Anda di halaman 1dari 4

RSUP Dr.

M Djamil
PADANG PANDUAN PRAKTIS KLINIK
SMF KEBIDANAN & PENY.KANDUNGAN
RSUP Dr.M.DJAMIL
TAHUN 2016

OLIGOHIDRAMNION/POLIHIDRAMNION

1.Pengertian
Polihidramnion : adalah kondisi medis pada kehamilan
(definisi)
berupa kelebihan cairan ketuban dalam kantung ketuban
a. AFI >2000 mL
b. AFI >95th percentile for gestational age
c. AFI >97th percentile for gestational age
d. AFI ≥24 cm
e. AFI >25 cm
f. SDP ≥8 cm
g. Peningkatan subjektif AFI

Oligohidramnion : adalah suatu keadaan dimana air


ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc.
a. Cairan ketuban yang kurang dari 500 mL pada
kehamilan 32-36 minggu.
b. Maksimum kantong vertikal (MVP) kurang dari 2
cm.
c. Indeks cairan ketuban (AFI) kurang dari 5 cm atau
kurang dari persentil 5

2. Anamnesis Identifikasi faktor-faktor resiko


Keluhan sekarang

3. Pemeriksaan
Fisik Vital sign
Pemeriksaan palpasi abdomen

4. Kriteria
Diagnosis
5. Diagnosis
 USG

6. Diagnosis a. Gamelli
Banding b. Asites
c. Kista Ovarium
d. Kehamilan dengan tumor

7. Pemeriksaan
Penunjang  USG

8. Terapi POLIHIDRAMNION :
- Polihidramnion ringan dapat cukup dipantau dan diobati
secara konservatif.
- Persalinan prematur biasa dilakukan karena overdistensi
dari rahim, dan langkah-langkah harus diambil untuk
meminimalkan komplikasi ini. Termasuk pemeriksaan
antenatal yang teratur dan pemeriksaan rahim dan
bedrest sampai cukup bulan.
- Steroid intramuskular harus diberikan kepada ibu pada
antenatal jika dipertimbangkan untuk dilakukannya
persalinan prematur. Hal ini membantu untuk
meningkatkan kematangan paru-paru.
- Scan ultrasound serial harus dilakukan untuk memantau
AFI dan monitor pertumbuhan janin.
- Anemia hidrops janin diobati dengan transfusi eritrosit,
baik intravaskular atau melalui perut janin. Hal ini
mengurangi kemungkinan kegagalan kongestif janin,
sehingga memungkinkan perpanjangan kehamilan dan
meningkatkan kelangsungan hidup.
- Jika didiagnosis adanya diabetes kehamilan, kontrol
glikemik yang ketat harus dipertahankan. Hal ini
biasanya dilakukan dengan manipulasi diet dan insulin
jarang dibutuhkan.
- Indometacin adalah obat pilihan untuk pengobatan
medis polihidramnion. Hal ini sangat efektif, terutama
dalam kasus dimana kondisi ini terkait dengan
peningkatan produksi urin janin. Mekanisme aksi
menjadi efek pada produksi urin oleh ginjal janin,
mungkin dengan meningkatkan efek dari vasopresin.
Hal ini tidak efektif dalam kasus di mana penyebab yang
mendasari adalah penyakit neuromuskuler yang
mempengaruhi proses menelan janin, atau hidrosefalus.
Tapi hal ini merupakan kontraindikasi pada sindrom
kembar-ke-kembar atau setelah 35 minggu, karena
efek samping yang ditimbulkan lebih besar daripada
manfaat dalam kasus ini.
- Amniosentesis direkomendasikan dalam kasus di mana
indometacin menjadi suatu kontraindikasi, pada
polihidramnion berat, atau pada pasien yang
simptomatik. Ini menjadi kontraindikasi pada ketuban
pecah dini atau pelepasan plasenta, atau
korioamnionitis (peradangan selaput chorioamniotic dan
cairan - biasanya infektif).
- Induksi persalinan harus dipertimbangkan jika gawat
janin berkembang. Di atas 35 minggu mungkin lebih
aman untuk dilahirkan. Induksi dengan ruptur buatan
pada membran (ARM) harus dikontrol, dilakukan oleh
dokter kandungan dan dengan persetujuan untuk
melanjutkan dengan sectio caesar jika diperlukan.

OLIGOHIDRAMNION
Pada Kehamilan Preterm :
a. Tirah baring
b. Hidrasi
c. Perbaikan nutrisi
d. Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan
janin, NST, Bpp)
e. Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan
amnion
f. Amnion infusion.
Pada kehamilan aterm :
Induksi dan kelahiran

9. Edukasi  Konseling jangka panjang kemungkinan morbiditas dan


kemungkinan kelainan kongenital yang menyertai
 Konseling untuk kehamilan selanjutnya
10. Prognosis - Jika kondisi ini tidak terkait dengan temuan lain,

prognosis biasanya baik. 20% dari bayi dengan

polihidramnion memiliki beberapa anomali. Dalam hal

ini, prognosis tergantung pada beratnya anomali.


- Oligohidramnion yang terjadi di awal kehamilan dapat

memberikan prognosis yang jelek


11. Tingkat
Evidens
12. Tingkat
Rekomendas
i

13. Penelaah
Kritis
14. Indikator
Medis Temuan klinis dan laboratorium

15. Kepustakaan
1. Sarwono P. Buku Acuan Nasional. Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal, 2009
2. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG).
Pregnancy Hypertension
3. Standar Pelayanan Medik. Obstetri dan Ginekologi.
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. 2002
4. Cunningham FG et all : 2010; Pregnancy Hypertension ;
In : Williams Obstetrics 23th Edition, The McGraw Hill
Companies