Anda di halaman 1dari 168

PENGARUH KERJASAMA TIM PADA MODEL

PEMBELAJARAN SOMATIC, AUDITORI, VISUAL


INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN MEDIA KARTU
DOMINO TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PADA
MATERI PERKALIAN DASAR KELAS 2 SDN KALISARI 1
HALAMAN JUDUL

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagai dari syarat untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh :

Yaya Elsiani

34301400630

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC, AUDITORI, VISUAL


INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN MEDIA KARTU DOMINO
TERHADAP KERJASAMA TIM DAN KEMAMPUAN BERHITUNG
PADA MATERI PERKALIAN DASAR KELAS 2 SDN KALISARI 1

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Mengikuti Sidang Skripsi


Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh
Yaya Elsiani
34301400630
Menyetujui untuk diajukan pada Ujian Sidang Skripsi

Pembimbing I Pembimbing II

Rida Fironika K, S.Pd.,M.Pd Nuhyal Ulia, S.Pd.,M.Pd


NIK 211312012 NIK 211315026

Mengetahui,
Ketua Program Studi

Jupriyanto, S.Pd.,M.Pd
NIK 211313013

ii
LEMBAR PENGESAHAN

iii
PERNYATAAN KEASLIAN

Saya bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Yaya Elsiani

NIM : 34301400630

Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Menyusun Skripsi dengan judul :

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC, AUDITORI, VISUAL


INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN MEDIA KARTU DOMINO
TERHADAP KERJASSAMA TIM DAN KEMAMPUAN BERHITUNG
PADA MATERI PERKALIAN DASAR KELASS 2 SDN KALISARI 1

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini adalah hasil karya tulis saya
sendiri dan bukan dibuatkan orang lain atau jiplakan atau modifikasi karya orang
lain.

Bila pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi termasuk
pencabutan gelar kesarjanaan yang sudah saya peroleh.

Semarang , 9 April 2018

Yang membuat pernyataan,

Yaya Elsiani

iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

‫يالَددننيياَ يميتاَعع يويخنيرْر يميتاَعع الَددننيياَ انلَيمنرأيةرْ الَ ص‬


‫صاَلَعيحرْة‬
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah
wanita shalihah"
(HR. Muslim no 1467)

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

(Q.S. 94. Asy-Syarh: 6)

“Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang


sedang berada dalam kesulitan, maka Allah akan
memudahkannya baik di dunia maupun di akhirat”

(HR. Muslim)

v
PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan Kepada :

Yang Utama Dari Segalanya...


Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan
kasih sayang-Mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku
dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan cinta. Atas
karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi
yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam
selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah Muhammad SAW.
Kupersembahkan karya sederhana ini kepada orang yang sangat
kukasihi dan kusayangi.

Kedua Oranngtua Saya


Bapak H. Karmani dan Ibu Karsih
Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada
terhingga kupersembahkan karya kecil ini kepada Ibu dan Ayah
yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, dan
cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat
kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata
cinta dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk
membuat Ibu dan Bapak bahagia karna kusadar, selama ini
belum bisa berbuat yang lebih. Untuk Ibu dan Bapak yang selalu
membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang,
selalu mendoakanku, selalu menasehatiku menjadi lebih baik,
Terima Kasih Ibu.... Terima Kasih Bapak...

My Brother Fandholin
Untuk adikku, tiada yang paling mengharukan saat kumpul
bersamamu, walaupun sering bertengkar tapi hal itu selalu

vi
menjadi warna yang tak akan bisa tergantikan, terima kasih atas
doa dan bantuanmu selama ini, hanya karya kecil ini yang dapat
aku persembahkan. Maaf belum bisa menjadi panutan
seutuhnya, tapi aku akan selalu menjadi yang terbaik untukmu...

My Priest Candidate “Muhammad M Abidin”


Sebagai tanda cinta kasihku, Aku persembahkan karya kecil ini
buatmu. Terima kasih atas kasih sayang, perhatian, dan
kesabaranmu yang telah memberikanku semangat dan inspirasi
dalam mneyelesaikan Skripsi ini, semoga engkau pilihan Allah
yang terbaik buatku dan masa depanku di Akhirat kelak. Aamiin
dan Terima kasih hubby....

My Best friend’s
Buat sahabatku “Sany Wulan Suci Mahatsari “ terima kasih atas
bantuan, doa, nasehat, hiburan, dan semangat yang kamu
berikan selama aku menyusun skripsi ini, aku tidak akan
melupakan semua yang telah kamu berikan selama ini. Buat
anak-anak keluarga besar C. 223 “Niko, Sri, Wirid, Meila, Febrika,
Eka dan Fella” terima kasih atas bantuan kalian, semangat kalian
dan candaan kalian, aku tidak akan melupakan kalian. Sahabat
saya “Indah Paramita” yang selalu memberi semangat saya dan
selalu mendengar keluh saya selama ini, terima kasih atas
doamu aku bisa menyelesaikan skripsi ini. Saudara serta sahabat
saya selama awal perkuliahan hingga sekarang ini “Minhatul
Akromah” yang senantiasa memberi semangat dan mendoakan
saya selama ini. Dan saudara saya “Ukhti Intan Savila” yang
mendoakanku tanpa henti demi kelancaran skripsi saya karena
setelah terselesaikan tugas ini terdapat rencana yang amat
SubhanaAllah sekali..

vii
Dosen Pembimbing Skripsiku...
Ibu Rida Fironika K, S.Pd.,M.Pd dan Ibu Nuhyal Ulia, S.Pd.,M.Pd
selaku dosen pembimbing skripsi saya, terima kasih banyak bu..
saya sudah dibantu selama ini, sudah dinasehati, sudah diajari,
saya tidak akan lupa atas bantuan dan kesabaran dari bapak dan
ibu.

Terima kasih banyak bu.. ibu adalah dosen favorit saya..

Seluruh Dosen Pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu


Pendidikan :
Terima kasih banyak untuk semua ilmu, didikan dan pengalaman
yg sangat berarti yang telah kalian berikan kepada saya…
Teman - teman angkatan 2014 :
Terima kasih banyak untuk bantuan dan kerja samanya selama
ini…

Serta semua pihak yang sudah membantu selama penyelesaian


Skripsi ini...

.”Your dreams today, can be your future tomorrow”

viii
ABSTRACT
Elsiani, Yaya. 2018. The Effect of Team Cooperation on Somatic, Auditory,
Intellectual Visual (SAVI) Learning Models Assisted by Domino Card
Cards on Counting Ability in Basic Multiplication Material of Class 2
SDN Kalisari 1. Faculty of Teacher Training and Education, Sultan
Agung Islamic University. Counselor I: Rida Feronika K, S.Pd.,
M.Pd., Supervisor II: Muhyal Ulia, S.Pd., M.Pd. email:
elsia4578@gmail.com

SAVI learning model can be interpreted that learning by maximizing the use
of sensory devices in full, in addition elements in the realm of cognitive, affective,
and psychomotor incorporated into one in the learning process using SAVI model.
Emotions in the learning process are also greatly emphasized, so students are
really involved directly and their center of attention is only poured into the
learning. In addition to using the SAVI learning model, mathematics also requires
teaching aids for teaching and learning activities, such as dominoes.
Research model to be used is experimental research, where this experiment
research there is treatment (treatment). Research in the form of this experiment
chooses and selects the class under study, then the selection is chosen randomly.
The study was conducted in the given class (learning treatment using SAVI
modeled learning approach with Domino Card media aid.
The results of research using domino card media, one of the stages of the
domino card media is to see where in this study students playing domino cards
with groups, not from teachers this makes students to think better. With the use of
domino card media also simplify students in the ability to count multiplication.
Then the results of the experiment can be conveyed, in accordance with the
language itself then this facilitates the ability to count multiplication.
Based on the result of the research, it can be many big concluded that there
is influence of team cooperation on SAVI model of instruction with domino card
media to the students' mathematics mathematics ability.

Keywords: SAVI Learning, Domino Cards, Mathematical Multiplication

ix
ABSTRAK
Elsiani, Yaya. 2018. Pengaruh Kerjasama Tim pada Model Pembelajaran Somatic,
Auditori, Visual Intelektual (SAVI) Berbantuan Media Kartu
Domino Terhadap Kemampuan Berhitung pada Materi Perkalian
Dasar Kelas 2 SDN Kalisari 1. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung. Pembimbing I : Rida
Feronika K, S.Pd.,M.Pd., Pembimbing II : Muhyal Ulia,
S.Pd.,M.Pd. email : elsia4578@gmail.com
Model pembelajaran SAVI dapat diartikan bahwa belajar dengan
memaksimalkan penggunaan alat indera secara penuh, selain itu elemen dalam
ranah kognitif, afektif, dan psikomotor tergabung menjadi satu dalam proses
pembelajaran dengan menggunakan model SAVI. Emosi dalam proses
pembelajaran juga sangat ditekankan, jadi siswa benar-benar terlibat secara
langsung dan pusat perhatian mereka hanya tercurah ke dalam pembelajaran
tersebut. Selain menggunakan model pembelajaran SAVI, matematika juga
membutuhkan alat peraga untuk kegiatan belajar mengajar, misalnya kartu
domino.
Model Penelitian yang akan digunakan adalah penelitian eksperimen, di
mana penelitian eksperimen ini terdapat perlakuan (treatment). Penelitian dalam
bentuk eksperimen ini memilih dan memilih kelas yang diteliti, kemudian
pemilihan dipilih secara acak (random). Penelitian dilakukan di dalam kelas yang
diberikan (treatment pembelajaran menggunakan pendekatan model pembelajaran
SAVI berbantuan media Kartu Domino.
Hasil penelitian dengan menggunakan media kartu domino, salah satu tahap
dari media kartu domino yaitu melihat di mana dalam penelitian ini siswa bermain
kartu domino dengan kelompok, bukan dari guru hal ini menjadikan siswa untuk
berpikir lebih baik. Dengan penggunaan media kartu domino juga mempermudah
siswa dalam kemampuan berhitung perkalian. Kemudian hasil dari percobaan
dapat sampaikan, sesuai dengan bahasa sendiri maka hal ini mempermudah
kemampuan berhitung perkalian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang
besar kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI berbantuan media kartu
domino terhadap kemampuan berhitung perkalian matematika siswa.
Kata Kunci : Pembelajaran SAVI, Kartu Domino, Perkalian Matematika

x
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas

berkat, rahmat, taufik dan hidayah-Nya, penyusunan skripsi yang berjudul

“Pengaruh Model Pembelajaran Somatic, Auditori, visual intelektual (savi)

Berbantuan Media Kartu Domino Terhadap Kerjassama Tim dan Kemampuan

Berhitung pada Materi Perkalian Dasar Kelas 2 SD N Kalisari 1” dapat

diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan skripsi ini banyak

mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerja sama dari berbagai

pihak dan berkah dari Allah SWT sehingga kendala-kendala yang dihadapi

tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan

penghargaan kepada Ibu Rida Fironika K, S.Pd,M.Pd selaku pembimbing I dan

Ibu Nuhyal Ulia, S.Pd, M.Pd selaku pembimbing II yang telah dengan sabar,

tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan

bimbingan, motivasi, arahan, dan saran-saran yang sangat berharga kepada

penulis selama menyusun skripsi. Selanjutnya ucapan terima kasih penulis

sampaikan pula kepada:

1. Ir. H. Prabowo Setiyawan, MT,. Ph.D,. selaku Rektor Universitas Islam

Sultan Agung Semarang.


2. Imam Kusmaryono, M.Pd selaku Dekan FKIP Universitas Islam Sultan

Agung Semarang.

xi
3. Jupriyanto, M.Pd selaku ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

Dasar Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang telah memberikan

dorongan dan semangat untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini.


4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi PGSD Unissula yang telah memberi

bekal ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan

menyelesaikan penulisan Skripsi ini.


5. Suriban. S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kalisari 1, beserta guru-guru

yang telah mengizinkan dan membantu penulis untuk melakukan penelitian

dalam rangka penyelesaian penulisan skripsi ini.


6. Warti. S.Pd . selaku guru kelas II SD Kalisari 1 yang telah membantu penulis

dalam pengumpulan data demi kelancaran dalam pelaksanaan penelitian dan

penyelesaian penulisan skripsi ini.


7. M. M. Abidin, yang senantiasa banyak mendoakanku serta membantu dan

memberikan semangat dalam pengerjaan skripsi ini sehingga dapat berjalan

dengan lancar.
8. Sany Mulan S M dan keluarga C. 223 (Niko, Sri, Meila, Wirid, Febrika, eka

dan Fella) yang telah banyak berjuang bersama-sama selama menempuh

pendidikan dan juga memberikan semangat dan dukungan dalam penyusunan

skripsi ini.
9. Rekan-rekan Mahasiswa Program Studi PGSD Unissula angkatan 2014 yang

telah banyak memberikan masukan kepada penulis baik selama dalam

mengikuti perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini.


10. Ibu Karsih dan Bapak Karmani yang sangat banyak memberikan bantuan

moril, material, arahan, dan selalu mendoakan keberhasilan dan keselamatan

selama menempuh pendidikan.


11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah

membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.

xii
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih banyak

terdapat kekurangan-kekurangan, sehingga penulis mengharapkan adanya saran

dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Semarang, April 2018

Penulis

xiii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBINGii

LEMBAR PENGESAHAN iii

PERNYATAAN KEASLIAN iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN v

ABSTRACT ix

ABSTRAK x

KATA PENGANTAR xi

DAFTAR ISI xiv

DAFTAR TABEL xvii

DAFTAR GAMBAR xviii

DAFTAR LAMPIRAN xix

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................................1

1.2 Identifikasi Masalah..................................................................................14

1.3 Pembatasan Masalah.................................................................................14

1.4 Rumusan Masalah.....................................................................................15

1.5 Tujuan Penelitian.......................................................................................15

1.6 Manfaat Penelitian....................................................................................16

BAB II KAJIAN PUSTAKA 18

2.1. Kajian Teori..........................................................................................18

2.1.1. Model Pembelajaran SAVI 18

xiv
2.1.2. Media Pembelajaran Kartu Domino 27

2.1.3. Sikap Kerjasama Tim 28

2.1.4. Kemampuan Berhitung 30

2.2. Penelitian Yang Relevan......................................................................33

2.3. Kerangka Berpikir................................................................................36

2.4. Hipotesis................................................................................................39

BAB III METODE PENELITIAN 40

3.1 Tujuan Penelitian.......................................................................................40

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................40

3.3 Metode Penelitian......................................................................................41

3.4 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel.............................................42

3.1.1 Populasi Penelitian 42

3.1.2 Teknik Pengambilan Sampel Penelitian 43

3.5 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................44

3.1.3 Tes 44

3.1.4 Dokumentasi 45

3.1.5 Wawancara 45

3.1.6 Observasi 45

3.6 Instrumen Penelitian.................................................................................46

3.7 Teknik Analisis Data.................................................................................52

3.8 Jadwal Penelitian.......................................................................................58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 59

4.1 Deskripsi Data Penelitian.........................................................................59

xv
4.2 Hasil Analisis Data Penelitian 62

4.3 Hasil Penelitian..........................................................................................69

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN 75

5.1 Simpulan....................................................................................................75

5.2 Implikasi.....................................................................................................75

5.3 Saran...........................................................................................................76

DAFTAR PUSTAKA 77

LAMPIRAN 81

xvi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Aktivitas sesuai dengan cara belajar / gaya belajar siswa............ 24

Tabel 3.1 Data Siswa Kelas IIa dan IIb SDN Kalisari 1 ..............................41

Tabel 3.2 Klasifikasi Koofisien Reliabilitas ...............................................47

Tabel 3.3 Koofisien Daya Pembeda.............................................................48

Tabel 3.4 Klasifikasi Taraf Kesukaran..........................................................49

Tabel 3.5 Kisi – kisi Instrumen Kerjasama Tim...........................................49

Tabel 3.6 Jadwal Penelitian .........................................................................57

Tabel 4.1 Data Awal Siswa ..........................................................................61

Tabel 4.2 Data Akhir Siswa .........................................................................61

Tabel 4.3 Rekapitulasi Observasi ................................................................62

Tabel 4.4 Uji Validitas Instrumen Soal Uji Coba .......................................64

Tabel 4.5 Rekapitulasi Daya Pembeda ........................................................65

Tabel 4.6 Taraf Kesukaran ...........................................................................66

Tabel 4.7 Rekapitulasi Soal Uji Coba .........................................................67

Tabel 4.8 Uji Normalitas Data Awal ............................................................68

Tabel 4.9 Uji Normalitas Data Akhir............................................................69

Tabel 4.10 Hasil Kerjasama Tim .................................................................72

Tabel 4.11 Presentase Kemampuan Berhitung.............................................74

xvii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Hasil pekerjaan siswa .............................................................13

Gambar 3.1 Skema one – shot case study ...................................................40

Gambar 4.1 Garfik Presentase Observasi Kerjasama Tim ..........................73

Gambar 4.2 Grafik Presentase Kemampuan Berhitung ...............................75

xviii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus...............................................................................................82

Lampiran 2 RPP.....................................................................................................84

Lampiran 3 Materi...............................................................................................111

Lampiran 4 Kisi – Kisi Soal Uji Coba.................................................................114

Lampiran 5 Soal Uji Coba....................................................................................115

Lampiran 6 Kunci Jawaban Soal Uji Coba.........................................................118

Lampiran 7 Kisi – Kisi Soal Test Kemampuan Berhitung..................................119

Lampiran 8 Lembar Test Kemampuan Berhitung................................................120

Lampiran 9 Kunci Jawaban Soal Test..................................................................123

Lampiran 10 Data Siswa.....................................................................................124

Lampiran 11 Nilai Harian Ulangan Siswa...........................................................125

Lampiran 12 Lembar Observasi...........................................................................126

Lampiran 13 Lembar Wawancara........................................................................130

Lampiran 14 Kisi-kisi Lembar Observasi............................................................132

Lampiran 15 Nilai Siswa......................................................................................133

Lampiran 16 Data Awal Siswa.............................................................................134

Lampiran 17 Uji Coba Normalitas Data Akhir....................................................135

Lampiran 18 Rekap Observasi.............................................................................136

Lampiran 19 Uji Validitas....................................................................................137

Lampiran 20 Reliabilitas.....................................................................................138

Lampiran 21 Daya Pembeda................................................................................139

xix
Lampiran 22 Taraf Kesukaran.............................................................................141

Lampiran 23 Rekapitulasi Soal Uji Test Kemampuan Berhitung........................142

Lampiran 24 Regresi dan Determinasi.................................................................143

Lampiran 25 Surat Telah Melaksanakan Penelitian.............................................143

Lampiran 26 Hasil Pekerjaan Siswa...................................................................145

Lampiran 27 Dokumentasi Kegiatan...................................................................147

xx
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan yang cukup berat pada

abad ke – 21. Globalisasi yang ditandai dengan perkembangan yang sangat

pesat terhadap teknologi serta informasi dan persaingan bebas menuntut

sumber daya manusia yang sangat berkualitas. Pendidikan mempunyai peran

yang sentral untuk mewujudkan sumber daya manusia yang mampu

menghadapi terhadap tantangan zaman. Driyarkara (dalam Mikarsa, 2007)

menyatakan bahwa,” pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda.

Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan di dalam

proses atau upaya pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat

penting untuk menciptakan insan manusia yang cerdas, kompetitif, serta

kreatif”. Oleh karena itu, pembaharuan dalam dunia pendidikan sangat

diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang

bermutu, tidak hanya dilihat dari output yang dihasilkan. Pendidikan tersebut

harus mengacu pada berbagai input seperti tenaga pengajar, peralatan, buku,

biaya pendidikan, teknologi, dan input – input lainnya yang diperlukan dalam

proses pembelajaran. Selain itu, pendidikan bermutu juga dilihat dari proses

pelaksanaan pendidikan di sekolah.

1
2

Untuk dapat mewujudkannya, pengembangan pendidikan harus

dilaksanakan dengan mengacu pada empat pilar pendidikan sebagaimana

yang telah direkomendasikan oleh UNESCO (dalam Sedanayasa, 2010),

“pengembangan pendidikan harus dilaksanakan dengan mengacu pada empat

pilar pendidikan yaitu learning to know,learning to do, learning to be, dan

learning to live together pada domain learning to know, peserta didik

mempelajari pengetahuan yang penting sesuai dengan jenjang pendidikan

yang diikuti. Pada konteks learning to do, peserta didik mengembangkan

keterampilan dengan memadukan pengetahuan yang dikuasai dengan latihan

(law of practice), sehingga terbentuk keterampilan yang memungkinkan

peserta didik memecahkan masalah dan tantangan kehidupan. Sementara

dalam learning to be, peserta didik belajar secara bertahap menjadi individu

yang utuh, memahami arti hidup, dan tau apa yang terbaik dan sebaliknya

dilakukan agar dapat hidup dengan baik. Akhirnya dalam learning to live

together, peserta didik dapat memahami arti hidup dengan orang lain dengan

jalan saling menghormati, menghargai, serta memahami tentang adanya

saling ketergantungan. Untuk itu, melalui empat pilar tersebut peserta didik

diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang utuh, menyadari segala hak

dan kewajiban, serta mengusai ilmu dan teknologi untuk bekal kelangsungan

hidupnya.
Dengan adanya pencapaian target keempat pilar pendidikan tersebut,

jadi pemerintah telah melakukan perubahan kebijakan pendidikan. Salah satu

upaya perubahan kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah

yaitu diberlangsungkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)

`
3

sebagai inovasi pendidikan dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia

dalam era global (Mulyasa, 2006). Sebab dari itu, pembelajaran yang

dikembangkan menganut pendekatan sistem pembelajaran berbasis

kompetensi yang mengarah pada pengelolaan pembelajaran yang

menempatkan peserta didik (student center) sebagai subjek yang harus

merencanakan, menggali, menginterhasil, serta mengevaluasi hasil belajarnya

sendiri. Menurut Brook (dalam Suwatra, dkk., 2007) mengatakan bahwa

“peserta didik harus secara individu menemukan dan mentransfer informasi

kompleks jika informasi tersebut ingin dimilikinya”.


Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,

isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan

tertentu (Suprayogi, 2011 : 19). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19

Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah Kurikulum operasional

yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing – masing satuan pendidikan.

Kurikulum dapat digambarkan sebagai fungsi yang sesungguhnya dalam

sebuah proses pembelajaran. Dalam perkembangannya, sejarah Indonesia

mengenai kurikulum telah berganti – ganti antara lain adalah : Tahun 1947 –

Leer Plan (Rencana Pelajaran), Tahun 1952 – Rencana Pelajaran Rerurai,

Tahun 1964 – Renthjana Pendidikan, Tahuun 1968 – Kurikulum 1968, Tahun

1975 – Kurikulum 1975, Tahun 1984 - Kurikulum 1984, Tahun 1994 – dan

Kurikulum 1999 – Kurikulum 1994 dan Sublemen Kurikulum 1999, Tahun

`
4

2004 – Kurikulum Berbasis Kompetensi, Tahun 2006 – Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan, Tahun 2013 – Kurikulum 2013.


Indonesia saat ini masih menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) dan

Kurikulum 2013. Perpaduan antara kedua kurikulum tersebut membuat

banyak guru yang menerapkan pembelajaran masih sangat kesulitan. Namun

dengan belajar guru mampu menggunakan Kurikulum 2013. Meski banyak

SD yang masih menggunakan Kurikulum KTSP, sebagai contoh adalah SD

yang ada di desa yang terpencil, banyak buku yang tidak memadai untuk

diajarkan, hasilnya para guru dan pihak sekolah masih menggunakan

kurikulum 2006. Sebagian SD di kota sudah menggunakan Kurikulum 2013,

karena fasilitas dan alat – alat yang digunakan sudah memadai. Namun itu

semua tidak lepas dari pantauan pemerintah. Pemerintah akan menunjuk

sekolah yang akan menerapkan kurikulum 2013.


Perbedaan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 terletak pada Standar Isi

dan SKL (Standar Kompetensi Lulusan), untuk kurikulum 2013 aspek

kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi

aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Dan untuk

kurikulum 2006 lebih menekankan pada aspek pengetahuan. Perbedaan yang

lainnya terdapat pada kurikulum 2013 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk

kelas I – VI sedangkan kurikulum 2006 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk

kelas I – III.
Matematika sendiri pada dasarnya memiliki objek dasar yang abstak.

Menurut Soejadi dalam Muhsetya (dalam Amir, A, 2014) bahwa :

“Keabstrakan matematika karena objek dasarnya abstak, yaitu fakta, konsep,

operasi dan prinsip.” Sedangkan menurut Piaget (dalam Amir, A, 2014), siswa

`
5

sekolah dasar yang umurnya berkisar antara 6 atau 7 tahun sampai 12 atau 13

tahun, berada pada fase operasional konkret. Matematika merupakan sesuatu

yang berdisiplin ilmu serta memiliki sifat yang khas dibandingkan dengan

disiplin ilmu yang lainnya. Dengan demikian matematika mencakup dengan

konsep abstak yang telah tersusun secara hirarkis dan penalarannya bersifat

deduktif.secara tidak langsung tentu akan membawa akibatterhadap

terjadinya proses pembelajaran matematika. Menurut Dienes dala Hudoyo

(dalam Amir, A, 2014) dikatakaan bahwa setiap konsep atau prinsip

matematika dapat dimengerti secara sempurna hanya jika pertama – tama

disajikan kepada peserta didik dalam bentuk kongkret. Dengan demikian

dapat dikatakan bahwa betapa sangat pentingnya memanipulassi obyek –

obyek dalam bentuk permainan yang dilakukan serta dilaksanakan dalam

bentuk pembelajaran.
Tugas guru dalam pembelajaran yaitu membantu siswa menemukan

fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, bukan memberikan ceramah atau

mengendalikan seluruh kegiatan kelas. Pembelajaran seperti ini, menuntut

guru agar mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan

(enjoying learning) bagi siswa, mampu mendorong motivasi, dan minat

belajar siswa.
Pada kelas rendah, pembelajaran matematika ditekankan pada empat

kemampuan berhitung dasar, yaitu kemampuan menghitung penjumlahan,

pengurangan, perkalian, dan pembagian. Empat kemampuan berhitung dasar

ini sangat penting untuk dikuasai sebagai bekal penguasaan materi

`
6

selanjutnya di kelas yang lebih tinggi. Selain itu juga penting dikuasai karena

sering digunakan dalam kehidupan siswa sehari – hari.


Pembelajaran Matematika yang selama ini dilakukan oleh guru yaitu

menggunakan pendekatan konvensional. Hal ini dapat menyebabkan siswa

tidak dapat berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa selalu

pasif dalam hal tersebut. Tidak jarang banyak siswa siswi yang tidak paham

dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Mereka hanya dapat

menjawab paham ketika sang guru bertanya sudah paham apa belum, padahal

siswa tersebut belum paham dengan apa yang dimaksud sang guru. Masalah

yang sering terjadi di lapangan selama proses pembelajaran yang

dilaksanakan selama ini yang menyebabkan rendahnya keterampilan

berhitung terhadap anak. Mereka sering mengandalkan teman sebelah atau

teman sebangku yang lebih pintar dari dia untuk mengerjakan soal.
Kelemahan–kelemahan yang ada tersebut tentu banyak juga dipengaruhi

oleh faktor dari dalam guru itu sendiri untuk menerapkan metode metode ajar

yang telah didapat di bangku kuliah. Sementara itu guru juga kurang mampu

untuk mengembangkan keterampilan mengajar yang dapat menarik perhatian

siswa dan memicu siswa untuk belajar. Guru sebagai tenaga pengajar di kelas,

sebaiknya berusaha sedemikian mungkin untuk membangkitkan keterampilan

berhitung pada anak didiknya dengan berbagai cara, misalnya dengan

memperkenalkan kepada anak berbagai kegiatan belajar, seperti bermain

sembari belajar matematika, menggunakan alat peraga yang semenarik

mungkin atau memanipulasi alat peraga, menggunakan bermacam – macam

metode pembelajaran pada saat mengajar matematika, serta mengaitkan

`
7

pembelajaran matematika dengan dunia anak. Contohnya alat peraga dapat

disesuaikan dengan berdasarkan benda – benda permainan anak, misalnya

kelereng, bola dan masih banyak lagi. Anak yang mencapai suatu prestasi

belajar kecerdasan dan keterampilan berhitung terhadap matematika. Jadi,

seorang anak tidak mungkin sukses dalam belajar matematika tanpa adanya

keterampilan terhadap matematika. Keterampilan dapat tumbuh pada

seseorang jika menarik perhatian terhadap suatu objek serta selalu diulang

dan diulang dalam pembelajaran.


Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kemampuan

tersebut dengan menerapkan suatu model pembelajaran. Model pembelajaran

merupakan rancangan pembelajaran yang nantinya digunakan sebagai

pedoman untuk guru melaksanakan suatu pembelajaran. Menurut Joyce dan

Wei 1980 (dalam Rusman, 2012 : 133) Model pembelajaran merupakan suatu

rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum

(rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan – bahan

pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Untuk

saat ini banyak model – model yang bermunculan, hal ini merupakan suatu

upaya dalam memperbaiki proses pembelajaran agar lebih baik. Salah satunya

yaitu model pembelajaran SAVI.


Model pembelajaran SAVI dikenalkan pertama kali oleh Dave Meier

(dalam Anita, D) . Kepanjangan dari SAVI yaitu Somatic, Auditori, Visual dan

Intelektual. Teori yang telah mendukung pembelajaran SAVI adalah

Accelerated Learning, teori otak kanan/ kiri, teori otak triune, pilihan modalis

(visual, auditoririal dan kinestetik), teori kecerdasan ganda, pendidikan

`
8

(holistic) menyeluruh, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan

symbol (Sidjabat, 2008 : 34). Model pembelajaran SAVI ini masih sangat

jarang digunakan dalam pembelajaran, terlebih di sekolah dasar. Karena

dengan menerapkan model SAVI tersebut diperlukan guru yang mampu

mengajar dengan hati dan penuh keceriaan serta keaktifan seorang guru

dalam memadu padankan antara model, metode, media pembelajaran yang

akan digunakan.
Sebagaimana telah diungkapkan Dave Meier (dalam Anita, D) bahwa

Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) adalah

model yang menyajikan sistem secara lengkap untuk melibatkan kelima

indera dan emosi dalam proses belajar yang merupakan cara belajar secara

alami. Somatis artinya belajar dengan bergerak dan berbuat, auditori adalah

belajar dengan berbicara dan mendengar, Visual artinya belajar mengamati

dan menggambar, Intelektual artinya belajar dengan memecahkan masalah

dan menerangkan (Rusman, 2012:373).


Model pembelajaran SAVI dapat diartikan bahwa belajar dengan

memaksimalkan penggunaan alat indera secara penuh, selain itu elemen

dalam ranah kognitif, afektif, dan spikomotor tergabung menjadi satu dalam

proses pembelajaran dengan menggunakan model SAVI. Emosi dalam proses

pembelajaran juga sangat ditekankan, jadi siswa benar-benar terlibat secara

langsung dan pusat perhatian mereka hanya tercurah ke dalam pembelajaran

tersebut.
Selain menggunakan model pembelajaran SAVI, matematika juga

membutuhkan alat peraga untuk kegiatan belajar mengajar, misalnya kartu

domino. Kartu domino sendiri disini termasuk golongan media. Kata “media”

`
9

berasal dari bahasa Latin “mediun” yang berarti “perantara” atau “pengantar”.

Lebih lanjut, media merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar

yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran atau penerima

pesan tersebut. Penggunaan media pengajaran dapat membantu pencapaian

keberhasilan belajar. Ditegaskan oleh Danim (1995) bahwa hasil penelitian

telah banyak membuktikan efektivitas penggunaan alat bantu atau media

dalam proses belajar – mengajar di kelas, terutama dalam hal peningkatan

prestasi siswa. Terbatasnya media yang diperlukan dalam kelas diduga

merupakan salah satu penyebab lemahnya mutu belajar siswa. Dengan

demikian penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah

kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat dipahami mengingat

proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan

menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa

akan datang. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana

menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses

pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber

belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien (Rusyan, 1993, hal 3). Dalam

hal ini, media pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif

dalam membantu terjadinya proses belajar. Kartu permainan domino bukan

permainan yang baru bagi siswa kelas II SDN KALISARI 1. Cara bermain

kartu domino ini seperti layaknya bermain kartu domino biasa. Hanya saja

bentuk kartunya yang berbeda. Kartu permainan domino adalah sebuah

permainan yang mengandalkan kemampuan berhitung dan ketelitian. Secara

`
10

tidak langsung siswa dituntut untuk menguasai fakta dasar perkalian

memainkan kartu permainan domino. Bentuk dari kartu permainan domino

yang menarik membuat siswa merasa senang bermain dan merasa tidak jenuh

meskipun secara tidak langsung telah mempelajari matematika. Kartu

permainan domino juga membuat dan merangsang kemampuan motorik

siswa. Jika anak senang dan terdapat gerakan – gerakan maka kemampuan

kognitifnya akan berkembang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan

bermain, anak akan merasa senang dan gembira sekaligus anak belajar

melalui permainan sehingga kemampuan kognitifnya akan selalu

berkembang. Tidak hanya bermain saja, mereka dapat menjadi tim yang solid

ketika bermain, itu semua dibutuhkan dalam kerja sama tim. Bukan di dalam

bermain kartu domino saja yang membutuhkan kerja sama. Pembelajaran

model SAVI berbantuan Media kartu domino ini sangat sekali perlu

menggunakan kerja sama tim.


Tim adalah sebuah kelompok kerja lengkap atau satu tujuan kerja yang

para anggotanya paling sedikit memiliki satu tujuan kerja sama dari seluruh

anggotanya (Wayne dalam Poernomo, 2006 : 104). Menurut Daff (2003 :

171) sebuah tim adalah sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang

berinteraksi dan mengkoordinasikan pekerjaan mereka untuk menyelesaikan

sebuah tugas yang spesifik. Definisi ini mempunyai tiga komponen. Pertama,

diperlukan 2 orang atau lebih. Tim dapat cukup besar walaupun kebanyakan

kurang dari 15 orang. Kedua, orang dalam sebuah tim melakukan interaksi

secara teratur. Orang yang tidak berinteraksi seperti orang yang berdiri dalam

antrian di tempat makan siang atau orang yang ada di tangga jalan, tidak

`
11

membentuk tim. Ketiga, orang dalam sebuah tim berbagi sebuah tujuan

berkinerja apakah merancang komputer genggam yang baru, membangun

mobil, atau menulis buku teks. Bachtiar (2004 : 7) bahwa kerjasama

merupakan sinergisitas kekuatan dari beberapa orang dalam mencapai satu

tujuan yang diinginkan. Kerjasama akan menyatukan kekuatan ide – ide yang

akan mengutarakan pada kesuksesan. Kerjasama tim yang akan dilakukan di

kelas II ini untuk menumbuhkan rasa kebersamaan serta solidaritas dan saling

tolong menolong terhadap teman satu kelompoknya. Karena banyak anak

kelas II yang acuh terhadap teman sebaya ketika mendapat kesulitan.


Berhitung adalah segala hal yang berkaitan dengan pola aturan dan

bagaimana aturan itu dipakai untuk menyelesaikan berbagai permasalahan

(Ismiyani, 2010: 20). Kegiatan berhitung untuk anak usia dini disebut juga

sebagai kegiatan menyebutkan urutan bilangan atau membilang buta

(Sriningsih, N, 2008: 63). Kemampuan berhitung bagi anak SD kelas II

merupakan suatu yang kurang menarik, membosankan dan masih merasa

sulit. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor baik dari guru, peserta didik

maupun sumber belajar, dan metode yang digunakan sebagai pendukungnya.


Berdasarkan uraian di atas bahwa siswa SDN KALISARI 1 kelas II

masih kurang dalam memahami pembelajaran matematika terutama di bidang

perkalian yang dapat mengakibatkan susah dalam berhitung. Selain itu ketika

pembelajaran berlangsung banyak siswa yang tidak memperhatikan guru,

mereka sibuk bermain dengan teman sebangkunya masing – masing. Selain

itu guru kelas masih menggunakan model, media dan metode yang

konvensional yaitu ceramah, tanya jawab, pemberian tugas serta bersifat

`
12

teacher – centered dimana guru menjelaskan materi, siswa mencatat materi

yang dipelajari, serta siswa mengerjakan soal – soal latihan. Kegiatan

pembelajaran ini di dominasi oleh guru dan sedikit melibatkan siswa,

sehingga anak tidak merasa tertarik dengan penjelasan guru, siswa merasa

jenuh dengan keadaan kelas yang pasif dan interaksi antara siswa selama

kegiatan pembelajaran sangat sedikit atau bisa dikatakan minim.


Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas II SDN KALISARI 1,

siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal – soal

dalam materi perkalian. Hal ini terbukti dari hasil soal yang diberikan kepada

anak, soal yang diberikan adalah sebagai berikut :

Gambar 1.1. Hasil pekerjaan siswa


Siswa masih kesulitan untuk mengerjakan soal yang diberikan. Dengan

hasil yang didapat siswa ketika mengerjakan soal rendah dapat disimpulkan

bahwa kemampuan berhitung mereka masih rendah. Wawancara yang

`
13

dilakukan dengan guru wali kelas II mengatakan bahwa banyak siswa siswi

yang tidak memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung, mereka asyik

bermain dengan teman sebaya. Ketika ditunjuk maju untuk mengerjakan soal

mereka tidak dapat menjawab dengan benar.


Dengan demikian untuk menjadikan siswa lebih aktif dikelas dan

menguasai berhitung perkalian serta adanya kerjasama tim antara siswa satu

dengan satunya perlu adanya kerjasama antara guru dan peneliti untuk

mengidentifikasi masalah – masalah pembelajaran di sekolah sehingga dapat

dikaji dan dituntaskan agar pembelajaran dikelas lebih baik lagi. Berdasarkan

uraian yang telah dipaparkan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan

penelitian mengenai “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC,

AUDITORI, VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN MEDIA KARTU

DOMINO TERHADAP KERJASAMA TIM DAN KEMAMPUAN BERHITUNG

PADA MATERI PERKALIAN DASAR KELAS 2 SDN KALISARI 1”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka

masalah yang dapat di identifikasi sebagai berikut :


1. Rendahnya penguasaan kemampuan berhitung
2. Siswa merasa jenuh dalam pembelajaran konvensional
3. Guru belum menggunakan media yang menarik siswa dalam

pembelajaran perkalian dasar.


1.3 Pembatasan Masalah

Agar pembahasan masalah lebih mengarah maka perlu mengadakan

pembatasan masalah sebagai berikut :


1. Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas II SDN KALISARI 1 Sayung

Demak

`
14

2. Materi yang akan diajarkan kepada siswa adalah perkalian dasar dengan

Standart Kompetensi melakukan perkalian dan pembagian bilangan

sampai dua angka


3. Kompetensi Dasar yang terbagi menjadi tiga macam yaitu melakukan

perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka, melakukan

pembagian bilangan dua angka, melakukan operasi hitung campuran.


4. Media kartu domino yang dimaksud dalam penelitian ini adalah media

kartu yang digunakan untuk mengetahui kerja sama tim dalam

pembelajaran matematika serta kemampuan berhitung pada siswa kelas

II SDN KALISARI 1 Sayung Demak Tahun Pelajaran 2018/ 2019.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas peneliti merumuskan masalah

sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa

materi perkalian dasar?


2. Berapa besar pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa

materi perkalian dasar?

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui Apakah ada pengaruh kerja sama tim pada model

pembelajaran SAVI berbantuan media kartu domino terhadap

kemampuan berhitung siswa materi perkalian dasar.

`
15

2. Untuk mengetahui Berapa besar pengaruh kerjasama timpada model

pembelajaran SAVI berbantuan media kartu domino terhadap

kemampuan berhitung siswa materi perkalian dasar.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian sebagai berikut :


1. Aspek Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat teoritis

adalah dapat memberikan sumbangan pemikiran dan tolak ukur kajian

pada penelitian lebih lanjut yaitu berupa alternatif yang dapat

dipertimbangkan dalam usaha memperbaiki mutu pendidikan dan

mempertinggi interaksi belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran

perkalian dasar dengan menggunakan media kartu domino.


2. Aspek Praktis
a. Bagi Guru
Untuk memperkaya khasanah media pembelajaran perkalian dasar,

dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan

tidak membosankan, serta dapat mengembangkan keterampilan guru

dalam menerapkan pembelajaran perkalian dasar menggunakan

media kartu domino.


b. Bagi Siswa
Siswa dapat memahami kerja sama dalam sebuah tim dan

kemampuan berhitung dalam mempelajari perkalian dasar khususnya

menggunakan media kartu domino dan lebih termotivasi dalam

melakukan pembelajaran dan belajar sendiri ketika di rumah.


c. Bagi Sekolah
Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka memajukan dan

meningkatkan prestasi sekolah khususnya dalam pembelajaran

`
16

perkalian dasar dengan menggunakan media kartu domino sebagai

bahan pencapaian belajar yang maksimal.


d. Bagi Peneliti
Dapat dijadikan pengetahuan untuk membandingkan apakah

pembelajaran yang diterapkan sudah efisien apa belum. Dan

memperoleh ilmu pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah

didapatkan.

`
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teori

2.1.1. Model Pembelajaran SAVI

Model pembelajaran merupakan sebuah rencana yang dimanfaatkan

untuk merancang. Isi yang terkandung di dalam model pembelajaran adalah

berupa strategi pengajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan

instruksional (Dini Rosdiani, 2012 : 5). Model pembelajaran yang cocok

untuk diterapkan saat ini yaitu : pengalaman praktik, telaah teori – teori

tertentu, dan hasil penelitian. Atas dasar inilah maka lahir kelompok –

kelompok model pembelajaran. Ada dua pengaruh implementasi suatu model

pembelajaran terhadap perubahan siswa yaitu yang bersifat langsung dan

tidak langsung.

Mengetahui kedua jenis pengaruh ini bagi guru sangat penting agar ia

dapat memperkirakan efisiensi penggunaan model pembelajaran. Pengaruh

langsung dan tidak langsung ini dapat dimanfaatkan sebagai kriteria efisiensi

tidaknya suatu model pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu

mempertimbangkan pengaruh langsung dan tidak langsung ini sebelum

memilih suatu model pembelajaran. Secara operasional, setiap model

pembelajaran itu memiliki empat aspek yaitu :

1. langkah – langkah (Syntax)


2. sistem sosial yang mendukung pelaksanaan setiap model
3. prinsip interaksi siswa dan guru
4. penjelasan tentang sistem penunjang

18
19

Pembelajaran SAVI menganut aliran ilmu kognitif modern yang

menyatakan belajar yang paling baik adalah melibatkan emosi, seluruh tubuh,

semua indera, dan segenap kedalaman serta keluasan pribadi, menghormati

gaya belajar individu lain dengan menyadari bahwa orang belajar dengan cara

– cara yang berbeda. Dalam Ratna Willis (2011 : 118), Tujuan Instruksional

khusus, yang didasarkan pada Taksonomi Bloom tentang tujuan – tujuan

perilaku (Bloom, 1956), yang meliputi tiga domain : kognitif. Afektif, dan

psikomotorik. Gagne mengemukakan lima macam hasil belajar, tiga di

antaranya bersifat kognitif, satu bersifat afektif, dan satu lagi bersifat

psikomotorik.

Menurut Dave Meier )2002 : 33 – 34) ada beberapa alasan yang

melandasi perlunya diterapkan model SAVI dalam kegiatan sehari – hari,

yaitu :

1. dapat terciptanya lingkungan yang positif (lingkungan yang tenang dan

menggugah semangat)
2. keterlibatan pembelajar sepenuhnya (aktif dan kreatif)
3. adanya kerja sama di antara pembelajar
4. menggunakan metode yang bervariasi tergantung dari pokok bahasan

yang dipelajari
5. dapat menggunakan belajar kontekstual
6. dapat menggunakan alat peraga

Dengan demikian, belajar bisa terjadi secara optimal jika keempat unsur

SAVI ada dalam proses pembelajaran, yaitu menggabungkan gerak fisik,

berbicara, menyimak, mengamati dan menggambarkan kedalam sebuah

pemikiran atau aktivitas intelektual dengan penggunaan semua indra yang

`
20

dimilikinya. Dalam hal ini terjadi keterkaitan dengan teori Gagne yaitu

terdapat Lima kemampuan yang dikatakan sebagai hasil belajar :

1. Keterampilan Intelektual
2. Strategi Kognitif
3. Informasi Verbal
4. Sikap
5. Keterampilan Motorik

Pembelajaran SAVI menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan

semua alat indra yang dimiliki siswa (Aris Shoimin (2014 : 177). Istilah SAVI

kependekan dari :

a. Somatic (belajar dengan berbuat dan bergerak) bermakna gerakan tubuh

(hands – on, aktivitas fisik), yakni belajar dengan mengelami dan

melakukan.
b. Auditory (belajar dengan berbicara dan mendengar) bermakna bahwa

belajar haruslah melalui mendengar, menyimak, berbicaram presentasi,

argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi.


c. Visualization (belajar dengan mengamati dan menggambarkan) bermakna

belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati,

menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan

alat peraga.
d. Intelectualy (belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir)

bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir

(minds – on). Belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih

menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi,

menemukan, mencipta, mengonstruksi, memecahkan masalah, dan

menerapkannya.
Adapun langkah – langkah Pembelajaran SAVI adalah sebagai berikut :
a. Tahap Persiapan (Kegiatan Pendahuluan)

`
21

Pada tahap ini guru membangkitkan minat sisa, memberikan

perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang, dan

menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk belajar. Secara

spesifik meliputi :
1. Memberikan sugesti positif.
2. Memberikan pernyataan yang memberi manfaat kepada siswa.
3. Memberikan tujuan yang jelas dan bermakna.
4. Membangkitkan rasa ingin tau.
5. Menciptakan lingkungan fisik yang positif.
6. Menciptakan lingkungan emosional yang positif.
7. Menciptakan lingkungan sosial yang positif.
8. Menenangkan rasa takut.
9. Menyingkirkan hambatan-hambatan belajar.
10.Banyak bertanya dan mengemukakan berbagai masalah.
11.Merangsang rasa ingin tahu siswa.
12.Mengajak pembelajaran terlibat penuh sejak awal.
b. Tahapan penyimpanan (kegiatan inti)
Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa menemukan

materi belajar yang baru dengan cara melibatkan panca indra dan

cocok untuk semua gaya belajar. Hal-hal yang dapat dilakukan guru:
1. Uji coba kolabortif dan berbagai pengetahuan.
2. Pengamatan fenomena dunia nyata.
3. Pelibatan seluruh otak seluruh tubuh.
4. Presentasi interaktif.
5. Grafik dan sarana yang presentasi berwarna-warni.
6. Aneka macam cara untuk di sesuikan dengan seluruh gaya belajar.
7. Proyek belajar berdasar kemitraan dan berdasar tim.
8. Latihan menemukan (sendiri,berpasangan,berkelompok).
9. Pengalaman belajar di dunia nyata yang kontekstual.
10.Pelatihan memecahkan masalah.
c. Tahap Pelatihan (kegiatan Inti)
Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa

mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru

dengan berbagai cara, secara spesifik, yang dilakukan guru sebagai

berikut :
1. Aktifitas pemprosesan siswa.
2. Usaha aktif, umpan balik, renungan,atau usaha kembali.
3. Simulasi dunia nyata.

`
22

4. Pemainan dalam belajar.


5. Pelatihan aksi pembelajaran.
6. Aktifitas pemecahan masalah.
7. Refleksi dan artikulasi individu.
8. Dialog berpasangan atau berkelompok,
9. Pengajaran dan tinjauan kolaboratif.
10.Aktifitas praktis membangun keterampilan
11.Mengajar balik
d. Tahap Penampilan Hasil (Tahap Penutup)
Pada tahap ini hendaknya guru membantu siswa menerapkan

dan memperluas pengetahuan atau keterampilan mereka pada

pekerjaan sehingga hasil belajar akan melekat dan penampilan hasil

akan terus meningkat. Hal – hal yang dapat dilakukan adalah :


1. Penerapan dunia nyata dalam waktu yang segera
2. Penciptaan dan pelaksanaan rencana aksi
3. Aktifitas penguatan penerapan
4. Materi penguatan persepsi
5. Pelatihan terusmenerus
6. Umpan balik dan evaluaso kinerja
7. Aktivitas dukungan kawan
8. Perubahan organisasi dan lingkungan yang mendukung
Di bawah ini contoh bagaimana membuat aktivitas sesuai

dengan cara belajar / gaya belajar siswa dapat dilihat pada tabel 2.1.

Tabel 2.1. Aktivitas sesuai dengan cara belajar / gaya belajar siswa

Gaya
Aktivitas
Belajar
Orang dapat bergerak ketika mereka :
1. Membuat model dalam suatu proses atau prosedur
2. Menciptakan piktogram dan periferalnya
3. Memeragakan suatu proses, sistem, atau seperangkat
konsep
Somatis
4. Mendapatkan pengalaman lalu menceritakannya dan
merefleksikannya’menjalankan pelatihan belajar aktif
(simulasi, permainan belajar, dan lain – lain)
5. Melakukan kajian lapangan. Lalu tulis, gambar, dan
bicarakan tentang apa yang dipelajari.
Auditori Berikut ini gagasan – gagasan awal untuk meningkatkan
sarana auditori dalam belajar :
1. Ajaklah pembelajar membaca keras – keras dari buku
panduan dan komputer

`
23

2. Ceritakanlah kisah – kisah yang mengandung materi


pembelajaran yang terangkum di dalam buku
pembelajaran yang dibaca mereka
3. Mintalah pembelajaran berpasang – pasangan
membincangkan secara terperinci apa yang baru saja
mereka pelajari dan bagaimana akan menerapkannya
4. Mintalah pembelajar mempraktikkan suatu
keterampilaan atau memperagakan suatu fungsi sambil
mengucapkan secara singkat dan terperinci apa yang
sedang mereka kerjakan
5. Mintalah pembelajar berkelompok dan bicara nonstop
saat sedang menyusun pemecahan masalah atau
membuat rencana jangka panjang
Hal – hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
pembelajaran visual adalah :
1. Bahasa yang penuh gambar (metafora, analogi)
2. Grafik presensi yang hidup
3. Benda 3 dimensi
Visual 4. Bahasa tubuh yang dramatis
5. Cerita yang hidup
6. Kreasi piktogram (oleh pembelajaran)
7. Pengamatan lapangan
8. Dekorasi berwarna – warni
9. Ikon alat bantu kerja
Aspek intelektual dalam belajar akan terlatik jika
pembelajaran diarahkan dalam aktivitas seperti :
1. Memcahkan masalah
2. Menganalisis pengalaman
3. Mengerjakan perencanaan strategis
Intelektual 4. Memilih gagasan kreatif
5. Mencari dan menyaring informasi
6. Merumuskan pertanyaan
7. Menerapan gagasan baru pada pekerjaan
8. Menciptakan makna pribadi
9. Meramlkan implikasi suatu gagasan

Adapun Kelebihan Pembelajaran SAVI adalah sebagai berikut :


a. membangkitkan kecerdasan terpadu siswa secara penuh melalui

penggabungan gerak fisik dengan aktivitas intelektual.


b. Siswa tidak mudah lupa karena siswa membangun sendiri

pengetahuannya.

`
24

c. Suasana dalam proses pembelajaran menyenangkan karena siswa

merasa diperhatikan sehingga tidak cepat bosan untuk belajar.


d. Memupuk kerja sama karena siswa yang lebih pandai diharapkan dapat

membantu yang kurang pandai.


e. Memunculkan suasana belajar yang lebih baik, menarik, dan efektif.
f. Mampu membangkitkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan

psikomotor siswa.
g. Memaksimalkan ketajaman konsentrasi siswa.
h. Siswa akan lebih termotivasi untuk belajar lebih baik.
i. Melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat

dan berani menjelaskan jawabannya.


j. Merupakan variasi yang cocokk untuk smua gaya belajar.
Adapun Kekurangan Pembelajaran SAVI adalah sebagai berikut:
a. Pendekatan ini menurut adanya guru yang sempurna sehingga dapat

memadukan keempat komponen dalam SAVI secara utuh.


b. Penerapan pendekatan ini membutuhkan kelengkapan sarana dan

prasarana pembelajaran yang menyeluruh dan disesuaikan kebutuhan

sehingga memerlukan biaya pendidikan yang sangat besar. Terutama

untuk pengadaan media pembelajaran yang canggih dan menarik. Ini

dapat terpenuhi pada sekolah – sekolah maju (Meier, 2005: 91 – 99 )

dalam Aris Shoimin (2014 : 183)


c. Karena siswa terbiasa diberi informasi terlebih dahulu sehingga

kesulitan menemukan jawaban ataupun gagasannya sendiri.


d. Membutuhkan waktu yang lama terutama bila siswa memiliki

kemampuan yang lemah


e. Membutuhkan perubahan agar sesuai dengan situasi pembelajaran saat

itu.
f. Belum ada pedoman penilaian sehingga guru merasa kesulitan dalam

evaluasi atau memberi nilai.


g. Pendekatan SAVI masih tergolong baru sehingga banyak pengajar

yang belum mengetahui pendekatan SAVI tersebut.

`
25

h. Pendekatan SAVI cenderung mensyaratkan keaktifan siswa sehingga

bagi siswa yang kemampuannya lebih bisa merasa minder.


i. Pendekatan ini tidak dapat diterapkan untuk semua pelajaran

matematika.

2.1.2. Media Pembelajaran Kartu Domino

Media pembelajaran sebagai media yang membawa pesan atau

informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud

pengajaran (Arsyad, 2009). Menurut Sanjaya (2011) pembelajaran

merupakan rangkaian kegiatan yang mempunyai tujuan membelajarkan

peserta didik serta melibatkan berbagai komponen. Jadi, media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang

perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk

mencapai tujuan belajar.

Dalam penelitian ini menggunakan bantuan media yang

memanfaatkan limbah kertas adapun media tersebut yaitu kartu domino.

Kartu domino merupakan permainan yang menggunakan kartu dan cara

bermain sama seperti kita bermain kartu domino dengan bentuknya yang

persegi panjang.

Kartu domino merupakan salah satu alat permainan yang berbentuk

kartu kecil ukuran 3 x 5 cm, berjumlah 28 lembar, berwarna dasar kuning

atau putih, dan terdapat bulatan-bulatan yang umumnya berwarna merah

atau hitam yang menunjukkan nilai angka dari kartu tersebut. Pada

dasarnya, cara memainkannya adalah dengan menyambung salah satu ujung

`
26

dari kartu sesuai dengan muatan yang tertera pada ujung kartu tersebut.

Pemenangnya adalah yang berhasil melengkapi sambungan kartu tersebut

dengan sempurna dan jika belum sempurna maka pemain yang memiliki

jumlah muatan dari kartu “sisa” dianggap sebagai pemain yang kalah.

Dalam penelitian ini, domino dimodifikasi untuk dijadikan alat peraga untuk

membantu mengasah kemampuan siswa dan kerjasama tim melakukan

operasional hitung perkalian. Titik – titik domino diganti dengan operasi

perkalian dasar dan jawabannya.

Menurut Hestuaji (2014) kartu domino merupakan suatu media

pembelajaran yang dapat digunakan untuk menarik minat siswa dalam

pembelajaran matematika. permainan ini akan membantu anak dalam

latihan mengasah kemampuan memecahkan berbagai masalah yang

menggunakan logika. Selain itu kartu domino juga digunakan untuk

menghafal fakta dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

serta digunakan untuk menghafal bangun-bangun geometri.

Kegiatan pembelajaran kartu domino adalah dengan memberikan

kesempatan kepada siswa untuk memberikan kontribusi mereka setelah

mendengarkan pandangan dan pemikiran siswa lain dalam kelompok. Media

pembelajaran dengan bentuk kartu domino dalam hal ini, berupa soal-soal

yang ditulis pada kartu yang mirip dengan kartu domino.

2.1.3. Sikap Kerjasama Tim

Manusia merupakan makhluk sosial yang mempunyai arti manusia

harus hidup saling berdampingan dengan manusia yang lainnya. Untuk itu

`
27

selalu terjadi kerjasama antara seseorang dengan orang yang lainnya.

Menurut Stephen dan Tomothy (2008) menyatakan bahwa kerjasama tim

adalah kelompok yang usaha – usaha individualnya menghasilkan kinerja

lebih tinggi daripada hasil yang didapatkan jika pekerjaan diselesaikan

seorang diri. Popularitas tim dewasa dapat ditunjukkan melalui kinerja tim

yang lebih unggul daripada kinerja individu bila tugas menuntut

keterampilan ganda (Sopiah, 2008 : 30). Menurut Tenner dan Detoro dalam

poernomo (1992 : 183), team works is a group of individuals working

together toreach a common goals. Definisi kerjasama tim tersebut

menjelaskan bahwa kerjasama tim adalah sekelompok orang – orang yang

bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama dan tujuan tersebut akan

lebih mudah diperoleh dengan melakukan kerjasama tim daripada dilakukan

sendiri. Hal ini diperkuat oleh Gaspersz (2001) bahwa sumber daya manusia

pada semua tingkat organisasi merupakan faktor yang sangat penting dari

suatu organisasi dan keterlibatan mereka secara penuh akan meungkinkan

kemampuan mereka digunakan untuk manfaat prganisasi. Teams are made

up by two or more people who come together to achieve a common goal,

who are assigned to complete a special task and who cooperative with each

other. Teams can be considered as structures, which are designed with the

decisions of persons, who possess special knowledge or skills in order to

carry out a job a given time and where there is too much workload (Dyer,

1985 : 285 – 287). Yang memiliki arti sebagai berikut Tim dibuat oleh dua

atau lebih orang yang datang bersama untuk mencapai tujuan bersama, yang

`
28

ditugaskan untuk menyelesaikan tugas khusus dan yang saling kooperatif.

Tim dapat dianggap sebagai struktur, yang dirancang dengan keputusan

orang-orang, yang memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus untuk

melaksanakan pekerjaan pada waktu tertentu dan dimana ada terlalu banyak

beban kerja.

Teamwork is not a financial, a strategic or a technologic factor, still,

because teamwork has the attributes and is as rare as these factors it can be

characterized as a means to get the competitive adventage for a business

(Lencioni, 2002: 8) dengan arti Kerja tim bukanlah faktor finansial, strategis

atau teknologis, tetap saja, karena kerja tim memiliki atribut dan sama

jarangnya dengan faktor-faktor ini dapat dicirikan sebagai sarana untuk

mendapatkan kemewahan yang kompetitif untuk sebuah bisnis.

2.1.4. Kemampuan Berhitung

Kecerdasan matematika dan kecerdasan spasial yang dimiliki oleh

anak berpengaruh terhadap kemampuan berhitung anak. Dengan perpaduan

kedua kecerdasan tersebut seorang anak akan memiliki kemampuan dalam

memahami bentuk, ruang, perhitungan dan pengukuran. Pengenalan dasar

dan stimulasi kemampuan berhitung merupakan salah satu bidang

pengembangan dalam kurikulum pembelajaran prasekolah yang tercakup

dalam bidang pengembangan kognitif. Bidang pengembangan kognitif

tersebut selanjutnya dijabarkan dalam indikator – indikator yang lebih rinci

(Rohmitawati, 2008 : 68). Kecerdasan matematika pada dasarnya

`
29

merupakan suatu karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia, yang

mana kondisi dan tarafnya berbeda – beda pada masing – masing individu.

Kondisi ini sanfat dipengaruhi oleh stimulasi yang diterima oleh individu

dari lingkungannya. Jean Piaget menyatakan bahwa kemampuan intelektual

anak berkembang secara bertingkat atau bertahap, yaitu sensori motor (0-2

tahun), pra-operasional (2-7 tahun), operational konkret (7-11 tahun), dan

operasional ≥ 11 tahun (Muhsetya,G 2008:1.9). Teori piaget

merekomendasikan perlunya mengamati tingkatan perkembangan

intelektual anak sebelum suatu bahan pelajaran matematika diberikan,

terutama untuk menyesuaikan “keabstrakan” bahan matematika dengan

kemampuan berpikir abstrak anak pada saat itu (Muhsetya, G 2008 : 1.9).

`
30

Piaget juga menyatakan adanya jaringan (abstrak) dalam pikiran, yang

mana konsep-konsep seperti noktah, dan konsep yang terkait atau

mempunyai bagian kesamaan dihubungkan dengan garis

(Muhsetya,G,2008:1.10).

Penerapan dari teori Piaget dalam pembelajaran matematika adalah

perlunya keterkaitan materi baru pelajaran matematika dengan bahan

pelajaran matematika yang telah diberikan, sehingga lebih memudahkan

peserta didik dalam memahami materi baru (Muhsetya,G,2008:1.10).

Berhitung adalah segala hal yang berkaitan dengan pola aturan dan

bagaimana aturan itu dipakai untuk menyelesaikan berbagai permasalahan

(Ismiyani, 2010 : 20). Kegiatan berhitung permulaan menurut Susanto

(2011, 98) adalah kemampuan yang dimiliki setiap anak untuk

mengembangkan kemampuannya, karakteristik perkembangannya dimulai

dari lingkungan yang terdekat dengan dirinya, sejalan dengan

perkembangan kemampuannya anak dapat meningkat ke tahap pengertian

mengenai jumlah yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan.

Kemampuan berhitung adalah kemampuan yang memerlukan

penalaran dan keterampilan aljabar termasuk operasi hitung menurut

Sukardi (2015 : 16 – 17). Sehingga kemampuan berhitung memiliki

beberapa indikator yakni yang pertama mampu menyelesaikan soal dengan

keterangan siswa mampu mengerjakan soal – soal tes yang diberikan oleh

guru. Terkait dengan pengertian mampu bisa, cakap dalam menjalankan

tugas dan cekatan. Yang kedua mampu membuat soal dan penyelesaiannya

`
31

dengan keterangan selain mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh

guru siswa juga diharapkan mampu membuat soal dan menyelesaikan

pengerjaan soalnya secara mandiri. Yang ketiga mampu menjelaskan cara

menyelesaikan soal menggunakan media dengan keterangan siswa mampu

menjelaskan cara menyelesaikan soal dengan menggunakan media yang

digunakan dengan benar dan tanpa ragu ragu untuk melakukannya. Yang

keempat mampu mengenal hitungan 1 – 50 dan yang terakhir mampu

mengaitkan dengan dunia nyata. Dengan adanya indikator tersebut anak

didik mampu menguasai segala bentuk perkalian.

Dengan mengacu pada hasil penelitian Jean Piaget tentang intelektual

yang menyatakan bahwa peserta didik pada usia 2 – 7 tahun berada pada

tahap pra operasional, maka penguasaan kegiatan berhitung atau matematika

pada anak usia sekolah dasar kelas II dapat terlaksana dengan baik, dengan

kata lain anak didik cepat menyesuaiakan serta tanggap aktif dengan

pembelajaran yang menggunakan media apalagi yang bersangkutan dengan

bermain, sebab bermaian sangat berpengaruh terhadap perkembangan

peserta didik.

2.2. Penelitian Yang Relevan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ruseno R,

(2011)menyimpulkan bahwa, penggunaan media kartu domino dapat

meningkatkan keterampilan berhitung pecahan siswa kelas III SDN 2

Kalangan Klaten Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Hal ini terbukti dengan

`
32

peningkatan tiap siklus sebagai berikut : nilai rata – rata tes awal adalah 45,

44 dengan ketuntasan 23, 53 %, kemudian nilai rata – rata meningkat pada

siklus I yaitu 55, 74 dengan ketuntasan 52, 94 %. Setelah dilanjutkan pada

siklus II nilai rata – rata yang diperoleh siswa adalah 63, 53 dengan

ketuntasan 70, 59 %. Sedangkan pada siklus III nilai rata – rata siswa

meningkat menjadi 72, 94 dengan ketuntasan 82, 35 %.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Khoirudin M, (2017)

menyimpukan bahwa, terdapat pengaruh model pembelajaran SAVI terhadap

hasil belajar matematika. Pengaruhnya dapat dilihat dari perbedaan hasil

belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai rata – rata pretest

antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak jauh berbeda, nilai rata – rata

pretest kelas eksperimen adalah 62, 09 sedangkan rata – rata pretest kelas

kontrol adalah 62, 96. Nilai rata – rata posttest kelas eksperimen adalah 80,

86 sedangkan kelas kontrol adalah 73, 31. Begitu pula dapat dilihat dari

perbandingan rata – rata N – Gain kelas eksperimen adalah 0, 45 sedangkan

rata – rata N – Gain kelas kontrol adalah 0, 30 selisih N – Gain kedua kelas

tersebut adalah 0, 14. Hasil pengujian hipotesis menggunakan rumus t – test

pooled varians diperoleh data thitung sebesar 2, 32 sedangkan ttabel sebesar 2, 00,

perbandingan tersebut menunjukkan (2, 32 ˃ 2, 00) berarti Ha diterima, begitu

juga dengan hasil perhitungan uji hipotesis menggunakan program statistik

SPSS 23 diperoleh nilai sig (2 – tailed) 0, 025, (0, 025 ˂ 0, 05) sehingga Ha

diterima. Artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan pada model

`
33

pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar matematika siswa kelass IV SDN 3

Metro Pusat tahun pelajaran 2016/ 2017.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Istinganah T, (2015)

menyimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat

perbedaan keterampilan operasi hitung perkalian antara kelas yang

menggunakan kartu domino perkalian dan kelas yang menggunakan

permainan tali pas. Kelompok kontrol mendapat ratarata skor keterampilan

operasi hitung perkalian sebesar 15,37, sedangkan kelompok eksperimen

mendapat rata-rata skor keterampilan operasi hitung perkalian sebesar 17,44.

Kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi daripada kelas

kontrol. Hal ini disebabkan penggunaan kartu domino berpusat pada latihan

berulang-ulang dan lebih mengaktifkan siswa, baik secara individu maupun

kelompok. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan alat peraga permainan

tali pas juga mampu meningkatkan keterampilan operasi hitung siswa, namun

peningkatan keterampilan operasi hitung perkaliannya tidak setinggi kelas

yang menggunakan kartu domino perkalian. Hal tersebut dikarenakan siswa

tidak berminat untuk menghitung sendiri jawaban operasi hitung perkalian

yang dicari sehingga keterampilan operasi hitung perkalian siswa tidak

terasah. Selain itu permainan tali pas tidak mengaktifkan siswa secara

individu maupun kelompok.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Arifah H, (2014)

menyimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari

observasi awal sebesar 47, 05 %. Pada siklus I kemampuan berhitung peserta

`
34

didik meningkat menjadi 61, 76 % dan pada siklus II meningkat lagi menjadi

79, 41 %. Dengan demikian secara keseluruhan kemampuan berhitung peserta

didik mengamali peningkatan sebesar 32, 26 %. Kemampuan berhitung

tersebut mengalami peingkatan secara bertahap dari kategori sedang dan

akhirnya menjadi tinggi.

2.3. Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir merupakan alat penalaran yang sesuai dengan tema

dan masalah penelitian, serta didasarkan pada kajian teoritis. Kerangka

berpikir ini digambarkan dengan skema secara sistematik. Selaras dengan

judul penelitian yang diambil, yaitu “Pengaruh Model Pembelajaran Savi

Berbantuan Media Kartu Domino terhadap kerjasama tim dan Keterampilan

Berhitung pada Materi Perkalian Dasar Kelas 2 SDN Kalisari 1.”

Pada kondisi awal diketahui bahwa materi perkalian dasar merupakan

salah satu materi yang cukup sukar bagi anak kelas 2 sd, jika dibandingkan

dengan materi yang lain dalam mata pelajaran matematika. Dalam

pembelajaran materi perkalian guru masih kurang dalam variasi penggunaan

media sehingga siswa kurang dalam memahami materi perkalian yang

mengakibatkan keterampilan berhitung perkalian pada siswa rendah.

Pada proses pembelajaran materi perkalian untuk meingkatkan

keterampilan berhitung perkalian yang mulanya remdah dapat ditingkatkan

dengan penggunaan media. Media yang digunakan untuk meningkatkan

keterampilan berhitung perkalian tersebut yaitu dengan menggunakan media

kartu domino. Melalui penggunaan media kartu domino siswa dapat

`
35

termotivasi untuk selalu mengikuti pembelajaran dan merasakan adanya

manfaat.

Berdasarkan uraian tersebut, diduga bahwa variabel keterampilan

berhitung dipengaruhi berbagai variabel diantaranya pembelajaran SAVI,

Pembelajaran berbantuan Kartu Domino, maka dapat digambarkan kerangka

berpikir dalam penelitian sebagai berikut :

`
36

KONDISI AWAL
Guru tidak menggunakan media
saat pembelajaran
Guru masih menggunakan
pendekatan konvensional
Siswa dalam menguasai
kemampuan berhitung masih
rendah
Siswa kurang dalam beker asama
dalam kelompok

Model pembelajaran SAVI berbantuan


media kartu domino untuk kerjasama
tim

Kerjasama
Tim
Kemampuan
Berhitung

siswa mampu membantu


siswa dalam bekerjasama
tim dalam permainan kartu
domino
Siswa mampu menghitung
perkalian dasar berbantu
model SAVI berbantuan
media kartu domino

`
37

2.4. Hipotesis

Berdasarkan kerangka berpikir pada hipotesis penelitian ini adalah

sebagai berikut :

a. Ada pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI bebantuan

media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi

perkalian dasar.
b. Pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI berbntuan

media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi

perkalian dasar cukup besar.

`
38

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian


Penelitian tersebut memiliki tujuan untuk mengetahui Pengaruh Model

Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Kartu domino terhadap Kemampuan

Berhitung pada Materi Perkalian Dasar Kelas 2 SDN Kalisari. Dalam

penelitian ini memiliki berbagai variabel, secara teoritis variabel merupakan

atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu prang

dengan yang lain satu obyek dengan obyek yang lain (Sugiyono, 2015 : 60).

Alam penelitian ini terdapat variabel bebas yaituu pebelajaran model SAVI

berbantuan media kartu domino sedangkan variabel terikatnya yaitu

Kemampuan berhitung dan perkalian dasar.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian ini akan dilakukan di SD N Kalisari ini terletak di

jalan Genuk-Pamongan KM. 05 Kalisari, Sayung, Demak, Pos. 59553.

Penelitian ini mengambil semua siswa yang ada di kelas IIa dan IIb yang ada

di SD Kalisari 1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018.

Penelitian dilakukan pada semester genap dengan tahun ajaran 2018/ 2019.

Persiapan awal sebelum melakukan penelitian yaitu berupa observasi awal ke

sekolah serta permohonan izin ke pihak sekolah di SDN Kalisari 1.

`
39

3.3 Metode Penelitian


Penelitian yang akan digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana

penelitian eksperimen ini terdapat perlakuan (treatment). Menurut Sugiyono

(2015: 107) penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan

untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi

yang terkendalikan. Penelitian dalam bentuk eksperimen ini memilih dan

memilih kelas yang diteliti, kemudian pemilihan dipilih secara acak

(random). Penelitian dilakukan didalam kelas yang diberikan (treatment

pembelajaran menggunakan pendekatan model pembelajaran SAVI

berbantuan media Kartu Domino.

Desain yang diterapkan kedalam penelitian ini yaitu Pre – Eksperimental

Designs, menurut Sugiyono (2015 : 109) dikatakan pre – eksperimental

designs karena pada desain ini belum merupakan eksperimen sungguh –

sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap

terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil dari eksperimen atau percobaan

yang mengandung variabel dependen bukan hanya dipengaruhi oleh variabel

independen. Penelitian ini memakai bentuk desain pre – eksperimental

designs yaitu one – shot case study dalam penelitian eksperimen one – shot

case study terdapat kelompok yang diberikan perlakuan. Hasil penelitian in,

diperkuat dengan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Lindah,

Nur Aisyah (2015) yang menggunakan metode penelitian Pre Eksperimental

Design. Dengan desain penelitiannyaa adalah One Shot Case Study, dan

kemudian diperkuat lagi oleh penelitian Ayu, Gusti, dkk (2015), penelitian

mereka menggunakan metode pra eksperimen dengan desain one shot case

`
40

study. Dan selanjutnya dapat diobservasi hasilnya, adapun rumusnya sebagai

berikut :

X O

Gambar 3.1 Skema one – shot case study

Keterangan:

X = pengaruh pembelajaran dengan model pembelajaraan SAVI berbantuan

media kartu domino

O = kemampuan berhitung dan kerjasama tim kelas II SD.

Desain yang ada di dalam penelitian ini menggunakan satu kelas,

masing-masing dipilih secara acak atau Random (R). kelas yang telah dipilih

secara acak diberikan perlakuan (X), Adapun pengaruh terdapat perlakuan

(treatmen) adalah : kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran dengan

Model Pembelajaran SAVI berbantuan Media Kartu Domino.

Dalam penelitian eksperimen ini menggunakan satu sampel dari berbagai

populasi yang ada. Adapun sampel data awal adalah melalui pemberian soal

matematika untuk mengetahui keterampilan berhitung materi perkalian dasar

terhadap siswa.

3.4 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel


3.1.1 Populasi Penelitian
Populasi merupakan sebagai keseluruhan subyek atau obyek yang

menjadi sasaran penelitian yang mempunyai karakteristik tertentu

(Sundayana: 15). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa – siswi

kelas II A di SDN Kalisari berjumlah 41 orang.

`
41

3.1.2 Teknik Pengambilan Sampel Penelitian


Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2015:118). Teknik pengambilan sampel dalam

penelitian ini adalah menurut Sugiyono, 2010 (85) (dalam Ramadhan, N, &

Jafar Sembiirng) Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua

anggota populasi digunakan sebagai sampel, teknik ini digunakan bila jumlah

populasi relatif kecil.

`
42

3.5 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan teknik yang terpenting dalam

melakukan penelitian, karena pada dasarnya penelitian dilakukan untuk

memperoleh sebuah data. Teknik pengumpulan data yang diperlukan disini

adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga benar-

benar didapat data yang valid dan reliable. Maka terdapat beberapa teknik

pengumpulan data dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik tes,

observasi, dokumentasi, dan wawancara.

3.1.3 Tes
Teknik tes digunakan untuk mengetahui nilai siswa setelah proses

pembelajaran berlangsung (Afandi,2017:68). Teknik tes memiliki beberapa

fungsi diantaranya untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami

pembelajaran yang telah disampaikan. Di dalam teknik tes terdapat

sekumpulan pertanyaan-pertanyaan atau soal yang harus dijawab oleh siswa.

Adapun jenis tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian

objektif yang terdiri dari tahap uji coba 10 soal. Pemberian tes ini dilakukan

untuk memperoleh data tes siswa dalam memahami keterampilan berhitung

perkalian matematika siswa.

Sebelum tes dilaksanakan pada kelas sampel, soal-soal tes dapat diuji

cobakan terlebih dahulu, uji coba ini dilakukan karena mencari tingkat

kesukaran butir-butir soal, daya pembeda soal, validitas butir soal, dan

realibilitas soal. Butir soal tes dilakukan agar memperoleh data kuantitatif dan

hasilnya diproses untuk menguji kebenaran hipotesis.

`
43

3.1.4 Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah lalu

(Sugiyono,2015:329). Ada banyak bentuk dokumen, contohnya dokumen

berbentuk tulisan, gambar, dan karya-karya dari seseorang. Pada penelitian ini

menggunakan dokumen untuk mencari jumlah siswa dan nama siswa yang

akan dijadikan sampel dalam penelitian. Sebelum melakukan penelitian

terlebih dahulu peneliti mencari data di sekolah untuk memperoleh nilai

harian siswa pada mata pelajaran Matematika. Tujuannya agar mengetahui

kondisi awal sampel penelitian dengan dilakukan uji normalitas,

homogenitas, maupun kesamaan rata-rata pada sampel.

3.1.5 Wawancara
Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar

informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan

makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono,2015:317). Manfaat

menggunakan instrumen wawancara adalah sebagai pengumpulan data awal

agar peneliti menemukan permasalahan, dari permasalahan tersebut bisa

dijadikan suatu penelitian.

3.1.6 Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan suatu objek yang

difokuskan pada perilaku tertentu (Daryanto, 2011; 80). Sedangkan menurut

Arikunto (2012; 45) menyatakan bahwa observasi merupakan suatu teknik

yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta

pencatatan secara sistematik.

`
44

3.6 Instrumen Penelitian


Penelitian pada dasarnya dilakukan untuk mengukur, maka dalam

penelitian harus ada alat ukur, alat ukur dalam suatu penelitian disebut

instrumen penelitian. Menurut Sugiyono (2015 : 148) instrumen penelitian

adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social

yang diamati. Fenomena dalam penelitian ini dinamakan variabel penelitian.

Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan observasi. Adapun

penjelasannya sebagai berikut :

3.1.7 Lembar tes Kemampuan Berhitung

Teknik tes digunakan untuk mengetahui nilai siswa setelah proses

pembelajaran berlangsung (Afandi, 2017 : 68). Tes yang digunakan adalah tes

uraian obyektif. Adapun tujuan dari tes dalam penelitian ini yaitu untuk

mengukur Kemampuan Berhitung siswa dalam perkalian. Tidak hanya

mengukur dengan nilai saja namun juga dapat dilihat dari indikator sebagai

berikut :

a. mampu menyelesaikan soal


b. mampu mengerjakan soal dan penyelesaiannya
c. mampu menjelaskan cara menyelesaikan soal menggunakan media
d. mampu mengenal hitungan 1 – 50
e. mampu mengaitkan dengan dunia nyata

Sebagai alat ukut maka instrumen tes harus memiliki syarat yang

layak untuk melakukan penelitian. Adapun alat ukur yang dapat digunakan

yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran

sehingga dapat memperoleh soal yang layak diuji cobakan dalam suatu

penelitian.

`
45

Berikut adalah penjelasan cara uji instrumen tes soal uji coba

penelitian.

a. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan

atau kesahihan suatu instrumen (Sundaya, 2016 : 59). Apabila suatu

instrumen dapat mengukur hal yang diinginkan dalam penelitian maka

penelitian tersebut dikatakan valid, selain itu penelitian dikatakan valid

apabila hasilnya dapat mengungkapkan dari variabel secara tepat. Pada uji

validitas dapat diukur dengan menggunakan rumus koofisien korelasi product

moment berikut rumus dari koofisien korelaku product moment.

(Sundayana, 2016 : 60)


Dimana :

= Koofisien korelasi

skor item butir soal

Jumlah skor total tiap soal

Jumlah responden

b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas instrumen penelitian adalah suatu alat yang

memberikan hasil yang tetap sama (konsisten, ajeg), hasil pengukuran

harus tetap sama (relatif sama) jika pengukurannya diberikan pada

`
46

subyek yang sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda, waktu

yang berlainan, dan tempat yang berbeda pula, tidak terpengaruh oleh

pelaku, situasi dan kondisi. Alat ukur yang reliabilitasnya tinggi disebut

alat ukur yang reliabel (Sundaya, 2016 : 69). Adapun pengujian uji

reliabilitas dapat menggunakan rumus sebagai berikut :


Rumus Spearman Brown

Dimana

= reliabilitas internal seluruh instrument

= korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua

Selanjutnya untuk mengukur koofisien reliabilitas yang dihasilkan

dapat menggunakan kriteria sebagai berikut :

Tabel 3.2. Klasifikasi Koofisien Reliabilitas

Koofisien Reliabilitas (r) Interprestasi


0,00 ≤ r < 0,20 Sangat Rendah
0,20 ≤ r < 0,40 Rendah
0,40 ≤ r < 0,60 Sedang/Cukup
0,60 ≤ r < 0,80 Tinggi
0,80 ≤ r < 1,00 Sangat tinggi

3.1.8 Daya Pembeda

`
47

Daya Pembeda (DP) soal adalah kemampuan suatu soal untuk dapat

membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dan siswa

yang bodoh (berkemampuan rendah) (Sundayana, 2016 : 76). Untuk mencari

daya pembeda tiap butir soal maka dapat menggunakan rumus sebagai

berikut:

DP =

Dimana
DP = Daya Pembeda
JBA = Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar

JBB = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar

JSA = Jumlah siswa kelompok atas


(Sundayana,2016:76)
Tabel 3.3. Koofisien Daya Pembeda

Koofisien Daya Pembeda Interprestasi

DP ≤ 0,00 Sangat jelek


0,00 < DP ≤ 0,20 Jelek
0,20 < DP ≤ 0,40 Cukup
0,40 < DP ≤ 0,70 Baik
0,70 < DP ≤ 1,00 Sangat baik

`
48

3.1.9 Taraf Kesukaran

Tingkat Kesukaran adalah keberadaan suatu butir soal apakah

dipandang sukar, sedang, atau mudah dalam mengerjakannya (Sundaya,

2016 : 76). Untuk mencari taraf kesukaran setiap butir soal dapat

menggunakan rumus sebagai berikut :

TK =

Dimana
TK = Tingkat Kesukaran
JBA = Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar
JBB = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar
JSA = Jumlah siswa kelompok atas
(Sundayana,2016:76)

Tabel 3.4. Klasifikasi Taraf Kesukaran

Rentang TK Kategori

TK = 0,00 Terlalu sukar


0,00 < TK ≤ 0,30 Sukar
0,30 < TK ≤ 0,70 Sedang/ cukup
0,70 < TK < 1,00 Mudah
TK = 1,00 Terlalu mudah

`
49

3.1.10 Lembar Observasi Kerjasama Tim

Instrumen lembar observasi pada penelitian ini yaitu dengan

menggunakan lembar Kerjasama Tim. Penilaian pada aspek kerjasama tim

dapat menggunakan skala 5 dengan skor maksimal 5, adapun cara menilai

kerjasama tim dengan memberikan cek (√) pada aspek lembar observasi.

Berikut merupakan tabel kisi – kisi lembar observasi kerjasama tim.

Tabel 3.5. Kisi – kisi Instrumen Kerjasama Tim

Jumlah
No Indikator Pertanyaan
Soal

1 Memiliki rasa tanggungjawab 1, 2, 3, 4 4

2 Menumbuhkan rasa partisipasi 5, 6, 7, 8 4


siswa dalam tim

3 Meningkatkan interaksi antar 9, 10, 11, 12 4


siswa dalam tim

4 Meningkatkan kerjasama tim 13, 14, 15, 16 4

5 Meningkatkan relasi antar siswa 17, 18, 19, 20 4


dalam tim

3.1.11 Lembar Studi Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah lalu (Sugiyono,

2015 : 29). Pada penelitian ini lembar studi dokumentasi menggunakan nilai

harian siswa pada mata pelajaran matematika yang sudah di ujikan

sebelumnya oleh guru kelas. Sebagaimana pembanding, pengaruh

pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI berbantuan media kartu

domino terhadap kemampuan berhitung.

`
50

3.1.12 Lembar Wawancara

Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar

informasi dan ide melalui Tanya Jawab, sehingga dapat dikonstrusikan makna

dalam sutau topik tertentu (Sugiyono, 2015 : 317). Manfaat menggunakan

instrumen wawancara yaitu sebagai pengumpulan data awal agar peneliti

menemukan permasalahan, dari permasalahan tersebut bisa dijadikan suatu

penelitian.

Penelitian melakukan wawancara dengan guru kelas II SDN Kalisari

1, wawancara dilakukan untuk mendapatkan data awal mengenai kondisi

awal di SDN Kalisari 1, selain itu permasalahan yang ada di SD tersebut.

Sehingga peneliti dapat menyimpulkan keadaan di SD Kalisari 1 selanjutnya

dijadikan sebagai bahan penelitian.

3.7 Teknik Analisis Data


Kegiatan analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan

variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari

seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan

perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan

untuk menguji hipotesis yang telah diujikan (Sugiyono, 2015 : 207). Adapun

teknik analisis data dalam eksperimen dapat menggunakan perhitungan secara

statistik.

`
51

3.7.1 Analisis Data Awal

Analisis data awal digunakan agar mengetahui kondisi awal kelas

sampel, data yang dianalisis oleh peneliti yaitu data nilai ulangan harian mata

pelajaran matematika yang sebelumnya sudah diujikan oleh guru kelas.

Pengambilan data dilakukan di dua kelas yang dijadikan sampel dalam

penelitian ini. Adapun analisis data dapat menggunakan uji normalitas.

Uji normalitas dilakukan agar mengetahui data yang hendak diteliti,

penggunaan uji normalitas untuk mengetahui sampel yang digunakan

berdistribusi normal atau tidak normal.

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan uji liliefoers, Uji ini

dapat digunakan pada diskrit yaitu data yang berbentuk sebaran tidak dalam

bentuk interval.

Langkah-langkah dari uji liliefors adalah sebagai berikut :

1) Menghitung nilai rata-rata dan simpangan bakunya


2) Susunlah data dari yang terkecil sampai data terbesar pada tabel
3) Mengubah nilai x pada nilai z dengan rumus

Z=

Dimana :
Z = Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal
X = Angka pada data
S = komulatif empiris
4) Menghitung luas z dengan menggunakan tabel z
5) Menentukan nilai proporsi data yang lebih kecil atau sama dengan

data tersebut
6) Menghitung selisih luas z dengan nilai proporsi
7) Menentukan luas maksimum ( dari langkah f

8) Menentukan luas tabel liliefors ); = (n-1)

`
52

9) Kriteria kenormalan: jika ≤ maka data berdistribusi

normal.
(Sundayana,2016:83)
3.7.2 Analisis Data Akhir

Data akhir yang dianalisis oleh peneliti berupa nilai tes Kemampuan

Berhitung Perkalian Dasar Matematika. Analisis data akhir digunakan untuk

menguji dari hipotesis, setelah sampel diberikan peerlakuan maka selanjutnya

ddiberikan tes akhir untuk memperoleh data. Kemudian peneliti melakukan

analisis data akhir. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan agar peneliti mengetahui data yang hendak

diteliti, penggunaan uji normalitas untuk mengetahui sampel yang

digunakan berdistribusi normal atau tidak normal.


Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan uji liliefoers, Uji ini

dapat digunakan pada diskrit yaitu data yang berbentuk sebaran tidaak

dalam bentuk interval.


Langkah-langkah dari uji liliefors adalah sebagai berikut :
1) Menghitung nilai rata-rata dan simpangan bakunya
2) Susunlah data dari yang terkecil sampai data terbesar pada tabel
3) Mengubah nilai x pada nilai z dengan rumus

Z=

Dimana :
Z = Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal
X = Angka pada data
S = komulatif empiris
1) Menghitung luas z dengan menggunakan tabel z
2) Menentukan nilai proporsi data yang lebih kecil atau sama dengan

data tersebut
3) Menghitung selisih luas z dengan nilai proporsi

`
53

4) Menentukan luas maksimum ( dari langkah f

5) Menentukan luas tabel liliefors ); = (n-1)

6) Kriteria kenormalan: jika ≤ maka data berdistribusi

normal.
(Sundayana,2016:83)

b. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui bahwa pengaruh

kerjasama tim pada pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung

perkalian dasar, dalam kelas eksperimen dengan langkah sebaagi berikut:


1) Uji Hipotesis 1
Persamaan Regresi digunakan untuk memprediksi seberapa

tinggi nilai variabel dependen dan variabel independen dimanipulasi,

uji hipotesis dapat menggunakan rumus regresi linier sederhana,

adapun rumus dari regresi linier sederhana adalah sebagai beriku :


= a+b X

(Sugiyono, 2015:262)
Dimana
= Nilai yang diprekdisikan

a = Konstanta atau bilangan harga X= 0


B = Koofisien regresi
X = Nilai Variabel Independen
Nilai a dan b dapat dicari dengan rumus

a=

b=

`
54

2) Uji Hipotesis 2
Untuk mengetahui besar pengaruh kerja sama tim pada model

pemebelajaran SAVI berbantu media kartu domino terhadap

kemampuan berhitung siswa materi perkalian dasar.


Adapun rumus persamaan yang digunakan adalah sebagai

berikut :

Dimana
R2 = Koefisien Determinasi
X = Kerjasama Tim
Y = Kemampuan Berhitung

`
55

3.8 Jadwal Penelitian


Perlunya rancangan jadwal kegiatan dalam melakukan penelitian didalam

jadwal penelitian berisi mengenai tindakan yang akan dilakukan, dan berapa lama

akan melakukan penelitian. Berikut rancangan jadwal penelitian.

Tabel 3.6. Jadwal Penelitian

Bulan
N
Kegiatan Jan Feb Mar Apr
o
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pengajuan judul X

2 Penyusunan X X
proposal

3 Perizinan penelitian X

4 Pengumpulan data

a. Pengambilan X
data

b. Pengelolaan X
data

c. Analisis data X

5 Penyusunan laporan X

`
56

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data Penelitian


Penelitian ini dimulai dari informasi disuatu sekolah dengan melakukan

pengamatan untuk mendapatkan masalah – masalah yang terdapat di sekolah

tersebut, kemudian peneliti mendapatkan data awal yang terdapat dalam

lampiran. Langkah selanjutnya melakukan uji coba tes soal yang dilakukan di

kelas III SDN Adirejo 1 Blora, dengan jumlah siswa sebanyak 41 uji tes

dberikan pada tanggal 24 Maret 2018, dengan jumlah 15 soal lalu

menentukan Validitas, Reabilitas, Daya Pembeda dan Taraf Kesukaran. Dari

hasil uji coba terdapat 10 soal yang dinyatakan valid, dengan demikian

peneliti mengambil 10 soal untuk dijadikan soal tes kemampuan berhitung

perkalian.
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018 yang

dilakukan di SDN Kalisari 1 Demak tahun ajaran 2018/ 2019. Peneliti

mengambil nilai ulangan harian matematika siswa yang kemudian akan diuji

normalitas data awal. Lalu melakukan pembelajaran dengan menggunakan

Model Pembelajaran SAVI berbantuan kartu domino. Kemudian pada akhir

pembelajaran dilaksanakan tes untuk mengetahui kemampuan berhitung

perkalian.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dengan

pertemuan yang kedua dan ketiga diberikan media kartu domino untuk

dimainkan secara kelompok, dan dilakukan observasi oleh 2 observer

dikegiatan pembelajaran yang ketiga. Dilakukannya observasi untuk

`
57

mendapatkan nilai observasi kerjasama tim. Dan dipertemuan terakhir

dilakukan uji test kemampuan berhitung untuk mendapatkan nilai akhir siswa.

Kegiatan pembelajaran dapat dilihat secara lengkap di lampiran 2. Berikut

deskripsi data awal disajikan dalam tabel 4. 1 sebagai berikut :


Tabel 4. 1 Data Awal Siswa

No Kriteria Data Data Awal Siswa


1. Jumlah Siswa 41
2. Skor Rata-rata 67,488
3. Simpangan Baku 15,585
4. Varian 242,91
5. Nilai Maksimal 100
6. Nilai Minimal 25
Pengolahan data awal menggunakan bantuan dari Microsoft excel, dari

pengolahan data tersebut jumlah siswa 41, skor rata – rata 67, 488, simpangan

baku 15, 585, varian 242, 91, nilai maksimal 100 dan nilai minimal 25. Nilai

pada data awal lebih lengkapnya bisa dilihat di lampiran 18. Kemudian untuk

hasil akhir akan dijelaskan dalam tabel 4. 2 sebagai berikut :


Tabel 4.2 Data Akhir Siswa

No Kriteria Data Data Akhir Siswa


1. Jumlah Siswa 41
2. Skor Rata-rata 75,122
3. Simpangan Baku 16,610
4. Varian 285,610
5. Nilai Maksimal 100
6. Nilai Minimal 40
Berdasarkan tabel 4. 2 diatas jadi jumlah siswa pada akhir berjumlah 41,

skor rata – rata yang diperoleh sebesar 75,122, simpangan baku sebesar

16,610, varian sebesar 285,610, nilai maksimal yang diperoleh 100, nilai

minimal yang diperoleh sebesar 40. Pengolahan Data Akhir menggunakan

bantuan Microsoft excel. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat didalam lampiran

19.

`
58

Nilai kerjasama tim siswa diperoleh dari lembar observasi yang telah

diisi oleh observer 1 dan 2 saat pertemuan ketiga dalam pembelajaran.

Pengambilan nilai observasi kerjasama tim bertujuan untuk mengetahui

apakah ada pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi

perkalian dasar. Hasil rekapirulasi observasi kerjasama tim dapat disajikan

sebagai berikut :

Tabel 4.3 Rekapitulasi Observasi


No Indikator Jumlah Presentase
1 Memiliki rasa tanggungjawab 579 70,610 %
2 Menumbuhkan rasa partisipasi siswa dalam tim 656 80 %
3 Meningkatkan interaksi antar siswa dalam tim 809 78,927 %
4 Meningkatkan kerjasama tim 642 78,293 %
5 Meningkatkan relasi antar siswa dalam tim 486 79,024 %
Jumlah 386,854
Presentase 77,371 %
Kriteria Baik

Berdasarkan tabel 4. 3 perhitungan bahwa lembar observasi tersebut

terdapat dalam kategori baik maka dapat disimpulkan kerjasama tim dengan

berbantuan media kartu domino tergolong dalam kategori baik. Penjelasan

lebih lanjut ada dalam lampiran 20.

4.2 Hasil Analisis Data Penelitian


Hasil penelitian yang sudah didapatkan menggambarkan hasil data

penelitian yang telah dilakukan. Data yang sudah diperoleh kemudian

dianalisis untuk mengetahui data yang sudah diperoleh serta menjawab dari

hipotesis yang ada. Berikut hasil analisis data instrumen tes, data awal, dan

data akhir.
1. Analisis Uji Coba Instrumen Tes

`
59

Instrumen tes yang digunakan adalah soal uji coba kemampuan berhitung

perkalian dasar dan kemudian dianalisis ke dalam uji validitas, uji reliabilitas,

daya pembeda dan taraf kesukaran, sehingga memperoleh soal tes yang layak

untuk dijadikan sebagai penelitian. Berikut penjelasannya.


a. Uji Validitas
Penggunaan Uji Validitas untuk mengetahui soa tersebut valid atau

tidak valid, uji validitas dapat menggunakan rumus korelasi product

moment. Dimana dalam penentuan soal dinyatakan valid jika >

. Berikut tabel 4. 4 dari analisis uji validitas.

Tabel 4.4 Uji Validitas Instrumen Soal Uji Coba

No soal thitung ttabel Ket


1 2.876 2,704 valid
2 5,367 2,704 valid
3 2,530 2,704 Tidak valid
4 0,780 2,704 Tidak valid
5 5,631 2,704 valid
6 0,418 2,704 Tidak valid
7 3,603 2,704 valid
8 3,223 2,704 valid
9 2,801 2,704 valid
10 1,379 2,704 Tidak valid
11 4,320 2,704 valid

`
60

12 2,320 2,704 Tidak valid


13 4,388 2,704 valid
14 3,489 2,704 valid
15 3,286 2,704 valid

Dari tabel 4. 4 Perhitungan Menggunakan bantuan Microsoft excel.

Maka dapat dijabarkan Soal yang diuji cobakan berjumlah 15 soal.

Dengan ttabel sebesar 2,704 dalam perhitungan excel ttabel dapat dicaridengan

rumus ttabel = tt(dk = n-2). Soal dikatakan valid jika nilai thitung >ttabel. Dari

perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil dari uji coba soal tes

dari 15 butir soal yang lebih besar dari 2,704 adalah 10 soal yaitu soal no

1, 2, 5, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 15 karena lebih besar dari ttabel (2,704) maka soal

tersebut dinyatakan valid. Jadi soal yang lebih kecil dari nilai ttabel

dinyatakan tidak valid yaitu 5 soal no 3, 4, 6, 10, 12. maka soal yang valid

berjumlah 10 soal, perhitungan lebih lengkapnya berada di lampiran 21.

b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah memberikan hasil yang sama meskipun diberikan

kepada orang yang berbeda. Dalam pengujian reliabilitias ini

menggunakan rumus Cronbach’s Alpha (α), dari perhitungan mendapatkan

hasil sebesar 0,710 maka soal ini termasuk kategori tinggi. Perhitungan

lebih lanjut terdapat pada lampiran 22.


2. Daya Pembeda
Pengujian daya pembeda digunakan untuk mengetahui siswa yang

berkemampuan baik dan siswa yang kurang berkemampuan baik. Dari 10

butir soal yang sudah dinyatakan valid terdapat soal yang cukup yaitu soal

nomor 7 dan terdapat 4 soal yang sangat jelak yaitu soal nomor 1, 6, 9, 14,

`
61

kemudian terdapat 10 soal berkategori jelek yaitu soal nomor 2, 3, 5, 8, 10,

11, 12, 13, 15. Lebih banjut bisa dilihat dalam lampiran 23.
Tabel 4.5 Rekapitulasi Daya Pembeda
Nomor soal DP Kriteria
1 0,000 Sangat jelek
2 0,091 Jelek
3 0,182 Jelek
4 -0,091 Jelek
5 0,273 Cukup
6 0,000 Sangat jelek
7 0,091 Jelek
8 0,182 Jelek
9 0,000 Sangat jelek
10 0,091 Jelek
11 -0.091 Jelek
12 0,091 Jelek
13 -0,182 Jelek
14 0,000 Sangat jelek
15 0,091 jelek

3. Taraf Kesukaran
Taraf kesukaran digunakan untuk menguji apakah soal tersebut mudah

apa terlalu mudah maupun terlau sulit. Soal yang baik yaitu soal yang

seimbang tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit. Dari 10 soal yang

valid terdapat 4 soal yang masuk kedalam kategori sedang yaitu soal nomor 5,

7, 13, dan 15. Yang lainnya masuk kedalam kategori mudah. Penjelasan lebih

lengkapnya berada dilampiran 24. Dan berikut tabel 4. 6 dari hasil taraf

kesukaran.

Tabel 4.6 Taraf Kesukaran


No Soal Taraf Kesukaran Keterangan
1 0,909 Mudah
2 0,773 Mudah
3 0,909 Mudah
4 0,864 Mudah
5 0,500 Sedang
6 0,909 Mudah
7 0,682 Sedang

`
62

8 0,818 Mudah
9 0,727 Mudah
10 0,773 Mudah
11 0,773 Mudah
12 0,955 Mudah
13 0,364 Sedang
14 0,818 Mudah
15 0,409 Sedang

Berdasarkan hasil dari uji coba soal Validitas, Reliabilitas, Daya Pembeda

dan Taraf Kesukaran, maka peneliti mengambil 10 soal untuk dijadikan soal

tes kemampun berhitung yaitu nomor 1, 2, 5, 7, 8, 9, 11, 13, 14 dan 15.

Kemudian pada soal 3, 4, 6, 10, dan 12 tidak digunakan karena soal tersebut

tidak valid. Berikut disajikan dalam tabel 4. 7.

`
63

Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Soal Uji Coba

No Validitas Reliabilitas Daya Taraf Ket


Soal Pembeda Kesukaran
1 Valid Sangat jelek Mudah Dipakai
2 Valid Jelek Mudah Dipakai
3 Tidak valid Jelek Mudah Tidak dipakai
4 Tidak valid Jelek Mudah Tidak dipakai
5 Valid Cukup Sedang Dipakai
6 Tidak valid Sangat jelek Mudah Tidak dipakai
7 Valid Tinggi Jelek Sedang Dipakai
8 Valid Jelek mudah Dipakai
9 Valid Sangat jelek Mudah Dipakai
10 Tidak valid Jelek Mudah Tidak dipakai
11 Valid Jelek Mudah Dipakai
12 Tidak valid Jelek Mudah Tidak dipakai
13 Valid Jelek Sedang Dipakai
14 Valid Sangat jelek Mudah Dipakai
15 valid jelek sedang dipakai

4. Analisis Data Awal


Data awal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai ulangan harian

matematika siswa kelas II SDN Kalisari 1. Adapun analisis data awal adalah

uji normalitas. Berikut adalah analisis uji data awal.


a. Uji Normalitas data awal
Uji normalitas data awal digunakan untuk mengetahui apakah data

tersebut berdistribusi normal atau tidak. Dengan menggunakan uji liliofors.

Berikut pemaparan hasil analisis uji normalitas data awal.


Tabel 4.8 Uji Normalitas Data Awal

No Kriteria data Uji Normalitas


1. Jumlah siswa 41
2. Skor rata-rata 67,49
3. Simpangan Baku 15,59
4. Lmaks 0,105
5. Ltabel (n-1) 0,140
Berdasarkan tabel 4. 8 Perhitungan uji normalitas menggunakan

Microsoft excel , perhitungan diperoleh skor rata – rata 67,49, simpangan

baku 15,59, Lmaks 0,105 dan Ltabel (n – 1) sebesar 0,140. Data dikatakan

normal apabila Lmaks < Ltabel. Dari kriteria tersebut dianalisis bahwa 0,105

`
64

< 0,140. Maka data tersebut berdistribusi normal. Lebih lanjut bisa dilihat

dalam lampiran 18.


5. Analisis Data Akhir
Data akhir yang digunakan berasal dari nilai tes kemampuan berhitung

siswa yang telah menerima pembelajaran dengan media kartu domino. Soal

yang diberikan telah melewati hasil uji coba instrument. Data akhir yang

digunakan yaitu normalitas data akhir dan uji hipotesis. Adapun

penjelasannya sebagai berikut.

a. Uji Normalitas Data Akhir

Normalitas data akhir diperoleh dari soal tes kemampuan berhitung

siswa, dari soal tersebut untuk mencari apakah soal tersebut berdistribusi

normal atau tidak. Untuk mencari normalitas menggunakan uji liliofors.

Penjelasannya sebagai berikut:

Tabel 4.9 Uji Normalitas Data Akhir

No Kriteria data Uji Normalitas


1. Jumlah siswa 41
2. Skor rata-rata 75,12
3. Simpangan Baku 16,90
4. Lmaks 0,137
5. Ltabel (n-1) 0,140

Berdasarkan Tabel 4.9 Perhitungan uji normalitas menggunakan

Microsoft excel, maka diperoleh skor rata-rata 75,12, simpangan baku

sebesar 16,90, Lmaks 0,137 dan Ltabel (n-1) sebesar 0,140. Data dikatakan

normal apabila Lmaks < Ltabel. Dari kriteria tersebut dapat dianalisis bahwa

0,137 < 0,140 maka data tersebut berdistribusi normal. Lebih jelasnya bisa

dilihat dalam lampiran 19.

b. Uji Hipotesis 1 : Uji Regresi Linier Sederhana

`
65

Uji regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui adakah

pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI berbantuan

media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi

perkalian. Dimana kerjasama tim akan menjadi variabel X

(mempengaruhi) dan Kemampuan berhitung perkalian menjadi

variabel Y (Dipengaruhi). Sifat korelasi variabel adalah x dan y

dikatakan berkolerasi positif (r > 0), jika nilai-nilai dari variabel x

bertambah maka nilai-nilai y akan bertambah besar pula. sedangkan

x dan y dikatakan berkolerasi negatife (r < 0 ), jika nilai-nilai dari

variabel x bertambah maka nilai-nilai y akan berkurang. Sedangkan x

dan y dikatakan tidak berkorelasi jika nilai r=0. Uji tersebut dapat

digunakan dengan rumus Y= a+bx Bedasarkan perhitungan pada

Microsoft excel terdapat Y= 2,554 + 1,004X artinya setiap

pembahasan satu satuan variabel bebas maka akan mengakibatkan

naiknya variabel terikat sebesar 1,004. Jadi jika ada kerjasama tim

maka akan mengakibatkan naiknya kemampuan berhitung perkalian

siswa. Dan perhitungan regresi dapat dilihat di lampiran 26.


c. Uji Hipotesis 2 : Uji Determinasi
Besar pengaruh kerja sama tim pada model pembelajaran

SAVI berbantu media kartu domino terhadap kemampuan

berhitung siswa materi perkalian dasar di kelas II SD N Kalisari 1

Demak dengan melihat nilai koefisien determinasi KD didapatkan

hasil sebesar 0,916 dengan demikian dapat diartikan bahwa kerja

sama tim dapat berpengaruh terhadap kemampuan berhitung

`
66

sebesar 91,6% dan dapat disimpulkan bahwa pengaruhnya besar.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada lampiran 26.

4.3 Hasil Penelitian


Berdasarkan hasil dan analisis penelitian pembelajaran dengan model

SAVI berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa

dan kerjasama tim maka diperoleh hasil sebagai berikut :

a. Pengaruh Kerjasama Tim pada model pembelajaran SAVI

Berbantuan Media Kartu Domino Terhadap Kemampuan Berhitung

materi Perkalian dasar.

Berdasarkan Hasil penelitian dan pengolahan data dengan bantuan

Microsoft excel, maka diperolah bahwa ada pengaruh kerjasama tim pada

model pembelajaran SAVI dengan berbantuan media kartu domino

terhadap kemampuan berhitung materi perkalian, hal ini dibuktikan

dengan tabel regresi yang menunjukan posisi positif dengan nilai regresi

Y= 2,554 +1,004X, artinya setiap pembahasan satu satuan variabel bebas

maka akan mengakibatkan naiknya variabel terikat sebesar 1,004, jadi

jika ada kerjasama tim maka akan mengakibatkan naiknya kemampuan

berhitung perkalian.
Hasil dari penelitian ini, memperkuat penelitian yang sebelumnya

sudah dilakukan oleh Khoirudin, M (2017) bahwa terdapat pengaruh

model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar matematika. Menurut

Aris Shoimin (2014) pembelajaran SAVI menekankan bahwa belajar

harus memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. Siswa harus

belajar dengan berbuat dan bergerak, belajar dengan berbicara dan

`
67

mendengar, belajar dengan mengamati dan menggambarkan, dan belajar

dengan memecahkan masalah dan berpikir. Dalam penjelasan tersebut

maksud dari penelitian ini yaitu bahwa dalam pembelajaran siswa tidak

terfokus kepada guru untuk memperoleh informasi, maka dalam hal ini

pembelajaran dengan model SAVI berbantuan kartu domino sanatlah

memberikan informasi kepada siswa. Kemudian dengan penyajian media

kartu domino maka siswa akan bekerjasama dalam sebuah tim untuk

belajar karena pembelajaran disajikan secara berbeda, tidak seperti

biasanya hanya dengan penjelasan dari guru. Hal ini memberikan

pengalaman baru bagi siswa yang sebelumnya tidak pernah siswa

dapatkan, hal ini menimbulkan kerjasama tim untuk belajar. Pemberian

media juga di sesuaikan dengan tingkatan siswa karena perkembangan

kognitif setiap siswa memiliki tahap-tahap tertentu, seperti halnya yang

dikemukakan oleh Piaget bahwa kemampuan intelektual anak

berkembang secara bertingkat atau bertahap, yaitu sensomotori (0-2

tahun), pra operasional (2-7 tahun), operasional konkret (7-11 tahun), dan

operasional ≥ 11 tahun (Muhsetya, G 2008:1.9). Berikut tabel 4.10 hasil

perhitungan Observasi Kerjasama Tim. Serta sajian dalam bentuk

diagram.

Tabel 4.10 Hasil Kerjasama Tim

No Indikator Persentase
1. Memiliki rasa tanggungjawab 70,610 %
2. Menumbuhkan rasa partisipasi siswa dalam tim 80 %
3. Meningkatkan interaksi antar siswa dalam tim 78,927 %
4. Meningkatkan kerjasama tim 78,293 %
5. Meningkatkan relasi antar siswa dalam tim 79,024 %

`
68

Berdasarkan tabel 4. 10 dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai yang

cukup tinggi dan rendah pada 5 indikatoor diatas yaitu pada indikator

nomor 2 senilai 80 %, dan terndah terdapat pada indikator nomor 1 yaitu

sebesar 70, 610 %. Kemudian disajikan ke dalam bentuk diagram

dibawah ini :

Gambar 4.1 Garfik Presentase Observasi Kerjasama Tim


b. Besar pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung

siswa materi perkalian dasar.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, Besar pengaruh dari

kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI berbantuan media kartu

domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi perkalian dasar adalah

sangat besar yaitu 91, 6 %. Dengan demikian pengaruh tersebut sangatlah

besar terhadap kemampuan berhitung siswa. Karena nilai yang didapat oleh

siswa lebih tinggi dari pada nilai yang belum diberikan tindakan. Dapat

dilihat juga ketika observer 1 dan observer 2 mengobservasi siswa, banyak

siswa yang antusias dan cepat menjawab ketika bermain kartu domino,

`
69

mereka dengan tanggap menjawab soal – soal yang ada di kartu domino.

Menurut Hestuaji (2014) Kartu Domino merupakan suatu media

pembelajaran yang dapat digunakan untuk menarik minat siswa dalam

pembelajaran matematika. Karena media pembelajaran sebagai media yang

membawa pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau

mengandung maksud pengajaran (Arsyad, 2009).

Tabel 4.11 Presentase Kemampuan Berhitung

No Indikator Presentase
1. Mampu menyelesaikan soal 89,024 %
2. Mampu mengerjakan soal dan penyelesaikan 90,244 %
3. Mampu menjelaskan cara menyelesaikan soal 71,545 %
menggunakan media
4. Mampu mengenal hitungan 1 - 50 73,171 %
5. Mampu mengaitkan dengan dunia nyata 65, 041

Grafik 4.2 Grafik Presentase Kemampuan Berhitung


Berdasarkan tabel 4. 11 maka dapat disimpulkan bahwa 5 indikator yang

memperoleh presentase terbesar adalah indikator nomor 2 dengan nilai

presentase sebesar 90,244 %, maka dalam mempresentasikan suatu

kemampuan berhitung diagram nilai siswa sangat baik.


Oleh karena ini pembelajaran yang baik yaitu pembelajaran yang mampu

memberikan kerjasama tim, dimana dengan adanya kerjasama tim akan

`
70

memberikan dampak yang positif bagi siswa, sebagai seorang guru harus

mampu menelaah bagaimana menentukan kerjasama tim maka penggunaan

media dan pendekatan pembelajaran sangat diperlukan. Dalam penelitian ini

menggunakan media kartu domino, salah satu tahap dari media kartu domino

yaitu melihat dimana dalam penelitian ini siswa bermain kartu domino

dengan kelompok, bukan dari guru hal ini menjadikan siswa untuk berfikir

lebih baik. Dengan penggunaan media kartu domino juga mempermudah

siswa dalam kemampuan berhitung perkalian. Kemudian hasil dari percobaan

dapat sampaikan, sesuai dengan bahasa sendiri maka hal ini mempermudah

kemampuan berhitung perkalian.


Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sangat besar

pengaruh kerjasama tim pada model pembelajaran SAVI berbantuan media

kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa materi perkalian dasar

adalah sebesar 91, 6 %.

`
BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

5.1 Simpulan 

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Terdapat   pengaruh   kerjasama   tim   pada   pembelajaran   dengan

berbantuan   media   kartu   domino  terhadap   kemampuan   berhitung

perkalian matematika siswa.   dengan nilai regresi Y= 2,554 + 1,004,

jadi jika ada kerjasama tim akan mengakibatakan naiknya Kemampuan

berhitung perkalian matematika.  
2. Besar   pengaruh   kerjasama   tim   pada   model   pembelajaran   SAVI

berbantuan media kartu domino terhadap kemampuan berhitung siswa

materi perkalian dasar adalah 91, 6 %. Dengan demikian pengaruhnya

besar.

5.2 Implikasi

Dengan diketahui berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka

diperoleh bahwa model pembelajaran SAVI berbantuan media kartu domino

terhadap  kerjasama   tim   dan   kemampuan   berhitung   di   SD   N   Kalisari   1,

71
72

dapat   dijadikan   acuan   bahwa   kemampuan   berhitung   dan   kerjasama   tim

dipengaruhi oleh media kartu domino. 

5.3 Saran 

Berdasarkan penelitian pembelajaran dengan model SAVI berbantuan

media kartu domino terhadap kerjasama tim dan kemampuan berhitung sisw

kelas II SD N Kalisari 1 Demak dapat disarankan sebagi berikut :

1.   Guru   hendaknya   menggunakan   model   pembelajaran   SAVI

berbantuan media kartu domino karena mempengaruhi kerjasama tim

dan   kemmapuan   berhitung   siswa.   Serta   siswa   lebih   paham   dengan

media dari pada dengan penjelasan guru secara langsung.

2. Guru  sebaiknya  sering­sering menggunakan media dan model dalam

pembelajaran,  karena dengan menggunakan  media  nilai matematika

siswa menjadi optimal dan memenuhi ketuntasan belajar. 

`
73

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, M. (2017). Teori & Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Semarang :


Unissula Press.

Amir, A. (2014) “Pembelajaran Matematika SD dengan Menggunakan Media


Manipulatif”. Forum Paedagogik. 6, (1), 72 – 89.

Ayu, G, dkk. (2015). “Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Konstektual


Berbantuan Media Gambar Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA
pada Siswa Kelas VI SLB Negeri Gianyar”. E-jurnal Program
Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Progam Studi Penelitian dan
Evaluasi Pendidikan. 5, (1), 1 – 10.

Bachtiar, (2004). “Pengaruh Kerjasama Tim dan Kreativitas Terhadap Kinerja


Karyawan UD. AgroInti Sejahtera jember” . Jurnal Riset Manajemen. 113
– 125.

Daff, R. L. (2003). “Analisis Hubungan Kerjasama Tim Untuk Meningkatkan


Efisiensi Kerja pada PT Mitha Samudera Wijaya Medan”. Jurnal
Departemen Manajemen. 1 – 15.

Dyer. (1985). “The Relationship Between Teamwork and Organizational Trust”.


Inteernational journal of Research in Business and Social Science. 4. (1).
133 – 149.

Gaspersz, V. (2001). “Pengaruh Komunikasi, Motivasi dan Kerjasama Tim


Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan”. Jurnal Manajemen &
Kewirausahaan. 5. (1). 47 – 52.

Hestuaji. (2014). “Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Domino untuk


Memotivasi Santri di Masjid Al Muhajirin Banyuajuh dalam Mengerjakan

`
74

Soal Matematika”. Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika. 3, (2),


26 - 30.

Husdarto, J. S. (2012). Model Pembelajaran Langsung dalam Pendidikan


Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Istinganah, T. (2015). Perbedaan Keterampilan Operasi Hitung Perkalian Antara


Kelas yang Menggunakan Kartu Domino Perkalian dan Permainan Tali
Pass pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Negeri Gedongkiwo Yogyakarta.
Skripsi pada FKIP UNY Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

Khirudin, M. (2017). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Somatis


Auditori Visual Intelektual (SAVI) Terhadap Hasil Belajar Matematika
Kelas IV SDN 3 Metro Pusat. Skripsi pada FKIP Universitas Lampung
Bandar Lampung: Tidak Diterbitkan.

Linda, N. A. (2015). “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match


untuk Meningkatkan Hasil Beelajar Siswa Kelas X Jasa Boga pada
Kompeteni Dasar Potongan Bahan Makanan di SMK Negeri 1 Cerme
Gresik”. E-journal Boga. 4, (1), 143 – 152.

Meier, D. (2002). “Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somats, Auditori,


Visual, Intelektual) Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini”. Jurnal Anak
Usia Dini. 1 – 15.

Mikarsa, H. L, dkk. (2007). “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe


TGT Berbantuan Kartu Domino untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas IV”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 1 –
10.

Muhsetyo, G. (2008). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta : Universitas


Terbuka.

Mulyasa. (2006). “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT


Berbantuan Kartu Domino untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Siswa Kelas IV”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 1 – 10.

Poernomo, E. (2006). “Pengaruh Kreativitas dan Kerjasama Tim terhadap


Kinerja Pendamping UPPKH (Unit Pelaksana Program Keluarga
Harapan) Kabupaten Sampang”. Jurnal Neo – Bis. 9. (2). 53 – 65.

`
75

Ramadhan, N. Dan Jafar. S. (2014). “Pengaruh Employee Engagement Terhadap


Kinerja Karyawan Di Human Capital Center Pt. Telekomunikasi
Indinesia, TBK”. Jurnal Manajemen Indonesia. 14. (1). 47 – 58.

Robbins, S. P. dan Timothy A. J. (2008). Analisis Hubungan Kerjasama Tim


Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada PT Mitha Samudera Wijaya
Medan”. Jurnal Deoartemen Manajemen. 1 – 15.

Ruseno, R. (2011). Pengaruh Media Kartu Domino Untuk Meningkatkan


Keterampilan Berhitung Pecahatan Siswa Kelas III SDN 2 Kalangan
Klaten Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Skripsi pada FKIP Universitas
Sebelas Maret Surakarta: Tidak Diterbitkan.

Rusman. (201)2. “Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somats, Auditori,


Visual, Intelektual) Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini”. Jurnal Anak
Usia Dini. 1 – 15.

Sari, R. D. A. (2011). Penerapan Pendekatan SAVI (Somatis, Auditori, Visuak,


dan Intelektual) Untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Pemahaman
Konsep Matematis Siswa Kelas VIII B SMP N 3 Depok Yogyakarta Tahun
Pelajaran 2010/ 2011. Skripsi pada FKIP UNY Yogyakarta: Tidak
Diterbitkan.

Sedanayasa, G. (2010). “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT


Berbantuan Kartu Domino untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Siswa Kelas IV”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 1 – 10.

Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.


Yogyakarta : Ar – Ruzz Media.

Sidjabat, B. S. (2008). “Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somats, Auditori,


Visual, Intelektual) Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini”. Jurnal Anak
Usia Dini. 1 – 15.

Sopiah, (2008). “Analisis Hubungan Kerjasama Tim Untuk Meningkatkan


Efisiensi Kerja pada PT Mitha Samudera Wijaya Medan”. Jurnal
Deoartemen Manajemen. 1 – 15.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sundayana, R. (2016). Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.

`
76

Suprayogi. (2011). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Semarang : Widya


Karya

Suwatra, I. W, dkk. (2007). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe


TGT Berbantuan Kartu Domino untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas IV”. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 1 –
10.

Tenner, A. R. dan Detoro, I. J. (1992). “Pengaruh Komunikasi, Motivasi dan


Kerjasama Tim Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan”. Jurnal
Manajemen & Kewirausahaan. 5. (1). 47 – 52.

Wilis, D. R. (2011). Teori – Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.

Winataputra, U, dkk. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:


Universitas Terbuka.

`
77

LAMPIRAN

`
78

Lampiran 1 Silabus

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SDN Kalisari 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : II/ II
Standar Kompetensi : 3. Melakukan perkalian dan pembagian sampai dua angka
Pembelajaran Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Indikator Penilaian Alokasi Sumber/ Bahan
Pembelajaran Pembelajaran Waktu Alat
Pembelajaran melakukan perkalian Operasi hitung Arti perkalian Mengenal perkalian Tes lisan, tertulis 70 menit Buku tematik kelas
ke 1 bilangan yang hasilnya perkalian dan sebagai sebagai penjumlahan dan tugas 2, pengembangan
bilangan dua angka pembagian penjumlahan berulang guru, dan gambar –
berulang gambar.
Pembelajan ke melakukan perkalian Operasi hitung Menyebutkan Menyelesaikan Tes lisan, tertulis 70 menit Buku tematik kelas
2 bilangan yang hasilnya perkalian dan masalah sehari – permasalahan sehari- dan tugas 2, pengembangan
bilangan dua angka pembagian hari yang hari yang berkaitan guru, dan gambar –
berkaitan dengan dengan perkalian gambar.
perkalian bilangan yang
hasilnya bilangan
dua angka
Pembelajaran 3.1. melakukan Operasi hitung menyelesaikan Mengingat pakta Tes lisan, tertulis 70 menit Buku tematik kelas
ke 3 perkalian bilangan perkalian dan permasalahan perkalian sampai 5 X dan tugas 2, pengembangan
yang hasilnya bilangan pembagian mengenai 10 guru, dan gambar –
dua angka perkalian sampai gambar.
5 X 10
Pembelajaran 3.1. melakukan Operasi hitung Arti perkalian Mengenal perkalian Tes lisan, tertulis 70 menit Buku tematik kelas
ke 4 perkalian bilangan perkalian dan sebagai sebagai penjumlahan dan tugas 2, pengembangan
yang hasilnya bilangan pembagian penjumlahan berulang guru, dan gambar –
dua angka berulang Menyelesaikan gambar

`
79

Menyebutkan permasalahan sehari-


masalah sehari – hari yang berkaitan
hari yang dengan perkalian
berkaitan dengan bilangan yang
perkalian hasilnya bilangan
menyelesaikan dua angka
permasalahan Mengingat pakta
mengenai perkalian 5 x 10
perkalian sampai
5 X 10

`
80

Lampiran 2 RPP

RPP 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 1 Kalisari


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : 2 / II
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi :
3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka
B. Kompetensi Dasar :
3. 1. Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka
C. Indikator
1. Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menghitung perkalian dan penjumlahan berulang
dengan benar
E. Karakter siswa yang diharapkan
Tekun, disipllin, jujur dan kerjasama
F. Materi Ajar
Perkalian Bilangan
Perkalian merupakan penjulahan berulang.
G. Model dan Metode Pembelajaran
Model SAVI dan metode ceramah serta tanya jawab.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Kegiatan Awal 1. Ketua kelas memimpin peserta didik yang 10 menit
lain untuk membaca doa dan memberi salam
kepada guru
2. Guru mengecek kehadiran siswa
3. Peserta didik dikondisikan pada situasi

`
81

belajar
4. Peserta didik diberi motivasi agar siap
menghadapi proses belajar, dengan diberi
yel “anak pintar” apabila guru mengucapkan
“anak pintar” semua peserta didik
mengucapkan “SIAP” sambil kedua
tangannya dilipat diatas meja.
5. Peserta didik diberitahukan tujuan
pembelajaran yang aka di capai
6. Peserta didik diberi pertanyaan yang
mengaitkan pengetauan materi. Contoh :
siapa yang bisa melakukan penjumlahan
ulang?
Kegiatan inti Elaborasi 50 menit
1. Salah seorangg peserta didik diminta untuk
maju mengambil sekelompok gambar hewan
(ayam) dan menyuruh mengelompokkan dua
– dua. Peserta didik sudah melakukan
Somatic (belajar dengan berbuat dan
bergerak)
2. Peserta didik yang lain diminta untuk
menjelaskan penjumlahan berulang dari
gambar yang dikelompokkan menjadi
konsep perkalian. Dalam hal ini peserta
didik telah melakukan belajar dengan
berbicara dan mendengar (Auditory)
3. Salah seorang peserta didik yang lain
diminta untuk maju dan mengambil
sekelompok gambar tumbuhan tiga – tiga
sambil siswa tersebut disuruh menjelaskan
menjadi penjumlahan berulang. Peserta
didik telah melakukan pembelajaran SAVI,
karena telah menggunakan seluruh alat indra
yang siswa miliki.
Eksplorasi
1. Peserta didik yang lain diberi kesempatan
untuk mengusulkan penjumlahan berulang
dengan bilangan yang lain, kemudian diajak
menghitung bersama menjadi perkalian.
Pembelajaran ini telah memanfaatkan
seluruh alat indranya dengan kata lain model
pembelajaran SAVI telah digunakan tanpa
mereka sadari.
2. Peserta didik diberi penjelasan guru apabila
ada yang belum mengerti
3. Peserta didik diberi lembar evaluasi dan
mengerjakannya sendiri dengan jujur tidak
boleh menyontek.
Konfirmasi
1. Peserta didik diberikan kata kata pujian telah

`
82

berpartiispasi aktif selama pembelajaran


2. Peserta didik melakukan refleksi dengan
diingatkan kembali kegiatan – kegiatan
selama pembelajaran berlangsung untuk
menggali pengalaman belajar yang telah
dilakukan. Pembelajaran disini telah
melakukan pembelajaran SAVI tanpa
disadari
3. Peserta didik yang kurang berpartisipasi
aktif diberi motivasi
Kegiatan akhir 1. Peserta didik beserta guru membuat 10 menit
kesimpulan dari materi yang telah dipelajari
2. Guru mengakhiri pembelajaran
3. Guru bersama peserta didik berdoa bersama
4. Guru mengucapkan salam

I. Alat / Media dan Sumber Belajar


Alat / Media : Gambar binatang (Semut, dll)
Sumber : Amin Mustoha, dkk. Senang Matematika untuk SD/MI
Kelas 2.(2008).Jakarta:Pusat Perbukuan
J. Penilaian
Bentuk penilaian : Tertulis

Demak, Maret 2018


Guru Kelas II Mengetahui.
Kepala Sekolah SD N Kalisari 1

Warti, S.Pd Suriban, S.Pd


NIP.19640716 199032006 NIP. 19620421 198405 1003

`
83

LAMPIRAN 1
MATERI AJAR

}
Banyak Ayam 3 + 3 + 3 +

Atau Atau 3 = 12

4 x 3 = 12

SAMA

Banyak Ayam 4 + 4
+ 4 = 12
Atau Atau

3 3 x 4 = 12

Perhatikanlah banyak ayam di atas, sama bukan ?


Jadi 4 x 3 = 3 x 4

LAMPIRAN 2
SOAL EVALUASI

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar !

1.

........ + ......... + ........... = 3 x .... = .....

2.

`
84

........ + ......... + ........... = 3 x .... = .....


3.

........ + ......... + ........... = 3 x .... = .....


4.

........ + ......... + ........... = 3 x .... = .....

5.

....... + ..... + ..... + ..... +..... + ...... = .... x .... = ......

`
85

LAMPIRAN 2
Kunci Jawaban

1. 4 + 4 + 4 = 3 x 4 = 12
2. 2 + 2 + 2 + 2 = 4 x 2 = 8
3. 5 + 5 + 5 = 3 x 5 = 15
4. 7 + 7 + 7 + 7 = 4 x 7 = 28
5. 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 6 x 3 = 18

Kriteria penilaian:
1 soal benar diberi skor 10
Benar semua = 10 x 10 = 100

`
86

RPP 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 1 Kalisari


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : II/ II
Alokasi Waktu: 2 x 35 menit (1 pertemuan)

A. Standar Kompetensi
3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

B. Kompetensi Dasar
3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

C. Indikator
3.1.2 Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

D. Tujuan Pembelajaran

`
87

1. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyelesaikan permasalahan


sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian yang hasilnya bilangan dua
angka.

E. Materi Pokok
Perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

F. Model dan Metode Pembelajaran


Model Pembelajaran : SAVI
Metode Pembelajaran :
 Kerjasama
 Diskusi
 Tanya Jawab
 Penugasan

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Kegiatan Awal 1. Guru mengucapkan salam dan menanyakan 10
kabar siswa menit
2. Guru meminta salah satu siswa memimpin
doa sebelum belajar
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
pada siswa mengenai pembelajaran yang
telah lalu: “Siapa yang bisa melakukan
penjumlahan berulang? Coba, berapa 2+2+2?
Berapa 4+4+4+4?
5. Guru mengaitkan apersepsi dengan materi
yang akan dipelajari siswa yaitu tentang
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan
dua angka
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini
7. Guru membuat kelompok dalam
pembelajaran
Kegiatan Inti Elaborasi 50
1. Guru menjelaskan pada siswa bahwa menit
penjumlahan berulang disebut perkalian
2. Guru menceritakan sebuah permasalahan
sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian
dengan soal cerita
3. guru menjelaskan soal cerita tersebut
4. guru menjelaskan kartu domino itu
permainan apa, dan dapat dimainkan dalam
pembelajaran matematika dengan materi

`
88

perkalian.
Eksplorasi
1. siswa mengamati soal yang telah diberikan
oleh guru
2. siswa mengerjakan soal yang telah diberikan
kemudian membandingkan hasil
pekerjaannya sendiri dengan hasil pekerjaan
temannya
3. guru menunjuk siswa untuk maju kedepan
dan mengerjakan di depan. Dalam
pembelajaran ini tanpa disadari anak telah
mampu menerapkan pembelajaran SAVI.
Karena anak berbuat bergerak belajar dengan
berbicara dan mendengar dan belajar
mengamati dan menggambarkan dan
memecahkan masalah.
4. siswa diberikan media kartu domino untuk
dimainkan bersama kelompoknya. Bermain
kartu domino mengasah otak anak dengan hal
ini pembelajaran SAVI dapat terlaksana
dengan baik.
5. siswa diberikan soal evaluasi (Auditory,
Visualization, Intelectually)
6. siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya
di depan kelas (Intelectually)
Konfirmasi
1. guru memberikan penguatan
2. guru memberi reward kepada siswa yang
dapat menjawab soal kuis dengan benar
secara eseluruhan
3. guru melakukan tanya jawab kepada
beberapa siswa untuk mengecek pemahaman
siswa

Kegiatan 1. penilaian 10
Penutup 2. membuat kesimpulan dari materi yang menit
disampaikan
3. guru mengakhiri pembelajaran
4. guru bersama siswa berdoa
5. guru mengucapakan salam ebagai tanda
berakhirnya pembelajaran

H. Alat/ Bahan dan Sumber Belajar


Media/ Alat : kartu domino
Sumber Belajar : Buku Paket Matematika Kelas II SD/ MI

`
89

I. Penilaian
Bentuk penilaian : tertulis

Demak, Maret 2018


Guru Kelas II Mengetahui.
Kepala Sekolah SD N Kalisari 1

Warti, S.Pd Suriban, S.Pd


NIP.19640716 199032006 NIP. 19620421 198405 1003

LAMPIRAN 1
MATERI AJAR

Perkalian merupakan penjumlahan berulang yang dilakukan terhadap suatu


bilangan. Perkalian bisa dilakukan dengan menggunakan benda – benda yang ada
disekitar anak, seperti benda bermain anak yang dekat dengan kehidupan anak.
Hal ini dapat diterapkan dengan soal cerita.

Arti Perkalian
Perkalian termasuk bagian yang terpenting. Marilah kita belajar perkalian.
Di halaman ada 4 ekor ayam. Berapa kaki seekor ayam? Berapa banyak kaki 4
ekor ayam?

Banyak kaki 4 ekor ayam


2 + 2 + 2 + 2 = ...
Banyak kaki 4 ekor ayam
4 x 2 = 2 + 2 + 2 + 2 = ....

`
90

Perkalian merupakan penjumlahan berulang

LAMPIRAN 2
SOAL EVALUASI

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar !

1. Andi membawa roti tawar sebanyak 3 bungkus. Setiap 1 bungkus berisi


10 lapis. Berapa lapis roti yang dimiliki andi saat ini?
2. Siti pergi ke pasar membeli ikan sebanyak 4 kantong plastik. Setiap
kantong plastik berisi 5 ikan. Berapakah jumlah ikan yang diterima oleh
siti?
3. Paman memiliki 6 kandang bebek. Setiap kandang berisi 9 ekor bebek.
Berapa jumlah bebek yang paman miliki?
4. Kakak membeli 1 lusin gelas di pasar untuk dijadikan hadiah kepada
ibunya. 1 lusin berisikan 12. Jadi berapakah jumlah gelas kakak?
5. Inem memiliki 9 kotak kentang. 1 kotak berisi 8 kentang. Berapakah
jumlah kentang inem?

`
91

LAMPIRAN 3
KUNCI JAWABAN KUIS

1. 1 bungkus = 10 lapis
3 x 10 = 30 lapis
Jadi Jumlah roti andi adalah 30 lapis
2. I kantong = 5 ikan
4 x 5 = 20 ikan
Jadi Jumlah ikan siti adalah 20 ikan
3. I kandang = 9 bebek
6 x 9 = 45 bebek
Jadi jumlah bebek paman adalah 45 ekor
4. 1 lusin = 12 gelas
1 x 12 = 12 gelas
Jadi jumlah gelas kakak adaah 12 buah
5. I kotak = 8 kentang
9 x 8 = 72 kentang
Jadi jumlah kentang inem sebanyak 72 buah

Kriteria Penilaian :
1 soal jika benar mendapatkan nilai 20
Jika ada cara dan hasilnya salah nilai 15
Jika ada cara saja 10
Jika isinya saja 5
Jika tidak diberi jawaban 0
Jumlah skor benar = 100

`
92

RPP 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 1 Kalisari


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : II/ II
Alokasi Waktu: 2 x 35 menit (1 pertemuan)

A. Standar Kompetensi
3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

B. Kompetensi Dasar
3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

C. Indikator
3.1.3 Mengingat pakta perkalian sampai 5 X 10

D. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyelesaikan permasalahan
mengenai perkalian sampai 5 X 10

E. Materi Pokok
Perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

F. Model dan Metode Pembelajaran


Model Pembelajaran : SAVI
Metode Pembelajaran :
 Kerjasama
 Diskusi
 Tanya Jawab
 Penugasan

`
93

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Kegiatan Awal 1. Guru mengucapkan salam dan menanyakan 10
kabar siswa menit
2. Guru meminta salah satu siswa memimpin
doa sebelum belajar
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
pada siswa dengan pembelajaran yang
sebelumnya: “Siapa yang bisa melakukan
penjumlahan berulang? Coba, berapa 2+2+2?
Berapa 4+4+4+4?
5. Guru mengaitkan apersepsi dengan materi
yang akan dipelajari siswa yaitu tentang
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan
dua angka
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini
7. Guru membagi kelompok dalam
pembelajaran
Kegiatan Inti Elaborasi 50
1. Guru menjelaskan pada siswa bahwa menit
penjumlahan berulang disebut perkalian
2. Guru menceritakan sebuah permasalahan
mengenai perkalian sampai 5 x 10
3. guru memberikan soal mengenai perkalian
yang ditulis ke dalam papan tulis
4. guru menyampaikan bahwa pembelajaran
yang dilakukan akan menggunakan media
kartu domino lagi
Eksplorasi
7. siswa mengamati soal yang telah diberikan
oleh guru
8. siswa mengerjakan soal (intelectually dan
Somatic) yang telah diberikan kemudian
membandingkan hasil pekerjaannya sendiri
dengan hasil pekerjaan temannya (Auditory
dan Visualization)
9. guru menunjuk siswa untuk maju kedepan
dan mengerjakan di depan. Dengan menunjuk
siswa dan menyuruh mengerjakan disini
proses pembelajaran dengan model SAVI
telah terlaksana)
10. guru membagikan media kartu domino
kepada setiap kelompok untuk dimainkan.

`
94

Dengan bermain kartu domino tanpa


disengaja siswa telah menggunakan seluruh
alat indranya dengan baik (SAVI)
11. siswa diberikan soal evaluasi (Somatic,
Auditory, visualization, Intelectually)
12. siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya
di depan kelas
Konfirmasi
4. guru memberikan penguatan
5. guru melakukan tanya jawab kepada
beberapa siswa untuk mengecek pemahaman
siswa

Kegiatan 6. penilaian 10
Penutup 7. membuat kesimpulan dari materi yang menit
disampaikan
8. guru mengakhiri pembelajaran
9. guru bersama siswa berdoa
10. guru mengucapakan salam ebagai tanda
berakhirnya pembelajaran

H. Alat/ Bahan dan Sumber Belajar


Media/ Alat : Kartu domino
Sumber Belajar : Buku Paket Matematika Kelas II SD/ MI

I. Penilaian
Tertulis

Demak, Maret 2018


Guru Kelas II Mengetahui.
Kepala Sekolah SD N Kalisari 1

Warti, S.Pd Suriban, S.Pd


NIP.19640716 199032006 NIP. 19620421 198405 1003

`
95

LAMPIRAN 1
MATERI AJAR

Ibu memiliki 2 kotak kue yang diismpan di atas meja. Masing – masing otak
berisi 6 buah kue. Bagaimana cara yang paling mudah untuk menghitung
jumlah semua kue? Agar lebih mudah, mari kita gunakan cara perkalian.

CAKE

CAKE CAKE

Jadi, 2 kotak = 6 + 6
= 12 kue

`
96

Bentuk penilainnya :

2 x 6 = 12

Banyak Kotak Jumlah Kue dalam


Kue 1 kotak

Jadi banyak kue seluruhnya 12.

`
97

LAMPIRAN 2
SOAL EVALUASI

Isilah identitas anda sebelum mengerjakan soal !

NAMA :

KELAS :

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan baik dan jujur !!

1. 5 x 10 = ...
2. 4 x 9 = ...
3. 5 x 8 = ...
4. 3 x 8 = ...
5. 2 x 5 = ...
6. 1 x 10 = ...
7. 5 x 6 = ...
8. 4 x 3 = ...
9. 2 x 8 = ...
10. 5 x 7 = ...

LAMPIRAN 3
KUNCI JAWABAN

1. 50

`
98

2. 36
3. 40
4. 24
5. 10
6. 10
7. 30
8. 12
9. 16
10. 35

Kriteria Penilaian
1 soal benar diberi skor 10
Benar semua = 10 x 10 = 100

`
99

RPP 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SDN 1 Kalisari


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : II/ II
Alokasi Waktu: 2 x 35 menit (1 pertemuan)

A. Standar Kompetensi
3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

B. Kompetensi Dasar
3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka

C. Indikator
3.1.1 Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang
3.1.2 Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka
3.1.3 Mengingat pakta perkalian sampai 5 X 10

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menghitung perkalian dan penjumlahan berulang
dengan benar
2. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-
hari yang berkaitan dengan perkalian yang hasilnya bilangan dua angka.
3. Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyelesaikan permasalahan
mengenai perkalian sampai 5 X 10

E. Materi Pokok
Perkalian bilangan

F. Model dan Metode Pembelajaran


Model Pembelajaran : Tanya Jawab
Metode Pembelajaran :
 Diskusi
 Tanya Jawab

G. Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran

`
100

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Kegiatan Awal 1. Guru mengucapkan salam dan menanyakan 10
kabar siswa menit
2. Guru meminta salah satu siswa memimpin
doa sebelum belajar
3. Guru mengecek kehadiran siswa
4. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
pada siswa: “Siapa yang bisa melakukan
penjumlahan berulang? Coba, berapa
2+2+2? Berapa 4+4+4+4?
5. Guru bercerita dengan masalah kehidupan
seharai hari yang bersangkutan dengan
perkalian
6. Guru mengaitkan apersepsi dengan materi
yang akan dipelajari siswa yaitu tentang
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan
dua angka sampai 50
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini
Kegiatan Inti Elaborasi 50
1. Guru menjelaskan pada siswa bahwa menit
penjumlahan berulang disebut perkalian
2. Guru menceritakan sebuah permasalahan
mengenai perkalian sampai 5 x 10
3. Guru memberikan soal mengenai perkalian
dalam kehidupan sehari – hari
Eksplorasi
4. siswa diberikan soal evaluasi atau lembar
test
5. siswa mengumpulkan hasil pekerjaan
Konfirmasi
6. guru memberikan penguatan
7. guru memberi apresiasi kepada siswa siswi
karena telah berperan aktif dalam
pembelajaran
8. guru melakukan tanya jawab kepada
beberapa siswa untuk mengecek pemahaman
siswa
Kegiatan Penutup 9. penilaian 10
10. membuat kesimpulan dari materi yang menit
disampaikan
11. guru mengakhiri pembelajaran pada hari ini
12. guru bersama siswa berdoa bersama - sama

`
101

13. guru mengucapakan salam sebagai tanda


berakhirnya pembelajaran

H. Alat/ Bahan dan Sumber Belajar

Media/ Alat :

Sumber Belajar : Buku Pakett Matematika Kelas II SD/ MI

I. Penilaian
Tertulis

Demak, Maret 2018


Guru Kelas II Mengetahui.
Kepala Sekolah SD N Kalisari 1

Warti, S.Pd Suriban, S.Pd


NIP.19640716 199032006 NIP. 19620421 198405 1003

LAMPIRAN 1

LEMBAR TEST KEMAMPUAN BERHITUNG

NAMA :

KELAS :

`
102

Tata Cara Menjawab Soal!!!

1. Isilah identitas pada lembar yang tersedia


2. Periksa dan bacalah soal sebelum menjawabnya
3. Tanyakan kepada penguji bila terdapat soal yang kurang jelas, rusak atau
tidak lengkap
4. Periksa jawaban anda sebelum diberikan kepada penguji

Jawablah Soal – soal dibawah ini dengan baik dan benar serta jujur!!

1. 7 x 6 = ...
Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 36
b. 45
c. 42
2. 8 x 6 = ...
Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 48
b. 47
c. 46

3. 4 x ...= 60
Angka yang tepat untuk mengisi titik – titik di atas adalah...
a. 14
b. 15
c. 16
4. 3 x 5 = 15
Jika ditulis dalam operasi penjumlahan adalah...
a. 3 + 5
b. 3 + 3 + 5 + 5
c. 5 + 5 + 5
5. 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = ...x...=...
Titik – titik di atas yang tepat adalah...
a. 6 x 4 = 24
b. 4 x 5 = 20
c. 6 x 5 = 30
6. Semua bilangan yang dikali dengan angka 1, maka hasilnya adalah...
a. Dua kali lipat
b. Bilangan itu sendiri
c. Tiga kali lipat
7. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 40 adalah...

`
103

a. 5 x 8
b. 8 x 8
c. 7 x 5
8. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 36 adalah...
a. 4 x 9
b. 6 x 6
c. 7 x 3
9. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 25 adalah...
a. 5 x 5
b. 4 x 5
c. 5 x 6
10. 6 x 8 = ...
a. 40
b. 48
c. 72
11. 7 x 7 =...
a. 49
b. 50
c. 45
12. 10 x 5 =...
a. 500
b. 50
c. 5
13. Adi memiliki 3 botol kelereng. Setiap 1 botol berisi 10 kelereng.
Jumlah seluruh kelereng adi adalah...
a. 10
b. 20
c. 30
14. Zaky membeli 3 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 9 permen.
Jumlah seluruh permen zaky adalah...
a. 18
b. 39
c. 27
15. Ibu membeli 6 plastik jeruk. Setiap plastik berisi 8 jeruk. Jumlah
seluruh jeruk yyang dibeli ibu adalah...
a. 48 jeruk
b. 40 jeruk
c. 50 jeruk

`
104

KUNCI JAWABAN LEMBAR TEST

1. C
2. A
3. B
4. C
5. A
6. B
7. A
8. B
9. A
10. B
11. A
12. B
13. C
14. C
15. A

Pedoman Penskoran :

1 soal benar diberi skor 10

Benar semua = 10 x 15 = 150 – 50 = 100

`
105

Lampiran 3 Materi
MATERI AJAR

}
Banyak Ayam 3 + 3 + 3 +

Atau 3 =Atau
12

4 x 3 = 12

SAMA

Banyak Ayam 4 + 4
+ 4 = 12
Atau

3 3 x 4 = 12

Perhatikanlah banyak ayam di atas, sama bukan ?


Jadi 4 x 3 = 3 x 4
Perkalian merupakan penjumlahan berulang yang dilakukan terhadap suatu
bilangan. Perkalian bisa dilakukan dengan menggunakan benda – benda yang ada
disekitar anak, seperti benda bermain anak yang dekat dengan kehidupan anak.
Hal ini dapat diterapkan dengan soal cerita.

Arti Perkalian
Perkalian termasuk bagian yang terpenting. Marilah kita belajar perkalian.
Di halaman ada 4 ekor ayam. Berapa kaki seekor ayam? Berapa banyak kaki 4
ekor ayam?

Banyak kaki 4 ekor ayam


2 + 2 + 2 + 2 = ...
Banyak kaki 4 ekor ayam
4 x 2 = 2 + 2 + 2 + 2 = ....
Perkalian merupakan penjumlahan berulang

`
106

Ibu memiliki 2 kotak kue yang diismpan di atas meja. Masing – masing otak
berisi 6 buah kue. Bagaimana cara yang paling mudah untuk menghitung
jumlah semua kue? Agar lebih mudah, mari kita gunakan cara perkalian.

CAKE

CAKE CAKE

Jadi, 2 kotak = 6 + 6
= 12 kue

`
107

Bentuk penilainnya :

2 x 6 = 12

Banyak Kotak Jumlah Kue dalam


Kue 1 kotak

Jadi banyak kue seluruhnya 12.

`
108

Lampiran 4 Kisi – Kisi Soal Uji Coba


KISI – KISI LEMBAR TEST KEMAMPUAN BERHITUNG

NO Indikator Kemampuan Indikator soal Jumlah butir No


Berhitung soal butir
soal

1 Mampu menyelesaiakn 3.1.Melakukan 1, 2, 3 3


soal perkalian bilangan

2 Mampu mengerjakan yang hasilnya 4, 5, 6 3


soal dan penyelesaiannya bilangan dua angka

3 Mampu menjelaskan 7, 8, 9 3
cara menyelesaikan soal
menggunakan media

4 Mampu mengenal 10, 11, 12 3


hitungan 1 – 50

5 Mampu mengaitkan 3.2.Menentukan 13, 14, 15 3


dengan dunia nyata perhitungan
berkaitan dunia nyata

`
109

Lampiran 5 Soal Uji Coba


LEMBAR UJI COBA KEMAMPUAN BERHITUNG MATEMATIKA
MATERI PERKALIAN TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019

Mata Pelajaran : Matematika


Jenjang : Sekolah Dasar
Kelas/ Semester : II/ II
Hari / Tanggal :
Alokasi Waktu : 40 Menit

NAMA :

KELAS :

Tata Cara Menjawab Soal!!!

1. Isilah identitas pada lembar yang tersedia


2. Periksa dan bacalah soal sebelum menjawabnya
3. Tanyakan kepada penguji bila terdapat soal yang kurang jelas, rusak
atau tidak lengkap
4. Periksa jawaban anda sebelum diberikan kepada penguji

Jawablah Soal – soal dibawah ini dengan baik dan benar serta jujur!!

1. 7 x 6 = ...
Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 36
b. 45
c. 42
2. 8 x 6 = ...
Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 48
b. 47
c. 46
3. 4 x ...= 60
Angka yang tepat untuk mengisi titik – titik di atas adalah...
a. 14
b. 15

`
110

c. 16
4. 3 x 5 = 15
Jika ditulis dalam operasi penjumlahan adalah...
a. 3 + 5
b. 3 + 3 + 5 + 5
c. 5 + 5 + 5
5. 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = ...x...=...
Titik – titik di atas yang tepat adalah...
a. 6 x 4 = 24
b. 4 x 5 = 20
c. 6 x 5 = 30
6. Semua bilangan yang dikali dengan angka 1, maka hasilnya adalah...
a. Dua kali lipat
b. Bilangan itu sendiri
c. Tiga kali lipat
7. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 40 adalah...
a. 5 x 8
b. 8 x 8
c. 7 x 5
8. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 36 adalah...
a. 4 x 9
b. 6 x 6
c. 7 x 3
9. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 25 adalah...
a. 5 x 5
b. 4 x 5
c. 5 x 6
10. 6 x 8 = ...
a. 40
b. 48
c. 72
11. 7 x 7 =...
a. 49
b. 50
c. 45
12. 10 x 5 =...
a. 500
b. 50
c. 5
13. Adi memiliki 3 botol kelereng. Setiap 1 botol berisi 10 kelereng.
Jumlah seluruh kelereng adi adalah...
a. 10
b. 20
c. 30

`
111

14. Zaky membeli 3 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 9 permen.


Jumlah seluruh permen zaky adalah...
a. 18
b. 39
c. 27
15. Ibu membeli 6 plastik jeruk. Setiap plastik berisi 8 jeruk. Jumlah
seluruh jeruk yyang dibeli ibu adalah...
a. 48 jeruk
b. 40 jeruk
c. 50 jeruk

`
112

Lampiran 6 Kunci Jawaban Soal Uji Coba


KUNCI JAWABAN LEMBAR UJI COBA

1. C
2. A
3. B
4. C
5. A
6. B
7. A
8. B
9. A
10. B
11. A
12. B
13. C
14. C
15. A

Pedoman Penskoran

1. 1 soal benar diberi skor 10

2. Benar semua = 10 x 15 = 150 – 50 = 100

`
113

Lampiran 7 Kisi – Kisi Soal Test Kemampuan Berhitung


KISI – KISI LEMBAR TEST KEMAMPUAN BERHITUNG

NO Indikator Kemampuan Indikator soal Jumlah butir No


Berhitung soal butir
soal
1 Mampu menyelesaiakn 3.1.Melakukan 1, 2 2
soal perkalian bilangan
2 Mampu mengerjakan yang hasilnya 3 1
soal dan penyelesaiannya bilangan dua angka
3 Mampu menjelaskan 4, 5, 6 3
cara menyelesaikan soal
menggunakan media
4 Mampu mengenal 7 1
hitungan 1 – 50
5 Mampu mengaitkan 3.2.Menentukan 8, 9, 10 3
dengan dunia nyata perhitungan
berkaitan dunia nyata

`
114

Lampiran 8 Lembar Test Kemampuan Berhitung


LEMBAR TEST KEMAMPUAN BERHITUNG MATEMATIKA MATERI
PERKALIAN TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019

Mata Pelajaran : Matematika


Jenjang : Sekolah Dasar
Kelas/ Semester : II/ II
Hari / Tanggal :
Alokasi Waktu : 40 Menit

NAMA :

KELAS :

Tata Cara Menjawab Soal!!!

1. Isilah identitas pada lembar yang tersedia


2. Periksa dan bacalah soal sebelum menjawabnya
3. Tanyakan kepada penguji bila terdapat soal yang kurang jelas, rusak
atau tidak lengkap
4. Periksa jawaban anda sebelum diberikan kepada penguji

Jawablah Soal – soal dibawah ini dengan baik dan benar serta jujur!!

1. 7 x 6 = ...
Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 36
b. 45
c. 42
2. 8 x 6 = ... Hasil dari operasi hitung perkalian di atas adalah...
a. 48
b. 47
c. 46
3. 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = ...x...=... Titik – titik di atas yang tepat adalah...
a. 6 x 4 = 24
b. 4 x 5 = 20
c. 6 x 5 = 30
4. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 40 adalah...

`
115

a. 5 x 8
b. 8 x 8
c. 7 x 5
5. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 36 adalah...
a. 4 x 9
b. 6 x 6
c. 7 x 3
6. Perkalian di bawah ini yang menghasilkan 25 adalah...
a. 5 x 5
b. 4 x 5
c. 5 x 6
7. 7 x 7 = ....
a. 49
b. 50
c. 45
8. Adi memiliki 3 botol kelereng. Setiap 1 botol berisi 10 kelereng.
Jumlah seluruh kelereng adi adalah...
a. 10
b. 20
c. 30
9. Zaky membeli 3 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 9 permen.
Jumlah seluruh permen zaky adalah...
a. 18
b. 39
c. 27
10. Ibu membeli 6 plastik jeruk. Setiap plastik berisi 8 jeruk. Jumlah
seluruh jeruk yyang dibeli ibu adalah...
a. 48 jeruk
b. 40 jeruk
c. 50 jeruk

`
116

Lampiran 9 Kunci Jawaban Soal Test


KUNCI JAWABAN SOAL TEST

1. C
2. A
3. A
4. A
5. B
6. A
7. A
8. C
9. C
10. A

Pedoman Penskoran Soal Test


PEDOMAN PENSKORAN SOAL TEST

1 soal benar diberi skor 10

`
117

Benar semua = 10 x 100 = 100

`
118

Lampiran 10 Data Siswa


DATA SISWA
No Nama Siswa Ket
1 Muhammad Rifki L
2 Dimas Alfian L
3 Ahhmad Aqiil L
4 Ahmad Najibullah L
5 Ahmad Ulil L
6 Anggun Imma P
7 Anta maulana L
8 Ardhan rifqi L
9 Aulia Nirmala P
10 Bagas surya L
11 Bhakti aditya L
12 Dwi wahyu L
13 Erik setiawan L
14 Haidar al f L
15 Indah nur P
16 Iqbal dwi L
17 Jazilatul M L
18 Khoirul ilham L
19 Muhammad dafi L
20 Muhammad febri L
21 Muhammad wahyu L
22 Muhammad zakaria L
23 Nabil awali P
24 Rafika velentino P
25 Rina lutfiya P
26 Rizki tri r P
27 Rosilia ayuningtyas P
28 Safina aisya P
29 Salwa zahida P
30 Sekar wulandari P
31 Silfi artiya P
32 Silvia agustin P
33 Silviana P
34 Siti afiroh P
35 Syaza rodadatul P
36 Tya agustina P
37 Afiza maulina P
38 Ahmad dukha L
39 Aldi dwi L
40 Aldo tri c L
41 Ardina eva P

`
119

Lampiran 11 Nilai Harian Ulangan Siswa


NILAI HARIAN ULANGAN SISWA
No Nama Siswa Nilai
1 Muhammad Rifki 25
2 Dimas Alfian 84
3 Ahhmad Aqiil 65
4 Ahmad Najibullah 68
5 Ahmad Ulil 70
6 Anggun Imma 72
7 Anta maulana 75
8 Ardhan rifqi 82
9 Aulia Nirmala 90
10 Bagas surya 55
11 Bhakti aditya 60
12 Dwi wahyu 65
13 Erik setiawan 65
14 Haidar al f 64
15 Indah nur 50
16 Iqbal dwi 100
17 Jazilatul M 95
18 Khoirul ilham 40
19 Muhammad dafi 45
20 Muhammad febri 50
21 Muhammad wahyu 55
22 Muhammad zakaria 60
23 Nabil awali 60
24 Rafika velentino 65
25 Rina lutfiya 60
26 Rizki tri r 64
27 Rosilia ayuningtyas 60
28 Safina aisya 75
29 Salwa zahida 70
30 Sekar wulandari 80
31 Silfi artiya 58
32 Silvia agustin 56
33 Silviana 74
34 Siti afiroh 62
35 Syaza rodadatul 90
36 Tya agustina 82
37 Afiza maulina 96
38 Ahmad dukha 88
39 Aldi dwi 62
40 Aldo tri c 64
41 Ardina eva 66

`
120

Lampiran 12 Lembar Observasi


LEMBAR OBSERVASI KERJASAMA

Observer 1 :
Petunjuk Pengisian :
Lembaran ini diisi oleh observer untuk menilai sikap kerjasama tim dalam kelompok.
Berikan nilai angka sesuai sikap spiritual yang ditamppilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
5 : Sangat Baik
4 : Baik
3 : Cukup Baik
2 : Kurang Baik
1 : Kurang
No Aspek yang dilihat Nomor Absen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
1 Tim membantu teman sekelompok yang
kesulitasn dalam pencarian pasangan baru
2 Tim membiarkan teman sekelompok
mencari sendiri pasanagn kartu
3 Tim saling membantu dalam pencarian
pasanagn kartu
4 Tim dibantu teman ketika mencari pasangan
kartu
5 Tim mengerjakan soal yang menjadi tugas
kelompok
6 Tim mengandalkan teman dalam
mengerjakan soal yang menjadi tugas
kelompok
7 Tim melaksanakan kegiatan pembelajaran
melalui pencarian pasangan kartu
8 Tim hanya berdiam diri dalam pencarian

`
121

pasangan kartu
9 Tim ikut berlatih soal dalam pembelajaran
melalui pencarian pasangan kartu
10 Tim ikut melaksanakan kegiatan kelompok
melalui pencarian pasangan kartu dengan
rasa senang
11 Tim berdiskusi dengan teman sekelompok
yang lain dalam pembelajaran melalui
pencarian pasangan kartu
12 Tim menyelesaikan soal sampai selesai
dalam pembelajaran melalui pencarian
pasangan kartu
13 Tim melaporkan hasil pasangan kartu yang
cocok kepada penilai
14 Tim hanya berinteraksi dengan teman
sekelompok tertentu saat pencarian pasangan
kartu
15 Tim bertanya kepada teman sekelompok
dalam pencarian pasangan kartu
16 Tim berinteraksi dengan teman sekelompok
lain dalam pencarian pasangan kartu
17 Tim berkomunikasi dengan teman
sekelompok dalam pencarian pasangan kartu
18 Tim lebih nyaman dalam berinteraksi
dengan teman sekelompok lain ketika
pencarian pasangan kartu
19 Tim menghampiri teman kelompok lain
dalam pencarian pasangan kartu
20 Tim bekerjasama dalam pencarian pasangan
kartu

`
122

LEMBAR OBSERVASI KERJASAMA

Observer 2 :
Petunjuk Pengisian :
Lembaran ini diisi oleh observer untuk menilai sikap kerjasama tim dalam kelompok.
Berikan nilai angka sesuai sikap spiritual yang ditamppilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
5 : Sangat Baik
4 : Baik
3 : Cukup Baik
2 : Kurang Baik
1 : Kurang
No Aspek yang dilihat Nomor Absen
24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45
1 Tim membantu teman sekelompok yang
kesulitasn dalam pencarian pasangan baru
2 Tim membiarkan teman sekelompok
mencari sendiri pasanagn kartu
3 Tim saling membantu dalam pencarian
pasanagn kartu
4 Tim dibantu teman ketika mencari pasangan
kartu
5 Tim mengerjakan soal yang menjadi tugas
kelompok
6 Tim mengandalkan teman dalam
mengerjakan soal yang menjadi tugas
kelompok

`
123

7 Tim melaksanakan kegiatan pembelajaran


melalui pencarian pasangan kartu
8 Tim hanya berdiam diri dalam pencarian
pasangan kartu
9 Tim ikut berlatih soal dalam pembelajaran
melalui pencarian pasangan kartu
10 Tim ikut melaksanakan kegiatan kelompok
melalui pencarian pasangan kartu dengan
rasa senang
11 Tim berdiskusi dengan teman sekelompok
yang lain dalam pembelajaran melalui
pencarian pasangan kartu
12 Tim menyelesaikan soal sampai selesai
dalam pembelajaran melalui pencarian
pasangan kartu
13 Tim melaporkan hasil pasangan kartu yang
cocok kepada penilai
14 Tim hanya berinteraksi dengan teman
sekelompok tertentu saat pencarian pasangan
kartu
15 Tim bertanya kepada teman sekelompok
dalam pencarian pasangan kartu
16 Tim berinteraksi dengan teman sekelompok
lain dalam pencarian pasangan kartu
17 Tim berkomunikasi dengan teman
sekelompok dalam pencarian pasangan kartu
18 Tim lebih nyaman dalam berinteraksi
dengan teman sekelompok lain ketika
pencarian pasangan kartu
19 Tim menghampiri teman kelompok lain
dalam pencarian pasangan kartu
20 Tim bekerjasama dalam pencarian pasangan
kartu

`
124

`
125

Lampiran 13 Lembar Wawancara


LEMBAR WAWANCARA
Wawancara ini peneliti lakukan untuk mendapatkan data awal atau keadaan
awal sang anak sebelum diberikan sebuah treatment. Peneliti melakukan
wawancara dengan Ibu Warti selaku guru dan wali kelas dari kelas 2 itu sendiri.

Peneliti : selamat pagi bu, saya disini hendak bertanya mengenai kemampuan
anak berhitung dalam pelajaran matematika khususnya perkalian. Apakah siswa
siswi kelas 2 disini masih kesulitan dalam hal menghitung?

Guru : selamat pagi mbak, siswa siswi disini khususnya kelas saya kelas 2 sendiri
masih agak kesulitan dalam berhitung, apalagi perkalian, mereka masih sangat
kesusahan.

Peneliti : darimana ibu tau bahwa kelas 2 belum pandai dalam hal perkalian bu?

Guru : nah begini mba, ketika saya mmeberikan pelajaran perkalian, dari awal kan
memang menggunakan penjumlahan berulah. Ketika saya menerangkan siswa
paham namun ketika saya beri soal dan saya suruh maju.mereka diam saja
didepan papan tulis. Kemudian saya tanya kamu belum bisa, dan jawabannya
belum.

Peneliti : apakah ibu sudah pernah menggunakan alat peraga atau media untuk
mengajarkan perkalian kepada anak ?

Guru : maaf mbak sebelumnya, disini disekolah sini itu belum ada alat peraga
untuk digunakan dalam hal perkalian.

Peneliti : namun pernahkah ibu membuat media itu sendiri?

Guru : (Tersenyum) pekerjaan saya kan tidak di sekolah saja mbak, saya memiliki
keluarga dirumah, anak dan suami saya siapa yang mengurus jika saya selalu
membuat media.

Peneliti : tapi ibu pernah mmebuat media sendiri untuk anak – anak?

`
126

Guru : ya tentu pernah mbak, namun tidak semua pelajaran saya membuat media
atau alat peraga.

Peneliti : nahh mungkin begini bu, siswa siswi kelas 2 merasa jenuh dengan
pelajaran yang monoton dan biasa biassa saja tanpa adanya alat peraga. Jadi
banyak anak yang tidak memperhatikan ibu ketika mengajar.

Guru : saya menyadi itu mbak. Tapi mau bagaimana lagi.!!

Peneliti : sebelumnya saya berterima kasih ya bu untuk waktu ibu hari ini. Dan
maaf bila mengganggu pekerjaan ibu.

Guru : iya sama sama mbak,tidak apa – apa. Saya malah senang bisa membantu
anda.

`
127

Lampiran 14 Kisi-kisi Lembar Observasi

KISI – KISI LEMBAR OBSERVASI KERJASAMA TIM

Definisi Konseptual :

Kerjasama Tim merupakan kumpulan/ kelompok yang terdiri dari beberapaa


orang anggota yang saling membantu dan saling bergantung satu dengan yang lain
dalam melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

Definisi Operasional :

Kerjasama tim merupakan salah satu nilai yang menunjukkan interaksi dari gotong
royong siswa dalam kegiatan kelompok.

NO Indikator No Pertanyaan Jumlah


Butir
1 Memiliki rasa tanggungjawab 1, 2, 3, 4 4
2 Menumbuhkan rasa partisipasi siswa 5, 6, 7, 8 4
dalam tim
3 Meningkatkan interaksi antar siswa 9, 10, 11, 12 4
dalam tim
4 Meningkatkan kerjasama tim 13, 14, 14,16 4
5 Meningkatkan relasi antar siswa dalam 17, 18, 19, 20 4
tim

`
128

Lampiran 15 Nilai Siswa


Nilai Harian Matematika Nilai Akhir
Nama Nilai Nama Nilai
Aditya Pratama 25 Muhammad Rifki 40
Aflahatu Ashfiya 84 Dimas Alfian 90
Ahmad Fadhil 65 Ahmad Aqiil 60
Andik Pramana 68 Ahmad Najibullah 90
Arini Mutohharoh 70 Ahmad Ulil 80
Arul Afandi 72 Anggun Ima 40
Azza Alfina 75 Anta Maulana 60
Bagas Raditya 82 Ardhan Rifqi 100
Candra Andika 90 Aulia Nirmala 80
Cheisya Putri 55 Bagas Surya 50
Citra Ratih 60 Bhakti Aditya 90
Dimas Adi 65 Dwi Wahyu 40
Dwi Sandio 65 Erik Setiawan 100
Dzikrillah 64 Haidar Al F 80
Ezar Aryanto 50 Indah Nur 60
Ghatra Zaky 100 Iqbal Dwi 90
Keyza Tazkiyata 95 Jazilatul M 40
Meiysa Ananda 40 Khoirul Ilham 100
Miftakhul Izzat 45 Muhammad Dafi 80
Muhammad Abiyu N 50 Muhammad Febri 70
Muhammad Akbar 55 Muhammad Wahyu 70
Muhammad Ari 60 Muhammad Zakaria 60
Muhammad Kafka 60 Nabil Awali 70
Muhammad Kholidid 65 Rafika Valentino 90
Muhammad Mirza 60 Rina Lutfiya 80
Muhammada Nizam 64 Rizki Tri R 70
Muhammad Syafiq 60 Rosilia Ayuningtyas 90
Nadia Chintya 75 Safina Aisya 70
Nurul Jannah 70 Salwa Zahida 70
Putri Fatimatuz 80 Sekar Wulandari 70
Qanita Putri 58 Silfi Artiya 90
Rizki Mulya 56 Silvia Agustina 80
Salsabila Ayudya 74 Silviana 70
Sely Nabila 62 Siti Afiroh 80
Silvia Hanifa 90 Syaza Rohadatul 70
Syahrul Himawan 82 Tya Agustina 70
Syaril Rega 96 Afiza Maulina 80
Virdaus Al Iqsan 88 Ahmad Dukha 100
Widiatus Safira 62 Aldi Dwi 90
Zaky Musyadad 64 Aldo Tri C 80
Zaki yatus Salwa 66 Ardina Eva 90

Max 100 Max 100


Min 25 Min 40
Rata - rata 67,488 Rata - rata 75,122
Varian 242,91 Varian 285,610
Simpangan Baku 15,585 simpangan baku 16,900

`
129

Lampiran 16 Data Awal Siswa


Normalitas Data Awal
xi fi fkum zi Luas Zi S(Zi) Luas Zi-S(zi)
25 1 1 -2,374 0,009 0,024 0,016
40 1 2 -1,524 0,064 0,049 0,015
45 1 3 -1,240 0,107 0,073 0,034
50 1 4 -0,957 0,169 0,098 0,072
50 1 5 -0,957 0,169 0,122 0,047
55 1 6 -0,673 0,250 0,146 0,104
55 1 7 -0,673 0,250 0,171 0,080
56 1 8 -0,617 0,269 0,195 0,074
58 1 9 -0,503 0,307 0,220 0,088
60 1 10 -0,390 0,348 0,244 0,104
60 1 11 -0,390 0,348 0,268 0,080
60 1 12 -0,390 0,348 0,293 0,056
60 1 13 -0,390 0,348 0,317 0,031
60 1 14 -0,390 0,348 0,341 0,007
62 1 15 -0,277 0,391 0,366 0,025
62 1 16 -0,277 0,391 0,390 0,001
64 1 17 -0,163 0,435 0,415 0,021
64 1 18 -0,163 0,435 0,439 0,004
64 1 19 -0,163 0,435 0,463 0,028
65 1 20 -0,107 0,458 0,488 0,030
65 1 21 -0,107 0,458 0,512 0,055
65 1 22 -0,107 0,458 0,537 0,079
65 1 23 -0,107 0,458 0,561 0,103
66 1 24 -0,050 0,480 0,585 0,105
68 1 25 0,063 0,525 0,610 0,084
70 1 26 0,177 0,570 0,634 0,064
70 1 27 0,177 0,570 0,659 0,088
72 1 28 0,290 0,614 0,683 0,069
74 1 29 0,404 0,657 0,707 0,051
75 1 30 0,460 0,677 0,732 0,054
75 1 31 0,460 0,677 0,756 0,079
80 1 32 0,744 0,771 0,780 0,009
82 1 33 0,857 0,804 0,805 0,001
82 1 34 0,857 0,804 0,829 0,025
84 1 35 0,971 0,834 0,854 0,020
88 1 36 1,197 0,884 0,878 0,006
90 1 37 1,311 0,905 0,902 0,003
90 1 38 1,311 0,905 0,927 0,022
95 1 39 1,594 0,945 0,951 0,007
96 1 40 1,651 0,951 0,976 0,025
100 1 41 1,878 0,970 1,000 0,030

67,49 Rata2

15,59 Simpangan Baku

0,105 Lmax

`
130

0,140 Ltabel
Karena Lmaks < Ltabel maka data berdistribusi Normal

`
131

Lampiran 17 Uji Coba Normalitas Data Akhir


xi fi fkum zi Luas Zi S(Zi) Luas Zi-S(zi)
40 1 1 -2,078 0,019 0,024 0,006
40 1 2 -2,078 0,019 0,049 0,030
40 1 3 -2,078 0,019 0,073 0,054
40 1 4 -2,078 0,019 0,098 0,079
50 1 5 -1,486 0,069 0,122 0,053
60 1 6 -0,895 0,185 0,146 0,039
60 1 7 -0,895 0,185 0,171 0,015
60 1 8 -0,895 0,185 0,195 0,010
60 1 9 -0,895 0,185 0,220 0,034
70 1 10 -0,303 0,381 0,244 0,137
70 1 11 -0,303 0,381 0,268 0,113
70 1 12 -0,303 0,381 0,293 0,088
70 1 13 -0,303 0,381 0,317 0,064
70 1 14 -0,303 0,381 0,341 0,039
70 1 15 -0,303 0,381 0,366 0,015
70 1 16 -0,303 0,381 0,390 0,009
70 1 17 -0,303 0,381 0,415 0,034
70 1 18 -0,303 0,381 0,439 0,058
70 1 19 -0,303 0,381 0,463 0,082
80 1 20 0,289 0,614 0,488 0,126
80 1 21 0,289 0,614 0,512 0,101
80 1 22 0,289 0,614 0,537 0,077
80 1 23 0,289 0,614 0,561 0,053
80 1 24 0,289 0,614 0,585 0,028
80 1 25 0,289 0,614 0,610 0,004
80 1 26 0,289 0,614 0,634 0,021
80 1 27 0,289 0,614 0,659 0,045
80 1 28 0,289 0,614 0,683 0,069
90 1 29 0,880 0,811 0,707 0,103
90 1 30 0,880 0,811 0,732 0,079
90 1 31 0,880 0,811 0,756 0,055
90 1 32 0,880 0,811 0,780 0,030
90 1 33 0,880 0,811 0,805 0,006
90 1 34 0,880 0,811 0,829 0,019
90 1 35 0,880 0,811 0,854 0,043
90 1 36 0,880 0,811 0,878 0,067
90 1 37 0,880 0,811 0,902 0,092
100 1 38 1,472 0,930 0,927 0,003
100 1 39 1,472 0,930 0,951 0,022
100 1 40 1,472 0,930 0,976 0,046
100 1 41 1,472 0,930 1,000 0,070

Rata2 75,12

Simpangan Baku 16,90

Lmaks 0,137

Ltabel 0,14
karena Lmaks < Ltabel maka data berdistribusi normal

`
132

`
133

Lampiran 18 Rekap Observasi


Rekap Observasi

No. ind.1 ind.2 ind.3 ind. 4 ind. 5 Jml


2 5 11 12 9 13 15 18 1 4 8 10 17 3 6 7 14 16 19 20
1 2 2 2 2 5 2 3 2 1 2 1 2 2 2 4 2 2 2 3 2 45
2 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 3 4 5 4 88
3 2 1 2 5 4 3 4 3 5 2 4 2 2 3 2 4 5 5 3 4 65
4 4 5 4 5 4 3 5 5 5 5 4 5 3 5 5 3 4 5 5 4 88
5 4 4 5 4 4 4 5 4 5 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 5 85
6 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 4 3 3 2 2 3 2 3 2 45
7 2 3 2 3 3 4 4 2 2 3 4 1 5 4 5 4 3 4 3 4 65
8 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 92
9 5 4 5 5 3 3 5 5 2 2 5 2 3 5 2 4 4 5 3 4 76
10 3 3 2 3 3 5 4 5 3 2 2 3 2 2 2 1 1 2 2 2 52
11 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
12 1 3 2 2 2 1 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 45
13 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 95
14 5 5 5 2 4 2 3 5 2 3 4 4 3 5 4 2 4 5 4 5 76
15 1 3 2 3 3 4 4 4 2 3 4 5 5 3 2 2 4 5 3 2 64
16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
17 1 3 2 3 1 2 2 1 2 2 2 3 3 4 3 3 3 2 4 4 50
18 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 96
19 4 5 4 5 5 5 5 3 4 3 4 3 4 5 3 5 4 4 4 5 84
20 2 3 3 4 4 5 4 4 5 4 4 4 3 2 3 5 2 3 3 3 70
21 3 3 3 3 4 5 5 3 2 3 5 3 4 5 4 4 2 3 3 5 72
22 1 3 2 3 3 4 4 1 4 4 3 4 4 5 4 5 3 4 3 4 68
23 1 3 2 3 3 4 5 3 5 4 3 4 5 4 4 5 3 2 3 4 70
24 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
25 5 4 3 5 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 3 4 3 5 85
26 1 3 2 3 3 5 4 2 3 5 3 5 5 4 3 4 4 4 2 3 68
27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
28 3 4 3 3 4 5 2 3 4 5 3 4 5 4 3 5 3 4 4 5 76
29 3 3 2 3 4 4 4 4 5 3 3 4 3 4 2 4 5 3 4 5 72
30 1 3 2 3 3 4 4 2 4 5 2 3 4 5 3 5 3 4 3 5 68
31 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
32 3 3 4 3 5 5 5 4 4 5 3 5 4 5 4 5 4 4 4 5 84
33 3 3 2 3 4 3 5 4 4 3 2 5 4 3 3 4 3 4 3 3 68
34 3 4 4 4 4 5 5 3 5 5 3 5 5 5 3 5 3 3 3 5 82
35 1 3 2 3 3 4 5 3 4 5 2 5 3 5 3 4 3 2 3 5 68
36 3 4 3 3 4 5 4 3 5 4 3 4 5 3 3 4 2 3 3 4 72
37 3 3 4 3 4 4 5 3 5 4 3 4 5 5 3 5 2 5 3 5 78
38 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 3 5 5 95
39 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 95
40 3 3 2 3 4 4 5 3 4 5 3 4 5 5 4 5 4 4 3 5 78
41 3 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 3 5 92
579 656 809 642 486

Presentase Ind 1 70,61 820


Ind 2 80 820
Ind 3 78,927 1025
Ind 4 78,293 820
ind 5 79,024 615

`
134

Lampiran 19 Uji Validitas

Rekapitulasi Perhitungan Validitas Butir Soal

nomor soal Koef. Korelasi (r) Thitung Ttabel Keterangan


1 0,414 2,876 2,704 Valid
2 0,647 5,367 2,704 Valid
3 0,372 2,535 2,704 Tidak Valid
4 0,124 0,790 2,704 Tidak Valid
5 0,665 5,631 2,704 Valid
6 0,066 0,418 2,704 Tidak Valid
7 0,495 3,603 2,704 Valid
8 0,454 3,223 2,704 Valid
9 0,405 2,801 2,704 Valid
10 0,213 1,379 2,704 Tidak Valid
11 0,564 4,320 2,704 Valid
12 0,354 2,394 2,704 Tidak Valid
13 0,570 4,388 2,704 Valid
14 0,483 3,489 2,704 Valid
15 0,461 3,286 2,704 Valid

`
135

Lampiran 20 Reliabilitas

No. No. Butir Soal


Jml
Abs
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 10
2 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 11
3 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 13
4 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 14
6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 13
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 12
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15
9 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 6
10 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 8
11 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 12
12 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 11
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14
14 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 12
15 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 12
16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 14
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14
18 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 12
19 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 11
20 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 11
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15
22 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 7
23 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 12
24 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 11
25 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 12
27 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 12
28 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 12
29 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 8
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15
31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 14
32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15
33 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 9
34 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 11
35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15
36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 13
37 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 11
38 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 9
39 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 7
40 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 9
41 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 6
Si 0,33 0,36 0,30 0,36 0,49 0,26 0,44 0,36 0,45 0,40 0,36 0,33 0,48 0,40 0,50 2,54
St² 0,11 0,13 0,09 0,13 0,24 0,07 0,19 0,13 0,20 0,16 0,13 0,11 0,23 0,16 0,25 6,45
∑Si² 2,33
Reliabilitas Intrumen (r11) 0,710
Tingg
Ket
i

`
136

`
137

Lampiran 21 Daya Pembeda


Soal Jumlah (Y)
Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 15
2 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 15
3 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 15
4 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 15
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 15
6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 14
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 14
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
9 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 14
10 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 14
11 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 14
jumlah 10 9 11 9 7 10 8 10 8 9 8 11 3 9 5

31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11
32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
33 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 9
34 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 9
35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9
36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
37 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 8
38 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 7
39 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 7
40 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 6
41 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 6
jumlah 10 8 9 10 4 10 7 8 8 8 9 10 5 9 4

`
138

Daya Pembeda
no soal JBA JBB JSA DP Ket
1 10 10 11 0 sangat_jelek
2 9 8 11 0,091 jelek
3 11 9 11 0,182 jelek
4 9 10 11 -0,091 jelek
5 7 4 11 0,273 cukup
6 10 10 11 0 sangat_jelek
7 8 7 11 0,091 jelek
8 10 8 11 0,182 jelek
9 8 8 11 0 sangat_jelek
10 9 8 11 0,091 jelek
11 8 9 11 -0,091 jelek
12 11 10 11 0,091 jelek
13 3 5 11 -0,182 jelek
14 9 9 11 0 sangat_jelek
15 5 4 11 0,091 jelek

`
139

Lampiran 22 Taraf Kesukaran

Taraf Kesukaran

no soal JBA JBB JSA TK Keterangan


1 10 10 11 0,909 mudah
2 9 8 11 0,773 mudah
3 11 9 11 0,909 mudah
4 9 10 11 0,864 mudah
5 7 4 11 0,500 sedang
6 10 10 11 0,909 mudah
7 8 7 11 0,682 sedang
8 10 8 11 0,818 mudah
9 8 8 11 0,727 mudah
10 9 8 11 0,773 mudah
11 8 9 11 0,773 mudah
12 11 10 11 0,955 mudah
13 3 5 11 0,364 sedang
14 9 9 11 0,818 mudah
15 5 4 11 0,409 Sedang

`
140

Lampiran 23 Rekapitulasi Soal Uji Test Kemampuan Berhitung


Rekap Nilai Akhir
Soal
Ind. Ind.
Ind. 1 Ind. 3 Ind. 5
No 2 4 Jml
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 4 % Ind Ind 1 89,024
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 ind 2 90,244
3 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 6 ind 3 71,545
4 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9 ind 4 73,171
5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 ind 5 65,041
6 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 4
7 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 6
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
9 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 8
10 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 5
11 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
12 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 4
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
14 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
15 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 6
16 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
17 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 4
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
19 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
20 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 7
21 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 7
22 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 6
23 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 7
24 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
25 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
26 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 7
27 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
28 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 7
29 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 7
30 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 7
31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
32 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 8
33 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 7
34 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 8
35 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 7
36 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7
37 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
39 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
40 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8
41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
Jml 73 37 88 30 80

`
141

Lampiran 24 Regresi dan Determinasi

`
142

`
143

Lampiran 25 Surat Telah Melaksanakan Penelitian

`
144

Lampiran 26 Hasil Pekerjaan Siswa

`
145

`
146

`
147

`
148

Lampiran 27 Dokumentasi Kegiatan

Dila ayu

Yaya juga

`
149