Anda di halaman 1dari 5

Apakah SKPD, BLUD atau BUMD?

Banyak referensi dan regulasi yang telah membahas tentang SKPD, yang telah membahas
tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan juga yang membahas Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD). Tp sedikit tulisan yang membahas kapan pemerintah daerah saatnya
menggunakan SKPD, BLUD ato BUMD.

Dalam konsideran PP 41/2007 ttg Organisasi Perangkat Daerah, bahwa untuk


penyelenggaraan pemerintahan daerah, kepala daerah perlu dibantu oleh perangkat
daerah yang dapat menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan
oleh pemerintahan daerah. Pasal 7 ayat (2) PP 41/2007 menyatakan Dinas daerah
mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi
dan tugas pembantuan. Artinya, semua urusan pemda dilaksanakan oleh SKPD,
khususnya Dinas.

Bagaimana dengan BLUD?

Pasal 1 angka 1 PP 23/2005 ttg Badan Layanan Umum menyatakan Badan Layanan
Umum, yang selanjutnya disebut BLU, adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang
dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam
melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Pasal 1 angka 1 Permendagri 61/2005 menyatakan Badan Layanan Umum Daerah yang
selanjutnya disingkat BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada
Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang
dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Sedangkan pada Pasal 1 angka 2 pada Permendagri yang sama menyatakan Pola
Pengelolaan Keuangan BLUD, yang selanjutnya disingkat PPK-BLUD adalah pola
pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk
menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa, sepagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada
umumnya.

Bagaimana dengan BUMD?


Pasal 5 UU 5/1962 ttg Perusahaan Daerah menyatakan Perusahaan Daerah adalah suatu
kesatuan produksi yang bersifat :

a. Memberi jasa

b. Menyelenggarakan kemanfaatan umum

c. Memupuk pendapatan

Tujuan Perusahaan Daerah ialah untuk turut serta melaksanakan pembangunan Daerah
khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya dalam rangka ekonomi
terpimpin untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan mengutamakan industrialisasi dan
ketentraman serta kesenangan kerja dalam perusahaan, menuju masyarakat yang adil dan
makmur.

Perusahaan Daerah yang bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah
tangganya menurut peraturan-peraturan yang mengatur pokok-pokok Pemerintahan
Daerah.

Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan yang menguasai hajat hidup orang
banyak di daerah yang bersangkutan diusahakan oleh Perusahaan Daerah yang modalnya
untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Selain UU tersebut diatas, Pasal 174 UU 32/2004 ttg Pemerintahan Daerah menyatakan
dalam hal APBD diperkirakan surplus dapat digunakan untuk penyertaan modal (investasi
daerah) dan Pasal 177 UU 32/2004 menyatakan Pemerintah daerah dapat memiliki BUMD
yang pembentukan, penggabungan, pelepasan kepemilikan, dan/atau pembubarannya
ditetapkan dengan Perda yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Pasal 3 Permendagri 52/2012 ttg Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah,


bahwa Investasi pemerintah daerah bertujuan untuk:

a. meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah;

b. meningkatkan pendapatan daerah; dan

c. meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum tujuan BUMD adalah menyelenggarakan kemanfaatan umum dan


pendapatan daerah.
Selain berdasarkan tujuan organisasi, sebaiknya juga mempertimbangkan dengan sifat dan
desain organisasi dalam memberikan pelayanan.

Berdasarkan teori organisasi, variabel2 kunci yang menentukan desain struktural


organisasi, yaitu :

1. Strategi Organisasi
2. Lingkungan yang melingkupinya
3. Teknologi yang digunakan
4. Orang-orang yang terlibat dalam organisasi
Terkait dengan lingkungan (angka 2), desain organisasional dapat dibedakan menjadi 3 tipe
lingkungan sbb:

1. Lingkungan stabil, yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak
diperkirakan atau tiba-tiba.
2. Lingkungan berubah (changing environment), yaitu lingkungan dimana inovasi mungkin
terjadi dalam setiap atau semua bidang, produk, pasar, hukum atau teknologi.
3. Lingkungan bergejolak (turbulent environment), yaitu bila para pesaing melempar produk baru
dan tak terduga ke pasaran, hukum sering diganti, kemajuan teknologi merubah secara drastis
desain produ dan metode-metode produksi, organisasi berada dalam lingkungan bergejolak.
Artinya apa? Ketika akan menentukan apakah memilih SKPD, BLUD ato BUMD, tetap
harus memperhatikan lingkungan dari organisasi itu nantinya. Misalnya: terkait dengan
pelayanan air minum. Dimana saat ini baik produk, pasar, hukum ato teknologinya telah
begitu cepat berubah. Saat ini banyak sekali beredar air minum dalam kemasan oleh
produk swasta, yang tanpa disadari sebenarnya telah menjadi alternatif utama bagi
masyarakat.

Jadi, apakah dapat disimpulkan, jika pelayanan air minum tidak akan sesuai jika berbentuk
SKPD/UPTD? Sehingga alternatif yang memungkinkan adalah BLUD atau BUMD.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disederhanakan dalam tabel berikut ini:

SKPD BLUD BUMD

Public Goods Quasi Public Goods Private Goods

SKPD: operasionalnya lembaga milik pemerintah


sebagian dari APBD dan daerah yang biaya
SKPD: operasionalnya sebagian lagi dari hasil jasa operasionalnya seluruhnya
seluruhnya dengan APBD layanan yang diberikan berasal dari hasil jasa layanan

PROFIT ORIENTED
& PUBLIC SERVICE
NON PROFIT NOT FOR PROFIT ORIENTED
(minimal mampu menjamin
kelangsungan dan
pengembangan usaha)

Lingkungan Eksternal relatif Lingkungan Eksternal Lingkungan Eksternal


stabil berubah/begerjolak berubah/begerjolak
Apakah gambaran dari tabel diatas sudah dapat digunakan menjadi kriteria dasar pemilihan
dari ketiga bentuk organisasi yang sudah tersedia?

Semoga bermanfaat…

Referensi:

1. UU 5/1962 ttg Perusahaan Daerah


2. UU 32/2004 ttg Pemerintahan Daerah
3. UU 25/2009 ttg Pelayanan Publik
4. PP 41/2007 ttg Organisasi Perangkat Daerah
5. PP 23/2005 ttg Pengelolaan BLU
6. Permendagri 61/2006 ttg Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah.
7. http://gustriphenomg3.blogspot.com/2011/03/desain-dan-struktur-organisasi-formal.html
https://investasidaerah.wordpress.com
bukan hanya membangun di daerah, tapi membangun daerah.

Memang, desain organisasi sangat dipengaruhi oleh tipe lingkungan eksertnal, tetapi
sebenarnya justru sangat dipengaruhi oleh internal organisasi itu sendiri.

Apakah Kepala Daerah, Sekda dan Kepala Dinas serta DPRD tidak akan memikirkan hal
lainnya? Seperti kekuatan kontrol dan pengawasan oleh mereka. Sebab hal ini akan
mempengaruhi bagaimana “kepentingan” mereka nantinya dalam pelayanan publik.

Misalnya: jika berbentuk SKPD maka 100% kontrol tersebut oleh KDH dan SKPD; jika
berbentuk BLUD maka kontrol oleh KDH masih sangat kuat, tapi oleh SKPD akan
berkurang; tetapi jika berbentuk BUMD, maka kontrol hanya oleh KDH selaku RUPS, dan
Eksekutif sudah kehilangan kontrol.

Selain hal tersebut adalah, sorotan masyarakat dan media terkait uang yang di”beri”kan
kepada BLUD/BUMD. Jika sejumlah uang masih di”berikan” kepada BLUD misalnya dalam
untuk gaji pegawai di BLUD maka hal tersebut dianggap suatu hal yang wajar, walaupun itu
tiap bulan/tahun. Karena Gaji pegawai akan masuk dalam RKA-SKPD, dan tidak/jarang
diperhitungkan sebagai bagian dari pengeluaran yang membebani Pemda. Bandingkan jika
kepada BUMD, maka jika Pemda akan mem”beri”kan uang untuk belanja pegawai BUMD
akan dihitung sebagai penyertaan modal. Jika penyertaan modal tiap tahun, maka akan
menjadi sorotan media dan masyarakat,

Bisa jadi faktor2 tersebut akan sangat mempengaruhi Kepala Daerah, Kepala SKPD
maupun DPRD dalam menentukan organisasi untuk pelayanan publik.

Semoga bermanfaat…

Referensi:

1. UU 5/1962 ttg Perusahaan Daerah


2. UU 32/2004 ttg Pemerintahan Daerah
3. UU 25/2009 ttg Pelayanan Publik
4. PP 41/2007 ttg Organisasi Perangkat Daerah
5. PP 23/2005 ttg Pengelolaan BLU
6. Permendagri 61/2006 ttg Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah.
7. http://gustriphenomg3.blogspot.com/2011/03/desain-dan-struktur-organisasi-formal.html