Anda di halaman 1dari 7

Nama : Hilda Anggraeni

NIM : 12030117420074
Kelas : A (angkatan 38)

Resume Akuntansi Sektor Publik


“ Laporan Keuangan Sektor Publik”
1. Mengapa perlu adanya laporan keuangan dalam akuntansi sector public ?
Sektor publik merupakan organisasi yang kompleks dan heterogen. Kompleksitas sektor
publik tersebut menyebabkan kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian
manajemen lebih bervariasi. Demikian juga bagi stekeholder sektor publik, mereka
membutuhkan informasi yang lebih bervariasi, handal, dan relevan untuk pengambilan
keputusan. Tugas dan tanggung jawab akuntan sektor publik adalah menyediakan
informasi baik untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi maupun kebutuhan pihak
eksternal. Akuntansi sektor publik memiliki peran penting untuk menyiapkan laporan
keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Informasi keuangan
bukan merupakan tujuan akhir akuntansi sektor publik. Informasi keuangan berfungsi
memberikan dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi
merupakan alat untuk melaksanakan akuntabilitas sektor publik secara efektif, bukan
tujuan akhir sektor publik itu sendiri. Karena kebutuhan informasi di sektor publik lebih
bervariasi, maka informasi tidak terbatas pada informasi keuangan yang dihasilkan dari
sistem akuntansi organisasi.
Sedangkan dari sisi pemakai eksternal, laporan keuangan merupakan salah satu bentuk
mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Organisasi sektor publik diwajibkan untuk membuat laporan keuangan dan laporan
tersebut perlu diaudit untuk menjamin telah dilakukannya true and fair presentation.
2. Mengapa Organisasi Sektor Publik merupakan organisasi yang kompleks dan
heterogen?
Sektor publik merupakan organisasi yang kompleks dan heterogen. Kompleksitas sektor
publik tersebut menyebabkan kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian
manajemen lebih bervariasi. Demikian juga bagi stekeholder sektor publik, mereka
membutuhkan informasi yang lebih bervariasi, handal, dan relevan untuk pengambilan
keputusan. Tugas dan tanggung jawab akuntan sektor publik adalah menyediakan
informasi baik untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi maupun kebutuhan pihak
eksternal.
Akuntansi sektor publik memiliki peran penting untuk menyiapkan laporan keuangan
sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Akuntansi dan laporan
keuangan mengandung pengertian sebagai suatu proses pengumpulan, pengolahan, dan
pengkomunikasian informasi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan dan untuk
menilai kinerja organisasi. Informasi keuangan bukan merupakan tujuan akhir akuntansi
sektor publik. Informasi keuangan berfungsi memberikan dasar pertimbangan untuk
pengambilan keputusan. Informasi akuntansi merupakan alat untuk melaksanakan
akuntabilitas sektor publik secara efektif, bukan tujuan akhir sektor publik itu sendiri.
Karena kebutuhan informasi di sektor publik lebih bervariasi, maka informasi tidak
terbatas pada informasi keuangan yang dihasilkan dari sistem akuntansi organisasi.
Informasi non-moneter seperti ukuran output pelayanan harus juga dipertimbangkan dalam
pembuatan keputusan. Dan Organisasi sektor publik dituntut untuk dapat membuat laporan
keuangan eksternal yang meliputi laporan keuangan formal, seperti Laporan
Surplus/Defisit, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Rugi/Laba, Laporan Aliran Kas,
Neraca, serta Laporan Kinerja yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan non-finansial.
3. Mengapa pemerintah berkewajiban memberikan informasi keuangan yang akan
digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi,social, dan politik oleh pihak
yang berkepentingan ?
Laporan keuangan untuk mendukung pembuatan keputusan ekonomi, sosial, dan politik
tersebut meliputi informasi yang digunakan untuk : Membandingkan kinerja keuangan
aktual dengan yang dianggarkan, Menilai kondisi keuangan dan hasil-hasil operasi,
Membantu menentukan tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang terkait
dengan masalah keuangan lainnya, dan Membantu dalam mengevaluasi efisiensi dan
efektivitas.
Laporan keuangan bukan merupakan satu-satunya sumber informasi untuk pembuatan
keputusan, akan tetapi laporan keuangan sebagai sumber informasi financial memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas keputusan yang dihasilkan. Laporan
keuangan merupakan tindakan pragmatis,oleh karena itu laporan keuangan pemerintah
harus dievaluasi dalam hal manfaat laporan tersebut terhadap kualitas keputusan yang
dihasilkan serta mudah tidaknya laporan keuangan tersebut oleh pemakai. Dalam konteks
akuntansi sector public, jenis informasi yang diberikan untuk pengambilan keputusan
adalah terbatas pada informasi yang bersifat financial saja, sedangkan informasi financial
itu sendiri adalah informasi yang diukur dengan satuan moneter.
4. Mengapa informasi akuntansi diperlukan untuk melakukan perencanaan keuangan,
menghitung biaya program dan penganggaran ?
Anggaran merupakan alat perencanaan sekaligus alat pengendalian pemerintah. Anggaran
sebagai alat perencanaan mengindikasikan target yang harus dicapai oleh pemerintah,
sedangkan anggaran sebagai alat pengendalian mengindikasikan alokasi sumber dana yang
di setujui legislatif untuk dibelanjakan. Proses penganggaran sector public melibatkan
partisipasi banyak pihak, sehingga informasi financial sangat diperlukan agar public dapat
mengevaluasi anggaran yang diajukan pemerintah.
Membuat anggaran membutuhkan pertimbangan-pertimbangan teknis akuntansi yang
matang. Dalam membuat anggaran, akuntansi dibutuhkan terutama untuk mengestimasi
biaya program dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan perubahan-perubahan
yang akan terjadi. Informasi akuntansi sangat membantu dalam pemilihan program yang
efektif sesuai dengan kemampuan ekonomi pemerintah.
5. Mengapa kinerja pemerintah tidak dapat dinilai berdasarkan laba yang diperoleh ?
Karena organisasi pemerintah bukan entitas bisnis yang mencari laba. Mungkin saja
pemerintah memiliki program atau aktivitas yang dari program tersebut dihasilkan
pendapatan yang lebih besar dari biayanya, sehingga pemerintah mengalami surplus atas
program tersebut. Akan tetapi, surplus yang diperoleh tidak berarrti menunjukakan kinerja
unit pemerintah yang bagus sebab harus dilihat juga apakah surplus tersebut karena tarif
yang terlalu tinggi yang dibebankan kepada publik, termasuk tingkat kualitas pelayanan
yang diberikan apakah sudah memadai.
Laba bukan merupakan ukuran yang relevan bagi unit pemerintah. Akuntansi sektor publik
berfungsi untuk memfasilitasi terciptanya alat ukur kinerja sektor publik yang memadai.
Ukuran kinerja sektor publik dapat berupa biaya program, efisiensi, dan efektivitas
program. Akuntan sektor publik bertanggung jawab untuk menetapkan biaya program dan
menghitung tingkat efisiensi dan efektivitas program. Pengukuran efisiensi memerlukan
informasi biaya, sehingga biaya pelayanan dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran
kinerja. Pengukuran efisiensi memerlukan penghitungan output atau hasil. Akan tetapi,
output pada sektor publik lebih banyak berupa intangible output, sehingga pengukuran
efisiensi sering mengalami kesulitan. Ukuran kinerja yang kemudian dikembangkan adalah
pengukuran efektivitas. Karena sulitnya mengukur secara tepat kinerja di sektor publik,
maka analisis terakhir adalaha dengan mempertimabangkan seberapa jauh suatu program
dan pelayanan memenuhi kebutuhan masyarakat relative terhadap biaya yang dikeluarkan.
6. Mengapa laporan keuangan sector public berbeda dengan laporan keuangan sector
swasta ?
Perbedaan laporan keuangan sektor publik dan sektor swasta meliputi perbedaan jenis –
jenis laporan keuangan, elemen laporan keuangan, tujuan pelaporan keuangan, dan teknik
akuntansi yang digunakan. Selain memiliki perbedaan, keduanya juga memiliki persamaan
yaitu kedua – duanya membutuhkan standar akuntansi keuangan sebagai pedoman untuk
membuat laporan keuangan
Laporan keuangan lembaga pemerintah tidak berfokus pada organisasi secara keseluruhan,
akan tetapi berfokus pada unit kerja pemerintah sebagai suatu bagian organisasi. Unit-unit
kerja peerintah tersebut merupakan entitas akuntansi (accounting entity) dan entitas
anggaran (budgetary entity) yang otonom. Laporan keuangan pemerintah lebih berorientasi
pada jangka panjang (forward-looking) karena terkait dengan konsep politik dan
kenegaraan. Pada sector swasta focus jangka panjang secara detail tidak dapat dilakukan
karena dibatasi oleh adanya ketidakpastian pasar. Laporan keuangan sector swasta perlu
diaudit oleh auditor independen untuk memberikan jaminan kualitas (quality assurance)
bahwa laporan keuangan yang dibuat manajemen tersebut terbebas dari salah saji material
dan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Laporan
keuangan sector public juga perlu diaudit, namun pengauditan untuk sector public tersebut
lebih luas, tidak sekedar audit keuangan dan kepatuhan saja, akan tetapi harus dilakukan
juga audit value for money.
7. Mengapa dalam menganalisis laporan keuangan akan dapat mengetahui hasil
kinerja perusahaan ?
Karena dalam melakukan intepretasi atau analisa terhadap laporan keuangan suatu
perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk dapat mengetahui keadaan dan
perkembangan perusahaan yang bersangkutan, sehingga manajemen perusahaan atau
manajemen sector public sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan dari
perusahaan yang dipimpinya itu agar dapat mengetahui hasil kinerja dari perusahaannya
pada saat sekarang dan masa lalu. Selain untuk mengetahui keadaan, analisis laporan
keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja manajerial dan organisasi, dan
harus jeli dalam memilih mana perusahaan yang bisa bermanfaat untuk kepentingan rakyat.
Untuk mengadakan intepretasi dan analisis keuangan suatu perusahaan diperlukan suatu
ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa keuangan adalah rasio, yang
merupakan alat untuk menjelaskan hubungan antara dua jenis data keuangan. Dalam
analisa rasio para analis dapat melakukan 2 macam perbandingan, yaitu pembandingan
present ratio dengan rasio-rasio yang sejenis di waktu-waktu yang lalu (data historis) dari
perusahaan-perusahaan yang sejenis dan pembandingan dengan institusi sejenis. Sehingga
kita akan mengetahui data keuangan.
8. Mengapa tekanan dari organisasi profesional dan masalah nasional (faktor
eksternal) dan tingkat pengetahuan serta pelatihan system informasi akuntansi
(faktor internal) merupakan faktor terbesar yang berpengaruh dalam menentukan
kegunaan pelaporan keuangan dlm proses pengambilan keputusan internal
organisasi?
Sesuai dengan teori kontingensi dan teori institusional yang menyatakan bahwa tekanan
eksternal dan faktor organisasi menentukan perubahan dalam sistem akuntansi sektor
publik, sehingga mempengaruhi cara informasi keuangan yang mereka hasilkan yang
digunakan untuk pembuatan keputusan internal. Tekanan dari organisasi profesional
(misalnya lembaga akuntan bersertifikat) dan masalah fiskal nasional sangat penting ketika
mempertimbangkan kegunaan pelaporan keuangan untuk pengambilan keputusan internal,
terutama di otoritas lokal, yang berarti bahwa badan-badan profesional dan sarana
keuangan tampaknya menstimulasi informasi kebutuhan oleh pengambil keputusan
internal dalam entitas sektor publik. Misalkan organisasi sektor public melakukan
pinjaman yang mana pemberi pinjaman adalah ECB dan IMF, adanya tekanan dari otoritas
local, dan tekanan dari organisasi profesional (ECB dan IMF) untuk penerapan praktik
akuntansi baru oleh badan-badan sektor public mendorong pendekatan akuntansi sektor
publik sistem akuntansi bisnis internal.
Dampaknya, mirip dengan apa yang telah terjadi di sektor bisnis, dapat diharapkan bahwa
juga untuk administrasi publik, model pelaporan keuangan baru yang akan diadopsi,
diadaptasi dari IPSAS, akan di satu sisi menjadi lebih fleksibel dalam informasi untuk
dilaporkan, dan yang lain, lebih teliti dan transparan dalam menyajikan informasi kepada
penggunanya. Tujuan utama mengadopsi model pelaporan keuangan baru, melalui tekanan
eksternal, akan menyebabkan peningkatan kegunaan penggunaan pelaporan keuangan.
Kurangnya pengetahuan dan pelatihan yang sesuai pada sistem informasi akuntansi oleh
para pembuat keputusan, terutama oleh politisi lokal, merupakan faktor yang menghambat
kegunaan yang diberikan untuk pelaporan keuangan untuk pengambilan keputusan
internal, yang memungkinkan menyimpulkan bahwa latar belakang, annd mungkin
pelatihan, para pengambil keputusan pada sistem akuntansi dan pelaporan keuangan akan
meningkatkan kegunaannya sebagai kualitas selanjutnya dari keputusan yang diambil.
9. Mengapa faktor eksternal lebih dapat meningkatkan kegunaan pelaporan keuangan
kota diportugal dibandingkan dengan faktor internal?
Karena, faktor eksternal diasumsikan memiliki efek positif pada penggunaan informasi
keuangan, sedangkan faktor internal memiliki efek negatif (Askim, 2008; Grossi &
Reichard, 2009; Yamamoto, 2008). Faktanya, eksternal ( kelembagaan) tekanan atau
kontinjensi dapat meningkatkan kegunaan pelaporan keuangan, bahkan menghasilkan
kebutuhan informasi lebih lanjut (baru dan berbeda), mengingat bahwa pengambil
keputusan cenderung menggunakan pelaporan keuangan sehingga untuk menunjukkan
bagaimana mereka dan organisasi yang mereka jalankan, memutuskan untuk bereaksi
terhadap keadaan mereka. Faktor organisasi internal dan karakteristik individu dan sikap
dapat, di sisi lain, menahan tekanan eksternal dan membatasi kegunaan informasi
keuangan.
10. Mengapa teori institusional digunakan untuk menjelaskan bagaimana organisasi
dalam menanggapi tekanan lingkungan organisasi mereka?
Karena dalam teori institusional mengidentifikasikan bermacam faktor eksternal yang
dapat mendorong terjadinya proses perubahan internal untuk memperoleh
legitimasi/pengakuan keputusan eksternal. Organisasi memiliki kecenderungan ‘menuju
keseragaman’ atau disebut ‘isomorfisma’ dalam kaitannya dengan lingkungan
kelembagaan. Dalam teori institusional ini dijelaskan bahwa isomorfisma tersebut dapat
dijadikan sebagai bentuk respon terhadap tekanan institusional yang mungkin terjadi.
(isomorfisma, memiliki cenderung mengadopsi praktik dan struktur yang sama dari waktu
ke waktu), sehingga digunakan sebagai pertahanan diri dalam organisasi ketika
menghadapi masalah yang belum mereka temukan solusinya. Perubahan isomofik dapat
terjadi menurut tiga mekanisme: koersif (menghasilkan tekanan formal dan informal yang
diberikan pada organisasi oleh organisasi lain dan harapan masyarakat, dalam konteks
hukum, ekonomi dan politik bersama, serta tekanan formal dan informal yang diberikan
oleh negara, yang memimpin organisasi untuk membuat keputusan untuk mengadopsi
praktik tertentu), normatif (yang timbul dari profesionalisasi yang membentuk norma dan
prosedur yang ditetapkan terbatas untuk pekerjaan atau aktivitas tertentu; jenis
isomorfisma ini terjadi sebagai hasil dari nilai dan gagasan bersama tentang perilaku yang
sesuai. , sering menyebar melalui kelompok profesional dan akademis); dan meniru (terjadi
dalam kondisi ketidakpastian dan berkurangnya stabilitas, ketika organisasi meniru praktik
yang sudah teruji dan berhasil di organisasi serupa lainnya)