Anda di halaman 1dari 12

PENGUKURAN KONSUMSI MAKANAN

PADA KELUARGA
DENGAN FAKTOR KOREKSI
MEP DAN MEM
1. VALIDITAS DAN AKURASI
 Adalah derajat kemampuan suatu metode dapat
mengukur apa yang seharusnya diukur.
 Tingkat validitas sulit dilakukan, sebab tidak adanya
suatu metode baku (gold standard)
 Pengujian validitas suatu metode dilakukan dengan
membandingkan hasil pengukuran suatu metode dgn
hasil metode lain yang diketahui lebih baik.
Contoh :
Metode recall 24 jam : metode food weighing
Catatan :
• metode pembanding harus memiliki presisi dan akurasi
lebih tinggi dari metode yang diuji.
• Kedua metode yang sedang diuji haruslah menguji
parameter yang sama dan kerangka waktu yang sama.
Cara Menguji Validitas Suatu Metode Survei
Konsumsi (Willet, 1990)
 Melakukan observasi langsung thd makanan
yang dikonsumsi responden
 Menimbang semua bm yang sudah dipilih
sebelum mulai makan
 Membandingkan 2 metode yang digunakan
 Melakukan analisis kimia
 Melakukan pemeriksaan biokimia thd variabel yg
berhub scr fisiologis dgn zat gizi yg dimaksud
2. PRESISI ATAU REABILITAS
 Presisi (tingkat kepercayaan/reabilitas) 
kemampuan suatu metode dapat
memberikan hasil yang relatif sama bila
digunakan pada waktu yang berbeda.
 Presisi ditentukan oleh kesalahan dlm
pengukuran dan perbedaan konsumsi dari
individu di antara kedua pengukuran (true
daily variation)
Perbedaan antara 2 pengukuran,
disebabkan 2 faktor :
 Berbedanya konsumsi
antara anggota
kelompok
 Berbedanya konsumsi
dari hari ke hari pada
setiap anggota
kelompok
Tingkat presisi suatu metode,
ditentukan oleh beberapa hal :
 Lama waktu pengamatan yang digunakan
 Macam populasi yang diteliti
 Zat gizi yang ingin diteliti
 Alat yang dipakai untuk mengukur harus
sesuai tingkat ketelitian
 Varians antara dan intra responden.
METODE PENGUKURAN KONSUMSI MAKANAN
BERDASARKAN SASARAN PENGAMATAN

TINGKAT TINGKAT
TINGKAT NASIONAL RUMAH INDIVIDU
TANGGA
Metode :
▪ Food Balance Sheet (FBS) Metode :
▪ Kegunaan FBS : 1. Recall 24 jam
1. Pencatatan (Food 2. Estimated food
1.Menentukan kebijaksanaan Account) record
dibidang pertanian 2. Metode 3. Penimbangan
(produksi pangan dan Pendaftaran (Food makanan (food
distribusi) List) weighing)
3. Metode Inventaris 4. Dietary history
2.Memperkirakan pola
(Inventory Method) 5. Frekuensi
konsumsi masyarakat
4. Pencatatan makanan (food
3.Mengetahui perubahan pola makanan rumah frequency)
konsumsi masyarakat tangga (household
food record)
FAKTOR KOREKSI

Pada pelaksanaan survei konsumsi


untuk keluarga sering dijumpai adanya
anggota keluarga yang makan diluar
rumah, atau keluarga tsb kehadiran
tamu yang turut mengkonsumsi
hidangan keluarga

Untuk memperoleh perkiraan konsumsi


keluarga yang sebenarnya, perlu dilakukan
koreksi.
Ada 2 cara :

A. MEAL EKIVALEN PROPORSI (MEP)

Faktor koreksi yang diperoleh


cenderung tinggi karena tidak
memperhitungkan hidangan yang
dikonsumsi oleh anggota keluarga di
luar rumah.
Rumus MEP :

k (p1 + p2 + p3)
MEP =
(kp.p1+tp.p1)+(ks.p2+ts.p2)+(km.p3+tm.p3

Keterangan :
k = jml anggota keluarga x jumlah survei
kp = jml anggota keluarga yang makan pagi selama hari survei
ks = jumlah anggota keluarga yang makan siang selama hari survei
km = jumlah anggota keluarga yang makan malam selama hari survei
tp, ts, tm = jml tamu yang turut makan di keluarga selama hari survei
p1 = proporsi hidangan pagi (0,2)
p2 = proporsi hidangan siang (0,4)
p3 = proporsi hidangan malam (0,4)
B. MEAL EKIVALEN MURNI (MEM)

Faktor koreksi ini lebih baik karena


memperhitungkan hidangan yang
dikonsumsi oleh anggota keluarga di
luar rumah.
Rumus MEM :

dxfxn
MEM =
(d x f x n) – m + v

Keterangan :
d = jumlah hari survei
f = jumlah hidangan dalam 1 hari
n = jumlah anggota rumah tangga
m = jumlah hidangan di makan tamu
v = jumlah hidangan yang dimakan anggota keluarga di luar rumah

Porsi hidangan yang dimakan dianggap sama dengan porsi hidangan


dalam keluarga.