Anda di halaman 1dari 45

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

PERAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN


DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN

Disampaikan oleh :
Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman
OUTLINE

1. LATAR BELAKANG KEGIATAN


PENGEMBANGAN KAWASAN
PERMUKIMAN

2. PROGRAM DAN KEGIATAN


PENGEMBANGAN KAWASAN
PERMUKIMAN

3. BEST PRACTICES PENANGANAN


KAWASAN PERMUKIMAN

2
LATAR BELAKANG

1
KEGIATAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN
1. Kedudukan peraturan perundang-undangan terkait dengan
penyelenggaraan Pengembangan Kawasan Permukiman

2. Tugas dan Fungsi DitJen CK secara umum dan Dit PKP dalam
menciptakan kawasan permukiman layak huni dan berkelanjutan
(perkotaan, perdesaan dan khusus)

3
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT PENYELENGGARAAN KAWASAN PERMUKIMAN
UU-PR UU RPJPN 2005 – 2025
(UU 26/2007) UU – PKP (UU 17/2007)
(UU 1/2011)

PP-RTRWN PP-RTRWN PP PENYELENGGARAAN


(PP 26/2008) (PP 15/2010) PERUMAHAN DAN KAWASAN
PERMUKIMAN (PP NO. 14/TAHUN
2016)

RAPERMEN PUPR TENTANG PERMEN PUPR TENTANG PENCEGAHAN PERPRES RPJMN


PEDOMAN PENYUSUNAN RKP DAN PENINGKATAN KUALITAS PERUMAHAN 2015-2019
(PERMEN NO…/TAHUN…) KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH (PERPRES NO.2/2015)
(PERMEN No 2/TAHUN 2016)

PERDA RTRW
PROVINSI

PERDA TENTANG PENCEGAHAN


PERBUP/PERWAL TENTANG DAN PENINGKATAN KUALITAS
PERDA RTRW
RENCANA KAWASAN PERUMAHAN KUMUH DAN
KAB/KOTA
PERMUKIMAN PERMUKIMAN KUMUH
(Amanah UU 1/2011 – PKP, BAB (Amanah UU 1/2011 – PKP, BAB
VI, Pasal 64) VIII, Pasal 94, 96 dan 98)
PERDA RDTR
KAWASAN
PERKOTAAN

SK BUPATI/WALIKOTA TENTANG
PENETAPAN DAFTAR LOKASI PERUMAHAN
KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH

PERENCANAAN LINGKUNGAN PERENCANAAN LINGKUNGAN PERENCANAAN TEMPAT KEGIATAN PENDUKUNG


HUNIAN PERKOTAAN HUNIAN PERDESAAN DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN
(Amanah UU 1/2011 – PKP, BAB VI, Pasal 57)

RENCANA RENCANA RENCANA RENCANA PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS


RENCANA PENANGANAN
PENANGANAN PENANGANAN PENANGANAN PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN
PERMUKIMAN
PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERMUKIMAN TEMATIK (Amanah UU 1/2011 – PKP, BAB VIII, dan RAPERMEN PPKPPK,
PERDESAAN POTENSIAL
RAWAN BENCANA PERBATASAN NEGARA LAINNYA BAB III, Pasal 25 )
PROGRAM PRIORITAS

9 NAWA CITA
SEMBILAN AGENDA PRIORITAS

terkait dengan
pengembangan
permukiman

MEMBANGUN INDONESIA DARI

3
PINGGIRAN DENGAN
MEMPERKUAT DAERAH- Penyediaan perumahan dan kawasan permukiman
DAERAH DAN DESA DALAM yang MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI
KERANGKA NEGARA DI KAWASAN PINGGIRAN DAN PERDESAAN
KESATUAN

MENINGKATKAN • Membangun perumahan dan kawasan permukiman

6
PRODUKTIVITAS RAKYAT DAN dengan fokus pada PERMUKIMAN KUMUH,
DAYA SAING DI PASAR PELAYANAN AIR MINUM, PELAYANAN SANITASI (air
INTERNASIONAL SEHINGGA limbah, drainase, dan persampahan), KESELAMATAN
BANGSA INDONESIA BISA BANGUNAN DAN GEDUNG
MAJU DAN BANGKIT BERSAMA • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
BANGSA – BANGSA ASIA PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR
LAINNYA
TUGAS DAN FUNGSI
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman
Permen PUPR No.15/PRT/M/2015 Tugas :
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman mempunyai tugas melaksanakan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pembinaan teknis, pengawasan teknis,
pengendalian dan pengaturan teknis pembangunan dan pengembangan
kawasan permukiman perkotaan, kawasan permukiman perdesaan, serta
kawasan permukiman khusus.

- Penanganan Permukiman Kumuh


- Penataan Kampung Nelayan
PERKOTAAN - Inkubasi Kota Baru
- KOTAKU

- Kws. Pusat Pertumbuhan


. Agropolitan
PENGEMBANGAN
PERDESAAN . Minapolitan
KAWASAN - Desa Nelayan
PERMUKIMAN - PISEW

- Pengembangan Kws. Perbatasan


- Pengembangan Kws. Pulau - Pulau Kecil
KHUSUS Terluar
- Penataan Kws. Rawan Bencana
- Dukungan Kws. Pariwisata (KSPN)
6
KONSEP PENYELENGGARAAN
Pengembangan Kawasan Permukiman
UU NO. 1 TAHUN 2011 TENTANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN, PASAL 56 :
Penyelenggaraan kawasan permukiman dilakukan untuk mewujudkan wilayah yang berfungsi sebagai
lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan yang
terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan sesuai dengan rencana tata ruang.

1 Pembangunan dan pengembangan permukiman dilakukan dengan


membentuk sistem yang terencana, menyeluruh, terpadu, dan
berkelanjutan sesuai dengan rencana tata ruang

2 Pemerintah pusat memberikan fasilitasi kepada Pemerintah


kota/kabupaten sebagai nakhoda pembangunan dan
pengembangan permukiman di daerah

3 Pembangunan dan pengembangan permukiman dilakukan dengan


memberdayakan komunitas dan para pemangku kepentingan

7
Target Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Permukiman Tahun 2015-2019
TIPOLOGI TARGET SASARAN
Kawasan Permukiman • Penurunan kumuh perkotaan seluas 38.431 Ha menjadi 0 %;
Perkotaan • Penataan 11 kawasan kampung nelayan;
• Pemenuhan SPP dan pengembangan Kota Layak Huni, Kota Hijau, & Kota Cerdas
di 18 kota, 12 kawasan perkotaan metropolitan, 744 kota/kawasan perkotaan;
• Pendampingan pemberdayaan masyarakat di 11.067 Kelurahan; dan
• Inkubasi 10 Kota Baru
Kawasan Permukiman Meningkatnya kualitas permukiman perdesaan seluas 78.384 Ha
Perdesaan
Kawasan Permukiman Meningkatnya kualitas permukiman khusus seluas 3.099 Ha
Khusus • berkembangnya 10 PKSN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan
perbatasan dan berkembangnya 16 PKSN lainnya sebagai persiapan
• meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar wilayah (terutama
transportasi, informasi, tekekomunikasi, energi, dan air bersih) dan sosial dasar
(terutama pendidikan, kesehatan, dan perumahan) di 187 Kecamatan Lokasi
Prioritas (Lokpri)
• meningkatnya kesejahteraan masyarakat pulau-pulau kecil/terluar melalui
pengembangan ekonomi dan penyediaan sarana prasarana dan fasilitas layanan
dasar (31 pulau-pulau kecil terluar)
• tersedianya sarana dan prasarana mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi
bencana di kawasan permukiman dengan Indeks Risiko Bencana tinggi
• meningkatnya kualitas 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)
diantaranya melalui pembangunan kawasan permukiman 8
PROGRAM DAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KAWASAN

2
PERMUKIMAN
1. Pembangunan dan Pengembangan kawasan permukiman perkotaan
2. Pembangunan dan Pengembangan kawasan permukiman perdesaan
3. Pembangunan dan Pengembangan kawasan permukiman khusus

9
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN KAWASAN
PERMUKIMAN PERKOTAAN
Penyelenggaraan Pengembangan Kawasan
Permukiman di Perkotaan

• Pengembangan infrastruktur
perkotaan yang menunjang
pengembangan perkotaan
yang sudah ada maupun
Pembangunan pembangunan kawasan
permukiman baru dalam
Perkotaan rangka membentuk struktur
ruang
• Pelayanan infrastruktur
permukiman perkotaan yang
memenuhi standar pelayanan
(kualitas & kuantitas)
Penyelenggaraan Kawasan
Pengembangan Permukiman Kota Tanpa
Kumuh, layak
Kawasan Perkotaan
huni &
Permukiman belum layak berkelanjutan
Perkotaan huni
• Pencegahan dan
Peningkatan kualitas
terhadap permukiman
kumuh untuk meningkatkan
mutu kehidupan dan
Pembangunan penghidupan masyarakat
Kawasan untuk mencegah tumbuh
Permukiman dan berkembangnya
permukiman kumuh baru
serta untuk meningkatkan
kualitas permukiman 11
Strategi Penanganan
Pemenuhan Standar Pelayanan Perkotaan

RPJPN 2005-2025 RPJPN 2025-2045

Pemenuhan
Standar
Pelayanan KOTA
Perkotaan
(SPP) menuju BERKELANJUTAN
KOTA LAYAK 100 %
HUNI Indikator
KOTA
CERDAS
100 % yang
Indikator berdaya
KOTA HIJAU saing dan
terwujud di berbasis
seluruh kota teknologi
terwujud di
2015 2025 2035 seluruh kota
2045
Path to the Future Cities
1 Pemenuhan Standar Pelayanan Perkotaan (SPP)
dan indicator kota layak huni

2 Pemenuhan indikator kota hijau berketanan iklim dan bencana

12
3 Pemenuhan indikator kota cerdas berdaya berdaya saing
Lingkup Permukiman Perkotaan
Standar Pelayanan Perkotaan & Kota Layak Huni

INDIKATOR SPP & KOTA LAYAK HUNI


 Pelayanan air bersih perpipaan, LINGKUP CIPTA KARYA DALAM PEMENUHAN
 Pelayanan pengolahan air kotor, SPP & KOTA LAYAK HUNI
 Drainase dan pengendalian banjir
 Pemadam Kebakaran • Pelayanan air bersih perpipaan,
 Fasilitas Kesehatan, • Pelayanan pengolahan air kotor,
Proteksi Keamanan Masyarakat,

• Drainase dan pengendalian banjir
 Sistem Transportasi terintegrasi,
 Ruang Terbuka Hijau • Pemadam Kebakaran
 Fasilitas Sosial Budaya (sarana pendukung pendidikan) • Ruang Terbuka Hijau
Pengelolaan Persampahan

• Pengelolaan Persampahan
 Penyediaan Energi Listrik
 Penyediaan Gas • Penanggulangan bencana
 Telekomunikasi Perkotaan
 Informasi
 Pusat Perdagangan Modern
 Instrumen Pengendalian Lingkungan Hidup
 Penanggulangan Bencana
 Fasilitas Rekreasi
 Fasilitas Olahraga
13
o ...
Roadmap Pembangunan Kota Baru
2015-2019

TA. 2016 TA. 2017


1. Pontianak 1. Palembang
Arahan Inkubasi Kota Baru 2. Manado
2. Tanjung Selor 14
3. Makassar
4. Sofifi
PERMEN PUPR NOMOR 2/PRT/M/2016 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH
(Penjabaran UU No.1/2011 (Pasal 94-104)

PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS


Terhadap Perumahan Kumuh
dan Permukiman Kumuh

Ketentuan lebih lanjut dengan Peraturan Menteri

Pencegahan Terhadap Perumahan Peningkatan Kualitas Terhadap


Indikator Permukiman Kumuh Kumuh Perumahan Kumuh dan
dan Permukiman Kumuh Permukiman Kumuh

1 Kriteria Bangunan
Gedung
PENGAWASAN DAN PEMBERDAYAAN 1) Penetapan Lokasi
2 Kriteria Jalan Lingkungan PENGENDALIAN MASYARAKAT
2) Pola Penanganan
Kriteria Penyediaan Air Perizinan Pendampingan
3 a. Pemugaran
Minum
Standar Teknis Pelayanan Informasi
Kriteria Drainase b Peremajaan
4 Lingkungan Kelaikan Fungsi
c Pemukiman Kembali
Kriteria Pengelolaan Air
5 Limbah
3) Pengelolaan
Kriteria Pengelolaan
6 Persampahan

7
Kriteria Pengamanan
Kebakaran
15
KRITERIA DAN TIPOLOGI PERUMAHAN KUMUH &
PERMUKIMAN KUMUH

1
Permukiman Kumuh Atas Air
2 Permukiman Kumuh Dataran Rendah

3 Permukiman Kumuh Perbukitan

4
Permukiman Kumuh Tepi Air
5 Permukiman Kumuh Rawan Bencana
POLA PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH
Berdasarkan UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Rapermen PUPR
dilakukan antara lain:

1.PENCEGAHAN (pasal 95)


Pola penanganan pencegahan untuk menghindari tumbuh dan berkembangnya perumahan dan
permukiman kumuh baru, terdiri atas:
a. Pengawasan dan Pengendalian : Kesesuaian terhadap perizinan, standar teknis dan pemeriksaan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan
b. Pemberdayaan Masyarakat : Pelaksanaan melalui pendampingan dan pelayanan informasi

2.PENINGKATAN KUALITAS (pasal 97)


Pola penanganan peningkatan kualitas kawasan kumuh didahului dgn penetapan lokasi kumuh, tdd :
a.
Pemugaran : Dilakukan untuk memperbaiki dan atau pembangunan kembali agar menjadi permukiman
yang layak huni; memperbaiki dan atau memulihkan kembali rumah serta prasarana, sarana, dan
utilitas umum, dengan status lahan legal.
b.
Peremajaan : Dilakukan untuk mewujudkan kondisi rumah, perumahan, permukiman dan lingkungan
hunian yang lebih baik guna melindungi keselamatan, keamanan penghuni dan masyarakat sekitar;
melakukan perombakan dan penataan mendasar secara menyeluruh meliputi rumah dan prasarana,
sarana, dan utilitas umum, dengan status lahan legal ataupun ilegal.
c.
Pemukiman kembali : Dilakukan dengan memindahkan masyarakat terdampak dari lokasi yang tidak
mungkin dibangun kembali karena tidak sesuai dengan rencana tata ruang atau rawan bencana serta
dapat menimbulkan bahaya bagi barang dan orang: melakukan pemindahan dan permukiman kembali
dengan status lahan legal ataupun ilegal.

3. PENGELOLAAN
Pengelolaan dilakukan untuk mempertahankan dan menjaga kualitas permukiman secara berkelanjutan
dilakukan oleh masyarakat secara swadaya dan dapat juga difasilitasi oleh Pemerintah daerah:
Pemeliharaan dan atau perbaikan : untuk rumah dilakukan oleh setiap orang. Untuk prasarana, sarana
dan utilitas umum dilakukan oleh pemerintah daerah dan/atau setiap orang
17
PENGELOLAAN
dilakukan untuk mempertahankan dan
menjaga kualitas perumahan dan permukiman
secara berkelanjutan

dilakukan oleh masyarakat Dapat difasilitasi Pemerintah


secara swadaya PENGELOLAAN dan Pemda

Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat Kegiatan Pemeliharaan & Perbaikan


merupakan upaya untuk mengoptimalkan peran merupakan upaya menjaga kondisi bangunan
masyarakat dalam komunitas dalam mengelola gedung serta prasarana, sarana dan utilitas
perumahan dan permukiman layak huni umum secara terpadu dan terintegrasi melalui
perawatan rutin dan pemeriksaan secara
Pemerintah dan pemerintah daerah perlu melakukan berkala agar dapat berfungsi secara
inisiasi dan memberikan fasilitasi terhadap pembentukan memadai
kelompok swadaya masyarakat
Pemeliharaan dan perbaikan terhadap
Pembiayaan yang dibutuhkan untuk operasionalisasi bangunan gedung serta prasarana dan sarana
kelompok swadaya masyarakat dibiayai secara dilakukan oleh masyarakat setempat secara
swadaya oleh masyarakat swadaya
18
Kolaborasi Tata Peran Stakeholder Kumuh

• KELEMBAGAAN POKJA PKP;


PEMERINTAH • PERATURAN PERUNDANGAN DAN KEBIJAKAN NASIONAL PENANGANAN KUMUH: Peraturan
Pemugaran, Peraturan Peremajaan, Peraturan Permukiman Kembali, Pedoman Umum Penanganan
PUSAT Kumuh tingkat Kota dan Pedoman Umum Penanganan Kumuh Tingkat Masyarakat:
• PENGANGGARAN, MONITORING, SUPERVISI, PENGEMBANGAN KAPASITAS, dll

• KELEMBAGAAN POKJA PKP;


PEMERINTAH • DUKUNGAN KE PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN: Koordinasi, Sinkronisasi, dll
PROPINSI • PENDANAAN DAN PEMROGRAMAN DI APBD: Alokasi dana dan program penanganan kumuh
dan Pencegahan Kumuh;

• PERATURAN DAERAH PENANGANAN KUMUH: Perda Kumuh, Peda BG, Perda Tata Ruang, dll.
• KELEMBAGAAN POKJA PKP;

PEMERINTAH • DOKUMEN STRATEGI & PERENCANAAN (program investasi, master plan, DED, RAB, RKS);
• PENDANAAN DAN PEMROGRAMAN DI APBD: Alokasi dana dan program Pencegahan dan
KOTA/KAB Peningkatan Kualitas ;
• PELAKSANA KEGIATAN PENATAAN KAWASAN DALAM PENANGANAN PERMUKIMAN
KUMUH:
• DUKUNGAN KE MASYARAKAT: Informasi Kebijakan, apresiasi partisipasi, koordinasi, dll

• PERENCANAAN PARTISIPATIF: Pemetaan Swadaya Penyusunan Profil kumuh dan Perencanaan


Partisipatif Penanganan kumuh &Pencegahan kumuh di komunitas
• INTEGRASI PERENCANAAN KE DOKUMEN STRATEGI & PERENCANAAN (SIAP / RKP-KP)
MASYARAKAT • PENGUATAN KELEMBAGAAN: Penguatan Kapasitas BKM dan Pemerintah Kelurahan/Desa dalam
Penanganan Kumuh dan Pencegahan Kumuh;
• PELAKSANAAN KEGIATAN INVESTASI INFRASTRUKTUR PENINGKATAN KUALITAS DAN 19
PENCEGAHAN KUMUH TINGKAT KOMUNITAS:
LOKASI PRIORITAS
PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN KEMENTERIAN PUPR
30 Kota Prioritas

SUMATERA KALIMANTAN SUMATERA SULAWESI


1. Batam* 10. Banjarmasin* 1. Lhokseumawe 12. Manado
2. Palembang* 2. Medan 13. Kendari*
SULAWESI 3. Bandar Lampung*
JAWA 11. Makasar* MALUKU
3. Bogor 12. Palu 14. Ambon*
4. Bandung DKI. JAKARTA
5. Semarang* NUSA TENGGARA 4. DKI Jakarta PAPUA
6. Surakarta 13. Mataram 15. Jayapura
7. Yogyakarta 14. Kupang JAWA
8. Malang 5. Cirebon
9. Surabaya PAPUA BARAT 6. Tegal
15. Sorong 7. Pekalongan*

KALIMANTAN
8. Balikpapan
9. Samarinda
10. Palangkaraya*
Ket : * Lokasi NUSP 11. Pontianak 20
Kota Samarinda Kota Makassar

Kota Palu
Kota Balikpapan
Kota Lhokseumawe Kota Jayapura
Kota Banjarmasin
Kota Medan Kota Manado
Kota Palangkaraya
Kota Sorong
Kota Pontianak

Kota Batam

Kota Palembang

Kota Bandar Lampung

Kota Ambon

Kota Malang Kota Kupang


DKI Jakarta
Kota Kendari
Kota Surabaya
Kota Bogor Kota Mataram
Kota Surakarta
Kota Bandung

Kota Cirebon
Kota Semarang LOKASI PRIORITAS
PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN
Kota Yogyakarta KEMENTERIAN PUPR
Kota Tegal
30 Kota Prioritas
Kota Pekalongan
SEBARAN KAMPUNG NELAYAN

RKKN Indah, Kota Medan

Penataan Kws Kampung Beting, Kota Pontianak


RKKN Kuin, Kota Banjarmasin

RKKN Untia, Kota Makassar


RKKN Hamadi, Kota Jayapura

Penataan Kws Sumber Jaya,


Kota Bengkulu

RKKN Lasiana, Kota Kupang


RKKN Kws Karangsong,
Kota Indramayu
RKKN Morodemak, Kab. Demak

RKKN Tambaklorok, Kota Semarang

Penataan Kws Tegalsari, Kota Tegal

Penataan Kawasan Kampung


Nelayan TA 2016 22
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN KAWASAN
PERMUKIMAN PERDESAAN
GRAND DESIGN PEMBANGUNAN PERDESAAN PERDESAAN
BERKELANJUTAN
Desa Mandiri
Desa Tertinggal Desa Berkembang
Desa yang belum Desa yang sudah terpenuhi
terpenuhi Standar SPM namun secara
Pelayanan Minimum pengelolaan belum Perkotaan
(SPM) pada aspek menunjukkan keberlanjutan. Baru
kebutuhan sosial,
infrastruktur, sarana, Desa yang telah terpenuhi pada
pelayanan umum, aspek kebutuhan sosial dasar,
dan infrastruktur dasar, sarana dasar,
penyelenggaraan pelayanan umum, dan
pemerintahan. penyelenggaraan pemerintahan Sumber: Paparan Direktur Perkotaan
desa dan secara kelembagaan telah dan Perdesaan, Kementerian PPN/
memiliki keberlanjutan. Bappenas, 28 Sept 2015

Pengembangan Desa Secara Sosial, Ekonomi Dan Ekologi

KEBUTUHAN PERMUKIMAN TARGET

Kebutuhan akan:
1. PEMENUHAN SPM
PERMUKIMAN UNTUK DESA GRAND STRATEGY Peningkatan kualitas
TERTINGGAL Mempercepat pemenuhan permukiman perdesaan
2. PERMUKIMAN MENDUKUNG SPM Permukiman serta seluas 78.384 Ha
PENGEMBANGAN DESA kebutuhan infrastruktur yang (pada kawasan perdesaan
POTENSIAL (Desa Berkembang) mendukung pengembangan yang memiliki komoditi
 Transmigrasi ekonomi kawasan unggulan)
 Non Transmigrasi 24
Konsep Penanganan Kawasan Perdesaan

Pemberdayaan Pengembangan Pengurangan


Pelaku Usaha Komoditas Pengangguran
Perdesaan
Masyarakat Unggulan di
Perdesaan di Wilayah KSK
Wilayah KSK Penyediaan
Lapangan Kerja
untuk Masyarakat
Penyediaan Pengembangan Perdesaan
Infrastruktur Kawasan Pengembangan Peningkatan
Wilayah terkait Strategis Ekonomi Lokal Pendapatan
Pengembangan Kabupaten Perdesaan Masyarakat
KSK (KSK) Perdesaan

Penyediaan
Permodalan Pengurangan
Kemiskinan
Pengembangan
Perdesaan
Komoditas
Unggulan dan
Penguatan Pertumbuhan Pengurangan
Usaha Lokal
Kelembagaan Ekonomi Kesenjangan
Masyarakat
Pengelola KSK Perdesaan Antar Wilayah
Perdesaan
25
Dimensi Pembangunan Permukiman Perdesaan

Dimensi Outcome: Meningkatnya


Pembangunan Variabel luasan kawasan permukiman
Desa dengan sarana prasarana
minimum
1. Pelayanan • Pelayanan Pendidikan
Indikator Outcome: Luasan
dasar • Pelayanan Kesehatan kawasan dengan sarana
prasarana minimum
2. Kondisi • Infrastruktur Ekonomi
infrastruktur • Infrastruktur Energi Outcome: Meningkatnya luasan
• Infrastruktur Air Bersih & Sanitasi kawasan permukiman dengan
aksesibilitas jalan untuk
pemenuhan kebutuhan
perdesaan
Indikator Outcome: Luasan
3. Aksesibilitas/ • Sarana Transportasi kawasan dengan aksesibilitas
transportasi • Aksesibilitas Transportasi jalan dlm kondisi baik

4. Pelayanan • Kesehatan Masyarakat


Publik • Olah raga Outcome: Meningkatnya
kapasitas masyarakat

5. • Kemandirian Indikator Outcome: Jumlah


Penyelenggaraan • Kualitas SDM kawasan permukiman yang
masyarakatnya melakukan
n pemerintahan
proses perencanaan mandiri
Sumber: Olahan dari Indeks Pembangunan Desa, 2015
PEMBANGUNAN DAN
PENGEMBANGAN KAWASAN
PERMUKIMAN KHUSUS
KATEGORI KAWASAN KHUSUS

Kawasan Perbatasan

Kawasan Pulau-pulau Kecil Terluar

Kawasan Rawan Bencana dan Pasca Bencana

Kawasan Tertentu Yang Ditetapkan UU


SEBARAN KAWASAN PERBATASAN
Percepatan pembangunan terhadap kawasan-kawasan yang terdapat di sisi terluar dari wilayah negara atau Kawasan
Perbatasan termasuk pulau kecil terdepan karena memiliki nilai strategis dalam rangka menjaga integritas wilayah dan
kedaulatan negara serta mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.
Kawasan Perbatasan, meliputi 13 provinsi, 41 kab/kota, dan 187 kecamatan yang diprioritaskan penanganannya pada periode
2015-2019

Pemb. PSD Long Apari, Mahakam Ulu Pemb. PSD Skouw, Jayapura
Pemb. PSD Sebatik, Nunukan

Pemb. PSD Permukiman Entikong, Sanggau


Pemb. PSD Permukiman Aruk, Sambas
Pemb. PSD Permukiman Nanga Badau, Kapuas Hulu

Pemb. PSD Permukiman Motamasin, Malaka


Pemb. PSD Permukiman Mota’ain, Belu
Pemb. PSD Permukiman Wini, Timor Tengah Utara
29
Pulau-Pulau Kecil Terluar Berpenghuni

30
Sebaran Pulau-Pulau Kecil Terluar Berpenghuni
Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) adalah Pulau-Pulau Kecil yang memiliki titik-titik dasar
koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum
internasional dan nasional (Perpres No.78 Tahun 2005)

31
Kawasan Rawan Bencana
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor
manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda
dan dampak psikologis.

Gempa Bumi Tsunami Letusan Gunung Banjir


Api

Tanah Longsor Kekeringan Kebakaran Lahan Cuaca Ekstrim


dan Hutan

Gelombang
Pasang/Abrasi 32
Kota/Kabupaten dengan Indeks Risiko Bencana Tinggi
WILAYAH KOTA/KABUPATEN DENGAN INDEKS RISIKO BENCANA TINGGI
Papua 10 Kota Jayapura, Kota Sorong, Kota Manokwari
Kabupaten Merauke, Sarmi, Yapen, Nabire, Raja Ampat, Teluk Bintuni, & Biak Numfor
Maluku 12 Kota Ambon, Ternate
Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Buru,
Kepulauan, Pulau Morotai dan Sula
Nusa 15 Kota Mataram, Kota Kupang, Kota Bima
Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Dompu, Bima, Ngada, Ende,

Sulawesi 24 Kota Manado, Kota Bitung, Kota Gorontalo, Kota Makasar, Kota Palu, Kota Kendari
Kabupaten Gorontalo, Mamuju, Polewali Mandar, Maros, Takalar, Gowa, Luwu Timur, Bantaeng, Sigi,
Kolaka, Konawe, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe

Kalimantan 18 Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kota Palangka Raya, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Tarakan
Kabupaten Bengkayang, Sambas, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Kotabaru, Barito Kuala,
Nunukan

Jawa Bali 36 Kota Denpasar, Tangerang, Cilegon, Kota Yogyakarta, DKI Jakarta, Kota Bogor, Kota Depok, Kota
Kabupaten Badung, Tabanan, Buleleng, Sleman, Bekasi, Cianjur, Bandung Barat, Cirebon, Sukabumi,
Demak, Cilacap, Kebumen, Magelang, Malang, Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro,

Sumatera 21 Kota Lhokseumawe, Kota Banda Aceh, Kota Bengkulu, Kota Jambi, Kota Bandar Lampung, Kota Medan,
Kabupaten Mukomuko, Rejang Lebong, Sarolangun, Kerinci, Lampung Barat, Tanggamus, Padang
Lahat, Langkat, Deli Serdang, Karo, dan Simalungun

Sumber: Lampiran Buku III RPJMN 2015-2019


33
Lokasi Prioritas
Pengembangan Kawasan Permukiman Rawan Bencana

Kab. Tanggamus Kab. Badung

Kab. Pesisir Barat Kota Denpasar

Kab. Pesawaran Kota Mataram

Kota Bandar Lampung Kab. Lombok Timur

Kab. Lampung Selatan

34
Dukungan Penanganan Permukiman
Di Kawasan Strategis Pariwisata
PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA
Destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan,
meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat

PERWILAYAHAN ATRAKSI WISATA AKSESIBILITAS AMENITAS MASYARAKAT INVESTASI


• 50 DPN (Destinasi • Daya Tarik • Prasarana • Prasarana • Peningkatan • Insentif
Pariwisata Nasional); Wisata Alam; transportasi Umum kapasitas investasi
• 88 KSPN (Kawasan • Daya Tarik • Sarana • Fasilitas sumber daya • Kemudahan
Strategis Pariwisata Wisata Budaya; transportasi Umum masyarakat investasi
Nasional); • Peningkatan
• Daya Tarik • Sistem • Fasilitas • Promosi
• 222 KPPN (Kawasan
Wisata Buatan transportasi pariwisata kesadaran dan investasi
Pengembangan
Manusia peran
Pariwisata Nasional)
masyarakat

Sumber: PP No. 50 Thn 2011 tentang RIPPARNAS


Yang dimaksud dengan “Prasarana Umum” meliputi:
1) jaringan listrik dan lampu penerangan; 2) jaringan air bersih; 3) jaringan telekomunikasi; dan 4)
sistem pengelolaan limbah.
Penjelasan Pasal 25 Huruf a, PP No. 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS

Perencanaan & pembangunan infrastruktur permukiman pada lokasi yang ditetapkan sebagai
Destinasi Pariwisata Nasional
35
Rencana Kegiatan Strategis
Pengembangan Kawasan Permukiman KSPN 2015-2019
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki
potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek seperti
pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta
pertahanan dan keamanan. (PP No. 50 tahun 2016)

KSPN D. Toba dsk KSPN Wakatobi dsk


KSPN Tj. Kelayang dsk

KSPN Morotai dsk

KSPN Tj, Lesung dsk

KSPN Kep. Seribu dsk KSPN Komodo dsk


KSPN Borobudur dsk KSPN Rinjani dsk
KSPN Prambanan-Kalasan dsk
KSPN Yogyakarta Kota dsk KSPN Bromo-Tengger-Semeru dsk 36
BEST PRACTICES PENANGANAN KAWASAN

3
PERMUKIMAN

37
1. Penanganan PERMUKIMAN KUMUH Prioritas PUPR
Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur

KAWASAN BULAK : 11.68 Ha


DATA TEKNIS :
• Pembangunan tanggul dan urugan Pantai kenjeran
(RW II Kec. Kenjeran) Dinas PU Cipta Karya
2 • Perbaikan jalan Paving dan Saluran Drainase Dinas Pu
Bina Marga
1 • Pekerjaan Pengadaan Bak sampah dan Pot Tanaman
4 3 (Green n Clean ) Dinas Kebersihan dan Pertamanan
• Pekerjaan PJU Dinas PU Cipta Karya
• Pekerjaan Penjemuran Ikan diatas gang Dinas PU
5 Cipta Karya
WAKTU PELAKSANAAN :
Mulai : 11 April 2016

BIAYA PELAKSANAAN :
Rp 12.099.929.600-

KEMAJUAN PELAKSANAAN:
• Progres fisik sebesar 27.15%
• Progres keuangan sebesar 20%

IPAL Komunal Fasum MCK


1 38
38
1. Penanganan PERMUKIMAN KUMUH Prioritas PUPR
Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur

KAWASAN OESAPA : 11.05 Ha

DATA TEKNIS :
• Pembangunan jalan lingkungan (Paving block panjang
1.533 m')
• pembangunan drainase (p = 871 m')
• Pembangunan IPAL (1 unit)

WAKTU PELAKSANAAN :
Mulai : 21 Mei 2016

BIAYA PELAKSANAAN :
Rp 9,066,211,000,-

KEMAJUAN PELAKSANAAN:
• Progres fisik sebesar 55.00%
• Progres keuangan sebesar 20.00%

1 39
39
4. Penataan Kawasan KAMPUNG NELAYAN
Kampung Beting, Kota Pontianak, Kalimantan Barat

DATA TEKNIS :
• Pembangunan gertak beton sungai beserta jembatan
penghubung dan tambatan perahu
• Revitalisasi Plaza Masjid

WAKTU PELAKSANAAN :
Mulai Kontrak/ SPMK : 29 Juli 2016/ 01 Agustus 2016
Selesai : 28 Desember 2016
(150 hari kalender pelaksanaan + 180 hari kalender masa
pemeliharaan)

BIAYA PELAKSANAAN :
•Perencanaan Kawasan & DED Tahap II : Rp. 967.120.000,-
•Penyusunan Dokumen Lingkungan : Rp. 456.852.000,-
•Konstruksi Tahap I : Rp.10.646.911.000,-
•Supervisi Tahap I : Rp. 370.370.000,-
KEMAJUAN PELAKSANAAN:
No Paket Kegiatan Fisik (%) Keu (%)
1 Perencanaan Kawasan & DED Tahap II 35.00 32.52
(sudah melaksanakan FGD Deliniasi)
2 Penyusunan Dokumen Lingkungan 20.00 17.90
3 Konstruksi Tahap I - -
(Sudah terkontrak, PCM, MC-0)
4 Supervisi Konstruksi Tahap I - -
(Sudah terkontrak, PCM, MC-0)

1 40
40
6. Penataan Kawasan KAMPUNG NELAYAN
Kampung Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah

DATA TEKNIS :
• Pembangunan turap sungai dan promenade disisi
timur Pulau Tirang
• Pembangunan RTH dan perbaikan lingkungan di area
galangan kapal selanjutnya.
• Pembuatan Dermaga dan pembersihan area turap dari
MCK ilegal
WAKTU PELAKSANAAN :
Mulai Kontrak/SPMK : 25 Juli 2016/ 27 Juli 2016
Selesai : 21 Desember 2016
(150 hari kalender pelaksanaan + 180 hari kalender masa
pemeliharaan)
BIAYA PELAKSANAAN :
•Perencanaan Kawasan & DED Tahap II : Rp. 980.320.000,-
•Penyusunan Dokumen Lingkungan : Rp. 477.345.000,-
•Konstruksi Tahap I : Rp.17.744.905.000,-
•Supervisi Tahap I : Rp. 353.430.000,-

KEMAJUAN PELAKSANAAN:
No Paket Kegiatan Fisik (%) Keu (%)
1 Perencanaan Kawasan & DED Tahap II 25.00 34.26
(sudah melaksanakan FGD Deliniasi)
2 Penyusunan Dokumen Lingkungan 20.00 19.56
3 Konstruksi Tahap I - -
(Sudah terkontrak, PCM, MC-0)
4 Supervisi Tahap I - -
(Sudah terkontrak, PCM, MC-0)

1 41
41
8. Program Percontohan KAMPUNG SEJAHTERA
Desa Kohod & Desa Kramat, Kec. Paku Haji, Kab. Tangerang, Banten

DATA TEKNIS:
Peningkatan Jalan Poros Desa Dengan Konstruksi :
1. jalan beton ready mix
2. tembok penahan tanah

WAKTU PELAKSANAAN :
FOTO PROGRES - 0% Mulai : 02 mei 2016
Selesai : 29 agustus 2016 (120 hari kalender)

KEMAJUAN PELAKSANAAN :
Progres fisik : 100%

BIAYA PELAKSANAAN :
RP. 1.677.266.080,-
FOTO PROGRES - 50%

1 42
FOTO PROGRES - 100% 42
13. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Motamasin, Kab. Malaka, Nusa Tenggara Timur

DESKRIPSI
Pembangunan: Zona Inti PLBN berupa:
1. Bangunan Utama
2. Bangunan Carwash
3. Bangunan Jembatan Timbang
4. Klinik
5. Bangunan Pemeriksaan Kargo Kedatangan
6. Bangunan Pemeriksaan Terpadu mobil pribadi & umum
7. Gudang sita berat dan ringan
8. Lapangan penimbunan
9. Bangunan Pemeriksaan Kargo Keberangkatan
10. Bangunan utilitas
11. Kennel
12. Check point
13. Monumen Tasbara
14. Gerbang Tasbara

DATA TEKNIS :
• Nama Paket: Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Terpadu Motamasin, Kab. Malaka
• Luas Lahan : 11,29 Ha
• Luas Bangunan : 3.078 m²
WAKTU PELAKSANAAN :
Mulai : 18 Desember 2015
Selesai : 11 Desember 2016
(360 hari pelaksanaan + 720 hari pemeliharaan)

BIAYA PELAKSANAAN :
Nilai Kontrak : Rp. 128.401.582.000,-
TA 2015 : Rp 19.260.237.300,-
TA 2016 : Rp. 109.141.345.000,-
KEMAJUAN PELAKSANAAN:
• Progres fisik : 48,12 %
• Progres keuangan : 49,00 % (TA 2015-2016) 1
43
40,00 % (TA 2016)
43
18. Pengembangan Infrastruktur Permukiman (PIP) Kawasan Perbatasan
Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
DESKRIPSI
Pengembangan Infrastruktur Permukiman berupa:
1. Penyediaan Air Minum
• Pembangunan IPA Q=10 ltr/dt
• Pengembangan jaringan perpipaan ke PLBN dan permukiman
sekitar 500 SR
2. Pengelolaan Air Limbah
• Pembangunan IPAL Komunal 300 KK
3. Pengelolaan Sampah
• Pembuatan TPS 1 unit dan truk 1 unit
• Pelatihan Pemilahan dan Composting Sampah
4. Jalan Lingkungan, Jembatan dan Turap
• Jalan Lingkar Utara 3,05 km
• Jalan Lingkar Selatan 5,3 km
• Jalan Delima 0,5 km
• Jalan Bukit Leseong 0,4 km
DATA TEKNIS
• Nama Paket : Pengembangan Infrastruktur Permukiman Nanga
Badau Kab.Kapuas Hulu Kalimantan Barat
• Pelaksana : PT Pembangunan Perumahan

WAKTU PELAKSANAAN
Mulai : 17 Desember 2015
Selesai : 6 September 2017
(630 hari + 720 hari pemeliharaan)

BIAYA PELAKSANAAN
Nilai Kontrak : Rp 106.685.494.000,-

KEMAJUAN PELAKSANAAN
• Progres fisik : 17,15 % (TA 2015-2017)
• Progres keuangan : 22,54 % (TA 2015-2017)
1 44
44
TERIMA KASIH