Anda di halaman 1dari 7

Nama : Hilda Anggraeni

NIM : 12030117420074
Kelas :Reguler A Angkatan 36
Akuntansi Sektor Publik
AKUNTANSI UNTUK YAYASAN
1. Mengapa sistem pengendalian internal menjadi salah satu peran penting dalam
praktik manajemen keuangan ?
Karena untuk menerapkan sistem pengendalian internal yang tepat, komite manajemen
keuangan mematuhi dua aturan dan regulasi. Menurut abdul wahab dalam studinya
menunjukkan bahwa untuk meningkatkan manajemen keuangan di masjid membuat
energi fisik atau ide-ide yang bermanfaat. Menurut Sulaiman (2008), sistem pengendalian
internal adalah kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk memastikan perlindungan
aset organisasi dan keandalan pelaporan keuangan. Sistem pengendalian internal hanya
dapat memberikan jaminan yang wajar dan tidak mutlak menjamin pencapaian tujuan
organisasi. Penerapan sistem pengendalian internal yang tepat akan membantu
berjalannya suatu organisasi menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk dapat menciptakan
sistem pengendalian internal yang baik, pihak manajemen harus memiliki tanggung jawab
dalam dana publik yang digunakan dan dicatat dengan baik atau tepat. Sistem
pengendalian internal penting untuk diterapkan di masjid, guna menciptakan pengawasan
yang melekat, menutupi kelemahan dan keterbatasan personal, serta mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecurangan, dapat membantu pengelolaan masjid
dalam mengendalikan dan memastikan keberhasilan kegiatan.
2. Mengapa pada akuntansi yayasan piutang hibah perlu dicatat ?
Karena piutang hibah yang bisa dipercaya sebaiknya harus dicatat dalam sistem akuntansi.
Indikator bahwa suatu piutang dianggap valid adalah apabila hal itu disertai dengan bukti
tertulis yang dibuat donatur dengan menggunakan kata seperti "sepakar", atau
"menyetujui atau apakah piutang tersebut secara sah bisa diwujudkan atau tidak. Dalam
pencatatan piutang terdapat dua jenis piutang, yaitu piutang yang mengikat dan piutang
yang tidak mengikat. Piutang yang tidak mengikat adalah piutang yang dilakukan oleh
donatur untuk memberikan hibah kepada yayasan di masa yang akan datang. Namun
yayasan tersebut tidak perlu memenuhi beberapa persyaratan khusus sebelum menerima
hibah dan tidak ada kondisi lain yang ditetapkan olch donatur. Sedangkan piutang yang
mengikat adalah kesatuan peristiwa yang tidak menentu di masa mendatang. Misalnya,
seorang donatur berniat untuk memberikan uang sebesar Rp1.000 jika yayasan
memperoleh hibah yang sesuai sebesar Rp2,000 dari sumber yang baru. Piutang yang
mengikat ini hanya dicatat dalam buku ketika kondisi tersebut terpenuhi mendatang.
sehingga piutang ini tidak akan dicatat sebagai penerimaan sebelum penyesuaian hibah
diperoleh.
3. Mengapa kenyataannya saat ini banyak yayasan didirikan menyimpang dari tujuan
semula ?
Karena ketika tujuan yang berbeda dan menyimpang akan menjadikan usaha tersebut
menguntungkan seperti sebuah perusahaan yang melakukan lalu lintas dagang. Unsur-
unsur menjalankan perusahaan seperti sebuah perusahaan seperi membuat dokumen
perusahaan, mempunyai izin usaha, dikenai pajak, menggaji pengurus, memperhitungkan
atau memperhitungkan atau menghitung untung-rugi lalu mencatatnya dalam pembukuan
adalah ciri-ciri suatu kegiatan yang berbentuk hukum perusahaan. Tanda tanda yayasan
nilai menyimpang dari tujuan semula, secara nyata dituangkan dalam anggaran dasar
suatu yayasan. Dalam anggaran dasar diatur beberapa hal seperti keanggotaan yayasan
yang abadi, dimana pendiri mempunyai kekuasaan mutlak dan abadi bahkan
kedudukannya dapat di wariskan. Yayasan tersebut bergerak dalam bidang
pendidikan.oleh karena itu, untuk mengamankan kedudukannya, didalam anggaran dasar,
kedudukan pendiri diatur sebagai abadi, dapat diwariskan, dan mempunyai hak veto.
Dengan keluarnya UU Yayasan, eksistensi dan landasan yuridis Yayasan sebagai entitas
hukum privat tidak perlu dipermasalahkan lagi atau tidak perlu diragukan. Yayasan pada
hakikatnya adalah kekayaan yang dipisahkan dan diberi status badan hukum. Sebagai
subjek hukum. Sehingga Harta kekayaan yang dipisahkan Harta kekayaan tersebut diberi
status badan hukum.
4. Mengapa akuntansi yayasan perlu untuk menyesuaikan anggaran dasarnya ?
Yayasan adalah suatu entitas hukum yang keberadaannya dalam lintas hukum di Indonesia
sudah diakui oleh masyarakat berdasarkan realitas hukum positif yang telah ada dan
berkembang dalam masyarakat indonesia. Pengakuan yayasan sebagai badan hukum
berarti ada subjek hukum yang mandiri. Yaitu, adanya kekayaan yang terpisah, tidak
membagi kekayaan atau penghasilannya kepada pendiri atau pengurusnya, mempunyai
tujuan tertentu, memiliki organisasi yang teratur, dan didirikan dengan akta notaris.
Berdasarkan UU No.16 Tahun 2001, yayasan telah diakui sebagai badan hukum privat
dimana subjek hukum mandiri, yayasan dapat menyandang hak dan kewajiban, menjadi
debitor maupun kreditor, dan melakukan hubungan hukum apa pun dengan pihak ketiga.
Legalisasi badan hukum menurut UU Yayasan adalah saat akta pendiriannya, yang dibuat
dihadapan notaris dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan dan HAM.
Yayasan yang telah terbentuk sebgaai badan hukum memiliki kewajiban untuk melakukan
penyesuaian Anggaran Dasarnya dalam jangka waktu 5 tahun, dapat dibubarkan
berdasarkan putusan Pengadilan atas permohonan Kejaksaan atau pihak yang
berkepentingan. Kekayaan yayasan sendiri sebagian berasal dari bantuan Negara, bantuan
luar negeri, dan atau sumbangan masyarakat.
5. Mengapa pada akuntansi yayasan untuk mencapai manajemen yayasan yang baik,
efisiensi dan efektivitas praktik manajemen keuangan yayasan harus terjamin?
Pada akuntansi yayasan yang menjadi tekanan biasanya berhubungan dengan interaksi
antara peran anggaran, pelanggaran biaya dan masalah mengenai sistem kontrol internal
pada yayasan tersebut. Hal-hal tersebut muncul karena adanya kesalahan manajemen
biaya, dilatarbelakangi lemahnya akuntabilitas untuk mengelola sistem akuntansi, kurang
adanya peran anggaran, dan ketidaktepatan dalam mencatat pendapatan, dan cara yang
efektif untuk menemukan sumber pendapatan yayasan.hal tersebut dapat mengurangi
kualitas manajemen, serta lemahnya sistem kontrol internal akan meningkatkan resiko
dalam mengelola kinerja yayasan dan mempengaruhi sistem kontrol manajemen internal
dan eksternal yang mana akan mempengaruhi praktik manajemen keuangan yayasan.
Praktik manajemen keuangan yang komprehensif, akan secara langsung berdampak pada
peningkatkan efisiensi, efektivitas dan memaksimalisasi nilai yayasan. Sistem kontrol
manajemen penting bagi praktik manajemen yayasan untuk menjamin efisiensi dan
praktek manajemen keuangan yang tepat, untuk memastikan kegitan operasi berjalan
lancar sesuai dengan aturan dan regulasi, untuk menentukan kemampuan manajemen
yayasan untuk dalam mengukur dan mengelola aktivitas secara efektif dan untuk
menyediakan informsi dalam pembuatan keputusan yang lebih baik.
6. Mengapa pada akuntansi yayasan perlu adanya evaluasi program pada
pengembangan ?
Karena komponen kunci penilaian kondisi yayasan adalah dengan evaluasi efisiensi dan
efektivitas program. Evaluasi program dapat didasarkan pada data kualitatif dan
kuantitatif. Data kuantitatif merupakan informasi berbasis fakta, seperti tinjauan ulang,
catatan-catatan, statistik inferensial, hasil pengujian, dan lainnya dimana informasi
ditampilkan sebagai data terukur. Sedangkan data kualitatif merupakan kumpulan
penilaian individu terhadap program yg bisa melalui wawancara, dll. Dalam yayasan
masing-masing tujuan sering menjadi suatu program. Program nonprofit adalah aktivitas
yang dikelola dlam melayani konstituen, sepertti klien, pelanggan, dan pasien. Program-
program tersebut harus dievaluasi menurut kualitas manfaat bagi konstituen. Dalam
yayasan, suatu program merupakan uaha untuk menghasilkan berbagai produk baru.
Evaluasi program adalah pengumpulan informasi pendukung bagi pembuatan keputusan
program.
Ada beberapa jenis evaluasi program utama yayasan, yaitu :
a. Evaluasi berdasarkan tujuan – untuk memahami atau mengetahui apakah program
dapat memenuhi satu atau lebih tujuan spesifik
b. Evaluasi berbasis proses – dilakukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana
suatu program berjalan
c. Evaluasi berbasis hasil – untuk mengetahuai atau mengidentifikasi manfaat untuk
klien
d. Isi rancangan evaluasi – pengembangan suatu rencana evaluasi adalah untuk
memastikan hasil evaluasi program digunakan secara efisien di masa yang akan
dating
7. Mengapa pada akuntansi yayasan penting terdapat manajemen kas ?
Manajen kas untuk yayasan maupun organisasi swasta adalah sama, usaha bisa
berkembang dengan pesat dan meraih keuntungan yang besar. Namun seorang pengelola
yayasan tidak pernah merasa mempunyai cukup banyak uang untuk membayar beberapa
tagihan.
Pengelola yayasan memiliki apa yang diketahui sebagai “masalah arus kas” yang berarti
bahwa kas yang mengalir ke dalam tidak sinkron dengan kas yang keluar. Hal tersebut
menggambarkan bahwa untuk sementara waktu pengelola yayasan terjebak dengan
tagihan-tagihannya. Pengelola yayasan perlu perencanaan ke depan untuk mengetaui
apakah memiliki cukup kas atau tidak ketika membutuhkannya. Analisis kas melaporkan
bahwa manajemen yang buruk adalah alasan utama tak terpenuhinya kas. Jadi kegagalan
kas lebih disebabkan oleh manajemen kas yang buruk.
8. Mengapa saat ini yayasan yang dulunya tidak berorientasi pada persaingan, kini
mulai ada kecederungan untuk menggunakan analisis kompetitif?
Karena yayasan secara tradisional tidak memiliki pemikiran yang berorientasi pada
persaingan; sedangkan yayasan yang profit oriented akan bersaing untuk mendapatkan
pelanggan; yaitu kelangsungan hidupnya dalam memenuhi kebutuhan klien sangat
dipengaruhi oleh penyediaan barang dan jasa; adapula yayasan yang berjalan pada sistem
non pasar atau hibah. Pada kenyataannya beberapa yayasan dianggap sebagai “sumber
tunggal” dalam pemerolehan jasa tersebut. Hal ini mengakibatkan yayasan merasa tidak
perlu mempertanyakan status quo, penilaian tentang pemenuhan kebutuhan klien, atau
pengujian efektifitas biaya atau kualitas jasa yang disediakan. Namun, lingkungan
kompetitif telah berubah di mana para donatur (donor) dan klien mulai menuntut
akuntabilitas, dan yayasan sebagai sumber tunggal menemukan bahwa keberhasilan
adalah pendorong bagi agen yang lainnya untuk bersaing dalam memenangkan hibah
(dana bantuan). Kecenderungan terakhir ini telah meningkatkan tuntutan atas penyatuan
sumber daya yang lebih kecil, yang menuntut yayasan untuk berfikir ulang tentang cara
bekerja, bersaing dengan sehat, menghindari duplikasi jasa sebanding yang telah ada, dan
meningkatkan kolaborasi atau kerjasama.
9. Mengapa yayasan perlu mempertahankan pengendalian yang efektif ?
Karena dengan mempertahankan pengendalian dengan efektif ketika pelaksana
bertanggung jawab atas pengawasan pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang ada.
Dengan persyaratan yang rinci dari lembaga donor, sebaikny harus ada satu orang dalam
yayasan yang memahami dan memonitor peraturan khusus serta faktor pemenuhannya.
Surat manajemen merupakan indikator kualitas sistem pengendalian akuntansi dan bagian
dokumen audit yang menyebutkan kelemahan signifikan dari sistem yayasan atau
pelaksanaannya. Dengan surat manajemen tersebut, pengelola diminta untuk melakukan
perubahan sesuai dengan rekomendasi yang diajukan auditor. Dengan membandingkan
surat manajemen dari tahun ke tahun, pengelola akan memiliki mekanisme pengawasan
tentang penjagaan keuangan dan ketaatan atas kebijakan keuangan. Seiring dengan
terjadinya perubahan lingkungan dan yayasan, secara periodik sistem pengendalian
akuntansi ditinjau dan dimodifikasi sesuai kebutuhan baru (staf yang lebih banyak dan
dana yang makin terbatas), serta peraturan (seperti penerimaan hibah dari negara dengan
tambahan pemenuhan permintaan).
10. Sebelum melakukan investasi, mengapa perlu dilakukan pengujian terhadap
penentuan kebutuhan investasi?
Karena penentuan kebutuhan investasi berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan
ditetapkan bagi masing-masing yayasan. Analisis yang mendalam sebelum dilakukannya
investasi merupakan hal yang sangat penting, karena investasi berkaitan erat dengan
masalah transaparasi dan kewajaran anggaran. Penentuan kebutuhan investasi terkait
dengan dua kegiatan, yaitu: peningkatan kualitas investasi dan peningkatan kuantitas
investasi. Cara dalam mengklasifikasikan asal usul investasi:
a. Investasi penggantian
b. Investasi penambahan kapasitas
c. Investasi baru
Pengeluaran invetasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat
barang. Sedangkan investasi penambahan barang baru modal perlu dilakukan bila terjadi
tuntutan peningkatan cakupan pelayanan.

Aspek kelayakan investasi:


- Aspek teknis
Jika suatu investasi sudah tidak l;ayak dilihat dari apek teknisnya, maka usulan
tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.
- Aspek sosial dan budaya
Menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata,
sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, serta menyangkut
aspek legal dan lingkungan.
- Aspek ekonomi dan keuangan
Menyangkut pertimbanagn apakah investasi akan memberikan kontribusi nyata
terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan, dan apa kontribusinya
cukup besar dalam menentukan penggunaan sumberdaya yang diperlukan.
- Aspek distribusi
Dikaitkan dengan distribusi pelayanan publik secara adil dan merata.