Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

MATEMATIKA
Interpolasi Metode Numerik dan Penerapannya dalam Ilmu Teknik Sipil

Disusun Oleh:

1. Bustomi (11315418)
2. Dinda Ayu Larasati (11315948)
3. Suwardi (16315734)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
Makalah Matematika 4 “Interpolasi Metode Numerik dan Penerapannya dalam
Ilmu Teknik Sipil”. Sholawat dan salam selayaknya tetap terlimpah kepada Nabi
Muhammad SAW.
Selain meningkatkan dan mengembangkan wawasan tentang interpolasi
metode numerik ini penulis susun sebagai bentuk rasa tanggung jawab sebagai
seorang mahasiswa dalam memenuhi tugas kelompok matematika 4.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Edi Sukirman
sebagai dosen mata kuliah Matematika 4, yang telah membantu penyelesaian
makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya. Penyusun berharap makalah ini dapat digunakan sebagai
bahan acuan referensi bagi para pembaca untuk lebih memahami interpolasi dan
penerapannya dalam bidang teknik sipil.

Depok, 11 Mei 2017


Penyusun

Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Permasalahan ............................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
2.1 Pengertian Interpolasi ............................................................................... 3
2.2 Jenis-Jenis Interpolasi ............................................................................... 3
2.2.1 Interpolasi Linier ............................................................................... 3
2.2.2 Interpolasi Kuadratik ......................................................................... 6
2.2.3 Interpolasi Lagrange.......................................................................... 9
2.2.4 Interpolasi Newton .......................................................................... 10
2.3 Penerapan Interpolasi pada Teknik Sipil ................................................ 11
BAB 3 PENUTUP................................................................................................ 15
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 15
3.2 Saran ....................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... iii

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Permasalahan yang banyak berhubungan dengan pola suatu data adalah
fungsi yang melibatkan data. Sebagai contoh bila diketahui data-data penjualan
suatu produk, akan muncul pertanyaan adakah yang fungsi yang menyatakanbahwa
penjualan merupakan fungsi dari waktu. Contoh kenyatan yang menunjukkan
bahwa penjualan dipengaruhi oleh waktu ialah “penjualan es campur pada siang
hari akan lebih baik dari pada penjualan di malam hari.
Kenyataan tersebut dapat di katakana bahwa penjualan merupakan fungsi
dari waktu . Persoalannya adalah bagaiman menyajikan fungsi tersebut. Ini adalah
persoalan yang sangat tidak mudah untuk di pecahkan , karena betapa idealnya bila
di ketahui suatu fungsi yang bias menyatakan penjualan adalah fungsi waktu atau
di tuliskan dengan J = F (t ).
Agar dapat menyajikan fungsi yang dapat di lakukan adalah menggunakan
fungsi pendekatan , yaitu fungsi yang paling sesuai untuk menyatakan suatu data
berdasarkan model fungsi tertentu seperti model fungsi linear , fungsi eksponensial
, dan fungsi polinomeal . Cara pendekatan semacam ini di namakan dengan
regeresi.
Cara pendekatan yang lain bukan untuk menyatakan fungsi tetapi untuk
mencari nilai – nilai antara titik – titik yang di ketahui sehingga pola fungsinya
semakin jelas terlihat atau membentuk suatu kurva .Cara pendekatan ini di namakan
dengan interpolasi .Interpolasi di gunakan untuk menentukan titik – titik yang lain
berdasarkan fungsi pendekatan yang di tentukan sebelumnya.
Pengertian interpolasi pada matematika dasar adalah perkiraan suatu nilai
tengah dari suatu set nilai yang diketahui. Interpolasi dengan pengertian yang lebih
luas merupakan upaya mendefinisikan suatu fungsi dekatan suatu fungsi analitik
yang tidak diketahui atau pengganti fungsi rumit yang tak mungkin diperoleh
persamaan analitiknya. Masalah umum interpolasi adalah menjabarkan data untuk

1
fungsi dekatan, dan salah satu metode penyelesaiannya dinamakan metoda prinsip
substitusi. Mata kuliah metode numerik ada materi Interpolasi linear dan kuadratik.
Materi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Interpolasi di gunakan
untuk menentukan titik – titik yang lain berdasarkan fungsi pendekatan yang di
tentukan sebelumnya.

1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang tersebut kami akan membahas beberapa pokok
permasalahan, adapun permasalahan yang akan kami bahas adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud Interpolasi pada metode numerik ?
2. Apa jenis-jenis Interpolasi pada metode numerik dan bagaimana contoh
perhitungannya ?
3. Bagaimana penerapan Interpolasi metode numerik pada teknik sipil ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah penerapan interpolasi metode numerik
pada teknik sipil adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui interpolasi metode numerik
2. Untuk memahami jenis-jenis interpolasi metode numerik
3. Untuk mengetahui penerapan interpolasi metode numerik pada teknik
sipil

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Interpolasi


Interpolasi adalah suatu metode atau fungsi matematika yang
mengestimasikan/prediksi nilai pada lokasi-lokasi yang datanya tidak tersedia atau
tidak diperoleh pada sampel data yang diambil. Interpolasi spasial mengasumsikan
bahwa atribut data bersifat kontinu di dalam ruang dan atribut ini saling
berhubungan secara spasial. Pendugaan atribut data atau estimasi dapat dilakukan
berdasarkan lokasi-lokasi di sekitarnya dan nilai pada titik-titik yang berdekatan
akan lebih mirip dari pada nilai pada titik-titik yang terpisah lebih jauh
Definisi lainnya Interpolasi adalah metode untuk mendapatkan data
berdasarkan beberapa data yang telah diketahui. Dalam ruang lingkup pemetaan
interpolasi adalah proses estimasi nilai pada wilayah yang tidak disampel atau
diukur, sehingga terbuatlah peta atau sebaran nilai pada seluruh wilayah. Didalam
melakukan interpolasi, sudah pasti dihasilkan sebuah bias dan error.

2.2 Jenis-Jenis Interpolasi


Proses penyelesaian permasalahan dengan menggunakan interpolasi
dibagi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut :
2.2.1 Interpolasi Linier
Interpolasi linear atau interpolasi lanjar adalah interpolasi dua buah titik
dengan sebuah garis lurus. Misal diberikan dua buah titik, (x0,y0) dan (x1,y1).
Polinom yang menginterpolasi kedua titik itu adalah persamaan garis lurus yang
berbentuk: P1(x) = a0 + a1x . Gambar 2.2 dan Gambar 2.3 memperlihatkan garis
lurus yang menginterpolasi titik-titik (x0,y0) dan (x1,y1).

3
Y

(x1,y1
)

(x0,y0
)
X
Gambar 2.1 Interpolasi Linear

Koefisien 𝑎0 dan 𝑎1 dicari dengan proses substitusi dan eliminasi. Dengan


mensubstitusikan (𝑥0 , 𝑦0 ) dan (𝑥1 , 𝑦1 ) ke dalam persamaan 𝑝1 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥
diperoleh dua persamaan linear:
𝑦0 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥0 . . . . . (1)
𝑦1 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥1 . . . . . (2)
Dari dua persamaan diatas, dengan eliminasi diperoleh:
𝑦0 − 𝑦1 = (𝑎0 + 𝑎1 𝑥0 ) − (𝑎0 + 𝑎1 𝑥1 )
𝑦0 − 𝑦1 = 𝑎1 𝑥0 − 𝑎1 𝑥1 ⇔ 𝑦0 − 𝑦1 = 𝑎1 (𝑥0 − 𝑥1 )
𝑦0 − 𝑦1
⇔ 𝑎1 =
𝑥0 − 𝑥1
Substitusikan nilai 𝑎1 ke dalam persamaan (1), diperoleh:
𝑦 −𝑦
𝑦0 = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥0 ⇔ 𝑦0 = 𝑎0 + ( 𝑥0 −𝑥1 )𝑥0
0 1

𝑥0 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1
⇔ 𝑦0 = 𝑎0 +
𝑥0 − 𝑥1
𝑥0 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1
⇔ 𝑦0 = 𝑎0 +
𝑥0 − 𝑥1
𝑥0 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1
⇔ 𝑎0 = 𝑦0 −
𝑥0 − 𝑥1

4
𝑦0 (𝑥0 − 𝑥1 ) − 𝑥0 𝑦0 + 𝑥0 𝑦1
⇔ 𝑎0 =
𝑥0 − 𝑥1
𝑥0 𝑦0 − 𝑥1 𝑦0 − 𝑥0 𝑦0 + 𝑥0 𝑦1
⇔ 𝑎0 =
𝑥0 − 𝑥1
𝑥0 𝑦1 − 𝑥1 𝑦0
⇔ 𝑎0 =
𝑥0 − 𝑥1
Dengan melakukan manipulasi aljabar untuk menentukan nilai
𝑝1 (𝑥) dapat dilakukan sebagai berikut:
𝑝1 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥
𝑥1 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1 𝑦1 – 𝑦0
𝑝1 (𝑥) = + 𝑥
𝑥1 − 𝑥0 𝑥1 − 𝑥0
𝑥1 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1 + 𝑥𝑦1 – 𝑥𝑦0
𝑝1 (𝑥) =
𝑥1 − 𝑥0
𝑥1 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1 + 𝑥𝑦1 – 𝑥𝑦0 + (𝑥0 𝑦0 − 𝑥0 𝑦0 )
𝑝1 (𝑥) =
𝑥1 − 𝑥0
𝑥1 𝑦0 − 𝑥0 𝑦0 − 𝑥0 𝑦1 + 𝑥𝑦1 – 𝑥𝑦0 + 𝑥0 𝑦0
𝑝1 (𝑥) =
𝑥1 − 𝑥0
𝑦0 (𝑥1 − 𝑥0 ) + 𝑦1 (𝑥 − 𝑥0 ) – 𝑦0 (𝑥 − 𝑥0 )
𝑝1 (𝑥) =
𝑥1 − 𝑥0
𝑦0 (𝑥1 − 𝑥0 ) + (𝑦1 − 𝑦0 )(𝑥 − 𝑥0 )
𝑝1 (𝑥) =
𝑥1 − 𝑥0
(𝑦1 − 𝑦0 )(𝑥 − 𝑥0 )
𝑝1 (𝑥) = 𝑦0 +
𝑥1 − 𝑥0
Dalam menentukan persamaan dari interpolasi linear juga dapat dilakukan
melalui cara menentukan titik-titik antara dari 2 buah titik dengan menggunakan
garis lurus. Persamaan garis lurus yang melalui 2 titik P1 (x0,y0) dan P2 (x1,y1) dapat
dituliskan dengan:
𝑦 − 𝑦0 𝑥 − 𝑥0
=
𝑦1 − 𝑦0 𝑥1 − 𝑥0
Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linear sebagai berikut:
𝑦1 − 𝑦0
𝑦= (𝑥 − 𝑥0 ) + 𝑦0
𝑥1 − 𝑥0

5
Contoh perhitungan Interpolasi Linear :
Dari data ln(9.0) = 2.1972, ln(9.5) = 2.2513, tentukan ln(9.2) dengan
interpolasi lanjar sampai 5 angka bena. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan
nilai sejati ln(9.2)=2.2192.
Penyelesaian:
Dipunyai:
𝑥0 = 9.0, y0 = 2.1972.
𝑥1 = 9.5, y1 = 2.2513.
Ditanya : tentukan nilai ln(9.2) sampai 5 angka bena kemudian dibandingkan
dengan nilai sejati ln(9.2) = 2.2192.
Ingat:
(𝑦1 − 𝑦0 )(𝑥 − 𝑥0 )
𝑝1 (𝑥) = 𝑦0 +
𝑥1 − 𝑥0
( 2.2513 − 2.1972)(9.2 − 9.0)
𝑝1 (9.2) = 2.1972 +
9.5 − 9.0
𝑝1 (9.2) = 2.21884
Galat = nilai sejati ln(9.2) – nilai ln(9.2) hasil perhitungan dengan metode
interpolasi linear
Galat = 2.2192 – 2.21884 = 3,6 x 10-4 .

2.2.2 Interpolasi Kuadratik


Misal diberi tiga buah titik data, (𝑥0 , 𝑦0 ), (𝑥1 , 𝑦1 ), 𝑑𝑎𝑛 (𝑥2 , 𝑦2 ). Polinom
yang menginterpolasi ketiga buah titik itu adalah polinom kuadrat yang berbentuk:
𝑝2 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 . Bila digambar, kurva polinom kuadrat berbentu
parabola, seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.2

6
Y

x1,y1
y1

y2 x2,y2

y0
x0,y0

x0 x1 X
x2
Gambar 2.2 Interpolasi Kuadratik

Menyelesaikan Polinom 𝑝2 (𝑥) ditentukan dengan cara berikut:


1. Substitusikan (𝑥𝑖 , 𝑦𝑖 ) ke dalam persamaan 𝑝2 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥𝑖 + 𝑎2 𝑥𝑖2
dengan i = 0, 1, 2. Diperoleh tiga persamaan dengan tiga buah parameter yang tidak
diketahui yaitu: 𝑎0 , 𝑎1 , dan 𝑎2 :
𝑎0 + 𝑎1 𝑥0 + 𝑎2 𝑥02 = 𝑦0
𝑎0 + 𝑎1 𝑥1 + 𝑎2 𝑥12 = 𝑦1
𝑎0 + 𝑎1 𝑥2 + 𝑎2 𝑥22 = 𝑦2

2. Hitung 𝑎0 , 𝑎1 , dan 𝑎2 dari sistem persamaan tersebut dengan metode


eliminasi Gauss. Selain menggunakan metode eliminasi Gauss, menentukan 𝑎0 , 𝑎1 ,
dan 𝑎2 dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut:
𝑦𝑖+1 − 𝑦𝑖 𝑦𝑖+2 − 𝑦𝑖+1 𝐹12 − 𝐹01
Hitung 𝐹01 = , 𝐹12 = , dan 𝐹012 =
𝑥𝑖+1 − 𝑥𝑖 𝑦𝑖+2 − 𝑦𝑖+1 𝑥𝑖+2 − 𝑥𝑖

Hitung 𝑃 = 𝑦1 + (𝑥 − 𝑥𝑖 )𝐹01 + (𝑥 − 𝑥𝑖 )(𝑥 − 𝑥𝑖+1 )𝐹012


Contoh Perhitungan Interpolasi Kuadratik :
1. Diberikan titik ln(8.0) = 2.0794, ln(9.0) = 2.1972, dan ln(9.5) = 2.2513.
Tentukan nilai ln(9.2) dengan interpolasi kuadratik.

7
Penyelesaian:
Dipunyai: 𝑥0 = 8.0, 𝑦0 = 2.0794
𝑥1 = 9.0, 𝑦1 = 2.1972
𝑥2 = 9.5, 𝑦2 = 2.2513
Ditanya : Tentukan nilai ln (9.2).
Sistem persamaan yang terbentuk adalah:
𝑎0 + 8.0 𝑎1 + 64.00 𝑎2 = 2.0794
𝑎0 + 9.0 𝑎1 + 81.00 𝑎2 = 2.1972
𝑎0 + 9.5 𝑎1 + 90.25 𝑎2 = 2.2513
Untuk perhitungan secara manual, sistem persamaan diselesaikan dengan metode
eliminasi Gauss dengan langkah sebagai berikut:
Matriks yang terbentuk dari persamaan
𝑎0 + 8.0 𝑎1 + 64.00 𝑎2 = 2.0794
𝑎0 + 9.0 𝑎1 + 81.00 𝑎2 = 2.1972
𝑎0 + 9.5 𝑎1 + 90.25 𝑎2 = 2.2513
adalah:
1 8 64 2.0794 𝑅21(−1) 1 8 64 2.0794
(1 9 81 2.1972) (0 1 17 0.1178)
𝑅31(−1)
1 9.5 90.25 2.2513 0 1.5 26.25 0.1719
𝑅12(−8) 1 0 −72 1.137 1 0 −72 1.137
(0 1 17 0.1178 ) ( 1 17 0.1178 )
𝑅31(0.75) 0
1
𝑅32(−1.5)
0 0 0.75 −0.0048 0 0 1 −0.0064
𝑅13(72) 1 0 0 0.6762
(0 1 0 0.2266 )
𝑅23(−17)
0 0 1 −0.0064
Menggunakan metode Eliminasi gauss menghasilkan
𝑎0 = 0.6762, 𝑎1 = 0.2266, 𝑎2 = −0.0064 .
Polinom kuadratnya adalah: 𝑝2 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2
𝑝2 (9.2) = 0.6762 + 0.2266. (9.2) + −0.0064. (9.2)2
𝑝2 (9.2) = 2.2192

8
2.2.3 Interpolasi Lagrange
Diberikan x0 , f 0 , x1 , f1 , , xn , f n  dengan xi sebarang. Lagrange

mempunyai pemikiran mengalikan f j dengan suatu polinom yang bernilai 1 pada

x j dan 0 pada n titik simpul lainnya dan kemudian menjumlahkan n+1 polinom

tersebut untuk memperoleh polinom interpolasi tunggal berordo n atau lebih kecil.
Sehingga persamaan polinomial dari lagrange interpolation dapat
dirumuskan sebagai berikut :
n
( x  x0 )( x  x1 )( x  xk 1 )( x  xk 1 )( x  xn )
Ln ( x)   f k
k 0 ( xk  x0 )( xk  x1 )( xk  xk 1 )( xk  xk 1 )( xk  xn )
Atau jika ln x   ( x  x0 )( x  x1 )( x  x2 )( x  xk 1 )( x  xk 1 )( x  xn )
maka rumus interpolasi lagrange adalah :
n
l k x 
f x   Ln x    fk
l
k 0 k ( x k )
Contoh perhitungan Interpolasi Lagrange:
Carilah f(9.2) dengan interpolasi lagrange dengan n = 3 dan f(9.0) = 2.19722, f(9.5)
= 2.25129, f(10.0) = 2.30259, f(11.0) = 2.39790
Penyelesaian :
l0  x  l x  l x  l x 
L3 x   f0  1 f1  2 f2  3 f3
l0 x0  l1 x1  l 2  x2  l3 x3 

l0 x0   x0  x1 x0  x2 x0  x3  = -1.00000

l0 x   x  x1 x  x2 x  x3  = -0.43200

l1 x1   x1  x0 x1  x2 x1  x3  = 0.37500

l1 x   x  x0 x  x2 x  x3  = 0.28800

l2 x2   x2  x0 x2  x1 x2  x3  = -0.50000

l2 x   x  x0 x  x1 x  x3  = 0.10800

l3 x3   x3  x0 x3  x1 x3  x2  = 3.00000

l3 x   x  x0 x  x1 x  x2  = 0.04800

9
 0.43200 0.28800 0.10800
L 3 (9.2)  2.19722  2.25129  2.30259
 1.00000 0.37500  0.50000
0.04800
 2.39700
3.00000
= 2.21920 (eksak sampai 5 angka decimal)
2.2.4 Interpolasi Newton
Sebuah polinom yang menyaingi Lagrange adalah polinom Newton.
Polinom ini sengaja dibuat karena kecenderungan orang-orang yang sulit untuk
melakukan komputasi berulang kali. Ide awal polinom Newton tetap sama seperti
𝑦1 −𝑦0
yang dipakai pada polinom Lagrange. Perbedaannya adalah a1= pada
𝑥1 −𝑥0
𝑓(𝑥1 )−𝑓(𝑥0 )
persamaan polinom biasa orde 1, diubah bentuk menjadi a1 = yang
𝑥1 −𝑥0

dalam penulisannya dapat ditulis dengan a1 = 𝑓[𝑥1 , 𝑥0 ] untuk polinom dengan orde
lebih dari satu dapat dituliskan dengan :
𝑃𝑛 (𝑥) = 𝑓(𝑥0 ) + (𝑥 − 𝑥0 )𝑓[𝑥1 , 𝑥0 ] + (𝑥 − 𝑥0 )(𝑥 − 𝑥1 )𝑓[𝑥2 , 𝑥1 , 𝑥0 ]+. … . +(𝑥 −
𝑥0 )(𝑥 − 𝑥1 ) … (𝑥 − 𝑥𝑛 )𝑓[𝑥𝑛, 𝑥𝑛−1 , … 𝑥1 , 𝑥0 ]
Contoh perhitungan Interpolasi Polinom Newton :
Bentuklah polinom Newton derajat satu, dua, tiga dan empat yang
menghampiri f(x)=cos(x) dalam range[0.0, 4] dan jarak antar titik adalah 1.0. Lalu
taksirlah f(x) dengan x=2.5 dengan Polinom Newton derajat 3.
Jawab:

xi yi ST-1 ST-2 ST-3 ST-4

0.0 1 -0.4597 -0.2484 0.1466 -0.0147

1.0 0.5403 -0.9564 0.1913 0.0880

2.0 -0.4161 -0.5739 0.4551

3.0 -0.99 0.3363

4.0 -0.6536

10
Contoh cara menghitung nilai selisih terbagi pada tabel :
f ( x1 )  f ( x0 ) 0.5403  1
f [ x1 , x0 ]    0.4597
( x1  x0 ) 1 0
f ( x2 )  f ( x1 )  0.4161  0.5403
f [ x2 , x1 ]    0.9564
( x2  x1 ) 2 1
f [ x2 , x1 ]  f [ x1 , x0 ]  0.9564  0.4597
f [ x2 , x1 , x0 ]    0.2484
( x2  x0 ) 20
Maka polinom Newton derajat 1,2 dan 3 dengan x0 = 0 sebagai titik pertama :
cos( x)  p1 ( x)  1.0  0.4597( x  0.0)
cos( x)  p 2 ( x)  1.0  0.4597 ( x  0.0)  0.2484( x  0.0)( x  1.0)
cos( x)  p3 ( x)  1.0  0.4597 ( x  0.0)  0.2484( x  0.0)( x  1.0) 
0.1466( x  0.0)( x  1.0)( x  2.0)
cos( x)  p 4 ( x)  1.0  0.4597 ( x  0.0)  0.2484( x  0.0)( x  1.0) 
0.1466( x  0.0)( x  1.0)( x  2.0)  0.0147( x  0.0)( x  1.0)( x  2.0)( x  3.0)
Nilai sejati f(2.5) adalah F(2.5) = cos(2.5)=-0.8011

2.3 Penerapan Interpolasi pada Teknik Sipil


Beberapa permasalahan yang nyata dan yang ada di lapangan, baik
permasalahan umum maupun yang khusus dengan ilmu teknik sipil memerlukan
penyelesaian interpolasi. Contoh kasus tersebut diberikan sebagai berikut.
1. Suatu hasil kajian di laboratorium untuk menguji hubungan tegangan dan
regangan pada suatu batang baja, diperoleh hasil yang diberikan tabel
dibawah ini.
Tabel Hubungan Tegangan vs Regangan
i Regangan Tegangan
1 0,0005 1800
2 0,0013 5200
3 0,003 9000
4 0,004 12000
5 0,0055 12000
6 0,007 10000

11
Dari data yang disajikan pada tabel tersebut, jika dipakai untuk
memprediksi nilai tegangan jika regangannya sebesar 0,002 adalah:
Jawab:
Untuk mencari nilai tegangan dengan nilai regangan = 0,002, maka dapat dilakukan
interpolasi linear sebagai berikut:
f(x 1 ) - f(x 0 )
f1(x) = f(x 0 )  (x - x 0 )
x1 - x 0
9000 - 5200
= 5200  (0,002 - 0,0013)
0,003 - 0,0013
= 6765

Jadi didapat nilai teganagn sebesar 6765 pada saat nilai regangan sebesar 0,002
2. Sedimentasi waduk adalah salah satu permasalahan yang umum terjadi
pada waduk-waduk yang ada di Indonesia. Berikut diberikan contoh hasil
pemeruman pada suatu tampungan waduk, berupa besarnya sedimentasi
yang terjadi pada n tahun sejak beroperasinya waduk. Dari data tersebut
akan diprediksikan besarnya sedimentasi pada tahun ke-8, dengan
menggunakan interpolasi polinom newton orde 4.
Tabel Data Sedimentasi Waduk
Tahun Sedimen yang mengendap (ribu
Ke m3 )
1 752
2 1052
5 1291
7 1570
9 2192
9,5 5000

12
Jawab:
Membuat tabel selisih-terbagi
I xi f(xi) ST-1 ST-2 ST-3 ST-4 ST-5
0 1 752 300,000 -55,083 11,175 -0,845 7,278
1 2 1052 79,667 11,967 4,415 61,015
2 5 1291 139,500 42,875 462,028
3 7 1570 311,000 2122,000
4 9 2192 5616,000
5 9,5 5000

Polinow newton-nya (dengan X0 = 1 sebagai titik data pertama) adalah:


f(x)  P4(x)
= 752  300( x  1)  55,083( x  1)( x  2)  11,175( x  1)( x  2)( x  5) 
= 0,845( x  1)( x  2)( x  5)( x  7)
Taksiran nilai sedimentasi pada tahun ke-8 adalah:
f(8)  P5(8) = 752  2100  2313,5  1408,05  106,4625
= 1840,088
Maka besarnya sedimentasi pada tahun ke-8 diprediksikan sebesar 1840,088
3. Contoh kasus nilai temperatur danau diketahui pada Tabel Temperatur
Danau, dimana akan dicari temperatur air pada kedalaman -7,5 pada lapis
thermocline. Digunakan persamaan interpolasi Lagrange orde 2.
Tabel Temperatur Danau
xi -6 -7 -8 -9
f(xi) 18,2 17,6 11,7 9,9
Jawab:
x  x1 x  x 2 x  x3
L0 ( x) =
x0  x1 x0  x 2 x0  x3
x  (7) x  (8) x  (9)
=
(6)  (7) (6)  (8) (6)  (9)

1
= ( x  7)( x  8)( x  9)
6

13
1 3
= ( x  24 x 2  191x  504)
6
x  x 0 x  x 2 x  x3
L1 ( x) =
x1  x0 x1  x 2 x1  x3
x  (6) x  (8) x  (9)
=
(7)  (6) (7)  (8) (7)  (9)

1
= ( x  6)( x  8)( x  9)
2
1 3
= ( x  23x 2  174 x  432)
2
x  x0 x  x1 x  x3
L2 ( x) =
x 2  x0 x 2  x1 x 2  x3
x  (6) x  (7) x  (9)
=
(8)  (6) (8)  (7) (8)  (9)

1
= ( x  6)( x  7)( x  9)
2
1 3
= ( x  22 x 2  159 x  378)
2
x  x0 x  x1 x  x 2
L3 ( x) =
x3  x0 x3  x1 x3  x 2
x  (6) x  (7) x  (8)
=
(9)  (6) (9)  (7) (9)  (8)

1
=  ( x  6)( x  7)( x  8)
6
1
=  ( x 3  21x 2  146 x  336)
6
f 3 ( x) = L0 ( x) f ( x 0 ) + L1 ( x) f ( x1 ) + L2 ( x) f ( x 2 ) + L3 ( x) f ( x3 )

1 3 1
= ( x  24 x 2  191x  504) (18,2)  ( x 3  23x 2  174 x  432) (17,6) +
6 2
1 3 1
( x  22 x 2  159 x  378) (11,7)  ( x 3  21x 2  146 x  336) (9,9)
2 6
=  1,567 x 3  35,55x 2  262,58x  615,90)

14
=  1,567(7,5) 3  35,55(7,5) 2  262,58(7,5)  615,90)
= 14,725

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Interpolasi adalah suatu metode atau fungsi matematika yang

mengestimasikan/prediksi nilai pada lokasi-lokasi yang datanya tidak

tersedia atau tidak diperoleh pada sampel data yang diambil. Proses

interpolasi melalui pencarian dan penghitungan nilai suatu fungsi yang

grafiknya melewati sekumpulan titk yang diberikan. Titik-titik tersebut

mungkin merupakan hasil eksperimen dalam sebuah percobaan, atau

diperoleh dari suatu fungsi yang diketahui. Didalam melakukan

interpolasi, sudah pasti dihasilkan sebuah bias dan error.

2. Jenis-jenis Interpolasi pada metode numerik diantaranya Interpolasi

Linear, Interpolasi Kuadrat, Interpolasi Lagrange, dan Interpolasi Newton.

a. Interpolasi linear atau interpolasi lanjar adalah interpolasi dua buah

titik dengan sebuah garis lurus. Misal diberikan dua buah titik,

(x0,y0) dan (x1,y1). Polinom yang menginterpolasi kedua titik itu

adalah persamaan garis lurus yang berbentuk: P 1(x) = a0 + a1x .

Dalam menentukan persamaan dari interpolasi linear juga dapat

dilakukan melalui cara menentukan titik-titik antara dari 2 buah titik

15
dengan menggunakan garis lurus. Persamaan garis lurus yang

melalui 2 titik P1 (x0,y0) dan P2 (x1,y1) dapat dituliskan dengan:

𝑦 − 𝑦0 𝑥 − 𝑥0
=
𝑦1 − 𝑦0 𝑥1 − 𝑥0

Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linear sebagai

berikut:

𝑦1 − 𝑦0
𝑦= (𝑥 − 𝑥0 ) + 𝑦0
𝑥1 − 𝑥0

b. Interpolasi kuadrat ialah digunakan untuk mencari titik-tiik antara

dari 3 buah titik. Misal diberi tiga buah titik data,

(𝑥0 , 𝑦0 ), (𝑥1 , 𝑦1 ), 𝑑𝑎𝑛 (𝑥2 , 𝑦2 ). Polinom yang menginterpolasi

ketiga buah titik itu adalah polinom kuadrat yang berbentuk:

𝑝2 (𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 . Polinom yang digunakan untuk

persamaan ini ialah 𝑃 = 𝑦1 + (𝑥 − 𝑥𝑖 )𝐹01 + (𝑥 − 𝑥𝑖 )(𝑥 −

𝑥𝑖+1 )𝐹012

c. Interpolasi Lagrange adalah perumusan ulang darri polinom newton

yang menghindari komputasi beda-beda terbagi. Diberikan

x0 , f 0 , x1 , f1 , , xn , f n  dengan xi sebarang. Lagrange

mempunyai pemikiran mengalikan f j dengan suatu polinom yang

bernilai 1 pada x j dan 0 pada n titik simpul lainnya dan kemudian

menjumlahkan n+1 polinom tersebut untuk memperoleh polinom

interpolasi tunggal berordo n atau lebih kecil.

16
Sehingga persamaan polinomial dari lagrange interpolation dapat

dirumuskan sebagai berikut :

n
( x  x0 )( x  x1 )( x  xk 1 )( x  xk 1 )( x  xn )
Ln ( x)   f k
k 0 ( xk  x0 )( xk  x1 )( xk  xk 1 )( xk  xk 1 )( xk  xn )

Atau jika

ln x   ( x  x0 )( x  x1 )( x  x2 )( x  xk 1 )( x  xk 1 )( x  xn )

maka rumus interpolasi lagrange adalah :

n
l k x 
f x   Ln x    fk
l
k 0 k ( x k )

d. Sebuah polinom yang menyaingi Lagrange adalah polinom Newton.

Polinom ini sengaja dibuat karena kecenderungan orang-orang yang

sulit untuk melakukan komputasi berulang kali. Ide awal polinom

Newton tetap sama seperti yang dipakai pada polinom Lagrange.


𝑦1 −𝑦0
Perbedaannya adalah a1= pada persamaan polinom biasa orde
𝑥1 −𝑥0

𝑓(𝑥1 )−𝑓(𝑥0 )
1, diubah bentuk menjadi a1 = yang dalam penulisannya
𝑥1 −𝑥0

dapat ditulis dengan a1 = 𝑓[𝑥1 , 𝑥0 ] untuk polinom dengan orde lebih

dari satu dapat dituliskan dengan :

𝑃𝑛 (𝑥) = 𝑓(𝑥0 ) + (𝑥 − 𝑥0 )𝑓[𝑥1 , 𝑥0 ] + (𝑥 − 𝑥0 )(𝑥 −

𝑥1 )𝑓[𝑥2 , 𝑥1 , 𝑥0 ]+. … . +(𝑥 − 𝑥0 )(𝑥 − 𝑥1 ) … (𝑥 −

𝑥𝑛 )𝑓[𝑥𝑛, 𝑥𝑛−1 , … 𝑥1 , 𝑥0 ]

17
3. Dengan intepolasi metode numerik, konsep-konsep dasar penyelesaian

numerik yang dapat dipakai dan diaplikasikan dalam menyelesaikan

berbagai permasalahan teknik-sipil serta mampu menganalisis

penyelesaian permasalahan di bidang teknik khususnya teknik sipil

dengan beberapa metode dasar, serta mampu menyusun algoritma

pemrograman komputer untuk mengimplementasikan metode-metode

numerik yang dipelajari. Mencari nilai tegangan dengan nilai regangan

dan sedimentasi waduk adalah salah satu permasalahan pada dunia teknik

sipil. Sedimentasi waduk yang umum terjadi pada waduk-waduk yang ada

di Indonesia, dapat dilakukan dengan menggunakan interpolasi polinomial

orde 3 kita dapat memprediksi besarnya sedimentasi waduk yang

mengendap di tahun-tahun berikutnya.

3.2 Saran
Dalam bidang teknik sipil, banyak dijumpai permasalahan-permasalahan

lapangan yang diselesaikan dengan menggunakan persamaan matematika.

Penyelesaian persamaan matematis untuk mendapatkan solusi permasalahan teknik

sipil tersebut, sering terkendala oleh rumitnya bentuk persamaan matematis serta

aplikasinya untuk permasalahan lapangan yang kompleks. Untuk itu diperlukan

penyelesaian aproksimasi dengan cara numerik. Dengan makalah ini diharapkan

pembaca dapat memahami konsep-konsep dasar penyelesaian numerik yang dapat

dipakai dan diaplikasikan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan teknik-

sipil. Pembaca ditargetkan dapat memahami dan mampu menjelaskan, mampu

menganalisis penyelesaian permasalahan di bidang teknik khususnya teknik sipil

18
dengan metode Interpolasi Linear, Interpolasi Kuadrat, Interpolasi Lagrange, dan

Interpolasi Newton.

19
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Interpolasi Metode Numerik. http://www.ugm.ac.id/e-


print/interpolasi. (diakses pada 20 April 2017)
Embriani, Yuni. 2017. Interpolasi Lagrange dan Polinom. http://www.scribd.com.
(diakses pada 19 April 2017)
Yulistiyanto, Bambang. 2015. Metode Numerik Aplikasi untuk Teknik Sipil.
Jogjakarta. Gadjah Mada University Press.

iii