Anda di halaman 1dari 3

II.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Pencenernaan
Panjang alat pencernaan ayam sekitar 245 hingga 255 cm tergantung dari umur
dan jenis unggas. Saluran pencernaan unggas terdiri dari mulut, oesophagus,
crop, proventrikulus, gizzard, small intestinum, large intestinum, kolon, rektum dan
cloaca. Fungsi saluran pencernaan hewan nonruminansia hampir sama dengan hewan
ruminansia (Yuwanta, 2000).
Kedua rahang ini berhubungan sebagai paruh. Lidah berbentuk seperti pisau yang
memiliki permukaan kasar di bagian belakang untuk membantu ,mendorong makanan ke
eshopagus. Saliva dengan enzim amylase disekresikan oleh kelenjar di mulut. Namun,
pakan melalui mulut lajunya terlalu cepat sehingga terjadi perubahan pada pencernaan
disini
(Suprijatna, 2005).
Pankreas terdapat pada lipatan duodenum dan menghasilkan pancreatic juice
yang mengandung amylase, ipase, dan trypsin untuk mencerna karbohidrat, lemak dan
protein. Pankreas terletak diantara duodenal loop pada usus halus. Pankreas merupakan
suatu kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar endokrin maupun sebagai kelenjar
eksokrin. Pancreas sebagai kelenjar endokrin, berfungsi mensekresikan hormon insulin
dan glukagon. Pankreas sebagai kelenjar eksokrin, berfungsi mensekresikan cairan yang
diperlukan bagi proses pencernaan di dalam usus halus yaitu pancreatic juice. Cairan ini
selanjutnya mengalir ke dalam duodenum melalui pancreatic duct (saluran pankreas),
dimana lima enzim yang kuat membantu pencernaan pati, lemak dan protein. Enzim dari
pankreas disimpan disekresikan dalam bentuk inaktif dan menjadi aktif pada saat berada
di saluran pencernaan. Tripsinogen adalah enzim proteolitik yang diaktifkan dalam usus
halus oleh enterokinase, suatu enzim yang disekresikan dari mukosa usus. Tripsinogen
diaktifkan menjadi tripsin, kemudian tripsin akan mengaktifkan kimotripsinogen menjadi
kimotripsin. Enzim yang lainnya-nuklease, lipase, dan amylase disekresikan dalam
bentuk aktif. Beberapa enzim membutuhkan kondisi lingkungan optimal dapat berfungsi
(Blakely, 1998).
Hati terdiri dari dua lobus yang berwarna cokelat dan terletak pada daerah gizzard
dan duodenum yang menghasilkan empedu berwarna kehijauan dan bersifat alkalis yang
disimpan dalam vesica fellea
(gall bladder) terletak pada lobus kanan dari hepar, sedangkan lobus kiri terdapat ductus
hepatoentericus berhubungan dengan ductus cysticus menuju duodenum. Hepar berkerja
sebagai filter zat makanan yang telah diabsorphasi yang kemudian masuk ke dalam
sirkulasi darah (Anwar, 2002).
Fungsi utama hati dalam pencernaan dan absorpsi adalah produksi empedu.
Empedu penting dalam proses penyerapan lemak pakan dan ekskresi limbah produk,
seperti kolesterol dan hasil sampingan degradasi hemoglobin. Warna kehijauan empedu
disebabakan karena produk akhir destruksi serl darah merah, yaitu biliverdin dan
bilirubin. Volume empedu tergantung pada aliran darah, status nutrisi unggas, tipe pakan
yang dikonsumsi, dan sirkulasi empedu enterohepatic (Suprijatna, 2005).
Daftar Pustaka

Yuwanta, T. 2010. Telur dan Kualitas Telur. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Suprijanta. 2005. Ilmu dasar ternak unggas. Depok: Penebar swadaya.


Blakely, James dan David, H.Bade. 1998. Ilmu Peternakan. Edisi keempat. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta
Anwar, H. 2002. Effect of Ascaridia galli Infestation on Electrolytes and Vitamins in
Chickens. J. of Biol. Sci. 2(10): 650 – 651.
Suprijanta. 2005. Ilmu dasar ternak unggas. Depok: Penebar swadaya.