Anda di halaman 1dari 70

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam situasi teknologi yang maju seperti sekarang ini, adanya

perkembangan teknologi informasi dan pertumbuhan internet yang semakin

dramatis menyebabkan timbulnya kemajuan yang pesat yang terjadi dalam

lingkungan komputer. Perubahan yang terjadi akibat hal ini yaitu semakin

diminatinya sistem informasi berdasarkan atas jaringan seperti jaringan web

mobile. Dimana jaringan web mobile ini memanfaatkan program-program internet

untuk membantu aktivitas-aktivitas perusahaan dalam memproses data-data dan

alat komunikasi pada kapasitas perkantoran suatu organisasi. Hal ini dilakukan

karena akses yang digunakan untuk mendapatkan informasi sesuai dengan

kebutuhan baik pihak user maupun pihak manajemen akan terasa lebih mudah dan

lebih cepat sehingga jangka waktu yang dipergunakan dapat seefisien mungkin

tercapai.

Toko TIO Cell 1 adalah salah satu toko handphone unggulan yang ada di

daerah Lubuklinggau dan sekitarnya, perusahaan ini mempunyai banyak barang

dan pegawai. Dengan adanya banyak barang dan pegawai yang bekerja di Toko

TIO Cell 1 membuat sistem pencatatan penjualan yang ada di Toko TIO Cell 1

haruslah berkualitas. Karena pencatatan data penjualan tidaklah mudah, jika masih

dilakukan secara konvensional maka akan mempersulit pihak perusahaan itu

sendiri.

Berdasar kepada fakta diatas, pembuatan sebuah aplikasi penjualan yang

memanfaatkan internet sebagai fundamentalnya sangat berpengaruh dalam


2

memberikan informasi tentang pengolahan data penjualan yang notabennya

adalah pendukung dari informasi tersebut. Di Toko TIO Cell 1 pada saat ini dalam

pencatatan pengolahan data penjualan nya masih dilakukan secara manual, yaitu

dengan cara mencatat pada aplikasi Ms. Office Word dan Excel. Dan tidak jarang

dalam pembuatan laporan penjualan pada Toko TIO Cell 1 terjadi kesalahan.

Maka dari itu, dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini,

penulis ingin membuat suatu aplikasi sistem pengolahan data penjualan yang

modern dan transparan, aplikasi penjualan pada Toko TIO Cell 1 akan dibuat

dengan menginputkan semua data kegiatan yang menyangkut tentang penjualan.

Sehingga memudahkan karyawan dalam mengolah data penjualan, dan juga

membuat pimpinan lebih mudah untuk mendapatkan informasi tentang data

laporan penjualan yang ada pada Toko TIO Cell 1.

Dengan pesatnya teknologi web mobile pada sekarang ini, komputer

merupakan alat pendukung utama dalam kegiatan operasional perusahaan. Oleh

karena itu, penulis ingin membahas tentang penerapan aplikasi penjualan berbasis

web mobile yang dipakai pada internal Toko TIO Cell 1. Berkaitan dengan latar

belakang tersebut maka dalam penulisan proposal skripsi ini penulis mengambil

judul “Rancangan Sistem Informasi Executive Pada Toko TIO Cell 1 Berbasis

Web Mobile”.

1.2 Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah dijelaskan maka penulis mengidentifikasikan

masalah yang ada yaitu:


3

1. Masih terdapatnya pengolahan data pencatatan penjualan pada Toko

TIO Cell 1 yang menggunakan aplikasi Microsoft Office Word dan

Excel yang menyebabkan data-data tidak tersimpan dengan baik dan

tidak mempunyai back up data.

2. Untuk pembuatan laporan data penjualan pihak Toko TIO Cell 1 harus

mencari kembali data-data lama yang dicatat melalui aplikasi Microsoft

Office Word dan Excel, itu menyebabkan laporan menjadi labil.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, disusun perumusan permasalahan yaitu

“Bagaimana merancang aplikasi pengolahan data penjualan pada Toko TIO Cell 1

berbasis web mobile ?”.

1.4 Batasan Masalah

Supaya dalam pembuatan aplikasi ini, pembahasanya fokus dan tidak

melebar kemana-mana, maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas

dalam pembuatan aplikasi ini, yaitu :

1. Aplikasi ini hanya di buat pada Sistem Oprasi Windows dan hanya dapat

dijalankan pada Sistem Operasi Windows dan Android.

2. Perangkat lunak yang digunakan untuk aplikasi ini menggunakan

Webserver Apache, Database MySQL dan bahasa pemograman PHP.

Data yang diolah hanya meliputi data tentang penjualan yang ada di Toko TIO

Cell 1.

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian


4

1.5.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tujuan Umum

Adapun tujuan umum penelitian ini adalah sebagai berikut :

a) Supaya mampu menyelaraskan ilmu pengetahuan di kampus atau

perkuliahan dan di tempat kerja.

b) Bagaimana merancang suatu aplikasi penjualan pada Toko TIO Cell 1.

c) Supaya membantu TIO Cell 1 dalam mengelolah data penjualan,

terutama untuk mempermudah eksekutif senior atau pimpinan melihat

data penjualan dan mengambil keputusan.

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut :

a) Untuk memenuhi salah satu syarat penyusunan skripsi strata satu (S-1)

Jurusan Sistem Informasi pada Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu

Komputer Musi Rawas (STMIK-MURA) Lubuklinggau.

b) Menganalisis kebutuhan dan merancang basis data untuk membuat

aplikasi pengolahan data penjualan pada Toko TIO Cell 1.

1.5.2 Manfaat Peneltian

Adapun manfaat yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah :

1. Manfaat Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan


5

Sebagai materi evaluasi bagi pengembangan peningkatan mutu

pendidikan maupun mutu lulusan di masa yang akan datang antara teori–

teori yang diberikan dalam kurikulum dan yang dibutuhkan di lapangan

kerja.

2. Manfaat Bagi Tempat Penelitian

a) Membantu Toko TIO Cell 1 dalam mengelolah data penjualan dalam

pembuaatan aplikasi penjualan yang ada. Sehingga keberadaan dan

jumlah suatu data barang dapat diketahui dengan pasti.


b) Untuk mempercepat proses kerja dan mengurangi kesalahan data serta

meringankan perusahaan ini dalam memberikan informasi yang terpadu

mengenai data penjualan pada Toko TIO Cell 1.


c) Efisiensi waktu dibandingkan dengan mencatat data penjualan dengan

cara manual.
3. Manfaat Bagi Penulis
a) Penulis dapat menyusun proposal skripsi dengan baik dan benar dengan

mengadakan penelitian di Toko TIO Cell 1.


b) Meningkatkan kreatifitas dengan memanfaatkan teknologi komputer

secara nyata menggunakan database.


c) Supaya Penulis dapat menghadapi dan mengembangkan pelajaran yang

di dapat di kampus dan penerapanya di dalam dunia kerja yang

sesungguhnya.
1.6 Metode Penelitian
1.6.1 Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer

a) Metode Observasi

Metode observasi atau pengamatan merupakan salah satu metode

pengumpulan data. Observasi merupakan pengamatan langsung yaitu suatu

kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang diperlukan


6

dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan dengan peninjauan

langsung ke Toko TIO Cell 1.

b) Metode Wawancara (Interview)

Wawancara (interview) yaitu suatu model pengumpulan data dengan

mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau tanya jawab secara langsung

kepada pegawai lembaga. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan

wawancara dengan pegawai atau secara langsung dengan Pimpinan dan

Bendahara untuk mengetahui permasalahan-permasalahan atau kendala-

kendala pada sistem Informasi Pengolahan Data penjualan dan

pembangunan aplikasi pengolahan data penjualan pada Toko TIO Cell 1.

c) Metode Dokumentasi
Metode ini adalah mencari dokumen–dokumen dari struktur organisasi

yang ada hubungannya dengan pembahasan masalah–masalah serta

melengkapi data–data yang diperlukan penulisan laporan penelitian ini.


2. Data Sekunder
Metode ini dilakukan dengan pengambilan dan pengumpulan data

serta memahami baik dari bahan–bahan kuliah, buku-buku relevan yang

masih berhubungan dengan judul penulis teliti, serta dari hasil penjelajahan

(Browsing ) di internet yang berhubungan dengan penelitian ini.


1.6.2 Metode Pengembangan Sistem

Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak

yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan

pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Sering

terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang


7

dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detail output apa saja yang dibutuhkan,

pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi

pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem

operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.

Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang ,

maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga

pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan

dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui

proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian

akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah

ditentukan.

Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan

mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan

pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan

kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat

lunak aktual, aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah

ditentukan.

Tahapan-tahapan Prototyping
8

Sumber : Roger S. Pressman (Jurnal 2012:44)

Gambar 1. Prototype

Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan kebutuhan

Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh

perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem

yang akan dibuat. Kebutuhan akan semua data, software maupun alat penunjang

yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi dashboard, semuanya dilakukan

dalam tahap ini.

2. Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang

berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan

format output). Setelah mengumpulkan semua data dan memeprsiapkan semuanya

baru lah bisa membuat rancangan sistem nya akan seperti apa.

3. Evaluasi protoptyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah

dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka

langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu

langkah 1, 2 , dan 3. Jelas pada tahap ini adalah tahap untuk menentukan apaka

sistem yang dibuat sudah sesuai dengan apa yang telah diinginkan. Jika tidak

sesuai maka kembali ke langakah awal, jika sesuai dapat langsung bisa ketahap

selanjutnya.
9

4. Mengkodekan sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam

bahasa pemrograman yang sesuai. Setelah merancang sistem , baru lah membuat

sistem yang telah dirancang.

5. Menguji sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus

dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan Black Box..

Dalam tahap ini sistem yang telah dibuat di uji, dalam hal ini pengujian dilakukan

dengan menggunakan pengujian sistem Black box. Untuk meminimalisir

kesalahan pada program atau sistem yang dibuat , maka harus di uji sistem

tersebut.

6. Evaluasi sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan

yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.

Dalam tahap ini, lagi-lagi evaluasi dilakukan, setelah jadi sistem yang telah dibuat

dan telah di uji, maka ditentukan, layak atau tidak. Jika layak , maka sistem

tersebut langsung bisa digunakan, jika tidak layak maka kembali lagi dalam tahap

pengkodean.

7. Menggunakan sistem

Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk

digunakan. Setelah semua tahap selesai, baru lah dalam tahap ini User/

Pelanggan / Client dapat menggunakan sistem yang telah dibuat.


10

1.6.3 Waktu Dan Tempat

a. Waktu

Waktu penelitian ini di mulai dari bulan November 2016 sampai dengan

bulan April 2017.

Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penelitian

b. Tempat
Tempat penelitian ini di laksananakan di TIO Cell I Jl. Yos Sudarso Taba

Pingin Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan

31625.
1.6.4 Alat Dan Bahan
11

Dalam pembuatan aplikasi sistem informasi berbasis web mobile ini,

diperlukan beberapa perangkat utama dan tambahan untuk membuatnya, baik itu

dari segi perangkat keras dan perangkat lunak. Adapun perangkat tersebut yaitu :

a. Hardware

- Acer : Core i.5

- Printer : IP 2700

- RAM : 2GB

- Harddisk : 500GB

- Procesor : Intel@ CoreTM i5—370M

b. Software

- OS Windows 7

- Aplikasi Xampp yang mencakup Webserver Apache, Database

MySQL, & PHP

- Editor Teks PHP Dreamweaver CS3, Macromedia Dreamweaver 8

- Microsoft Word, Powerpoint, Visio 2007, Visio 2013

c. Bahan

- Kertas A70 dan A80 Gram

- Tinta Print

1.7 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan skripsi ini yang merupakan laporan dari hasil penelitian,

direncanakan terdiri dari lima bab, masing-masing bab berisi :

BAB I : PENDAHULUAN
12

Dalam bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah,

batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian

dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini berisi teori-teori yang mendasari masalah yang

diteliti mengenai rancangan sistem informasi executif pada Toko

Tio Cell 1 Lubuklinggau.

BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN

Dalam bab ini berisi tentang gambaran umum Toko Tio Cell 1

Lubuklinggau, analisi sistem yang berjalan dan perancangan

sistem.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi hasil dan pembahasan.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh penelitian dan saran-saran /

masukan-masukan yang berguna dimasa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA
13

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Perancangan

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2011:39), Perancangan adalah suatu

kegiatan yang memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat

menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari

pemilihan alternatif sistem yang terbaik.

Menurut Jogiyanto (2010:196), Perancangan bagaimana menentukan suatu

sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut

mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras

dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar

memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis.

2.2 Sistem

Menurut Sutedjo Budi (2013:168), Sistem merupakan kumpulan elemen

yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam

usaha mencapai suatu tujuan.

Menurut Jogiyanto (2010:1), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari

prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk

melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
14

2.3 Informasi

Menurut Jogiyanto (2010:8), Informasi adalah data yang diolah menjadi

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Menurut Sutabri Tata (2012:22), Informasi adalah data yang telah

diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses

pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi akan mengolah data

menjadi informasi atau mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna

bagi yang menerimanya.

2.4 Sistem Informasi

Menurut Ladjamudin Al-Bahra Bin (2011:13), Sekumpulan prosedur

organisasi yang pada saat pelaksanaan akan memberikan informasi bagi

pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.

Menurut Jogiyanto (2010:11), Sistem informasi adalah suatu sistem di

dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi

harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu

organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang

diperlukan.

2.5 Sistem Informasi Eksekutif

Sistem Informasi Eksekutif (EIS), adalah salah satu jenis manajemen sistem

informasi untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan

keputusan yang dibutuhkan eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan


15

akses terhadap informasi baik dari dalam maupun dari luar yang relevan dengan

tujuan organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan sebagai bentuk dari (SPK).

EIS menekankan kepada tampilan gambar dan interface yang mudah

digunakan oleh pengguna. EIS menawarkan laporan yang kuat dan kemampuan

menelusuri. Secara umum, EIS adalah perusahaan lebar SPK yang membantu para

eksekutif menganalisa, membandingkan, dan menyoroti variabel penting sehingga

mereka dapat memonitor kinerja dan mengidentifikasi kesempatan dan masalah.

2.7 Database

Menurut Shalahuddin Rosa A.S-M. (2011:44), Sistem basis data adalah

sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah

diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada

intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan

mudah dan cepat.

Menurut Sutedjo Budi (2013:168), Basis data merupakan kumpulan file

yang saling terkait satu sama lain, misalnya file data induk karyawan, file jabatan,

file penggajian dan lain sebagainya. Kumpulan file yang tidak saling terkait satu

sama lain tidak dapat disebut database, misalnya file data induk karyawan, file

tamu undangan karyawan, file barang retail pasar swalayan.

2.8 MySQL
Menurut Anhar (2010:45), MySQL (My Structure Query Language) adalah

salah satu Database Management System (DBMS) dari sekian banyak DBMS

seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL, dan lainnya. MySQL berfungsi untuk

mengolah database menggunakan bahasa SQL. MySQL bersifat open source


16

sehingga kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemograman PHP juga sangat

mendukung atau support dengan database MySQLL.

2.9 PHP

Menurut Madcoms (2011:11), PHP (PHP Hypertext Preprocesor) adalah

bahasa pemograman yang berjalan dalam sebuah webserver dan berfungsi sebagai

pengolah data pada sebuah server. Dengan menggunakan PHP, sebuah website

akan lebih interaktif dan dinamis.

Menurut Alexander F.K. Sibero (2013:49), PHP adalah suatu bahasa

dengan hak cipta terbuka atau yang juga dikenal istilah Open Surce, yaitu

pengguna dapat mengembangkan kode-kode fungsi PHP sesuai dengan

keinginannya.

2.10 Adobe Dreamweaver Cs5

Menurut Sibero Alexander F.K. (2013:384), Adobe Dreamweaver adalah

suatu produk Web Developer yang dikembangkan oleh Adobe Systems Inc.,

sebelumnya produk Dreamweaver dikembangkan oleh Macromedia Inc. yang

kemudian sampai dengan saat ini pengembangannya diteruskan oleh Adobe

Systems Inc. Setelah diambil alih oleh Adobe Systems Inc., Dreamweaver

dikembangkan dan dirilis dengan kode nama Creative Suit (CS).

2.11 UML

Menururt Rosa dan Shalahuddin (2013:125), Unified Modeling Language

(UML) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri

untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta


17

menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. UML muncul

karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan,

menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak.

UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai

sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks.

Dalam UML terdapat beberapa kategori diagram, diantaranya yaitu :

a. Use case diagram

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:155), Use case atau diagram use case

merupakan pemodelan untuk kelakukan (behavior) sistem informasi yang akan

dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor

dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan

untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan

siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Berikut adalah simbol-

simbol yang ada pada diagram use case :

Tabel 2. Simbol-simbol Diagram Use Case

No Simbol Keterangan
1 Use case fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-
unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor,
biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja
di awal frase nama use case
2 Aktor/actor orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar
sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi
walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang,
tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya
dinyatakan dengan kata benda diawal frase aktor
18

3 Asosiasi/association komunikasi antar aktor dan use case yang


berpartisipasi pada use case atau use case memiliki
interaksi dengan actor
4 Ekstensi/extend relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana
use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri
walau tanpa use case tambahan, mirip dengan prinsip
inheritance pada pemrograman berorientasi objek,
biasanya use case tambahan memiliki nama depan
yang sama dengan use case yang ditambahkan, misal
arah panah mengarah pada use case yang
ditambahkan, biasanya use case yang menjadi
extend-nya merupakan jenis yang sama dengan use
case yang menjadi induknya.
5 Generalisasi/ hubungan generalisasi dan spesifikasi (umum-
Generalization khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang
lebih umum dari lainnya, misalnya anak panah
mengarah pada use case yang menjadi
generalisasinya (umum)
6 Menggunakan/ relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana
include/uses use case yang ditambahkan memerlukan use case ini
untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat
dijalankan use case ini
ada dua sudut pandang yang cukup besar mengenai
include di use case :
 include berarti use case yang dipanggil saat use
case tambahan dijalankan.
 include berarti use case yang tambahan akan
selalu melakukan pengecekan apakah use case
yang ditambahkan telah dijalankan sebelum use
case ditambahkan.
Sumber : Rosa dan Shalahuddin Tahun 2013

b. Activity Diagram
19

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013: 161), Diagram aktivitas atau activity

diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem

atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu

diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas

sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dilakukan oleh sistem.

Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram aktivitas :

Tabel 3. Simbol-simbol Activity Diagram

No Simbol Deskripsi
1 status awal status awal aktivitas sistem, sebuah diagram
aktivitas memiliki status awal
2 Aktivitas aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya
diawali dengan kata kerja

3 percabangan/decisio asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan


n aktivitas lebih dari satu

4 penggabungan/join asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu


aktivitas digabungkan
5 status akhir status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram
aktivitas memiliki sebuah status akhir

6 Swimlane memisahkan organisasi bisnis yang beranggung


jawab terhadap aktivitas yang terjadi

7 Join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu


aktivitas digabungkan menjadi satu
Sumber : Rosa dan Shalahuddin Tahun 2013

c. Sequence Diagram
20

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:165), diagram sequence

menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu

hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena

itu untuk menggambar diagram sequence maka harus diketahui objek-objek yang

terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang

diinstansiasi menjadi objek itu. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada

diagram sequence :

Tabel 4. Simbol-simbol Diagram Sequence

No Simbol Deskripsi
1 Actor orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar
sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi
walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang,
tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya
atau
dinyatakan dengan kata benda diawal frase aktor

Tanpa waktu aktif

2 Garis hidup/lifeline menyatakan kehidupan suatu objek

3 Objek menyatakan objek yang berinteraksi pesan

4 Waktu aktif menyatakan objek dalam keadaan aktif dan


berinteraksi, semua yang terhubung dengan waktu
aktif ini adalah sebuah tahapan yang dilakukan di
dalamnya
21

5 Pesan tipe create menyatakan suatu objek membuat objek yang lain,
arah panah mengarah pada objek yang dibuat

6 Pesan tipe call menyatakan suatu objek memanggil operasi/


metode yang ada pada objek lain atau dirinya
sendiri
7 Pesan tipe send menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan data/
masukan/informasi ke objek lainnya, arah panah
mengarah pada objek yang dikirimi
8 Pesan tipe return menyatakan bahwa suatu objek telah menjalankan
suatu operasi atau metode menghasilkan suatu
kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah
pada objek yang menerima kembalian.

9 Pesan tipe destroy menyatakan ustu objek mengakhiri hidup objek


yang lain, arah panah mengarah pada objek yang
diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada
destroy
Sumber : Rosa dan Shalahuddin Tahun 2013

2.12 Penelitian Sebelumnya

Menurut Sopingi, dkk (67:2015) dalam jurnalnya yang berjudul Prototyipe

Executive Information System Unyuk Mendukung Evaluasi Diri Perguruan Tinggi

(Studi Kasus Stmik Duta Bangsa Surakarta). Menyatakan bahwa Executive

Information System (EIS) adalah sistem berbasis komputer yang mampu melayani

kebutuhan informasi bagi eksekutif, mampu mengakses secara cepat informasi

mutakhir dan mampu mengakses secara langsung pada laporan-laporan

manajemen. Biasanya sangat mudah digunakan, didukung dengan grafik,


22

menyajikan laporan pengecualian (exceptions), dan mampu melakukan

penelusuran lebih rinci terhadap informasi yang diperolehnya.

Pengembangan EIS

1. Prepare Prototype

Tahap ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu preparedata dan desain tampilan.

Prepare datamerupakan mengumpulkan data-data yangdiperlukan untuk

membangun EIS. Desaintampilan merupakan membuat tampilan

inputoutput dari EIS.

2. Membangun versi prototype

Tahap ini merupakan tahap pembuatan prototypeuntuk versi awal.

Sedangkan menurut Arif Nurwidyantoro, dkk (43:2013) dalam jurnalnya

yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Eksekutif (Studi Kasus Di UGM).

Menyatakan bahwa sistem informasi eksekutif adalah sistem berbasis komputer

yang memungkinkan manajer senior untuk mengakses sumber informasi internal

dan eksternal yang telah diringkas kedalam tampilan grafik yang mudah diakses.

Sistem Infomasi Eksekutif dapat ditampilkan dalam bentuk dashboard yang

terdiri atas grafik dengan kapabilitas drill-down. Penggunaan bentuk dashboard

dapat memberikan sarana yang unik dan power full untuk menampilkan

informasi. Bentuk dashboard memudahkan level eksekutif melakukan komparasi,

analisa, serta menggarisbawahi variable-variabel penting untuk melihat kinerja,

identifikasi, kesempatan serta masalah yang terjadi.

2.13 Kerangka Berfikir


23

Gambar 2. Kerangka Berpikir

BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN

1.1 Gambaran Umum Toko TIO Cell 1


1.1.1 Visi Dan Misi
Visi

Menjadi penyedia produk handphone kelas bawah sampai kelas atas yang baik
dengan mengedepankan kepuasan pelanggan.
Misi
1. Kepercayan konsumen adalah modal utama kami
2. Dengan memberikan produk handphone yang berkualitas tinggi
24

3. Dengan selalu mengedepankan kinerja teknisi


4. Selalu meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

1.1.2 Struktur Organisasi

Gambar 3. Struktur Organisasi Tio Cell 1


1.1.3 Tugas Dan Tanggung Jawab

1. Pimpinan

a) Memimpin dan mengelola toko sejalan dengan tujuan dan target toko.

b) Memperbaiki tingkat efisiensi dan efektifitas toko.

c) Mempertahankan dan mengelola serta menjaga aset-aset toko.

d) Bertanggung jawab terhadap manajemen dan kepemilikan, termasuk

kesepakatan dengan pihak ketiga.

2. Dewan Komisaris

a) Melakukan pengawasan terhadap pengelolaan toko, termasuk perencanaan

dan pengembangan, operasi dan anggaran.


25

b) Memberikan saran dan pendapat kepada pimpinan mengenai laporan

keuangan tahunan, rencana pengembangan toko, serta auditor hal-hal

penting serta strategis lainnya terkait dengan aksi toko.

c) Melakukan evaluasi atas rencana kerja dan anggaran perusahaan.

d) Memastikan program pelaksanaan tata kelola toko telah diterapkan dan

dipelihara dengan baik.

3. Manajemen kelangsungan usaha

Manajemen kelangsungan usaha merupakan manajemen yang tidak dapat

dipisahkan dalam mengelola resiko di toko.

3.1 Analisis Sistem


3.1.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan
Dalam situasi teknologi yang maju seperti sekarang ini, adanya

perkembangan teknologi informasi dan pertumbuhan internet yang semakin

dramatis menyebabkan timbulnya kemajuan yang pesat yang terjadi dalam

lingkungan computer. Salah satunya yaitu teknologi web mobile, komputer

merupakan alat pendukung utama dalam kegiatan operasional perusahaan

maupun organisasi. Saat ini ponsel telah menjadi barang kebutuhan primer

seperti halnya makan dan minum yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-

hari. Oleh sebab itu permintaan akan produk ponsel semakin meningkat seiringd

engan bertambah banyaknya merek dan jenis ponsel yangberedar dipasaran.


Toko TIO Cell 1 adalah salah satu toko handphone unggulan yang ada di

daerah Lubuklinggau dan sekitarnya, perusahaan ini mempunyai banyak barang

dan pegawai. Dengan adanya banyak barang dan pegawai yang bekerja di Toko

TIO Cell 1 membuat sistem pencatatan penjualan yang ada di Toko TIO Cell 1
26

haruslah berkualitas. Karena pencatatan data penjualan penjualannya masih

dilakukan secara manual, yaitu dengan cara mencatat pada aplikasi Ms. Office

Word dan Excel. Dan tidak jarang dalam pembuatan laporan penjualan pada Toko

TIO Cell 1 terjadi kesalahan.


3.1.2 Alternatif Pemecahan Masalah
Aplikasi Sistem Informasi Executive merupakan aplikasi yang didukung

dengan perangkat komputer dan aplikasi berbasis web mobile, sehingga dengan

adanya aplikasi ini maka akan mempermudah karyawan dalam mengolah data

penjualan, dan juga membuat pimpinan lebih mudah untuk mendapatkan

informasi tentang data laporan penjualan yang ada pada Toko TIO Cell 1. Pada

sistem ini menggunakan bahasa pemrograman Webserver Apache, Database

MySQL dan bahasa pemograman PHP.


3.2 Perancangan Sistem
3.2.1 Perancangan Hasil Dan Analisis Dan Desain
3.2.1.1 Use Case

Use Use Case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan

dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan

bukan “bagaimana”.Sebuah Use Case mempresentasikan pada interaksi antara

Actor dengan Sistem. Berikut adalah perancangan Use Case-nya :


27

Gambar 4. Use Case Diagram

3.2.1.2 Definisi Aktor


Aktor Aktor didefinisikan sebagai aturan yang dimainkan oleh pengguna

dalam berinteraksi dengan sistem .Sistem ini memiliki 2 aktor saja yaitu.

Tabel 5. Daftar Aktor

Aktor Deskripsi
Admin yaitu pengguna sistem yang mempunyai hak
akses terhadap sistem, mengolah data barang, data
Admin
distributor, data penjualan, data pembelian dan
laporan penjualan.
28

Aktor yang bertindak melihat atau menampilkan


Pimpinan laporan data penjualan dalam bentuk grafik.

3.2.1.3 Definisi Use Case


Diagram Diagram ini digunakan untuk menggambarkan arus data sistem

yang disebut dengan Diagram Arus Data. Notasi – notasi yang digunakan dalam

pembuatan Diagram Arus Data

Diagram ini digunakan untuk menggambarkan arus data sistem yang

disebut dengan Diagram Arus Data.


Tabel 6. Defenisi Use Case

Use Case Deskripsi


Login Admin dan pimpinan memasukan
username dan password untuk masuk
ke Aplikasi Sistem Informasi Eksekutif
Data barang Admin mengolah data barang yang
meliputi tambah, edit dan hapus
Data distributor Admin mengolah data distributor yang
meliputi tambah, edit dan hapus
Data penjualan Admin mengolah data penjualan yang
meliputi tambah, edit dan hapus
Data pembelian Admin mengolah data pembelian yang
meliputi tambah, edit dan hapus
Laporan data penjualan Admin dan pimpinan melihat Laporan
data penjualan pada toko TIO Cell 1
3.2.1.4 Skenario Use Case

Skenario use case merupakan tabel yang menggambarkan deskripsi rinci

dari tiap use case. Berikut adalah skenario use case untuk setiap use case yang ada

pada Aplikasi Dashboard Berbasis Web Mobile di Kec. Tuah Negeri yang akan

dibangun.
1. Skenario Use Case Login

Tabel 7. Skenario Use Case Login


Identifikasi
Nama Login (Backend)
Tujuan Memastikan pengguna memilki hak
29

akses ke dalam system


Deskripsi Aplikasi akan memeriksa apakah
pengguna memilki hak akases terhadap
aplikasi dengan memasukan Username
dan Password
Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1)
Kondisi Menampilkan form login
Awal
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Memasukkan id dan Password
2. Mengecek valid tidaknya data
masukkan
3. Masuk ke aplikasi
4. Memasukkan id dan password
5. Mengecek valid tidaknya data
masukkan
6. Menampilkan login tidak valid

2. Skenario Menambah Data Barang


Tabel 8. Skenario Menambah Data Barang
Identifikasi
Nama Data Barang
Tujuan Mengolah data Barang
Deskripsi Admin melakukan pengolahan data
Barang meliputi tambah, ubah dan
hapus
Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1)
Kondisi Menampilkan halaman admin
Skenario Menambah Data Barang
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Input data Barang
2. Mencatat data Barang
3. Validasi data Barang
4. Menekan tombol “SIMPAN”
5. Menyimpan data Barang ke
database
6. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario Ubah Data Barang
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan ID_Barang
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pengubahan data
30

4. Menyimpan data Barang ke


database
5. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario Hapus Data Barang
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan ID_Barang
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pemilihan data
4. Menampilkan konfirmasi
penghapusan data
5. Memilih konfirmasi
penghapusan
6. Melakukan penghapusan ke
database
7. Menampilkan pesan bahwa data
sukses dihapus

3. Skenario Menambah Data Distributor

Tabel 9. Skenario Menambah Data Distributor


Identifikasi
Nama Data Distributor
Tujuan Mengolah data Distributor
Deskripsi Admin melakukan pengolahan data
Distributor meliputi tambah, ubah dan
hapus
Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1)
Kondisi Menampilkan halaman admin
Skenario Menambah Data
Distributor

Aksi Aktor Reaksi Sistem


1. Input data Distributor
2. Mencatat data Distributor
3. Validasi data Distributor
4. Menekan tombol “SIMPAN”
5. Menyimpan data Distributor ke
database
6. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario ubah Data Distributor
Aksi Aktor Reaksi Sistem
31

1. Masukkan Id_ Distributor


2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pengubahan data
4. Menyimpan data Distributor ke
database
5. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario hapus Data Distributor
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan Id_ Distributor
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pemilihan data
4. Menampilkan konfirmasi
penghapusan data
5. Memilih konfirmasi
penghapusan
6. Melakukan penghapusan ke
database
7. Menampilkan pesan bahwa data
sukses dihapus

4. Skenario Data Penjualan

Tabel 10. Skenario Data Penjualan


Identifikasi
Nama Data Penjualan
Tujuan Mengolah data Penjualan
Deskripsi Admin melakukan pengolahan data
Penjualan meliputi tambah, ubah dan
hapus

Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1)


Kondisi Menampilkan halaman admin
Skenario tambah Data Penjualan
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Input data Penjualan
2. Mencatat data Penjualan
3. Validasi data Penjualan
32

4. Menekan tombol “SIMPAN”


5. Menyimpan data Penjualan ke
database
6. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario ubah Data Penjualan
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan Id_ Penjualan
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pengubahan data
4. Menyimpan data Penjualan ke
database
5. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario hapus Data Penjualan
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan Id_ Penjualan
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pemilihan data
4. Menampilkan konfirmasi
penghapusan data
5. Memilih konfirmasi
penghapusan
6. Melakukan penghapusan ke
database
7. Menampilkan pesan bahwa data
sukses dihapus

5. Skenario Data Pembelian


Tabel 11. Skenario Data Pembelian

Identifikasi
Nama Data Pembelian
Tujuan Mengolah data Pembelian
Deskripsi Admin melakukan pengolahan data
Pembelian meliputi tambah, ubah dan
hapus
Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1)
Kondisi Menampilkan halaman admin

Skenario tambah data Pembelian


Aksi Aktor Reaksi Sistem
33

1. Input data Pembelian


2. Mencatat data Pembelian
3. Validasi data Pembelian
4. Menekan tombol “SIMPAN”
5. Menyimpan data Pembelian ke
database
6. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario ubah data Pembelian
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan Id_ Pembelian
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pengubahan data
4. Menyimpan data Pembelian ke
database
5. Menampilkan pesan bahwa data
sukses disimpan
Skenario hapus data Pembelian
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Masukkan Id_ Pembelian
2. Menampilkan data hasil
pencarian
3. Melakukan pemilihan data
4. Menampilkan konfirmasi
penghapusan data
5. Memilih konfirmasi
penghapusan
6. Melakukan penghapusan ke
database
7. Menampilkan pesan bahwa data
sukses dihapus

6. Skenario Laporan Data Penjualan


Tabel 12. Skenario Laporan Data Penjualan

Identifikasi
Nama Data admin
Tujuan Mengolah data admin
Deskripsi Admin melihat Laporan Data Penjualan

Aktor Admin (karyawan TIO Cell 1) dan


Pimpinan
Kondisi Menampilkan halaman Laporan Data
Penjualan
34

Skenario Laporan Data Penjualan


Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Membuka halaman Laporan
Data Penjualan
2. Menampilkan pilihan
berdasarkan jenis HP
3. Memilih jenis HP
4. Membuka Laporan berdasarkan
jenis HP yang dipilih dalam
bentuk grafik

3.2.1.5 Activity Diagram


Activity Diagram merupakan bagian dari pengambaran sistem secara

fungsional menjelaskan proses-proses logika atau fungsi yang terimplementasi

oleh kode program. Activity Diagram memodelkan event-event yang terjadi

didalam suatu Use Case dan digunakan untuk pemodelan aspek dinamis dari

sistem.

1. Activity Diagram Login


35

Gambar 5. Activity Diagram Login

2. Activity Diagram Tambah Data Barang

Gambar 6. Activity Diagram Tambah Data Barang

3. Activity Diagram Ubah Data Barang


36

Gambar 7. Activity Daigram Ubah Data Barang

4. Activity Diagram Hapus Data Barang

Gambar 8. Activity Diagram Hapus Data Barang

5. Activity Diagram Tambah Data Distributor


37

Gambar 9. Activity Diagram Tambah Data Distributor

6. Avtivity Diagram Ubah Data Distributor

Gambar 10. Activity Diagram Ubah Data Distributor


38

7. Activity Diagram Hapus Data Distributor

Gambar 11. Activity Diagram Hapus Data Distributor

8. Activity Diagram Tambah Data Penjualan


39

Gambar 12. Activity Diagram Tambah Data Penjualan

9. Activity Diagram Ubah Data Penjualan

Gambar 13. Activity Diagram Ubah Data Penjualan

10. Activity Diagram Hapus Data Penjualan


40

Gambar 14. Activity Diagram Hapus Data Penjualan

11. Activity Diagram Tambah Data Pembelian

Gambar 15. Activity Daigram Tambah Data Pembelian

12. Activity Diagram Ubah Data Pembelian


41

Gambar 16. Activity Daigram Ubah Data Pembelian

13. Activity Diagram Hapus Data Pembelian

Gambar 17. Activity Daigram Hapus Data Pembelian

14. Activity Diagram Mengolah Data Laporan


42

Gambar 18. Activity Daigram Melihat Data Wilayah

3.2.1.6 Sequance Diagram

Sequence Diagram adalah sekuensial yang digunakan untuk menunjukkan

aliran fungsionalitas dalam use case. Sequence diagram digunakan sebagai

informasi tentang gambaran detaildari setiap use case diagram yang telah dibuat

sebelumnya. Setiap objects yang terlibat dalam sebuah use case digambarkan

dengan garis putus-putus vertical,kemudian message yang dikirim oleh object

digambarkan dengan garis horizontal secara kronologis dari atas ke bawah.


Berikut adalah diagram sekuensial yang menggambarkan fungsionalitas

sistem pada aplikasi sistem informasi berbasis web mobile pada Toko Tio Cell 1

Lubuklinggau :

1. Sequence Diagram Proses Login


43

Gambar 19. Sequence Diagram Proses Login

2. Sequence Digram Tambah Data Barang

Gambar 20. Sequence Diagram Tambah Data Barang


44

3. Sequence Diagram Ubah Data Barang

Gambar 21. Sequence Diagram Ubah Data Barang

4. Sequence Diagram Hapus Data Barang

Gambar 22. Sequence Diagram Hapus Data Barang


45

5. Sequence Diagram Tambah Data Distributor

Gambar 23. Sequence Diagram Tambah Data Distributor

6. Sequence Diagram Ubah Data Distributor

Gambar 24. Sequence Diagram Ubah Data Distributor


46

7. Sequence Diagram Hapus Data Distributor

Gambar 25. Sequence Diagram Hapus Data Distributor

8. Sequence Diagram Tambah Data Penjualan

Gambar 26. Sequence Diagram Tambah Data Penjualan


47

9. Sequence Diagram Ubah Data Penjualan

Gambar 27. Sequence Diagram Ubah Data Penjualan

10. Sequence Diagram Hapus Data Penjualan

Gambar 28. Sequence Diagram Hapus Data Penjualan


48

11. Sequence Diagram Tambah Data Pembelian

Gambar 29. Sequence Diagram Tambah Data Pembelian

12. Sequence Diagram Ubah Data Pembelian

Gambar 30. Sequence Diagram Ubah Data Pembelian


49

13. Sequence Diagram Hapus Data Pembelian

Gambar 31. Sequence Diagram Hapus Data Pembelian

14. Sequence Diagram Mengolah Data Laporan


50

Gambar 32. Sequence Diagram Mengolah Data Laporan

3.2.1.7 Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram dibangun untuk mendeskripsikan jenis-

jenis objek dalam system dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat

diantara tiap class. Diagram kelas merupakan suatu diagram yang

menggambarkan struktur sistem dari kelas-kelas serta hubungannya. Diagram

kelas ini juga menampilkan interaksi dalam kelas-kelas tersebut, atribut apa yang

dimiliki atau operasi/metode apa yang dimiliki kelas itu. Diagram kelas aplikasi

dashboard berbasis web mobile pada UPTBP Kec. Tuah Negeri dapat dilihat pada

gambar dibawah ini.


51

Barang Distributor Pembelian


Admin Penjualan
+Id_barang +id_didtributor +id_pembelian
+id_username +id_barang +id_penjualan
+username +Nama_barang +nama_distributor +id_barang
+pabrikan +alamat +jumlah
+password +harga +jumlah
+kategori +harga
+tambah() +harga +Tambah() +tgl_pembelian
+Ubah() +tgl_transaksi
+ubah() +stok +Tambah()
+hapus() +Hapus() +Tambah()
+Tambah() +Ubah()
+Hapus() +Ubah()
+Ubah() +Hapus()
1..* +Hapus() 1..*

1..*
1..*

1..*

1 1 1
1 1
1
Mengelola Data Distributor Mengelola Data Pembelian Mengelola Data Penjualan
Mengelola Data Admin Mengelola Data Barang

+Tambah() +Tambah() 1 +Tambah()


+Tambah() +Tambah() +Ubah()
+Ubah() +Ubah() +Ubah() +Ubah()
+Hapus() +Hapus() +Hapus()
+Hapus() 1 +Hapus() 1
1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1

1 1

Koneksi Basis Data

1 +Host Laporan Penjualan


+Database
+Username 1
1 +Laporan_data_admin()
+Password
Login 1 1 +laporan_data_barang()
1 1
+Open() +laporan_data_distributor()
1 +Excute() +laporan_data_pembelian()
+From_login() +laporan_data_penjualan()
+Getresult()
+Cek_status_login()
+Close()
1
1

1
1
Keluar
1
+Login()
+Keluar() 1 1
1 Main
1 1 Sistem
+Halaman_uatama()
1 +Halaman_utama() +main()
1
+Data_admin()
+Data_barang()
+Data_distributor() 1
+Data_pembelian()
+Data_penjualan()

Gambar 33. Class Diagram

3.2.2 Desain Tabel

1. Tabel Admin
Tabel 13. Rancangan Tabel Admin

No Nama Field Tipe Ukuran Keterangan


1 Id_Username Integer 11 ID Username
2 Username Varchar 30 Kata Kunci
3 Password Varchar 40 Password Admin

2. Tabel Barang
52

Tabel 14. Rancangan Tabel Barang

No Nama Field Tipe Ukuran Keterangan


1 Id_Barang Int 11 Id barang
2 Nama_Barang Varchar 30 Nama barang
3 Pabrikan Varchar 30 Nama pabik
4 Kategori Varchar 40 Kategori HP
5 Harga Int 11 Harga jual HP
6 Stok Int 11 Stok di took

3. Tabel Distributor
Tabel 15. Rancangan Tabel Distributor

No Nama Field Tipe Ukuran Keterangan


1 ID_Distributor Int 11 ID Distributor
2 Nama_Distributor Varchar 30 Nama Distributor
3 Alamat Varchar 30 Alamat Distributor

4. Tabel Pembelian
Tabel 16. Rancangan Tabel Pembelian

No Nama Field Tipe Ukuran Keterangan


1 ID_Pembelian Int 11 ID Pembelian
2 ID_Barang Varchar 20 ID Barang
4 Jumlah Int 11 Jumlah
5 Harga Int 11 Harga Barang
6 Total Int 11 Total Barang
Tanggal pembelian
7 Tgl_Pembelian Varchar 20
Barang

5. Tabel Penjualan
Tabel 17. Rancangan Tabel Penjualan

No Nama Field Tipe Ukuran Keterangan


1 ID_Penjualan Int 11 ID Penjualan
2 ID_Barang Varchar 20 ID Barang
3 Jumlah Int 11 Jumlah
4 Harga Int 11 Harga Barang
6 Tgl_Transaksi Varchar 20 Tanggal transaksi

3.2.3 Rancangan Desain Halaman

1. Halaman Login
53

Gambar 34. Halaman Login

2. Halaman Utama/Beranda

Gambar 35. Halaman Utama/Beranda

3. Halaman Data Barang


54

Gambar 36. Halaman Data Barang

4. Halaman Data Distributor


55

Gambar 37. Halaman Data Distributor

5. Halaman Data Penjualan


56

Gambar 38. Halaman Data Penjualan

6. Halaman Data Pembelian


57

Gambar 39. Halaman Data Pembelian

7. Halaman Tampilan Grafik


58

Gambar 40. Halaman Tampilan Grafik

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
59

4.1 Hasil

Berdasarkan rancangan yang telah dilakukan mengenai Sistem Informasi

Executive Pada Toko TIO Cell 1 Berbasis Web Mobile menggunakan bahasa

pemograman Webserver Apache, Database MySQL dan bahasa pemograman PHP.

Implementasi adalah tahap penerapan sekaligus tahap pengujian bagi sistem baru,

dengan adanya aplikasi ini proses pengolahan data pencatatan penjualan pada

Toko TIO Cell 1 dilakukan secara terkomputerisasi agar lebih efektif dan efisien

dan proses pelaporan ke pimpinan akan semakin cepat dan akurat.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Halaman Login

Halaman login untuk menginput username dan password untuk masuk ke

halaman utama mengenai aplikasi Sistem Informasi Executive, sistem akan

melakukan validasi password, apabila salah menginput password maka akan

tampil keterangan kesalahan, Adapun tampilan dari halaman tampil Login dapat

di lihat pada gambar 41.


60

Gambar 41. Halaman Login

4.2.2 Halaman Utama

Halaman utama, digunakan admin untuk mengolah data aplikasi Sistem

Informasi Executive, admin memiliki akses penuh aplikasi Sistem Informasi

Executive. Adapun tampilan halaman utama dapat di lihat pada gambar 42.

Gambar 42. Halaman Utama

4.2.3 Halaman Data Barang


61

Halaman ini digunakan Admin menambah data Barang yang berisi

id_barang,nama barang, pabrikan, kategori, harga dan stok. Terdapat tombol

simpan untuk menyimpan data ke dalam database. Adapun tampilan halaman

utama dapat di lihat pada gambar 43.

Gambar 43. Halaman Data Barang

4.2.4 Halaman Data Distributor

Halaman ini digunakan Admin menambah data Distributor yang berisiid

distributor, nama distributor dan alamat. Terdapat tombol simpan untuk

menyimpan data ke dalam database. Adapun tampilan Data Distributor dapat di

lihat pada gambar 44.


62

Gambar 44. Halaman Data Distributor

4.2.5 Halaman Data Penjualan

Halaman ini digunakan Admin menambah data penjualan pada TIO Cell 1,

yang berisi filed id penjualan, id barang, jumlah, harga dan tanggal transaksi.

Adapun tampilan halaman data penjualan dapat di lihat pada gambar 45.

Gambar 45. Halaman data penjualan

4.2.6 Halaman Data Pembelian


63

Halaman ini digunakan Admin menambah data Pembelian yang berisi id

pembelian, id barang, jumlah, harga dan tanggal pembelian. Adapun tampilan

halaman utama dapat di lihat pada gambar 46.

Gambar 46. Halaman data Pembelian

4.2.7 Halaman Tampilan Grafik

Halaman ini digunakan Admin/pimpinan untuk melihat laporan penjualan

dalam bentuk grafik. Adapun tampilan grafik dapat di lihat pada gambar 47.
64

Gambar 47. Halaman tampilan grafik

4.2.8 Tampilan Halaman Utama Web Mobile

Halaman ini digunakan admin untuk dalam bentuk web mobile. Adapun

tampilan halaman utama web mobile dapat di lihat pada gambar 48.

Gambar 48. Tampilan Halaman utama Web Mobile


65

4.2.9 Halaman Data Barang Dalam Bentuk Web Mobile

Halaman ini digunakan admin untuk menambahkan data barang dalam

bentuk web mobile. Terdapat tombol simpan untuk menyimpan data ke dalam

database . Adapun tampilan data barang dalam bentuk web mobile dapat di lihat

pada gambar 49.

Gambar 49. Halaman tampilan data barang dalam bentuk web mobile

4.2.10 Halaman Data Distributor Dalam Bentuk Web Mobile

Halaman ini digunakan admin untuk menambahkan data distributor dalam

bentuk web mobile.. Terdapat tombol simpan untuk menyimpan data ke dalam

database. Adapun tampilan data distributor dapat di lihat pada gambar 50.
66

Gambar 50. Halaman data distributor dalam bentuk web mobile

4.2.11 Halaman Data Penjualan Barang Dalam Bentuk Web Mobile

Halaman ini digunakan admin untuk menambahkan Data Penjualan

Barang Dalam Bentuk Web Mobile. Adapun tampilan data Penjualan Barang

dapat di lihat pada gambar 51.

Gambar 51. Halaman data Penjualan Barang


67

4.2.12 Halaman Data Pembelian Barang Dalam Bentuk Web Mobile

Halaman ini digunakan admin untuk menambahkan data pembelian barang

dalam bentuk web mobile. Adapun tampilan data pembelian barang dapat di lihat

pada gambar 52.

Gambar 52. Halaman data pembelian barang

4.2.13 Halaman Tampilan Grafik Dalam Bentuk Web Mobile

Halaman ini digunakan admin/pimpinan untuk melihat presentase

penjualan handphone berdasarkan kategori handphone. Adapun tampilan grafik

dapat di lihat pada gambar 53.


68

Gambar 53. Halaman tampilan grafik

4.3 Pengujian Sistem

Tabel 18. Pengujian Sistem

N PENGUJIAN Pembahasan KETERANGAN


O Tidak Berhasil
Berhasil
1 Halaman Login Sistem akan melakukan 
validasi password,
apabila benar maka
sistem akan menuju ke
halaman utama jika salah
menginput password
maka akan tampil
keterangan kesalahan
2 Halaman Utama Admin berhasil masuk 
pada halaman menu
utama yang berisi data
barang, data distributor,
data pembelian dan data
penjualan
3 Halaman Data Admin memilih menu 
barang Data barang maka
system akan
69

menampilkan semua data


barang dan admin bisa
menambah, mengubah
atau menghapus data
barang
4 Halaman data Admin memilih menu 
distributor Data distributor maka
system akan
menampilkan semua data
distributor dan admin
bisa menambah,
mengubah atau
menghapus data
distributor
5 Halaman data Admin memilih menu 
Pembelian Data Pembelian maka
system akan
menampilkan semua data
Pembelian dan admin
bisa menambah,
mengubah atau
menghapus data
pembelian
6 Halaman data Admin memilih menu 
penjualan Data penjualan maka
system akan
menampilkan semua data
penjualan dan admin bisa
menambah, mengubah
atau menghapus data
penjualan
7 Halaman grafik Admin/pimpinan 
memilih menu Data
grafik maka system akan
menampilkan grafik
berdasarkan kategori
handphone

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
70

Berdasarkan dari uraian diatas maka penulis dapat menyimpulkan :

1. Dengan Adanya aplikasi Sistem Informasi Executive Pada Toko TIO Cell 1

Berbasis Web Mobile maka proses pengolahan data pencatatan penjualan lebih

efektif dan efisien.

2. Proses pembuatan laporan data penjualan pihak Toko TIO Cell 1 menjadi

lebih cepat dan akurat.

3. Aplikasi Dashboard ini dibuat menggunak menggunakan bahasa pemograman

Webserver Apache, Database MySQL dan bahasa pemograman PHP.

1.2 Saran

Agar aplikasi Sistem Informasi Executive Berbasis Web Mobile ini

berjalan dengan baik, penulis megajukan saran yang mudah-mudahan dapat

membantu pihak TIO Cell 1 yaitu:

1. Aplikasi ini hanya melakukan pengolahan data baraaang, data distributor, data

pembelian dan data penjualan sehingga diharapkan kepada pengembang

selanjutnya untuk dapat lebih melengkapi dari fasilitas aplikasi ini.

2. Pada Rancangan Sistem Informasi Executive berbasis web mobile penggunaan

media komputer dan smartphone diharapkan dapat menyesuaikan spesifikasi

komputer dan smartphone yang terbaru agar aplikasi dapat berjalan sesuai

yang diharapkan.