Anda di halaman 1dari 10

ANISA

EXT.TERAS RUMAH-SIANG
Dua gadis desa sedang bermain bersama disebuah ruang terbuka.
Mereka memainkan congklak menghadap panorama desa. Tangan mereka
merangkul biji-biji dan meletakan dari satu lubang ke lubang
lain. Angin mendesir membuat suasana nyaman.

Sarah:
Nanti kamu jangan kangen ya kalau sudah di kota
Anisa:
Kamu kali yang kangen
Sarah:
Ih! (menghentakkan biji congklak) hmmm.. Nis, ngomong2, minggu
lalu aku ke kota loh.
Anisa:
ohya? Untuk apa kamu ke sana? (Matanya menatap Sarah yang asik
memperhatikan papan congklak)
Sarah:
aku ikut ibuku ke acara pernikahan tante di sana. Acaranya
meriah sekali. Aku senang. tanteku sangat cantik saat
itu.bibirnya merah dan gaunya sangat indah. Suaminya juga tampan.
Aku ingin secantik tanteku.
Anisa:
benarkah ? ya mungkin kamu akan secantik tantemu saat sudah
dewasa nanti.
Sarah:
nis.. aku gak sabar menjadi dewasa. Menikah dan hidup bersama
suamiku nanti,...ehmm...nis apa kamu sedang menyukai seseorang?
sebelum kamu pergi, Ceritakan lah pada ku.
Anisa:
meyukai seseorang?
(Anisa berfikir sedikit lama. Sembaring memasukan biji-biji
congklak ke lubang satu kelubang yang lain).
Sarah:
Ya seseorang?
Anisa:
ehmm.. memang, menyukai seseorang itu gimana rasanya?
Sarah:
Anisa..kamu ini lucu sekali. Saat kamu meyukai seseorang.. saat
kamu jatuh cinta.. kamu akan merasakan sesuatu yang tak
tergambarkan,kamu tak henti-hentinya tersenyum, jantungmu terasa
berdetak lebih cepat ,ingin sekali menari-nari dan Kamu seperti
ingin meloncat tinggi melayang.
Anisa:
sepertinya indah sekali. Tapi entahlahh
Sarah:
ya begitulah..kalau kamu merasakan itu.(Sarah tersenyum)
berjanjilah kamu akan menceritakanya padaku ya!
(Anisa mengangguk..saat Sarah pergi Anisa merenung sambil
berfikir)

INT. KAMAR – DAY

Anisa memasuki ruangan rumahnya. Menatap semua benda yg ada. Ia


menjatuhkan badanya di kasur kamar. Matanya menatap atap.
Bibirnya masih saja dirapatkan .(terdengar bisikan suara Anisa “
menyukai seseorang? Ya seseorang”
sesaat ia menoleh ke sebuah cermin besar dalam ruangan
tersebut.ia duduk didepan cermin. ia menatap dirinya. Melihat
secara menyeluruh bingkai wajahnya dari rambut sampai ujung
dagu .Menyentuh bibir dan pipinya. Ada sesuatu yg berbeda kala
itu ia rasa.
Dia tersenyum. Banyangan itu pun membalas senyumnya. Anisa
terlihat mulai bingung ada rasa sangat bahagia . ia tersenyum
dengan terlihat gigi-gigi kecilnya .Ada rasa sangat indah dengan
ia melihat dirinya didepan cermin.
ia mulai bingung dan berjalan berputar-putar. melihat segala
sudut sisi ruangan. Diambilnya sebuah sisir. Di sisirkan rambut
panjangnya dengan perlahan. Ia kembali tersenyum ia sedikit
melompat kecil dengan itu terlihat semua tubuhnya.
Ia dekat kan lagi wajahnya di depan cermin. Ia menyentuh
wajahnya. menyentuh setiap detail wajahnya perlahan. Saat itu dia
berlari dan menutup pintu serta menguncinya.ia tak ingin seorang
pun melihat dirinya di kala itu dengan menoleh ke kanan dan
kekiri diluar ruangan .Ia mulai berkaca lagi dan tersenyum.
Anisa berbalik arah dan terduduk wajahnya masih tersenyum dan
tertawa kecil

EXT. JALAN RAYA – DAY


Anisa melangkahkan kaki di jalan. Ia membawa tas kecil di tangan
kirinya. Wajahnya terlihat halus dan lipstick merah di bibinya.
Dilihatnya langit yang begitu terik. Ia membuka payung dan
menutup wajah nya dengan lebarnya kain payung tersebut.ia kembali
berjalan lagi.
Dalam langkanya Anisa terjatuh akibat sepatu heelsnya.wajahnya
terlihat kesakitan.tanganya mengelus dan memijit-mijit kakinya.
Anisa
Uhhh sakit sekali shhh…

Payungnya terlepas dari genggamanya dan bayangan tubuhnya


terlihat dari.kaca bangunan di dekatnya. Anisa berdiri dan
kembali berjalan

INT. RUANG RAPAT- DAY


Anisa membuka pintu dan memasuki ruangan itu. Wajahnya terlihat
kaget dan gugup. Seorang laki dengan pakaian sangat rapi telah
diruangan tersebut dengan beberapa orang lainya duduk dan
menatapnya.ia mengigit bibirnya. Nafasnya terhembus panjang. Ia
meletakan buku dan kertasnya. Di ambilnya sebuah cermin. Seketika
Anisa menjadi ceria.
Anisa mulai mempresentasikan suatu hal. Lelaki itu memperhatikan
sangat serius.
(suara lagu terdengar)
Anisa keluar ruanga.ia menutup matanya dan senyumnya mulai mekar

INT. LIFT GEDUNG – DAY


Lelaki yang diruang rapat tersebut dan asistenya masuk lift
bersama Anisa.
Bos
Presentasi kamu tadi bagus, kenapa saya baru liat ya
Anisa
(Tersenyum)
Hmhm.. terima kasih
Bos
Minggu depan akan ada rapat akhir untuk proyek ini, mungkin kamu
mau jadi pemimpin rapat nanti? Jika ada keperluan apapun tolong
hubungi saya..ini kartu nama saya( sambil menunjukan kartu
namanya kepada Anisa)
Bos
Kemungkinan saya perlu berdiskusi dengan kamu diluar, we should
get a coffee sometime.
(Mereka berpisah diluar lift)

EXT. PERTOKOAN - DAY


Anisa berjalan di pertokoan sambil menari-nari. Dilihat kaca-kaca
disetiap sudut dinding.
Ia memasuki toko pakaian. Ia mengambil satu gaun panjang. Ia
mencoba memakai gaun tersebut dan melihat dirinya berputar-putar
didepan cermin.

EXT. TOKO BUNGA- DAY


Anisa melihat-lihat bunga yang terpajang. Ia sambil senyum
bahagia. Satu bunga ia petik dan diselipkan di daun telinganya.ia
membeli satu genggam bunga dan membawanya pulang.

INT. KAMAR – DAY


Anisa meletakan bungan nya di sebuah vas bunga. Ia menghirup
wangi bunga tersebut. Saat ia mengambil vas bunga yang terletak
dimeja tersebut secara kebetulan ia melihat sebuah foto, ia
melihat sebuah foto yang mengambarkan dua orang wanita tertawa.
Lama Ia menatap foto tersebut dan meletakan nya kembali.

INT. KAMAR- DAY


Anisa membuka kopernya. Ia memasukan beberapa pakaian di dalam
koper tersebut. Sambil benyayi-yayi ia mengangkat koper tersebut
dan membawanya. Saat mencari kunci kamarnya ia menemukan sebuah
kertas. Dan ia membuangnya.

EXT. STASIUN KERETA- DAY


Anisa menunggu kereta( suara kereta)

EXT. STASIUN KERETA- DAY


Anisa menoleh mencari-cari. Sesosok wanita datang sambil berlari.
Sarah memeluk Anisa.

EXT. PERSAWAHAN-DAY

Susana segar menyambut Anisa. Sarah mengajaknya jalan kesuatu


sudut. Mereka menyusuri hijaunya sawah dan rimbunya pepohonon.
Sampailah ia di suatu tempat yang sangat indah.
Sarah:
kapan kita terakhir kesini ya?
Anisa:
Entahlah.. aku pun lupa.
Sarah:
Kamu ingat janji mu?
Anisa:
yang mana?
Sarah:
ayolah kamu sudah dewasa. Apa kamu sedang menyukai seseorang? Ayo
ceritakanlah.
Anisa:
ya sejak dulu aku menyukai seseorang.
Sarah:
ayo ceritaka padaku.
Anisa:
tapi aku tidak bisa
Sarah:
mengapa tidak bisa? kamu cukup mengatakannya
Anisa:
tapi ini sangat sulit.
Sarah:
Sesulit apa? Kamu bilang saja. Aku sahabatmu kan?
Anisa :
Ehmmm mengenai itu aku tak ingin cerita.kamu tak akan mengerti
Sarah:
ya aku tak akan memaksa mu. Tapi kamu telah berjanji padaku dulu.
(Anisa mengeluarkan lukisan-lukisan dirinya dan kaca miliknya
ditunjukan ke Sarah)

Anisa:
dia yang aku sukai.
Sarah:
maksudnya?aku tak mengerti?
Anisa:
dia yang aku sukai. dia selalu tersenyum saat aku senyum dia
selalu sedih kala aku sedih. Dia selalu menemaniku selama ini.
Sarah:
kamu jangan bercada nis.
Anisa :
Aku tidak sedang becanda. Sudah ku kata kan ini sulit. Dan ..
Sarah:
(Sarah berdiri dan suaranya sedikit membesar)
Apa kamu sudah gila? maksudmu kamu menyukai dirimu sendir?.kamu
jatuh cinta pada paras mu? Dan kamu..uhh..bagaimana kamu menikahi
dirimu sendiri? Bagaimana kamu .aku..aku menikahi suami ku walau
aku tak menyukainya(ia melepaskan sebuah cincin dari jarinya).
Tapi kami selalu bersama. Kamu butuh orang lain nis. Kamu sudah
gila nis..
Anisa:
tidak ..aku tidak gila..kamu tak dapat mengerti perasaan ku. Aku
menyukainya..dan aku akan menikahinya.(Anisa mengambil cincin itu
dan memasukan kembali di jari Sarah)
Sarah :
Tidak bisa nis.kau tidak bias
(suasana menjadi pecah)
(Anisa menampar Sarah , seketika mata Sarah merabut. Ia tak dapat
melihat Anisa dengan jelas yang sedang marah-marah)
(Anisa berlari dan meningalkan Sarah)

INT. RUANG KAMAR- DAY


Anisa terlihat menangis
INT. STASUIN KERETA - DAY
Anisa mengusap air matanya dengan tisu

INT. KAMAR ANISA- DAY


Anisa menagis di sudut kamarnya. Suara Sarah berguma di
telinganya( kamu tidak bisa, kamu sudah gila)
Anisa mendekatkan dirinya disebuah cermin lemari.
Anisa : hai..ini akan baik-baik saja kan? (Anisa mencoba
tersenyum)
Anisa membuka lemari tersebut(shoot dari dalam lemari).ia
mengambil gaun panjangnya. Mengabil bunga merahnya. Dan menyobek
kain di ventilasi kamarnya.

INT. SEBUAH KAMAR YANG HANYA ADA KACA BESAR- DAY


Anisa mendekati cermin tersebut

Anisa:
Kau cantik
Anisa
Tidak , kita cantik
Anisa
Tuhan menciptakan segala hal berpasang-pasangan, aku yakin kamu
adalah pasanganku. Kita telah banyak bersama..Menikahlah denganku
Anisa
Menikahlah denganku.. jawab…ayo jawab!!!
Kau jangan diam saja.
Anisa
Aku tidak bisa. Kita tidak bisa
Anisa meneteskan air mata.
Ia memutar arah dengan tangan menutup matanya karena tangisanya.

Anisa:
kamu mengapa mengkhianati ku? Mengapa ??aku tak ingin melihat
dirimu lagi
Anisa melempar bunga merah tersebut kearah kaca.kaca itupun
pecah.Anisa merangkak perlahan dan mengambil pecahan cermin
tersebut
Diambilnya sebuah pecahan kaca tersebut siap menusuk.

Anisa terkapar di ruang tersebut dan tiba-tiba datang sosok


dirinya dan sosok itu berkata
Anisa
Perempuan bodoh.
Sosok itu berbalik arah meninggalkan berjalan meninggalkan
dirinya perlahan-lahan. Anisa mencoba menggapai dirinya tersebut
dengan menjulurkan tangannya seakan-akan ingin menahan sosok
dirinya sendiri.
\