Anda di halaman 1dari 112

CONTOH GUGATAN I

PARA PIHAK :
 NY. DAMAYANTI, pekerjaan Swasta, bertempat tinggal di
Lingkungan Pasegan RT.02-RW.05 Kelurahan Petungasri
Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, untuk selanjutnya
disebut sebagai PENGGUGAT ;
--------------------------------- M E L A W A N ----------------------------------
 PENGURUS KOPERASI WANITA SERBA USAHA
KARTIKA CHANDRA PANDAAN, yang berkedudukan di
jalan Kalitengah nomor 31 Pandaan Kabupaten Pasuruan,
untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;

GUGATAN :
1. Bahwa di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan pada tahun 1986 telah
berdiri sebuah Badan Hukum Koperasi Nomor : 6042/BH/II/1986 dengan
nama KOPERASI WANITA SERBA USAHA KARTIKA CANDRA yang
berkedudukan di jalan Raya Kalitengah No. 31 Pandaan Kabupaten
Pasuruan.
2. Bahwa pada tahun 1987 PENGGUGAT telah diterima sebagai anggota dan
pada Rapat Anggota Tahunan pada tanggal 29 Januari 2000, PENGGUGAT
terpilih sebagai Dewan Pengawas untuk masa bakti selama 2 (dua) tahun.
3. Bahwa selama PENGGUGAT menjadi anggota Koperasi Wanita Serba
Usaha Kartika Candra maupun selama menjabat sebagai Dewan Pengawas,
PENGGUGAT selalu melaksanakan hak dan kewajiban PENGGUGAT
sesuai dengan aturan maupun Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga
Koperasi dan tidak pernah melakukan pelanggaran peraturan tersebut.
4. Bahwa pada tanggal 26 Januari 2002 diadakan Rapat Anggota Tahunan
dalam rangka pertanggung-jawaban Pengurus dan Pertanggung jawaban
Dewan pengawas serta dilaksanakan pemilihan Dewan Pengawas karena
masa jabatan Dewan Pengawas telah berakhir.
5. Bahwa setelah Rapat Anggota Tahunan tanggal 26 Januari 2002, maka
beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 2 Pebruari 2002
PENGGUGAT telah menerima surat Keputusan dari TERGUGAT Nomor :
005/Kpts/KKC/RA/2002 tertanggal 26 Januari 2002 yang isi Surat
Keputusan tersebut adalah pemberhentian PENGGUGAT dari keanggotaan
Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan.
6. Bahwa dalam Konsideran Surat keputusan TERGUGAT tersebut telah
disebutkan beberapa dasar pertimbangan Pemberhentian PENGGUGAT
dari keanggotaan Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan
antara lain adanya dugaan PENGGUGAT melakukan tindakan meresahkan
anggota dan atas dasar hasil keputusan Rapat Anggota Tahunan tertanggal
26 Januari 2002.
7. Bahwa semua yang menjadi dasar pertimbangan dalam Surat Keputusan
Tergugat sebagaimana disebutkan dalam posita poin 6 tersebut adalah tidak
benar dan hanya merupakan rekayasa TERGUGAT, sebab selama
PENGGUGAT menjadi anggota Koperasi maupun menjabat sebagai Dewan
Pengawas tidak pernah melakukan tindakan meresahkan anggota dan juga
tidak benar pada Rapat Anggota Tahunan tanggal 26 Januari 2002 ada
agenda rapat pemberhentian PENGGUGAT.
8. Bahwa Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi Wanita
Serba Usaha Kartika Candra Pandaan telah mengatur dengan jelas tata cara
pemberian sanksi/pemberhentian anggota yaitu diatur dalam Anggaran
Dasar pasal 47 ayat 2 dan dalam Anggaran Rumah Tangga pasal 18 ayat 2
yang mengharuskan sebelum terjadi pemberhentian anggota. Pengurus
Koperasi harus memberikan surat peringatan tertulis sebanyak-banyaknya 2
(dua) kali berturut turut dalam tanggang waktu 1 (satu) bulan.
9. Bahwa selama PENGGUGAT menjadi anggota Koperasi maupun selama
menjabat Dewan Pengawas dan sampai dengan menerima Surat
Pemberhentian dari Tergugat, PENGGUGAT tidak pernah menerima surat
peringatan tertulis dari TERGUGAT, sebagaimana yang disyaratkan dalam
Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
10. Bahwa dengan dikeluarkannya Surat Keputusan No.
005/Kpts/KKC/RA/2002 tertanggal 26 Januari 2002 merupakan suatu
tindakan sewenang-wenang oleh TERGUGAT serta tindakan tersebut jelas
jelas melanggar hukum dan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan.
Sehingga dengan demikian Surat Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/2002
tertanggal 26 Januari 2002 adalah tidak sah dan harus dinyatakan batal demi
hukum.
11. Bahwa karena Surat Keputusan TERGUGAT nomor
005/Kpts/KKC/RA/2002 tanggal 26 Januari 2002 tersebut adalah tidak sah
maka TERGUGAT harus dihukum untuk mencabut surat keputusan
tersebut.
12. Bahwa karena perbuatan TERGUGAT mengeluarkan Surat Keputusan
Pemberhentian PENGGUGAT dari keanggotaan Koperasi Wanita Serba
Usaha Kartika Candra tanpa suatu dasar hukum maka tindakan
TERGUGAT tersebut adalah telah menimbulkan kerugian moril maupun
materiil terhadap PENGGUGAT, kerugian mana dapat diperhitungkan
sebagai berikut :
a. Kerugian moril yang diderita PENGGUGAT berupa tercemarnya nama
baik PENGGUGAT dimata keluarga, teman teman PENGGUGAT
maupun dimasyarakat umum terlebih lebih dihadapan para anggota
Koperasi, maka wajar jika PENGGUGAT meminta ganti rugi moril ini
sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan PENGGUGAT
meminta dikembalikan nama baiknya dengan cara memasang iklan
permohonan maaf oleh TERGUGAT kepada PENGGUGAT di Harian
Sore Surabaya Post, Harian Pagi Surya dan Harian Pagi Jawa Pos
dengan ukuran 3 kolom x 20 cm selama tiga hari berturut-turut.
b. Kerugian Materiil yaitu, karena PENGGUGAT dianggap bukan anggota
Koperasi lagi maka PENGGUGAT dipaksa untuk melunasi harga
pembelian tanah kapling sebesar Rp. 7.631.000,- (tujuh juta enam ratus
tiga puluh satu ribu rupiah) yang seharusnya bisa dicicil dan
pembayaran kewajiban PENGGUGAT terhadap koperasi sebesar Rp.
8.939.525,- (delapan juta sembilan ratus tiga puluh sembilan ribu lima
ratus dua puluh lima rupiah) yang sebenarnya bisa dicicil.
13. Bahwa karena kerugian moril dan materiil yang diderita PENGGUGAT
sebesar Rp. 116.570.525,- ( seratus enam belas juta lima ratus tuju puluh
ribu lima ratus dua puluh lima rupiah) tersebut adalah merupakan akibat
langsung dari perbuatan TERGUGAT, maka wajar jika PENGUGAT
mohon kepada pengadilan untuk menghukum TERGUGAT membayar
ganti rugi tersebut secara tunai.
14. Bahwa untuk menjamin ditaatinya putusan Pengadilan dalam perkara ini,
maka PENGGUGAT mohon agar Pengadilan meletakkan sita jaminan
terhadap harta benda milik Tergugat.
15. Dan selanjutnya PENGGUGAT mohon agar TERGUGAT dihukum
membayar uang paksa sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) perhari
atas keterlambatan dalam melaksanakan putusan ini.
16. Bahwa gugatan ini didasarkan pada alat bukti yang kuat, maka
PENGGUGAT mohon putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu
walaupun adanya upaya banding maupun kasasi serta upaya hukum lain
dari TERGUGAT.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, maka PENGGUGAT mohon kepada
Bapak Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Pasuruan memanggil kedua belah
pihak, memeriksa serta mengadili dan selanjutnya memberikan putusan sebagai
berikut :
1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.
2. Menyatakan perbuatan TERGUGAT memberhentikan PENGGUGAT dari
keanggotaan Koperasi Wanita serba Usaha Kartika Candra Pandaan adalah
perbuatan melanggar hukum.
3. Menyatakan perbuatan TERGUGAT memberhentikan PENGGUGAT dari
keanggotaan Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan adalah
perbuatan yang melanggar Anggaran Dasar pasal 47 ayat 2 dan melanggar
Anggaran Rumah Tangga pasal 18 ayat 2 Koperasi Wanita Serba Usaha
Kartika Candra Pandaan.
4. Menyatakan Surat keputusan nomor 005/Kpts/KKC/RA/I/2002 tanggal 26
Januari 2002 adalah tidak sah dan batal demi hukum.
5. Menghukum TERGUGAT untuk mencabut Surat Keputusan nomor
005/Kpts/KKC/RA/I/2002 tanggal 26 Januari 2002 tersebut.
6. Menghukum TERGUGAT untuk meminta maaf kepada PENGGUGAT
melalui pemasangan iklan di Harian Sore Surabaya Post, Harian Pagi Surya
dan Harian Pagi Jawa Pos dengan ukuran 3 kolom x 20 cm selama 3(tiga)
kali berturut-turut.
7. Menghukum TERGUGAT untuk membayar uang ganti rugi moril dan
materiil sebesar Rp. 116.570.525 ( seratus enam belas juta lima ratus tujuh
puluh ribu lima ratus dua puluh lima rupiah ).
8. Menghukum TERGUGAT untuk membayar uang paksa sebesar Rp.
100.000,-(seratus ribu rupiah) perhari atas keterlambatan menjalankan
putusan ini.
9. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang dilakukan dalam perkara
ini.
10. Menyatakan Putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu
meskipun ada upaya banding, kasasi maupun upaya lain dari TERGUGAT.
11. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya aperkara yang timbul
dalam kasus ini.
12. Atau memberikan putusan yang seadil-adilnya menurut hukum.

JAWABAN TERGUGAT :
1. Tentang E k s e p s I ( absolute competentie ).
Gugatan Penggugat dalam hal ini adalah Salah Alamat.Pengadilan Negeri
(Kab.Pasuruan) dalam hal ini tidak berwenang menangani, memeriksa dan
mengadili perkara ini.Perkara ini mestinya menjadi wewenang Pengadilan Tata
Usaha Negara (Surabaya). Sebab objek gugatan dalam perkara ini adalah
Keputusan Tergugat No. 005/Kpts/KKC/RA/2002, tertanggal 26 Januari 2002
tentang Pemberhentian Ibu Damayanti sebagai anggota Koperasi Wanita serba
Usaha “Kartika Candra” Pandaan. Keputusan Tergugat ini termasuk Keputusan
Tata Usaha Negara yang wewenang pembatalannya ada di Pengadilan Tata
Usaha Negara.Atau yang memiliki wewenang menyatakan tidak sah adalah
Pengadilan Tata Usaha Negara. Bukan Pengadilan Negeri. Koperasi adalah
merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah.Koperasi melaksanakan salah
satu fungsi pemerintahan, khususnya dalam hal meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosial, meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat,
serta mengembangkan perekonomian nasional.Sehingga oleh karenanya maka
keputusannya dikategorikan atau disamakan dengan Keputusan Tata Usaha
Negara. Hal ini sesuai dengan ketentuan UU nomor 25 tahun 1992 tentang
PERKOPERASIAN, yang didalam pasal 4 nya ditentukan sebagai berikut :
Fungsi dan peran Koperasi adalah :
a. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan
manusia dan masyarakat.
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya.
d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional
yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan
demokrasi ekonomi.
Atas dasar ini maka jelas bahwa gugatan Penggugat adalah salah alamat.Jika
Penggugat mempersoalkan keabsahan Keputusan Tergugata, maka mestinya
Penggugat mengajukan gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara.Bukan ke
Pengadilan Negeri.
Berdasarkan UU No. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, maka
Pengadilan Tata Usaha Negaralah yang memiliki wewenang untuk menguji
keabsahan suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Keputusan Tergugat tersebut
adalah merupakan Keputusan Tata Usaha Negara, karena Tergugat
melaksanakan salah satu fungsi pemerintahan.Atas dasar alasan ini maka
dimohon agar Yth.Majelis Hakim pemeriksa perkara ini berkenan untuk
menolak gugatan Penggugat seluruhnya dan menghukum Penggugat untuk
membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini.
2. TENTANG POKOK PERKARA
1) Bahwa Tergugat menyangkal semua dalil Penggugat dalam gugatannya,
kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diakui kebenarannya oleh Tergugat.
2) Bahwa gugatan Penggugat adalah kabur ( Obscuur Libel ).
Hal ini dapat diketahui dari beberapa hal : Penggugat didalam gugatannya
menyebut Pengurus Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan
sebagai Tergugat (lihat halaman pertama gugatan). Pengurus yang mana
dimaksud itu.Apa Pengurus yang ikut tanda-tangan di dalam Surat
Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/I/2002 saja, ataukah semua pengurus
yang ada di dalam Koperasi.Hal ini mestinya harus jelas, mengingat
Pengurus Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan itu terdiri
dari beberapa orang.Ada Ketua I, ada Sekretaris, Bendahara I dan ada
Bendahara II. Jika yang dimaksud oleh Penggugat adalah semua pengurus
yang notabene terdiri dari beberapa orang, maka mengapa tidak disebut
sebagai PARA TERGUGAT ?Dari sini nampak bahwa gugatan penggugat
adalah kabur, sangat tidak jelas.
3) Bahwa gugatan Penggugat SALAH ALAMAT. Penggugat di dalam
gugatannya menyebut dengan tegas bahwa Tergugat adalah Pengurus
Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan. Bukan Koperasinya
sendiri. Gugatan yang demikian ini jelas-jelas salah alamat. Mestinya yang
dijadikan Tergugatnya adalah justru Koperasinya, yakni Koperasi Wanita
Serba Usaha Kartika Candra Pandaan. Bukan Pengurusnya. Karena
Koperasi itu adalah merupakan Badan Hukum yang notabene merupakan
Subyak Hukum. Jadi sasaran gugatan mestinya ditujukan kepada
Koperasinya sebagai Tergugat. Bukan kepada pengurusnya. Jika
Koperasinya yang dijadikan Tergugat, maka pengurusnya yang akan
mewakili Koperasi di dalam dan di luar Pengadilan. Hal ini sesuai dengan
ketentuan pasal 30 UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.
4) Bahwa tidak benar dalil Penggugat di dalam gugatannya yang menyatakan
bahwa Tergugat telah sewenang-wenang dalam mengeluarkan Surat
Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/I/2002 tertanggal 26 Januari 2002. Yang
benar adalah bahwa Surat Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/I/2002
tertanggal 26 Januari 2002 tersebut dikeluarkan atas dasar keputusan Rapat
Anggota yang nota bene merupakan kekuasaan tertinggi di dalam Koperasi.
Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (1) UU No. 25 tahun 1992
tentang Perkoperasian yang menentukan bahwa “ Rapat Anggota
merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi “. Judul Surat
Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/I/2002 tertanggal 26 Januari 2002 itu
adalah KEPUTUSAN RAPAT ANGGOTA. Bukan keputusan pengurus.
Jadi dari judulnya saja mestinya sudah dapat diketahui bahwa Surat
keputusan tersebut adalah merupakan Keputusan Rapat Anggota. Hal ini
sekaligus membuktikan bahwa Tergugat tidak sewenang-wenang dalam
menerbitkan Surat Keputusan No. 005/Kpts/KKC/RA/I/2002 tertanggal 26
Januari 2002. Atau dengan kata lain dapat dibuktikan bahwa Surat
Keputusan tersebut adalah sah menurut hukum.
5) Bahwa tidak benar dalil Penggugat di dalam gugatannya yang menyatakan
bahwa selama jadi anggota Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra
Pandaan Penggugat selalu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan
aturan. Yang benar adalah bahwa hingga saat ini ternyata Penggugat masih
mempunyai kewajiban yang belum dipenuhi/ belum dilunasi kepada
Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan.
Atas dasar ini semua maka dengan ini Tergugat mohon agar Yth.Majelis Hakim
pemeriksa perkara ini berkenan untuk menolak seluruh gugatan Penggugat atau
menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima dan menghukum
Penggugat untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini.
3. TENTANG R E K O N P E N S I.
1) Bahwa Tergugat dalam Konpensi mohon disebut sebagai Penggugat dalam
Rekonpensi, sedangkan Penggugat dalam Konpensi mohon disebut sebagai
Tergugat dalam Rekonpensi;
2) Bahwa semua dalil atau alasan yang tertuang di dalam Eksepsi dan pokok
Perkara pada jawaban tersebut diatas mohon dinyatakan terulang dan
tertuang kembali sebagai satu kesatuan dalil/ alasan di dalam Rekonpensi
ini.
3) Bahwa selama atau pada saat Tergugat Rekonpensi menjadi pengawas
dalam Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra Pandaan Tergugat
Rekonpensi pernah menyebarkan selebaran yang isinya mencemarkan nama
baik Penggugat Rekonpensi. Pencemaran nama baik Penggugat rekonpensi
tersebut dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi dengan cara mendiskreditkan
beberapa nama Pengurus Koperasi Wanita Serba Usaha Kartika Candra
Pandaan. Akibat dari tindakan Tergugat rekonpensi ini secara moril
Penggugat Rekonpensi menderita kerugian yang jika dinilai dengan uang
besarnya Rp. 1.000.000.000,- ( Satu Milyar Rupiah ).
4) Bahwa tindakan Tergugat Rekonpensi menyebarkan selebaran tersebut
jelas-jelas merupakan tindakan yang melanggar hukum dan sangat
merugikan kepentingan Penggugat Rekonpensi.
5) Bahwa pada tanggal 22 Maret 2002 Tergugat Rekonpensi telah membuat
laporan kepada Polisi tentang terjadinya tindak pidana penipuan ( pasal 378
KUHP ). Hal ini semakin mencemarkan nama baik Penggugat Rekonpensi.
Akibat dari laporan Tergugat Rekonpensi kepada Polisi tersebut secara
moril Penggugat Rekonpensi menderita kerugian yang jika dinilai dengan
uang jumlahnya sebesar Rp. 1.000.000.000,- ( Satu Milyar Rupiah ).
6) Bahwa untuk kerugian moril tersebut Penggugat Rekonpensi minta agar
Tergugat Rekonpensi membayar ganti rugi sebesar Rp. 2.000.000.000,- (
Dua Milyar Rupiah ) dan meminta maaf secara langsung kepada Penggugat
Rekonpensi.
7) Bahwa untuk menjamin hak-hak Penggugat Rekonpensi atas uang ganti rugi
tersebut, maka sudah selayaknya jika Tergugat Rekonpensi dihukum untuk
membayar secara tunai ganti rugi tersebut kepada Penggugat Rekonpensi.
8) Bahwa untuk menjamin ketaatan Tergugat Rekonpensi melaksanakan isi
putusan perkara ini, maka sudah seharusnya jika kepada Tergugat
Rekonpensi diberi beban untuk membayar uang paksa kepada Penggugat
Rekonpensi sebesar Rp. 500.000,- ( Lima Ratus Ribu Rupiah ) untuk tiap
hari keterlambatan melaksanakan isi putusan perkara ini.
9) Bahwa Rekonpensi ini didasarkan pada alasan yang layak dan bukti-bukti
yang kuat. Oleh karenanya maka wajar jika putusan perkara ini dapat
dijalankan lebih dahulu ( Uitvoorbaar bij Vooraad ) meskipun Tergugat
Rekonpensi mengajukan upaya hukum baik Banding, Kasasi maupun
Peninjauan Kembali.
Berdasarkan hal-hal yang terurai diatas, perkenankan Tergugat Konpensi/
Penggugat Rekonpensi mohon kepada Yth. Majelis Hakim pemeriksa perkara
ini untuk memberikan putusan sebagai berikut :
Dalam Konpensi :
1. Menerima dan mengabulkan jawaban dan Eksepsi Tergugat seluruhnya.
2. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya, atau menyatakan bahwa gugatan
Penggugat tidak dapat diterima.
3. Menghukum Penggugat untuk membayar semua biaya yang timbul dalam
perkara ini.
Dalam Rekonpensi
1. Menerima dan mengabulkan Gugatan Rekonpensi seluruhnya.
2. Menyatakan bahwa tindakan Tergugat Rekonpensi menyebarkan selebaran
tersebut sebagai tindakan yang melawan hukum dan menghukum Tergugat
Rekonpensi oleh karenanya untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat
Rekonpensi uang sebesar Rp. 1.000.000.000,- ( Satu Milyar Rupiah ).
3. Menyatakan bahwa tindakan Tergugat Rekonpensi membuat laporan
kepada Polisi tersebut sebagai tindakan yang melawan hukum karena tidak
sesuai dengan fakta hukum yang sebenarnya dan menghukum Tergugat
Rekonpensi oleh karenanya dengan hukuman membayar ganti rugi kepada
Penggugat Rekonpensi sebesar Rp. 1.000.000.000,- ( Satu Milyar Rupiah ).
4. Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar uang paksa kepada
Penggugat Rekonpensi sebesar Rp. 500.000,- ( Lima Ratus Ribu Rupiah )
untuk tiap hari keterlambatan melaksanakan isi putusan perkara ini.
5. Menyatakan bahwa putusan perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu
meskipun Tergugat Rekonpensi mengajukan upaya hukum, baik Banding,
Kasasi maupun Peninjauan Kembali.
6. Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar seluruh biaya yang
timbul dalam perkara ini.
CONTOH GUGATAN II
PARA PIHAK :
DR. SHANTI ARYA PUSPA, Pekerjaan Dokter,
bertempat tinggal di Taman Pajajaran TH. II
C.2/35, Rt/Rw.008/011 Kelurahan Katulampa,
Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, untuk
selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;-----
----------------------- M E L A W A N---------
DEDE AGUSTINUS PATTA, ST, bertempat tinggal di
gang Cibalok I No. 56 Rt/Rw. 003/003,
Kelurahan Pabaton,Kecamatan Bogor Tengah,Kota
Bogor, untuk selanjutnya disebut sebagai
TERGUGAT ; -----

GUGATAN :
1. Bahwa Penggugat dan Tergugat telah
melangsungkan pernikahan secara agama Budha
di vihara Buddasena Bogor tanggal 6 Agustus
2007,berdasarkan Kutipan Akta Perkawinan
Nomor 109/2007, yang dikeluarkan oleh Kantor
Kependudukan dan Catatan Sipil Kota
Bogor,tertanggal 6 Agustus 2007 ; ----------
2. Bahwa kehidupan rumah tangga antara
Penggugat dan Tergugat dari awal perkawinan
Penggugat merasakan tidak normal dan tidak
wajar, tidak selayaknya kehidupan rumah
tangga pada umumnya ; ----------------------
3. Bahwa Tergugat sejak nikah dengan Penggugat
tanggal 6 Agustus 2007 tidak pernah
memberikan nafkah kepada Penggugat ; -------
4. Bahwa Tergugat sering melarang Penggugat
untuk berhubungan dengan keluarga Penggugat
termasuk melarang untuk bertemu dengan ibu
kandung Penggugat ; ------------
5. Bahwa orang tua tergugat sering ikut campur
urusan rumah tangga Penggugat dan
Tergugat,sehingga semakin memperkeruh
suasana rumah tangga Penggugat dan
tergugat; -------------
6. Bahwa antara Penggugat dan Tergugat sering
terjadi perselisihan terus menerus yang
disebabkan oleh karena adanya perbedaan
prinsip dan perselisihan tersebut selalu
diakhiri dengan pertengkaran ; -------------
7. Bahwa pertengkaran - pertengkaran, perselisihan
- perselisihan tersebut yang terus menerus ini
tentu sangat tidak baik bagi kelangsungan rumah
tangga Penggugat dan Tergugat, oleh karenanya
Penggugat merasa untuk hidup rukun kembali
merupakan hal yang sulit untuk diwujudkan. Dan
apabila keadaan yang demikian dibiarkan dan
dipertahankan tidak akan membawa manfaat bagi
Penggugat, sehingga Penggugat berkesimpulan
hanya dengan perceraianlah jalan yang terbaik ;
--Maka berdasarkan hal-hal tersebut diatas
sudilah kiranya Bapak Ketua/Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Bogor yang memeriksa dan
mengadili perkara ini berkenan memutuskan : --
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk
seluruhnya ;---------
2. Menyatakan bahwa perkawinan antara Penggugat
dan Tergugat yang dilangsungkan secara agama
Budha di Vihara Buddhasena Bogor pada
tanggal 6 Agustus 2007 berdasarkan kutipan
Akta Perkawinan Nomor 109/2007, yang
dikeluarkan oleh Kantor Kependudukan dan
Catatan Sipil Kota Bogor tertanggal 6
Agustus 2007 putus karena perceraian dengan
segala akibat hukumnya ; -------------------
3. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan
Negeri Bogor untuk mengirimkan 1 (satu)
eksemplar surat salinan ini yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap tanpa materai
kepada Pegawai Pencatatan Kantor Catatan
Sipil Kota Bogor untuk dicatatkan dalam
register yang diperuntukan untuk itu ; -----
Atau :
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon
putusan yang seadil-adilnya ;------------------

JAWABAN TERGUGAT :
1. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas atas
semua dalil-dalil gugatan dari Penggugat,
tetapi terhadap apa yang diakui kebenarannya
oleh Tergugat ; --------------------
2. Bahwa benar Tergugat telah melangsungkan
pernikahan dengan Penggugat secara agama
Budha di vihara Buddhasena Bogor pada
tanggal 6 Agustus 2007 sebagaimana termuat
dalam Kutipan Akta Perkawinan Nomor 109/2007
yang dikeluarkan oleh kantor Kependudukan
dan Catatan Sipil Kota Bogor tertanggal 6
Agustus 2007 ; -----------------
3. Bahwa benar kehidupan rumah tangga antara
Tergugat dengan Penggugat memang mulai tidak
normal dan tidak wajar, tidak selayaknya
hidup rumah tangga pada umumnya, namun hal
tersebut bukan diakibatkan oleh Tergugat
akan tetapi justru sebaliknya oleh Penggugat
sendiri ; ------
4. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat
pada point 3 9tiga) yang menyatakan tergugat
tidak pernah memberikan nafkah kepada
Penggugat sejak awal pernikahan. Hal ini
dikarenakan sejak dilangsungkan pernikahan
seluruh biaya pernikahan ditanggung
sepenuhnya oleh Tergugat. Dan setelah
pernikahanpun Tergugat mengontrak rumah di
komplek Perumahan Pajajaran blok E II Nomor
3 Kota Bogor yang tempatnya berdekatan
dengan rumah orang tua Penggugat (hanya
terhalang 4 rumah) dan mengisi rumah
kontrakan tersebut dengan perlengkapan
perabotan rumah tangga yang terbilang cukup
berikut Air Conditioner (AC). Dengan
demikian sangatlah tidak mendasar dan tidak
beralasan dalil gugatan Penggugat a quo ; --
5. Bahwa benar Tergugat pernah melarang
Penggugat untuk berhubungan dengan ibu
kandung Penggugat karena faktor intervensi
ibu kandung Penggugat terhadap rumah tangga
para pihak, hal tu sangat beralasan, oleh
karena tempat tinggal Tergugat dengan
Penggugat jaraknya sangat berdekatan dengan
rumah orangtua Penggugat yang tentunya
sangat memudahkan Penggugat untuk
berhubungan / bertemu dengan orang tua
Penggugat setiap hari ;----------------
6. Bahwa benar dalil Penggugat pada point 5
(lima). Orangtua Tergugat tidak pernah ikut
campur / intervensi terhadap rumah tangga
Tergugat dengan penggugat. Justru Penggugat
sendirilah yang telah memaksa dan menyeret-
nyeret orang tua tergugat terhadap masalah
rumah tangga Tergugat dengan Penggugat,
walaupun orang tua Tergugat tidak pernah mau
menanggapi oleh karena orang tua Tergugat
menanggapi itu merupakan urusan dan masalah
internal rumah tangga Tergugat dengan
Penggugat yang dapat dan harus diselesaikan
oleh mereka berdua ; ------
7. Bahwa berkaitan dengan dalil gugatan
penggugat pada point 5 (lima) justru
sebaliknya orangtua Penggugatlah yang
senantiasa intervensi terhadap rumah tangga
Tergugat dengan Penggugat yang hasilnya
bukan memperbaiki kondisi rumah tangga akan
tetapi sebaliknya malah semakin memperkeruh
dan merusak rumah tangga Tergugat dengan
Penggugat ; ----------------------------
8. Bahwa Penggugat pernah melakukan
penganiayaan terhadap Tergugat dengan 2
(dua) kali menampar muka tergugat, bahkan
Tergugat pernah pula dilempar pisau oleh
Penggugat, beruntung Penggugat dapat
menghindari lemparan pisau tersebut sehingga
pisau tersebut menancap pada pintu ; -------
9. Bahwa atas dasar uraian jawaban serta
tanggapan Tergugat tersebut diatas serta
pemutar balikan fakta yang telah dilakukan
oleh Penggugat sebagaimana yang telah
tertuang dalam gugatannya dan adanya
kekhawatiran akan keselamatan diri dan jiwa
Tergugat, maka tergugatpun berkesimpulan
adalah sangat beralasan dan merupakan jalan
terbaik bagi Tergugat dan Penggugat apabila
pernikahan Tergugat dan Penggugat untuk
diakhiri melalui perceraian ; --------------
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka
tergugatmohon kepada Majelis Hakim yang
memeriksa serta memutus perkara a quo untuk
memutuskan sebagai berikut :-------------------
1. Menyatakan bahwa perkawinan Tergugat dengan
Penggugat yang telah dilangsungkan secara
agama Budha di Vihara Buddhasena Bogor pada
tanggal 6 Agustus 2007 sebagaimana Kutipan
Akta Perkawinan Nomor 109/2007 yang
dikeluarkan oleh Kantor Kependudukan dan
Catatan Sipil Kota Bogor putus karena
perceraian dengan segala akibat hukumnya ; -
2. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan
Negeri Bogor untuk mengirimkan 1 (satu)
eksemplar salinan putusan ini yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap kepada Pegawai
Pencatatan pada Kantor Catatan Sipil Kota
Bogor untuk dicatatkan dalam register
perceraian yang diperuntukan untuk itu ; ----
3. Biaya-biaya menurut hukum ; -----------------
Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon
putusan yang seadil-adilnya ; -----------------------
GUGATAN III
PARA PIHAK :
HASAN AHMAD, Pekerjaan Swasta, Alamat Perumahan Panorama Indah,
Jl. Raya Tengah No. 31, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk
selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ; ---------------

---------------------------------------------M E L A W A N----------------------------

1. PT. GRAHA ANDRASENTRA PROPERTINDO. yang beralamat di


Jalan Dreded-Pahlawan Bogor, Jawa Barat, 16132, untuk
selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT I; --------------------
2. MOHAMAD CAKRA ADISURYA, Swasta, beralamat Blok M.8
Bogor Residence, Bogor, Jawa Barat 1611, untuk
selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II ; ------------------
3. ALWI BAGIR MULACHELA, Swasta, beralamat di Kemang Timur
V/38, Rt.007/ Rw. 004, Bangka, Jakarta Selatan, untuk
selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT I ; --------
4. ACHMAD UMAR, Swasta, beralamat di Kemang Bangka I,
Rt.007/004, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, untuk
selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT II ;--------

GUGATAN :
1. Bahwa pada tanggal 22 Juli 1994 dengan akta legalisasi dari kantor Ny.
Yenni Taher, S.H. Notaris di Jakarta, telah dibuat Surat Perjanjian Nomor
: 7466/1994 antara Turut Tergugat I selaku Direktur PT. Aliyah Panca
Hafad dengan persetujuan Komisaris Perseroan dalam surat persetujuan
tanggal 21 Juli 1994 dengan Penggugat ( Bukti P-1 ) ;-------------------------
- Bahwa di dalam perjanjian tersebut diakui dan dibenarkan
seperti tersebut dalam bunyinya sebagai berikut : “ Bahwa pada
mulanya pihak pertama (PT. Aliyah Panca Hafad ) dan pihak kedua
mendapatkan lokasi tanah yang terletak dalam daerah Propinsi Jawa
Barat, Kabupaten Bogor, kecamatan Cijeruk, Desa Rangga Mekar,
untuk kepentingan perumahan dengan nama Rangga Pakuan Permai
Estat (sekarang dikenal dengan Proyek Perumahan Bogor River
Valley) .. dst “ ( Periksa bukti P-1 ) ;---------------------------------------
- Bahwa Turut Tergugat I selaku Pihak Pertama tanpa persetujuan dan
sepengetahuan Penggugat telah mencari dan mendapatkan investor
yaitu Achmad Umar/ Turut Tergugat II dan Umar Achmad yang
diberikan hak 60% (enam puluh persen) apabila memperoleh dana
untuk membiayai proyek ;--------
- Bahwa dengan adanya masalah di dalam/intern Turut Tergugat
I, maka dilakukan kesepakatan untuk mengatur komposisi hak
kepemilikan atas proyek. Hal ini seperti dituangkan dalam surat
persetujuan/perjanjian a quo yang berbunyi sebagai berikut :-----------
“ Sehingga untuk selanjutnya komposisi hak kepemilikan masing-
masing pihak dalam proyek menjadi sebagai berikut :-------------------
 Tuan Umar Muhamad : 40 % ( empat puluh persen ) ;-----
 Tuan Achmad Umar : 20 % ( dua puluh persen ) ;--------
 Pihak Pertama : 17 % ( tujuh belas persen ) ;-------
 Pihak Kedua : 23 % ( dua puluh tiga persen ) ;---
Jo Memorandum of Understanding tertanggal 28 September 1993 (
periksa Bukti P-1 ) ;-----------------------------------------------------------
2. Bahwa tanpa persetujuan dan sepengetahuan Penggugat, Turut Tergugat I
dan Turut Tergugat II telah mengadakan perjanjian dengan TergugatI.hal
ini seperti tertuang dalam perjanjian Pengikatan Jual beli nomor :
02/GAP-PP. JB/VII/1998, pada tanggal 22 Juli 1998 ( bukti P-2 ) . Dan
diikuti dengan Berita Acara Pelunasan Hutang PT. Graha Andrasentra
Propertindo dengan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II yang tertuang
dalam Berita Acara Pelunasan Hutang nomor : 01/GAP.BAPH/VII/1998 (
Bukti P-3) serta mutatis mutandis tak terlepaskan dengan
tulisan/penjelasan/keterangan Data Kavling Milik Bapak Achmad Umar
atas pelunasan hutang PT. Graha Propertindo pada Bapak Achmad Umar
(Bukti: P-3a) termasuk pula dan tak terpisahkan dengan DAFTAR
KAVLING PELUNASAN HUTANG PADA ACHMAD UMAR TAHAP
I PERUMAHAN GRAHA BOGOR INDAH, BOGOR yang dalam daftar
a quo termasuk dan tak terkecuali nomor urut : 36, Blok/KA.M7, Type :
River, Luas 579 m2 , harga/m2 : Rp. 375.000,- jumlah harga:
Rp.217.120.000,- (Bukti: P-3b) ;-------------------------------------------------
3. Bahwa tindakan secara sepihak yang dilakukan oleh Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II seperti diuraikan tersebut di atas, Penggugat masih
mengharapkan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II menyadari
kekeliruan yang selama ini dilakukan terhadap Penggugat. Dengan itikad
baik Penggugat mau menandatangani Kesepakatan Bersama pada hari
Sabtu tanggal 26 Desember 1998 yang antara lain berbunyi sebagai
berikut :-----------------------------------------------------------------------
a. Bahwa Pihak Pertama akan menyerahkan surat kavling di proyek
Bogor Graha Indah diterima dengan perhitungan yang telah diberikan
oleh Pihak Pertama ; ---
b. Pihak Kedua menerima terhadap perhitungan tersebut ;------------------
c. Tehnik penyerahan kavling tersebut diatur akan dibicarakan oleh
kedua belah pihak secepatnya ; ----------------------------------------------
d. Luas tanah seluruhnya yang akan diserahkan 12.074 m2 ( dua belas
ribu tujuh puluh empat meter persegi ) ; -----------------------------------
Demikianlah kesepakatan ini dibuat dengan sebenarnya dalam keadaan
sadar Pihak Pertama Achmad Umar, Pihak Kedua Hasan Achmad, Saksi
1. Ustadz Husin Alatas dan 2. Abdul Alatas ditandatangani tanggal 26
Desember 1998 ( Bukti P-4) dengan lampiran : DAFTAR KAVLING
PELUNASAN HUTANG PADA ACHMAD UMAR ASS.
PERUMAHAN GRAHA BOGOR INDAH, BOGOR, Jakarta, 12 Juli
1999 ( Bukti P-4a serta Bukti P-4b. ), serta Gambar Tahap I ( lokasi yang
diserahkan) ; ------------------------------------------------------------------------
4. Bahwa adapun salah satu bagian dari realisasi persetujuan, perjanjian
maupun kesepakatan seperti diuraikan dalam butir 1 s/d 3 diatas dibuatlah
SURAT KUASA No.103 pada hari Rabu tanggal 4 Juni 2008 dihadapan
Notaris di Bogor NUR NADIA TAJOEDIN, S.H. telah menghadap
Tergugat I yang dalam hal ini diwakili oleh HAMID MUNDZIR selaku
Direktur telah mernperoleh persetujuan dari Komisaris bernama
HIRAMSYAH SAMBUDHY THAIB selaku Pemberi Kuasa memberikan
kuasa kepada HASAN AHMAD selaku penerima kuasa yang dalam
"KHUSUS"nya antara lain berbunyi sebagai berikut:--------------------------
" Untuk dan atas nama pemberi kuasa, mengurus dan menjual kepada
pihak lain dan dapat juga kepada penerima kuasa seperti atas 22 (dua
puluh dua) bidang tanah sebagaimana yang diuraikan dibawah ni: dari
halaman 5 s/d halaman 17 atas dilanjutkan halaman 17 dan 18" (bukti: P-
5); ------------------------------------------------
5. Bahwa namun dalam kenyataan Tergugat I telah mengokupasi/
mengambil kembali Kavlimg M7 seluas 579 m2 dan tanpa sepengetahuan
dan/ seijin terlebih dahulu dari Penggugat telah mengalihkan /
mengasingkan kepada Tergugat II. Sedangkan akibat dipergunakannya
tanah milik Penggugat tersebut baik untuk dijadikan jalan maupun untuk
dijadikan bangunan oleh Tergugat II, maka kavling-kavling milik
Penggugat menjadi tidak dapat dipergunakan secara bebas, yaitu meliputi
M8 River seluas 818 m2, M4 Spring seluas 192m2, dan M5 spring seluas
194m2 , sehingga semuanya seluas 1.783 m2. disamping itu akibat
perbuatan Tergugat I dan Tergugat II tersebut di atas maka Penggugat
tidak dapat melakukan ekspansi/perluasan tanah untuk kepentingan
dirinya ; ----------------------------------------------------------------------------
6. Bahwa tindakan secara sepihak yang dilakukan oleh Tergugat I tersebut
diakui sendiri seperti yang tertuang di dalam suratnya nomor: 010/GAP-
BNR/CBDO/ VII/08 tanggal 7 Juli 2008 (Bukti: P6) dan Nomor:
148/GAP-BNR/EM/VIII/2008 tanggal 30 Agustus 2008 (Bukti : P-7); ----
7. Bahwa kemudian Penggugat melalui kuasanya mengirimkan surat somasi
nomor: 001/UM/l/2009 tanggal 3 Februari 2009. perihal somasi
sehubungan dengan Permasalahan. Kav. M7 seluas 579m2 dan turut-
turutannya (M8 River- M4, M5, kesemuanya Spring seluas 1.783 m2) dan
tanah ekspansi/perluasannya (Bukti: P-8). Atas surat kuasa Penggugat
tersebut Tergugat I telah memberikan jawaban dengan surat nomor:
08/GAP-BNR/Leg/II/09 pada tanggal 13 Februari 2009 atas jawaban
tersebut kemudian melalui kuasanya Penggugat mengirimkan surat
nomor: 08/UMP/II/2009 tanggal 25 Februari 2009 perihal somasi
permasalahan. Kav. M7 seluas 579m2 dan turut-turutannya menjadi
seluas 1.783m2 dan perluasannya (Bukti: P-9); --------------------------------
8. Bahwa untuk memperoleh kepastian tentang kedudukan hukum Tergugat
II, maka Penggugat melayangkan surat somasi dengan nomor:
01/UMP/IV/2009 tanggal 1 April 2009, perihal : somasi permasalahan
Kavling M7 seluas 579m2 dan turut-turutannya menjadi seluas 1.783 m2
dan perluasannya (Bukti: P 10) ;-------------------
Kemudian Tergugat II telah pula menjawabnya dengan surat tanggal 6
April 2009 mengakui perbuatannya kalau semenjak tahun 2005 mengaku
sebagai pemilik tanah M7 yang telah bersertipikat atas namanya (Bukti:
P-11);-----------------------------------
9. Bahwa oleh karena Tergugat I maupun Tergugat II sesuai dengan batas
waktu yang telah ditentukan dalam surat-surat a quo tidak mau
menyelesaikan sesuai keinginan Penggugat, maka melalui gugatan ini
Penggugat hendak menuntut keadilan di muka Pengadilan Negeri Bogor;
Karena akibat perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad) jo. Pasal
1365 KUHPerdata yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II seperti telah
diakuinya dalam surat-suratnya; Bahwa akibat perbuatan melawan hukum
dari Tergugat I dan Tergugat II a quo, maka Penggugat menderita
kerugian berupa tanah-tanah yang tidak dapat dipergunakan secara bebas,
disamping keuntungan-keuntungan dan biaya-biaya yang ditimbulkan
akibat perbuatan Tergugat I dan Tergugat II tersebut;-------------------------
10. Bahwa tindakan Tergugat II yang telah mempergunakan dan
memanfaatkan tanah M7 seluas 579 m2 untuk akses jalan dan telah pula
dibangunnya suatu kawasan untuk fasilitas dan bangunan kantor, serta
bangunan sekolahan. Maka tanah-tanah Kav.M7 seluas 579 m , M8 River
seluas 818 m2, M4 Spring seluas 192m2, dan M5 spring seluas 194m2 ,
seharusnya bisa laku untuk dijual, oleh karena kawasan tersebut menjadi
terlalu bising akibat kegiatan bisnis, sekolahan, parkir dan sebagainya,
maka Penggugat menjadi terkendala untuk membangun bangunan bagi
penghunian ; -------------------------------------------------------------------------
11. Bahwa perbuatan Tergugat I dan Tergugat II merusak pagar lama dan
baru yang dibangun oleh Penggugat menjadi kaburlah batas-batas tanah
milik Penggugat, tentu saja bukan hanya kerugian material semata-mata
tetapi juga kerugian moril. Bahwa dengan dikuasainya M7 oleh Tergugat
I dan Tergugat II, maka keinginan Penggugat tertutup untuk
mengembangkan dan/ atau membebaskan tanah-tanah di belakang M7
menjadi terkendala. Justru Tergugat II lah yang mengambil manfaat dan
keuntungan, sehingga dapat membebaskan tanah seluas 2 hektar ( 20.000
m2 ) ; ---------------------
Adapun perincian kerugian yang diderita: --------------------------------------
1. Bahwa tanah di kawasan M7 dan sekitarnya menurut Penggugat
dapat diperkirakan untuk 1 m2 nya adalah sebesar Rp. 4.000.000,-
sehingga untuk luas keseluruhan meliputi Kav.M7 seluas 579 m2 ,
M8 River seluas 818 m2, M4 Spring seluas 192m2, dan M5 spring
seluas. 194m2 menjadi 1.789m2 x Rp. 4.000.000,- = Rp.
7.132.000.000,- ( tujuh milyar seratus tiga puluh dua rupiah).; -----
2. Bahwa keuntungan dan bunga yang tidak dapat dinikmati selama
penguasaan oleh Tergugat I dan Tergugat II untuk kawasan seluas
1.783 m2 dan perluasan 20.000 m2, kalau dihitung adalah sebesar
Rp. 1.000.000,- (satu milyar rupiah) dalam setahunnya.;-------------
3. Bahwa perbuatan Tergugat I dan Tergugat II mencabut tanda-
tanda lokasi Kavling M7, M8, M4 dan M5. Bahwa kavling-
kavling tersebut hendak dipasarkan menjadi tidak bernilai atau
bermanfaat, bahwa pengerusakan pagar lama dan baru yang
dibangun oleh Penggugat kalau dinilai dengan uang sebesar Rp.
5.000.000,- ;---------------------------------------------------------
4. Bahwa akibat yang ditimbulkan oleh karena perbuatan Tergugat I
dan Tergugat II kerugian moril yang diderita oleh Penggugat kalau
dinilai dengan uang adalah sebesar Rp. 500.000.000,-;---------------
12. Bahwa kerugian yan diderita oleh Penggugat akibat perbuatan melawan
hukum yang dilakukan oleh Tergugat I dan Tergugat II sudah sepantasnya
dan sepatutnya apabila terhadap tanah sengketa Sertipikat Hak Guna
Bangunan Nomor: B 573/Ranggamekar, Surat Ukur Nomor:
23/Ranggamekar tanggal 30 Mei 2008 Atas nama Tergugat II yaitu M7
seluas 579 m2 diletakkan Sita Jaminan (conservatoir beslag), dan
bangunan berbentuk bangunan sekolah dilokasi M7 dan dibelakangnya,
dan dipulihkannya keadaan fisik seperti semula sebelum adanya bangunan
a quo. Untuk Tergugat I tanah dan bangunan berbentuk kantor yang
dipergunakan oleh Tergugat I yang terletak dan setempat dikenal Jalan
Dreded - Pahlawan Bogor, Jawa Barat. 16132 ; --------------------------------
13. Bahwa oleh karena gugatan Penggugat ini berdasarkan bukti-bukti yang
otentik maka putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih
dahulu meskipun ada Verzet, banding, Maupun Kasasi, (uit voerbaar bij
vooraad ) atau serta merta.;--------
14. Bahwa agar putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan maka terhadap
Tergugat I dan Tergugat II dihukum untuk membayar uang paksa
(dwangsom) setiap hari lalai menjalankan putusan dalam perkara ini
sebesar Rp. 1.000.000,-( satu juta rupiah) secara tunai dan sekaligus 8
(delapan) hari setelah putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan
hukum yang tetap/pasti.;----------------------------------------------
15. Bahwa terhadap Tergugat I, Tergugat II, Turut Tergugat I, Turut Tergugat
II dihukum untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara ini.;-
MAKA : Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti tersebut di atas, kami
mohon agar Pengadilan Negeri Bogor memberikan putusan sebagai berikut :--
1. Menerima dan mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;---
2. Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II melakukan perbuatan
melawan hukum ;
3. Menyatakan sita jaminan sah dan berharga, menjatuhkan sah berharga
sita jaminan sertipikat Hak Guna Bangunan No. B573/ Ranggamekar,
Surat Ukur No. 23/Ranggamekar tanggal, 30 Mei 2008 atas nama
Tergugat II yaitu M7 seluas 579 m2 dan bangunan berbentuk
bangunan sekolah di lokasi M7 dan di belakangnya dan tanah dan
bangunan berbentuk kantor yang dipergunakan oleh Tergugat I yang
terletak di JI. Dreded-Pahlawan Bogor 16132;----------------------
4. Menjatuhkan segala bentuk mengalihkan dan mengasingkan kapling
M7 seluas 579 m2 , sertipikat Hak Guna Bangunan No. B573/
Ranggamekar, Surat Ukur No.23/ Ranggamekar tanggal, 30 Mei
2008 oleh Tergugat I kepada Tergugat II cacat hukum/ tidak
mempunyai kekuatan hukum dan/atau batal demi hukum; ----
5. Menghukum Tergugat I untuk membayar ganti rugi materiil sebesar
Rp. 3.566.000.000,- (tiga milyar lima ratus enam puluh enam juta
rupiah) dan moril sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)
secara tunai dan sekaligus 8 (delapan) hari setelah putusan dalam
perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap/pasti ; --------------
6. Menghuk Tergugat II untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp.
3.566.000.000,- (tiga milyar lima ratus enam puluh enam juta rupiah)
dan moril sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) secara
tunai dan sekaligus 8 (delapan) hari setelah putusan dalam perkara ini
mempunyai kekuatan hukum yang tetap/pasti ; ----------------------------
7. Menghukum Tergugat I untuk membayar segala keuntungan dan
bunga akibat penguasaan atas tanah-tanah a quo sebesar Rp.
500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per tahun ; -------------------------
8. Menghukum Tergugat II untuk membayar segala keuntungan dan
bunga akibat penguasaan atas tanah-tanah a quo sebesar Rp.
500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per tahun ; -------------------------
9. Menghukum Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II untuk tunduk dan
mematuhi segala putusan dalam perkara ini.; ------------------------------
10. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih
dahulu meskipun ada verzet, banding, maupun kasasi (uit voerbaar bij
vooraad ) atau serta merta; ----------------------------------------------------
11. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar uang paksa
(dwangsom) setiap hari lalai menjalankan putusan dalam perkara ini
sebesar Rp.1.000.000,-( satu juta rupiah ) secara tunai dan sekaligus 8
(delapan) hari setelah putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan
hukum yang tetap/pasti; -
12. Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Turut Tergugat I dan Turut
Tergugat II untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara
ini ; ----------------------
ATAU : Memberikan putusan yang seadil-adilnya ( ex aequo et bono ) ;--------

JAWABAN TERGUGAT I , TURUT TERGUGAT I DAN TURUT


TERGUGAT II
Bahwa Tergugat I, Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II untuk selanjutnya
disebut sebagai “ Para Tergugat “ ;---------------------------------------------------
Bahwa Para Tergugat selanjutnya akan mengajukan Eksepsi dan Jawaban
serta Gugatan Rekonpensi atas Gugatan Perdata yang diajukan oleh
Penggugat dan terdaftar dengan Nomor 37/Pdt.G/2009/PN. Bgr, tanggal 24
April 2009 di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor ; ---------------------------
Adapun Eksepsi dan Jawaban seerta Gugatan Rekonpensi yang diajukan oleh
Para Tergugat adalah didasarkan alasan dan fakta hukum sebagaimana
diuraikan berikut di bawah ini : -------------------------------------------------------
Bahwa Para Tergugat membantah/menyangkal/ menolak dengan tegas seluruh
dalil alasan dan hal-hal yang dikemukakan oleh Penggugat di dalam Surat
Gugatannya ; -------
I. DALAM EKSEPSI;----------------------------------------------------------------
A. EKSEPSI MENGENAI GUGATAN PENGGUGAT KABUR (
Eksepsi Obscuur Libel ) ; ---------------------------------------------------
Gugatan yang diajukan oleh Penggugat terhadap Para Tergugat adalah
kabur dengan alasan sebagai berikut : ------------------------------------
1. Gugatan Penggugat tidak memenuhi syarat-syarat formil gugatan
sebagai berikut : ------------------------------------------------------------
a. Persyaratan mengenai isi gugatan diatur dalam ketentuan Rv
Pasal 8 butir 3 yang mengharuskan gugatan gugatan pada
pokoknya memuat: ----
 Identitas para pihak ; --------------------------------------------
 Dalil-dalil konkrit tentang adanya hubungan hukum yang
merupakan dasar serta alasan-alasan tuntutan
(posita/fundamentum petendi) ; ---
 tuntutan (petitum) ; ---------------------------------------------------
-------Fundamentum Petendi atau dasar tuntutan, memuat dua
hal :---------------
 Bagian yang menguraikan tentang kejadian-kejadian atau
peristiwa-peristiwa, dan; ---------------------------------------
 Bagian yang menguraikan tentang hukum ;------------------
Uraian tentang kejadian merupakan penjelasan duduknya
perkara/kasus posisi, sedangkan uraian tentang hukum ialah
uraian tentang adanya hak atau hubungan hukum yang
menjadi dasar yuridis dari tuntutan; ----------
b. Bahwa Penggugat dalam posita gugatan ternyata tidak
menguraikan hubungan hukum antara Penggugat dengan Para
Tergugat yang mendasari diajukannya gugatan perkara a quo.:
c. Menurut M. Yahya Harahap, SH, posita atau fundamentum
petendi yang tidak menjelaskan dasar hukum (rechts grond)
dan kejadian atau peristiwa yang mendasari gugatan atau
dasar hukum jelas tetapi tidak menjelaskan fakta (fetelijke
grond), dalil gugatan seperti itu tidak memenuhi syarat formil
gugatan. Gugatan dianggap tidak jelas dan tidak tertentu (een
duidelijk en bepaalde conclusie).;--------------------------------
( M. Yahya Harahap, SH., Hukum Acara Perdata, Sinar
Grafika, Jakarta : April 2005, Cetakan Pertama ) ;---------------
d. Berdasarkan uraian dan pendapat ahli tersebut di atas, jelas
bahwa gugatan Penggugat tidak memenuhi syarat formil suatu
gugatan, dengan kata lain gugatan Penggugat kabur karena
tidak jelasnya hubungan hukum antara Penggugat dengan Para
Tergugat ;------------------------------
2. Bahwa Para Tergugat dengan tegas menolak gugatan Penggugat
dengan alasan gugatan tersebut kabur karena tidak menguraikan
dengan jelas substansi gugatan dan keterkaitan antara Penggugat
dengan Para pihak Tergugat dalam perkara a quo, contohnya :
dalam gugatan pada angka 1 disebutkan : ------------------------------
1. Bahwa pada tanggal 22 Juli 1994 dengan akta legalisasi dari
kantor Ny. Yetty Taher, SH Notaris di Jakarta, telah dibuat
surat Perjanjian No. 7466/ 1994 antara Turut Tergugat I
selaku Direktur PT. Aliyah Panca Hafad dengan persetujuan
Komisaris Perseroan dalam surat persetujuan tanggal 21 Juli
1994 dengan Penggugat.;---------------------------------------
Dari dalil Penggugat di atas saja Para Tergugat sudah dibuat
bingung, apa maksud dari dalil Penggugat a quo tesebut, kemudian
apa kaitan antara surat Perjanjian No. 7466/1994 dengan Surat
Persetujuan tanggal 21 Juli 1994, dan dalam dalil yang diuraikan
di atas bagaimana kompetensi Penggugat dalam hal tersebut ? -----
Kemudian masih dalam dalil Penggugat pada angka 1 yang
menyatakan :-----
 Bahwa di dalam perjanjian tersebut diakui dan dibenarkan
seperti tersebut dalam bunyinya sebagai berikut : " Bahwa
pada mulanya Pihak Pertama (PT. Aliyah Panca Hafad) dan
Pihak Kedua mendapatkan lokasi tanah yang terletak dalam
Daerah Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Kecamatan
Cijeruk, Desa Rangga Mekar, untuk kepentingan perumahan
dengan nama Rangga Pakuan Permai Estat (sekarang dikenal
dengan Proyek Perumaban Bogor River Valley) ., dst.;---------
--------------------------------------------------------------------------
Bahwa berdasarkan dalil di atas Para Tergugat mempertanyakan
posisi dan kedudukan hukum Penggugat dalam Perjanjian yang
disebutkannya, karena menurut Para Tergugat penyebutan pihak
yang terkait dalam perjanjian yang dimaksudkan Penggugat
dalamdalilnya tersebut sungguh membingungkan dan tidak jelas,
dimana sebenarnya posisi hukum dan kedudukan Penggugat
sendiri ? ;-----
Selanjutnya masih dalam dalil Peggugat pada angka 1 yang
menyatakan :----
- Bahwa dengan adanya masalah didalam/intern Turut
Tergugat I, maka dilakukan kesepakatan untuk mengatur
komposisi hak kepemilikan atas proyek. Hal ini seperti
dituangkan dalam surat persetujuan/perjanjian aquo yang
berbunyi sebagai berikut : -------------------------------------
----
“ Sehingga untuk selanjutnya komposisi hak kepemilikan
masing-masing pihak dalam proyek tersebut menjadi sebagai
berikut :----------------------
 Tuan Umar Muhamad : 40 % ( empat puluh
persen ) ;---------
 Tuan Achmad Umar : 20 % ( dua puluh persen )
;-----------
 Pihak Pertama : 17 % ( tujuh belas persen
) ;----------
 Pihak Kedua : 23 % ( dua puluh tiga
persen ) ;------
Bahwa dalil Penggugat di atas juga membingungkan Para
Tergugat, karena dengan dalil seperti dinyatakan di atas Para
Tergugat mempertanyakan kembali, dimana sebenarnya
kedudukan hukum Penggugat karena dalam uraian tersebut tidak
disebutkan siapakah Penggugat itu, kemudian apa kaitan
hukumnya dalam permasalahan tersebut ? .----------------------------
B. EKSEPSI MENGENAI KURANG PIHAK ( Eksepsi Plurium Litis
Consurtium ) ; -----------------------------------------------------------------
1. Bahwa dalam dalil gugatannya pada angka 1 Penggugat
menyatakan : ------
1. Bahwa pada tanggal 22 Juli 1994 dengan akta legalisasi dart
kantor Ny. Yetty Taher, SH Notariss di Jakarta, telah dibuat
surat Perjanjian No. 7466/ 1994 antara Turut Tergugat I
selaku Direktur PT. Aliyah Panca Hafad dengan persetujuan
Komisaris Perseroan dalam surat persetujuan tanggal 21 juli
1994 dengan Penggugat.; ----------------------------------------
Bahwa dengan uraian dalil di atas maka ditariknya Turut Tergugat
I (in casu adalah Direktur PT. Aliyah Panca Hafad (Perseroan))
sebagai pihak dalam perkara a quo, maka sudah seharusnya
Komisaris Perseroan yang terdiri dari Umar Muhammad
(Komisaris Utama Perseroan) dan ldrus Mulachela (Komisaris
Perseroan) yang juga dinyatakan Penggugat dalam dalil tersebut
seharusnya diikutsertakan sebagai Tergugat atau setidak-tidaknya
sebagai Turut Tergugat dalam perkara a quo.; -------------------------
2. Berdasarkan putusan-putusan Mahkamah Agung RI berikut di
bawah, gugatan yang tidak mengikutsertakan pihak ketiga
mengakibatkan gugatan tidak 1mgkap, sehingga mengakibatkan
gugatan ,tidak dapat diterima, yaitu : -------
2.1. Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 13 Mei 1975 No.
151K/Sip/1972, menyatakan : ------------------------------------
“ bahwa oleh karena gugatan tidak lengkap (yang digugat
hanya seorang) gugatan harus dinyatakan tidak dapat
diterima.” ;--------------
2.2. Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 1 Nopember 1975
No. 107SK/SIP/1972, menyatakan : -----------------------------
“ bahwa berdasarkan kekurangan formil gugatan
Penggugat (Terbanding) harus dinyatakan tidak dapat
diterima, dan
“ Gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima, karena
tidak semua ahli waris turut sebagai pihak dalam
perkara''.;-----------------------------
Berdasarkan Eksepsi yang diuraikan Para Tergugat pada butir-butir di atas,
maka Para Tergugat mohon pada Majelis Hakim Yang Terhormat berkenan
memutus perkara a quo dengan amar putusan sebagai berikut : ------------------
1. Menerima Eksepsi dari Para Tergugat untuk seluruhnya;-------------------
2. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvantkelijk
verklaard);
3. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul
dalam perkara a quo.; -------------------------------------------------------------
II. DALAM POKOK PERKARA .-------------------------------------------------
Bahwa semua dalil yang dikemukakan Para Tergugat dalam bagian
eksepsi di atas adalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dan
secara mutatis-mutandis termasuk pula dalam bagian pokok perkara
berikut ini.;------------------------------------
Bahwa Para Tergugat menolak seluruh dalil Penggugat sebagaimana
dikemukakannya dalam gugatan a quo.;-----------------------------------------
A. DALAM KONPENSI ;--------------------------------------------------------------
BAHWA PENGGUGAT TIDAK PERNAH TERLIBAT SEBAGAI
PIHAK DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB)
TANGGAL 22 JULI 1998 MAUPUN DALAM BERITA ACARA
PELUNASAN HUTANG NO. 01/GAP-BAPH/VII/1998 TANGGAL 22
JULI 1998 ;-------------------------------------
1. Bahwa Pengikatan Jual Beli terkait dengan objek perkara a quo
sepenuhnya terjadi antara Tergugat I dengan Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II sedangkan Penggugat sendiri adalah pihak yang
tidak terlibat dalam kesepakatan tersebut.;---------------------------------
2. Bahwa antara Tergugat I dengan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat
II telah menandatangani suatu Berita Acara Pelunasan Hutang No.
01/GAP-BAPH/VII/1998 tertanggal 22 Juli 1998, dimana atas dasar
Perikatan Kesepakatan tersebut Tergugat I sebagai Pihak Pertama
mengaku mempunyai hutang kepada Turut Tergugat I dan Turut
Tergugat II sebagai Pihak Kedua sebesar Rp. 47.000.000.000,-
(empat puluh tujuh milyar rupiah).;----------------
3. Bahwa atas hutang tersebut telah dilunasi sebagian, dan sisa hutang
yang masih ada adalah sebesar Rp. 9.415.726.612,- (sembilan milyar
empat ratus lima belas juta tujuh ratus dua puluh enam ribu enam
ratus dua belas rupiah).;-----------------
4. Bahwa atas hal tersebut, Tergugat I akan melunasi sisa hutangnya
kepada Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II dengan cara
menyerahkan beberapa kavling tanah milik Tergugat I yang
seluruhnya berjumlah 25.109 M2 (dua puluh lima ribu seratus
sembilan meter persegi) yang berada di Perumahan Graha Bogor
Indah jalan Dreded, Kotamadya Bogor Selatan.;--------------------------
5. Bahwa dengan Perikatan Kesepakatan tersebut Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II menyatakan menerima penyerahan kavling-kavling
tersebut sebagai pelunasan sisa hutang.;------------------------------------
-Bahwa atas penyerahan kavling-kavling tersebut, Turut Tergugat I
dan Turut Tergugat II menyatakan seluruh hutang-hutang Tergugat I
kepada Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II sebesar Rp.
47.000.000.000,- ( empat puluh tujuh milyar rupiah) sejak
ditandatanganinya Perikatan kesepakatan pada tanggal 22 Juli 1998
telah lunas.;-------------------------------------------------------------------
6. Bahwa sebagai tindak lanjut dari penyerahan kavling-kavling
tersebut kepada Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II para pihak
sepakat dan setuju untuk membuat dan menandatangani Perjanjian
Jual Beli atas kavling-kavling yang diserahkan ;--------------------------
7. Bahwa selanjutnya berdasarkan Berita Acara Pelunasan Hutang No.
01/GAP-BAPH/VII/1998 tertanggal 22 Juli 1998 tersebut dibuatlah
suatu Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 02/GAPPP B/VII/1998
tanggal 22 Juli 1998 antara Tergugat I dengan Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II.;--------------------------
8. Bahwa dalam Perjanjian PPJB dinyatakan bahwasanya Tergugat I
berjanji dan mengikatkan diri untuk menjual dan menyerahkan
kepada Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II yang dengan ini pula
berjanji dan mengikatkan diri untuk membeli dan menerima
penyerahan untuk dimilikinya dari Tergugat I atas tanah yang
menjadi objek Perjanjian yang terletak di Perumahan Graha Bogor
Indah, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan,
Kotamadya Bogor, Propinsi Jawa Barat.;-----------------------------------
9. Bahwa dengan uraian dalil Para Tergugat dari angka 1 sampai dengan
angka 9 jelas bahwa Perjanjian Perikatan terkait dengan Jual Beli
tanah yang menjadi objek Perjanjian yang terletak di Perumahan
Graha Bogor Indah, Kelurahan ranggamekar, Kecamatan Bogor
Selatan, Kotamadya Bogor, Propinsi Jawa Barat adalah antara
Tergugat I dengan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II ; -
10. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
gugatan Penggugat pada angka 1 karena dalil tersebut sangat tidak
mempunyai relevansi hukum dan terlalu dibesar-besarkan Penggugat,
karena pada kenyataannya permasalahan Penggugat bukanlah
terhadap Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II, namun kepada
pihak lain yang ada di PT Aliyah Panca Hafad, dimana dalam
permasalahan tersebut dengan maksud baik untuk membantu
Penggugat, Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II kemudian
berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut, namun dengan
berjalannya waktu niat tersebut kemudian ditangkap dan ditafsirkan
lain oleh Penggugat, hingga kemudian dilakukan intimidasi dengan
diajukannya gugatan a quo.;----------------
11. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 2 gugatan dengan alasan ditandatangani dan
dilaksanakannya Berita Acara Pelunasan Hutang No. 01/GAP-
BAPH/VII/1998 tertanggal 22 Juli 1998, yang kemudian diikuti
dengan penandatanganan PPJB adalah terkait dengan pelunasan
hutang Tergugat I kepada Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II
sebagaimana telah dijelaskan dan diuraikan pada angka 1 sampai
dengan angka 9 di atas. ;------------------------------------------------------
Bahwa yang jelas berdasarkan fakta hukum tidak ada keterkaitan dan
keterlibatan Penggugat sedikitpun di dalam kesepakatan tersebut,
sehingga wajar pula dengan tidak terkait dan terlibatnya Penggugat
dalam hal tersebut segala perikatan yang ada pun tidak perlu dengan
sepengetahuan dan persetujuan Penggugat ;-------------------------------
12. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 3 dan angka 4 gugatan dengan alasan
dilakukannya penandatanganan Kesepakatan Bersama tanggal 26
Desember 1998 lebih karena niat dan itikad baik Turut Tergugat I
dan Turut Tergugat II yang berpaya menyelesaikan permasalahan
dengan Penggugat yang sebenarnya permasalahan tersebut bukan
merupakan permasalahan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II
sendiri.;--------------------------------------------------------------------------
13. Bahwa dengan niat dan itikad baik pula kemudian Tergugat I dan
Tergugat II berusaha menyelesaikan permasalahan Penggugat
tersebut dengan menyerahkan kavling di Proyek Bogor Graha Indah
dengan luas tanah seluruhnya 12.074 M2 (dua belas ribu tujuh puluh
empat meter persegi). ;------------------------------------
MENGENAI KESEPAKATAN BERSAMA TANGGAL 26
DESEMBER 1998
14. Agar diketahui Majelis Hakim, bahwa sesuai Kesepakatan Bersama
tanggal 26 Desember 1998 tersebut Tergugat I dan Tergugat II hanya
akan menyerahkan kavling tanah kepada Penggugat hanya untuk
luasan 12 074 M2 (dua belas ribu tujuh puluh empat meter persegi)
tanpa ditentukan letak di mana kavling tanah tersebut berada.;---------
15. Bahwa kemudian kepada Penggugat diberikanlah kavling dengan
jumlah 22 bidang tanah yang luas seluruhnya adalah 12.074 M2 (dua
belas ribu tujuh puluh empat meter persegi), dan juga agar diketahui
oleh Majelis Hakim bahwa diberikannya 22 kavling kepada
Penggugat adalah masih dalam keadaan Pengikatan Jual Beli (PPJB)
bukan dengan keadaan Jual Beli karena penyerahan ini merupakan
keadaan dari kesepakatan yang merupakan satu kesatuan dengan
Berita Acara Pelunasan Hutang No. 01/GAP-BAPH/VII/1998
tertanggal 22 juli 1998 serta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.
02/GAP-PPJB/VII/1998 tanggal 22 Juli 1998 antara Tergugat I
dengan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II .;-------------------------
16. Bahwa penting pula utuk diketahui Majelis Hakim, sesuai Perjanjian
Pengikatan Jual Beli No. 02/GAP-PPJB/VII/1998 tanggal 22 Juli
1998, pada Pasal 8 tentang Pengalihan Hak pada ayat 8.1, ayat 8.2 ,
dan ayat 8.3 dinyatakan :-----------------
Ayat 8.1. Selama belum dilaksanakannya Akta Jual Beli di hadapan
PPAT, tanpa permohonan tertulis kepada Tergugat I (
Pihak Pertama ) maka Turut Tergugat I dan Turut
Tergugat II ( Pihak Kedua ) tidak dibenarkan untuk
memindahkan atau mengalihkan hak atas tanah yang
menjadi obyek Perjanjian Jual Beli ini kepada Pihak
Ketiga ;---
Ayat 8.2. Dalam hal Tergugat I ( Pihak Pertama ) memberikan
persetujuan tertulis kepada Turut Tergugat I dan Turut
Tergugat II ( Pihak Kedua) untuk mengalihkkan hak atas
tanah kepada Pihak Ketiga, maka Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II ( Pihak Kedua ) menyetujui serta
sepakat untuk memberikan persetujuan terulis dari Pihak
Ketiga atas biaya-biaya yang harus ditanggung oleh Pihak
Ketiga sesuai Perjanjian ini ;-----------------------------------
Ayat 8.3. Sehubungan dengan pengalihan hak atas tanah sesuai
dengan ketentuan-ketentuan di atas, Turut Tergugat I dan
Turut Tergugat II ( Pihak Kedua ) dibebani kewajiban
untuk menyampaikan kepada Pihak Ketiga yang
menerima pengalihan tersebut bahwa syarat-syarat yang
terdapat dalam Perjanjian Jual Beli ini mengikat Pihak
Ketiga tersebut sepenuhnya ;-----------------------------------
17. Bahwa dengan tegas Para Tergugat membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 5 sampai dengan angka 7 dengan alasan
penyerahan kavling kepada Penggugat adalah merupakan pemenuhan
kesepakatan Bersama tanggal 26 Desember 1998 di mana Tergugat I
dengan persetujuan dari Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II akan
memberikan kavling dengan luasan 12.074 M2 ( dua belas ribu tujuh
puluh empat meter persegi ) tanpa ditentukan letaknya dan pemberian
kavling tersebut diberikan dalam keadaan PPJB bukan Jual Beli
sehingga jika berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.
02/GAP-PPJB/VII/1998 dalam ketentuan Pasal 8 mengenai
Pengalihan Hak maka sepanjang keadaan kavling yang diserahkan
kepaada Penggugat masih dalam keadaan Pengikatan Jual Beli
(PPJB) atau belum Jual Beli maka Tergugat I dapat mengalihkannya
pada Pihak Ketiga dengan ketentuan akan mengganti kavling tersebut
dengan kavling lain dengan luas tanah yang sama ;----------------
Bahwa dengan penjelasan di atas maka pengalihan kavling M7 oleh
Tergugat I kepada Tergugat II adalah tidak bertentangan dengan
PPJB, lagi pula dalam hal pengalihan kavling M7 ini antara Tergugat
I dengan Tergugat II dilakukan dengan cara tukar menukar tanah
sebagaimana Perjanjian Tukar Menukar Tanah yang ditandatangani
tanggal 27 Januari 2005 antara Tergugat II dengan Tergugat I dimana
Tergugat II menukarkan tanahnya seluas 2.486 M2 (dua ribu empat
ratus delapan puluh enam meter persegi) (No. Peta E-21) dengan
kavling M7 Tergugat I seluas 579 M2 (lima ratus tujuh puluh
Sembilan meter persegi).;------
18. Bahwa kemudian dengan pertimbangan sosial pengembangan
pendidikan oleh Tergugat II kavling M7 tersebut dibangun sekolah,
dan yang jelas dilakukannya hal tersebut lebih memberikan manfaat
dan nilai tambah bagi Tergugat I sebagai developer.;---------------------
19. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dam
Penggugat pada angka 5 gugatan yang menyatakan ..., Sedangkan
akibat dipergunakannya tanah milk Penggugat tersebut baik untuk
dijadikan jalan maupun untuk dijadikan bangunan oleh Tergugat II,
maka kavling-kavling milik Penggugat menjadi tidak dapat
dipergunakan secara bebas, yaitu meliputi M8 River seluas 818 M2,
M4 Spring seluas 192 M2, dan M5 spring seluas 194 M2,
....Disamping itu akibat Perbuatan Tergugat I dan Tergugat II
tersebut di atas maka Penggugat tidak dapat melakukan
ekspansi/perluasan tanah untuk kepentingan dirinya.;-------------------
Bahwa dalil Penggugat diatas jelas berlebihan dan terkesan rakus dan
serakah yang telah menilai kesemuanya tersebut dengan ukuran
komersil demi keuntungan Penggugat semata ;----------------------------
20. Bahwa dalil Penggugat.pada angka 5 tersebut adalah jelas dalil yang
dibuat-buat karena dengan dialihkannya kavling M7 kepada Tergugat
II yang kemudian peruntukannya dipergunakan untuk sekolah, maka
terhadap kavling Penggugat lainnya yang terdiri dari Kavling M8, M4
dan M5 jika diinginkan Penggugat masih tetap dapat dipergunakan
secara bebas.;-----------------------------------------
Bahwa dalil Penggugat lain yang menyatakan akibat dari pengalihan
kavling M7 maka kemudian Penggugat tidak dapat melakukan
ekspansi/perluasan, jelas adalah merupakan sebuah omongan kosong
yang tidak memiliki dasar dan alasan karena letak kavling Penggugat
yang terdiri dari Kavling M8, M4 dan M5 adalah bersebelahan
dengan tanah milik Tergugat II yang tidak mungkin diperjual belikan,
sehingga dengan fakta dan kenyataan itu maka secara nalar dan
logika tidak mungkin atas kavling-kavling Penggugat tersebut
dilakukan perluasan/pengembangan tanpa membeli tanah yang
berbatasan yang nota bene itu adalah milik Tergugat II ;----------------
21. Bahwa Para Tergugat dengan tegas menolak dalil Penggugat pada
angka 10 gugatan karena dalil tersebut tidak beralasan dan berdasar,
alasan Penggugat semata-mata adalah dalil seorang yang hanya ingin
mencari keuntungan dari pengalihan tersebut mengingat Penggugat
sendiri adalah juga seorang pengembang/developer ;---------------------
22. Bahwa dengan fakta yang terjadi, apa yang dilakukan Penggugat
dengan menjual kavling-kavling ( berikut rumah di atasnya ) jelas hal
itu adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang melanggar
pasal 1365 KUHPerdata, karena bagaimana mungkin Penggugat
dapat berusaha sebagai developer dalam lahan milik Tergugat I yang
nota bene juga developer. Dan jika tidak karena adanya toleransi
pada Penggugat maka atas apa yang dilakukan Penggugat sebenarnya
Tergugat I lah yang lebih berhak untuk keberatan dan selanjutnya
memperkarakan Penggugat baik melalui upaya hukum Pidana
maupun Perdata ;-
23. Bahwa Para Tergugat dengan tegas juga membantah dan menolak
dalil Penggugat pada angka 11, karena dalil tersebut tidak benar oleh
karena dengan adanya sertifikat yang telah dikatakan Tergugat I dan
Tergugat II telah merusak pagar milik Penggugat dan mengaburkan
batas-batasnya, sebab dalam sertifikat sendiri telah jelas ditentukan
dan dinyatakan batas dan luas tanah atas kavling milik Penggugat
tersebut ;-----------------------------------------------------------------
Bahwa Para Tergugat juga dengan tegas membantah dan menolak
dalil kerugian yang dinyatakan Penggugat tersebut pada dalil angka
11 karena perhitungan atas kerugian Penggugat tersebut adalah
perhitungan yang dibuat-buat semata-mata hanya didasarkan karena
sifat rakus dan serakah untuk memperoleh keuntungan saja ;-----------
24. Bahwa agar diketahui Majelis Hakim, sebagai wujud dari itikad dan
niat baik dari Tergugat I, pernah ditawarkan pada Penggugat kavling
tanah lain yang berada di blok B 5A seluas 360 M2 dan B6 seluas
362 M2 sehingga luas total atas 2 (dua) kavling tersebut adalah 722
M2 jadi dengan jumlah dua kavling tersebut ada selisih lebih 143 M2,
jika dibandingkan luas kavling M7 yang hanya 579 M2, namun sekal
lagi entah apa yang ada dalam pikiran Penggugat, tawaran kemudian
ditolaknya.;---------------------------------------------------------
25. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 12 gugatan yang mendalilkan atas tanah
sengketa, sertifikat HGB No.B 573/Ranggamekar atas nama Tergugat
II diletakkan sita Jaminan (conservatoir beslag) dan bangunan
berbentuk bangunan sekolah di lokasi M7 dan dibelakangnya,
dipulihkan keadaan fisik seperti semula sebelum adanya bangun a
quo karena Penggugat telah menyalahi ketentuan pasal 226 ayat
(2) HIR, yaitu:-----------------------------------------------------------------
- Penggugat telah menyebutkan permintaan sita tersebut secara
umum, permintaan sita yang demikian jelas tidak memenuhi
syarat/kabur sebab tidak jelas dan rinci disebutkan identitas lain
yang melekat pada objek yang hendak disita.;------------------------
Bahwa berdasarkan uraian di atas terbukti bahwa permohonan sita
jaminan tersebut adalah permohonan yang kabur, mengada-ada dan
tidak berdasar serta tidak mengindahkan pasal 226 ayat (2) HIR,
sehingga cukup alasan bagi Pengadilan Negeri Bogor untuk menolak
sita jaminan a quo.;---------------------
Di samping itu pasal 227 HIR pada pokoknya mengatur bahwa
sebelum permohonan sita ditetapkan Penggugat harus terlebih dahulu
dibuktikan “ persangkaan yang beralasan " bahwa Tergugat akan
mengasingkan atau akan menggelapkan obyek yang akan disita
dengan maksud untuk menjauhkan obyek tersebut dari Penggugat.;---
26. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 13 yang meminta agar putusan dalam perkara
ini dapat dilaksanakan terlebih meskipun ada verzet, banding,
maupun kasasi (serta merta) karena permohonan Penggugat untuk hal
tersebut bertentangan dengan pasal 180 HIR dan Surat Edaran
Mahkamah Agung RI No.3 tahun 2000 tentang putusan serta merta
dan Provisionil.;----------------------------------------------------------------
27. Bahwa Para Tergugat dengan tegas dan menolak dalil Penggugat
pada angka 14 agar terhadap Tergugat I dan Tergugat II dihukum
untuk membayar uang paksa (dwangsom) yang besarnya Rp.
1.000.000,- (satu juta rupiah) perhari dalam hal lalai menjalankan
putusan, karena sebagaimana diuraikan di atas Para Tergugat tidak
melakukan perbuatan melawan hukum, dan oleh karena itu, tuntutan
uang paksa (dwangsom) tidak dapat dibenarkan.;-------------------------
Bahwa berdasarkan pasal 606 a dan 606 b RV, uang paksa
(dwangsom) hanya dapat dituntut apabila putusan hakim yang
dijatuhkan tidak berupa pembayaran sejumlah uang, sedangkan
tuntutan Penggugat dalam perkara a quo adalah tuntutan ganti rugi,
(sejumlah uang), sehingga tuntutan atas uang paksa tersebut tidak
mempunyai dasar hukum sama sekali.;-------------------------------------
28. Bahwa Para Tergugat dengan tegas membantah dan menolak dalil
Penggugat pada angka 15 gugatan yang menyatakan terhadap Para
Tergugat dihukum untuk membayar segala biaya yang timbul dalam
perkara ini, karena tuntutan tersebut tidak berdasar dan beralaskan
hukum sebab hak untuk memutuskan hal tersebut adalah kewenangan
penuh dari Majelis Hakim kepada pihak yang dikalahkan.;--
B. DALAM REKONPENSI :------------------------------------------------------
1. Bahwa dengan ini Para Penggugat Rekonpensi (d/h. Para Tergugat
Konpensi) mohon agar agar segala sesuatu yang didalilkan dan
diuraikan oleh Para Tergugat Konpensi pada bagian Konpensi
tersebut di atas dianggap sebagai masukan dan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dengan dalil-dalil gugatan Para Penggugat
Rekonpensi dalam bagian Rekonpensi ini.;-------------------------
TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERGUGAT
REKONPENSI/PENGGUGAT KONPENSI :-----------------------------
2. Bahwa sebagaimana telah diuraikan dan dibuktikan pada bagian
Konpensi tersebut di atas, maka tidak dapat dibantah bahwasanya
justru Tergugat Rekonpensi (d/h. Penggugat Konpensi) sendirilah
yang melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang telah
menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat Rekonpensi.;-------------
3. Bahwa berdasarkan uraian-uraian dalam Konpensi tersebut di atas,
maka terbukti Tergugat Rekonpensi setidak-tidaknya telah
melakukan tindakan-tindakan yang dapat dikualifisier sebagai suatu
Perbuatan Melawan Hukum, yaitu PENCEMARAN NAMA BAIK
terhadap Para Penggugat Rekonpensi.;---
4. Bahwa berdasarkan fakta-fakta seperti yang telah diuraikan pada
bagian Konpensi tersebut di atas, maka terbukti sebenarnya Tergugat
Rekonpensilah yang telah melakukan pelanggaran atas azas
kepatutan, azas kehati-hatian, azas itikad baik yang memenuhi
unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum (vide Pasal 1365
KUHPerdata).;----------------------------------------------------------------
KERUGIAN YANG DIALAMI OLEH PARA PENGGUGAT
REKONPENSI ; -----------------------------------------------------------------
5. Bahwa akibat langsung Perbuatan Melawan Hukum yang telah
dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi terhadap Para Penggugat
Rekonpensi, maka Para Penggugat Rekonpensi telah mengalami
kerugian yang tidak sedikit yang rinciannya sebagai berikut :---------
Kerugian Materiil : ---------------------------------------------------------
- Kerugian karena terpaksa harus mengeluarkan biaya dalam
proses litigasi karena diajukannya gugatan perkara a quo oleh
Tergugat Rekonpensi, sampai perkara a quo memperoleh
putusan hukum yang berkekuatan tetap, diperkirakan sebesar US
$ 250.000 (dua ratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat) ; ---
- Akibat gugatan yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi a quo,
Para konsumen yang sedianya telah berminat dan ingin membeli
rumah di perumahan milik Penggugat I Rekonpensi kemudian
mengundurkan diri dan membatalkan penawarannya, sehingga
akibat dibatalkannya penawaran tersebut oleh konsumen maka
Penggugat I telah kehilangan potensi keuntungan yang jika
diperhitungkan berjumlah Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar
rupiah) ;-------------------------------------------------------------
Kerugian Immaterial :------------------------------------------------------
Akibat Perbuatan Melawan Hukum yang telah dilakukan oleh
Tergugat Rekonpensi tersebut di atas, menyebabkan Para Penggugat
Rekonpensi terlebih kepada Penggugat I Rekonpensi telah
mengalami kerugian Immaterial yang sulit dinilai dengan uang
karena rusaknya reputasi bisnis dan nama baik serta hilangnya
kepercayaan masing-masing rekanan bisnis, serta kehilangan waktu
dan tenaga yang tidak sedikit, namun akan dianggap pantas apabila
Para Penggugat Rekonpensi mendapat kompensasi dalam bentuk
uang yang nilainya masing-masing sebesar US $ 5.000.000 (lima
juta dollar Amerika Serikat), sehingga seluruhnya berjumlah sebesar
US $ 15.000.000 (lima belas juta dollar Amerika Serikat) ;------------
Berdasarkan Uraian-uraian butir-butir tersebut di atas dengan ini Para
Penggugat Rekonpensi memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat
untuk memutuskan: ------
DALAM EKSEPSI : -------------------------------------------------------------------
1. Menerima Eksepsi Para Tergugat untuk seluruhnya ;--------------------------
2. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;--------------------------------
3. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ;----------
DALAM POKOI PERKARA :------------------------------------------------------
DALAM KONPENSI :----------------------------------------------------------------
1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya
dinyatakan tidak dapat siterima (met ontvantkelijke verklaard);-------------
2. Menyatakan Para Tergugat tidak melakukan Perbuatan Melawan Hukum;-
3. Menolak permohonan Sita Jaminan atas Sertifikat Hak Guna Bangunan
No. B 573/Ranggamekar, Surat Ukur No. 23/Ranggamekar, tanggal 30
Mei 2008 oleh Tergugat I kepada Tergugat II karena telah bertentangan
dengan hukum dan Undang-Undang yang berlaku ;----------------------------
4. Menolak tuntutan Penggugat yang menuntut agar menjatuhkan segala
bentuk pengalihan dan mengasingkan kavling M7 seluas 579 M2,
Sertifikat Hak Guna Bangunan No. B 573/Ranggamekar, Surat Ukur No.
23/Ranggamekar , tanggal 30 Mei 2008. oleh Tergugat I kepada Tergugat
II cacat hukum/tidak mempunyai kekuatan hukum dan/atau batal demi
hukum ;---------------------------------------------
5. Menolak tuntutan ganti kerugian yang dimohonkan Penggugat terhadap
Tergugat I dan Tergugat II ;-------------------------------------------------------
6. Menolak tuntutan Penggugat terhadap Tergugat I untuk membayar segala
keuntungan dan bunga akibat penguasaan atas tanah-tanah a quo sebesar
Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per tahun ;-------------------------
7. Menolak tuntutan Penggugat terhadap Tergugat II untuk membayar segala
keuntungan dan bunga akibat penguasaan atas tanah-tanah a quo sebesar
Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per tahun ;-------------------------
8. Menolak tuntutan Penggugat atas putusan serta (uit voerbar bij vooraad)
dalam perkara a quo ;---------------------------------------------------------------
9. Menolak tuntutan pembayaran uang paksa/dwangsom yang dimohonkan
Penggugat;-
10. Menolak tuntutan Penggugat untuk selain dan selebihnya ;-------------------
11. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara. ;--------------------
DALAM REKONPENSI :------------------------------------------------------------
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonpensi/Para Tergugat
Konpensi untuk seluruhnya ;------------------------------------------------------
2. Menyatakan Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi telah melakukan
Perbuatan Melawan Hukum terhadap Para Penggugat Rekonpensi/Para
Tergugat Konpensi; dan
3. Menghukum Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi untuk membayar
ganti kerugian kepada Para Penggugat Rekonpensi/Para Tergugat
Konpensi berupa ganti rugi atas kerugian Material berupa US $ 250.000
(dua ratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat) ditambah Rp.
10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah), dan ganti rugi atas kerugian
Immaterial yang seluruhnya berjumlah US $ 15.000.000 (lima belas juta
dollar Amerika Serikat ) ;----------------------------------------------------------
DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :------------------------------------
- Menghukum Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi untuk
membayar biaya perkara.;-------------------------------------------------------
Atau ------------------------------------------------------------------------------------
Apabila Majelis Hakim Yang terhormat berpendapat lain mohon putusan
yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;-------------------------------------------

JAWABAN TERGUGAT II
A. DALAM EKSEPSI;----------------------------------------------------------------
1. GUGATAN PENGGUGAT SALAH SUBYEK HUKUM ; -------------
Bahwa gugatan yang diajukan oleh Penggugat kepada Tergugat II
adalah salah subyek hukum, karena antara Penggugat dengan Tergugat
II tidak mempunyai hubungan hukum, sehingga oleh karenanya Gugatan
Penggugat tidak dapat diterima ; -----------------------------------------------
2. GUGATAN PENGGUGAT OBSCUR LIBEL ; -------------------------
1. Bahwa sebagaimana dalil pada point 1, 2, dan 3 permasalahan
hukum dimaksud tidak ada kaitannya dengan Tergugat II dan
selanjutnya pokok hubungan hukum tersebut adalah antara Turut
Tergugat I dengan Penggugat, sehingga posisi pihak-pihak dalam
perkara aquo mengandung kesalahan yang nyata, yang seharusnya
Turut Tergugat I dalam posisi pihak yang digugat bukan Turut
Tergugat, karena yang mempunyai hubungan hukum secara
langsung dengan Penggugat adalah Turut Tergugat I, dengan
demikian gugatan Penggugat salah pihak DAN atas kesalahan
Penggugat tersebut sulitlah bagi para pihak memberikan
tanggapan/jawaban yang baik yang dikehendaki oleh Penggugat
karena terpengaruh oleh posisi pihak dalam perkara ini sebagai
pertangung jawaban secara hukumnya, sehingga oleh karenanya
Gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima ;----------
------------------------
2. Bahwa sebagaimana dalil posita pada point 1 yang tersebut pada
baris ke-15 isinya “ dan Umar Achmad yang diberikan hak 60 % “
…………... dan point 1 baris ke-22 isinya “ Tuan Umar Muhamad :
40 % “ ……… dimana nama Umar Achmad dan Umar Muhamad
yang disebut-sebut dalam perkara aquo tidak jelas kedudukan
hukumnya, apakah pihak dalam perkara ini dengan memperhatikan
dalil posita bahwa Umar Achmad diberikan hak 60 % dan Tuan
Umar Achmad : 40 %, kalau seandainya sebagai pihak pada perkara
aquo apakah sebagai Tergugat ataukah Penggugat ? hal ini tidak
jelas gugatan Penggugat; DAN seandainya BUKAN sebagai pihak
dalam perkara aquo apakah hubungan hukum antara Umar Achmad
yang diberikan hak 60 % dan tuan Umar Muhamad : 40 % dengan
perkara gugatan Penggugat, hal ini keseluruhannya tidak jelas dan
ketidak jelasan gugatan Penggugat dengan pihak-pihak tersebut dan
antara pihak Penggugat dengan Tergugat I dan Tergugat II serta
Turut Tergugat I dan II, berakibat hukum Majelis Hakim yang
memeriksa dan mengadili serta memutus perkara ini tidak dapat
memberikan pertimbangan hukumnya secara jelas untuk dapat
menerima gugatan Penggugat, sehingga karena itu oleh Majelis
Hakim akan memberikan pertimbangan hukum bahwa gugatan
Penggugat tidak jelas dan harus dinyatakan gugatan Penggugat tidak
dapat diterima ;--------------------------------
B. DALAM POKOK PERKARA ; ------------------------------------------------
1. Bahwa segala hal yang diuraikan dalam eksepsi mohon dianggap
sebagai satu kesatuan dan menjadi bagian dari pokok perkara ini .;------
2. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas seluruh dalil gugatan
Penggugat, kecuali yang diakui secara tegas kebenarannya ;-------------
3. Bahwa sebagaimana dalil pada point 1,2 dan 3 posita gugatan
adalah mutatis mutandis dalil pada point 4 s/d 15 posita gugatan,
sehingga in casu Tergugat II sekalipun dalam posisi sebagai subyek
yang tidak mempunyai hubungan hukum dengan Penggugat, maka
adalah wajar bagi Tergugat II menanggapi point 1,2 dan 3 dan point-
point selanjutnya tersebut untuk mempertahankan diri sebagai subyek
yang harus mendapat perlindungan hukum sebagai pembeli yang
beritikad baik atas tanah kavling M7 seluas 579 M2, yang dalam
perkara aquo terganggu hak yang telah dibeli dari Tergugat I akibat
adanya gugatan ini yaitu: --------------------
- Bahwa sebagaimana dalil pada point 4 posita, isinya “ ……. di
atas dibuatlah SURAT KUASA No. 103 pada hari Rabu tanggal 4
Juni 2008 dihadapan Notaris di Bogor NUR NADIA TAJOEDIN,
S.H. telah menghadap ……… “ HAMID MUNDZIR “ dan
seterusnya ………..” (bukti P-5 ) in casu Tergugat II mohon bukti
atas dalil Penggugat tersebut dalam daftar bukti P-5 yang
didalilkan dalam perkara ini, karena bukti berupa foto copy Surat
Kuasa yang dibuat pada hari yang sama pada hari Rabu tanggal 4
Juni 2008 dihadapan Notaris di Bogor NUR NADIA TAJOEDIN,
S.H. yang diberikan oleh Hamid Mundzir kepada Hasan Achmad,
adalah nomor 03, namun demikian isi daripada surat kuasa
tersebut adalah tidak termasuk dari obyek yang didalilkan oleh
Penggugat pada point 2 dan 5 posita, sehingga in casu Tergugat
menolak dengan tegas atas dalil tersebut ;------------------------------
- Bahwa seandainya benar ada bukti P-5 berupa Surat Kuasa No.
103 tersebut, yang didalilkan oleh Penggugat bahwa Tergugat I
memberikan kuasa menjual kepada Penggugat atas 22 bidang /
kavling tanah, secara nyata dan terbukti tidak termasuk kavling
M7 /SHGB 573 seluas 579 m² yang didalilkan oleh Penggugat,
oleh karena itu Tergugat II menolak seluruh dalil pada point 4.
tersebut ;---------------------------------------------------------------------
4. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas mengakui dalil Penggugat
pada point 5 posita, mengakui tanah kavling M7/SHGB No. 573
seluas 579 m²milik dari Penggugat, dalam hal ini Tergugat II minta
bukti/dan Akta kalau tanah kavling M7 seluas 579 m² adalah milik
Penggugat, karena secara hukum tanah kavling M7 seluas 579 m² telah
menjadi milik Tergugat sejak 2005 dan telah pula diserahkan oleh
Tergugat I kepada dan dikuasai sepenuhnya oleh Tergugat II
sebagaimana bukti bahwa kavling M7 seluas 579 m² tidak termasuk
yang diserahkan oleh Tergugat I kepada Turut Tergugat II, karena
telah dijual kepada pihak lain, in casu telah dijual kepada Tergugat II,
oleh karena itu pengakuan Penggugat sebagai pemilik atas kavling M7
seluas 579 m² adalah tidak beralasan dan tanpa alas hak yang sah atas
pengakuan kepemilikannya atas tanah kavling M7 seluas 579 m²
tersebut ;----------------------------------------------------------------
Bahwa disamping itu dalil pada point 5 posita tersebut mengenai
kavling-kavling milik Penggugat yang tidak dapat dipergunakan
secara bebas dan Penggugat tidak dapat melakukan ekspansi/perluasan
tanah untuk kepentingan dirinya adalah tidak beralasan dan tidak
benar, namun demikian seandainya benar apa yang didalilkan oleh
Penggugat tersebut bukan akibat perbuatan Tergugat II, sehingga
dengan demikian dalil pada point 5 posita haruslah dinyatakan ditolak
atau setidak-tidaknya dalil tersebut tidak dapat diterima ;-----------------
5. Bahwa sebagaimana dalil pada point 8 posita benar Tergugat II telah
menanggapi somasi dari Penggugat menyatakan bahwa tanah kavling
M7 adalah milik dari Tergugat II yang di beli dari Tergugat I,
sehingga dengan demikian sebagaimana dalil pada point 9 posita yang
menyatakan Tergugat I dan Tergugat II melakukan perbuatan melawan
hukum Jo pasal 1365 KUHPerdata adalah tidak beralasan hukum serta
tidak terbukti sebagaimana yang didalilkan oleh Penggugat, karena
secara hukum tanah kavling M7/SHGB No. 573 seluas 579 m² tersebut
adalah alas hak secara mutlak milik Tergugat II, sehingga dengan
secara bebas pula untuk melakukan segala perbuatan hukum di atas
alas hak yang dimilikinya, oleh karena itu dalil pada point 8 dan 9
posita tidak beralasan dan harus atau setidak-tidaknya dalil tersebut
tidak dapat diterima ;---------------------------------------------
6. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas dalil pada point 10 posita,
karena tanah kavling M7/SHGB No. 573 seluas 579 m², adalah alas
hak milik dari Tergugat II, maka adalah beralasan secara hukum
untuk melakukan sesuatu diatas tanah miliknya dengan bebas terhadap
apa-apa yang dikehendakinya termasuk membangun fasilitas dan
sarana serta prasarana perkantoran, bangunan sekolah dan lain-
lainnya, dan tidak benar mengganggu apa yang hendak dilakukan oleh
Penggugat atas milikny, namun apabila benar quod non segala hal
yang di alami oleh Penggugat sama sekali tidak ada kaitannya dengan
Tergugat II, oleh karena itu dalil pada point 10 posita haruslah
dinyatakan ditolak atau setidak-tidaknya dalil tersebut dinyatakan
tidak dapat diterima ;------------------------------------------
7. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas dalil pada point 11 posita,
karena secara nyata dan jelas perbuatan Penggugat yang melakukan
pemagaran di atas tanah milik Tergugat II, sehingga dengan adanya
perbuatan Penggugat yang melakukan pemagaran di atas tanah milik
Tergugat II, maka secara hukum Tergugat II merasa dirugikan baik
secara materiil maupun immateriial, oleh karena itu dalil pada point 11
posita harus dinyatakan di tolak atau tidak dapat diterima ;---------------
Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas perincian kerugian yang
diderita oleh Penggugat, karena rincian tersebut tidak beralasan dan
tidak mendasar serta mengada-ada yang merupakan hasil rekayasa
yang dibuat sendiri oleh Penggugat, oleh karena itu wajar untuk di
kesampingkan ; -----------------------------------------
8. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas dalil pada point 12 posita,
karena tidak beralasan secara hukum untuk melakukan Sita Jaminan
di atas tanah kavling M7/SHGB No. 573 dan bangunan sekolah yang
merupakan hak milik dari Tergugat II, oleh karena itu dalil 12 posita
dinyatakan ditolak atau tidak dapat diterima ;-------------------------------
9. Bahwa Tergugat II menolak dengan tegas dalil pada point 13 posita ,
karena untuk melaksanakan putusan secara serta merta harus mendapat
izin dari Mahkamah Agung R.I. dan terpenuhi sebagaimana yang
disyaratkan oleh SEMA yang mengatur untuk itu, oleh karena itu dalil
point 13 posita harus dinyatakan ditolak atau tidak dapat diterima ;-----
10. Bahwa Tergugat II menolak secara tegas seluruh dalil-dalil pada
Petitum gugatan Penggugat ;--------------------------------------------------
Berdasarkan uraian di atas, kiranya Majelis Hakim yang memeriksa dan
mengadili perkara ini berkenan memberikan putusan sebagai berikut :-----
1. Menyatakan menerima dan mengabulkan Eksepsi Tergugat II
seluruhnya ;-----
2. Menyatakan menerima dan mengabulkan dalil dalam pokok perkara
dari Tergugat II seluruhnya ;--------------------------------------------------
3. Menyatakan MENOLAK atau setidak-tidaknya gugatan Penggugat
TIDAK DITERIMA seluruhnya ;--------------------------------------------
ATAU:
Dalam Peradilan yang baik Tergugat II mohon putusan yang seadil-
adilnya(ex aequo et bono) ;--------------------------------------------------------

\
GUGATAN IV
PARA PIHAK :
YULITA WILLAR, Pegawai swasta, bertempat tinggal di Jalan
Abiyasa Raya no. 25, Rt. 003/Rw. 016, Kelurahan Bantar
Jati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor-16153, untuk
selanjutnya disebut sebagai Penggugat
M e l a w a n
ALEXANDER PRAMAWIJAYA, Pegawai swasta, bertempat
tinggal di Jalan Abiyasa Raya no. 25, Rt. 003/Rw.
016, Kelurahan Bantar Jati, Kecamatan Bogor Utara,
Kota Bogor-16153, untuk selanjutnya disebut sebagai
Tergugat ;

GUGATAN :
1. Bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah
melangsungkan perkawinan pada tanggal 23 Januari
1994 di Gereja Katolik Santo Paskalis, Jakarta dan
perkawinan tersebut telah didaftarkan sebagaimana
dimaksud kutipan Akta Perkawinan Nomor 824/1/1996
tangggal 3 Mei 1996 ;
2. Bahwa dari perkawinan Penggugat dan Tergugat
tersebut telah dikaruniai 2 (dua) orang anak,
yaitu:
 Kevin, laki-laki, umur 14 tahun, lahir di
Jakarta tanggal 27 Januari 1995 sesuai kutipan
Akta Kelahiran nomor 240/U/JP/1995 dikeluarkan
Kantor Catatan Sipil Kotamadya Jakarta Pusat
tanggal 2 Maret 1995.
 Livia, perempuan, umur 8 tahun, lahir di Bogor
tanggal 10 Mei 2001 sesuai kutipan Akta
Kelahiran nomor 226/2001 dikeluarkan Kantor
Kependudukan Kota Bogor tanggal 28 Mei 2001.
3. Bahwa Penggugat dan Tergugat, anak-anak tersebut
di atas, tinggal bersama di rumah di jalan abiyasa
raya no. 25 Rt.003/Rw.016, Kelurahan Bantar Jati,
Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor 16153 ;
4. Bahwa pada awalnya perkawinan/rumah tangga
Penggugat dan Tergugat berlangsung rukun dan
harmonis, walau Penggugat juga bekerja di
perusahaan swasta namun tetap menjalankan
kewajiban sebaik-baiknya sebagai istri maupun
sebagai ibu rumah tangga dengan melayani dan
berbakti kepada Tergugat ;
5. Bahwa kerukunan perkawinan/rumah tangga Penggugat
dan Tergugat tersebut tidak berlangsung lama dan
akhimya pecah, karena pertengkaran atau
perselisihan antara Penggugat dan Tergugat yang
sudah terjadi sejak usia perkawinan tahun ke 2
yang disebabkan oleh:
 Tergugat bersikap sangat egois, arogan, maunya
menang sendiri, tidak memikirkan perasaan
Penggugat, seperti sering marah-marah kalau
mobilnya ditukar pinjam ;
 Tergugat tidak menghargai Penggugat sebagai
istri dengan sering teriak-teriak mengeluarkan
kata-kata kotor dan tidak pantas ;
 Tergugat berlaku kasar kepada Penggugat dan
anak-anak, seperti bila marah suka memencet
tangan Penggugat sampai biru dan suka memukul
anak waktu mengajari anak-anak belajar di rumah
;
6. Bahwa upaya mendamaikan masalah tersebut sudah
pernah dilakukan oleh keluarga, namun kerukunan
tidak berlangsung lama, karena pertengkaran demi
pertengkaran terjadi lagi dimana Tergugat tidak
ada niat baik untuk memperbaiki sifat-sifat
buruknya tersebut ;
7. Bahwa selama ini Penggugat berusaha sabar
menghadapi sikap dan sifat buruk Tergugat, namun
lama-kelamaan sifat buruk Tergugat semakin
menjadi-jadi, sehingga Penggugat sudah tidak tahan
lagi menahan penderitaan untuk hidup bersama
dengan Tergugat dan puncaknya pada bulan Maret
2009 terjadi pertengkaran dan Penggugat
meninggalkan rumah bersama dan tinggal dengan
orangtua (ibu) Penggugat yang jarak rumahnya cukup
dekat dengan rumah tinggal bersama tersebut
(Penggugat dan Tergugat pisah rumah) ;
8. Bahwa harapan untuk membentuk keluarga harmonis
dan bahagia seperti yang dicita-citakan ternyata
tidak dapat terwujud, sehingga ikatan perkawinan
Penggugat dan Tergugat tidak dapat dipertahankan
lagi;
9. Bahwa untuk itu Penggugat mengajukan gugatan
perceraian ini dan alasan gugatan telah memenuhi
ketentuan pasal 19 huruf (f) peraturan pemerintah
no. 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan undang undang
no. 1 tahun 1974 tentang parkawinan, sehingga
gugatan ini cukup patut untuk dikabulkan ;
10. Bahwa Penggugat mohon Pengadilan memerintahkan
petugas/pejabat yang berwenang untuk mengirimkan
salinan putusan perkara perceraian ini ke Kantor
Catatan Sipil Jakarta Pusat untuk
dicatat/didaftarkan sebagaimana mestinya ;
11. Bahwa dengan adanya perceraian antara Penggugat
dan Tergugat, maka karena anak-anak belum dewasa
(di bawah umur 21 tahun) masih membutuhkan asuhan
ibunya, maka Penggugat mohon pengadilan
menetapkan penguasaan anak-anak Penggugat dan
Tergugat bernama Kevin dan Livia tersebut berada
pada Penggugat sebagai ibunya ;
12. Bahwa untuk keperluan pemeliharaan dan pendidikan
anak-anak Penggugat dan Tergugat bemama Kevin dan
Livia tersebut sampai usia dewasa, maka Penggugat
mohon pengadilan mewajibkan Tergugat untuk
menanggung biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-
anak tersebut ;
Maka berdasarkan hal-hal tersebut diatas sudilah
kiranya bapak ketua/majelis hakim Pengadilan Negeri
Bogor yang memeriksa dan mengadili perkara ini
berkenan memutuskan :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan perkawinan Penggugat dan Tergugat
sebagaimana dimaksud kutipan Akta perkawinan nomor
824/1/1996 tangggal 3 Mei 1996, putus karena
perceraian dengan segala akibat hukumnya.
3. Memerintahkan kepada panitera / pejabat Pengadilan
Negeri Bogor yang berwenang untuk mengirimkan
salinan putusan perkara perceraian ini kepada
Kantor Catatan Sipil Jakarta Pusat untuk
didaftarkan sebagaimana mestinya.
4. Menyatakan penguasaan anak-anak Penggugat dan
Tergugat bernama Kevin dan Livia tersebut berada
pada Penggugat.
5. Menghukum Tergugat untuk wajib menanggung biaya
pemeliharaan dan pendidikan anak-anak Penggugat
dan Tergugat bernama Kevin dan Livia tersebut
sampai usia dewasa.
6. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya
perkara yang timbul menurut hukum.
Atau ;
Apabila Pengadilan berpendapat lain, mohon diberikan
putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

JAWABAN TERGUGAT :
1. Bahwa Tergugat menolak keras dalil-dalil gugatan
Penggugat butir nomor 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12
serta petitum butir nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6 karena
tidak beralasan hukum
2. Bahwa dalil gugatan butir nomor 4, 5, 6, 6, 7, 8
adalah tidak benar dan haruslah ditolak, dalil
gugatan Penggugat tentang goyahnya rumah tangga
karena Tergugat bersikap egois, arogan, menang
sendiri, tidak memikirkan perasaan Penggugat,
Tergugat tidak menghargai Penggugat sebagai
isteri dan Tergugat berlaku kasar kepada
Penggugat dan anak-anak adalah dalil yang mengada-
ada dan dalil yang tidak benar serta tidak
beralasan mengingat selama berumah tangga antara
Penggugat dengan Tergugat cukup harmonis dan
saling sepakat untuk menciptakan kehidupan yang
terbuka, tertib sehingga senantiasa diajarkan dan
diterapkan sikap yang mendidik kedisiplinan di
dalam rumah tangga yang berlaku bagi suami maupun
isteri serta anak-anak, yang kesemuanya itu
merupakan wujud untuk membentuk rumah tangga
yang saling kasih-sayang dan peduli kepada
keluarga, dan untuk perjuangan kehidupan rumah
tangga yang dicita-citakan sebagaimana diuraikan
diatas adalah dalam tanggung jawab bersama yaitu
Penggugat dengan Tergugat, oleh karenanya dalil
alasan permohonan tersebut pada posita butir
nomor 4, 5, 6, 7, 8 adalah tidak beralasan hukum
dan mohon dikesampingkan untuk seluruhnya,
3. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat sejak
bulan Maret 2009 sampai dengan bulan agustus 2009
tidak pernah bertengkar dan juga tidak pernah
mempermasalahkan hal-hal yang berkaitan dengan
kedisiplinan yang disepakati bersama tersebut
diatas, antara Penggugat dengan Tergugat juga
tidak saling membenci bahkan saling pengertian
terutama dalam mencari uang untuk memenuhi
kebutuhan hidup rumah tangga senatiasa menghormati
pekerjaan masing-masing dan seandainya terjadi
kewajiban kerja yang harus diselesaikan sampai
larut malam pun juga tidak pernah menimbulkan
pertengkaran sebab pekerjaan isteri (Penggugat)
dengan pekerjaan suami (Tergugat) adalah saling
menunjang karena bidangnya boleh dikatakan hampir
sama yaitu sudah dikuasai oleh masing-masing dan
mengenai tanggungjawab pekerjaan adalah cukup
berlangsung baik dan Penggugat tidak pernah
memperlakukan Tergugat secara semena-mena dan
demikian juga Tergugat juga tidak pernah
melakukan hal-hal yang egois dll seperti yang
dibuat alasan oleh Penggugat dalam gugatan
tersebut diatas, dan perlu ditegaskan disini bahwa
dalam hubungan rumah tangga bilamana ada
perselisihan rumah tangga misalnya masalah anak-
anak yang nakal atau adanya hal-hal yang kecil
lainnya senantiasa saling memaafkan dan sikap
sahng bersedia membina mental dan perilaku masing-
masing.
4. Bahwa perlu ditegaskan disini bahwa sebenarnya yang
diduga menjadi sebab munculnya gugatan cerai
adalah fakta tentang masalah keinginan bersama
untuk menghibahkan atau membalik nama asset
berupa tanah dan rumah yang masih atas nama
Tergugat yaitu untuk
dihibahkan atau dibaliknamakan menjadi atas nama
anak-anak yaitu Kevin dan Livia, dan dalam hal
ini sebenarnya telah ada kesepakatan bersama
yaitu setelah hutang-hutang bersama di bank lunas
memang tanah-tanah dan rumah tersebut disepakati
untuk diatas namakan anak yaitu Kevin dan Livia
tersebut dan faktanya hutang-hutang di bank masih
belum lunas dan Penggugat sudah tidak bersedia
untuk melunasi hutang di bank tanpa alasan yang
jelas dan Tergugat dibebani semuanya, untuk hal
ini Tergugat masih bisa menerimanya akan tetapi
kalau tanah-tanah dan rumah tersebut dijual dan
dibagi dua, Tergugat tidak menyetujuinya karena
tanah- tanah dan rumah tersebut adalah asset
yang harus dipertahankan karena demi untuk masa
depan keluarga dan anak-anak tersebut, dengan
demikian sudah cukup alasan untuk menolak dalil
gugatan butir 9, 10 sebab dalil alasan gugatan
Penggugat belum memenuhi unsur pasal 19 huruf f
peraturan pemerintah no. 9 tahun 1975 tentang
pelaksanaan undang-undang no. 1 tahun 1974
tentang perkawinan sebab hubungan keharmonisan
rumah tangga Penggugat dengan Tergugat masih
dalam kategori harmonis baik hubungan suami
isteri maupun hubungan dengan anak-anak dan
alasan Penggugat tersebut harus ditolak mengingat
faktanya Penggugat sejak bulan Maret 2009 adalah
tinggal di rumah orang tuanya atas ijin dari
Tergugat karena pada saat itu orang tua (ayah
Penggugat) dalam keadaan sakit dan meninggal
dunia dan dalam suasana duka yang berakibat
terjadi sock berat yang dialami oleh ibu
Penggugat yang harus memerlukan perawatan dan
pendekatan-pendekatan psikologis yang berlangsung
sampai sekarang. Jadi semua itu karena
kesepakatan Penggugat dan Tergugat artinya
tidak benar alasan Penggugat meninggalkan
Tergugat, oleh karenanya pasal 19 huruf f PP
nomer 9 tahun 1975 terbukti belum terpenuhi.
5. Bahwa mohon dipertimbangkan tentang terjadinya
perceraian antara Penggugat dengan Tergugat,
apakah lebih besar mudhorot (bahaya)nya ataukah
lebih besar manfaat-nya sebab realitanya kondisi
anak-anak (Kevin dan Livia) sampai sekarang masih
sangat akrab dan baik dengan Penggugat maupun
dengan Tergugat dan faktanya semula anak-anak
tinggal bersama Penggugat bersamaTergugat dirumah
sendiri adalah senantiasa bahagia dan belajarnya
bagus, akan tetapi sejak diajak tinggal di
rumah ibu Penggugat ( mertua Tergugat ) kondisi
anak-anak adalah sering mengeluh dan hal ini
bilamana dibicarakah dengan Penggugat, maka
Penggugat selalu menjawab agar dibicarakan
dengan ibu Penggugat (mertua Tergugat) dan
Tergugat tidak tega melihat tekanan-tekanan bathin
yang dialami kedua anak tersebut, apalagi kalau
Tergugat membayangkan jika terjadi perceraian akan
berpisah dengan kedua anak tersebut.
6. Bahwa mohon dipertimbangkan oleh majelis hakim,
mengingat dalam hubungan suami isteri pemohon
mengakui bahwa telah memperoleh kebahagiaan
hakiki dengan Tergugat karena selalu memperoleh
ketenangan jiwa dan hati, hal yang demikian itu
diutarakan Penggugat pada sesudah melakukan
hubungan suami isteri, bahkan semula Tergugat
menilai itu sebagai bualan belaka ternyata hal-
hal yang demikian itu oleh Penggugat diceritakan
kepada kerabat dekat dan untuk hal ini yang
bersangkutan bersedia menjadi saksi dalam
perkara ini, oleh karena dalil Penggugat tersebut
adalah tidak beralasan hukum sebagaimana
dimaksudkan dalam pasal 19 huruf f PP nomor 9
tahun 1975 tentang pelaksanaan UU nomor 1 tahun
1974 tersebut, maka selanjutnya Tergugat mohon agar
gugatan/permohonan cerai yang diajukan oleh
Penggugat a quo ditolak seluruhnya.
7. Bahwa perlu ditegaskan disini, pisah rumah yang
berlangsung sejak Maret 2009 sampai Juli 2009
adalah tidak cukup alasan untuk melakukan
gugatan/ permohonan cerai tersebut,sebab fakta
yang mendasari adalah bukan peristiwa yang
mendasar dan pisah rumah tersebut semata-mata
merupakan bagian dari sikap mengabdi kepada ibu
Penggugat (mertua Tergugat) yang sangat
membutuhkan kasih sayang dan yang paling cocok
adalah Penggugat dan atas hal ini Tergugat
mendukung dan tidak keberatan, akan tetapi sangat
mengecewakan sekali kalau alasan itu pada
akhirnya dimanfaatkan untuk menggugat cerai dan
Tergugat keberatan bercerai dan tetap berupaya
untuk mempertahankan rumah tangga sampai kapanpun.
8. Bahwa mohon untuk dipertimbangkan, bahwa alasan-
alasan perceraian dalam pasal 19 adalah sebagai
berikut:
a. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi
pemabok, pemadat,penjudi dll yang sukar
disembuhkan.
b. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain
selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin
pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau
karena hal lain diluar kemampuannya.
c. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara
5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah
perkawinan berlangsung.
d. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau
penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang
lain.
e. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau
penyakit dengan akibat tidak dapat
menjalankan kewajibannya sebagai
suami/isteri.
f. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi
perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada
harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah
tangga.
9. Bahwa dengan demikian tidak cukup alasan hukum
bagi Pengadilan tersebut menjatuhkan putusan
cerai atas perkara ini, karena alasan hukum yang
dikemukakan Penggugat adalah tidak menenuhi unsur
yang ditentukan dalam pasal 19 huruf f PP nomer 9
tahun 1975 tentang pelaksanaan UU nomor 1 tahun
1974 tersebut, oleh karenanya Tergugat mohon agar
gugatan cerai a quo ditolak seluruhnya dan/atau
setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.
10. Bahwa dalil gugatan butir 11 adalah tidak tepat
dan haruslah ditolak mengingat sekalipun usia
Kevin saat ini 14 tahun dan Livia 8 tahun yaitu
belum cukup umur menurut ketentuan undang-undang
namun permohonan Penggugat untuk menjadi wali
adalah alasan tidak berdasarkan hukum karena
faktanya perceraian belum dijatuhkan dan anak
tersebut saat ini mengalami stress berat dan
hidup tidak nyaman karena tinggal di rumah yang
bukan miliknya sendiri dan segala kebutuhan
setiap harinya seperti pendidikan sekolah adalah
ditanggung bersama sehingga apabila Penggugat
ditetapkan sebagai wali akan mempersuut masa
depan kedua anak tersebut apalagi sebenarnya
yang menjadi sumber masalah adalah sikap
Penggugat yang konsumtif tanpa mempertimbangkan
penghasilan misalnya menggunakan kartu kridit
yang berlebihan akibatnya tidak mampu membayar
sehingga terpaksa menjaminkan rumah atas nama
Tergugat untuk pinjam uang di bank dan sampai
sekarang masih belum lunas yang total tagihan
bank sebesar Rp. 250.000.000,- dan bilamana tidak
membayar maka jaminan tanah/rumah akan dilelang
oleh bank dan akibatnya Tergugat menanggung
beban hutang Penggugat dari kartu kredit
tersebut, oleh karenanya cukup alasan untuk
menolak mengenai permohonan Penggugat untuk
ditetapkan menjadi wali atas kedua anak
tersebut diatas, disamping fakta tersebut juga
patit dipertimbangkan yaitu fakta tentang
Penggugat tinggal bersama kedua anak tersebut
karena kesepakatan sebagaimana diuraikan pada
jawaban tersebut di atas, sehingga apabila
dikemudian hari timbul perceraian tentunya yang
patut menjadi wali anak adalah Tergugat sebagai
ayah karena memiliki kemampuan lahir dan batin
dan mampu untuk mencukupi segala kebutuhan anak
tersebut, oleh karenanya permohonan Penggugat
untuk menjadi wali terhadap kedua anak tersebut
mohon ditolak oleh majelis hakim.
11. Bahwa dalil gugatan butir 12 menurut hemat
Tergugat adalah dalil yang tidak beralasan hukum
karena keperluan-keperluan untuk kedua anak
tersebut selama ini ditanggung bersama dan menjadi
kewajiban azasi bagi Penggugat dan Tergugat, oleh
karena itu perrnohonan agar beban biaya ditanggung
Tergugat saja dan apabila dikaitkan dengan
permohonan Tergugat menjadi wali adalah
membuktikan adanya itikad buruk yang menurut
keyakinan Tergugat bukan dari hati nurani
Penggugat melainkan ada dugaan kuat ikut
campurnya pihak lain yang saat ini mempengaruhi
kehidupan Penggugat itu sendiri, akibatnya
terjadi pertentangan dalam perasaan dan pikiran
yang dialami oleh Penggugat sehingga sampai
terjadi perkara ini. Dan Tergugat masih berharap
dengan rendah dan penuh kasih sayang untuk kembali
dalam rumah tangga dengan Penggugat yang nantinya
menjadi rumah tangga yang harmonis dalam lindungan
dan kasih Tuhan.
Dalam rekonpensi
1. Bahwa, semua hal yang diuraikan pada bagian
konpensi mohon dinyatakan terulang dibagian
rekonpensi ini.
2. Bahwa selanjutnya Tergugat dalam konpensi dengan ini
mengajukan gugatan rekonpensi/gugatan balik terhadap
Penggugat dalam konpensi sehingga selanjutnya
Tergugat dalam konpensi mohon disebut sebagai
Penggugat rekonpensi dan Penggugat dalam konpensi
mohon disebut sebagai Tergugat rekonpnesi.
3. Bahwa dasar dan alasan gugatan rekonpensi ini
adalah adanya fakta hukum dan peristiwa sebagaimana
diuraikan dibagian rekonpensi bawah ini.
4. Bahwa sebagiamana diuraikan pada bagian konpensi
diatas yaitu Penggugat meninggalkan rumah adalah
karena sesungguhnya berdasarkan kesepakatan untuk
merawat dan menemani ibu kandung (mertua Tergugat)
karena ditinggal oleh ayah Penggugat karena
meninggal dunia dan bukan karena terjadi
pertengkaranakibat adanya sikap egois Tergugat
seperti didalilkan Penggugat dalam gugatannya.
5. Bahwa, selain tuntutan cerai, Penggugat dalam
konpensi/ Tergugat rekonpensi menuntut agar
ditetapkan sebagai wali dari Kevin dan Livia serta
menuntut Tergugat diwajibkan membayar biaya hidup
kedua anak tersebut diatas, sedangkan dasar dan
alasan tuntutannya tidak dijelaskan dalam posita
gugatannya, oleh karenanya dengan ini Tergugat
konpensi/Penggugat rekonpensi menuntut agar
Penggugatkekonpensi/Tergugat konpensi ditetapkan
menjadi wali dari anak bernama Kevin dan Livia
tersebut.
6. Bahwa alasan hukum dan fakta yang menjadi dasar
gugatan rekonpensi adalah bahwa :

Kedua anak tersebut saat ini mengalami stress


berat dan merasa tidak nyaman hidup bersama
Tergugat rekonpensi yang hidup bersama ibu
kandungnya (mertua Penggugat rekonpensi) dan
ketidaknyamannya dialami kedua anak tersebut
telah diutarakan kepada Penggugat rekonpensi,
sehingga Penggugat rekonpensi mempertimbangkan
untuk mengajukan gugatan balik dalam perkara ini.
Kedua anak tersebut beberapa hari lalu mengalami
sakit diduga typhus karena terlalu terbebani
pikiran dan perasaan akibat timbul perkara cerai
yang diajukan Tergugat rekonpensi dan kedua anak
tersebut meminta untuk pulang kerumah bersama
Tergugat konpensi/Penggugat rekonpensi, akan tetapi
dilarang oleh ibu Tergugat rekonpensi tanpa alas
an yang jelas dan pasti, padahal selama
menjalani sakit justru diungsikan ke rumah kakak
Tergugat rekonpensi dan Tergugat rekonpensi sama
sekali tidak dapat merawat karena kesibukan kerja
yang tidak bisa ditinggalkan akibatnya kedua anak
tersebut kondisi phisik maupun psykisnya semakin
memburuk dan sangat memerlukan perhatian serius
oleh karenanya Penggugat rekonpensi yang melakukan
perawatan sebisanya karena keterbatasan bertemu
dengan kedua anak tersebut akibat tidak tinggal
serumah dengan Penggugat rekonpensi, bahwa keadaan
yang demikian itu sudah tidak boleh ditoleransi
lagi dan justru membuktikan bahwa Tergugat
rekonpensi tidak memiliki kemampuan untuk
dijadikan wali dari Kevin dan Livia dan sebaliknya
justru cukup beralasan hukum apabila Penggugat
rekonpensi ditetapkan sebagai wali dari Kevin dan
Livia,
7. Bahwa terlepas apakah nantinya Tergugat rekonpensi
bersedia untuk membantu biaya kebutuhan kedua anak
tersebut, dengan ini Penggugat rekonpensi
menyatakan sanggup dan mampu untuk memikul
kewajiban untuk memelihara, mengasuh dan mendidik
kedua anak tanpa bantuan siapapun termasuk bantuan
financial dari Tergugat rekonpensi, tetapi yang
paling penting adalah bantuan waktu untuk ikut
serta memberikan dorongan bathin dan psykis bagi
kedua anak tersebut sangat dibutuhkan oleh
Penggugat rekonpensi dan mohon Tergugat
rekonpensi diwajibkan memberikan kasih sayang
sebagaimana mestinya bagi kedua anak tersebut
diatas.
8. Bahwa, faktanya yang menjadi sumber masalah adalah
sikap Tergugat rekonpensi yang konsumtif tanpa
mempertimbangkan penghasilan misalnya menggunakan
kartu kridit yang berlebihan akibatnya tidak
mampu membayar sehingga terpaksa menjaminkan
rumah atas nama Penggugat rekonpensi untuk pinjam
uang di bank dan sampai sekarang masih belum lunas
yang total tagihan bank sebesar Rp.
250.000.000,- ( dua ratus lima puluh juta
rupiah) dan bilamana tidak membayar maka
jaminan tanah/rumah akan dilelang oleh bank dan
akibatnya Penggugat rekonpensi menanggung beban
hutang tersebut, oleh karenanya cukup alasan untuk
mengabulkan gugatan rekonpensi mengenai wali atas
kedua anak tersebut diatas.
Fakta tentang sikap Tergugat rekonpensi yang
demikian itu telah membuktikan dalil gugatan
rekonpensi ini, sehingga permohonan Penggugat
rekonpensi ditetapkan sebagai wali dari Kevin dan
Livia. Dapat dikabulkan seluruhnya.
Berdasarkan fakta dan alasan hukum sebagaimana
diuraikan diatas, mohon agar majelis hakim yang
mengadili perkara ini menjatuhkan putusan yang
amarnya berbunyi sebagai berikut :
Dalam konpensi
1. Menolak gugatan perceraian (YULITA WILLAR)
tersebut untuk seluruhnya dan/atau setidak-
tidaknya menyatakan gugatan perceraian tidak dapat
diterima seluruhnya.
2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara
ini.
Dalam rekonvensi
1. Menerima dan mengabulkan gugatan rekonpensi dari
Penggugat rekonpensi tersebut untuk seluruhnya.
2. Menetapkan Penggugat rekonpensi menjadi wali dari
kedua anak hasil perkawinan antara Penggugat
rekonpensi dengan Tergugat rekonpensi yang masing-
masing bernama:
Kevin, laki-laki, lahir di Jakarta tanggal 27
Januari 1995 sesuai kutipan Akta Kelahiran nomor
240/U/JP/ 1995 tertanggal 2 Maret 1995 dikeluarkan
Kantor Catatan Sipil Jakarta Pusat.
Livia, perempuan, lahir dl Bogor tanggal 10 Mei
2001 sesuai kutipan Akta Kelahiran nomer 266/2001
tertanggal 23 Mei 2001 dikeluarkan Kantor Catatan
Sipil Kota Bogor.
3. Menetapkan Penggugat rekonpensi sebagai wali dari
kedua anak (Kevin dan Livia) tersebut diatas
berwenang melakukan tindakan hukum
mewakilikepenting an dari kedua anak tersebut.
4. Mengukum Tergugat rekonpensi membayar biaya perkara
ini.

]
GUGATAN V
PARA PIHAK :
HARYANTO MARBUN, pekerjaan wiraswasta , beralamat di Kp. Cihideung
ilir Rt.19-Rw. 04 Desa Cihideung Ilir Kec. Ciampea, Kabupaten
Bogor, yang untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ; -

-------------------------------------------- M E L A W A N ------------------------------

PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT ARTAMITRA BUMI


MANUNGGAL.beralamat di Jalan Raya Puncak Km. 79 No. 495 Cisarua,
Kabupaten Bogor, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ; --------

GUGATAN :
1. Bahwa antara Penggugat dan Tergugat ada hubungan pinjam meminjam uang
tunai yakni : ------------------------------------------------------------------------------
1.1. Sebesar Rp. 12.500.000,- (Dua belas juta lima ratus ribu rupiah);---------
1.2. Sebesar Rp. 40.000.000,- ( Empat puluh juta rupiah);-----------------------
1.3. Sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah);-------------------------
1.4. Sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah);------------------------------
Kalau ada bukti penarikan /pencairan kredit yang ditanda tangani oleh
Penggugat ;----
Pinjaman tersebut dengan jaminan mobil beserta sertifiat tanah , dimana
penggugat selaku debitur dan Tergugat selaku kreditor;---------------------------
2. Bahwa pinjam meminjam uang tersebut diatas dibuatkan Surat penawaran
kredit dan Perjanjian Kredit serta Perubahan Perjanjian Kredit secara dibawah
tangan, di buat dan ditanda tangani di Kantor Tergugat , TIDAK PERNAH
DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS,selanjutnya TIDAK PERNAH
TERGUGAT MEMBERIKAN KETERANGAN LUNAS ATAS KREDIT
KREDIT PENGGUGAT,sehingga Penggugat sehingga Penggugat tidak jelas
mana yang sudah lunas dan yang mana belum lunas;-------------------------------
3. Bahwa Penggugat menerima surat dari Tergugat No.44/BPR-DIR/XI/2008
tanggal 10 Nopember 2008 beserta lampirannya daftar rincian austanding
debitur terlampir bukti P-1 yang isinnya hari Selasa tanggal 02 Desember
2008 , tempat di KPKNL Bogor , Jalan Veteran No. 45 Bogor akan diadakan
LELANG atas jaminan kredit Penggugat , selanjutnya penggugat mengirim
surat ke Tergugat untuk memohon keringanan bunga , denda dan waktu
tanggal 22- 11-2008 bukti P-2, namun jawaban Tergugat tidak sesuai
harapan bukti P-3 karenannya diajuakan bantahan ke Pengadilan Negeri
Cibinong oleh Penggugat sebab disemua bukti yang ada pada Penggugat tidak
ada nama Pengadilan, namun pihak Tergugat /kuasannya No. 10/KH-
JPS/II/2009 tanggal 24-02-2009 terlampir bukti P-4 dalam bukti Permulaan
ada tertulis Kedua belah pihak memilih tempat kedudukan yang tetap di
Kantor Pengadilan Negeri Bogor ,sehingga diajukanlah Gugatan ini ke
Pengadilan Negeri Bogor;--------------------------------------------------------------
4. Bahwa setoran-setoran Penggugat kepada Tergugat tidak jelas dan dalam
bentuk mobil yang sudah di serahkan melalui POLSEK CISARUA tidak jelas
kemana masuknya harga/nilai mobil tersebut dipotong hutang Penggugat
,disamping kalau tidak ada bukti Kwitansi Pencairan Kredit dan bukti
penarikan sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) yang ditanda
tangani oleh Penggugat sebagai contoh terlampir bukti P-5 maka Penggugat
tidak pernah mempunyai hutang kepada Tergugat sebesar Rp.100.000.000,-
(seratus juta rupiah)tapi kalau ada tanda tangan penggugat seperti bukti P-5
tetap diakui;------------------------------------------------------
5. Bahwa jaminan kredit sebidang tanah seluas = 215 m2 beserta bangunan
diatasnya SERTIFIKAT No. 409/ Cihideung tertulis atas nama SRI
AYUNIATI , terletak di Desa Cihideung Ilir , Kecamatan Ciampea
Kabubaten Bogor dalam Foto Copy yang diberikan Tergugat kepada
Penggugat di Pengadilan Negeri Cibinong telah TERCANTUM DIBEBANI
HAK TANGGUNGAN PERINGKAT PERTAMA AKTA Tgl.15 -10-2004
No.59/2004 MUSLINA DEWI ,SH , PPAT WILAYAH KABUPATEN
BOGOR , PENGGUGAT BESERTA ISTRI SAMPAI HARI INI BELUM
PERNAH MENANDA TANGANI AKTA TERSEBUT , JUGA BELUM
PERNAH KE KANTOR PPAT /NOTARIS DAN SAMA SEKALI TIDAK
KENAL PPAT/NOTARIS MUSLINA DEWI,SH- vide bukti P-6 ,
karenannya perbuatan Tergugat sangat membingungkan dan merugikan
Penggugat ;-----------------------------
6. Bahwa perbuatan Tergugat sesuai suratnya bukti P-1 mau melelang jaminan
kredit sertifikat No.409/Cihideung adalah perbuatan yang sangat merugikan
Penggugat dan menyimpang dari hukum ,sebab hal itu TANPA penetapan
Pengadilan seperti lelang jaminan kredit/ hutang Bank Swasta lainnya dapat
dilihat DIPAPAN PENGUMUMAN PENGADILAN NEGERI
CIBINONG/BOGOR;----------------------
7. Bahwa gugatan ini disatukan dengan keberatan lelang, kepastian jumlah
hutang ada atau tidaknya, perbuatan melanggar hukum dan lain sebagainya
guna meringankan biaya perkara bagi Penggugat rakyat kecil yang butuh
tegaknya hukum yang berkeadilan;----------------------------------------------------
8. Bahwa menurut kebiasaan Perbankan hutang Penggugat:-------------------------
8.1. Sebesar Rp. 12.500.000,-
8.2. Sebesar Rp. 40.000.000,-
8.3. Sebesar Rp. 15.000.000,-
Sesuai butir 1 diatas SUDAH LUNAS , sebab mustahil diberikan kredit baru
kalau kredit lama belum lunas,vide;---------------------------------------------------
- Surat penawaran kredit No. 02/1867/A/VII/2005 tanggal 13 Juli 2005
,Bukti P-7;-
- Surat perubahan perjanjian kredit No.02/1867/A/VII/2005 tanggal 13 Juli
2005 senilai Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) Bukti P-8, namun
kredit itu harus dibuktikan oleh TERGUGAT adannya kwitansi pencairan
kredit dan penarikan yang ditanda tangani oleh Penggugat seperti Bukti
P-5 , kalau tidak ada maka Penggugat tidak pernah berhutang kepada
Tergugat sebesar Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah) sekalipun ada
Bukti P-7 dan Bukti P-8;---------------------------
Maka berdasarkan uraian di atas sudah jelas duduk perkarannya ,dan
PENGGUGAT MOHON KIRANNYA MAJELIS HAKIM YANG
MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA ini bersedia memutus perkara ini
sebagai berikut;----------------------------------
1. Menerima dan mengabulkan gugatan ini seluruhnya;------------------------------
2. Menyatakan menurut hukum Penggugat tidak mempunyai hutang kepada
Tergugat dan memerintahkan Tergugat untuk mengembalikan semua jaminan
kredit yang tercantum dalam bukti P-7 dan P-8; secara utuh selama waktu 7
(tujuh) hari setelah putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap
kepada Penggugat dan atas setiap hari Tergugat terlambat mematuhi putusan
3. Menyatakan Penggugat hanya membayar kepada Tergugat hutang pokok
kalau ada bukti hutang/kredit secara sah menurut hukum dan menghilangkan
seluruh bunga dan denda – denda , serta pembayaran hutang Penggugat
kepada Tergugat 6(enam) bulan kemudian setelah perkara ini mempunyai
kekuatan hukum tetap;-------------------------
4. Membebankan ongkos perkara kepada Tergugat;------------------------------------
Atau: --------------------------------------------------------------------------------------
Kalau Pengadilan Bogor ini berpendapat lain , mohon putusan yang seadil-
adilnya;---

JAWABAN TERGUGAT :
I. I. DALAM EKSEPSI : ---------------------------------------------------------------
1. EXCEPTIO OBSCUUR LIBELIUM (Eksepsi Gugatan Kabur /
Tidak Jelas) ----------------------------------------------------------------------
Bahwa Tergugat mengajukan Eksepsi ini karena tidak sinkronnya
antara posita dengan petitum, dapat dilihat dari posita yang
menyatakan satu sisi mengakui hutang, tetapi disisi lain menyatakan
$tidak mempunyai hutang, sehingga Majelis Hakim sangat sulit
menentukan menurut hukum di dalam membuat pertimbangan
hukum atas gugatan (posita) yang saling bertentangan satu dengan yang
lain, serta menurut hukum posita yang bertentangan dengan petitum,
haruslah dinyatakan tidak dapat diterima. -----------------------------------
Berdasarkan Eksepsi tresebut di atas sudah sepatutnya bahwa
gugatan Penggugat tidak dapat diterima.---------------------------------
II. DALAM POKOK PERKARA : --------------------------------------------------
1. Bahwa apa yang dikemukakan oleh Tergugat dalam Eksepsi
diambil alih dalam Pokok Perkara ; --------------------------------------------
2. Bahwa Tergugatmenolak seluruh dalil yang dikemukakan dalam Surat
Gugatan Penggugat, kecuali apa yang diakui Tergugat secara tegas ; -----
3. Bahwa antara Penggugat dan Tergugattelah membuat peranjian kredit
dengan beberapa kali perubahan, yaitu : ---------------------------------------
 Perjanjian Kredit No. 2458/KB/AM/III/2004, tanggal 29 Maret 2004
 Perubahan Perjanjian Kredit No. 02.1624.A.IX.2004, tanggal 03
September 2004 ; ----------------------------------------------------------------
 Perubahan Perjanjian Kredit No. 02.1687.A.XI.2004, tanggal 30
November 2004 ; ----------------------------------------------------------------
 dan Perubahan Perjanjian Kredit No. 02.1867.A.VII.2005, tanggal 13
Juli 2005. dengan Plafond Kredit sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus
juta, rupiah);
- Bahwa sebagai Jaminan atas fasilitas kredit tersebut adalah : ---------------
1. Sebidang tanah seluas 215 m2 dan berikut bangunan di atasnya dengan
SHM (Sertipikat Hak Milik) No. 409 yang terletak di Desa Cihideung
Hilir, Kee. Ciampea, Kab.Bogor, dan telah diikat dengan
SHT (Sertipikat Hak Tanggungan) No. 2753 / 2005 Tanggal 04
Agustus 2005 oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten
Bogor atas nama Ny. Sri Ayuniati ;
2. Mobil Suzuki ST 100 Minibus Tahun 1996 yang sesuai dengan BPKB
No. 5728882 – H dan No. Pol. F. 1380.GA atas nama Suhadi ; --------
3. Mobil Suzuki ST 100 Minibus Tahun 1996 yang sesuai dengan
BPKB, No. 6162890-H dan No.Pol F 1156 GD atas nama Djamhur
Awaludin ; -----------
- Bahwa masa fasilitas kredit adalah 36 (tiga puluh enam) bulan mulai
tanggal 13 Juli 2005 sampai dengan tanggal 13 Juli 2008 ; -----------------
- Bahwa Penggugatberdasarkan data rincian hutang pokok, bunga dan
denda, tunggakan angsuran sampai dengan 24 Juli 2008 pada, pokoknya
a.Hutang Pokok Rp. 73. 359. 300,-
b. Bunga Rp. 32. 533. 750,-
c. Denda Rp. 207. 296. 600,-
Jumlah Rp. 313. 189. 650,-
- Bahwa berdasarkan data -dat a milik Debitor (Penggugat )
telah dapat dikualifikasikan menurut hukum bahwa
Penggugat(Debitor) telah wanprestasi, sehingga tentang jumlah yang
didalilkan pada Point -7 (dalam gugatan) tidak benar, oleh karena itu
harus ditolak ; ------------------------------
- Bahwa menurut hukum, Penggugat telah melakukan wanprestasi dan
Tergugat telah memasang sertifikat Hak Tanggungan No. 2753/05 oleh
badan Pertahanan Nasional Kabupaten Bogor tanggal 4 agustus 2005,
dan apabila pinjaman kredit oleh Penggugat tidak dilakukakn
pelunasan, maka menurut hokum Tergugat berhak untuk melakukan
upaya hukum berupa “pelelangan” atas obyek jaminan terhadap
Sertifikat No. 409 atas nama Ny. Sri Ayuniati sebagai pelunasan
atas pinjaman kredit ; -----------------------------------------------------
Oleh karena itu gugatan Penggugat sudah sepatutnya ditolak ; ----------------
Berdasarkan hal tersebut di atas, Kami mohon agar Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Bogor untuk memutus perkara ini sebagai berikut : ------
I. DALAM EKSEPSI -------------------------------------------------------------
1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ; -----------------
II. DALAM POKOK PERKARA -----------------------------------------------
1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; ------------------------
2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang
timbul dalam perkara ini ; -----------------------------------------------
GUGATAN VI
PARA PIHAK :
 MUH. ARSYAD L, Pekerjaan Swasta, bertempat tinggal di RT.11 No.
58 Desa Lok Tuan Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang,
untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;
--------------------------------- M E L A W A N ----------------------------------
------
 PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR, alamat Desa Lok Tuan
Kecamatan Bontang Kota Bontang, untuk selanjutnya disebut
sebagai TERGUGAT I;
 PT. RUKINDO, beralamat Jalan Raya Ancol Baru Jakarta Utara (Telp.
021-4301380), untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II ;

GUGATAN :
17. Bahwa Penggugat adalah pengusaha budidaya rumput laut / agar-agar di
Desa Lok Tuan Kec. Bontang Utara Kota Bontang mulai tanggal 4
Nopember 1999 ;
18. Bahwa dalam budi daya rumput laut atau petani rumput laut sangat
memerlukan dana atau modal cukup besar untuk biaya alat-alat
perlengkapan dan model perawatan bahkan terlebih dahulu harus
melakukan studi banding ke luar daerah termasuk ke Bosowa Makasar,
Surabaya serta mencari peluang pemasaran ;
19. Bahwa Penggugat mulai menanam rumput laut 1 Desember 1999, namun
gagal panen karena Tergugat I dan Tergugat II akhir Desember 1999
membuang limbah industri atau pengerukan limbah PT. PUPUK Kal-Tim 4
dibuang kurang lebih 500 meter dari lokasi Penggugat atau Para Petani
Rumput Laut lainnnya ;
20. Bahwa akibat pembuangan limbah yang berlumpur tersebut jika air laut
surut, lumpurnya ikut terbawa air dan apabila air pasang ( naik ) lumpurnya
menyebar dan melengket pada rumput laut penuh tebal sulit dibersihkan
karena berminyak ;
21. Bahwa akibat Lumpur yang melekat pada rumput laut tersebut
mengakibatkan rumput laut menjadi hitam, kuning dan putih kemudian
pelan-pelan hancur mati ;
22. Bahwa pembuangan limbah yang berlumpur tersebut, Penggugat dan para
petani lainnya sudah menegur bahkan berunjuk rasa dan mengadukan ke
DPRD dan Walikota Bontang serta instansi lainnya namun sampai sekarang
belum ada kesepakatan karena itu adalah tanggung jawab Tergugat I dan
Tergugat II karena usaha Penggugat adalah satu-satunya yang diharapkan
untuk kehidupan keluarga sehari-hari sehingga patut apabila Penggugat
menuntut ganti rugi rumput laut yang telah mati yang nilainya dalam satu
kali panen tidak kurang Rp. 85.000.000,- dalam satu tahun 3 kali panen,
Penggugat hanya menuntut ganti rugi dalam satu tahun 3 kali panen ;
23. Bahwa kerugian yang diderita Penggugat atas perbuatan Tergugat I dan
Tergugat II cukup besar yaitu kerugian modal usaha dan kerugian karena
gagal panen sebagai berikut :
a. Kerugian Modal Usaha :
- Biaya membuat Pondok dan Jemuran = Rp. 18.000.000,00
- Beli bambu sampai jadi rakit 200 batang, satu batang Rp. 25.000,00 =
200 x Rp. 25.000,00 = Rp. 5.000.000,00
- Beli tiang sampai dilokasi sebanyak 214 tiang @ Rp. 25.000,00 = 214
x Rp. 25.000,00 = Rp. 5.350.000,00.
- Beli tali nilon 142 rol, satu rol 6 Kg = 142 x 6 Kg = 752 Kg @ Rp.
20.000,00 = 752 x Rp. 20.000,00 = Rp. 15.040.000,00.
- Beli rumput Jepang ( tali rapia ) 92 rol @ Rp. 12.500,00 = 92 x Rp.
12.500,00 = Rp. 1.150.000,00.
- Beli bibit rumput laut satu depa Rp. 10.000,00, satu rol tali nilon
dipakai 30 depa untuk menanam rumput laut = 30 x Rp. 10.000,00 =
Rp. 300.000,00 jadi beli 142 rol x Rp. 300.000,00 = Rp.
42.600.000,00
- Upah/ biaya pasang satu rol tali nilon Rp. 60.000,00 = 142 x Rp.
60.000,00 = Rp. 8.520.000,00
- Kontrak Perahu/ kapal per bulan Rp. 800.000,00 selama 4 bulan = 4 x
Rp. 800.000,00 = Rp. 3.200.000,00.
- Upah/ biaya makan pekerja satu orang per bulan Rp. 450.000,00
sebanyak 16 orang = 16 x Rp. 450.000,00 = Rp. 7.200.000,00 selama
4 bulan = 4 x Rp. 7.200.000,00 = Rp. 28.800.000,00.
- Biaya kerusakan rumput laut selama belum diketahui penyebab
kerusakannya karena selalu diganti bibit yang baru tidak kurang = Rp.
10.000.000,00.
- Kerugian Penggugat dalam mengurus sejak tahun 2000 s/d 2003 yaitu
mulai tanggal 7 Pebruari 2000 diadakan rapat/pertemuan antara
Penggugat dengan Pemerintah Kota Bontang dan DPRD serta
menurunkan TIM ke lokasi dan seterusnya bolak balik tidak ada
penyelesaian sampai Penggugat kehabisan modal dan mengalami
kerugian tidak kurang dari Rp. 40.000.000,00.
 Kerugian Modal Usaha Penggugat sebesar Rp. 177.660.000,00.
b. Kerugian karena tidak dapat Panen.
Hasil panen satu rol tali nilon 100 Kg = 142 x 100 Kg = 14.200 Kg.
Harga rumput laut/ agar-agar kering 1 Kg = Rp. 10.000,00 = 14.200 x
Rp. 10.000,00 = Rp. 142.000.000,00 dalam satu kali panen, jadi dalam
satu tahun 3 kali panen = 3 x Rp. 142.000.000,00 = Rp. 426.000.000,00.
24. Bahwa dengan adanya kegiatan Tergugat II yang membuang limbah/
pengerukan yang berlumpur tersebut dimana Tergugat II sebagai kontraktor
dari Tergugat I mengakibatkan rumput laut Penggugat mati dan Penggugat
tidak dapat lagi berusaha karena kehabisan modal usaha, jelas perbuatan
Tergugat I dan Tergugat II merupakan perbuatan melawan hukum dengan
segala akibat hukum dari padanya ;
25. Bahwa guna menjamin nilai gugatan Penggugat, mohon agar terhadap harta
kekayaan Tergugat I dan Tergugat II baik bergerak maupun tidak bergerak
diletakkan sita jaminan ;
26. Bahwa berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki Penggugat cukup beralasan
dalam perkara ini dijalankan terlebih dahulu ( uit voerbaar bij vooraad ) ;
Berdasarkan hal-hal yang terurai diatas, maka mohon diputuskan
sebagai berikut :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;
2. Menyatakan bahwa Tergugat I dan Tergugat II telah membuang limbah
industri atau pengerukkan PT. PUPUK KAL – TIM 4 yang berlumpur dekat
lokasi budi daya rumput laut Penggugat ;
3. Menyatakan bahwa akibat pembuangan limabah tersebut yang melekat pada
rumput laut Penggugat mengakibatkan rumput laut mati adalah tanggung-
jawab Tergugat I dan Tergugat II ;
4. Menyatakan bahwa Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan Perbuatan
Melawan Hukum dengan segala akibat hukum daripadanya ;
5. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar kerugian modal
usaha Penggugat sebagai berikut :
6. Biaya membuat Pondok dan jemuran = --------------------- Rp.
18.000.000,00
7. Beli bambu 200 batang @ Rp. 25.000,00 = 200 x Rp. 25.000,00 = -------
Rp. 5.000.000,00
8. Beli tiang 214 tiang @ Rp. 25.000,00 = 214 x Rp. 25.000,00 = -----------
Rp. 5.350.000,00
9. Beli tali nilon 142 rol satu rol 6 Kg = 142 x 6 Kg = 752 Kg = 752 x
Rp. 20.000,00 = ------------------------------------------------ Rp.
15.040.000,00
10. Beli rumput laut 142 rol x Rp. 300.000,00 = ---------------- Rp.
42.000.000,00
11. Beli rumput Jepang 92 rol x Rp. 12.500,00 = --------------- Rp.
1.150.000,00
12. Upah/ biaya pasang satu rol tali nilon Rp. 60.000,00 = 142 x Rp.
60.000,00 = ----------------------------------------------------------------------
Rp. 8.520.000,00
13. Kontrak perahu/kapal Rp. 800.000,00/ per bulan selama 4 bulan = 4 x
Rp. 800.000,00 = ----------------------------------------------------- Rp.
3.200.000,00
14. Upah/ biaya makan pekerja 16 orang = Rp. 7.200.000,00, selama 4
bulan = 4 x Rp. 7.200.000,00 = ------------------------------------------- Rp.
28.800.000,00
15. Biaya kerusakan rumput laut selama belum diketahui penyebab
kematiannya = --------------------------------------------------------------------
Rp. 10.000.000,00
16. Kerugian selama dalam pengurusan sejak ada kasus ini bolak balik ------
Rp. 40.000.000,00
Total Kerugian Penggugat ; --------------------------------------- Rp.
177.660.000,00
6. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar kerugian yang diderita
Penggugat karena tidak panen rumput laut sebesar Rp. 426.000.000,00 ------
7. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar Dwangsom
sebesar Rp. 100.000,00 setiap harinya apabila lalai memenuhi isi tuntutan
Penggugat terhitung sejak perkara berkekuatan hukum tetap ; -----------------
8. Menyatakan sita jaminan dalam perkara ini adalah sah dan berharga ; -------
9. Menyatakan menurut hukum keputusan dalam perkara ini dapat dijalankan
terlebih dahulu meskipun ada Verzet, Banding, Kasasi ; ------------------------
10. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar biaya perkara yang
timbul dalam perkara ini ; -----------------------------------------------------------
Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-
adilnya ; ------------

JAWABAN TERGUGAT I
I. DALAM EKSEPSI :
1. Gugatan yang Penggugat ajukan terhadap Tergugat I dan Tergugat II dalam
perkara ini sebelumnya telah diajukan dan masih dalam pemeriksaan
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong dalam perkara Perdata
Nomor 39/Pdt.G/2003/PN.Tgr, tertanggal 2 Oktober 2003, sehingga oleh
karenanya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bontang tidak berwenang
untuk memeriksa dan mengadili Gugatan Penggugat dalam perkara ini, dan
mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bontang Menolak atau
setidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;
2. Gugatan yang Penggugat ajukan kurang lengkap Para Pihaknya dalam hal
mana seharusnya Penggugat mengikut sertakan pihak-pihak masing-masing
diantaranya :
- Instansi yang mengeluarkan perizinan dan pengesahan Dokumen UKL
dan UPL Nomor : 1401/UKPL/SDW-3XII/1999, tertanggal 17 Desember
1999, beserta segala perizinan lainnya yang dikeluarkan Instansi terkait.
- Nakhoda kapal yang mengoperasikan kapal pengerukan pada saat itu
masing-masing baik sebagai Tergugat ataupun Turut Tergugat dalam
perkara ini, hal ini mutlak mengingat pekerjaan tersebut bukan hanya
melibatkan Tergugat I dan Tergugat II semata akan tetapi ada pihak lain
yang harus juga terlibat dan dilibatkan dalam pemeriksaan perkara ini
agar pokok persoalan dapat terungkap dengan jelas ;
Berdasarkan hal tersebut oleh karena kurangnya Para Pihak dalam perkara
ini maka gugatan Penggugat menjadi tidak sempurna, dan sebagai
konsekwensinya mohon Majelis Hakim menyatakan gugatan Penggugat
tidak dapat diterima ;
3. Gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas, dalam hal mana Penggugat dalam
gugatannya tidak menyebutkan secara jelas waktu terjadinya “ Pembuangan
“ hasil kerukan tersebut secara tepat dan pasti, luas areal, dan batas-batas
serta tempat/lokasi penanaman rumput laut yang ditanam Penggugat,
kemudian baik dalam posita maupun petitumnya Penggugat tidak
menjelaskan apakah kerugian yang dituntutnya tersebut dibayar oleh
Tergugat I sepenuhnya ataukah dibayar secara tanggung-renteng bersama
Tergugat II ?
Bahwa selain ketidakjelasan dan kekaburan sebagaimana tersebut diatas
ternyata ketidakjelasan dan kekaburan lainnya adalah mengenai tuntutan
ganti rugi gagal panen yang Penggugat ajukan dalam hal mana pada Posita
poin 6 Penggugat mendalilkan Ia telah dirugikan sebesar Rp. 85.000.000,00
(Delapan Puluh Lima Juta Rupiah) untuk 1 kali panen, dan dalam 1 tahun 3
kali panen jadi total seluruhnya adalah sebesar Rp. 225.000.000,00 ( Dua
Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah ), sedangkan pada Posita poin 7 huruf
(b) Penggugat mendalilkan telah kerugian gagal panen sebesar Rp.
426.000.000,00 ( Empat Ratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah ) untuk 3 kali
panen dalam 1 tahun, berdasarkan hal demikian gugatan Penggugat semakin
tidak jelas, yang mana sebenarnya nilai yang dituntut Penggugat apakah
pada nilai kerugian gagal panen pada Posita poin 6 ataukah kerugian gagal
panen pada Posita poin 7 huruf (b), dengan demikian maka sangat beralasan
Eksepsi Tergugat I menyatakan gugatan Penggugat tidak jelas dan kabur
sehingga harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
4. Gugatan Penggugat belum saatnya untuk diajukan, oleh karena belum
adanya hasil penelitian yang menyatakan gagalnya panen rumput laut
Penggugat tersebut adalah akibat dari “ Pembuangan “ hasil kerukkan,
terlebih lagi dalam gugatannya Penggugat menyatakan bahwa gagalnya
panen rumput laut yang menjadi hitam, kuning dan putih tersebut
diakibatkan oleh “ Pembuangan “ hasil kerukkan, berdasarkan hal tersebut
Mohon Majelis Hakim untuk kiranya menyatakan Gugatan Penggugat tidak
dapat diterima ;
II. DALAM POKOK PERKARA.
1. Bahwa Tergugat I mohon apa yang termuat dalam Eksepsi diatas termuat
pula dan menjadi satu kesatuan dalam Jawaban Pokok Perkara dibawah ini,
dan bersama ini Tergugat I dengan tegas menolak dalil-dalil gugatan
Penggugat serta akan menanggapinya satu persatu di bawah ini ;
2. Bahwa Tergugat I menolak kebenaran dalil Penggugat pada Posita poin 1,2,
dan 3, yang mana dalil tersebut adalah dalil yang tidak beralasan, mengada-
ada dan berlebihan ;
3. Bahwa perlu Tergugat I perjelas awal mula duduk perkara yang saat ini
dijadikan Penggugat sebagai alasan menuntut ganti rugi terhadap Tergugat I
adalah bermula dari ditolaknya permohonan Penggugat untuk menjadi mitra
binaan Tergugat I untuk mendapatkan pinjaman modal sebagaimana
Permohonannya tertanggal 23 Nopember 1999, dan setelah Permohonannya
tersebut diterima ternyata Penggugat menolak untuk menerima pinjaman
modal yang diberikan Tergugat I melalui Kepala Biro Pembinaan Usaha
Kecil dan Koperasi ( PUKK ) PT. Pupuk Kaltim, Tbk dengan dalih
pinjaman tersebut nilainya terlalu kecil ;
4. Bahwa kemudian pada tanggal 17 September 2000 Penggugat kembali
mengajukan Permohonan pinjaman modal, dan oleh karena nilai pinjaman
yang diajukan Penggugat tersebut terlampau besar maka Tergugat I
menolaknya kembali, berdasarkan hal tersebut perlu dipertanyakan
darimana Penggugat memperoleh modal secepat dan sebesar sebagaimana
tuntutannya dalam perkara ini ? Sedangkan pada tanggal masing-masing
tersebut diatas Penggugat masih berusaha mencari dana untuk modal ;
5. Bahwa selanjutnya mengenai tempat “ Pembuangan “ yang jaraknya
menurut Penggugat sekitar 500 meter dari lokasi tanaman rumput laut yang
ditanamnya, dengan tegas dalil tersebut Tergugat I tolak, karena Tergugat I
tidak melihat adanya lokasi yang Penggugat maksudkan, dan Tergugat I
menganggap tempat “ Pembuangan “ tersebut sudah tepat dan benar
berdasarkan ketentuan Pemerintah pada tempat yang telah disetujui, dan
untuk selanjutnya Tergugat I mulai melaksanakan pekerjaan bersama
Tergugat II sebagaimana Surat Perjanjian antara Tergugat I dengan
Tergugat II mengenai Pekerjaan Penyiapan Lahan Pabrik Kaltim-4 PT.
Pupuk Kalimantan Timur – Bontang Nomor : 1125/SP-BTG/1999 tanggal 5
Juli 1999 ;
6. Bahwa terhadap dalil Penggugat pada poin 4 dan 5 adalah dalil yang tidak
berdasar dan apriori. Atas dasar apa Penggugat menyatakan gagalnya panen
rumput laut miliknya tersebut diakibatkan adanya “ Pembuangan “ hasil
kerukkan ? Atas dasar apa Penggugat menyatakan akibat “ Pembuangan “
hasil kerukkan tersebut berakibat rumput laut yang ditanamnya menjadi
hitam, kuning dan putih kemudian pelan-pelan menjadi hancur dan mati,
semua pernyataan tersebut harusnya didasari dengan hasil Penelitian akurat
dan valid dari ahlinya, bukannya tidak mungkin gagalnya panen rumput laut
yang ditanam Penggugat tersebut adalah dikarenakan kesalahan Penggugat
sendiri, mengingat Penggugat baru melakukan usahanya sehingga
pengalamannya dalam melakukan penanaman rumput laut perlu
dipertanyakan, dan berdasarkan studi lapangan yang dilakukan Tergugat I
dengan cara mendatangi para petani rumput laut dengan mengambil sample
dan melakukan pengujian di Laboratorium Dinas Pertanian Kota Bontang
ternyata matinya rumput laut yang menjadi hitam, kuning, dan putih pada
tahun 2000 tersebut diakibatkan adanya penyakit (virus) yang menyerang
rumput laut pada saat itu dengan sebaran yang sangat luas yaitu diseluruh
perairan laut Bontang, Pulau Miyang, Sangkulirang dan bahkan juga terjadi
di Mamuju, Sulawesi Selatan ;
7. Bahwa menanggapi dalil Penggugat pada posita poin 6 kiranya sangat tepat
dan beralasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bontang dan
Walikota Bontang tidak dapat menanggapi pengaduan Penggugat oleh
karena pengaduan yang disampaikan Penggugat tersebut sangat tidak masuk
akal dan mengada-ada, lagi pula adalah tidak benar jika Para Petani rumput
laut lainnya telah melakukan unjuk rasa dan juga mengadukan Tergugat I
kepada DPRD dan Walikota Bontang, hal mana terbukti bahwa yang
menuntut dan merasa kerugian gagal panen adalah dalih akibat “
Pembuangan “ hasil kerukkan dalam perkara ini hanya Penggugat saja ;
8. Bahwa selanjutnya tanggapan Tergugat I terhadap dalil posita Penggugat
pada poin 7 huruf (a) dan huruf (b) yang sangat fantastis, Tergugat I
menolak dengan tegas kebenaran dalil tersebut khususnya pada poin 7 huruf
(a). Kerugian Modal Usaha dari item 1 s/d 10 adalah suatu tuntutan yang
sangat berlebihan dan tidak masuk akal untuk dibebankan kepada masing-
masing Tergugat I dan Tergugat II, apakah karena “ Pembuangan “ hasil
kerukkan tersebut modal yang disebutkan Penggugat khususnya huruf (a)
tersebut juga mengalami kerusakkan, kemudian kerugian Penggugat pada
item 11 mengenai kerugian dalam melakukan pengurusan rapat dengan
DPRD serta menurunkan Tim ke lokasi sebesar Rp. 40.000.000,00 ( Empat
Puluh Juta Rupiah ) kiranya sangat berlebihan dan tidak masuk akal.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tuntutan Penggugat pada
posita poin 7 huruf (a) item 1 – 10 adalah berorientasi dan termotivasi dari
ditolaknya Permohonan bantuan yang diajukan pada tanggal 17 September
2002 yang nilainya sebesar Rp. 98.240.000,00 ( Sembilan Puluh Delapan
Juta Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah ) dengan uraian sebagaimana
huruf (a) item 1 s/d 10 ;
Kemudian terhadap tuntutan Penggugat pada poin 7 huruf (b) mengenai
kerugian gagal panen, dalam hal ini Tergugat I menganggap Penggugat
sudah sangat terobsesi akan keberhasilannya meraih keuntungan
sebagaimana dalil dalam gugatannya, padahal tidak mutlak bagi seorang
pengusaha pasti akan mendapatkan keuntungan persis dengan perhitungan
modal yang dikeluarkannya, dengan demikian mohon Majelis Hakim
menolak atau mengenyampingkan dalil dan tuntutan Penggugat tersebut ;
9. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas maka sangat tidak beralasan dalil
posita Penggugat pada poin 8 yang menyatakan Tergugat I telah melakukan
perbuatan melawan hukum terlebih dalam hal ini Penggugat memohon agar
harta kekayaan Tergugat I diletakkan Sita Jaminan dan Permohonan
pelaksanaan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu
adalah merupakan permohonan yang tidak didasari dengan alasaan hukum
yang kuat, dan mohon kiranya Majelis Hakim untuk menolaknya ;
10. Bahwa menanggapi Petitum Penggugat pada poin 7 agar Tergugat I
dihukum untuk membayar uang paksa ( dwangsom ) adalah tuntutan yang
tidak berdasar hukum karena tuntutan / gugatan mengenai pembayaran ganti
rugi tidak mengenal adanya hukuman uang paksa ( dwangsom ) ;
III. DALAM REKONVENSI
Untuk dan atas nama PT. Pupuk Kaltim, Tbk., semula sebagai Tergugat
I Dalam Pokok Perkara kemudian sebagai Penggugat Rekonvensi Dalam
Rekonvensi ini hendak mengajukan Gugatan Rekonvensi terhadap Muh.
Arsyad. L. semula sebagai Penggugat dalam Pokok Perkara selanjutnya dalam
Rekonvensi ini disebut sebagai Tergugat Rekonvensi berdasarkan hal-hal
sebagai berikut :
1. Bahwa Penggugat Rekonvensi In Casu PT. Pupuk Kaltim, Tbk adalah suatu
perusahaan penghasil pupuk yang didirikan dan beroperasi sejak tahun 1977
di Kota Bontang ;
2. Bahwa dalam melakukan kegiatannya Penggugat Rekonvensi selalu
mengedepankan mutu lingkungan hidup dengan melaksanakan, menjaga
dan memperbaiki system memanajemen lingkungan, memonitor,
mendokumentasikan dan melaporkan kondisi lingkungan secara
berkesinambungan serta mematuhi peraturan-peraturan lingkungan yang
berlaku baik local maupun nasional dan berupaya memenuhi standar
Lingkungan Internasional ;
3. Bahwa dalam melindungi lingkungan sekitar baik daratan maupun perairan
Bontang Penggugat Rekonvensi bekerja sama dengan organisasi lain seperti
Universitas atau lembaga penelitian guna melindungi lingkungan sekitar ;
4. Bahwa Penggugat Rekonvensi sangat terkejut dan tidak dapat menerima
pernyataan Tergugat Rekonvensi dalam gugatannya yang menyatakan
rumput laut yang ditanamnya mengalami gagal panen dikarenakan adanya
“ Pembuangan “ hasil kerukkan PT. (PERSERO) Pengerukan Indonesia
( Tergugat II dalam Pokok Perkara ) ;
5. Bahwa perlu Penggugat Rekonvensi perjelas kembali bahwa tempat
“ Pembuangan “ hasil kerukkan yang dilakukan PT. (Persero) Pengerukan
Indonesia tersebut telah mendapat izin dan memenuhi kelayakkannya
AMDAL, maka atas dasar tersebut PT. (Persero) Pengerukan Indonesia (
Tergugat II Dalam Pokok Perkara ) membuang hasil kerukkan tersebut
ditempat yang telah selayaknya ditentukan oleh Instansi/Institusi yang
berwenang melalui perantara Penggugat Rekonvensi ;
6. Bahwa Penggugat Rekonvensi tidak dapat menerima dan merasa sangat
dirugikan atas perbuatan Tergugat Rekonvensi yang secara sepihak tanpa
didasari alasan hukum yang jelas menuduh kegagalan panen dari rumput
laut yang ditanamnya akibat dari pencemaran “ Pembuangan “ hasil
kerukkan kepada DPRD Kota Bontang maupun Walikota Bontang sehingga
terbentuk opini bahwa Penggugat Rekonvensi telah melakukan Pencemaran
Lingkungan ;
7. Bahwa selama melakukan kegiatan perusahaan Penggugat Rekonvensi
sangat peduli dan telah banyak memberikan kontribusi pengembangan
pembangunan Kota Bontang, salah satunya adalah dengan melakukan
Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi ( PUKK ) PT. Pupuk Kaltim, Tbk,
bagi para petani rumput laut dan
nelayan, atas dasar tersebut sangat tidak mungkin Penggugat Rekonvensi
mengabaikan dan melakukan perusakan lingkungan dengan cara tidak
memperhatikan dampak lingkungan ;
8. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas dengan dilatarbelakangi adanya
laporan Tergugat Rekonvensi kepada DPRD Kota Bontang dan Walikota
Bontang secara sepihak tanpa didasari dengan alasan hukum yang benar
dapatlah dikwalifisir perbuatan Tergugat Rekonvensi tersebut sebagai
Perbuatan Melawan Hukum ;
9. Bahwa oleh karena secara hukum sudah jelas perbuatan Tergugat
Rekonvensi tersebut telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang
merugikan Penggugat Rekonvensi secara immateriil maka sudah patut
baginya untuk di hukum membayar kerugian immateriil tersebut yang
sebenarnya tidak dapat dinilai dengan materi, namun dengan melihat dan
mempertimbangkan harkat dan kedudukan Tergugat Rekonvensi sebagai
seorang Pengusaha Rumput Laut yang selalu meraih keuntungan besar,
maka cukup beralasan agar kiranya Majelis Hakim menghukum Tergugat
Rekonvensi untuk membayar sebesar Rp. 1.000.000.000,00 ( Satu Miliyar
Rupiah ) kepada Penggugat Rekonvensi serta menghukum Tergugat
Rekonvensi untuk menyatakan Permohonan Maaf melalui media masa
tercetak pada Koran Harian Kaltim Post dan Swara Kaltim selama 3 hari
berturut-turut, dengan kalimat yang berbunyi “ Saya atas nama Muh.
Arsyad. L menyatakan permohonan maaf Saya kepada PT. Pupuk Kaltim,
Tbk atas laporan dan pengaduan Saya secara sepihak kepada DPRD Kota
Bontang dan Walikota Bontang dengan menuduh bahwa kegagalan panen
rumput laut adalah dikarenakan “ Pembuangan “ limbah PT. Pupuk Kaltim,
Tbk “ ;
10. Bahwa untuk menjaga agar jangan sampai Tergugat Rekonvensi berusaha
menunda-nunda hukuman yang dijatuhkan pada poin 9 diatas maka mohon
kiranya Majelis Hakim menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar
denda keterlambatannya dalam memenuhi keputusan tersebut diatas sesuai
rata-rata suku bunga Bank setiap bulannya atau minimal 2 % dari gugatan
yang dikabulkan ;
11. Bahwa Penggugat Rekonvensi menaruh kekhawatiran tinggi terhadap
Tergugat Rekonvensi akan kembali mempunyai itikad yang kurang baik
untuk memenuhi putusan ini, maka bersama ini Penggugat Rekonvensi
mohon agar gugatan Rekonvensi ini tidak lusoir berkenan kiranya Majelis
Hakim meletakkan Sita Jaminan terhadap harta benda Tergugat Rekonvensi
yang nilainya setara dengan gugatan yang Penggugat Rekonvensi ajukan,
serta bersama ini pula Penggugat Rekonvensi mohon agar kiranya putusan
dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu sekalipun dilakukan
upaya hukum Banding, Kasasi, dan Verzet ;
Berdasarkan hal-hal yang telah disampaikan diatas maka berkenan kiranya
Majelis Hakim memeriksa dan mengadilinya dengan memberikan putusan
hukum sebagai berikut :
I. DALAM EKSEPSI ;
- Menerima dan mengabulkan Eksepsi Tergugat I untuk seluruhnya ;
II. DALAM POKOK PERKARA ;
- Menolak atau Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;
- Menghukum Penggugat untuk membayar ongkos perkara yang timbul
dalam perkara ini ;
III. DALAM REKONVENSI.
- Menerima dan mengabulkan gugatan Rekonvensi Penggugat Rekonvensi
untuk seluruhnya ;
- Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan Perbuatan Melawan
Hukum dengan menuduh dan melaporkan Penggugat Rekonvensi secara
sepihak kepada DPRD Kota Bontang dan Walikota Bontang ;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar sebesar
1.000.000.000,00 ( Satu Milyar Rupiah ) kepada Penggugat Rekonvensi
serta menyatakan Permohonan Maaf melalui Media Masa tercetak pada
Koran Harian Kaltim Post dan Suara Kaltim selama 3 hari berturut-turut,
dengan kalimat yang berbunyi “ Saya atas nama Muh. Arsyad. L
menyatakan permohonan maaf pada PT. Pupuk Kaltim, Tbk atas laporan
dan pengaduan Saya secara sepihak kepada DPRD Kota Bontang dan
Walikota Bontang dengan menuduh bahwa kegagalan panen rumput laut
adalah dikarenakan “ Pembuangan “ limbah PT. Pupuk Kaltim, Tbk “ ;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar denda atas
keterlambatannya dalam memenuhi putusan dalam perkara ini sebesar 2%
dari nilai gugatan yang dikabulkan, atau sesuai rata-rata suku bunga Bank
setiap bulannya ;
- Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang diletakkan Juru Sita
Pengadilan Negeri Bontang terhadap harta kekayaan Tergugat
Rekonvensi ;
- Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu
sekalipun ada upaya hukum Banding, Kasasi maupun Verzet ;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar ongkos perkara yang
timbul dalam perkara ini ;
Atau “ Mohon Putusan Hukum yang seadil-adilnya
JAWABAN TERGUGAT II
 DALAM EKSEPSI :
1. Gugatan yang Penggugat ajukan dalam perkara ini telah diajukan dan masih
dalam Pemeriksaan Pengadilan Negeri Tenggarong ;
Bahwa Obyek, Subyek maupun persoalan yang sama dalam perkara ini
telah diajukan Penggugat di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tenggarong
dan sampai saat ini masih dalam pemeriksaan Pengadilan Negeri
Tenggarong, hal ini Tergugat II ketahui berdasarkan informasi dari
Tergugat I yang mengabarkan bahwa PT. ( PERSERO ) Pengerukan
Indonesia digugat oleh Penggugat di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Tenggarong sebagai Tergugat II dalam perkara Perdata Nomor
39/Pdt.G/2003/PN.Tgr, dan ternyata ketika Tergugat II bersiap menghadapi
gugatan Penggugat di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tenggarong
dimaksud ternyata Penggugat mengajukan gugatannya kembali di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bontang , berdasarkan hal tersebut maka
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bontang yang memeriksa dan mengadili
perkara ini harus “ Menolak atau Menyatakan Gugatan Penggugat
Tidak dapat diterima “ oleh karena Obyek dan Subyek serta persoalan yang
sama telah diajukan dan masih dalam pemeriksaan Pengadilan Negeri lain
In Casu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong ;
2. Gugatan Yang Penggugat Ajukan Kurang Lengkap Para Pihaknya (
Exceptio Plurium Litis Consortium ).
Bahwa dalam Surat Gugatannya Penggugat hanya mendudukkan PT. Pupuk
Kaltim, Tbk sebagai Tergugat dan PT. (PERSERO) Pengerukan Indonesia
sebagai Tergugat II, padahal jika membaca persoalan sebagaimana yang
dikemukakan Penggugat dalam Surat Gugatan maupun kenyataan
dilapangan maka ada pihak lain yang juga harus ditarik sebagai Tergugat
ataupun Turut Tergugat dalam perkara ini oleh karena focus yang dijadikan
dasar gugatan Penggugat dalam hal ini adalah mengenai Pembuangan Hasil
Pengerukan yang dilakukan Tergugat II sebagaimana Surat Perjanjian
antara Tergugat I dengan Tergugat II mengenai Pekerjaan Penyiapan Lahan
Pabrik Kaltim 4 PT. Pupuk Kalimantan Timur Bontang Nomor : 1125/SP-
BTG/1999 tanggal 05 Juli 1999 ; Bahwa pihak-pihak yang seharusnya
ditarik dan atau dilibatkan / diikutsertakan oleh Penggugat baik sebagai
Tergugat dan atau sebagai Turut Tergugat dalam perkara ini masing-masing
adalah :
2.1 Instansi/Institusi yang telah memberikan/mengeluarkan segala macam
perizinan termasuk dan tidak terbatas pada AMDAL ( Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan ), SIKK ( Surat Izin Kerja Kerukan )
serta perizinan lainnya yang ditentukan Pemerintah sehubungan
dengan Pekerjaan Pengerukkan dan Pembuangan Hasil Kerukkan
yang dilakukan Tergugat II yang semua itu menjadi kewajiban
Tergugat I dalam pengurusannya ;
2.2. Nakhoda kapal yang mengoperasikan kapal pada saat Pembuangan
Hasil Kerukkan tersebut, hal demikian sangat besar urgensinya untuk
mengungkap kebenaran dari tuduhan Penggugat dalam Surat
Gugatannya, sekalipun yang bersangkutan adalah pekerja / karyawan
Tergugat II yang nota bene menjadi tanggung jawab Tergugat II
namun demikian secara hukum harus dilibatkan dalam perkara ini
agar pokok yang menjadi permasalahan dapat terungkap secara jelas ;
Berdasarkan hal tersebut mohon kiranya Majelis Hakim menyatakan
gugatan Penggugat tidak sempurna karena tidak lengkap para pihaknya
dengan konsekwensi menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (
Niet Ontvankelijk Verklaard ) ;
3. Gugatan Penggugat Tidak Jelas Dan Kabur ( Obscuure Libel ) :
Bahwa setelah membaca dan menyimak isi Surat Gugatan Penggugat,
Tergugat II mengalami kesulitan dan kebingungan dalam memahami
maksud sebenarnya isi Surat Gugatan Penggugat tersebut, sehingga dalam
hal ini Tergugat II berkesimpulan bahwa Surat Gugatan Penggugat dalam
hal ini adalah tidak jelas dan kabur, ketidakjelasan dan kekaburan tersebut
terdapat pada :
3.1.Penggugat dalam Surat Gugatannya mengaku telah mengalami gagal
panen akibat Pembuangan Hasil Kerukkan yang dilakukan Tergugat I
dan Tergugat II, akan tetapi Penggugat tidak menyebutkan dan
menjelaskan secara jelas dimana letak maupun batas-batas serta luas
areal tanaman rumput laut yang ditanamnya :
3.2. Pada Posita angka 6 Penggugat mengaku telah dirugikan dan menuntut
ganti rugi dalam 1 kali panen tidak kurang sebesar Rp. 85.000.000,00 (
Delapan Puluh Lima Juta Rupiah ) dalam 1 tahun 3 kali panen, dalam
gugatannya Penggugat hanya menuntut ganti rugi dalam 1 tahun 3 kali
panen jadi jika dikalkulasikan seluruhnya adalah Rp. 85.000.000,00 x 3
= Rp. 225.000.000,00 ( Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah ),
selanjutnya pada Posita angka 7 huruf (b) maupun pada Petitum angka 6
Penggugat menuntut ganti rugi dalam 1 tahun untuk 3 kali panen
sebesar Rp. 426.000.000,00 ( Empat Ratus Dua Puluh Enam
Juta Rupiah ), hal demikianlah yang sangat membingungkan Tergugat
II, berapa jumlah kerugian sebenarnya yang dituntut Penggugat dalam
perkara ini ? Apakah tuntutan ganti rugi pada Posita angka 6 yaitu
sebesar Rp. 85.000.000,00 x 3 = Rp. 225.000.000,00, ataukah pada
Posita angka 7 huruf (b) sebesar Rp. 426.000.000,00, selain dari pada
itu Penggugat juga tidak menjelaskan jumlah tuntutan sebagaimana
tersebut diatas, apakah dibayar sepenuhnya oleh Tergugat II ataukah
dibayar secara tanggung-renteng bersama-sama dengan Tergugat I;
Berdasarkan alasan tersebut diatas maka sangat beralasan jika Tergugat II
menyatakan gugatan Penggugat adalah tidak jelas dan kabur, kiranya
mohon Majelis Hakim untuk mempertimbangkan dan menyatakan gugatan
Penggugat tersebut tidak dapat diterima ( Niet Ontvankelijk Verklaard ) ;
4. Gugatan Penggugat Tidak Berdasar.
Bahwa Penggugat dalam Surat gugatannya mengaku telah mengalami
kerugian gagal panen rumput laut yang ditanamnya akibat Pembuangan
Hasil Kerukkan yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II, yang patut
dipertanyakan atas dasar apa pernyataan dan tuduhan Penggugat tersebut ?
Jika saja pernyataan dan tuduhan Penggugat tersebut didasari dengan
adanya rumput laut yang Penggugat tanam menjadi hitam, kuning, dan
putih kemudian pelan-pelan hancur dan mati alasan tersebut tidak dapat
dijadikan dasar kuat akibat dari Pembuangan Hasil Kerukan yang dilakukan
Tergugat I dan Tergugat II sebagaimana Surat Perjanjian diatas tanpa
didukung dengan adanya survey dan penelitian yang benar-benar valid oleh
Instansi terkait, lagi pula bisa saja penyebab tersebut adalah dikarenakan
kesalahan Penggugat sendiri, adanya gejala alam, adanya curah hujan yang
tidak menentu pada saat itu, dimana berdasarkan hasil Penelitian yang telah
dilakukan oleh Tergugat I melalui Laboratorium Dinas Pertanian Bontang
maupun hasil survey oleh Tergugat I dengan cara menemui Para Petani
rumput laut yang mengalami hal serupa serta mengambil sample dibeberapa
tempat lain ternyata gagalnya panen rumput laut yang disebutkan Penggugat
bukan dialami Pengggugat sendiri dan penyebabnya bukanlah akibat dari
Pembuangan Hasil Kerukan yang dilakukan Terguat II, akan tetapi
disebabkan oleh virus yang sedang mewabah dan menyerang rumput laut
pada saat itu dengan sebaran yang sangat luas yaitu diseluruh perairan laut
Bontang, pulau Miyang, Sangkulirang dan bahkan juga terjadi di Mamuju
Sulawesi terkecuali Biduk-Biduk Kab, Berau karena daerahnya agak
terisolir ;
Berdasarkan hal demikian maka mohon kiranya Majelis Hakim menolak
atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;
5. Gugatan Penggugat Belum Saatnya Untuk Diajukan ( Dilatoir Eksepsi ).
Bahwa sebagaimana uraian diatas Penggugat mengaku gagalnya panen
rumput laut yang ditanamnya secara garis besar adalah akibat Pembuangan
Hasil Kerukan yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II sehingga
menyebabkan rumput laut tersebut menjadi Hitam, Kuning, Putih dan
pelan-pelan menjadi hancur dan mati akan tetapi sampai dengan saat ini
Penggugat tidak menyebutkan sejauh mana kebenaran dari tuduhannya
tersebut tanpa didukung dengan adanya hasil penelitian yang benar-benar
valid dari yang berwenang penyebab warna Hitam, Kuning, Putih serta
hancur dan matinya rumput laut tersebut, dengan demikian maka Tergugat
II berkesimpulan bahwasanya Penggugat terlalu terburu-buru mengambil
kesimpulan dengan menuduh penyebabnya adalah akibat Pembuangan Hasil
Pengerukkan tanpa didukung dengan hasil penelitian dan pemeriksaan oleh
yang berhak ;
Berdasarkan hal tersebut sangat beralasan jika Majelis Hakim menolak atau
menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima karena tidak didukung
dengan hasil penelitian dan pemeriksaan yang dilakukan oleh yang berhak.
 DALAM KONVENSI.
Bapak Ketua dan Anggota Majelis Hakim yang terhormat, kiranya mohon
segala apa yang Tergugat II uraikan dalam Eksepsi diatas secara mutatis-
mutandis dianggap tetap termuat dan terulang kembali disini, dan Tergugat II
dengan tegas dan keras menolak dalil-dalil Penggugat dalam Surat Gugatannya
serta akan menanggapinya satu persatu dibawah ini yaitu :
1. Bahwa Tergugat II dengan tegas dan keras menolak dalil Penggugat pada
Posita poin 1, dan 2, dalam Surat Gugatannya, karena kebenaran dari dalil
tersebut sangat meragukan dan sungguh tidak masuk akal, logikanya apakah
mungkin Penggugat yang baru memulai usahanya pada tanggal 4 Nopember
1999, dan pada tanggal 1 Desember 1999 mulai menanam rumput laut dan
tiba-tiba mengalami gagal panen ? yang patut dipertanyakan kapan
Penggugat seharusnya panen dan logikanya apakah mungkin dalam waktu 1
bulan Penggugat dapat menanam rumput laut serta melakukan study
banding keluar daerah termasuk ke Bone, Sopeng, Wajo, Makasar, dan
Surabaya, terlebih lagi berdasarkan informasi yang faktanya tidak diragukan
lagi Penggugat sebelum memulai usahanya telah mengajukan permohonan
untuk menjadi anggota Mitra Binaan Tergugat I dengan meminta diberikan
bantuan modal untuk usaha menanam rumput laut akan tetapi permohonan
Penggugat masing-masing tanggal 23 Nopember 1999, dan tanggal 17
September 2000 ditolak Tergugat I, lalu dari mana Penggugat memperolah
modal besar secepat itu untuk usaha dimaksud ;
2. Bahwa Tergugat II menaruh kecurigaan besar pada Penggugat jangan-
jangan gugatan ini diajukan hanya pelampiasan kekesalan dan sakit hatinya
Penggugat pada Tergugat I selaku Pembina Usaha Kecil dan Koperasi
(PUKK) PT. Pupuk Kaltim, Tbk yang menolak permohonan Penggugat
untuk meminta / meminjam modal besar untuk usaha, dan bersamaan
dengan adanya Pembuangan hasil kerukan yang dilakukan Tergugat II
Penggugat menggunakan moment/ kesempatan tersebut untuk menuntut
Tergugat I dan Tergugat II dengan dalih telah menyebabkan gagalnya panen
rumput laut yang diakuinya sebagai miliknya;
3. Bahwa mengenai dalil Penggugat yang menyatakan Tergugat II membuang
hasil kerukkan kurang lebih 500 meter dari areal tempat Penggugat
menanam rumput laut dengan tegas Tergugat II tolak, karena Tergugat II
tidak pernah melihat tempat Penggugat menanam rumput laut yang
dimaksudkannya, Tergugat II membuang hasil kerukan tersebut sudah pada
tempat yang telah ditentukan oleh Tergugat I berdasarkan Surat Perjanjian
Antara PT. Pupuk Kalimantan Timur (Tergugat I dengan PT. (Persero)
Pengerukan Indonesia (Tergugat II) mengenai Pekerjaan Penyiapan Lahan
Pabrik Kaltim-4 PT. Pupuk Kalimantan Timur Bontang Nomor : 1125/SP-
BTG/1999 tanggal 05 Juli 1999 ;
4. Bahwa berdasarkan Pasal 2 angka 2.3 ad 2.3.1 huruf (a) dan (c) halaman 4
Surat Perjanjian diatas secara tegas menyatakan “ Hasil Pengerukan
dibuang ketempat pembuangan yang telah ditentukan oleh PKT “ (yang
dimaksud PKT dalam hal ini adalah Tergugat I ), demikian pula Tergugat I
tidak begitu saja sekonyong-konyong menentukan tempat Pembuangan
Hasil Kerukkan tersebut kepada Tergugat II tanpa didasari dengan adanya
perizinan yang berkaitan dengan pekerjaan berupa AMDAL (Analisis
Mengenai dampak lingkungan), SIKK (Surat Izin Kerja Keruk) dan
perizinan lainnya yang ditentukan oleh Pemerintah berkaitan dengan
Pekerjaan yang dilakukan Tergugat II, dan itu semua menjadi kewajian
Tergugat I dalam pengurusannya (Pasal 4 angka 4.5) ;
5. Bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan Tergugat II selalu melakukan
koordinasi dilapangan dengan Tergugat I, dan jika saja Tergugat II
melakukan kesalahan dalam pekerjaan Pengerukan tersebut, dengan kata
lain Tergugat I membuang hasil kerukkan bukan pada tempat yang telah
ditentukan Tergugat I maka jelas dalam hal ini Tergugat I akan memberikan
teguran baik lisan maupun tertulis, baik kepada Tergugat II langsung
ataupun kepada Nakhoda kapal yang mengoperasikannya pada saat itu atau
kepada Pimpinan Pekerjaan yang ditunjuk Tergugat II, namun
kenyataannya sampai dengan selesai dan berakhirnya pekerjaan tersebut
100 % Tergugat II tidak mendapatkan komplain dari Tergugat I yang berarti
Tergugat II telah melaksanakannya secara benar dan baik ;
6. Bahwa terhadap dalil Penggugat pada posita angka 4 dan 5 dengan tegas
dan keras Tergugat II tolak kebenarannya, atas dasar apa Penggugat
menyatakan gagalnya panen rumput laut yang diakuinya adalah
dikarenakan Pembuangan hasil kerukkan yang Tergugat II lakukan, jika
saja gagalnya panen diakibatkan rumput laut tersebut berubah warna
menjadi kehitaman, kuning, dan putih serta pelan-pelan menjadi mati
harusnya pernyataan tersebut didasari dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh ahlinya, sehingga tidak secepat itu Penggugat berkesimpulan
tanpa dasar mempersalahkan Tergugat I dan Tergugat II adalah
penyebabnya, hal ini bisa saja karena gejala alam atau adanya curah hujan
atau juga karena kesalahan Penggugat sendiri mengingat Penggugat
sebagaimana Tergugat II sampaikan diatas baru memulai usahanya dan
pengalamannya sebagai petani rumput laut patut dipertanyakan ;
7. Bahwa selanjutnya mengenai dalil Penggugat pada Posita angka 6 mengenai
Penggugat dan Para Petani lainnya yang berunjuk rasa dan melaporkan ke
DPRD Kota Bontang dan Walikota Bontang, kiranya juga patut
dipertanyakan, Para Petani mana yang Penggugat maksudkan,
sepengetahuan Tergugat II hanya Penggugat saja yang melakukan hal
tersebut dan berkeras dan menganggap kegagalan panen rumput laut yang
diakuinya adalah kesalahan Tergugat I dan Tergugat II, dan jika saja Para
Petani lain juga mengalami hal yang sama seperti yang diakui Penggugat
akibat dari Pembuangan Hasil Kerukkan tersebut kenapa hanya Penggugat
saja yang menuntut dan mengajukan gugatannya terhadap Tergugat I dan
Tergugat II dalam perkara ini, dan Tergugat II yakin karena laporan dan
pengaduan Penggugat tersebut tidak mendapat tanggapan adalah
dikarenakan laporan dan pengaduan Penggugat tersebut adalah rekayasa
dan dipolitisir untuk mendapatkan keuntungan sepihak tanpa didasari bukti
dan alasan hukum yang kuat ;
8. Bahwa mengenai hasil panen yang menurut Penggugat sekali panen
hasilnya akan diperoleh sebesar Rp. 85.000.000,00 (Delapan Puluh Lima
Juta Rupiah), dan dalam 1 tahun 3 kali panen tetapi Penggugat hanya
menuntut ganti rugi dalam 1 tahun atau 3 kali panen, hal tersebut juga
Tergugat II tolak kebenarannya, atas dasar apa Penggugat dapat melakukan
perhitungan demikian? sedangkan luas dan letak areal tanaman rumput laut
tersebut tidak jelas keberadaannya, kemudian apakah mutlak setiap panen
seorang petani rumput laut pasti akan memperoleh keberhasilan dan hasil
yang sesuai dengan modal dan harapannya terlebih Penggugat sendiri baru
memulai usahanya dan tentunya belum pernah mengalami hasil panen
sebagaimana yang dituntutnya :
9. Bahwa terhadap dalil Penggugat pada Posita angka 7 berupa kerugian
Modal Usaha dan Kerugian Gagal Panen sangat berlebihan, mengada-ada,
tidak jelas dan membingungkan Tergugat II, dan akan Tergugat II tanggapi
sebagai berikut :
a. Kerugian Modal usaha, mengenai tuntutan dalam hal ini dengan tegas
Tergugat II tolak kebenarannya oleh karena sebagaimana uraian
Penggugat pada angka 1 s/d angka 10 dimaksud dalam surat gugatannya
adalah mengada-ada, dan tidak realistis, apakah karena adanya
Pembuangan hasil kerukkan tersebut modal-modal sebagaimana yang
Penggugat sebutkan tersebut juga ikut rusak dan mati ? terlebih lagi
tuntutan pada poin 11 mengenai kerugian Penggugat dalam melakukan
pengurusan persoalan dalam perkara ini sejak tahun 2000 s/d tahun 2003
Penggugat mengaku kehabisan modal dan mengalami kerugian sebesar
Rp. 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Rupiah) adalah dalil yang tidak
masuk akal, mengada-ada dan tidak akan mungkin dapat dibuktikan ;
b. Kerugian Karena Tidak Dapat Panen, mengenai kerugian dalam hal ini
juga dengan tegas Tergugat II tolak kebenarannya, dan tidak akan
mungkin dapat dibuktikan, Tergugat II mengalami kebingungan terhadap
tuntutan Penggugat mengenai kerugian tidak dapat panen dalam hal ini
dimana pada Posita angka 6 diatas Penggugat mendalilkan telah dirugikan
sebesar Rp. 85.000.000,00 (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah) untuk 1 kali
panen, dan Penggugat hanya menuntut untuk 1 tahun yaitu 3 kali panen,
kemudian pada Posita angka 7 huruf (b) Penggugat mendalilkan dan
menuntut kerugian tidak dapat panen sebesar Rp. 426.000.000,00 (Empat
Ratus Dua Puluh Enam Juta Rupiah) dalam 3 kali panen, hal demikian
sangat bertentangan dan tidak bersesuaian dengan Posita point 6 diatas,
dan berapa sebenarnya kerugian tidak dapat panen yang diajukan dan
dituntut Penggugat dalam perkara ini ? ;
10. Bahwa terhadap dalil Posita Penggugat pada angka 8 yang menyatakan
Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum kiranya
pernyataan Penggugat tersebut terlalu dini, karena untuk menyatakan
seseorang atau sesuatu badan hukum telah melakukan perbuatan melawan
hukum sebagaimana ketentuan dalam pasal 1365 KUHPerdata, maka suatu
Perbuatan Melawan Hukum tersebut haruslah mengandung unsur-unsur
yang harus dapat dibuktikan, dalam hal ini sebagaimana Tergugat II
sampaikan diatas Pembuangan Hasil Kerukkan yang dilakukan Tergugat II
pada tempat yang ditentukan Tergugat I sebagaimana Surat Perjanjian
diatas telah dilaksanakan dengan tepat dan benar, terbukti sejak awal
sampai berakhirnya pekerjaan tersebut Tergugat II tidak pernah melakukan
kesalahan dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga sangat tidak
beralasan bagi Penggugat untuk menyatakan Tergugat II telah melakukan “
Perbuatan Melawan Hukum “ ;
11. Bahwa kemudian terhadap dalil Penggugat pada Posita angka 10 dan 11
yaitu mengenai permohonan Sita Jaminan adalah permohonan yang tidak
didasari dengan alasan hukum yang kuat, demikian halnya dengan
permohonan Penggugat agar dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih
dahulu kiranya sangat berlebihan dan bertentangan dengan Surat Edaran
Mahkamah Agung R.I Nomor 03 tahuan 1978, mohon sekiranya Majelis
Hakim menolak dan mengenyampingkan permohonan Penggugat tersebut ;
12. Selanjutnya terhadap Petitum Penggugat pada angka 7 mengenai Uang
Paksa (Dwangsom) In Casu sangat tidak beralasan, oleh karena dalil-dalil
dalam Positanya tidak memuat tuntutan Uang Paksa (Dwangsom) sebagai
dasar tuntutan, sehingga dalam hal ini jelas tuntutan Penggugat tersebut
tidak berdasar dan tidak beralasan secara hukum, disamping itu juga
didalam gugatan yang menuntut pembayaran sejumlah uang yang disertai
dengan tuntutan pembayaran Uang Paksa (Dwangsom) adalah tidak berlaku
hal demikian termuat dalam Putusan Mahkamah Agung R.I tanggal 1
September 1971 No.496K/Sip/1971, Yurisprudensi Jawa Barat 1969-1972
I hal. 132 ;
III. DALAM REKONVENSI
Untuk dan atas nama Penggugat Rekonvensi PT. (Persero)
Pengerukkan Indonesia dalam Rekonvensi (semula Tergugat II dalam
Konvensi) bersamaan dengan ini mengajukan Gugatan Rekonvensi terhadap
Tergugat Rekonvensi M. Arsyad L (semula Penggugat dalam Konvensi)
berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa mohon segala apa yang telah Penggugat Rekonvensi dalilkan dalam
Eksepsi dan dalam Konvensi diatas dianggap tetap termuat dan terulang
kembali dalam gugatan Rekonvensi ini baik per kata maupun per kalimat
dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan ;
2. Bahwa Penggugat Rekonvensi adalah suatu Perseroan terbatas yang
didirikan dan dijalankan berdasarkan Hukum Negara R.I., kemudian pada
tanggal 05 Juli 1999 terikat dalam Surat Perjanjian Nomor : 1125/SP-
BTG/1999 dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur mengenai Pekerjaan
Penyiapan Lahan Pabrik Kaltim-4 PT. Pupuk Kalimantan Timur-Bontang ;
3. Bahwa selama melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana dalam
Surat Perjanjian dimaksud Penggugat Rekonvensi telah melakukannya
dengan benar dan baik, terbukti sejak awal dimulainya pekerjaan sampai
dengan penyerahannya 100 % Penggugat tidak pernah mendapatkan
komplain dari PT. Pupuk Kalimantan Timur baik lisan maupun tertulis ;
4. Bahwa Penggugat Rekonvensi sangat terkejut dan tidak dapat menerima
atas tuduhan dari Tergugat Rekonvensi yang menyatakan Penggugat
Rekonvensi telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan
membuang hasil kerukkan yang mengakibatkan Tergugat Rekonvensi
mengalami kegagalan panen dan kerugian yang sangat fantastis ;
5. Bahwa tuduhan Tergugat Rekonvensi tersebut tidak saja termuat
sebagaimana dalam Surat Gugatan perkara ini tetapi Tergugat Rekovensi
juga telah menyiarkan / menyampaikannya pada DPRD Kota Bontang dan
Walikota Bontang secara sepihak tanpa dasar sehingga di kalangan
masyarakat Kota Bontang maupun Institusi Pemerintah dan swasta di Kota
Bontang telah terbentuk opini yang salah terhadap Penggugat Rekonvensi
padahal apa yang telah Tergugat Rekonvensi sampaikan tersebut secara
hukum adalah tidak berdasar dan sepihak ;
6. Bahwa akibat dari perbuatan Tergugat Rekonvensi sebagaimana tersebut
diatas Penggugat Rekonvensi sangat dirugikan secara Immateril dengan
hilangnya rasa kepercayaan dikalangan Mitra Usaha Penggugat Rekonvensi
seolah-olah Penggugat Rekonvensi melaksanakan pekerjaannya secara tidak
professional, atas dasar tersebut maka perbuatan Tergugat Rekonvensi
dapatlah dikwalifisir sebagai “ Perbuatan Melawan Hukum “ dengan segala
konsekwensinya ;
7. Bahwa akibat perbuatan yang telah Tergugat Rekonvensi lakukan tersebut
sebenarnya tidak dapat dinilai dengan materi mengingat nama baik dan
kepercayaan yang selama ini Penggugat Rekonvensi jaga dan pertahankan
tidak ternilai harganya, namun sebagai pelajaran bagi Tergugat Rekonvensi
agar tidak melakukan hal serupa baik terhadap Penggugat Rekonvensi
sendiri maupun terhadap pihak lain maka cukup beralasan kiranya
Penggugat Rekonvensi menuntut Tergugat Rekonvensi untuk membayar
kerugian Immateril tersebut setara dengan gugatan yang dituntut Tergugat
Rekonvensi dalam konvensi, yaitu sebesar + Rp. 603.660.000,00 (Enam
Ratus Tiga Juta Enam Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) secara tunai dengan
sekaligus dalam waktu 14 hari setelah putusan dalam perkara ini
mempunyai kekuatan hukum tetap;
8. Bahwa selanjutnya untuk memperbaiki nama baik dan kepercayaan
Penggugat Rekonvensi dikalangan Pemerintah Kota Bontang, khususnya
serta masyarakat dan Mitra Usaha Penggugat Rekonvensi maka bersama ini
Penggugat Rekonvensi menuntut agar Tergugat Rekonvensi dihukum untuk
menyatakan permohonan maaf melalui Media Cetak terkemuka di
Kalimantan Timur masing-masing yaitu Surat Kabar Harian Kaltim Post
dan Swara Kaltim selama 3 hari berturur-turut dengan kalimat berbunyi:
PERNYATAAN PERMOHONAN MAAF
Saya atas nama M. Aryad.L., Petani Rumput Laut, bersama ini
menyatakan Permohonan Maaf Saya kepada PT. (Persero) Pengerukkan
Indonesia atas tuduhan saya yang Menyatakan bahwa gagalnya panen
rumput laut adalah dikarenakan Pembuangan hasil kerukan yang
dilakukan PT. (Persero) Pengerukan Indonesia., yang ternyata semua itu
adalah tidak benar;
9. Bahwa guna menghindari agar Tergugat Rekonvensi tidak menunda-nunda
putusan dalam perkara ini terutama tuntutan ganti rugi imateriil pada Posita
angka 7 diatas maka mohon kiranya Majelis Hakim menghukum Tergugat
Rekonvensi untuk membayar bunga sebesaar 2 % setiap hari dari nilai
tuntutan yang akan dikabulkan serta membayar denda sebesar
Rp.100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) setiap hari dalam keterlambatannya
melaksanakan putusan dalam Posita angka 8 berupa Penyataan Permohonan
maaf;
10. Bahwa agar gugatan Rekonvensi yang Penggugat ajukan ini tidak Illusoir
maka sangat beralasan kiranya Majelis Hakim memerintahkan kepada Juru
Sita Pengadilan untuk meletakkan sita jaminan (Consevatoir Beslag)
terhadap harta benda Tergugat Rekonvensi yang nilainya setara dengan
gugatan Rekonvensi yang Penggugat Rekonvensi ajukan dalam hal ini, dan
berkenan pula kiranya jika dianggap layak agar putusan dalam perkara ini
dapat dilaksanakan terlebih dahulu (Uit voerbaar bij voorraad) sekalipun
dilakukan upaya hukum berupa Verset, Banding maupun Kasasi;
Maka: berdasarkan hal yang telah Tergugat –II uraikan baik dalam eksepsi,
Konvensi dan Gugatan Rekonvensi diatas kiranya Mejelis Hakim berkenan
memutus menurut hukum dengan putusan hukum sebagai berikut:
I. DALAM EKSEPSI
- Menerima dan Mengabulkan Eksepsi Tergugat –II untuk Seluruhnya;
II. DALAM KONVENSI
- Menolak atau setidaknya menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat
diterima;
- Menyatakan sah dan mempunyai kekuatan bukti-bukti yang Tergugat-II
ajukan dalam perkara ini;
- Menghukum Penggugat untuk membayar ongkos perkara dalam perkara ini;
III. DALAM REKONVENSI
- Menerima dan mengabulkan gugatan Rekonvensi Penggugat Rekonvensi
untuk seluruhnya;
- Menyatakan Tergugat Rekonvensi telah melakukan “Perbuatan Melawan
Hukum”;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar kerugian Imateriil yang
dialami Penguggat Rekonvensi sebesar + Rp. 603.660.000,00 (Enam Ratus
Tiga Juta Enam Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) secara tunai dan sekaligus
dalam waktu 14 hari setelah putusan dalam perkara ini mempunyai
kekuatan hukum tetap;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk menyatakan Pernyataan
Permohonan Maaf melalui Media Cetak terkemuka di Kalimantan Timur
masing-masing Surat Harian Kaltim Post dan Swara Kaltim selama 3 hari
berturut-turutdan kalimat berbunyi sebagaimana pada Posita angka 8 diatas;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar bunga sebesar 2%
setiap hari dari nilai yang akan dikabulkan dalam keterlambatannya
membayar kerugian Immateriil yang dialami Penggugat Rekonvensi;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi utnuk membayar denda sebesar Rp.
100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) setiap hari dalam keterlambatannya
untuk menyatakan Permohonan Maaf melalui Media Cetak sebagaimana
Posita Poin 8 diatas;
- Menyatakan sah dan berharganya sita jaminan (Consevatoir Beslag) yang
telah diletakkan oleh Juru Sita Pengadilan;
- Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu (Uit
voerbaar bij voorraad) sekalipun ada upaya hukum Verset, Banding,
maupun Kasasi;
- Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar ongkos yang timbul dalam,
gugatan Rekonvensi ini;
Atau “Mohon diberikan Putusan Hukum yang Adil”