Anda di halaman 1dari 19

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ENSEFALITIS PADA


KELUARGA PASIEN DI ICU”

Disusun Oleh

Kelompok 1 :

Annisa Ariyati 14.IK.375

Ayu Lestari 14.IK.378

Lisa Fitriani 14.IK.395

Muhammad Fikriyadi 14.IK.401

Muhammad Rizki Alfian 14.IK.404

Nor Diana 14.IK.406

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA
2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpah kan rahmat dan
karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Proposal Penyuluhan
“Pendidikan Kesehatan Tentang Ensefalitis Pada Keluarga Pasien di ICU”.

Harapan penulis dengan diselesaikannya Satuan Acara Penyuluhan ini,


semoga memberi manfaat baik untuk keluarga dan pasien untuk mengetahui
lebih dalam mengenai Emsefalitis. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan
terima kasih kepada dosen pembimbing yang sudah membimbing kami dalam
penyelesaian Satuan Acara Penyuluhan ini serta seluruh teman-teman angkatan
VI yang selalu memberikan dorongan moral.

Teriring doa semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepada


kelompok kami mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Tuhan YME.

Banjarmasin, Mei 2018

Penulis
RINGKASAN KEGIATAN

Tujuan dilaksanakan penyuluhan agar keluarga pasien diharapkan dapat


mengerti mengenai apa itu Ensefalitis .Setelah dilakukan penyuluhan mereka
jadi bisa memahami Ensefalitis dan bagaimana cara mencegah terjadinya
Ensefalitis, menunjukkan kepada keluarga pasien tentang kepedulian
mahasiswa STIKES Sari Mulia. Metode pelaksanaan penyuluhan yaitu dengan
ceramah dan tanya jawab. Kegiatan dilakukan di ICU RSUD Ulin Banjarmasin.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i


RINGKASAN MATERI ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
BAB II. TARGET / LUARAN ................................................................................... 4
BAB III. METODE PELAKSANAAN ....................................................................... 5
A. Kegiatan ............................................................................................ 5
B. Waktu dan Tempat ............................................................................ 5
C. Metode .............................................................................................. 5
D. Media ................................................................................................ 5
E. Kepanitian ......................................................................................... 5
BAB IV. PENUTUP ................................................................................................ 6
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 7
Lampiran 1 Materi Ensefalitis
Lampiran 2 Absen Peserta
Lampiran 3 Absen Mahasiswa dan Dosen
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ensefalitis adalah jaringan otak yang dapat disebabkan oleh
bakteri,cacing, protozoa, jamur, ricketsia atau virus. Ensefalitis Arbovirus
adalah infeksi otak yang berat yang disebabkan oleh salah satu dari
beberapa jenis virus.Infeksi ensefalitis virus yang paling sering terjadi di
Amerika dan ditularkan melalui gigitan serangga adalah : Ensefalitis Ekuin
Barat, Ensefalitis Ekuin Timur, Ensefalitis Santa Louis, Ensefalitis Kalifornia
(Arif mansjoer, 2000).
Ensefalitis Ekuin Barat terjadi di seluruh Amerika dan menyerang semua
umur, tetapi terutama menyerang anak usia dibawah 1 tahun. Ensefalitis
Ekuin Timur terjadi terutama di Amerika bagian timur, terutama menyerang
anak-anak yang sangat muda dan diatas usia 55 tahun, dan lebih
fatal.Kedua jenis ensefalitis tersebut cenderung lebih berat pada anak
dibawah 1 tahun, menyebabkan kerusakan saraf atau otak yang menetap.
Wabah ensefalitis Santa Louis pernah terjadi di seluruh Amerika,
terutama di Texas dan beberapa negara bagian barat-tengah. Resiko
kematian terbesar ditemukan pada orang yang lebih tua.Virus kelompok
Kalifornia terdiri dari : virus Kalifornia (banyak ditemukan di AS barat), virus
La Crosse (di AS barat-tengah),virus Jamestown Canyon (di New York).
Ketiga virus ini terutama menyerang anak-anak. Di bagian dunia yang
lain, arbovirus yang berbeda tetapi masih berhubungan, menyebabkan
ensefalitis yang ditularkan secara periodik dari alam kepada manusia.
Virus penyebab ensefalitis disebarkan oleh nyamuk jenis tertentu yang
ditemukan di daerah geografis tertentu.Penyakit ini merupakan endemis
(terus menerus ada), tetapi wabah terjadi secara periodik bila jumlah
binatang yang terinfeksi bertambah.
BAB II
TARGET DAN LUARAN
A. Target
Target yang ingin dicapai melalui kegiatan penyuluhan ini adalah sebagai
berikut.
1. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga bisa memahami tentang
perawatan pasien dengan Ensefalitis.
2. Setelah penyuluhan memahami tentang bagaimana pencegahan
Ensefalitis.

B. Luaran
Luaran yang diharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini adalah sebagai
berikut.
1. Menambah pengetahuan keluarga dalam memahami tentang Ensefalis.
2. Artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam jurnal nasional atau
internasional.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan berupa Penyuluhan “Pendidikan Kesehatan Pada
Keluarga Tentang Perawatan Pasien Dengan Ensefalitis di ICU”.

B. Waktu dan Tempat

Hari dan Tanggal : Rabu, 9 Mei 2017


Jam : 09.00 – 09.30 WITA
Tempat Kegiatan : RSUD Ulin Banjarmasin Rg. ICU
C. Metode : Ceramah, Tanya jawab
D. Media : Flipchart Mengenal apa itu Ensefalitis
E. Kepanitiaan
Dosen Pembimbing : Eirene E.M.Gahauna, S.Kep., Ns., MSN
Mahasiswa : Annisa Ariyati
Ayu Lestari
Lisa Fitriani
Muhammad Fikriyadi
Muhammad Rizki Alfian
Nor Diana
F. Tujuan

1. Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan keluarga
mampu memahami dan mengerti tentang perawatan pada pasien
dengan Ensefalitis.
2. Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, diharapkan
keluarga dapat:
a. Mengetahui apa itu Ensefalitis
b. Mengetahui tentang penyebab Ensefalitis
c. Mengenal tanda dan gejala Ensefalitis
d. Mengetahui tentang cara perawatan pada pasien Ensefalitis
e. Mengetahui tentang pencegah terjadinya Ensefalitis
G. Sasaran
sasaran dari penyuluhan ini ditunjukan kepada keluarga.
H. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Rabu, 9 Mei 2018
Pukul : 09.00 WITA – 09.30 WITA
Tempat : RSUD Ulin Banjarmasin Rg. ICU

I. Metode
Ceramah dan Tanya Jawab

J. Media
Flipchart

K. Kepanitian
Pembimbing : Eirene E.M Gaghauna, S.Kep., Ns., MSN

Mahasiswa : Annisa Ariyati


Ayu Lestari
Lisa Fitriani
Muhammad Fikriyadi
Muhammad Rizki Alfian
Nor Diana
L. Skema Kegiatan

Keluarga
M. Alur Kegiatan
Tahap Kegiataan
No Waktu Sasaran PJ
Kegiataan Penyuluhan
1. Pembukaan 5 1. Mengucapkan 1. Menjawab 1. Ayu
menit salam salam Lestari
2. Memperkenalkan 2. Mendengarka 2. Nor Diana
diri n dan
3. Menyampaikan menyimak
tujuan dan pokok 3. Bertanya
bahasan mengenai
4. Apresiasi dengan perkenalan
cara menggali dan tujuan jika
pengetahuan ada yang
keluarga tentang kurang jelas
Ensefalitis
5. Kontrak waktu
2. Pelaksanaan 20 1. Penyampaian materi 1. Mendengarka 1. Muhamm
menit 2. Menjelaskan n dan ad
tentang defini menyimak Fikriyadi
Ensefalitis 2. Bertanya 2. Annisa
3. Menjelaskan mengenai hal- Ariyati
tentang penyebab hal yang
Ensefalitis belum jelas
4. Menjelaskan dimengerti
tentang tanda dan
gejala Ensefalitis
5. Menjelaskan
tentang perawatan
pada pasien dengan
Ensefalitis
6. Menjelaskan
tentang pencegahan
terjadinya Ensefalitis
3. Penutup 5 1. Melakukan 1. Sasaran dapat 1. Lisa
menit evaluasi menjawab Fitriani
2. Menyampaikan tentang 2. Riizki
kesimpulan pertanyaan Alfian
materi yang diajukan
3. Mengakhiri 2. Mendengar
pertemuan dan 3. Memperhatika
menjawab n
salam 4. Menjawab
salam
BAB IV
PENUTUP

Ensefalitis adalah peradangan pada jaringan otak dan meningen, yang


dapat disebabkan karena virus, bakteri, jamur dan parasit (Tarwoto: 2007).
Untuk mengetahui penyebab ensefalitis perlu pemeriksaan bakteriologi dan
firologi pada spesimen feces, sputum, serum darah ataupun cairan serebrospinal
yang harus diambil pada hari-hari pertama. Ensefalitis dapat disebabkan karena:
Albovirus, Enterovirus, Herpeks simpleks, Amoeba, Rabies, Jamur. Adapun
tanda dan gejala dari ensefalitis adalah: Nyeri kepla, photofobia, nyeri sendi,
nyeri leher dan nyeri pinggang, Kesadaran menurun, mengantuk, Vomitus,
demam, Defisit neurologi, kelumpuhan saraf kranial, Adanya tanda-tanda iritasi
serebral, Peningkatan tekanan intrakranial, Kejang, tremor, aphasia.
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer ,Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran,edisi 2 jilid 3. Jakarta:Fakultas


Kedokteran Universitas Indonesia.

Rully, Afida. 2012. Askep Ensefalitis Pada Anak.


[http://keperawatananakafidaruly.blogspot.com/2012/10/askep-ensefalitis-
pada-anak.html].

Tarwoto, dkk. 2007. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persyarafan.


Jakarta: Sagung Seto.
Lampiran 1

Materi Ensefalitis

A. Pengertian
Ensefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan
oleh bakteri, cacing, protozoa, jamur, ricketsia atau virus. Ensefalitis
adalah peradangan pada jaringan otak dan meningen, yang dapat
disebabkan karena virus, bakteri, jamur dan parasit (Tarwoto: 2013)

B. Etiologi
Gejala ensefalitis akut bervariasi. Gejala awal pada orang dewasa
berupa demam, nyeri kepala, mual dan muntah, dan nyeri otot yang
berlangsung selama beberapa hari. Gejala klasik ensefalitis antara lain
perubahan perilaku atau kepribadian, nyeri atau kaku leher, nyeri
kepala, silau, penurunan kesadaran, dan kejang. Pada anak, gejala
berupa demam, muntah, rewel, ubun – ubun menonjol, menangis terus
menerus dan lebih buruk jika digendong. Gejala spesifik pada ensefalitis
yang disebabkan oleh virus Epstein Barr, cytomegalovirus, campak dan
virus mumps adalah bercak kemerahan, pembesaran kelenjar getah
bening, pembesaran hati, limpa, dan kelenjar liur
C. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala ensefalitis tergantung dari penyebabnya, masing-masing
berbeda. Namun secara umum tanda dan gejala ensefalitis:
1. Nyeri kepla, photofobia, nyeri sendi, nyeri leher dan nyeri pinggang.
2. Kesadaran menurun, mengantuk,
3. Vomitus, demam,
4. Defisit neurologi, kelumpuhan saraf kranial,
5. Adanya tanda-tanda iritasi serebral,
6. Peningkatan tekanan intrakranial,
7. Kejang, tremor, aphasia.

D. Komplikasi pada ensefalitis berupa :

1. Retardasi mental
2. Iritabel
3. Gangguan motorik
4. Epilepsi
5. Emosi tidak stabil
6. Sulit tidur
7. Halusinasi
8. Enuresis
9. Anak menjadi perusak dan melakukan tindakan asosial lain.

E. Pemeriksaan Penunjang
1. Biakan :
a) Dari darah
Viremia berlangsung hanya sebentar saja sehingga sukar untuk
mendapatkan hasil yang positif.
b) Dari likuor serebrospinalis atau jaringan otak (hasil nekropsi)
Akan didapat gambaran jenis kuman dan sensitivitas terhadap
antibiotika.
c) Dari feses
Untuk jenis enterovirus sering didapat hasil yang positif
d) Dari swap hidung dan tenggorokan
idapat hasil kultur positif
e) Pemeriksaan serologis
Uji fiksasi komplemen, uji inhibisi hemaglutinasi dan uji
neutralisasi. Pada pemeriksaan serologis dapat diketahui reaksi
antibodi tubuh. IgM dapat dijumpai pada awal gejala penyakit
timbul.
f) Pemeriksaan darah
Terjadi peningkatan angka leukosit.
g) Punksi lumbal Likuor serebospinalis sering dalam batas normal,
kadang-kadang ditemukan sedikit peningkatan jumlah sel, kadar
protein atau glukosa.
2. EEG/Electroencephalography
EEG sering menunjukkan aktifitas listrik yang merendah sesuai
dengan kesadaran yang menurun. Adanya kejang, koma, tumor, infeksi
sistem saraf, bekuan darah, abses, jaringan parut otak, dapat
menyebabkan aktivitas listrik berbeda dari pola normal irama dan
kecepatan.
3. CT scan
Pemeriksaan CT scan otak seringkali didapat hasil normal, tetapi bisa
pula didapat hasil edema diffuse, dan pada kasus khusus seperti
Ensefalitis herpes simplex, ada kerusakan selektif pada lobus
inferomedial temporal dan lobus frontal.

F. Penatalaksanaan Medis
1. Isolasi
Isolasi betujuan mengurangi stimulus/ rangsangan dari luar sebagai
tindakan pencegahan.
2. Terapi antimikroba, sesuai hasil kultur
Obat yang mungkin dianjurkan oleh dokter :
a) Ampicillin : 200 mg / kgBB/24 jam, dibagi 4 dosis
b) Kemicetin : 100 mg/kgBB/24 jam, dibagi 4 dosis
Bila encephalitis disebabkan oleh virus ( HSV ), agen antiviral acyclovir
secara signifikan dapat menurunkan mortalitas dan morbiditas HSV
encephalitis. Acyclovir diberikan secara intravena dengan dosis 30
mg/kgBB per hari dan dilanjutkan selama 10 – 14 hari untuk mencegah
kekambuhan ( Victor, 2001 ). Untuk kemungkinan infeksi sekunder
diberikan antibiotika secara polifragmasi.

Mengurangi meningkatnya tekanan intracranial, manajemen edema


otak.

1) Mempertahankan hidrasi, monitor balans cairan ; jenis dan jumlah


cairan yang diberikan tergantung keadaan anak.
2) Glukosa 20 %, 10 ml intrvena beberapa klai sehari disuntikan
dalam pipa giving set untuk menghilangkan edema otak.
3) Kortikosteroid intramuscular atau intravena dapat juga digunakan
untuk menghilangkan edema otak.
c) Mengontrol kejang
Obat antikonvulsif diberikan segera untuk memberantas kejang. Obat
yang diberikan ialah valium dan atau luminal.
1) Valium dapat diberikan dengan dosis 0,3 – 0, 5 mg/kgBB/kali.
2) Bila 15 menit belum teratasi/ kejang lagi bisa diulang dengan dosis
yang sama.
3) Jika sudah diberikan 2 kali dan 15 menit lagi masih kejang, berikan
valium drip dengan dosis 5 mg/kgBB/24 jam.
d) Mempertahankan ventilasi
Bebaskan jalan nafas, berikan O2 sesuai dengan kebutuhan ( 2 – 31/
menit )
e) Penatalaksanaan shock septic
f) Mengontrol perubahan suhu lingkungan
g) Untuk mengatasi hiperpireksia
Diberikan kompres pada permukaan tubuh yang mempunyai
pembuluh besar, misalnya pada kiri dan kanan leher, ketiak,
selangkangan, daerah proksimal betis dan di atas kepala. Sebagai
hibernasi dapat diberikan largaktil 2 mg/kgBB/hari dan phenergan 4
mg/kgBB/hari secara intravena atau intramuscular dibagi dalam 3 kali
pemberian. Dapat juga diberikan antipiretikum seperti asetosal atau
parasetamol bila keadaan telah memungkinkan pemberian obat per
oral.(Hassan, 1997)
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer ,Arif. 2010. Kapita Selekta Kedokteran,edisi 2 jilid 3. Jakarta:Fakultas


Kedokteran Universitas Indonesia.

Rully, Afida. 2012. Askep Ensefalitis Pada Anak.


[http://keperawatananakafidaruly.blogspot.com/2012/10/askep-ensefalitis-
pada-anak.html].

Tarwoto, dkk. 2013. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persyarafan.


Jakarta: Sagung Seto.
Lampiran 2

PRESENSI KEHADIRAN KEGIATAN PENYULUHAN ENSEFALITIS DI RSUD


ULIN BANJARMASIN RUANG ICU

Tanda
No. Nama Alamat
Tangan
Lampiran 3
ABSENSI KEHADIRAN ANGGOTA DAN PEMBIMBING
PENYULUHAN KESEHATAN
STIKES SARI MULIA BANJARMASIN
Tanda
No. Nama NIM
Tangan

1. Annisa Ariyati 14.IK.375

2. Ayu Lestari 14.IK.378

3. Lisa Fitriani 14.IK.395

4. Muhammad Fikriyadi 14.IK.401

5. Munmmad Rizky Alfian 14.IK.404

6. Nor Diana 14. IK. 406

Pembimbing : Eirene E.M Gaghauna, S.Kep., Ns., MSN