Anda di halaman 1dari 11

Makalah Teknik Radiografi

FETOGRAFI
Disusun oleh:
1.Abdi sulfianto
2.Adi gunawan
3.Alfredo situmorang
4.Agnes tressa manik
5.Annisa zara ichwana
6.Apni handayani
7.Batari oloan
8.Cristin dearni
9.Desri wahyudi
10.Dewi ariyanti
11.Enda muliana
12.Fahman deni
13.Fajariah Sonia
14.Fizar rahmi
15.Hilwa dwi
16.Inka Kristin
17.Irna mahyuni
18.Jaka Mikael
19.Jonathan L Pardede
20.Juliska waruwu
21.Juniarti silaen
22.Marisitua hutapea
23.Martaliana aritonang
24.Mery adelina
25.Mona keke

ATRO YAYASAN SINAR AMAL BHAKTI


MEDAN
T/A.2017-2018
BAB II
PEMBAHASAN

Teknik Radiografi Fetografi

A. PENGERTIAN
Fetografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada ibu hamil dengan menggunakan sinar-x dan untuk melihat
kondisi janin. Namun sekarang lebih sering digunakan USG. Pemeriksaan ini hanya dilakukan setelah
trimester ke 3 dan dilakukan pada indikasi tertentu dan keadaan tertentu. Pemeriksaan ini sering dikenal Foto
Polos Abdomen (FPA) Gravid Reproduction.

B. KEGUNAAN
1. Menentukan umur kehamilan (trimester III)
• Ephifise distal femur yang menunjukkan umur kehamilan 36 minggu.
• Ephifise proksimal femur yang menunjukkan umur kehamilan 38 minggu.

2. Menentukan letak janin


3. Menentukan jumlah janin (tunggal, gemelli, multiple)

4. Menentukan letak kepala janin


• Preskep : Diameter kepala di bawah.
• Presbo : Posisi pantat/glutea.
• Posisi Lintang : Diameter kepala berada di diameter samping.

5. Menentukan tanda janin mati (pengganti USG)


• Ada pertumbuhan atau tidak
• Adanya Robert Sign’s

Ciri Robert Sign’s


• Ada udara di sistem sirkulasi.
• Adanya maserasi jaringan & elemen darah yang mati.
• Timbul gas CO2 , sebagian O2 dan N2.
• Gas masuk ke dalam jaringan , gambar radiolusent bulat.
• Lobulated di daerah jantung.
• Atau gambaran pohon bercabang dari hepar disebabkan masuknya gas ke hepar.
• Tanda tersebut terlihat setelah 12 jam – 1 minggu janin meninggal.

CATATAN BNO POLOS PADA NON GRAVID


Digunakan untuk menentukan gas pada pertubasi masuk ke cavum abdomen atau tidak. Prosesnya yaitu
Gasàcavum uterusà tuba à masuk cavum peritonii à sesudah partubasi à dilakukan Foto Abdomen Tegak
Bila ada udara di subdiafragma kanan (warna hitam seperti bulan sabit/melengkung mengikuti bentuk
diafragma = semilunar shape)itu merupakan Tuba Patent

1. Adanya Horner Spalding Sign


• Adanya overlapping diameter tulang calvaria.
• Terlihat setelah 24 jam-3 minggu dari waktu kematian janin.

2. Deules Halo Sign


• Adanya udara berupa gambar radiolusen antara calvaria dan lemak subcutan.
• Gambaran terlihat 2 hari – 32 minggu sesudah janin mati.
C. 3. Atoni , hipotoni pada janin
• Angulasi/vertebra kolaps/terbentuk garis Gibbes Appereance diketemukan oleh Schmids’s
• Kolaps dinding thorax
• Hiperekstensi tulang belakang (Jungmann).
• Hiperfleksi tulang belakang (Hartley).
• Tulang kerangka tidak beraturan/desintegrasi tulang-tulang (dianggap sebagai tindak lanjut).

D. PERSIAPAN PASIEN
• Informasi dan komunikasi yang baik dan jelas tentang pelaksanaan pemeriksaan fetografi.
• Melepas benda-benda logam yang dapat mengganggu gambaran pemeriksaan.
• Pengosongan daerah blass

E. PERSIAPAN ALAT
• Pesawat kemampuan cukup (80 – 90 kV)
• Kaset dan film 30 x 40
• Grid/lysolm
• Marker
• Gonad shield

F. PROTEKSI RADIASI
• Faktor ekspose yang cukup dengan menggunakan High kV Technique.
• Hindari pengulangan foto, lakukan prosedur dengan tepat.
• Luas penyinaran seminimal mungkin.

G. PERAWATAN POST PEMERIKSAAN


• Apabila ada perdarahan (dari placenta previa), pasien perlu istirahat atau lakukan tindakan emergensi.
• Lakukan observasi pasien.
• Siapkan peralatan resusitasi/respirasi O2 bila pasien sesak nafas.

H. PROYEKSI PEMERIKSAAN

1. AP/PA
Posisi Pasien
Supine/prone

Posisi Obyek
• MSP tubuh di pertengahan kaset.
• Rongga abdomen di pertengahan kaset.
• Batas atas kaset diafragma dan batas bawah kaset simphisis pubis.
• Posisikan knee joint sejajar.

Central Ray
Vertikal/tegak lurus

Central Point
Pertengahan kedua SIAS setinggi Lumbal ke-3

FFD
90-100 cm
Ekspose : Saat pasien ekspirasi dan tahan nafas.
Kriteria Gambar
• Tampak gambaran tulang fetus.
• Densitas dan kontras dapat memperlihatkan persendiaan & tulang fetus.
• Tidak tampak rotasi abdomen.

2. Proyeksi Lateral
Posisi Pasien
Miring salah satu sisi tubuh

Posisi Obyek
• Daerah abdomen pada pertengahan film.
• Kedua lengan di atas sebagai ganjalan kepala.
• Kedua tungkai fleksi maksimal.
• Axilare plane tegak lurus meja pemeriksaan.

Central Ray
Vertikal tegak lurus

Central Point
Pada axilare plane setinggi Lumbal ke-3

FFD
90-100 cm
Ekspose : Saat pasien ekspirasi dan tahan nafas.
Kriteria Gambar
• Hip joint & femur superposisi
• Densitas dan kontras dapat memperlihatkan persendian fetus dan tulang
• Gambaran fetus terkover dengan jelas
Proteksi radiasi yang bisa dilakukan antara lain adalah sebagai berikut :
a. Faktor Ekspose yang cukup (High kV Technique)
b. Hindari pengulangan foto, lakukan prosedur dengan tepat
c. Luas penyinaran seminimal mungkin

Kegunaan Fetografi ini antara lain untuk menentukan umur kehamilan (pada trimester ketiga) jika
tampak epifise distal femur maka umur kehamilannya 36 minggu, sedangkan jika yang tampak epifise
proksimal femur maka umur kehamilannya 38 minggu. Pemeriksaan fetografi juga bisa untuk
menentukan letak janin apakah letak kepalanya Preskep (diameter kepala dijalan lahir), Presbo (posisi
pantat/glutea yang berada di jalan lahir), ataukah Posisi Lintang (diameter kepala berada di samping).
Menentukan jumlah janin apakah tunggal, gemelli, atau bahkan multiple. Dan juga untuk menentukan
tanda janin mati (pengganti USG) apakah ada pertumbuhan atau tidak.

Tanda kamatian janin pada gambaran fetografi akan tampak antara lain :
a. Adanya Robert Sign’s
Robert Sign’s dapat dilihat pada pemeriksaan ini ciri-cirinya yaitu :
Ada udara di sistem sirkulasi
Adanya maserasi jaringan dan elemen darah yang mati
Timbul gas CO2, sebagian O2 dan N2
Adanya gas yang masuk ke dalam jaringan, terlihat dengan adanya gambaran radiolusent bulat
Lobulated di daerah jantung
Tampak gambaran pohon bercabang dari hepar disebabkan masuknya gas ke hepar
Tanda tersebut terlihat setelah 12 jam - 1 minggu setelah janin meninggal
b. Adanya Horner Spalding Sign
Ciri-ciri adanya Horner Spalding Sign adalah :
Adanya overlaping diameter tulang calvaria
Terlihat setelah 24 jam – 3 minggu dari waktu setelah kematian janin
c. Deules Halo Sign
Adanya Deules Halo Sign ciri-cirinya yaitu:
Adanya udara berupa gambar radiolusen antara calvaria dan lemak subcutan
Gambaran terlihat 2 hari – 32 minggu sesudah setelah janin mati.
d. Atoni, hypotoni pada janin
Ciri-cirinya yaitu:
Angulus /vertebra kolaps/ terbentuk garis
Gibbes Appereance diketemukan oleh Schmids’s
Kolaps dinding thorax
Hyperekstensi tulang belakang/jungmann
Hiperfleksi tulang belakang
Tulang kerangka tidak beraturan atau disintegrasi tulang-tulang (dianggap sebagai tindak lanjut)

Perawatan Post Pemeriksaan fetografi yaitu:


Apabila ada perdarahan (dari placenta previa) pasien perlu istirahat, atau dilakukan tindakan
emergency.
Lakukan observasi pasien
Siapkan peralatan resusitasi atau respirasi oksigen bila pasien sesak nafas

Teknik Pemeriksaan
1. Persiapan Pasien
Untuk persiapan pemeriksaan Fetografi ini tidak perlu persiapan khusus pasien hanya melakukan
pengosongan blass (VU) dengan cara buang air kencing.
2. Persiapan Alat
- Film 30 x 40 cm
- Pesawat kemampuan cukup 80 - 90 kV
- Grid
- Marker
3. Proyeksi yang Dilakukan
Foto diambil dengan proyeksi sebagai berikut.
Anteroposerior (AP)
Lateral

Proyeksi AP
Prosedur teknik dengan proyeksi Anteroposerior (AP) sebagai berikut:
Posisi Pasien :
Pesien diatur dalam posisi tidur terlentang (supine) diatas meja pemeriksaan, kemudian atur MSP tubuh pada
pertengahan meja
Posisi Obyek :
Atur posisi rongga abdomen agar berada di pertengahan kaset batas atas kaset setinggi diafragma dan batas
bawah pada symphisis phubis. Posisikan knee joint sejajar dan tidak ada rotasi pada tubuh.
CR : Vertikal tegak lurus kaset
CP : Pertengahan kedua Crista Iliaca setinggi vertebra lumbal tiga
Ekspose : Ekspirasi, tahan nafas

Proyeksi Lateral
Prosedur pemeriksaannya sebagai berikut:
Posisi Pasien :
Atur pasien pada posisi tidur miring salah satu sisi tubuh pada meja pemeriksaan
Posisi Obyek :
Atur daerah abdomen pada pertengahan film dan kedua tungkai fleksi maksimal untuk fiksasi pasien agar
lebih nyaman atur axillare plane atau MCP tegak lurus meja pemeriksaan.
CR : Vertikal tegak lurus kaset
CP : Pertengahan film setinggi crista iliaca atau vertebra lumbal tiga
Ekspose : Ekspirasi dan tahan nafas
BAB III
KESIMPULAN
A.Simpulan
Fetografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada ibu hamil dengan menggunakan sinar-x dan untuk
melihat kondisi janin. Namun sekarang lebih sering digunakan USG. Pemeriksaan ini hanya dilakukan
setelah trimester ke 3 dan dilakukan pada indikasi tertentu dan keadaan tertentu. Pemeriksaan ini sering
dikenal Foto Polos Abdomen (FPA) Gravid Reproduction.
KEGUNAAN
1. Menentukan umur kehamilan (trimester III)
• Ephifise distal femur yang menunjukkan umur kehamilan 36 minggu.
• Ephifise proksimal femur yang menunjukkan umur kehamilan 38 minggu.

2. Menentukan letak janin


3. Menentukan jumlah janin (tunggal, gemelli, multiple)

4. Menentukan letak kepala janin


• Preskep : Diameter kepala di bawah.
• Presbo : Posisi pantat/glutea.
• Posisi Lintang : Diameter kepala berada di diameter samping.

5. Menentukan tanda janin mati (pengganti USG)


• Ada pertumbuhan atau tidak
• Adanya Robert Sign’s

B.Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa/i untuk meningkatkan pengetahuan dan
wawasan mengenai “Fetografi”. Dengan pengertian Fetografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada ibu hamil
dengan menggunakan sinar-x dan untuk melihat kondisi janin. Namun sekarang lebih sering digunakan USG.
DAFTAR PUSTAKA

https://bocahradiography.wordpress.com/2012/05/26/teknik-pemeriksaan-
radiografi-gravid-reproduction-fetografi/
http://siavent.blogspot.com/2010/05/teknik-radiografi-fetografi.html
KATA PENGANTAR
Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis dapat
selesai menyusun laporan kasus ini yang berjudul “Fetografi”.
Pada kesempatan ini tidak lupa penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada Bapak Thamrin Tarigan B.Sc, S.Sos selaku Dosen Teknik
Radiografi dan rekan-rekan yang turut membantu.
Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
banyak terdapat kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan yang ada
pada penulis. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan guna perbaikan penyusunan laporan kasus lain dikemudian
kesempatan.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam
menambah pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam melakukan
teknik radiografi Fetografi.

Medan, 07 Juni 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................... 1
A. Latar Belakang………………………………….......................... 1
B. Rumusan Masalah………………………………………………. 1
C. Tujuan…………………………………………………………. 1
BAB II PEMBAHASAN…………………………...………….. 2
A. Pengertian………………………………………………………
B. Kegunaan……………………………………………………….
C. Persiapan Pasien………………………..………………………
D. Persiapan Alat……………………………………………………
E. Proteksi Radiasi…………………………………………………
F. Perawatan Post Pemeriksaan…………………………………..
G. Proyeksi Pemeriksaan……………………………………………
BAB III KESIMPULAN………..……………………….…… 2
A. Simpulan…………………………………………………………
B. Saran…………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA....................................................................