Anda di halaman 1dari 4

Nama : ALVIANO RIZKY M

NIM : 16.090
KELAS : 2C

1. Diagnosa Keperawatan
a. Penurunan curah jantung
b. Kelebihan volume cairan
c. Intoleransi aktivitas
2. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan
a. Hipertensi Primer (esensial)
Disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui penyebabnya.
Faktor yang mempengaruhinya yaitu : genetik, lingkungan,
hiperaktivitas saraf simpatis sistem renin. Angiotensis dan peningkatan
Na + Ca intraseluler. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko :
obesitas, merokok, alkohol dan polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder
Penyebab yaitu: penggunaan esterogen, penyakit ginjal, sindrom
chusing dan hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas:
a. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140
mmHg dan atau tekanan distolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg.
b. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari
160 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya
perubahan-perubahan pada:
a. Elatisitas dinding aorta menurun.
b. Katub jantung menenbal dan menjadi kaku.
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun
sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah. Hal ini terjadi karena
kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi.
e. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.
3. Tanda dan gejala
Tanda dan gejala
a. Tidak ada gejala
b. Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat di hubungkan dengan
peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh
dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan
pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.
c. Gejala yang lazim
Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi
meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini
merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien
kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang
mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.
Beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :
a. Mengeluh sakit kepala (pusing)
b. Lemas, kelelahan
c. Sesak nafas
d. Gelisa
e. Mual
f. Muntah
g. Epistaksis
h. Kesadaran menurun
4. Kriteria Hasil
a. Penurunan curah jantungan berhubungan dengan perubahan
kontraktilitas
1) Keefektifan pompa jantung
- Tekanan darah sistol dari deviasi yang cukup besar dari kisaran
normal ke deviasi ringan dari kisaran normal.
- Tekanan darah diastol dari deviasi sedang dari kisaran normal ke
deviasi ringan dari kisaran normal.
- Mual dari sedang ke ringan
- Intoleransi aktivitas dari cukup berat menjadi ke ringan
2) Status sirkulasi
- Tekanan nadi dari deviasi sedang dari kisaran normal ke deviasi
ringan dari kisaran normal
- Kelelahan dari sedang menuju ringan
- Wajah pucat dari sedang menuju ringan
b. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan kelebihan asupan
natrium
1) Keseimbangan cairan
- Tekanan darah dari banyak terganggu menjadi cukup terganggu
- Denyut nadi radial dari banyak terganggu menjadi cukup terganggu
- Pusing dari cukup berat menjadi sedang
- Kram otot dari cukup berat menjadi sedang
c. Intoleransi Aktivitas
1) Toleransi Terhadap Aktivitas
- Tekanan darah sistolik ketika beraktivitas dari banyak terganggu
menjadi cukup terganggu
- Tekanan darah diastolik ketika beraktivitas dari banyak terganggu
menjadi cukup terganggu
- Kemudahan bernapas saat beraktivitas dari cukup terganggu
menjadi sedikit terganggu
- Frekuensi nadi ketika beraktifitas dari cukup terganggu menjadi
sedikit terganggu
2) Daya Tahan
- Aktivitas fisik dari cukup terganggu menjadi sedikit terganggu
- Daya tahan otot dari cukup terganggu menjadi sedikit terganggu
- Kelelahan dari sedang menjadi ringan
5. Intervensi
a. Penurunan curah jantung
1) Perawatan jantung
- Secara rutin mengecek pasien baik secara fisik dan psikologis
sesuai dengan kebijakan tiap agen/ penyedia layanan
- Pastikan tingkat aktivitas pasien yang tidak membahayakan curah
jantung atau memprovokasi serangan jantung
- 0)Instruksikan pasien tentang pentingnya untuk segera melaporkan
bila merasakan nyeri dada.
- Monitor tanda-tanda vital secara rutin
b. Kelebihan volume cairan
1) Monitor elektrolit/cairan
- Tentukan jumlah dan jenis intake / asupan cairan serta kebiasaan
eliminasi
- Monitor asupan dan pengeluaran
- Monitor tekanan darah, denyut jantung, dan status pernapasan
- Monitor berat badan
c. Intoleransi aktivitas
1) Terapi aktivitas
- Pertimbangankan kemmpuan klien dalam berpartisipasi melalui
aktivitas spesifik
- Bantu klien untuk memilih aktivitas dan pecapaian tujuan melalui
aktivitas yang konsisten dengan kemampuan fisik fisiologis dan
sosial
- Dorong aktivitas kreatif yang tepat