Anda di halaman 1dari 7

STANDART ASUHAN KEPERAWATAN ( SAK ) ANESTESI RSUD

SETJONEGORO WONOSOBO

RANCANGAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN ( SAK )


ANESTESI

A. GENERAL ANESTESI / ANES TESI UMUM ( GA )

Merupakan pemberian obat-obatan secara parenteral ( intravena/intramuskuler) / inhalasi


secara menyeluruh disertai hilangnya kesadaran,adapun tahapannya
meliputi premedikasi,induksi dan maintenance.
a. Premedikasi
Merupakan pemberian obat-obatan 1-2 jam sebelum induksi dengan tujuan untuk
melancarkan tahapan induksi,maintenance(rumatan)dan bangun dari anesthesia,diantaranya:
- Menurunkan tingkat kecemasan dan ketakutan
- Memperlancar induksi anesthesia
- Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronchus
- Meminimalkan jumlah obat anestesi
- Mengurangi mual muntah pasca bedah
- Menciptakan amnesia
- Mengurangi isi cairan lambung
b. Induksi
Merupakan suatu tindakan untuk membuat pasien dari sadar menjadi tidak sadar,
sehingga memungkinkan dimulainya anesthesia dan pembedahan.
c. Maintenance
Merupakan upaya yang mengacu pada trias anesthesia,yaitu:
- Hipnosis,tidur ringan/sekedar tidak sadar
- Analgesia,Menghilangkan rasa nyeri
- Relaksasi otot

NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI


KEPERAWATAN

PRE OPERASI
1. Cemas b/d kurang pengetahuan Setelah dilakukan -Kaji tingkat kecemasan
tentang prosedur operasi tindakan keperawatan 1 x -Bimbing tehnik
( pembiusan ) 30 menit cemas relaksasi,dan pendekatan
DS : Pasien mengatakan berkurang/hilang,dg spiritual ( berdoa )
belum tahu kriteria hasil: -Monitor TTV
tentang - Pasien -Orientasikan dengan
prosedur pembiusan mengetahui tentang tim anestesi/kamar
DO : -Pasien tampak bingung prosedur pembiusan operasi
-Pasien tidak/ -Pasien mengatakan siap -Jelaskan tehnik
kurang kooperatif dilakukan pembiusan pembiusan yang akan
-Tanda-tanda vital -Pasien tampak tenang dilakukan
tidak normal dan kooperatif -Beri motivasi untuk
-Tanda-tanda vital mengungkapkan
normal perasaan
-Dampingi pasien untuk
mengurangi rasa cemas
-Kolab medic:Pemberian
obat penenang

INTRA OPERASI
1.
Resiko cidera b/d efek -Kaji ulang ada tidaknya
penggunaan obat-obat anestesi Setelah dilakukan gigi palsu, perhiasan dan
DS:- tindakan keperawatan lepaskan bila ada
DO:-Pasien tampak gelisah resiko cidera selama dan -Jaga posisi pasien di
-Pasien tampak setelah pembiusan tidak meja operasi dengan
bergerak tanpa tujuan terjadi,dengan criteria sabuk pengaman untuk
hasil: mencegah injuri terjatuh
-Selama operasi pasien -Bantu saat intubasi
tenang/tidak bangun dengan memberikan
-Pasien aman tidak jatuh tekanan pada krikoid
-Apgar score 8-10 setelah -Pantau penggunaan
pembiusan selesai obat anestesi dan efek
-Pasien mampu bergerak yang timbul
dengan bertujuan
-Pasien mampu
berkomunikasi kembali

POST OPERASI
1.
Pola napas tidak efektif b/d -Jaga jalan napas
disfungsi neuromuscular efek Setelah dilakukan -Monitor frekwensi,
sekunder penggunaan obat tindakan irama
anestesi umum/pelumpuh otot keperawatan,selesai dan kedalaman napas
pernapasan tindakan pembiusan pola -Monitor tanda
DS : - napas pasien efektif hipoventilasi
DO: -Pasien tampak kembali,dengan criteria -Monitor saturasi O2
sesak napas hasil: -Kolab medis:Pemberian
-RR meningkat -Pasien tidak sesak napas Oksigen dan antidotum
-Sianosis -Frekwensi dan irama pelumpuh otot bila
-Napas pendek napas normal perlu.
-Irama dan frekwensi -Ekspansi dada simetris
napas tidak normal -Tidak ada napas pendek
-Tidak sianosis
-TTV normal

2.
Bersihan jalan napas tidak
efektif b/d penumpukan -Atur posisi tidur dan
secret,oedem jalan Setelah dilakukan kepala pasien
napas,obstruksi ( tindakan keperawatan -Auskultasi bunyi napas
muntahan,lidah jatuh ) sesudah pasien sadar dari -Buka jalan napas
DS : - efek anestesi -Bersihkan sekresi pada
DO : -Terdapat sekret/lendir umum,bersihan jalan jalan
di mulut dan hidung napas efektif kembali napas,hidung,mulut,dan
-Pasien kadang batuk dengan criteria hasil: trachea melalui
-Frekwensi napas -Frekwensi dan endotracheal tube (ETT)
meningkat/tinggi kedalaman napas normal -Ajarkan batuk efektif
dan dangkal -Suara napas bersih -Kolab medic: terapi O2
-Tidak sianosis

B. REGIONAL ANESTESI ( RA )

1. ANALGESIA SPINAL
Merupakan pemberian obat anestetik local ke dalam ruang subarachnoid

2. ANALGESIA EPIDURAL
Merupakan blokade dengan menempatkan obat di ruang epidural yang berada diantara
ligamentum flavum dan durameter.
PRE OPERASI
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN

1. Cemas b/d kurang Setelah dilakukan tindakan -Kaji tingkat kecemasan


pengetahuan tentang keperawatan 1 x 30 menit -Bimbing tehnik
prosedur operasi cemas berkurang/hilang,dg relaksasi,dan
( pembiusan ) kriteria hasil: pendekatan spiritual (
DS:Pasien mengatakan - Pasien mengetahui tentang berdoa )
belum tahu tentang prosedur pembiusan -Monitor TTV
prosedur pembiusan -Pasien mengatakan siap -Orientasikan dengan
DO:-Pasien tampak dilakukan pembiusan tim anestesi/kamar
bingung -Pasien tampak tenang dan operasi
-Pasien kurang/ kooperatif -Jelaskan tehnik
tidak kooperatif -Tanda-tanda vital normal pembiusan yang akan
dilakukan
-Beri motivasi untuk
mengungkapkan
perasaan
-Dampingi pasien untuk
mengurangi rasa cemas
-Kolab
medic:Pemberian obat
penenang

INTRA OPERASI
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN

1 Resiko gangguan Setelah dilakukan tindakan


- Kaji tingkat kekurangan
keseimbangan cairan dan keperawatan selama 1x 60 volume cairan
elektrolit berhubungan menit gangguan
- Monitor input dan
dengan vasodilatasi keseimbangan cairan dan output
pembuluh darah dampak eletrolit dapat teratasi,
- Monitor TTV
obat anestesi dengan KH: - Kolaborasi pemberian
DS:- - Pasien mengatakan tdk lemas cairan dan elektrolit
DO:-Pasien tampak lemas - Akral kulit hangat
-Akral kulit dingin - Input dan output berimbang
-TTV tidak normal - TTV normal
- Atur posisi pasien
2. Gangguan rasa nyaman Setelah dilakukan tindakan - Monitor TTV
mual muntah berhubungan keperawatan selama 1x30 - Pantau gejala mual &
dengan sekunder obat menit, mual muntah muntah
regional anestesi berkurang, dengan KH: - Pantau jumlah
DS:Pasien mengatakan - Pasien tdk muntah muntahan
mual dan mau muntah - Pasien mengatakan mual - Observasi input output
DO:-Akral kulit dingin berkurang cairan
-Pasien tampak - Akral kulit hangat - Kolaborasi medic
mual dan muntah - TTV stabil pemberian anti emetic

- Beri penghangat
- Mempertahankan suhu
3. Hipotermi berhubungan Setelah dilakukan tindakan tubuh selama anestesi
dengan berada atau keperawatan selama 1x30 berlangsung
terpapar dengan menit, hipotermi terkurangi /
- Monitor TTV
lingkungan yang dingin teratasi, dengan KH:
- Pasien tdk menggigil
- Kolaborasi medik
DS:Pasien mengatakan - Akral kulit hangat
kedinginan - Perubahan warna kulit tidak
DO:-Pasien tampak ada
menggigil
-Akral kulit dingin
-Ada perubahan warna
kulit(lebih pucat)

POST OPERASI
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
1 Gangguan mobilitas Setelah dilakukan tindakan - Atur posisi pasien
ekstrimitas bawah keperawatan selama 3-4 jam - Bantu pergerakan
berhubungan dengan pasien mampu menggerakkan ekstrimitas bawah
pengaruh sekunder obat ekstrimitas bawah, dengan - Ajarkan dan dukung
regional anestesi KH: pasien dalam latihan
DS:Pasien mengatakan - Pasien mampu pergerakan
kaki belum menggerakkan & mengangkat
- Ajarkan teknik
bisa digerakkan kakinya pergerakan yang aman
DO:-Kebutuhan mobilitas - Tidak ada neuropati - Latihan angkat /
masih tampak dibantu pergerakan ekstrimitas
bawah
- Lakukan penilaian
dengan bromage scale