Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat utama, oleh

karena itu setiap manusia berhak memiliki kesehatan.Namun pada kenyataannya

tidak semua orang memiliki derajat kesehatan yang optimal dikarenakan berbagai

masalah, misalnya lingkungan yang tidak baik, sosial ekonomi yang rendah, pola

hidup yang tidak sehat mulai dari makanan, kebiasaan maupun lingkungan

sekitarnya. Hal tersebut merupakan pemicu berbagai macam penyakit, salah

satunya adalah stroke (Misbach, 2011).

Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat

ini. Dewasa ini, stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir

diseluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan serangan stroke yang mendadak dapat

mengakibatkan kematian, kecatatan fisik dan mental baik pada usia produktif

maupun usia lanjut (Junaidi, 2011).

Lanjut usia merupakan suatu periode dari rentang kehidupan yang ditandai

dengan perubahan atau penurunan fungsi tubuh (Papalia, 2007). Secara umum,

populasi penduduk lansia 60 tahun keatas pada saat ini di negara-negara dunia

diprediksikan akan mengalami peningkatan. Jumlah penduduk lanjut usia di dunia

saat ini diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan

pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Antara tahun 2007 dan 2050, presentasi

jumlah penduduk lansia di Amerika Afrika diperkirakan mengalami peningkatan

1
2

dari 8,3% mencapai 11%, sementara itu perkiraan peningkatan jumlah populasi

lansia juga terjadi di Asia antara tahun 2007 dan 2050 dari 2,3% mencapai 7,8%

(Meiner, 2011)

Penyakit yang terjadi pada lansia salah satunya adalah penyakit stroke. Kasus

stroke dari tahun ke tahun terus menerus meningkat dinegara maju seperti amerika

serikat, setiap hari terjadi 750 kasus stroke baru di amerika serikat. Berdasarkan

world heath organisation diseluruh dunia di perkirakan 5,5 juta orang meninggal

akibat stroke dan diperkirakan 2020 penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab

kematian di dunia (Projoalisastro,2009).

Angka kejadian stroke meningkat dengan tajam di Indonesia. Bahkan saat ini,

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di asia dan

menempati urutan ke tiga penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker

(Yastroki,2009).

Kualitas hidup penderita stroke sangat bergantung pada kualitas penatalaksanaan

stroke yang diberikan secara holistik oleh tenaga kesehatan dan interdisiplin yang

terdiri dari perawat, dokter, pasien, dan keluarga (Almborg et l, 2009). Penanganan

stroke secara umum dibagi menjadi dua tahap. Tahap akut dan tahap paska akut

atau tahap pemulihan. Sasaran pengobatan dititikberatkan pada tindakan

rehabilitasi, pencegahan komplikasi dan terjadinya stroke berulang (National

Institute of Neurological Disorder and Stroke, 2008, Harsono, 2000).

Namun apabila pasien stroke ini ditangani dengan baik, maka akan dapat

meminimalkan kecacatan dan mengurangi ketergantungan pada orang lain dalam

beraktifitas. Perawat mempunyai peranan yang sangat besar dalam memberikan


3

asuhan keperawatan dan dukungan pada pasien stroke dan keluarganya. Peran

perawat dimulai dari tahap akut hingga tahap rehabilitasi, serta pencegahan

terjadinya komplikasi pada pasien stroke (National Institute of Neurological

Disorder and Stroke, 2008).

Peran perawat pada tahap paska rehabilitasi bukan hanya dalam hal pencegahan

komplikasi dan mengurangi faktor resiko terjadinya stroke berulang, tetapi juga

mengidentifikasi kebutuhan akan perencanaan pulang yang sesuai dengan

kebutuhan keluarga, dan memberikan informasi yang dibutuhkan, serta mendorong

keluarga untuk lebih efektif dalam melaksanakan perannya dan bergerak

melampaui ketidakmampuan mereka. Sedangkan peran utama perawat terhadap

keluarga pasien stroke yaitu meningkatkan koping keluarga melalui penyuluhan

kesehatan (Smeltzer & Bare, 2002).

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Penulis mampu menerapkan asuhan keperawatan gerontik yang tepat pada

penyakit Stroke dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melaksanakan pengkajian yang tepat pada lansia dengan masalah

Stroke.

b. Mampu menegakkan masalah keperawatan yang tepat pada lansia dengan

masalah Stroke.

c. Mampu menentukan rencana keperawatan yang tepat pada lansia dengan

masalah Stroke.
4

d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan dengan tepat pada lansia dengan

masalah Stroke.

e. Mampu melaksanakan evaluasi hasil dengan tepat dari tindakan keperawatan

yang sudah dilakukan pada lansia dengan masalah Stroke.

f. Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan lansia dengan masalah Stroke.

3. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penyusunan Laporan Kasus Gerontik ini adalah:

a. Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan panduan dalam penanganan

pasien dengan stroke

b. Bagi Profesi Keperawatan

Manfaat penulisan Laporan Kasus Gerontik ini sebagai masukan dan tambahan

wacana pengetahuan, menambah wacana bagi profesi keperawatan.

c. Bagi Penyusun

Menambah pengetahuan dan informasi bagi penulis tentang asuhan keperawatan

lansia dengan masalah stroke selain itu karya tulis ilmiah ini di harapkan dapat

menjadi salah satu cara penulis dalam mengaplikasikan ilmu yang di peroleh di

dalam perkuliahan.