll.

b. Periodontal abses

Biasanya akibat dari perluasan enlargement gingiva, tetapi juga melibatkan jaringan periodontal.

Etiologi periodontal abses (Soheylifar, 2009):

Perluasan infeksi poket periodontal kejaruigan periodontal dan lokasi proses inflamasi supuratif sepanjang aspek

lateral akar gigi.

Perluasan inflamasi ke lateral dan permukaan dalam poket kejaringan ikat dinding poket. Abses ini terjadi jika

drainase poket mengecil.

Pada kompleks poket, abses terjadi pada bagian dalam yang tertutup permukaan.

Kalkulus yang tertinggal dalam poket saat scaling

Bukan karena penyakit periodontyal tetapi karena trauma pada gigi atau perforasi dinding lateral karena terapi

endodontik

Klasifikasi periodontal abses berdasar lokasi (Soheylifar, 2009):

Abses pada jaringan pendukung periodontal : Sepanjang aspek lateral akar dan merupakan suatu sinus pada

tulang alveolar.

Abses pada dinding jaringan lunak poket yang dalam

2.3.2 Pembesaran Gingiva di Induksi Obat-Obatan

Phenytoin :

Pembesaran gingiva yang disebabkan Phenytoin (dilantin), suatu obat anti convulsant untuk terapi epilepsi.

Lebih sering terjadi pada pasien muda. Tidak ada korelasi keparahan enlargement deugan banyaknya dosis yang

diminum,konsentrasi phenytoin pada serum atau saliva atau lama pengobatan. Tetapi beberapa laporan menyebutkan

adanya korelasi antara dosis obat dengan derajat hiperplasi (Demirer, 2007)

Gambaran klinis :
Enlargement mulai tumbuh tidak terasa sakit lokasi pada interdental gingiva facial dan lingual gingival margin.

Enlargement inflammation : menutup sebagian mahkota gigi berkembang sampai menutup oklusal gigi.

Uncomplicated inflammation : mulberry shaped, firm, pale pink, no tendency to bleed

Biasanya general tapi lebih sering pada anterior maxila dan mandibula

Terjadi pada area bergigi bukan pada edentulous

Dapat terjadi pada gigi dengan sedikit atau tanpa plak, tapi dengan adanya enlargement terjadi kesulitan kontrol

plak sehingga terjadi inflamasi sekunder, dan dengan adanya komplikasi inflamasi tersebut memperparah

enlargement tersebut sehingga ukuran dan warna menjadi merah kebiruan.

Cyclosporin :

Adalah suatu agen imunosupresive untk menghindari terjadinya penolakan (reject) terhadap transplantasi

organ. Mekanisme obat ini tidak diketahui, hanya berpengaruh pada respon seluler dan humoral imun respon.

Cyclosporin diberikan intravenous atau per oral, dan dosis > 500 mg/br dilaporkan membuat pertumbuhan

enlargement gingiva (Demirer, 2007).

Secara klinis pengaruh cyclosporin terhadap enlargement gingiva hampir sama dengan phenytoin.

Pertumbuhan banyak dimulai dan interdental dibanding fasial atau lingual.

Nifedipine :

Adalah obat calsium channel blocker yang berpengaruh secara langsung pada dilatasi arteni dan arterioles

coroner, menambah supply oksigen pada heart muscle, juga menurunkan hipertensi dengan dilatasi pembuluh darah

perifer. Dilaporkan tejadi enlargement gingiva pada 20% kasus (Demirer, 2007).

2.3.3 Pembesaran Berkaitan Dengan Penyakit/ Kondisi Sistemik

A. Pembesaran kondisional

Combined enlargement terjadi jika hiperplasi gingiva terkomplikasi dengan inflamasi sekunder. Kondisi

hiperplasi memungkinkan akumulasi plak dan materia alba. Kemudian inflamasi sekunder akan menambah ukuran

hiperplasi gingiva sehingga menghasilkan combined gingival enlargement. Penghilangan iritasi lokal akan

mereduksi lesi inflamasi, untuk yang non inflamasi hiperplasia dengan koreksi faktor penyebab (Panahi, 2011).

Kehamilan
Enlargement terjadi pada marginal gingiva dan biasanya general. Bisa terjadi single atau multiple tumor

like masses. Gingiva berwarna merah, lunak, halus dan mengkilat. Sering terjadi perdarahan spontan atau

perdarahan kalau ada trauma (Daliemunthe, 2006).

Enlargement gingiva ini tidak akan terjadi tanpa adanya iritasi lokal. Biasa terjadi setelah 3 bulan

kehamilan atau sebelumnya. Reduksi enlargement terjadi setelah selesai kehamilan tapi eliminasi sempuma terjadi

setelah removal semua bentuk iritasi lokal (Daliemunthe, 2006).

Puberitas

Enlargement terjadi selama masa pubertas baik perempuan maupun laki - laki dan terjadi pada area iritasi

lokal. Ukuran enlargement tergantung pada faktor lokal. Pada margin inter dental terlihat bulbous. Sering hanya

terjadi pada permukaan fasial jarang pada lingual. Setelah melewati masa pubertas, enlargement perlahan berkurang,

dan hilang sama sekali bila iritasi lokal dihilangkan (Daliemunthe, 2006).

Defesiensi Vit C

Defisiensi vit c akut tidak menyebabkan inflamasi dengn sendirinya, tetapi menyebabkan hemorhagi,

degenerasi kolagen dan edema jaringan ikat gingiva. Hal itu merubah respon gingiva terhadap plak Efek kombinasi

defisiensi vit c akut dan inflamasi menghasilkan massa enlargement gingiva (Daliemunthe, 2006).

Gambaran Klinis :

Terlihat gingiva merah kebinian, lunak, halus, mengkilat, terjadi perdarahan spontan atau perdarahan kalau

ada sedikit trauma.

Gingivitis Sel Plasma

Ada hubungan antara gingivitis dan plasma sel gingivostomatitis. Sering terdiri dan enlargement gingiva

marginal ringan yang meluas ke attach gingiva. Lesi terlokalisir mirip seperti granuloma plasma sel (Daliemunthe,

2008).

Gambaran klinis

Gingiva tampak merah. mudah berdarah. Biasanya tidak menyebabkan attachment loss.

Berkaitan Dengan Kondisi Non Spesifik

Granuloma ptogenikum seperti enlargement gingiva yang terjadi karena karena trauma Tidak ada pengaruh

faktor sistemik.

B. Penyakit Sistemik Menyebabkan Pembesaran Gingiva


Leukemia

Penyakit Granuloma (Wegeners Granulomatosis)

2.3.4 Pembesaran Neoplastic

A. Tumor Benigna

B. Tumors Maligna

2.3.5 Pembesaran Semu

General : meliputi gingiva seluruh mulut.

Marginal : terbatas pasa sisi margin gingiva.

Papilary : terjadi pada papila interdental.

Diffuse : meliputi, margin, attach dan papila gingiva.

Discrete : seperti tumor bisa bertangkai atau tidak bertangkai.

2.4 Score gingival enlargement

0 : Tidak ada gingival enlargement

1 : Enlargement terjadi pada interdental papila

2 : Enlargement meliputi papila and marginal gingiva

3 : Enlargement menutup mahkota ¾ atau lebih

2.5 Gingivektomi

Gingivektomi adalah pengambilan jaringan gingival yang tidak sehat yang membentuk dinding dari poket

dengan disertai skeling dan rootplanning.

2.5.1 Indikasi

Adanya poket supraboni dengan kedalaman lebih dari 4 mm, yang tetap ada walaupun sudah dilakukan skaling dan

pembersihan mulut yang cermat berkali-kali, dan keadaan dimana prosedur gingivektomi akan menghasilkan daerah

perlekatan gingiva yang adekuat.

Adanya pembengkakan gingiva yang menetap di mana poket “sesungguhnya” dangkal namun terlihat pembesaran

dan deformitas gingiva yang cukup besar. Bila jaringan gingiva merupakan jaringan fibrosa, gingivektomi

merupakan cara perawatan yang paling cocok dan dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Adanya kerusakan furkasi (tanpa disertai cacat tulang) di mana terdapat daerah perlekatan gingiva yang cukup lebar.
Abses gingiva yaitu abses yang terdapat di dalam jaringan lunak.

Flap perikoronal.

2.5.2 Kontraindikasi

Adanya kelainan (poket) dimana diperlukan pembentukan/perbaikan kontur dari tulang untuk memperbaiki

morfologi.

Dasar poket terletak di daerah mukogingival junction.

Pada keadaan yang mementingkan estetik, seperti pada bagian anterior maksila.

2.5.3Perawatan pascaoperasi

Pasien perlu diberi informasi yang lengkap tentang cara-cara perawatan pascaoperasi. Nasehat

berikut ini harus diberikan secara tertulis.

Hindari makan atau minum selama 1 jam.

Jangan minum-minuman panas atau alkohol selama 24 jam. Jangan berkumur-kumur satu hari setelah operasi.

Jangan makan makanan yang keras, kasar atau lengket dan kunyahlah makanan dengan sisi yang tidak dioperasi.

Minumlah analgesik bila anda merasa sakit setelah efek anestesi hilang. Aspirin merupakan kontraindikasi selama

24 jam.

Gunakan larutan kumur salin hangat setelah satu hari. Gunakan larutan kumur klorheksidin di pagi hari dan malam

hari bila anda tidak dapat melakukan pengontrolan plak secara mekanis. Larutan ini dapat langsung digunakan pada

hari pertama setelah operasi asalkan tidak dikumurkan terlalu kuat di dalam mulut. Teh, kopi dan rokok harus

dihindari bila anda menggunakan larutan kumur klorheksidin untuk mengurangi stain.

Bila terjadi perdarahan, tekanlah dressing selama 15 menit dengan menggunakan sapu tangan bersih yang sudah

dipanaskan; jangan berkumur; hubungi dokter anda bila perdarahan tidak juga berhenti.

Sikat bagian mulut yang tidak dioperasi saja.

Bila tahap pascaoperasi tidak menimbulkan gangguan namun sakit dan bengkak timbul 2-3 hari kemudian, segeralah

hubungi dokter anda.


Antibiotik pascaoperasi sebaiknya hanya digunakan untuk kasus tertentu saja misalnya untuk penderita

diabetes dan penderita cacat. Dressing biasanya dibuka setelah satu minggu. Setelah semua kotoran sudah

dibersihkan dan luka diirigasi dengan air hangat. Bila luka masih belum terepitelisasi dengan baik dan

masih rentan, pasanglah dressing yang baru selama 1 minggu kemudian. Setelah dressing dibuka, dapat

diberikan instruksi perawatan selanjutnya. Larutan kumur klorheksidin dapat tetap digunakan setiap pagi

dan malam hari selama satu minggu, pemakaian yang berkepanjangan dapat menimbulkan stain yang sulit

dibersihkan. Pasien harus diberi dorongan untuk segera menyikat giginya dengan sikat lembut dan air

hangat. Setelah 2 minggu, luka dapat diperiksa dan gigi dibersihkan. Kebersihan mulut penderita harus

diperiksa ulang sampai semuanya memuaskan dan pemulihan sempurna, baru kemudian dijadwalkan

pengontrolan ulang dengen interval 3-6 bulan kemudian (Panahi, 2011).