Anda di halaman 1dari 7

Cabai Merah Standar SNI

Dalam rangka meningkatkan daya saing produk hasil tanaman pangan, diperlukan upaya
penjaminan mutu dengan memperhatikan standar dan perubahan lingkungan strategis.

Penerapan jaminan mutu yang relevan menggunakan standar yang diterbitkan oleh institusi
standardisasi atau persyaratan teknis, minimal oleh kementerian teknis.

Standar Nasional Indonesia (SNI), adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi
Nasional dan berlaku secara nasional.

SNI disusun dengan maksud untuk membuat pengertian yang sama tentang istilah dan definisi
suatu produk pangan, menyeragamkan penamaan atau penyebutan produk pangan serta
menyiapkan acuan/pedoman istilah dan definisi dalam rangka standardisasi dan sertifikasi
produksi suatu produk pangan.
Secara umum, penerapan jaminan mutu dapat dilakukan sejak penyediaan sarana produksi
sampai hasil produksi tersebut tersaji sesuai kepentingan konsumen.

Penerapan jaminan mutu produk dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu organik dan non-
organik, baik untuk produk pangan maupun produk non pangan.

Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan harga jual berani bersaing di
pasaran domestik maupun internasional. Selama ini dikenal 2 jenis cabai merah yakni cabai
merah besar dan cabai merah keriting.

Sesuai SNI No 01-4480-1998, untuk memperoleh cabai merah bermutu tinggi sebaiknya
memperhatikan klasifikasi, persyaratan mutu, perbaikan penanganan pasca panen serta
pengemasannya.
Adapun syarat mutu menurut standar mutu untuk cabai merah segar baik besar dan keriting
menurut SNI No. 01-4480-1998 adalah sebagai berikut.

Memiliki keseragaman warna

Warna merupakan kualitas fisik utama yang sangat menentukan harga. Sebelum mengambil
keputusan untuk membeli cabai keriting, konsumen akan mengamati warna.

Warna yang merah menyala akan meningkatkan ketertarikan konsumen untuk membeli. Selain
warna yang merah cerah, keseragaman juga merupakan hal yang sangat penting.

Dengan demikian, keseragaman warna dimasukkan dalam persyaratan mutu cabai merah segar
termasuk keriting. Cabai keriting kualitas prima dicirikan dengan adanya keseragaman warna
hingga di atas 95%.
Memiliki keseragaman bentuk

Secara logis, konsumen juga akan lebih tertarik pada produk yang memiliki keseragaman bentuk.
Dengan demikian, keseragaman bentuk merupakan salah satu prasyarat mutu cabai keriting.

Dalam dokumen mutu SNI No. 01-4480-1998 dipersyaratkan cabai keriting kualitas I harus
memiliki keseragaman di atas 98%, sedangkan untuk memenuhi standar mutu II dan III
dipersyaratkan cabai keriting memiliki keseragaman bentuk lebih dari 96% dan 95%.

Keseragaman ukuran

Standar mutu prima juga dicirikan dengan adanya keseragaman ukuran. Keseragaman ukuran ini
meliputi ukuran panjang buah dan garis tengah pangkal.

Ukuran panjang cabai keriting untuk dapat dikatakan memenuhi standar prima (mutu I) adalah
lebih dari 12 cm (12-17 cm) dengan garis pangkal 1,3-1,5 cm. Mutu II dicirikan dengan ukuran
panjang buah 10-12 cm dan garis tengah pangkal 1,0-1,3 cm; sedangkan mutu III dicirikan
dengan ukuran panjang buah <10 cm dan garis tengah pangkal <1,0 cm.

Kadar kotoran

Saat menjual ke konsumen, cabai keriting kualitas premium harus bebas dari cemaran kotoran
atau benda-benda asing. Kadar kotoran yang dipersyaratkan untuk dipenuhi agar dapat disebut
berkualitas mutu I (prima) adalah kurang dari 1%. Sementara itu, untuk mutu II dan mutu III
masih dapat ditoleransi keberadaan kotoran atau benda asing sebanyak 2-5%.

Tingkat kerusakan dan busuk buah

Tingkat kerusakan dan busuk buah sangat berpengaruh terhadap kualitas cabai keriting. Agar
disebut kualitas prima, standar yang harus dicapai untuk mutu I adalah tidak adanya kerusakan
dan busuk pada buah (0%).

Jika ada kerusakan sebesar 1-2 % maka masih dapat memenuhi kriteria mutu III. Jika kerusakan
sudah lebih dair 2% maka dapat dikatakan tidak bermutu karena tidak mencapai standar.
Hasil panen cabai dapat dipasarkan sesuai permintaan pasar dengan kriteria sebagai berikut:

 Pemasaran lokal: dikelompokkan menjadi kualitas A dan kualitas B.

Kualitas A: cabai merah yang utuh, bersih, sehat dengan bentuk normal, tanpa cacat.
Sedangkan kualitas B: cabai merah dengan ukuran kecil (panjang kurang 10 cm) dan
bercampur dengan bentuknya tidak normal.

 Pasar swalayan: dipilih cabai merah yang berukuran besar (panjang lebih 10 cm), tingkat
kemasakan 85%, dan tanpa cacat.

 Pasokan restaurant/rumah makan: dipilih 100% masak, tidak cacat, dan ukuran besar atau
kecil.
 Pemasaran ekspor: sesuai Stadar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 01-4480-1998.

Referensi:

pertanian.go.id

fao.org

clearinghouse.pom.go.id

pertanianku.com

http://8villages.com/full/petani/article/id/5a7189cc966843515575aeef

31 Jan 2018