Anda di halaman 1dari 6

63

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini

yakni untuk mengetahui secara detail kajian dari peranan LSM Rumah Impian

dalam kegiatan pemberdayaan anak jalanan melalui program Education

Center, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian

studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian studi kasus ialah

suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara integratif dan

komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang individu

tersebut beserta maslah yang dihadapinya, dengan tujuan agar masalahnya

dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik (Susilo

Raharjo & Gudnanto, 2011).Sesuai dengan pendekatannya yang kualitatif

maka dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan secara

purposive sampling. Teknik ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas

dasar kriteria tertentu yang dibuat oleh peneliti berdasarkan tujuan penelitian.

Orang-orang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan

jenis pekerjaan yang mereka lakoni sebagai anak jalanan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi :Tempat atau lokasi penelitian dilakukan di Lembaga Swadaya

Masyarakat Rumah Impian, Jl. Juwangen, RT 03 RW 01 No. 25-26

Purwomartani, Kalasan-Sleman, Yogyakarta.

2. Waktu : Oktober 2015 – Januari 2016


64

C. Subyek atau Responden Penelitian

Subyek atau responden dalam penelitian ini adalahpengurus dari lembaga

terkait, yakni LSM Rumah Impian yang terdiri atas pimpinan/ketua serta

3orang staf/aktivis dari lembagatersebut dan beberapa orang anak jalanan yang

telah mengikuti program tersebut, baik dari kategori children on the street

maupun children off the street dan juga masyarakat sekitar kedua lembaga

tersebut. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian ini adalah pelaksanaan

kegiatan pemberdayaan anak jalanan melalui program Education Center,

ditinjau dari manajemen fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,

dan pengendalian.

D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

1. Jenis dan Sumber Data

Sesuai dengan pernyataan Burhan Bungin (2006 : 114) bahwa dalam

penelitian kualitatif terdapat dua bentuk data :

a. Data Kasus, yakni data yang hanya menjelaskan kasus-kasus tertentu.

Dalam artian bahwa, data kasus berlaku untuk kasus tersebut serta

tidak bertujuan untuk digeneralisasikan dengan kasus lain yang lebih

luas. Oleh karena itu, penelitian ini sebatas pada kegiatan

pemberdayaan anak jalananyang dilaksanakan oleh LSM Rumah

Impian dengan fokus pada program Education Center terhadap anak

jalanan di Yogyakarta.
65

b. Data Pengalaman Pribadi, yakni data mengenai apa yang dialami

individu sebagai warga masyarakat tertentu yang menjadi obyek

penelitian, dalam hal ini ialah para anak jalanan.

Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer

dan data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah anak-

anak jalanan, dan LSM Rumah Impian. Sedangkan yang menjadi data

sekunder adalah masyarakat sekitar LSM Rumah Impian serta instansi

terkait.

2. Teknik Pengumpulan Data

Dalam berbagai penelitian, selain metode yang tepat diperlukan pula

kemampuan memilih serta menyusun teknik pengumpulan data yang

relevan. Kecermatan dalam memilih dan menyusun teknik pengumpulan

data ini sangat berpengaruh pada obyektifitas hasil penelitian. Adapun

teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni :

a. Wawancara

Teknik wawancara merupakan suatu proses tanya jawab atau dialog

baik secara lisan dan langsung bertatap muka (face to face)maupun

melalui telepon antara pewawancara (intervieweer) dan responden

atau orang yang diwawancarai (interviewee) dengan tujuan untuk

memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Sehingga jenis

wawancara yang digunakan yaitu jenis wawancara tidak terstruktur

yang merupakan teknik utama dalam mengumpulkan data penelitian.

Hal ini dilakukan dengan membaca daftar pertanyaan kepada


66

informan, dengan maksud untuk mendapatkan keterangan yang

sesungguhnya, lengkap dan akurat yang berkaitan dengan penelitian

ini.

b. Observasi

Informasi atau data dikumpulkan dengan mengadakan pengamatan

secara langsung terhadap orang-orang dalam lingkungan kerja peneliti

tanpa mengajukan pertanyaan. Dengan cara ini peneliti hanya

mengamati dan tidak banyak melakukan kegiatan, melainkan hanya

mencatat apa yang dilihat.

c. Dokumentasi

Penggunaan metode dokumentasi untuk mengetahui bagaimana proses

pelaksanaan kegiatan, sejarah berdirinya lembaga, serta hal-hal terkait

dengan sarana dan prasarana yang terdapat di LSM Rumah Impian

dalam bentuk dokumen laporan kegiatan, dan sumber lain dalam

bentuk audio visual.

E. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini alur analisis mengikuti model interaktif sebagaimana

dikemukakan oleh Milles dan Huberman, yaitu proses analisis data dilakukan

bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses analisis data dalam

penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu :

1. Reduksi Data

Data yang sudah terkumpul dari hasil pengamatan di lapangan diseleksi

dan dikomparasikan. Data yang sekiranya dianggap tidak perlu dan tidak
67

signifikan kaitannya dengan penelitian akan dibuang.Data yang direduksi

berupa data hasil wawancara dan observasi dengan tetap memperhatikan

fokus kegiatan reduksi data tentang peranan LSM Rumah Impian dalam

pemberdayaan anak jalanan di Yogyakarta, melalui program Education

Center.

2. Penyajian Data

Penyajian data adalah suatu proses penyusunan informasi yang

memungkinkan dapat ditariknya kesimpulan penelitian. Dengan melihat

sajian data, peneliti akan memahami apa yang terjadi serta memberi

peluang bagi peneliti untuk mengerjakan suatu analisis berdasarkan

pemahaman yang ada mengenai peranan LSM Rumah Impian dalam

pemberdayaan anak jalanan di Yogyakarta, melalui program Education

Center.

3. Penarikan Kesimpulan

Setelah data dianalisis, selanjutnya dilakukan penafsiran data, pada

dasarnya analisis data sukar dipisahkan dari interpretasi data (Moleong,

2002 : 103). Penafsiran data menggunakan metode analisa umpan balik

(feed back). Setelah memperoleh hasil penelitiannya, peneliti menjelaskan

informasi makna hasil penelitian itu, lalu mengkajinya dengan hasil

tinjauan pustaka dan penafsiran data di lapangan. Data ditafsirkan menjadi

kategori yang bermakna, yang dilengkapi dengan kajian masalah

bagaimana peranan LSM Rumah Impian dalam pemberdayaan anak

jalanan di Yogyakarta, melalui program Education Center dengan


68

meninjau penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang kemudian

diformulasikan secara deskriptif.

F. Teknik Keabsahan Data

Teknik keabsahan data yang diperoleh dilakukan dengan triangulasi data,

yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang

lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding.

Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : triangulasi dengan

menggunakan sumber, artinya : membandingkan dan mengecek kembali

derajat kepercayaan informasi yang diperoleh dengan waktu dan alat yang

berbeda. Dalam penelitian ini, pengecekkan ditempuh dengan jalan

membandingkan data wawancara, observasi dan dokumentasi.

Sebagai gambaran untuk mengetahui tentang peranan LSM Rumah Impian

dalam upaya pemberdayaan anak jalanan di Yogyakarta melalui program

Education Center, maka proses pengecekan kebenaran pelaksanaan tersebut

dilakukan melalui wawancara dengan pimpinan kedua lembaga terkait dan

aktivis yang ada, kemudian hasil wawancara dibandingkan dengan hasil

wawancara terhadap anak-anak jalanan yang telah mengikuti program.

Selanjutnya untuk lebih mempertinggi validitas, maka hasil wawancara

tersebut di croos check dengan dokumen lain yang mendukung.