Anda di halaman 1dari 5

SOAL KIMED

I. PG
1. Berikut ini merupakan tujuan dari modifikasi struktur senyawa obat, kecuali...
a. Mendapatkan obat dengan efek lebih poten
b. Mendapatkan obat dengan ESO minimal
c. Mendapatkan obat dengan spektrum lebih spesifik
d. Mendapatkan obat dengan aktivitas baru
e. Mendapatkan obat dengan t1/2 lebih singkat
2. Hal yang terjadi pada fase farmakodinamik pada proses aksi obat adalah...
a. Interaksi obat dengan reseptor dalam jaringan target
b. Disintegrasi bentuk sediaan
c. Disolusi senyawa aktif
d. Absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi
e. Optimasi ketersediaan biologis
3. Tahap awal dalam pengembangan obat baru adalah...
a. Analisa Statistik
b. HKSA
c. Pencarian Senyawa Penuntun
d. Modifikasi Struktur
e. Rancangan obat rasional
4. Berikut parameter yang digunakan model Hansch dalam merumuskan hubungan kuantitatif
struktur dengan aktivitas biologisnya...
a. Lipofilik, Elektronik dan Sterik
b. Absorbsi, Distribusi, Metabolisme dan Ekskresi (ADME)
c. Efek terapetik dan Efek samping
d. Pengaturan dosis, formulasi, bentuk sediaan dan terlarutnya obat aktif
e. Jumlah akseptor dan donor elektron
5. Aktivitas biologi obat ditentukan oleh suatu fase yang berperan dalam menjaga
ketersediaan obat untuk dapat diabsorbsi. Fase apakah yang dimaksud?
a. Fase farmasetik
b. Fase farmakokinetik
c. Fase farmakodinamik
d. Fase praklinik
e. Fase klinik
6. Aktivitas biologi obat ditentukan oleh suatu fase yang berperan dalam menjaga
ketersediaan obat untuk dapat mencapai jaringan target atau reseptor. Fase apakah
yang dimaksud?
a. Fase farmasetik
b. Fase farmakokinetik
c. Fase farmakodinamik
d. Fase praklinik
e. Fase klinik
7. Aktivitas biologi obat ditentukan oleh suatu fase yang berperan dalam timbulnya
respon biologis obat. Fase apakah yang dimaksud?
a. Fase farmasetik
b. Fase farmakokinetik
c. Fase farmakodinamik
d. Fase praklinik
e. Fase klinik
8. Suatu obat dapat menimbulkan respon biologis apabila terjadi interaksi antara obat
dengan reseptor. Pada fase apa peristiwa tersebut terjadi?
a. Fase farmasetik
b. Fase farmakokinetik
c. Fase farmakodinamik
d. Fase praklinik
e. Fase klinik
9. Absorbsi obat di dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor apakah yang
menentukan luas permukaan yang bersinggungan dengan pelarut?
a. Ukuran partikel
b. Derajat ionisasi
c. Sekresi cairan lambung
d. Derajat keasaman
e. Eksipien obat
10. Derajat ionisasi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi absorbsi obat. Obat
bersifat apakah yang di dalam lambung akan terdapat dalam bentuk tidak terionisasi
sehingga mudah larut dalam lemak dan mudah menembus membran lambung?
a. Basa lemah
b. Asam lemah
c. Basa kuat
d. Asam kuat
e. Netral
11. Derajat ionisasi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi absorbsi obat. Obat
bersifat apakah di dalam lambung sebagian besar akan menjadi bentuk ionnya
sehingga kelarutan dalam lemak sangat kecil dan sukar menembus membran
lambung?
a. Basa lemah
b. Asam lemah
c. Basa kuat
d. Asam kuat
e. Netral
12. Obat tetes mata adalah obat yang diberikan secara lokal pada mata. Melalui apakah
obat tersebut diabsorbsi?
a. membran lambung
b. epitel paru
c. membran mukosa saluran nafas
d. kulit
e. konjungtiva
13. Pada tahapan reaksi metabolisme obat terdapat 2 fase, yaitu reaksi fase I dan fase II.
Berdasarkan kelarutannya, obat yang bersifat apakah yang akan langsung masuk ke
dalam fase II?
a. Lipofil
b. Hidrofil
c. Sangat lipofil
d. Sangat hidrofil
e. Kurang lipofil
14. Pada tahapan reaksi metabolisme obat terdapat 2 fase, yaitu reaksi fase I dan fase II.
Berdasarkan kelarutannya, obat yang bersifat apakah yang akan masuk ke dalam fase
I?
a. Lipofil
b. Hidrofil
c. Sangat lipofil
d. Sangat hidrofil
e. Kurang lipofil
15. Pada tahapan reaksi metabolisme obat terdapat 2 fase, yaitu reaksi fase I dan fase II.
Reaksi apakah yang terjadi pada fase I?
a. Oksidasi, reduksi dan hidrolisis
b. Oksidasi, metilasi dan halogenasi
c. Metilasi, halogenasi dan asetilasi
d. Konjugasi, metilasi dan asetilasi
e. Konjugasi, asetilasi dan hidrolisis
16. Pada tahapan reaksi metabolisme obat terdapat 2 fase, yaitu reaksi fase I dan fase II.
Reaksi apakah yang terjadi pada fase II?
a. Oksidasi, reduksi dan hidrolisis
b. Oksidasi, metilasi dan halogenasi
c. Metilasi, halogenasi dan asetilasi
d. Konjugasi, metilasi dan asetilasi
e. Konjugasi, asetilasi dan hidrolisis
17. Tujuan metabolisme obat adalah mengubah obat menjadi metabolit tidak aktif dan
tidak toksik. obat yang bersifat apakah yang dapat diekskresikan dari tubuh?
a. larut air
b. Sukar larut air
c. larut lemak
d. Sangat larut lemak
e. Kurang larut air
18. Berikut yang bukan merupakan tempat metabolisme obat adalah...
a. Hati
b. Ginjal
c. Paru
d. Usus
e. Kulit
19. Pada fase II metabolisme obat terjadi reaksi konjugasi yang mengikatkan gugus
fungsional hasil metabolit reaksi fasa I dengan senyawa endogen yang mudah
terionisasi dan bersifat polar. Berikut yang bukan merupakan senyawa endogen tersebut
adalah...
a. Asam glukoronat
b. Sulfat
c. Glisin
d. Glutamin
e. Hidroksida
20. Senyawa halogen yang akan bersifat hidrofilik jika disubtitusikan pada rantai alifatik
adalah...
a. F
b. Cl
c. Br
d. I
e. At
21. Kemampuan senyawa organik menembus membran sel berhubungan dengan
kelarutannya di dalam...
a. Air
b. Alkohol
c. Lemak
d. Cairan ektraseluler
e. Cairan intraseluler
22. Pada golongan senyawa barbiturat koefisien partisi berpengaruh terhadap
absorbsinya. Jika koefisien partisi pentobarbital > siklobarbital > aprobarbital >
fenobarbital > barbital, maka senyawa apa yang memiliki % obat yang diabsorbsi
lebih besar?
a. Pentobarbital
b. Siklobarbital
c. Aprobarbital
d. Fenobarbital
e. Barbital
23. Berikut yang merupakan pengaruh dari makin panjangnya rantai samping atom C pada
senyawa adalah...
a. Semakin polar
b. Penurunan titik didih
c. Kelarutan dalam air berkurang
d. Menurunnya koefisien partisi lemak/air
e. Menurunnya tegangan permukaan
24. Terdapat 2 hal penting pada interaksi obat dengan reseptor, yaitu...
a. Jenis obat dan jenis reseptor
b. Distribusi muatan elektronik dan bentuk konformasi obat-reseptor
c. Sifat fisika dan sifat kimia obat
d. Derajat ionisasi dan koefisien partisi obat
e. Ukuran molekul obat reseptor dan jumlah donor elektron
25. Kelompok atom-atom dalam molekul yang mempunyai sifat kimia atau fisika yang
mirip, karena mempunyai persamaan ukuran, keelektronegatifan atau stereokimia
disebut...
a. Isomer
b. Enantiomer
c. Diastereomer
d. Isosteris
e. Stereoisomer
26. Gugus yang membantu ikatan obat-reseptor disebut...
a. Gugus isosteric
b. Gugus bioisosterik
c. Gugus haptoforik
d. Gugus farmakoforik
e. Gugus elektrofilik
27. Gugus yang bertanggungjawab terhadap respon biologis disebut...
a. Gugus isosteric
b. Gugus bioisosterik
c. Gugus haptoforik
d. Gugus farmakoforik
e. Gugus elektrofilik
28. Isomer yang terjadi karena ada perbedaan pengaturan ruang dari atom atau gugus
dalam struktur molekul obat disebut...
a. Isomer geometrik
b. Isomer konformasi
c. Diastereoisomer
d. Isomer optik
e. Enantiomer
29. Berikut ini pernyataan yang benar mengenai obat yang aktif dalam bentuk terionnya
adalah...
a. Sebagian besar obat bersifat elektrolit lemah (asam lemah atau basa lemah)
b. Aktivitas biologis yang menurun jika derajat ionisasinya meningkat.
c. Site of action pada membran sel atau di dalam sel
d. Memberikan efek biologisnya di luar sel
e. Mudah menembus membran biologis
30. Senyawa yang dapat membentuk kelat dengan logan Au adalah...
a. Penisilamin
b. Isoniazid
c. Dimerkaprol
d. Tiosetazon
e. Tetrasiklin
II. ESSAY
1. Jelaskan pengertian dari Kimia Medisinal!
2. Jelaskan pengertian dari HKSA!
3. Sebutkan 5 pendekatan dalam mencari senyawa penuntun (lead compound)!
4. Apa yang dimaksud dengan rancangan obat yang rasional?
5. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme obat!
6. Jelaskan 3 prinsip Ferguson!
7. Jelaskan hubungan antara jarak antar atom dengan aktivitas biologis obat!