Anda di halaman 1dari 2

Outpatient Parenteral Antimicrobial Therapy (OPAT): Efficiency Approach of Rational

Antibiotic Use

Aryono Hendarto

Tujuan : Memahami peran Terapi Antibiotik Parenteral Rawat Jalan dalam penggunaan
antibiotic secara rational

Penyakit infeksi di Indonesia menempati peringkat tertinggi dalam pelayanan kesehatan di


rumah sakit (RS). Pasien dengan infeksi sedang-berat memerlukan rawat inap sekitar 2 minggu
untuk mengatasi fase akut dan selanjutnya untuk menyelesaikan pemberian antibiotik
parenteral.1 Saat ini di berbagai RS luar negeri mulai dilakukan pelayanan terapi antibiotik
parenteral rawat jalan (TAPIRJ) atau lebih dikenal dengan sebutan outpatient parenteral
antimicrobial therapy (OPAT), yaitu metode pemberian antibiotik intravena melalui prosedur
rawat jalan sebagai alternatif terapi antibiotik parenteral rawat inap (TAP-RI), namun memiliki
efektifitas yang sama2,3

Pelayanan TAP-RJ pertama kali dilakukan pada tahun 1970-an di Amerika Serikat untuk
mengobati anak dengan penyakit fibrosis kistik dan pelayanan ini semakin berkembang dalam
dua dekade terakhir.5,6 Stiver dkk tahun 1978 menerbitkan laporan pertama penggunaan TAP-
RJ yang melibatkan 23 pasien yang dirawat di RS dengan infeksi kronis di Kanada dan
kemudian dipulangkan dan berhasil menyelesaikan terapi antibiotik intravena sebagai pasien
rawat jalan.4 Penelitian yang dilakukan di beberapa negara Asia Menunjukkan bahwa dari 17
negara di Asia sebanyak 57% dari 171 fasilitas kesehatan telah melayani pemberian antibiotik
parenteral rawat jalan, namun biaya 3% yang memiliki layanan komprehensif dengan
pengawasan khusus.7 Di singapura pelayanan TAP-Rj pertama kali diberikan pada tahun 2001
dan lainnya berkembang hingga kini.” Sepengetahuan penulis pelayanan pertama TAP-RJ di
Indonesia dilakukan di RSCM dengan diresmikannya pelayanan ini pada bulan April 2015 o;leh
Menteri Kesehatan dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Direktur Utama RSCM. °

Pelayanan TAP-RJ/OPAT

Pelayanan TAP'R] berguna bagi pasien dengan infeksi sedang hingga berat yang memerlukan
terapi antibiotik parenteral, namun memiliki kondisi tubuh yang cukup baik untuk memulai atau
melanjutkan tetapi tanpa perlu menginap di RS.2 Terdapat empat model pemberian TARRJ
yang terdiri dari (1) penyuntikan antibiotik sendiri di rumah, (2) penyuntikan antibiotik oleh
perawat di rumah (3) penyuntikan di fasilitas/klinik kesehatan dan (4) perawatan intensif di
rumah.10 Pemilihan antibiotik pada pasien yang mengikuti program TAP-RJ perlu
mempertimbangkan beberapa aspek yaitu spektrum antibiotik, cara kerja, interaksi dengan obat
lain, target organ, durasi pemberian antibiotik, kriteria pemenuhan target kesembuhan, dan
alternatif pemberian antibiotik oral. Pemberian antibiotik pertama kali harus dilakukan di fasilitas
kesehatan dengan supervisi untuk memastikan pasien tidak mengalami reaksi analilaktik.“

Manfaat TAP'RJ antara lain menurunkan angka masuk RS dan lama menginap sehingga
meningkatkan kapasitas rawat inap di RS, penghematan biaya yang signifikan di bandingkan
dengan rawat inap, penurunan risiko infeksi nosokomial, dan kepuasan pasien yang lebih
baik.2,5,13

Efisiensi OPAT
Finansial
Pelaksanaan program TAPfR] di Kanada menununjukkan penghematan biaya 1.730.520 dolar
Kanada selama 3 tahun. Hasil serupa dilaporkan dalam penelitian yang dilakukan di Prancis
yang melaporkan bahwa pengobatan

Pasien Diskusi bersama pasien Penilaian pasien oleh tim


mempertimbangkan mengenai potensi TAP-RJ ponek
untuk melakukan TAP_RJ

Pasien setuju melakukan


Kesimpulan pemberian. Pemberian terapi
TAP-RJ dan inisiasi terapi
Terapi, pemberian terapi
intavena melalui metode
tap rj