Anda di halaman 1dari 6

LKM 11.

FREKUENSI RESONANSI TABUNG

Perhatikan bentuk gambar di bawah ini!

Tuliskan 3 pernyataan berkaiatan dengan gambar tentang:

a. Jenis pipa
b. Simpul dan perut
c. Panjang gelombang
d. Frekuensi gelombang
e. Cepat rambat gelombang

Untuk menyelidi frekuensi resonansi tabung , mari kita lakukan percobaan dengan:

TUJUAN
1. Menentukan frekuensi dengan berbagai panjang tabung
2. Menganalisa hubungan frekuensi resonansi dengan panjang tabung
3. Menentukan deret harmonik frekuensi resonansi tabung tertututp dan terbuka

ALAT DAN BAHAN

1. Alat tabung resonansi 1 buah


2. Pembangkit frekuensi audio 1 buah
3. Mikrofon cadangan 1 buah

1
LANGKAH PERCOBAAN

Kegiatan 1. Frekuensi resonansi dan panjang tabung


a. Rangkai alat tabung resonansi seperti pada gambar di bawah ini

Gambar . Rangkaian tabung resonansi

b. Pengeras suara dihubungkan ke pembangkit frekuensi audio dengan


menggunakan dua buah kabel
c. Mikrofon dihubungkan ke terminal masukan sound level meter (SLM)
d. Tempatkan piston pada jarak 10 cm dari ujung terbuka. Gunakan batang
aluminium yang terdapat pada alat tabung resonansi untuk menggeser piston
e. Atur pembangkit frekuensi audio dengan memutar pengatur FREQ RANGE pada
skala 100 Hz, putar tombol LEVEL pada skala minimum atau skala nol, kemudian
hidupkan pembangkit frekuensi audio
f. Atur amplitudo gelombang bunyi dengan memutar tombol LEVEL secara
perlahan sehingga anda mendengar bunyi yang cukup jelas pada pengeras suara
g. Naikan frekuensi secara perlahan dengan memutar pengatur frekuensi pada
pembangkit frekuensi audio sampai di dengarkan bunyi yang relatif keras
(jarum penunjuk SLM menunjukan nilai terbesar) . Bunyi yang relatif keras ini
menandakan terjadinya resonansi dalam tabung.

h. Catat nilai frekuensi yang didapatkan dari hasil penunjukan pembangkit


frekuensi audio pada tabel 1.1

2
i. Ubah panjang tabung dengan menggeser piston pada posisi yang sesuai seperti
tercantum pada tabel 1.1
j. Ulangi langkah a- i untuk mendapatkan frekuensi resonansi tabung tersebut.

Tabel 1.1. Hubungan panjang tabung dengan frekuensi resonansi

No Panjang tabung (cm) Frekuensi Resonansi (Hz)


1 10 800
2 20 540
3 30 810
4 40 660
5 50 850

Kegiatan 2.Tabung tertutup dan frekuensi harmonik


1. Atur posisi piston sehingga panjang tabung resonansi 30 cm.
2. Atur pembangkit frekuensi audio dengan memutar pengatur FREQ. RANGE
pada skala 100 Hz, putar tombol LEVEL ke skala minimum atau skala nol dan
kemudian hidupkan pembangkit frekuensi audio.
3. Naikkan besar frekuensi secara perlahan dengan memutar pengatur
frekuensi pada pembangkit frekuensi audio sampai didengarkan bunyi yang
relatif keras (jarum penunjuk SLM menunjukkan nilai terbesar). Bunyi yag
relatif keras ini menandakan terjadinya resonansi di dalam tabung.
4. Catat nilai frekuensi yang didapatkan dari hasil penunjukan pembangkit
frekuensi audio pada Tabel 1.2 sebagai frekuensi dasar f0 .
5. Naikkan lagi besar frekuensi sacara perlahan dan sampai didengarkan bunyi
yang relatif keras berikutnya. Catat frekuensi resonansi ini sebagai frekuensi
atas kesatu f1 pada Tabel 1.2.
6. Ulangi langkah 5 di atas sampai didapatkan minimal 5 frekuensi resonansi
atas berikutnya. Catat hasil perhitungan pada kolom yang sesuai pada Tabel
1.2.
7. Hitung perbandingan untuk tiap frekuensi atas dan frekuensi dasar tabung.
Catat hasil perhitungan pada kolom yang sesuai pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Frekuensi resonansi dasar dan frekuensi atas tabung pada tabung tertutup

No. Frekuensi Frekuensi Resonansi fn/f0


(Hz)
1. f0 380 1
2. f1 390 1,02
3. f2 400 1,05
4. f3 410 1,07
5. f4 420 1,105
6. f5 430 1,131

3
Kegiatan 3. Tabung Terbuka dan Frekuensi Harmonik
1. Buka tutup tabung dengan melepaskan baut pengencang tutup tabung.
2. Masukkan mikrofon ke dalam tabung resonansi.
3. Hubungkan mikrofon ke terminal masukan SLM.
4. Hidupkan pembangkit frekuensi audio.
5. Naikkan besar frekuensi secara perlahan dengan memutar pengatur
frekuensi pada pembangkit frekuensi audio sampai didengarkan bunyi
yang relatif keras (jarum penunjuk SLM menunjukkan nilai terbesar).
Bunyi yang relatif keras ini menandakan terjadinya resonansi di dalam
tabung.
6. Catat nilai frekuensi yang didapatkan dari hasil penunjukan pembangkit
frekuensi audio pada Tabel 1.3 sebagai frekuensi dasar f0.
7. Naikkan lagi besar frekuensi secara perlahan dan sampai didengarkan
bunyi yang relatif keras berikutnya. Catat frekuensi resonansi ini sebagai
frekuensi atas kesatu f1 pada Tabel 1.3.
8. Ulangi langkah 5 di atas sampai didapatkan minimal 5 frekuensi
resonansi atas berikutnya. Catat hasil perhitungan pada kolom yang
sesuai pada Tabel 1.3.
9. Hitung perbandingan untuk tiap frekuensi atas dan frekuensi dasar
tabung. Catat hasi perhitungan pada kolom yang sesuai pada Tabel 1.3.

Tabel 1.3 Frekuensi resonansi dasar dan frekuensi atas tabung pada tabung terbuka

No. Frekuensi Frekuensi Resonansi fn/f0


(Hz)
1. f0 440 1
2. f1 450 1,02
3. f2 460 1,045
4. f3 470 1,068
5. f4 480 1,09
6. f5 490 1,11

Analisa Data
Tabel 1.1. Hubungan panjang tabung dengan frekuensi resonansi
1. Dik: L=10 cm= 0,1 m f=800Hz 2. Dik: L=20 cm= 0,2 m f=540Hz
Dit: v=? Dit: v=?
Jawab: v=⋋.f Jawab: v=⋋.f
⋋=4L=4.0,1=0,4 m ⋋=4L=4.0,2=0,8 m
v=⋋.f=0,4.800=320 m/s v=⋋.f=0,8.540=432 m/s
3. Dik: L=30 cm= 0,3 m f=810Hz 4. Dik: L=40 cm= 0,4 m f=660Hz
Dit: v=? Dit: v=?
Jawab: v=⋋.f Jawab: v=⋋.f
⋋=4L=4.0,3=1,2 m ⋋=4L=4.0,4=1,6 m
v=⋋.f=1,2.810=972 m/s v=⋋.f=1,6.660=1056 m/s

4
5. Dik: L=50 cm= 0,5 m f=850Hz
Dit: v=?
Jawab: v=⋋.f
⋋=4L=4.0,5=2 m
v=⋋.f=2.850=1700 m/s

Tabel 1.2 Frekuensi resonansi dasar dan frekuensi atas tabung pada tabung tertutup

No. Frekuensi Frekuensi Resonansi fn/f0


(Hz)
1. f0 380 f0/f0 =1
2. f1 390 f1/f0 =1,02
3. f2 400 f2/f0 =1,05
4. f3 410 f3/f0 =1,07
5. f4 420 f4/f0 =1,105
6. f5 430 f5/f0 =1,131

Tabel 1.3 Frekuensi resonansi dasar dan frekuensi atas tabung pada tabung terbuka

No. Frekuensi Frekuensi Resonansi fn/f0


(Hz)
1. f0 440 f0/f0 =1
2. f1 450 f1/f0 =1,02
3. f2 460 f2/f0 =1,045
4. f3 470 f3/f0 =1,068
5. f4 480 f4/f0 =1,09
6. f5 490 f5/f0 =1,11

KESIMPULAN

1. Apa yang dapat anda simpulkan tentang hubungan panjang tabung dan
frekuensi resonansinya? Jelaskan jawaban anda!
Jawab: hubungan panjang tabung dengan frekuensi resonansinya adalah
fluktuatif karena frekuensi resonansi yang dihasilkan dari panjang tabung
yang berbeda mengalami fluktuatif. Misalnya saja pada data dengan panjang
tabung 10 cm maka frekuensi resonansi yang dihasilkan sebesar 800 Hz,
pada panjang tabung 20 cm frekuensi resonansi yang dihasilkan sebesar 540
Hz sedangkan pada panjang tabung 30 cm frekuensi resonansi yang
dihasilkan sebesar 810 Hz sehingga hal ini menunjukkan bahwa frekuensi
resonansi yang dihasilkan yaitu fluktuatif. Hal ini dikarenakan pada panjang
tabung tertentu tepat berada titik gelombang yang berbeda, bisa pada titik
simpul, titik puncak atau titik lembah sehingga frekuensi yang dihasilkan
menjadi fluktuatif.

5
2. Berdasarkan data Tabel 1.2, deret apakah yang dibentuk oleh perbandingan
antara frekuensi-frekuensi atas dan frekuensi dasar tabung? Sesuaikah deret
tersebut dengan deret harmonik untuk resonansi tabung tertutup? Jelaskan
jawaban anda!
Jawab: Dari data yang didapatkan, perbandingan antara frekuensi-frekuensi
atas dan frekuensi dasar tabung yaitu f0: f1: f2: f3: f4: f05=
1:1,02:1,05:1,07:1,105:1,131. Dari data yang didapatkan deret tersebut tidak
sesuia dengan deret harmonik untuk resonansi tabung tertutup yaitu 1:3:5.
Hal ini dikarenakan terdapat dua faktor antara lain:
a. Kurang ketelitian praktikan dalam mendengar bunyi dan membaca alat
pengukur
b. Alat yang digunakan kurang teliti dan peka dalam mengukur frekuensi
3. Berdasarkan pada Tabel 1.3, deret apakah yang dibentuk oleh perbandingan
antara frekuensi-frekuensi atas dan frekuensi dasar tabung? Sesuaikah deret
tersebut dengan deret harmonik untuk resonansi tabung terbuka? Jelaskan
jawaban anda!
Jawab: : Dari data yang didapatkan, perbandingan antara frekuensi-frekuensi
atas dan frekuensi dasar tabung yaitu f0: f1: f2: f3: f4: f05=
1:1,02:1,045:1,068:1,109:1,11. Dari data yang didapatkan deret tersebut
tidak sesuai dengan deret harmonik untuk resonansi tabung terbuka yaitu
1:2:3. Hal ini dikarenakan terdapat dua faktor antara lain:
c. Kurang ketelitian praktikan dalam mendengar bunyi dan membaca alat
pengukur
d. Alat yang digunakan kurang teliti dan peka dalam mengukur frekuensi