Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

SETIAP HARI

Proses Keperawatan

1. Kondisi klien
- Klien tampak duduk dikursi dan berbicara
- Klien mengatakan kalau dirinya takut hubungan seksual pada massa kehamilan dengan
suaminya
2. Diagnosa Keperawatan
Kurangnya hasrat hubungan seksual pada massa kehamilan
3. Tujuan Khusus
Tujuan umum : klien dapat melakukan komunikasi
Tujuan khusus : klien dapat membina hubungan saling percaya dan memahami
tentang seksual pada massa kehamilan
4. Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatn yang dapat diberikan untuk klien tentang pengetahuan hubungan seksual
pada massa kehamilan adalah:
a. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal, perkenalkan diri dengan sopan
b. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
c. Jelaskan tujuan pertemuan
d. Tunjukan sifat empati dan menerima klien apa adanya & berilan perhatian kepada klien dan
kebutuhan dasar klien
e. Diskusika masalah ketidak pahaman tentang seksual bagi ibu hamil
f. Berikan pendidikan tentang seksual pada massa kehamilan, masalah apa yang akan terjadi, dan
cara mengatasinya
g. Berikan kesempatan kepada klien serta suaminya untuk memberikan pertanyaan apabila ada
yang tidak klien mengerti
h. Evaluasi kemampuan kognitif klien dalam menjelaskan kembali inti materi pendidika seksual
pada massa kehamilan yang diberikan

ORIENTASI

Strategi Komunikasi

1. Salam terapeutik
“ selamat pagi ibu dan bapak , perkenalkan nama saya Keira, saya perawat yang bertugas pada pagi
hari ini yang akan membantu ibu dan bapak menghadapi masalah hubungan seksual pada massa
kehamilan yang ibu alami. Kalo boleh tau nama ibu siapa? Dan bapak dengan bapak siapa?
Senangnya dipanggi siapa?
2. Evaluasi / validasi
Bagaimana perasaan ibu & bapak hari ini ?
3. Kontrak
Topic : baiklah ibu & bapak, sesuai janji kita kemarin bahwa hari ini kita akan berdiskusi
tentang berhubungan fisik pada massa kehamilan ibu dan masalah apa yang bapak
rasakan terkait kebutuhan seksual bapak dan cara mengarasinya
Waktu : mau berapa lama kita berdiskusi? Bagaimana kalau 15 – 30 menit
Tempat : ibu mau berdiskusi dengan dengan saya dimana? Oh baiklah, kita di ruang maternitas
saja ya pak, bu

KERJA (Langkah – langkah tindakan keperawatan)

TERMINASI :

1. Evaluasi respon klien terha


a. Evaluasi
Subjektif : bagaimana perasaan ibudan bapak setelah kita berdiskusi tentang masalah
hubungan seksual pada massa kehamilan tadi?
Objektif : sekarang coba ibu & bapak ulangi apa yang kita bicarakan tadi? iya benar,
apa saja pak iya benar sekali pak. untuk ibu, apa sajakah masalah hubungan seksual
yang mungkin muncul selama kehamilandan cara mengatasinya iya benar sekali ya bu
b. Rencana tindak lanjut
Baiklah ibu dan bapak, ini saya ada lembar balik mengenai diskusi yang tadi kita bahas.
Nanti bapak dan ibu bisa pelajari lagi tentang materi yang tadi kita bahas, agar ibu dan janin
dalan keadaan sehat selama kehamilan sampai melahirkan nanti.
c. Kontrak yang akan datang
Topic : bagaimana kalu nanti kita berdiskusi kembali tentang pentinya pemeriksaan
rutin kehamilan sesuai usia kehamilan.
Waktu : bagaimana kalo seminggu lagi ibu control ke puskesmas jamjam 10.00 selama
15 menit? Bapak setuju?
Tempat : tempatnya di sini lagi ya bapak ibu

Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan ke – 2

A. Proses keperawatan
1. Kondisi klien
Klien Nampak berjalan sambil bercerita sendiri, klien merasa gembira bertemu perawat, klien
mengucapkan salam pada perawat
2. Diagnose keperawatan
Kerusakan komunikasi verbal
3. Tujuan
Tujuan umum : klien dapat berkomunikasi dengan baik
Tujuan khusus : klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki.
4. Tindakan keperawatan
a. Beri pujian pada penampilan klien dan kemampuan klien yang realistic
b. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat realistis
c. Tanyakan apa yang biasa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari – hari dan perawatan
diri) kemudian anjurkan klien untuk melakukan saat ini
d. Jika klien bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada,
perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting.

Seksual Intercouse
Bila dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus ditunda
sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan
abortus menjadi lebih kecil.

Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati.
Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga panggul, koitus sebaiknya
dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan.

Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah
seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk
kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah
yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu
hamil mengalami peningkatan gairah seksual.

Trimester pertama :
Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan
kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal
yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa
mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks.

Trimester kedua :
Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh
sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat
menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum
terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa
tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk
urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan
payudara.

Trimester ketiga :
Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga.
Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat
dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan
kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda
termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang
normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga termasuk
beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan
beristirahat total.