Anda di halaman 1dari 80

Fundamental of Boiler

DSHO-CR411

1
Chapter 1 : Uap dan Kegunaannya

Uap merupakan sumber yang penting untuk industri pada saat ini. Uap
sangat diperlukan untuk produksi pada industri pulp dan kertas, industri
makanan, untuk proses pemanasan dan pendinginan pada gedung-gedung
yang besar, untuk sumber penggerak peralatan-peralatan seperti pompa,
generator, dan kapal uap.

Bagaimanapun juga, pengunaan utamanya yang paling penting adalah


sebagai sumber untuk membangkitkan energi listrik. Uap sangat berharga
karena uap dapat diproduksi dimana saja dengan hanya menggunakan
energi panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar yang tersedia di
tempat tersebut.

Uap juga bisa di daur ulang; uap yang berubah fase menjadi air (kondensat),
bisa dipanaskan kembali menjadi uap. Pembangkit uap pada saat ini
merupakan kombinasi dari sistem rekayasa (desain) yang komplek, yang
bekerja untuk meghasilkan uap dengan cara yang paling efisien dan
memungkinkan secara ekonomis.
2
Chapter 1 : Uap dan Kegunaannya

Energi panas (dari bahan bakar) yang digunakan untuk menghasilkan uap,
merupakan unit biaya produksi yang sangat signifikan mempengaruhi
besaran biaya total produksi pembangkitan uap. Dalam setiap kondisi
seperti apapun, pembangkit listrik tenaga uap pertama sekali selalu
membutuhkan energi panas.
Energi panas ini berasal dari sumber energi yang sangat bervariasi,dan lebih
sering tergantung pada lokasi dimana pembangkit tersebut berada.

Sumber energi panas ini bisa berasal dari:


- Bahan bakar fosil: batubara, minyak bumi, dan gas alam
- Bahan nuklir: seperti uranium
- Bentuk energi dan bahan bakar lain seperti: panas gas buang dari turbin
gas, kulit kayu, bagasse, dan jenis bahan bakar (sisa) lainnya.

3
Chapter 1 : Uap dan Kegunaannya

Setiap jenis bahan bakar ini mempunyai potensi energi dalam bentuk nilai
kalori. Energi panas ini dihasilkan dengan proses pembakaran yang
dikontrol dengan baik,untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna.
Pada pembangkit tenaga nuklir yang menggunakan uranium, energi panas
dihasilkan dengan proses fisi.
Dalam kedua contoh ini, panas yang dihasilkan kemudian di transfer ke air
umpan boiler, untuk proses pemanasan yang selanjutnya akan
menghasilkan uap.

Prose pemanasan ini bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti melalui
tubes dimana air mengalir di dalamnya. Ketika air dipanaskan, secara cepat
air akan berubah bentuk menjadi uap. Sistem/peralatan dimana uap
dibangkitkan disebut boiler atau juga sering disebut steam generator

4
Chapter 1 : Uap dan Kegunaannya

Boiler dibangun dengan berbagai ukuran dan kapasitas yang disesuaikan


dengan kebutuhan uap dari pembangkit tersebut. Pengurangan biaya
operasi (operating cost) selalu menjadi faktor utama dalam mendesain
suatu boiler.

Biaya investasi awal dari suatu proyek pembangunan boiler dikurangi


dengan mengurangi komponen-komponen biaya seperti: biaya desain,
fabrikasi, dan instalasi. Ketika boiler sudah berada pada tahap operasi,
pemilik dari pembangkit tersebut selanjutnya akan tertarik dengan
pengurangan biaya operasi.

Biaya bahan bakar merupakan bagian yang terbesar dari biaya operasi. Jadi
ketika suatu boiler sedang dalam proses desain, poin utama yang menjadi
perhatian adalah mendesain konstruksi boiler yang memungkinkan
terjadinya efisiensi pembakaran yang cukup tinggi. Pemilihan jenis bahan
bakar sangat penting, bukan hanya untuk mengurangi biaya operasi tetapi
juga untuk mengurangi tingkat polusi terhadap lingkungan.
5
Chapter 1 : Uap dan Kegunaannya

Boiler didesain dan dibangun berdasarkan kode (aturan) yang diadopsi dari
berbagai peraturan/yuridiksi yang dikeluarkan oleh pemerintah/negara
tertentu. Boiler and Pressure Vessel Code (BPVC) yang dikeluarkan oleh
American Society of Mechanical Engineers (ASME) sudah diterima dan
diakui secara internasional. Berdasarkan kode/aturan yang dikeluarkan oleh
ASME, boiler di kategorikan menjadi dua bagian besar:

a. ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section I - Power Boilers digunakan
untuk mendesain Power Boiler yang merupakan boiler tekanan tinggi.

b. Heating Boiler atau boiler pemanas, yang merupakan boiler tekanan


rendah didesain berdasarkan ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section
IV – Rules for Construction of Heating Boilers.

6
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

Berdasarkan uraian sebelumnya, secara garis besar boiler dikategorikan


menjadi dua bagian besar: boiler tekanan tinggi dan boiler tekanan rendah.
Dengan pembagian ini, definisi dari boiler tekanan tinggi dan tekanan
rendah menjadi diperlukan, karena dalam fungsinya boiler bisa
menghasilkan uap (steam) dan air panas (hot water) dengan batasan
tekanan yang bervariasi.

1.Klassifikasi berdasarkan ASME

a. Power Boiler
Power boiler didefinisikan sebagai boiler dimana uap yang dibangkitkannya
mempunyai tekanan lebih dari 15 psi (0.032 bar). Power Boiler didesain dan
dibangun berdasarkan aturan ASME Section I - Power Boiler.
Aturan pada Section I mencakup: - konstruksi power boilers, - high
temperature water boilers, - miniature boilers, - electric boilers, - dan
organic fluid vaporizers.

7
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

b. Heating Boiler
Heating boiler didefinisikan sebagai suatu boiler dimana uap atau uap air
yang dibangkitkan mempunyai tekanan lebih rendah dari 15 psi (0.032 bar),
atau suatu boiler dimana uap air yang dibangkitkan mempunyai tekanan
tidak melebihi 160 psi (0.34 bar) dan/atau temperatur tidak melebihi 250ºF
(121.11 °C).

Heating boiler didesain dan dibangun berdasarkan aturan ASME Section IV


yang mencakup konstruksi dari:
- steam heating boilers,
- hot water heating boilers,
- hot water supply boilers,
- hot water heaters.

8
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

2. Klassifikasi berdasarkan tekanan

a. Tekanan Tinggi (high pressure)


Suatu boiler tekanan tinggi adalah boiler dimana uap yang dihasilkan
mempunyai tekanan lebih besar dari 15 psi, termasuk water boilers yang
beroperasi pada tekanan lebih besar 160 psi atau temperatur diatas 250ºF.
Boiler tekanan tinggi digunakan untuk aplikasi pembangkit listrik ataupun
uap proses (steam process).

b. Tekanan rendah (low pressure)


Boiler tekanan rendah adalah boiler yang beroperasi pada tekanan dibawah
15 psi, termasuk hot water boiler yang beroperasi pada tekanan di bawah
160 psi atau 250ºF. Kebanyakan boiler tekanan rendah ini digunakan untuk
pemanas ruangan.

9
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

3. Klassifikasi berdasarkan output boiler

a. Boiler pembangkit uap (steam boilers)


Steam boiler adalah boiler yang menghasilkan uap, yang bisa berupa uap
jenuh (saturated steam) atau uap kering (superheated steam). Boiler yang
menghasilkan uap jenuh, bisa digunakan untuk berbagai keperluan, tapi
kebanyakan untuk proses industri. Boiler yang menghasilkan uap kering
(uap panas lanjut) digunakan untuk pembangkitan listrik.

b. Boiler pembangkit air panas (hot water boilers)


Boiler hot water menghasilkan air panas yang bisa mempunyai temperatur
yang tinggi atau juga rendah. Air panas ini banyak digunakan pada proses
industri dan pemanasan ruangan.

10
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

4. Klassifikasi berdasarkan bahan bakar

a. Boiler gas
Boiler yang proses pembakarannya menggunakan gas disebut sebagai
boiler gas. Gas yang digunakan bisa berupa natural gas, propane gas, atau
jenis lain dari liquid petroleum gas. Secara umum untuk aplikasi industrial
burner, gas yang dipakai harus mempunyai kandungan sebagai berikut:
70% methane (CH4 ), atau 70% propane (C3H8), atau 25% hydrogen (H2)
by volume.

b. Boiler minyak
Boiler yang proses pembakarannya menggunakan minyak disebut sebagai
boiler minyak. Biasanya heavy oil atau bunker C paling umum digunakan
karena harganya yang rendah. Minyak no.6 disebut sebagai bunker C.
Jenis bahan bakar minyak lainnya yang digunakan adalah minyak
no.1,2,3,4,5, diesel dan kerosene.
11
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

c. Boiler batubara
Berbagai jenis batubara bisa digunakan pada boiler kapasitas besar seperti
boiler industri dan boiler pembangkit listrik. Batubara merupakan bahan
bakar yang sangat ekonomis untuk digunakan pada boiler pembangkit
listrik.

d. Boiler listrik
Energi listrik digunakan untuk jenis boiler ini sebagai pengganti
penggunaan bahan bakar konvensional. Energi listrik adalah bahan bakar
yang bersih dan popular penggunaannya untuk boiler keperluan
laboratorium penelitian, industri makanan, dan industri lainnya, dimana
asap/gas buang tidak boleh ada.

12
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

5.Klassifikasi berdasarkan jenis pipa (tubes)

a. Boiler pipa api


Boiler pipa api adalah boiler yang produk dari pembakarannnya (gas panas)
dilewatkan didalam pipa-pipa yang ditutupi oleh air. Kerangka dari boiler
disebut shell, yang berisi air. Boiler ini digunakan untuk aplikasi dengan
tingkat daya kerja 15 – 3000 hp.

Pembakaran pada boiler pipa api bisa menggunakan minyak, gas dan
bahan bakar padat. Konstruksi dari boiler pipa api ini biasanya dalam
bentuk boiler package dengan alasan ekonomis

13
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

b. Boiler pipa air


Pada boiler pipa air, air umpan mengalir di dalam pipa (tubes) dan masuk
menuju drum boiler. Air yang bersirkulasi ini dipanaskan melalui energi
panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dan mengubah air menjadi
uap pada lokasi uap pada drum boiler.

Boiler ini dipilih ketika kebutuhan akan uap cukup tinggi pada tekanan yang
cukup tinggi pula. Konstruksi boiler pipa air biasanya dibuat dalam bentuk
boiler package apabila minyak atau gas digunakan sebagai bahan bakar.

14
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

Kriteria Pemilihan Boiler


Pemilihan boiler pada dasarnya mengacu pada kebutuhan akan kapasitas
yang ingin dibangkitkan, namun dalam prosesnya pemilihan ini tidak
selamanya mudah. Beberapa hal yang menjadi kriteria dalam proses
pemilihan boiler adalah sbb:

1. Ouput yang ingin dibangkitkan (steam atau hot water)


Kebutuhan akan prosesnya merupakan hal yang penting sekali dalam
proses pemilihan boiler. Boiler uap (steam boiler) didesain untuk mensuplai
uap, baik pada tekanan rendah maupun pada tekanan tinggi.

Boiler uap tekanan rendah banyak digunakan dalam proses pemanasan.


Boiler uap tekanan tinggi banyak digunakan untuk menyuplai uap yang
diperlukan untuk pembangkitan listrik.

15
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

2. Sistem beban
Sistem beban adalah kebutuhan kapasitas pembangkitan dari sistim.
Dinyatakan baik dalam satuan energi panas per satuan waktu (KJ/hr)
maupun dalam satuan massa per satuan waktu (ton/hr) pada tekanan dan
temperatur tertentu.

Perhitungan akan beban yang harus dipenuhi membutuhkan pertimbangan


yang hati-hati, studi terhadap referensi manual, dan menggunakan data-
data engineering. Sistem beban bisa berupa beban pemanasan, proses,
maupun kombinasi dari keduanya.
Beban maksimum harus dihitung untuk memastikan bahwa sistim yang
ada bisa memenuhi kebutuhan maksimum dari plant tersebut.

16
Chapter 2 : Boiler dan Pembagiannya

3. Jumlah dari boiler


Ketika menghitung beban dari sistim, seorang /design project engineer
harus memperhitungkan jumlah dari boiler yang dibutuhkan untuk menjaga
agar plant tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan bebannya.
Pertimbangan khusus harus diberikan untuk peralatan/boiler yang akan
stand by untuk keadaaan darurat atau ekspansi yang tiba-tiba dari plant
tersebut. Biaya investasi awal juga merupakan pertimbangan yang cukup
penting dalam menentukan jumlah boiler.

4. Performa/unjuk kerja yang diharapkan


Performa/unjuk kerja yang diharapkan menjadi salah satu poin penting
yang harus diperhatikan dalam pemilihan boiler. Biaya operasional dapat
dianalisa dan Return on Invesment (ROI) dapat dihitung berdasarkan
konsumsi/penggunaan dari berbagai jenis bahan bakar.
Total efisiensi diukur dari performa ekonomis suatu boiler. Total efisiensi
terdiri dari efisiensi termal dan efisiensi pembakaran. Efisiensi dari suatu
boiler modern adalah diatas 80 persen.
17
Chapter 3 : Desain Boiler

Power Boiler didesain berdasarkan ketentuan- ketentuan umum desain


yang terdapat pada ASME Boiler and Presure Vessel Code (BPVC) part PG
Section I - Power Boilers dan juga berdasarkan kaidah-kaidah umum
engineering (engineering practices).
Tujuan dari desain ini adalah untuk memberikan aspek keselamatan yang
layak dan juga umur pakai yang layak dari suatu boiler.

Aspek keselamatan yang layak (reasonable safety) berarti perlindungan


terhadap keselamatan personel dan aset dari suatu kejadian ledakan
boiler.

Umur pakai yang layak (reasonable long life) berarti jumlah tahun suatu
boiler bisa bertahan/dioperasikan jika di-maintenance dengan baik, walau
tidak seorang pun desainer boiler bisa memberikan jaminan umur layak
operasi suatu boiler.

18
Chapter 3 : Desain Boiler

Desain suatu boiler mencakup hal-hal sebagai berikut:


 perhitungan-perhitungan
 gambar
 spesifikasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari plant.

Seorang desainer harus mempunyai pengetahuan teknis (engineering


knowledge) dan pengalaman di bidangnya untuk bisa mendesain boiler
dengan baik.

Karena beberapa yurisdiksi (lembaga perundang-undangan) sudah banyak


yang mengadopsi Sec.I – Power Boiler Codes, maka seorang desainer boiler
harus menggunakan kode (code) ini sebagai kebutuhan minimum dari
desainnya tersebut.

19
Chapter 3 : Desain Boiler

A. Metode Desain
Untuk mendesain suatu boiler diperlukan metode-metode tertentu, tidak
ada suatu metode yang khusus bisa langsung diaplikasikan untuk
mendesain suatu jenis boiler tertentu.
Berikut ini adalah metode-metode yang bisa digunakan untuk mendesain
suatu bejana bertekanan/boiler:

A.1. Design by rule method.


Metode ini membutuhkan penentuan hal-hal sebagai berikut: - perhitungan
beban, - pemilihan rumusan-rumusan (formula) desain, - dan seleksi dari
desain stress material yang akan digunakan. Aturan yang digunakan untuk
metode ini dapat ditemukan pada ASME Sec. I.
Power boiler telah banyak didesain dengan menggunakan metode
konvensional ini kurang lebih selama 50 tahun.

20
Chapter 3 : Desain Boiler

A.2. Hydrostatic deformation method.


Metode yang berdasarkan eksperimen ini (experiment-based method)
dapat ditemukan pada ASME Section I – Power Boilers code. Metode ini
dapat digunakan apabila tidak aturan tertentu yang diberikan, atau ketika
menjadi hal yang mustahil untuk menghitung kekuatannya dengan tingkat
akurasi yang layak.

Dengan metode ini sebuah contoh (sample) boiler atau bejana bertekanan
dengan ukuran yang sebenarnya dibangun dan diuji berdasarkan aturan-
aturan pengujian hidrostatis (hydrostatic test) pada bagian bertekanan dari
boiler (boiler pressure part) untuk menentukan tekanan kerja maksimum
yang diperbolehkan (maximum allowable working pressure/MAWP).

A.3. Design by analysis method.


Metode ini merupakan metode terbaru untuk mendesain bejana
bertekanan (pressure vessel) berdasarkan ASME Sec. VIII. Dalam metode
ini, bejana bertekanan didesain berdasarkan analisa stress.
21
Chapter 3 : Desain Boiler

B. Faktor Desain
Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan ketika mendesain suatu boiler.
Faktor ini tergantung dari beberapa hal seperti: - kondisi plant, - lokasi, -
kondisi iklim, - dsb.
Secara umum hal-hal sebagai berikut adalah beberapa faktor yang perlu
diperhatikan oleh desainer boiler, ketika mendesain suatu boiler yang
lengkap atau bagian-bagian bertekanannya.

B.1. Design pressure.


Merupakan besaran tekanan yang digunakan untuk menghitung kebutuhan
ketebalan minimum (minimum thickness requirement) untuk parts boiler.

B.2. Maximum Allowable Working Pressure (MAWP).


Didefinisikan sebagai tekanan ukur maksimum (maximum gage pressure),
atau tekanan diatas tekanan atmosfir yang diijinkan terjadi di boiler. Hal ini
didasarkan pada desain tekanan terendah dari semua parts boiler.

22
Chapter 3 : Desain Boiler

B.3.Design temperature.
Setiap boiler didesain dengan metal temperature yang tertentu untuk
setiap pressure parts-nya. Desain dari MAWP juga tergantung dari design
temperature ini. Desain dari metal temperature ini untuk setiap komponen-
komponen boiler bisa lebih tinggi dari desain temperatur uap yang
dibangkitkan boiler.

B.4. Design margin:


Hal ini lebih dikenal sebagai safety faktor dan didefinisikan sebagai:
maximum allowable stress (in psi)
ultimate tensile stress (in psi)

Pada awalnya besaran desain margin ini adalah 4, dan dirubah menjadi 3.5
dengan masuknya code yang baru dari ASME BPVC pada pertengahan
tahun 1998.

23
Chapter 3 : Desain Boiler

B.4. Corrosion/erosion.
Seorang desainer harus mempertimbangkan apakah akan memasukkan
batasan parameter ini dalam mendesain ketebalan suatu boiler parts.

B.5. Structural stability.


Batasan-batasan ini ditujukan untuk pipes dan tubes untuk pertimbangan
pembuatan ulir, dan beban mekanis.

24
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

Spesifikasi peralatan penghasil uap/boiler berasal dari perhitungan detail


dari kebutuhan uap dan pilihan bakar yang tersedia.Untuk keperluan
pembangkit listrik,kebutuhan ini diidentifikasi dengan memperkirakan dua
aspek yaitu: beban puncak dan beban rata-rata jangka panjang yang harus
disuplai dari pembangkit tersebut.

Berdasarkan evaluasi detail dari kebutuhan beban, ketersediaan sumber


bahan bakar yang ada, dan opsi pembangkitan uap yang tersedia,
spesifikasi dari boiler yang akan dipasang,harus memenuhi beberapa
informasi sebagai berikut:
1.karakteristik laju aliran uap
2.temperatur dan tekanan uap
3.persediaan air umpan
4.pilihan ketersediaan bahan bakar termasuk kandungan abunya (ash)
5.kebutuhan akan efisiensi boiler
6.garansi unjuk kerja boiler (performance guarantees)
7.peraturan lingkungan (terkait dengan emisi boiler)
25
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

1. Unjuk kerja boiler

Unjuk kerja yang mendasar dari suatu peralatan pembangkit uap adalah
kemampuan menyuplai laju aliran uap yang dibutuhkan. Untuk boiler
pembangkit listrik beberapa item performance ini juga mencakup;
1. maximum continuous rating/MCR (laju aliran uap maksimum
berkesinambungan)
2. minimum steam flow rate (laju aliran uap minimum)
3. tipe operasi dari pembangkitan (base load, cycling or peaking)
4. siklus/umur operasi pemabangkitan.

Dalam aplikasi pembangkitan listrik, pada umumnya satu boiler


dipasangkan dengan satu unit turbine generator dengan kapasitas yang
bervariasi dari 25-1300 MW. Tergantung dari kebutuhan beban, satu atau
lebih unit yang baru bisa dipasang.Secara umum pertimbangan ekonomis
merupakan hal utama yang mengarahkan pembelian sejumlah unit yang
diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan beban sistim
26
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

Untuk pembangkitan uap keperluan industri,spesifikasi dari kebutuhan uap


mencakup:

1. kapasitas maksimum laju aliran uap.


2. kapasitas tetap (maksimum output dari plant dengan kondisi unit boiler
kapasitas terbesar sedang tidak beroperasi
3. turndown (rasio beban maksimum dengan beban minimum)
4. pola variasi beban pembangkitan yang diharapkan (harian, mingguan
ataupun musiman).
Secara umum operator dari boiler industri lebih sering memilih beberapa
boiler dengan kapasitas yang kecil daripada satu unit boiler dengan
kapasitas yang besar,sehingga memberikan operasi yang lebih fleksibel.

Jumlah dari boiler yang akan dipasang adalah berdasarkan pola beban,
durasi beban, kebutuhan akan ketersediaan/ availability, periode
maintenance, jenis boiler yang ada di sistim, dan kemungkinan adanya
rencana ekspansi.
27
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

2. Temperatur dan tekanan uap

Boiler pada umumnya didesain untuk kondisi maksimum dari temperatur


dan tekanan uap yang sudah ditentukan ditambah dengan desain margin
yang mencukupi.
Jika spesifikasi turbin generator juga sudah ditentukan, dan jenis siklus
turbin uap juga sudah dipilih,maka hal ini juga akan mempunyai hubungan
dengan desain dari temperatur dan tekanan.

Ketika aplikasi dari boiler tersebut adalah untuk menghasilkan uap


kering,kisaran dan pola beban,akan menentukan tingkat pengaturan
temperatur uap.

Untuk aplikasi boiler industri fleksibilitas pemilihan boiler berdasarkan


kisaran temperatur dan tekanan mempunyai fleksibilitas yang lebih luas.
Interaksi dengan supplier bisa memberikan bnayak pilihan yang lebih
ekonomis,sesuai dengan kondisi operasi yang diinginkan.
28
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

3. Bahan bakar
Pemilihan bahan bakar memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap
desain dari peralatan pembangkit uap dan biaya investasinya,karena
mempengaruhi pemilihan jenis combustion equipment, karateristik
pencemaran dari sisa abu pembakaran (residual ash),dan karakter
perpindahan panas dari gas buang.

Bahan bakar gas dan light oil adalah bahan bakar dengan pembakaran yang
bersih sehingga biaya investasinya akan lebih besar 50% dari pembangkit
batubara, dengan kapasitas yang sama.

Boiler yang didesain bisa menggunakan lebih dari 1 jenis bahan bakar (multi
fuel),harus bisa mengakomodasi hubungan antara variasi bahan bakar dan
kontrol temperatur uap,sehingga biaya investasi yang dibutuhkan untuk
multifuel boiler lebih besar daripada single fuel boiler.

29
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

4. Garansi unjuk kerja (Performance Guarantee)

Unjuk kerja boiler pada umumnya mencakup efisiensi boiler dan kapasitas
MCR. Auxiliary power consumption (konsumsi listrik alat bantu boiler), draft
loss (kerugian aliran udara) biasanyadigaransi pada kondisi MCR.

Kemurnian uap (steam purity) dan emisi gas buang dari cerobong harus
ditentukan pada berbagai kondisi beban. Kondisi control range temperatur
superheater juga masuk sebagai unjuk kerja.

30
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

5. Pembagian jenis biaya pembangkitan secara umum

A. Capital Costs

 Boiler (nominal scope includingburner system and air heater)


 Environmental control equipment as specified
 Fans and drives
 Appropriate flues and ducts
 Coal crushers
 Pulverizers
 Pyrite removal (pulverized coal units)
 Dust collectors
 Ash handling
 Steam coil air heaters
 Steam piping
 Injection water piping

31
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

A. Capital Costs (continued.)

 Startup pump and drive


 Feedwater heaters and piping (if used)
 Feedwater treatment
 Instrumentation
 Controls
 Foundations and electrical connections
 Structural steel
 Building
 Platforms
 Freight
 Sales taxes
 Site preparation
 Erection/insulation/painting
 Startup
 Performance tests
 Miscellaneous engineering and supervision services 32
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

B. Variable Operating Costs


 Primary fuel cost
 Electrical and steam power demand:
 Fan power
 Pulverizer power
 Recirculating pump power
 Boiler feedpump power
 Crusher power
 Makeup water and chemicals
 Waste water treatment
 Steam demand:
 Sootblowers
 Flue gas reheat
 Air heating
 Compressed air demand
 Ash removal and disposal
 Auxiliary fuel for low load stability
 Other consumables (ammonia, limestone, etc.) 33
CHAPTER 4:
Spesifikasi, nilai ekonomis, dan evaluasi boiler

C. Fixed Operating and Maintenance Costs

 Plant operators
 Maintenance labor
 Maintenance material
 Chemical cleaning
 Replacement material
 Supervision
 Other overhead items

34
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

1. Pabrikasi steam drum

Steam drum terdiri dari berbagai bagian-bagian/belahan-belahan silindris


(multiple cylindrical sections) atau yang disebut dengan courses, dan dua
bagian hemispherical heads.

“Large stubs and nozzles” sepanjang bagian steam drum berfungsi sebagai
sambungan/koneksi antara pembangkitau uap dan permukaan pemanasan
lanjut pada boiler.

Pabrikasi dari drum dimulai dengan membentuk (dengan pressing) plat rata
menjadi suatu bagian setengah silinder(2 bagian setengah silinder dilas
secara membujur,akan menghasilkan course) atau dengan merubah plat
rata menjadi bentuk silindris penuh dengan proses rolling,dimana bagian
silindris yang terbentuk disebut sebagai shell.

35
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

1. Pabrikasi steam drum (continued)

Untuk steam drum dengan diameter yang besar, plat rata dibentuk (dengan
pressing) menjadi suatu bagian setengah silinder dan kemudian dilas
dengan arah membujur (longitudinal),sehingga membentuk course.
Panjang steam drum diperoleh dengan mengelas melingkar
(circumferentially welding) sejumlah course ataupun shell.

Pengelasan secara longitudinal ataupun melingkar dilakukan dengan


menggunakan “automatic submerged arc process” . Drum heads bisa
dibentuk dengan perngerjaan panas (hot formed) dengan menekan
(pressing) atau memutar (spinning) plat rata pada cetakan (dies) yang
sesuai.

Heads ini dipasangkan pada kerangka silindris (terdiri dari banyak shell atau
course) untuk membentuk steam drum yang utuh dengan pengelasan
melingkar.
36
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

Welding longitudinal drum seam with Linear accelerator (8 MeV) for inspection of thick
double submerged arc machine wall welds
37
Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

2. Pabrikasi header

Header digunakan pada boiler uap (steam boiler) untuk menghubungkan


dua pipa atau lebih ke suatu jaringan pipa. pada umumnya header memilki
diameter dalam kurang dari 36 in (914 mm), dan dapat dipabrikasi dari
seamless tubing,pipe atau hollow forgings.

Akses kebagian dalam header adalah melalui handholes. Panjang dari


header adalah bervariasi dan bisa mencapai 100 ft (30 meter)

38
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

Header tube stub installation

Header drilling on vertical boring mill

Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox 39
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

3. Pabrikasi tube

Ribuan meter tubes yang terbuat dari berbagai macam bahan logam dan
paduan logam akan dibutuhkan untuk suatu unit pembangkit uap kapasitas
besar. Tubes diperlukan sebagai media perpindahan panas dari energi
panas bahan bakar ke air boiler yang akan menghasilkan uap,termasuk di
furnace walls,superheaters, reheaters, economizers and air heaters.

Header bisa juga diklasifikasikan sebagai tubes,karena proses pabrikasinya


adalah sama dengan tubes,namun pada dasarnya header memiliki
diameter yang lebih besar.

Ada dua jenis tubes yang sering digunakan yaitu: seamless tubes dan
welded tubes.Pemakaian masing-masing jenis tubes ini,tergantung dari
code yang digunakan yang akan mendefinisikan diameter,wall thickness
dan komponen bahan kimianya.
40
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

3. Pabrikasi tube (continued)

Seamless tubes dibuat dengan melubangi baja bulat yang padat, yang
diprabikasi dengan electric arc furnaces.Proses ini harus dimonitor dengan
teliti untuk menghasilkan kualitas logam yang konsisten dengan kebutuhan
aplikasinya.

Tubes untuk aplikasi boiler dipabrikasi dengan metode hot finished atau
cold drawn , tergantung dari ukuran, toleransi dan pengerjaan akhir yang
diinginkan.

Secara metalurgi kedua proses ini adalah sama,perbedaannya adalah


pengerjaan akhir permukaannya dan toleransi yang diijinkan. Untuk
menghasilkan permukaan yang halus dengan toleransi yang kecil, pabrikasi
tubes biasanya hanya dikerjakan dengan metode cold drawing.
Produksi dari seamless tubes membutuhkan tools yang spesial dan
pengontrolan yang teliti dalam prosedur pabrikasi dan perlakuan panasnya.
41
CHAPTER 5:
PABRIKASI PERALATAN PELENGKAP BOILER

Wall panel bending

Superheater sections undergoing test


Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox

42
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

A. Pembagian Jenis Pipa/Perpipaan pada boiler

Pipa merupakan komponen yang penting dan mendasar dari suatu unit
power boiler. Perpipaan boiler didesain,dibuat,di inspeksi,dan dicap dengan
baik, untuk memenuhi persyaratan dari kode/standar tertentu.

Ada dua jenis perpipaan yang digunakan pada power boiler yaitu :
 Boiler proper piping
 Boiler external piping

Boiler proper piping: merupakan perpipaan yang secara nyata merupakan


bagian dari boiler,seperti: downcomer, riser tubes, superheater tubes,dsb.

43
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

Boiler external piping: merupakan perpipaan yang masuk dan keluar dari
boiler,seperti: feedwater pipe, main steam pipe, vent,drain,dsb.

Boiler proper piping didesain berdasarkan ketentuan yang ada di ASME


Boiler and Pressure Vessel Code Sec.I.

Sedangkan boiler external piping didesain berdasarkan ASME B31.1 Power


Piping Code. Sebagai tambahan perpipaan ini harus difabrikasi, diinspeksi,
dites, dan dicap berdasarkan code yang ada di Sec.I. Istilah perpipaan
mencakup: pipe, flanges, bolting, gaskets, valves, relief devices, fittings dan
supports.

44
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

B. Perbedaan antara Pipe and Tube

Tube bisa didefinisikan sebagai material berbentuk bulat yang


berongga,atau sebuah bidang penampang yang mempunyai keliling/batas
luar yang berkesinambungan. Ukuran tube berbentuk bulat bisa ditentukan
dari diameter luar dan ketebalannya atau diameter dalam dan
ketebalannya.

ASTM dan ASME Standard sudah menentukan dimensi dan variasi yang
diijinkan (toleransi) untuk tubes.

Pipe merupakan pipa yang mempunyai bentuk penampang yang bulat yang
menyesuaikan pada keperluan dimensi untuk ukuran nominal pipa yang
terdapat pada ANSI B36.10 - Welded and Seamless Wrought Steel Pipe-
Tables 2 and 4, and ANSI B.36-19 - Stainless Steel Pipe – Table 1.

45
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

Sebelum menggunakan sebuah pipa, seorang design engineer harus


menentukan ukuran pipa dan kondisi operasi yang akan diaplikasikan.
Diameter pipa ditentukan berdasarkan laju aliran (flow rate) dan head loss.
Rumus dasar untuk menentukan pressure drop, dikenal sebagai formula
Darcy:

f = factor gesekan (friction factor)


L = panjang pipa (ft)
D = diameter dalam pipa (ft)
V = kecepatan rata-rata dari aliran (ft/min.)
Q = laju aliran fluida

46
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

Kecepatan maksimum yang direkomendasikan dalam sebuah pipa untuk


berbagai jenis fluida adalah sbb:

 uap (steam) = 100 – 300 (ft/s)


= 30.48 – 91.44 m/s

 air (water) = 6 – 10 (ft/s)


= 1.8 – 3.048 m/s

 process vapor = 120 – 150 (ft/s)


= 36.57 – 45.72 m/s

 slurry lines = 5 – 10 (ft/s)


= 1.52 – 3.048 m/s

47
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

C. Sistem Perpipaan Khusus (Specific piping systems)

Sistem perpipaan khusus untuk power boiler dibutuhkan untuk didesain


dengan kemampuan untuk cukup tahan terhadap tekanan dan temperatur
yang berlebih, dalam berbagai kondisi operasi.

Sistem ini termasuk perpipaan untuk steam, feedwater, blowoff, dan drain
piping. Kondisi desain untuk perpipaan khusus ini, harus memberikan
operasi yang memuaskan tanpa peralatan pelindung tambahan dan mampu
bertahan pada kondisi temperatur yang berlebih (misalnya:pada kondisi
terbakar)

48
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

1. Steam piping

Besaran harga P (working pressure) yang digunakan dalam formula untuk


menghitung ketebalan minimum dari pipa uap, harus berdasarkan
ketentuan sebagai berikut:
 Untuk pipa uap yang dihubungkan ke steam drum atau inlet header
superheater sampai ke stop valve yang pertama,tekanan design P harus
sama dengan tekanan terendah yang diset pada safety valve yang ada di
steam drum tersebut.

 Untuk pipa uap yang dihubungkan ke outlet header superheater,sampai


ke stop valve yang pertama,tekanan design P harus lebih besar dari:
- Setting tekanan terendah safety valve pada superheater
- 85 persen dari setting tekanan terendah safety valve pada steam
drum

49
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

1. Steam piping (continued)

 Untuk pipa uap diantara stop valve yang pertama dan yang kedua
tekanan design P harus lebih besar dari:
- Tekanan operasi maksimum yang diaplikasikan
- 85 persen dari setting tekanan terendah safety valve pada steam drum

50
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

2. Feedwater piping

Besaran harga P (working pressure) yang digunakan dalam formula untuk


menghitung ketebalan minimum dari pipa air umpan, harus berdasarkan
ketentuan sebagai berikut:

 Untuk pipa air umpan dari boiler menuju supply line termasuk stop valve
dan check valve:
P = MAWP + 25% (P) atau
(P) = Tekanan operasi maksimum yang diaplikasikan (MAWP),sehingga:
P = MAWP + 25% MAWP

 Untuk pipa diantara check valve dan katup pengatur (regulating valve),
besaran dari P,harus tidak lebih rendah dari tekanan yang dibutuhkan
untuk air umpan boiler

51
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

3. Blowoff Piping

Sistim blowoff dioperasikan sekali-kali untuk menghilangkan endapan yang


terakumulasi dari boiler atau untuk menurunkan level boiler secara cepat.
Dua unit shut off valve dibutuhkan dalam suatu blowoff system.

Kedua valve ini bisa berupa dua slow opening valve,atau satu quick opening
dan satunya lagi slow opening valve. Jika quick opening valve
diaplikasikan,harus diinstal paling dekat keboiler

52
CHAPTER 6: Jenis Perpipaan pada Boiler

4. Blowdown piping

Sistem blowdown pada umumnya dijalankan secara terus-menerus untuk


mengontrol konsentrasi dissolved solid didalam boiler water. Hanya satu
shutoff valve yang dibutuhkan dalam blowdown system ini.
Untuk pipa blowdown boiler termasuk shutoff valve, besaran dari desain
tekanan kerjanya P (working pressure) adalah sama dengan setting tekanan
paling rendah dari safety valve yang ada di steam drum.

5. Drain piping
Koneksi drain dibutuhkan untuk mengosongkan/menguras boiler dan
perpipaannya. Pemipaan dari koneksi drain termasuk valve,koneksinya
didesain untuk temperature dan tekanan dari koneksi drain ditambah
dengan static head.
Secara umum temperatur dan tekanan kerja dari pipa drain kurang dari 100
psig (700 kPa) dan 220 deg.F (104 deg.C)

53
Chapter 7:
Proses pembuatan material peralatan boiler

Material yang digunakan untuk konstruksi suatu boiler haruslah material


yang memenuhi kualitas bejana bertekanan (pressure vessel).
Spesifikasi dari material ini bisa ditemukan pada ASME Boiler dan Pressure
Vessel Code Section. II, Parts A,B,C.D, dimana aplikasinya untuk Power
Boiler didasarkan pada berbagai bagian referensi dari Section. I.

Material yang digunakan dalam konstruksi power boiler adalah jenis yang
khusus karena material ini diharuskan tahan terhadap temperatue dan
tekanan yang tinggi, korosi, erosi, dan proses penipisan.

Spesifikasi material pada ASME Section II tidak dibatasi oleh metode


produksi materialnya, tapi harus mengacu pada spesifikasi material itu
sendiri, misalnya: proses pembentukan material SA-202 bisa saja melalui
proses forging, casting atau rolling, tapi harus mempunyai kandungan C-
Mn-Si menurut spesifikasinya.

54
Chapter 7:
Proses pembuatan material peralatan boiler

1. Forging

Forging adalah proses pembentukan logam menjadi bentuk yang


diinginkan dengan menggunakan tubrukan (impact) atau tekanan
(pressure).

Proses forging dilakukan dengan menggunakan hammers, presses, rolls,


dsb. Beberapa jenis dari proses forging adalah :
 open die forging
 impression die forging
 roll forging
 upset forging
 ring rolling
 rotary forging
 dan radial forging

55
Chapter 7:
Proses pembuatan material peralatan boiler

2. Casting

Casting adalah suatu proses menuangkan leburan logam kedalam rongga


dari suatu tuangan yang sudah dibentuk, yang membuat leburan logam
tersebut menjadi bentuk padat.

Jenis-jenis dari proses casting adalah:


 sand casting
 centrifugal casting
 invesment casting
 permanent mold
 dan die casting

56
Chapter 7:
Proses pembuatan material peralatan boiler

3. Rolling

Rolling adalah suatu proses pembentukan material dengan mereduksi


bentuk penampang dari suatu logam batangan, atau proses pembentukan
material logam dengan menggunakan gulungan logam (metal rolls).
Proses utama dari rolling adalah hot rolling dan cold rolling.

57
Chapter 8 : Boiler Life Analysis

Power boiler didesain untuk beroperasi pada jangka waktu tertentu


berdasarkan kondisi pengoperasian dari plant tersebut.

Secara umum umur pakai sebuah boiler tergantung pada:


 kondisi operasional
 sistim pengolahan airnya
 perawatan dan pemeliharaannya (maintenance)
 program inspeksi
 dan perbaikan yang pernah dilakukan terhadap boiler tersebut

Jenis dari boiler tersebut juga bisa dijadikan pembenaran terhadap jangka
waktu umur pakai sebuah boiler, misalnya: boiler pipa api mempunyai umur
pakai yang lebih pendek daripada boiler pipa air.

58
Chapter 8 : Boiler Life Analysis

1.Umur pakai boiler (boiler useful life)

Sebuah boiler yang tercipta dari meja gambar seorang desain engineer,
pada kenyataannya akan berakhir sebagai scrap ketika tidak layak lagi
untuk dioperasikan.

Ketentuan hukum dan peraturan-peraturan (internasional), sudah


diterapkan sejak awal untuk menentukan umur operasi sebuah boiler, yang
diaplikasikan pada tahap desain, konstruksi, inspeksi, operasi, maintenance
dan perbaikan-perbaikan.

Umur pakai rata-rata sebuah boiler pipa api adalah 15 tahun. Boiler pipa air
bisa bertahan sampai 50 tahun, tergantung kepada kondisi operasi
pengolahan airnya, cara pengoperasian yang layak, dan inspeksi ,serta
maintenance yang teratur.

59
Chapter 8 : Boiler Life Analysis

2. Syarat dan ketentuan berdasarkan Standard and Codes

Sebuah unit power boiler harus memenuhi peraturan dan regulasi tertentu
(international standard), mulai dari tahap desainnya sampai pada tahap
dinyatakan tidak layak operasi lagi.

Dalam hal tidak adanya landasan hukum atau peraturan yang diharuskan
untuk dipatuhi, pemilik dari boiler tersebut disarankan untuk mengikuti
kebiasaan teknis (engineering practices) yang berdasarkan suatu kode dan
standard yang umum.

Ada banyak pihak yang bertanggung-jawab pada tahapan-tahapan yang


berbeda, selama masa umur pakai boiler (boiler life cycle).

60
Chapter 8 : Boiler Life Analysis

61
Chapter 9 : Boiler Parts Material

A. Plates (plat)

Parts logam dari setiap komponen boiler haruslah mempunyai kualitas


bejana bertekanan (pressure vessel), karena parts ini akan mengalami
tekanan.

Berikut ini beberapa spesifikasi yang umum digunakan untuk plat pada
boiler:
 SA-202 Pressure vessel plates, alloy steel, chromium-manganese-silicone
 SA-285 Pressure vessel plates, carbon steel, low and intermediate tensile
strength
 SA-387 Pressure vessel plates, alloy steel, chromium-molybdenum
 SA-515 Pressure vessel plates, carbon steel, for intermediate and high
temperature service
 SA-516 Pressure vessel plates, carbon steel, for moderate and lower
temperature service

62
Chapter 9 : Boiler Parts Material

A. Plates/plat (Continued)

Contoh spesikasinya:
 Carbon (C) : SA-202 grade A dan B:
 Type pemakaian (Mn) : C-Mn-Si alloy plates for pressure vessel
 Analisa komponen kimia : Si= 0.17-0.25 ; Cr= 1.0-1.4 ; Ni= 0.54-0.96
(Gr.A), 0.54-0.64 (Gr.B) ; Mo= 031-0.64
 AWS coding : E:6013

63
Chapter 9 : Boiler Parts Material

B. Drum dan shell

Spesifikasi plat yang sudah disebutkan diatas dalam proses pengerjaannya,


bisa di rolled dan dilas (weld) untuk membuat drum dan shell.
Seamless (tanpa pengelasan) drum yang dibuat melalui proses forging juga
bisa digunakan untuk boiler.

Beberapa standar berikut digunakan untuk pemilihan bahan drum:


 SA-266: Carbon Steel seamless drum forgings
 SA-366: Alloy steel seamless drum forgings (ferritic alloy)

64
Chapter 9 : Boiler Parts Material

C. Pipes dan tubes

Spesifikasi Pipes and tubes harus memenuhi spesifikasi dari tekanan


maksimum yang diijinkan (maximum allowable stress).

Berikut ini adalah beberapa contoh pipe and tubes yang digunakan di boiler:
 SA-106 Seamless carbon steel pipe for high temperature service
 SA-192 Seamless carbon steel boiler tubes for high temperature service
 SA- 210 Seamless medium carbon steel boiler and superheater tubes

65
Chapter 9 : Boiler Parts Material

D. Superheater parts

Berikut ini adalah beberapa contoh spesifikasi material yang digunakan


untuk superheater:

 SA-182: Forged or roll alloy steel pipe flanges, forged fittings, and valves
and parts for high temperature service
 SA-209: Seamless carbon-molybdenum alloy steel boiler and superheater
tubes
 SA-213: Seamless ferritic and austenic alloy steel boiler, superheater and
heat exchanger

66
Chapter 9 : Boiler Parts Material

E. Pipe accessories and valve

Berikut ini adalah beberapa contoh spesifikasi material yang digunakan


untuk pipe accessories and valve:

 SA-105: Forging carbon steel for piping component


 SA-181: Forged or rolled steel pipe flanges, forged fittings, and valves and
parts for general service

67
Chapter 10 : Boiler Construction

Ada tiga konsep mendasar yang bisa digunakan dalam phase konstruksi
suatu proyek:
1. knocked down yang merupakan metode tradisional
2. field modularization
3. shop modularization

Konsep knocked down menggunakan ukuran dari komponen tersebut


untuk proses pengiriman (melalui kapal atau kereta api). Konsep field
modularization mengkombinasikan konsep knocked down dimana untuk
finalisasi dari kontruksi komponen tersebut dilakukan dilapangan
(site),khusus untuk komponen-komponen dengan ukuran yang sangat
besar.

Konsep shop modularization mengkombinasikan konsep knocked down


dan peralatan yang akan dipasang sudah dipabrikasi terpisah-pisah dari
pabriknya. Konsep modularization merupakan konsep terpadu yang cocok
diaplikasikan dalam proses konstruksi unit pembangkit listrik.
68
Chapter 10 : Boiler Construction

Proyek konstruksi dengan konsep modularization membutuhkan waktu


yang lebih banyak dalam fase engineering dan desain jika dibandingkan
dengan konsep konvensional. Perencanaan dalam proses loading dan
unloading,perjalanan ke site, prosedur pemasangan/pemancangan
(erection procedures) harus dipertimbangkan dengan matang.

1. Konstruksi Steam drum

Steam drum untuk boiler kapasitas besar bisa mempunyai berat sampai
lebih dari 400 ton, dengan panjang sampai 100 ft (30.5 m), dan bisa
dipasang pada ketinggian lebih dari 200 ft (61 m) dari permukaan tanah.

Untuk proses pengangkatan (lifting) yang cukup lapang (tidak terganggu


oleh supporting steel),biasanya posisi steam drum dimiringkan sampai 60%.
Kapasitas dan keselamatan proses pemasangan steam drum merupakan hal
utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan metode dan peralatan
yang diperlukan untuk lifting steam drum.
69
Chapter 10 : Boiler Construction

Steam drum lift and support arrangement Typical utility boiler steam drum lift

Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox

70
Chapter 10 : Boiler Construction

2. Konstruksi downcomers, headers, dan pipa-pipa besar

Pertimbangan kondisi akses ke site merupakan hal penting yang harus


direncanakan, dan diikuti dengan teliti untuk proses pemasangan
downcomers, headers, dan pipa-pipa besar.

Komponen ini dikirimkan/dikapalkan dengan ukuran yang sepanjang


mungkin untuk menghindari biaya pengelasan dilapangan yang mahal.

Tanpa perenacanaan tahapan-tahapan yang cukup matang dan terintegrasi


dengan baik,komponen ini harus dikapalkan dalam ukuran yang lebih kecil
lagi.

71
Chapter 10 : Boiler Construction

3. Konstruksi Tube Walls.

Untuk mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk pemasangan


atau instalisasi dilapangan, sejumlah besar tubes yang akan dipasang
diruang bakar (furnace boiler) dipabrikasi sebagai membrane panel.

Ukuran membrane panel yang panjang dan lebar lebih disukai, tapi dengan
konsep modularization, kondisi pengiriman dan lapangan (site) akan
menentukan ukuran panel yang bisa dipabrikasi.

Panel wall ini bisa juga dipasang komplit dengan header, casing, buckstay,
dan pintu (manhole) yang terpasang pada wall tersebut.

72
Chapter 10 : Boiler Construction
Raising furnace wall
section into position .
Buckstays and other
parts
were attached dur ing
ground assembly.

Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox
73
Chapter 10 : Boiler Construction

4. Konstruksi superheater, reheater, dan economizer

Dalam pemasangannya komponen ini bisa dilengkapi dengan header yang


sudah dirakit sebagai suatu modul sewaktu dipabrikasi.
Hal ini tergantung dari desain dari komponen tertentu yang konsepnya
sudah ditentukan sejak awal proyek dimulai,apakah akan suatu proyek itu
akan dijalankan dengan konsep field or shop modularization

5. Konstruksi sambungan tubes (Tube connections)

Tubes dipasangan ke steam drum atau header dengan pengelasan.


Sambungan tube keheader biasanya sudah dibuat sewaktu pabrikasi dan
biasanya dilas langsung keheader tersebut.

74
Chapter 10 : Boiler Construction

Headers with shop -assembled stubs

Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox

75
Chapter 10 : Boiler Construction

6. Konstruksi non pressure parrts

Komponen-komponen yang termasuk dalam kategori ini seperti air


heaters, fuel equipment, fans, duct work, refractory, insulation dan
casing,membutuhkan porsi manpower yang cukup besar dalam proses
konstruksi.

Perencanaan konstruksi dan pemasangan dari komponen-komponen ini


harus dilakukan secara berturutan dalam urutan yang sudah ditentukan
sebelumnya,misalnya air heater harus dipasang terlebih dahulu sebelum
ducting gas buang dipasang.

Furnace dan daerah wall tubes dari boiler berbahan bakar fosil pada saat ini
secara umum sudah terbuat dari water-cooled tubes. Meningkatnya
penggunaan membrane wall telah mengurangi porsi pemakaian refractory
pada area ini,namun bagaimanapun pemakaian castable refractory masih
banyak digunakan pada area wall penetration,doorway/manholes.
76
Chapter 10 : Boiler Construction

7. Casing

Secara umum casing boiler terdiri dari bagian dalam dan luar. Casing bagian
luar boiler merupakan bagian terluar dari material isolasi dan sebagian besar
sudah digantikan oleh sheet metal lagging.

Casing bagian dalam merupakan area bagian terdalam dari material isolasi
dan bisa merupakan casing bertekanan atau tidak bertekanan.
Tujuan utama dari casing bagian dalam yang bertekanan adalah untuk
mencegahkebocoran gas/udara dari ruang bakar boiler.

Casing bagian dalam ini diseal dengan pengelasan untuk mencegah


kebocoran dan juga berfungsi sebagai proteksi utama dari isolasi dan metal
sheet lagging.

77
Chapter 10 : Boiler Construction

8.Isolasi

Memilih jenis dan ketebalan dari isolasi boiler yang akan dipasang pada
permukaan boiler merupakan bagin yang penting dari desain boiler
Spesifikasi dan gambar harus dibuat untuk mengindikasikan material dan
metode pemasangan yang akan diaplikasikan.
Jenis pemasangan yang umum adalah insulation blocks atau insulation
blankets.

Penggunaan beberapa plastic insulation diperlukan untuk mengisi ruang-


ruang yang kosong dengan tujuan memadatkan isolasi.

Persyaratan penting yang harus dipenuhi dalam pemasangan isolasi adalah


material harus dipasang dengan tepat untuk menghindari ruang-ruang
kosong, dipantek dengan baik (well anchored), dan diperkuat (reinforced)
ketika dibutuhkan
78
Chapter 10 : Boiler Construction

9. Sheet metal lagging

Bagian terluar boiler membutuhkan lagging yang tahan lama dan kedap air.
Metal lagging yang ringan (galvanized steel atau aluminium) sering
digunakan pada walls,ductin gas buang,saluran udara, air heater,
winboxes,downcomer,dsb.

Permukaan yang tertutup oleh metal lagging ini,tidak bisa mencegah


kebocoran udara,tapi berfungsi sebagai penghalang terhadap air dan
kerusakan-kerusakan secara fisik.

79
Chapter 10 : Boiler Construction

Tangent tube wall construction with outer Flat stud tube wall construction with inner
casing shown casing shown

Source: STEAM its generation and use (40 th Edition)-Babcock & Wilcox 80