Anda di halaman 1dari 1

Pada evolusi makro, terjadi lebih banyak hubungan antar generasi sehingga terjadi spesiasi.

Menurut Ernst
Mayr menyebutkan bahwa konsep spesies biologis adalah populasi atau kelompok populasi alami yang
secara aktual memiliki potensi dapat saling kawin (interbreeding) dan menghasilkan keturunan yang dapat
hidup fertil, namun tidak dapat menghasilkan keturunan yang fertil jika kawin dengan spesies lain.
Ketidak-sanggupan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan pada akhirnya akan menyebabkan
kepunahan.

Isolasi Mekanik

A. Penghalang Prezigotik
1. Perbedaan Morfologi
Perbedaan spesies memungkinkan makhluk hidup memiliki morfologi yang berbeda sehingga
tidak memungkinkan terjadinya reproduksi. Misalnya pada keong, arah putaran cangkang
menunjukkan letak organ reproduksi. Keong dengan spesies yang berbeda memiliki arah
putaran cangkang yang saling berlawanan sehingga secara mekanis menghalangi keong untuk
melakukan reproduksi. Sebagaimana yang terjadi pada jerapah dan kedelai yang mengalami
kesulitan reproduksi karena memiliki ukuran tubuh yang berbeda.
2. Isolasi Gamet
Isolasi gamet menghalangi terjadinya pembuahan akibat susunan kimiawi dan molekul yang
berbeda antara dua sel gamet, seperti spermatozoa yang mengalami kerusakan di daerah
traktus genital organ betina karena adanya reaksi antigenik, menjadi immobilitas, dan
mengalami kematian sebelum mencapai atau bertemu sel telur. Misalnya seperti yang terjadi
pada bulu babi dan beberapa jenis kerang dimana sperma disemprotkan kedalam air namun
hanya yang memiliki kecocokan yang akan mengalami pembuahan.

B. Penghalang Poszigotik
1. Penurunan viabilitas hybrid
Anggota dari kedua spesies berdekatan mungkin dapat mengadakan persilangan dan
menghasilkan keturunan yang fertil. Jika keturunan ini dan keturunannya lagi bersifat sekuat
orang tua mereka disamping adaptasi sebaik orang tua mereka juga, maka dua populasi ini
tidak akan tetap terpisah untuk jangka waktu lama jika mereka simpatrik. Hal ini
mengakibatkan mereka tidak lagi disebut sebagai dua spesies yang penuh tetapi jika anak-
anaknya dan keturunan berikutnya kurang begitu teradaptasi, mereka segera lenyap.
2. Penurunan fertilias hybrid
Beberapa persilangan antar spesies menghasilkan hybrid yang kuat tetapi steril. Contoh
terbaik adalah persilangan antara kuda dengan keledai yang menghasilkan hybrid mule. Mule
mempunyai sifat-sifat lebih unggul daripada kedua induknya, tetapi mule adalah binatang
steril.
3. Kerusakan hybrid
Kerusakan hibrida adalah jenis kegagalan reproduksi yang muncul setelah generasi F2
persilangan antara spesies atau subspesies yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh
ketidakcocokan antara gen yang saling berinteraksi. Analisis genetik dari kerusakan hibrida,
khususnya pada hewan yang lebih tinggi, telah terhambat oleh sifatnya yang kompleks (yaitu,
melibatkan lebih dari dua gen, dan fenotip bersifat resesif).