Anda di halaman 1dari 10

6.

Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan


Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak
langsung menunjang proses pendidikan di sekolah. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau
tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana
pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung
digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium
dan sebagainya.
Sedangkan menurut keputusan menteri P dan K No.079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3
kelompok besar yaitu:

1. Bangunan dan perabot sekolah.


2. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukauan dan alat-alat peraga dan labolatarium.
3. Media pendidikan yang dapat dikelompokan menjadi audiovisual yang menguanakan
alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.

Dari beberapa uraian diatas, manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat
didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan
secara efektif dan efisien.( Bafadal,2003). Definisi ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana
yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di
sekolah. Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah
bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan
yang amat penting di sekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap
suksesnya proses pembelajaran disekolah.

Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan


Secara umum, tujuan manajemen sarana prasarana pendidikan adalah memberi layanan
secara profesional di bidang sarana prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses
pendidikan secara efektif dan efisien. Secara rinci tujuan manajemen sarana dan prasarana
pendidikan [Bafadal (2003)] adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem


perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Dengan perkataan ini, melalui
manajemen perlengkapan pendidikan di harapkan semua perlengkapan yang di dapatkan
oleh sekolah adalah serana dan serana pendidikan yang berkualitas tnggi, sesuai dengan
kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efisien.
2. Untuk mengupayakan pemakaian sarana prasarana sekolah secara tepat dan efisien.
3. Untuk menupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, sehingga
keberadaannya selalu dan kondisi siap pakai setiap di perlukan oleh semua personel
sekolah.

Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan


Agar tujuan-tujuan manajemen perlengkapan bisa tercapai ada beberapa prinsip yang
perlu di perhatikan dalam mengelola perlengkapan di sekolah, prinsip-prinsip yang dimaksud
adalah :
a) Prinsip Pencapaian Tujuan
Pada dasarnya manajemen perlengkapan sekolah di lakukan dengan
maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan kondisi siap pakai. Oleh
sebab itu, manajemen perlengkapan sekolah dapat di katakan berhasil bilaman
fasilitas sekolah itu selalu siap pakai setiap saat, pada setiap seorang personel
sekolah akan menggunakannya.
b) Prinsip Efisiensi
Dengan prinsip efisiensi semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana
sekolah di lakukan dengan perencanaan yang hati, sehingga bisa memperoleh
fasilitas yang berkualitas baik dengan harga yang relatif murah. Dengan prinsip
efisiensi berarti bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan
dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mengurangi pemborosan. Maka
perlengkapan sekolah hendaknya di lengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan
dan pemeliharaannya. Petunjuk teknis tersebut di komunikasikan kepada semua
personil sekolah yang di perkirakan akan menggunakannya. Selanjutnya, bilaman
di pandang perlu, di lakukan pembinaan terhadap semua personel.
c) Prinsif Administratif
Di Indonesia terdapat sejumlah peraturan perundang-undangan yang
berkenaan dengan sarana dan prarana pendidikan sebagai contoh adalah peraturan
tentang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan milik negara. Dengan prinsip
administratif berarti semua perilaku pengelolaan perlengkapan pendidikan di
sekolah itu hendaknya selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi,
dan pedoman yang telah di berlakukan oleh pemerintah. Sebagai upaya
penerapannya, setiap penanggung jawab pengelolaan perlengkapan pendidikan
hendaknya memahami semua peraturan perundang-undangan tersebut dan
menginformasikan kepada semua personel sekolah yang di perkirakan akan
berpartisipasi dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan.
d) Prinsip Kejelasan Tanggung Jawab
Di Indonesia tidak sedikit adanya kelembagaan pendidikan yang sangat
besar dan maju. Oleh karena besar, sarana dan prasarananya sangat banyak
sehingga manajemennya melibatkan banyak orang. Bilaman hal itu terjadi maka
perlu adanya pengorganisasian kerja pengelolaan perlengkapan pendidikan.
Dalam pengorganisasiannya, semua tugas dan tanggung jawab semua orang yang
terlibat itu perlu dideskripsikan dengan jelas.
e) Prinsip Kekohesifan
Dengan prinsip kekohesfan berarti manajemen perlengkapan pendidikan
di sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang
sangat kompak. Oleh kerena itu, walaupun semua orang yang terlibat dalam
pengelolaan perlengkapan itu telah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-
masing, namun antara satu dengan yang lainnya harus selalu bekerja sama dengan
baik.

Proses-Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan


Sebelum telah ditegaskan bahwa manajemen sarana dan prasarana sekolah merupakan
proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan sekolah secara efektif dan efisien. Secara
sederhana manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah mencakup kegiatan-kegiatan
perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pengawasan dan pemeliharaan dan penghapusan sarana
dan prasarana pendidikan. Berikut secara rincinya:
1) Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam proses manajemen perencaaan merupakan fungsi pertama yang harus dilakukan,
dengan adanya rencana yang baik dan cermat maka segala aktivitas yang dilaksanakan
dalam kegiatan organisasi akan terarah dan terorganisir sehingga bisa tercapai tujuan
yang diharapkan. Soekarno (1987) mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan
pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah sebagai berkut:
a) Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan
oleh setiap unit kerja dan atau menginvestarisasi kekurangan perlengkapan
sekolah.
b) Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu,
misalnya untuk satu triwula atau satu tahun ajaran.
c) Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang
tersedia sebelumnya.
d) Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang
tersedia. Apabila dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pengadaan semua
kebutuhan itu, maka perlu dilakukan seleksi terhadap semua kebutuhan
perlengkapan yang telah direncanakan dengan melihat urgensi setiap
perlengkapan yang dibutuhkan. Semua perlengkapan yang urgen segera
didaftar.
e) Memadukan rencana (daftar) kebutuhan perlengkapan yang urgen dengan
dana atau anggaran yang tersedia, maka perlu dilakukan seleksi lagi dengan
cara membuat skala prioritas.
f) Penetapan rencana pengadaan akhir.Bahwa perencanaan pengadaan sarana
dan prasarana pendidikan di sekolah itu tidak mudah. Perencanaan pengadaan
sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan di masa yang akan datang
dan bagaimana pengadaannya secara sistematis, rinci, teliti berdasarkan
informasi yang realistik tentang kondisi sekolah.
2) Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pengadaan sarana dan prasarana sekolah biasanya dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan program sekolah, menggantikan
barang-barang yang rusak, hilang, di hapuskan, atau sebab-sebab lain yang dapat di
pertanggung jawabkan. Dengan pengadaan tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat
persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang.
System pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahdapat dilakukan
dengan berbagai cara antara lain adalah:
 Droping dari pemerintah, hal ini merupakan bantuan yang diberikan pemerintah
kepada sekolah.
 Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara membeli baik secara langsung maupun
memesan terlebih dahulu.
 Pengadaan perlengkapan dengan cara mendapatkan hadiah atau meminta sumbangan
kepada orang tua murid, lembaga-lembaga sosial tertentu yang tidak mengikat.
 Pengadaan perlengkapan dengan cara tukar menukar barang lebih yang dimiliki
sekolah dengan barang lain yang belum dimiliki sekolah.
 Pengadaan perlengkapan dengan cara meminjam/menyewa.
3) Invetarisasi sarana dan prasarana pendidikan
Penginvetarisasian adalah kegiatan melaksanakan penggunaan, penyelenggaraan,
pengaturan dan pencatatan barang-barang, menyusun daftar barang yang menjadi milik
sekolah ke dalam satu daftar inventaris barang secara teratur. Tujuannya adalah untuk
menjaga dan menciptakan tertib administrasi barang milik negara yang dipunyai suatu
organisasi. Yang dimaksud dengan inventaris adalah suatu dokumen berisi jenis dan
jumlah barang yang bergerak maupun yang tidak bergerak yang menjadi milik negara
dibawah tanggung jawab sekolah.
4) Pengawasan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dilaksanakan
oleh pemimpin organisasi. Berkaitan dengan adanya sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah, perlu adanya control yang baik dalam pemeliharaan atau pemberdayaan.
Pengawasan terhadap sarana prasarana di sekolah merupakan usaha yang ditempuh oleh
pemimpin dalam membantu personel sekolah untuk menjaga atau memelihara dan
memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah dengan sebaik mungkin demi keberhasilan
proses pengadaan di sekolah.
Ada beberapa macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
ditinjau dari sifat maupun waktunya.
 Ditinjau dari sifatnya ada empat macam pemeliharaan sarana prasarana pendidikan di
sekolah. Keempat macam pemeliharaan tersebut:

1. Pemeliharaan perlengkapan bersifat pengecekan


2. Pemeliharaan yang bersifat pencegahan
3. Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
4. Perbaikan berat

 Ditinjau dari waktu pemeliharaannya ada dua macam pemeliharaan sarana dan
prasarana pendidikan di sekolah:

1. Pemeliharaan sehari-hari, Sepeti menyapu, mengepel lantai, membersihkan


pintu.
2. Pemeliharaan berkala, misalnya pengontrolan genting, pengapuran tembok

5) Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Secara defenitif, penghapusan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan


meniadakan barang-barang milik lambaga (bisa juga milik negara) dari daftar inventaris
dengan cara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai salah satu
aktivitas dalam pengelolaan sarana prasarana pendidikan, penghapusan bertujuan untuk:

1. Mencegah terjadinya pemborosan biaya pemeliharaan sarana prasarana yang


kondisinya semakin buruk, berlebihan / rusak dan sudah tidak dapat digunakan
lagi.pengamanan perlengkapan yang tidak berguna lagi.
2. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventarisas.
3. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang barang yang tidak dipergunakan
lagi.
4. Membebaskan barang dari tanggungjawab pengurusan kerja.

Jenis-Jenis Sarana Prasarana Pendidikan

Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:


a. Ditinjau dari habis tidak nya dipakai
Dilihat dari habis tidaknya dipakai ada dua macamsarana pendidikan yaitu,

1). Sarana pendidikan hadis dipakai

Merupakan segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa


habis dalam waktu yang relative singkat. Missal : kapur tulis, beberapa
bahan kimia, spidol,

2). Sarana pendidikan tahan lama


Merupakan keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan
secara terus menerus dan dalam waktu yang relative lama. Missal :
bangku, meja, mesin tulis, globe, dll
b. Ditinjau dari bergerak tidak nya pada saat digunakan
Ada dua macam saran pendidikan yaitu:

1). Sarana pendidikan yang bergerak

Merupakan sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan


sesuai dengan kebutuhan pemakaia nya.

Missal : almari sekolah, bangk sekolah, meja, dll

2).Sarana pendidikan yang tidak bergerak

Merupakan semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relative sangat
sulit untuk dipindahkan.

Missal : saluran air, kran tempat wudhu, kran cuci air, dll
c. Ditinjau dari hubungan nya dengan proses belajar mengajar
Sarana pendidikan dibedakan menjadi 3 macam bila ditinjau dari hubungan nya dengan
proses belajar mengajar, yaitu:
1). Alat pelajaran
Meruoakan alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar
mengajar.
Missal : buku, alat peraga, alat tulis, alat praktik.
2). Alat peraga
Merupakan alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa
perubahan-perubahan atau benda-benda yang mudah memberi pengertian kepada
anak didik berturut turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret
3). Media pembelajaran
Merupakan sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam
proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efesiensi dalam
mencapai tujuan pendidikan.

Sarana Prasarana Yang Menunjang Proses Pembelajaran

a) Sarana yang menunjang proses pembelajaran


Meliputi :
 Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk
pembelajaran, seperti papan tulis, spidol, dll
 Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk
membantu komunikasi dalam pembelajaran
 Buku merupakan karya yang diterbitkan sebagai sumber belajar.
 Sumber lain
 Dll…
b) Sarana prasarana yang menunjang proses pembelajaran
 Ruang kelas merupakan ruang untuk pembelajaram teori dan praktik yang
tidak memerlukan peralatan khusus
 Ruang perpustakaan merupakan ruang untuk menyimpan dan memperoleh
informasi dari berbagai jenis bahan daftar pustaka
 Ruang laboratorium merupakan ruang untuk pembelajaran secara praktik
yang memerlukan peralatan khusus
 Ruang UKS merupakan ruang untuk menangani peserta didik yang
mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan disekolah.
 Dll…

7. Manajemen layanan khusus

Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya dibuat untuk mempermudah


atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di
sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk
memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapain tujuan pendidikan di
sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik senanatiasa
berada dalam keadaan baik, baik disini menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu
proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang
kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.

Implementasi manajemen layanann khusus yang dilakukan sekolah meliputi


manajemen perpustakaan. Mengingat Perpustakaan merupakan salah satu unit yang
memberikan layanan kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang
proses pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta
memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka. Maka dari itu perpustakaan
tersebut perlu dikelola dengan baik agar daopat mengikuti perkembangan zaman.

Selain manajemen perpustakaan, implementasi manajemen layanan khusus


lainnya adalah Layanan kesehatan di sekolah yang biasanya dibentuk sebuah wadah
bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah usaha
kesehatan masyarakat yang dijalankan sekolah.

Implementasi manajemen layanan khusus yang terakhir adalah Layanan


keamanan yaitu layanan yang dapat memberikan rasa aman pada siswa selama siswa
belajar di sekolah misalnya adanya penjagaan oleh satpam sekolah.

Mengingat pentingnya manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan


bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien.
Maka dari itu, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk
mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani
maupun rohani peserta didik dan memberikan rasa aman pada siswa selama siswa belajar
di sekolah.