Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN AKHIR

PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN
“PEYEK BAYAM”

Disusun oleh:

Tri Gita Amelia (7143342038)

Yolanda (7143342041)

Yovita Sugiasti (7143342042)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendirian Usaha

 Ingin Menambah Minat Masyarakat Untuk Mengonsumsi Bayam


 Usaha ini berdiri juga karena pemilik juga menyukai makanan ringan seperti peyek. Hal
lain yang mendasari berdirinya usaha ini juga karena pembuatan peyek yang mudah dan
tidak mudah basi juga dapat dikonsumsi oleh semua kalangan
 Untuk Mendapatkan Keuntungan dan Menambah Penghasilan
 Karena adanya matakuliah “Praktek Kewirausahaan” sehingga kami ingin mencoba
bagaimana rasanya berwirausaha

B. Visi, Misi dan Tujuan

Visi
Menjadi sebuah perusahaan yang ternama dan mengutamakan kualitas rasa dan kepercayaan
pelanggan

Misi
· Menjaga kualitas rasa dengan memastikan proses proses produksi
· Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan prinsip pelanggan adalah raja

C. Struktur Organisasi
D. Modal Usaha

Modal yang kami keluarkan untuk memproduksi peyek bayam pertama kali adalah sebesar
Rp 100.000. Berikut biaya bahan bakunya :

Biaya Bahan Baku

Nama Bahan Baku Volume Satuan Harga/Unit


Minyak Goreng 1 Liter Rp 10.000
Kacang Tanah ¼ Kg Rp 7.000
Kacang Ijo ¼ Kg Rp 4.000
Tepung Beras 1 Kg Rp 6.000
Wijen ¼ Kg Rp 5.000
Bayam 1 Ikat Rp 3.000
Bawang Putih ¼ Kg Rp 3.000
Kencur, Kemiri, Ketumbar ¼ Kg Rp 6.000
Telur 2 butir Rp 2.400
Royco 2 Bungkus Rp 1.000
Minyak Lampu 1 Liter Rp 10.000
Plastik 30 Bungkus Rp 9.000
Jumlah Rp 66.400

Perhitungan Harga/unit untuk sekali penggorengan menghasilkan 25 bungkus

Minyak Goreng yang terpakai = 500ml = 10.000(1L) x 0,5 = 5000

5000 : 25 = 200

Kacang tanah yang terpakai = 250gram = 7.000 (250gram)

7.000 : 25 = 280

Kacang ijo yang terpakai = 150 gram = 4000 (250gram) : 0,6 = 2.400

2400 : 25 = 96
Tepung Beras yang terpakai = 1kg = 6000 (1kg)

6000 : 25 = 240

Wijen yang terpakai 1 ons = 5.000(250gram) x 0,4 = 2000

2000 : 25 = 80

Bayam 1 ikat yang terpakai = 3.000(1 ikat)

3.000 : 25 = 120

Bawang Putih yang terpakai= 1ons = 3000 (250gram) x 0,4 = 1.200

1.200 : 25 = 48

Kencur, Kemiri, Ketumbar yang Terpakai = 250gram = 6.000 (250gram)

6.000 : 25 = 240

Telur yang terpakai = 2 butir = 2400 (2butir)

2400 : 25 = 96

Royco yang terpakai = 1bungkus = 1.000(2bungkus) x 0.5 = 500

500 : 25 = 20

Minyak Lampu yang terpakai = 750ml = 10.000(1L) x 0,75 = 7.500

7500 : 25 = 300

Plastik ½kg yang terpakai = 25 bks = 9.000(30bungkus) x 0,8 = 7.200

7.200 : 25 = 288
Bila disajikan dalam tabel :

Nama Bahan Baku Harga/Unit


Minyak Goreng 200
Kacang Tanah 280
Kacang Ijo 96
Tepung Beras 240
Wijen 80
Bayam 120
Bawang Putih 48
Kencur, Kemiri, Ketumbar 240
Telur 96
Royco 20
Minyak Lampu 300
Plastik 288
Jumlah 2.008

Jumlah harga/unit dari bahan baku adalah 2.008, dibulatkan menjadi Rp2.000. Artinya, untuk
menghasilkan 1 bungkus peyek @50gr, modal yang dibutuhkan adalah sebesar Rp2.000
BAB II

MANAJEMEN USAHA

A. Proses Produksi

Bahan Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya,


antara lain:

 1kg tepung beras


 8 lembar daun jeruk, iris halus
 1 ikat sayur bayam
 ½ L minyak goreng
 2 siung bawang putih
 1 sendok makan ketumbar
 4 butir kemiri
 1 ons kencur
 Garam secukupnya
 Air secukupnya
 Plastik bening 1 bungkus

Alat-alatnya

 Pisau & Telenan


 Blender
 Wajan
 Wadah
 Cetakan kembang loyang
 Kompor minyak
CARA MEMBUAT

 Haluskan bumbu peyek yaitu bawang putih, ketumbar, kemiri


dan kencur
 Campurkan bumbu halus tersebut dengan tepung beras,air,
garam dan daun jeruk iris, kemudian aduk sampai rata
sampai menjadi adonan.
 Tambahkan bayam ke dalam adonan, aduk sampai rata.
 Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang.
 Masukan cetakan kembang loyang ke dalam adonan lalu
masukkan ke dalam wajan dengan minyak panas sehingga
adonan terlepas.
 Tunggu hingga matangnya merata, angkat lalu tiriskan, ulangi
proses tersebut hingga adonan habis.
 Dan ulangi penggorengan hingga matangnya merata. Agar
tidak menjadi lembek, simpan di toples dengan tertutup rapat.
B. PEMASARAN

Peyek Bayam Kembang Loyang ini sudah


kami pasarkan diberbagai tempat di
antaranya :

Di sekitaran 2 Kedai kecil


Warung Bakso
UNIMED di Kota Binjai

C. PENJUALAN

Untuk penjualannya, kami menjual dengan cara menawarkan produk langsung ke konsumen.
Setelah 2 minggu berjalan, kami mulai menambah penjualan kami dengan cara menitip ke
warung bakso dan 2 kedai kecil di kota Binjai.

D. SUMBER DAYA MANUSIA

 Nama : Tri Gita Amelia

Jabatan : Manager Keuangan

 Nama : Yovita Sugiasti

Jabatan : Manager Pemasaran

 Nama : Yolanda

Jabatan : Manager Produksi


E. MANAJEMEN KEUANGAN

Pertama sekali saat membuka usaha, kami bertiga mengumpulkan modal Rp 100.000, kemudian
setelah melakukan penjualan dan mendapatkan laba, labanya kami simpan. Sehingga yang
diputar terus menerus sampai akhir adalah modalnya saja.
F. LAPORAN KEUANGAN

Berikut disajikan laporan penjualan peyek bayam :

Keterangan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4


17-2-2016 22-2-2016 5-3-2016 15-3-2016
Penjualan Rp 67.500 Rp 62.500 Rp 30.000 Rp 18.000
(27 × Rp2.500) (25 × Rp 2.500) (20× Rp1.500) (12× Rp1.500)
Biaya Produksi :
B. Bahan Baku Rp 50.200 Rp 53.700 Rp 24.000 Rp 23.000
B. Tenaga Kerja - - - -
B. Overhead Pabrik Rp 5.000 - Rp 3.000 -
Laba Kotor Rp 12.300 Rp 8.800 Rp 3.000 (Rp 5.000)
B. Operasional:
B. Pemasaran 20.000 - - -
Laba (Rugi) Bersih (Rp 7.700) 8.800 Rp 3.000 (Rp 5.000)

Keterangan Minggu 5
23-2-2016
Penjualan Rp 43.500
(29 × Rp1.500)
Biaya Produksi :
B. Bahan Baku Rp 23.000
B. Tenaga Kerja -
B. Overhead Pabrik -
Laba Kotor Rp 20.500
B. Operasional:
B. Pemasaran -
Laba (Rugi) Bersih Rp 20.500
Biaya bahan baku didapat dari perhitungan bahan baku yang digunakan untuk
memproduksi pada saat itu.

Berikut contoh perhitungan pemakaian bahan baku untuk minggu pertama.

Minyak Goreng yang terpakai = 500ml = 5000

Kacang tanah yang terpakai = 250gram = 7.000

Kacang ijo yang terpakai = 150 gram = 2.400

Tepung Beras yang terpakai = 1kg = 6000

Wijen yang terpakai 1 ons = 2000

Bayam 1 ikat yang terpakai = 3.000

Bawang Putih yang terpakai= 1ons = 1.200

Kencur, Kemiri, Ketumbar yang Terpakai = 250 gram = 6.000

Telur yang terpakai = 2 butir = 2.400

Royco yang terpakai = 1 bungkus = 500

Minyak Lampu yang terpakai = 750 ml = 7.500

Plastik ½kg yang terpakai = 25 bungkus = 7.200

TOTAL PEMAKAIAN BAHAN BAKU = Rp 50.200

Untuk biaya overhead pabrik sebesar Rp 5.000 adalah untuk membeli lilin dan mancis
untuk membungkus peyek. Sedangkan biaya pemasaran sebesar Rp 20.000 adalah biaya untuk
membeli label peyek bayam.
BAB III

KONDISI USAHA

A. SWOT ANALISIS

1. Strength (Kekuatan) :
· Jarangnya usaha sejenis.
· Modal untuk memulai usaha kecil.
· Bahan baku banyak tersedia di Surabaya.
· Tempat produksi di Surabaya.
· Bayam tidak mengenal kondisi cuaca.

2. Weakness (Kelemahan) :
· Jumlah tenaga produksi terbatas.
· Produk tidak tahan terlalu lama jika tidak ditaruh di lemari es karena tanpa pengawet.
3. Opportunity (Peluang) :
· Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena masih jarang usaha kripik bayam ini di
wilayah Surabaya.
· Produk baru.
· Keunggulan produk kripik bayam ini, tanpa menggunakan bumbu-bumbu instant sehingga cita
rasanya sangat khas.
· Harga kripik bayam ini tidak begitu menguras kantong, sehingga bisa dinikmati oleh semua
orang.

4. Threaths (Ancaman) :
· Timbul usaha yang sejenis dengan bahan baku berbeda.
· Jaringan pemasaran yang belum luas.
· Perubahan selera konsumen.
· Kesediaan bahan baku yang terbatas (tidak mencukupi permintaan)
B. Prioritas Strategi dan Pengembangan Bisnis

Untuk strategi dan pengembangan bisnis kami menggunakan strategi “menjemput pelanggan”.
Kami sendiri yang mendatangi pelanggan dan menawarkan produk kami. Selanjutnya bisnis
kami mulai berkembang dengan strategi penitipan ke warung bakso dan kedai kedai kecil di kota
Binjai. Namun sayangnya, setelah 5 minggu kami berjualan, kami menghentikan penjualan
karena terganggu dengan kesibukan tugas tugas dari matakuliah yang lain.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ada banyak alasan anggota kami memilih produksi Peyek Bayam, salah satunya kami
melihat situasi dan kondisi yang ada. Selain alasan-alasan kami juga memiliki tujuan-tujuan dari
praktek bisnis ini, seperti contoh, untuk mendapatkan keuntungan. Alhamdulilah praktek bisnis
ini berjalan dengan lancar dan diterima masyarakat / konsumen serta semua anggota dapat
bekerja sama.

B. SARAN

Saran dari kami, mungkin pada praktek semester berikutnya, waktu praktek bisa ditambah
lagi, sehingga keuntungan yag didapat makin besar dan makin berbekas pada setiap individu.