Anda di halaman 1dari 59

PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA DAN EFIKASI DIRI

SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI STAD-PTB


DI SMAN 1 SELUMA

NASKAH LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN


LEVEL PEMULA
BAGI GURU JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH TINGKAT NASIONAL
TAHUN 2018

Oleh :
INDAH HERAWATI, M.Pd

SMA NEGERI 1 SELUMA

Jl. Bengkulu -Tais Km 61 Kel. Lubuk Kebur Kec. Seluma Kab. Seluma Prov. Bengkulu

i
ii
iii
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat
menyelesaikan naskah Inovasi Pembelajaran yang merupakan salah satu syarat mengikuti
lomba inobel yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018. Naskah proposal karya inovasi ini
berjudul “Peningkatan Hasil Belajar dan Efikasi Diri Siswa Melalui Penerapan Strategi
STAD-PTB di SMAN 1 Seluma”
Dalam penulisan proposal ini penelitian ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai
pihak, maka pada kesempatan ini kami, mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Agus Salim, M. Pd sebagai kepala sekolah yang senantiasa memiliki waktu untuk
memberika review proposal penelitian ini.
2. Bapak Ramelan, M.Pd Sebagai Pengawas Sekolah Dinas Provinsi Bengkulu yang telah
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan teknis penulisan karya tulis Inobel.
3. Keluargaku, suami tercinta Adi Muryanto beserta anak yang tersayang Awank yang selalu
memberi moral, cinta dan kasihnya.
4. Bapak Yoni Edward M.Pd, Ibu Meidah Rianti, S.Pd, Ibu Wenda Susanti, S.Pd adalah guru
Fisika yang terlibat dalam kegiatan observasi awal penelitian.
5. Ibu MilmaYasmi, M. Pd, Bapak Arlan, M. Pd, yang telah memberikan masukan dalam
perbaikan proposal ini serta semua rekan kerja dari berbagai pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu telah memberikan bantuan moral maupun tenaga dalam pembuatan
proposal penelitian ini.
Semoga proposal penelitian ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
khususnya penulis. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan proposal ini masih jauh dari
sempurna sehingga saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah
kesempurnaan sangat diperlukan. Akhir kata kami sampaikan terimakasih.

Tais, 13 Maret 2018

Penulis

iv
DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


HALAM PERNYATAAN ........................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... vii
ABSTRAK .................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah .......................................................................... 2
C. Perumusan Masalah ............................................................................. 2
D. Tujuan Penelitian ................................................................................ 3
E. Manfaat Hasil Penelitian .................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORETIK .................................................................... 4
A. Strategi pembelajaran STAD-PTB ..................................................... 4
B. Hasil Belajar ....................................................................................... 9
C. Efikasi Diri .......................................................................................... 10
D. Penelitian Yang Relevan ..................................................................... 12
E. Kerangka Berfikir ................................................................................ 12
F. Hipotesis Tindakan .............................................................................. 14
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 15
A. Metode Penelitian .............................................................................. 15
B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 17
C. Sumber Data ....................................................................................... 17
D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 18
E. Validasi Data ...................................................................................... 19
F. Teknik Analisis Data ......................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PESERTA

v
DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 Kisi-kisi Instrumen Hasil Belajar .............................................. 23

Lampiran 2 Kisi-Kisi Angket Efikasi Diri Siswa ....................................... 26

Lampiran 3 Lembar Angket Efikasi Diri .................................................... 28

Lampiran 4 Lembar Pengambilan Data Observasi .................................... 30

Lampiran 5 Kartu Soal ................................................................................. 32

Lampiran 6 RPP ............................................................................................. 35

vi
DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 3.1. Siklus Tindakan Penelitian ................................................. 31

vii
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA DAN EFIKASI DIRI SISWA MELALUI
PENERAPAN STRATEGI STAD-PTB DI SMAN 1 SELUMA

Indah Herawati

SMAN 1 Seluma

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Fisika siswa
dan untuk mengetahui peningkatan efikasi diri siswa melalui penerapan strategi pembelajaran
STAD-PTB. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang akan menjawab
hipotesis penelitian yaitu penerapan strategi pembelajaran STAD-PTB dapat meningkatkan
hasil belajar dan efikasi diri siswa. Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas X IPA 1 SMAN 1
Seluma. Pelaksanaan penelitian ini direncanakan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap
yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data
dalam penelitian ini melalui tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan sedangkan
pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif

Kata Kunci: Hasil Belajar, Efikasi Diri, strategi STAD-PTB

viii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang urgen dalam meningkatkan


kualitas sumber daya manusia. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah dalam upaya
meningkatkan kulitas sumber daya manusia yaitu melalui peningkatan mutu pendidikan
antara lain penyempurnaan kurikulum, pemenuhan fasilitas pendidikan yang memadai dan
peningkatan profesionalisme guru yang erat kaitannya dengan peningkatan proses kegiatan
pembelajaran, sebab proses pembelajaran merupakan kegiatan inti dalam suatu lembaga
pendidikan.
Peningkatan mutu pada sebuah lembaga pendidikan ditandai oleh peningkatan hasil
belajar siswa. Hasil belajar dapat menjadi salah satu tolak ukur untuk menentukan tingkat
keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran, biasanya
dinyatakan dengan nilai yang berupa huruf atau angka-angka. Hasil belajar dapat berupa
keterampilan, nilai dan sikap setelah siswa mengalami proses belajar.
Berdasarkan data yang diperoleh dari arsip UN 2017 (SMAN 1 Seluma: 60)
pencapaian hasil belajar siswa yang mengikuti Ujian Nasional peminatan Fisika tahun
pelajaran 2016/2017 dengan nilai rata-rata 3,7 dengan nilai tertinggi sebesar 5,75. Pencapaian
hasil Ujian Nasional mata pelajaran Fisika yang dicapai oleh siswa masih tergolong rendah
jika dibandingkan dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah 7,5. Rendahnya hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Fisika diduga karena motivasi belajar yang rendah, minat belajar
siswa kurang baik, rendahnya kemampuan literasi siswa, Fisika tidak dikemas dengan
strategi yang baik oleh guru yang bersangkutan sehingga Fisika tidak menarik bagi siswa,
kurangnya variasi dalam pembelajaran, metode belajar yang digunakan guru membosankan
dan tidak adanya rotasi siswa di kelas sehingga siswa cenderung bosan dengan pasangan
duduknya.
Tingkat keberhasilan siswa selain ditandai oleh peningkatan pencapaian hasil belajar,
juga dipengaruhi efikasi diri siswa. Efikasi diri merupakan sebuah keyakinan yang dimiliki
oleh individu bahwa ia mampu mengerjakan suatu tugas yang diembannya. Siswa
mempunyai efikasi diri yang tinggi terhadap tingkat pencapaian tujuan maka akan yakin
dengan kemampuan yang dimilikinya dan berhasil dalam pencapaian tujuan yang diharap
dan sebaliknya siswa yang memiliki efikasi diri rendah akan cenderung mengurangi

1
usahanya, mudah menyerah dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang
dilaksanakan.
Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan tiga orang guru Fisika di SMAN 1
Seluma diketahui bahwa efikasi diri siswa SMAN 1 Seluma masih rendah, hal ini dapat di
lihat dari kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, tidak bersemangat dalam
menyelesaikan tugas, mengeluh sebelum tugas di baca, merasa kesulitan dalam
menyelesaikan tugas, siswa asyik ngobrol dan sesekali siswa menanti guru lengah untuk
membuka hand phone.
Dalam menghadapai fenomena di atas maka penting bagi seorang guru dalam
mengelola pembelajaran di kelas dengan aktivitas guru merencanakan atau bagaimana
pembelajaran akan dikelola pada sekelompok siswa. Guru dapat memilih dan
mengembangkan strategi pembelajaran yang memberdayakan pada tingkatan yang mungkin
dicapai siswa, pengetahuan yang kita miliki tentang bagaimana memfasilitasi proses belajar
mengajar. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengajaran di kelas
adalah strategi STAD-PTB yaitu strategi pembelajaran yang memberikan peluang kepada
siswa untuk berfikir secara mandiri dalam menyelesaikan masalah namun perlu kerjasama
yang baik antar tim untuk memahami materi sebelum guru menguji kemampuan siswa dalam
tim tersebut. Melalui penelitian ini penerapan Strategi pembelajaran STAD-PTB diharapkan
dapat meningkatkan hasil belajarelajar siswa SMAN 1 Seluma.

B. Identifikasi Masalah Penelitian


Berdasarkan latar belakang di atas dapat di identifikasi beberapa masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut:
1. Siswa tidak berminat dalam mengikuti pembelajaran Fisika.
2. Kemampuan prasyarat siswa rendah.
3. Pembelajaran searah, yang di tandai dengan aktivitas siswa yang rendah.
4. Rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Fisika.
5. Fisika tidak menarik untuk sebagian besar siswa.
6. Startegi pembelajaran di kelas belum membangkitkan semangat belajar siswa
terhadap Fisika.
7. Hasil pencapaian belajar Fisika siswa belum mencapai KKM.
8. Efikasi diri dalam mengikuti pembelajaran Fisika masih rendah.

2
C. Perumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan strategi STAD-PTB dapat meningkatkan hasil belajar Fisika
siswa kelas X IPA1 SMAN 1 Seluma?
2. Bagaimana penerapan strategi STAD-PTB dapat meningkatkan efikasi diri siswa kelas
X IPA1 SMAN 1 Seluma?
D. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui peningkatan hasil belajar Fisika siswa melalui penerapan strategi
pembelajaran STAD-PTB?
2. Mengetahui peningkatan efikasi diri siswa melalui penerapan strategi pembelajaran
STAD-PTB?
E. Manfaat Hasil Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Penulis
Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang
tepat sebagai upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas yang ditandai
dengan terjalin komunikasi dua arah antara guru dan siswa sehingga efikasi diri siswa
meningkat dan pencapaian hasil belajar sesui dengan harapan.
2. Siswa
Meningkatkan efikasi diri dan hasil belajar untuk menemukan pengetahuan dan
pemahaman yang lebih baik serta mengembangkan wawasan dalam menganalisis
masalah melalui strategi pembelajaran STAD-PTB.
3. Sekolah
Menumbuh kembangkan sikap dan budaya ilmiah di lingkungan sekolah sehingga
guru proaktif dalam melakukan perbaikan dan variasi strategi pembelajaran di kelas
secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran.

3
BAB II
KAJIAN TEORETIK

A. Strategi Pembelajaran STAD-PTB


1. Strategi Pembelajaran
Dalam mengelola proses kegiatan pembelajaran yang terjadi di kelas, seorang guru
memulai aktivitasnya merencanakan dan merancang bagaimana pembelajaran dapat dikelola
dengan baik sehingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai sesuai harapan. Triminologi
strategi pembelajaran menyarankan sebuah variasi dalam kegiatan penyajian atau inti dari
berbagai aktvitas belajar mengajar.
Strategi digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran menurut Reigeluth dalam Rusmono (2012:21) adalah usually an integrated set
of strategy component, such as: the particulary way the content ideas are sequenced, the of
overview and summaries,the use examples, the use of practice, and the use of different
strategy for motivating the student. Strategi pembelajaran merupakan pedoman umum
(blueprint) yang berisi komponen-komponen yang berbeda dari pembelajaran agar mampu
mencapai keluaran yang diinginkan secara optimal di bawah kondisi-kondisi yang diciptakan.
Seperti pada situasi kelas dengan karakteristik siswa yang heterogen, baik kelas kecil maupun
kelas besar, penanganan jelas berbeda, baik dalam strategi pengorganisasian maupun strategi
pengelolaan. Hal ini dimaksudkan agar hasil pembelajarannya dapat berlangsung secara
efektif dan efisien dan memiliki daya tarik tersendiri.
Menurut Hall, Quinn dan Gollnick (2008:366) strategi mengajar manapun pastinya
masuk dalam kategori sesuatu yang telah direncanakan dengan hati-hati, suatu metode atau
cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sejalan dengan pendapat di atas Uno (2007: 2)
menjelaskan strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan
seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga untuk memudahkan
peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan
pembelajara dapat dikuasai diakhir kegiatan belajar.
Sanjaya (2013: 126) memiliki pandangan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mecapai tujuan
pendidikan tertentu. Selanjutnya Saifudin (2015:109) menjelaskan strategi pembelajaran
adalah pengorganisasian, pengelolaan berbagai sumber belajar yang dapat mendukung
terciptanya pembelajaran yang menyenangkan secara efektif.

4
Berdasarkan pendapat diatas dapat disintesiskan bahwa strategi pembelajaran adalah
serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran diawali dengan
perencanaan, pengorganisasian dan pengelolaan yang berhubungan dengan cara-cara yang
dipilih oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik
dan kondisi siswa agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

2. Strategi pembelajaran STAD-PTB (Student Team-Achievment Devisons Pass The


Buck)
STAD (Student Teams Achievement Divisions) merupakan salah satu metode
pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik bagi
guru yang baru terjun ke dunia pendidikan. Model kooperatif tipe STAD yaitu model
pembelajaran yang digunakan oleh guru agar siswa di dalam kelompok dapat saling
membantu dalam memperoleh materi yang sedang dipelajari.
Menurut Slavin (2008: 143-146) STAD terdiri dari enam komponen utama yaitu
presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim. Komponen utama
dalam pembelajaran tipe STAD dijabarkan sebagai berikut:
1. Persentasi kelas
Dalam persentasi kelas yang pertama dilakukan adalah memperkenalkan materi yang
akan disampaikan dengan cara pengajaran langsung seperti yang sering dilakukan
atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, bisa juga menggunakan persentasi
audiovisual.
2. Tim
Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh dari bagian kelas dalam
hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras atau etnis. Fungsi utama dari tim adalah
memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, lebih khususnya
mepersiapkan anggota timnya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru
menyampaikan materi tim berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan siswa atau
materi lainya.
3. Kuis
Setelah sekitar satu atau dua priode guru memberikan persentasi dan sekitar satu atau
dua priode praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa
dilarang untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa
bertanggung jawab secara individual untuk memahami materi.

5
4. Skor Kemajuan Individual
Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada siswa
tujuan kinerja yang akan dicapai apabila bekerja lebih giat dan memberikan kinerja
yang lebih baik dari pada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin
yang maksimal dalam tim (kelompok)nya dalam sistem skor ini.
5. Rekognisi Tim
Tim akan mendapat sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-
rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat digunakan dua puluh
persen dari peringkat mereka.
PTB Pass The Buck(PTB) merupakan strategi pembelajaran yang digunakan untuk
meningkatkan pencapaian pengajaran di kelas yang disampaikan oleh Paul Ginnis (2008:
157-158). Pass The Buck merupakan strategi pembelajaran yang menuntut siswa bekerja
berpasangan dalam menyelesaikan lembar kerja siswa setelah guru melakukan persentasi
kelas. Guru memberikan batasan waktu kepada siswa dan pasangan dalam menyelesaikan
soal, setelah waktu habis dan guru berkata “ Pass The Buck” (berikan uangnya) siswa dengan
segera memberikan jawaban yang belum diselesaikan secara utuh kepada pasangan yang ada
dibelakangnya dan seterusnya sampai proses telah mencapai tujuannya dan kertas jawaban
kembali pada penulis aslinya. Perlu di garis bawahi tugas pasangan dibelakang yang
memperoleh jawaban dari pasangan sebelumnya/ di depannya bukan sekedar meneruskan
jawaban terakhir yang ditinggalkan pasangannya, namun mereka memiliki hak untuk
memberikan tanda silang untuk jawaban yang tidak mereka setujui atau membuat catatan
khusus.
Penerapan strategi pembelajaran Pass The Buck dapat mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Persentasi kelas oleh guru
2. Guru membagikan lembar kegiatan siswa (LKS).
3. Siswa bekerja secara berpasangan dan memiliki waktu lima menit untuk memulai
menjawab LKS.
4. Begitu waktu habis, mereka memberikan jawaban yang sebagian tersebut kepada
pasangan di belakang mereka dan mereka menerima pekerjaan dari pasangan di
depannya.
5. Sekarang mereka memiliki waktu 2-3 menit untuk meneruskan, bukan jawaban
mereka sendiri tetapi jawaban yang diterima dari pasangan di depannya, dan
meneruskan darimanapun jawaban tersebut ditinggalkan.

6
6. Proses ini berulang sampai proses tersebut mencapai tujuannya.
7. Kertas jawaban kembali kepada penulis aslinya yang menggunakan beberapa
kontribusi tadi untuk membuat draf dari versi jawaban final yang telah dipoles
Berdasarkan uraian di atas strategi pembelajaran STAD-PTB (Student Team-
Achievment Devisons Pass The Buck) adalah strategi pembelajaran yang menekankan
kerjasama dan ketelibatan semua anggota tim maupun pasangan dalam menyelesaikan
masalah dengan teliti serta melatih tanggung jawab, keterbukaan, dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan menggali pemahaman dalam
menyelesaikan masalah sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.
Adapun langkah-langkah strategi pembelajaran STAD-PTB (Student Team-Achievment
Devisons Pass The Buck) adalah sebagai berikut:
1. Persentasi kelas oleh guru
Persentasi kelas dilakukan oleh guru yang diawali oleh memperkenalkan materi yang
akan disampaikan dengan pengajaran langsung.
2. Siswa berada dalam tim
Guru membagi siswa dalam beberapa tim dimana setiap tim terdiri dari empat atau
lima siswa yang mewakili seluruh dari bagian kelas dalam hal kinerja akademik, jenis
kelamin, ras atau etnis. Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa semua
anggota tim benar-benar belajar, lebih khususnya mempersiapkan anggota timnya
untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menyampaikan materi tim
berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan siswa atau materi lainya.
3. Persentasi kelas oleh siswa
Siswa mempersentasikan hasil kegiatan diskusinya di depan kelas, tim yang tampil
mempersentasikan hasil diskusi berdasarkan hasil undian. Tim/ kelompok lain dapat
mengajukan pendapat bila penjelasan dari tim yang tampil tidak sesuai menurutnya.
4. Turnamen
Siswa bekerja secara berpasangan dan memiliki waktu 2-3 menit untuk memulai
menjawab soal kuis dimana soal kuis berupa jawaban essay. Begitu waktu habis,
mereka memberikan jawaban yang sebagian tersebut kepada pasangan di belakang
mereka dan mereka menerima pekerjaan dari pasangan di depannya. Kuis dapat
dilakukan beberapa kali putaran dalam satu priode pembelajaran.

7
5. Penghargaan tim
Guru bersama siswa menghitung skor perolehan masing-masing tim, dan
mengumumkan tim dengan perolehan skor tertinggi serta memberikan penghargaan
maupun pujian pada tim yang telah mencapai skor tertinggi.
6. Evaluasi
Guru melakukan evaluasi untuk mengetahui skor kemajuan belajar individu, sehingga
peningkatan hasil belajar siswa dapat terpantau.

Strategi pembelajaran STAD-PTB (Student Team-Achievment Devisons Pass The


Buck) merupakan salah satu variasi dan inovasi dalam pembelajaran yang memiliki
keunggulan antara lain:

1. Strategi pembelajaran STAD-PTB dilakukan dalam tim dimana setiap anggota timnya
di tuntut berfikir mandiri dalam menyelesaikan masalah.
2. Setiap siswa memiliki kesempatan dan tanggung jawab yang sama dalam
menyelesaikan masalah.
3. Menuntut ketelitian siswa dalam menyelesaikan masalah karena mereka di dorong
untuk memberi tanda silang atau mengoreksi hal-hal yang tidak mereka setujui dan
membuat catatan lainnya apa bila jawaban anggota timnya tidak benar menurut siswa
yang bersangkutan. Setiap siswa bertanggung jawab memastikan anggota dari tim
mereka memahami materi pada saat diskusi dilaksanakan.
4. Sumbangsih jawaban setiap individu pada kartu soal yang diselesaikan pada saat
turnamen dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam mengetahui tingkat
pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.
5. Kecepatan dan penyampaian umpan balik dan membuat pembelajaran menjadi
menyenangkan.
6. Strategi pembelajaran STAD-PTB dapat mengembangkan nilai-nilai karakter karena
dalam strategi pembelajaran ini siswa dituntut kerjasama di dalam tim, memiliki
tanggung jawab yang sama, toleran dan saling membantu berbagi ilmu dengan teman
maupun pasangan timnya.

8
B. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan hasil akhir yang diperoleh siswa setelah mengalami proses
belajar mengajar, hasil belajar bisa dalam bentuk penguasaan kemampuan atau keterampilan
tertentu. Gagne dalam Angela (2017:27) belajar menghasilkan berbagai tingkah laku yang
berbeda yang disebut dengan kapabilitas merupakan hasil belajar. Selanjutnya Uno
(2016:17)) mendefinisikan hasil belajar adalah pengalaman-pengalaman belajar yang di
peroleh siswa dalam bentuk kemampuan tertentu.
Kemampuan yang di peroleh dari pengalaman belajar di tegaskan oleh Rusmon
(2013:10), hasil belajar adalah perubahan prilaku individu yang meliputi, ranah kognitif,
afektif dan psikomotor. Perubahan prilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan
program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan
belajar. Berdasarkan pendapat ini kita bisa memahami kemampuan yang diharap dari
pengalaman belajar yaitu, kognitif, afektif dan psikomotor.
Sejalan dengan definisi di atas menurut Sukmadinata (2007:102), hasil belajar atau
achievment merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensional atau
kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari prilakunya, baik
berupa prilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun
keterampilan motorik. Berdasarkan toeri taksonomi bloom hasil belajar dalam rangka studi
dicapai melalui tiga kategori ranah, antara lain: kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Lebih lanjut untuk mengetahui indikator keberhasilan hasil belajar Fathurrohman dan
sutikno (2007:113) menjelaskan ciri-cirinya antara lain:
a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik
secara individu maupun kelompok.
b. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran khusus telah dicapai oleh siswa baik
secara individu maupun kelompok.
c. Terjadinya proses pemahaman materi yang secara sekuensial mengantarkan materi tahap
berikutnya.
Ketiga ciri keberhasilan belajar di atas, bukanlah semata-mata keberhasilan dari segi
kognitif, tetapi sebuah keharusan untuk melihat aspek-aspek yang lain, seperti aspek afektif
dan psikomotor. Selain memahami ciri-ciri keberhasilan belajar, seorang guru harus
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, menurut Purwanto
(2007:102), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibagi menjadi 2 golongan,
yaitu:
1. Faktor dalam
Faktor yang ada pada diri individu itu sendiri yang disebut faktor individual.
Faktor biologis (jasmaniah), yang perlu diperhatikan kondisi fisik yang normal (
otak, panca indra, anggota tubuh yang lain) dan kondisi kesehataan fisik (makan

9
dan minum secara teratur, olah raga serta cukup tidur). Hal tersebut penting
diperhatikan untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.
2. Faktor luar
Faktor yang ada di luar individu yang disebut faktor sosial, yang teridiri dari:
faktor keluarga/ keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, lingkungan
dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disintesiskan hasil belajar adalah perubahan
prilaku siswa setelah mengalami proses pembelajaran perubahan prilaku yang dimaksud
dapat berupa kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotor.

C. Efikasi Diri (Self- efficacy)


Istilah efikasi diri pertama kali diperkenalkan oleh Bandura (2009:2) pada tahun 1986
yang merupakan bagian dari teori kognitif sosial. Konsep efikasi diri yang dikemukakan
Bandura adalah perceived self-efficacy refers to beliefs in one's capabilities to organize and
execute the courses of action required to manage prospective situations. Pernyataan Bandura
dapat dimaknai bahwa efikasi diri mengacu pada keyakinan individu pada kemampuannya
untuk melakukan tindakan yang diperlukan pada berbagai situasi. Efikasi diri dapat
dipandang sebagai seberapa mampu seseorang untuk melakukan tindakan yang diperlukan
terkait dengan situasi prospektif. Lebih lanjut Bandura menjelaskan students with a high
sense of efficacy for accomplishing an educational task will participate more readily, work
harder,and persist longer when they en counter difficulties than those who doubt their
capabilities.
Senada dengan Bandura, Huang, C dalam monika (2017:112) menyatakan bahwa
Academic self-efficacy was defined as how confident an individual was that he or she would
be able to complete or perform a certain academic task yang berarti bahwa efikasi diri adalah
rasa percaya diri seseorang bahwa dia mampu menuntaskan atau melakukan tugas akademik.
Siswa dengan efikasi diri yang tinggi akan percaya bahwa mereka mampu melakukan sesuatu
untuk mencapai keberhasilannya sedangkan siswa dengan efikasi diri rendah akan memiliki
persepsi bahwa dirinya tidak mampu mengerjakan segala tugas-tugas yang ada dalam proses
belajar siswa tersebut.
Luthans (2011: 186) menjelaskan efikasi diri adalah persepsi atau keyakinan individu
bahwa ia dapat berhasil menyelesaikan tugas tertentu, dan hal ini berhubungan dengan
komitmen tujuan. Dari pendapat Luthans kita dapat melihat efikasi diri dari sudut pandang
siswa yaitu siswa dengan efikasi diri tinggi lebih cenderung akan menetapkan tujuan pribadi
yang lebih menantang dan bersedia untuk mencapainya dan komitmen terhadap tujuan

10
pribadi yang ditentukan sendiri umumnya lebih tinggi dibandingkan tujuan yang dipaksakan
atau ditentukan orang lain.
Berkait dengan kemampuan dan keberhasilan individu untuk menyelesaikan tugasnya
Kraitner dan Kinicki (2012: 12) menyatakan self-efficacy is that person’s belief about his or
her chances of succesfully accomplishing a specific task. Pernyataan ini dapat diartikan
bahwa efikasi diri adalah keyakinan seseorang tentang kemungkinan keberhasilan dalam
menyelesaikan tugas tertentu.
Sejalan dengan pendapat-pendapat di atas Gibson dkk, memberikan definisi yang
menyertakan dimensi dari efikasi diri. Menurut Gibson dkk, (2012:113) self-efficacy is a
belief that we can perform adequately in a particular situation Konsep ini mendefinisikan
efikasi diri sebagai keyakinan bahwa seseorang bisa melaksanakan tugas dalam kondisi yang
tepat dalam situasi tertentu. Sedangkan dimensi efikasi diri menurut Gibson dkk., terdiri dari
tiga sebagaimana di kutip:
Self-efficacy has three dimensions: magnitude, the level of task difficulty a person
believes she can attain; strength, referring to the conviction regarding magnitude as
strong or weak; and generality,the degree to which the expectation is generalized
across situations.
Pendapat ini menyebutkan bahwa dimensi efikasi diri terdiri dari tiga yaitu magnitude
(besarnya), kekuatan dan generalisasi dimana magnitude menunjukan tingkat kesulitan
tertinggi dari tugas yang dapat dilalui oleh seseorang. sedangkan strength (kekuatan)
mengacu pada keyakinan seseorang untuk menilai apakah tingkat kesulitan tugas tersebut
tinggi atau rendah. Dan dimensi terakhir dari efikasi diri adalah generalitas/ keadaan yang
umum yang menunjukan tingkat dimana pengharapan disamaratakan pada semua situasi.
Definisi efikasi diri juga diperjelas oleh Locke (2009:245) dengan mengutip pendapat
Bandura, Stajkovic and Luthans, yang menyatakan bahwa efikasi diri adalah kepercayaan
pada kemampuan seseorang untuk mengatur kemampuan kognitif, perilaku dan menentukan
tindakan yang diperlukan untuk memperoleh hasil diinginkan dalam konteks dan pada tugas
tertentu.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disintesiskan bahwa efikasi diri adalah
keyakinan seorang siswa terhadap kemampuannya untuk memillih sikap dan tindakan yang
tepat pada situasi tertentu sehingga berhasil menyelesaikan tugas dengan indikator
kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, percaya diri dalam menyelesaikan tugas, sanggup
menyelesaikan tugas dan mampu mengatasi kesulitan dalam menghadapi tugas.

11
D. Penelitian Yang Relevan
Penelitian yang relevan yang dapat dijadikan sumber belajar terkait dengan
penelitian ini yaitu:
1. Monika, Adman, 2017 Peran Efikasi Diri dan Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Jurnal Pendidikan Manajemen
Perkantoran Jurnal UPI.
2. Nova Mutiara dan Rahmi, 2017 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis
Masalah Disertai Teknik Berikan Uangnya Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Kelas VIII SMPN 16 Padang Jurnal Musharifah, Vol 6 No. 2
3. Hendrik Arung Lamba, 2006 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model STAD dan
Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Fisika SMA, Jurnal Ilmu pendidikan
Universitas Negeri Malang.

E. Kerangka Berpikir
1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Strategi Pembelajaran STAD-PTB

Dalam kegiatan proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, guru dan siswa terlibat
interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Untuk meningkatkan interaksi dengan
bahan pelajaran berbagai upaya dapat dilakukan oleh guru salah satunya adalah memilih
strategi yang tepat yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pemilihan strategi
pembelajaranan yang akan digunakan guru sangat penting karena guru dapat memilih
kegiatan yang efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar kepada siswa, oleh
karena itu seorang guru perlu memiliki kreativitas, inovasi dan keterampilan dalam
menerapkan strategi pembelajaran. Dalam penggunaan strategi pembelajaran ada beberapa
hal yang sangat penting perlu diperhatikan oleh guru yaitu situasi, kondisi, sumber belajar,
kebutuhan serta karakteristik siswa.
Penerapan strategi pembelajaran yang digunakan oleh seorang juga erat kaitannya
dengan usaha peningkatan kemampuan berfikir dan pemahaman siswa yang akan bermuara
pada pencapian hasil belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran
STAD-PTB merupakan Salah satu cara yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil
belajar siswa karena strategi pembelajaran ini memberikan ruang yang cukup bagi siswa
untuk memaknai proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran yang berlansung guru
membagikan lembar kerja yang harus didiskusikan dan dipahami oleh siswa secara individu
maupun kelompok. Untuk menguji pemahaman siswa, guru memberikan kuis melalui

12
turnamen dengan waktu menjawab soal yang terbatas dan diakhir pembelajaran guru
mengadakan evaluasi akhir untuk mengukur perubahan hasil belajar individu dengan
penerapan strategi pembelajaran STAD-PTB.
Rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran STAD-PTB cenderung mengarah pada
pencapaian hasil belajar yang lebih baik karena siswa memiliki kewajiban yang sama dalam
memahami materi yang diberikan oleh guru dengan mengorganisasikan fikiran yang dimiliki
siswa, di tambah dengan informasi baru yang diterima siswa melalui diskusi sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikirnya dalam menguasi materi. Penerapan
strategi pembelajaran STAD-PTB menuntut siswa proaktif dalam mengikuti proses
pembelajaran karena dalam strategi pembelajaran ini tahapan atau langkah-langkah
pembelajaran lebih terstruktur sehingga mengarahkan siswa untuk berfikir logis. Peningkatan
pemahaman siswa setelah mengikuti proses pembelajaran STAD-PTB akan di ikuti dengan
peningkatan hasil belajar siswa sehingga penerapan STAD-PTB diduga dapat menjawab
hipotesis pertama dalam penelitian ini yaitu penerapan strategi pembelajaran STAD-PTB
dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Peningkatan efikasi diri siswa melalui strategi pembelajaran STAD-PTB
Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan proses belajar mengajar di kelas
menjadi hal yang paling utama. Keberhasilan proses pembelajaran di kelas sangat ditentukan
oleh guru yang merancang kegiatan pembelajaran melalui metode maupun strategi
pembelajaran yang tepat bagi siswa sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat
tercapai. Dengan demikian strategi pembelajaran memliki peranan yang penting dalam
memberikan pengalaman belajar bagi siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran STAD-PTB (Student Team-Achievment Devisons Pass The
Buck) merupakan salah satu pengembangan strategi dalam pembelajaran yang dapat
diterapkan oleh guru. Strategi pembelajaran STAD-PTB menekankan kerjasama dan
ketelibatan semua anggota tim maupun pasangan dalam menyelesaikan masalah dengan teliti
serta melatih tanggung jawab. Selain tanggung jawab keterbukaan merupakan salah satu ciri
strategi STAD-PTB dimana dengan keterbukaan ini telah memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berkembang dengan menggali pemahaman dalam menyelesaikan masalah.
Penerapan strategi pembelajaran STAD-PTB ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui lembar kerja tim. Setiap tim
harus segera menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan perintah. Dengan demikian proses
ini dapat memberikan tantangan bagi siswa untuk meningkatkan pencapaiannya. Sehingga

13
keadaan ini mendorong siswa berusaha dengan keras, percaya diri dengan kemampuan yang
dimilikinya dan dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik agar timnya menang.
Strategi pembelajaran STAD-PTB mengajak siswa untuk berkompetisi melalui kuis-
kuis yang menantang sehingga menimbulkan keceriaan mekipun siswa tetap harus disiplin
saat guru mengucapkan Pass The Buck. Tantangan dalam kuis yang disajikan dapat
menumbuhkan efikasi diri siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran ini akan berusaha
tampil maksimal, belajar dengan giat, tekun dan serius menyelesaikan tugasnya sehingga dia
yakin dengan kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil menyelesaikan masalah dan
optimis timnya akan menang.
Seorang siswa yang mengikuti pembelajaran STAD-PTB bila mana dalam proses
pembelajaran berlangsung siswa menunjukan sikap yakin, mampu dan bersungguh-sungguh
dalam menyelesaikan masalah/tugas yang diberikan oleh guru maka siswa tersebut dikatakan
memiliki efikasi diri yang tinggi dan sebaliknya apabila seorang siswa pesimis, tidak
bersemangat seakan tak berdaya dalam menyelesaikan tugas dan tampak ragu-ragu dengan
kemampuan yang dimilikinya maka siswa tersebut dikatakan memiliki efikasi diri yang
rendah. Keterlibatan siswa perorangan dan kelompok yang menjadi bagian terpenting dalam
strategi pembelajaran STAD-PTB ini diyakini dapat meningkatkan efikasi diri siswa sehingga
sejalan dengan hipotesa kedua dalam penelitian bahwa penerapan strategi pembelajaran
STAD-PTB dapat meningkatkan efikasi diri siswa.

F. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah:
1. Penerapan strategi STAD-PTB dapat meningkatkatkan hasil belajar Fisika siswa SMAN 1
Seluma.
2. Penerapan strategi STAD-PTB dapat meningkatkatkan efikasi diri siswa SMAN 1 Seluma.

14
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research)
menurut Sudjana (2010:52) Penelitian tindakan kelas (PTK) diartikan sebagai kegiatan
mengumpulkan, mengolah dan menyimpulkan data yang diperoleh dari suatu jenis tindakan
guru dalam proses pembelajaran untuk melihat efektif tidaknya tindakan tersebut dalam
mengubah proses dan hasil belajar peserta didiknya. Jenis tindakan guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran tidak lain adalah metode, teknik, strategi atau teknologi pembelajaran.
Efektif tidaknya jenis tindakan dilihat pada akibat dari jenis tindakan tersebut yang nampak
pada proses dan hasil belajar peserta didik.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menurut Sharan B. And
Merriam dalam Sugiono (2013:348) penelitian kualitatif ingin memahami fonomena
berdasarkan pandangan partisipan atau pandangan internal dan bukan pandangan peneliti
sendiri atau pandangan eksternal. Pada umumnya PTK bersifat kolaboratif proses dan
temuan penelitian tindakan kelas didokumentasikan secara rinci dan cermat. Penelitian ini
menerapkan strategi pembelajaran STAD-PTB sebagai suatu upaya peningkatan efikasi diri
dan hasil belajar siswa.
Adapun desain penelitian mempunyai empat komponen pokok yang akan
dilaksanakan adalah: 1) Perencanaan yang meliputi penyusunan instrumen dan pembagian
tim, perencanaan tindakan penerapan strategi pembelajaran STAD-PTB di kelas X IPA 1 , 2)
Pelaksanaan Tindakan, 3) Pengamatan, 4) Refleksi.

Perencanaan Pelaksanaan
Permasalahan
Tindakan ke-1 Tindakan ke-1

Refleksi-1 Pengamatan
SIKLUS 1
pengumpulan data

Permasalahan Baru Hasil Perencanaan ke-1


Pelaksanaan
Refleksi Tindakan ke-1
Tindakan ke-2 Tindakan ke-1
Pengamatan
SIKLUS 2 Perencanaan
pengumpulan data
Tindakan ke-2
Berhenti Bila
ke-2
Permasalahan Telah
Selesai Gambar.3.1 Siklus Tindakan Penelitian Sudjana, (2010:13)

15
Langkah-langkah pembelajaran menerapkan strategi STAD-PTB, sebagai berikut:
1. Menempatkan siswa ke dalam tim. Tim terdiri dari 4-5 orang siswa, jumlah tim
disesuaikan dengan jumlah siswa kelas X IPA1 Tahun Pelajaran 2017/2018 (pembagian
tim sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya). Pada saat pembelajaran berlangsung
tugas guru hanya mengorganisasikan siswa sesuai dengan timnya.
2. Kegiatan pembelajaran/ Sesi Belajar;
 Guru memberikan bahan pembelajaran yang akan disampaikan dengan siswa.
 Guru melakukan persentasi kelas yang diakhiri dengan perintah diskusi.
 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari.
 Siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam timnya, bekerjasama, diskusi
sesuai dengan materi yang dipelajari, dan membahas masalah-masalah yang
berkaitan dengan materi yang dipelajari bersama timnya untuk mempersiapkan
kompetisi dan menjawab soal kuis pada priode pertama.
 Dalam kegiatan diskusi guru melakukan monitoring kesiapan dan kematangan
setiap tim dalam menguasai bahan pembelajaran.
 Siswa diberikan kesempatan bertanya sebelum turnamen dilaksanakan.
3. Sesi turnamen belajar:
 Siswa mengambil posisi masing-masing secara individu untuk memulai mengikuti
turnamen belajar.
 Posisi duduk tim berderet ke belakang dengan kode siswa 1 pada posisi duduk
paling depan, siswa 2 berada dibelakang siswa ke-1, siswa 3 berada di belakang
siswa 2 dst.
 Guru memberikan kartu soal dan lembar jawaban kosong kepada semua tim di
mulai dengan anggota tim yang duduk pada posisi paling depan.
 Siswa yang duduk pada posisi paing depan pada timnya diberi kesempatan
pertama untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru selama 2 menit.
 Setelah 2 menit berlangsung guru bersuara dan mengucapkan pass the buck
(berikan uangnya) artinya kartu soal dan jawaban harus pindah ke anggota timnya
dengan posisi duduk urutan ke-2, dan siswa tersebut melanjutkan jawaban dari
penyelesaian soal siswa sebelumnya, namun jika siswa yang berada pada urutan
ke-2 dalam tim tersebut tidak setuju dengan jawaban kawan yang menjawab
sebelum dia, siswa di urutan ke-2 boleh mencoret/ atau memberi tanda dan
membuat jawaban baru dari soal kuais tadi.

16
 Setelah semua siswa di dalam tim memiliki kesempatan yang sama dalam
menyelesaikan kartu soal, maka kartu soal dan lembar jawaban akan kembali ke
depan, berada pada posisi siswa pertama. Keadaan ini berlanjut untuk soal ke dua
dengan ketentuan sama.
 Guru mempersilahkan siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar kembali,
bilamana waktu memungkinkan kemudian dilaksanakan kuis priode ke-2.
 Guru dan siswa bersama-sama menghitung skor setiap tim.
 Guru memberikan penghargaan tim, dengan predikat tim super untuk tim yang
mendapat nilai tertinggi, tim hebat untuk tim yang mendapat nilai tertinggi kedua,
tim baik untuk tim yang mendapat nilai tertinggi ketiga.
 Diakhir kegiatan pembelajaran guru memberikan evaluasi dengan memberikan
soal sebanyak 2 buah, untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi secara
individual.
Kegiatan pembelajaran yang menerapkan strategi STAD-PTB dalam penelitian ini
direncanakan akan dilaksanakan 2 siklus.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini akan dilaksanakan di kelas X program IPA1
SMAN 1 Seluma pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. SMAN 1 Seluma
berdomisili di Jalan Lubuk Kebur km. 61, Kecamatan Seluma Kabupaten Seluma. Penelitian
ini dimulai dari obeservasi awal sampai pada pembuatan pelaporan direncanakan pada bulan
April 2018 sampai dengan bulan Juli 2018.
C. Sumber data
Penelitian ini melibatkan kolaborator sebanyak 2 orang yang merupakan guru Fisika
yang sedang bertugas di SMA Negeri 1 Seluma. Keterlibatan kolaborator mulai dari
observasi awal penyusunan rencana tindakan sampai berakhirnya pelaksanaan penelitian.
Data pada penelitian ini ada dua macam: data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data
kuantitatif dari siswa didapat melalui tes hasil belajar dan sumber data yang didapat dari
guru, siswa, dan kolaborator (rekan sejawat) merupakan sumber data kualitatif.
Adapun aspek efikasi diri siswa yang akan diamati dalam penelitian ini meliputi:
kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, percaya diri dalam menyelesaikan tugas, sanggup
menyelesaikan tugas dan mampu mengatasi kesulitan dalam menghadapi tugas.

17
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data memerlukan tahapan sebagai berikut: menyusun kisi-kisi
instrumen, menentukan jenis instrumen. Prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan data
pada penelitian ini adalah berupa: 1) tes, 2) observasi, 3) wawancara, dan 4) catatan lapangan.
Variabel efikasi diri akan digunakan lembar observasi. Adapun indikator instrumen
efikasi diri disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3.1 Indikator Variabel Efikasi Diri Siswa
Variabel Indikator Jumlah item
1. Kesungguhan dalam 2
menyelesaikan tugas
2. Percaya diri dalam 2
menyelesaikan tugas
Efikasi diri 3. Sanggup menyelesaikan 2
tugas
4. Mampu mengatasi kesulitan 2
dalam menghadapi tugas

Tabel 3.2 Kisi Instrumen Efikasi Diri Siswa


Indikator Item Observasi
1. Kesungguhan dalam 1. Fokus perhatian pada tugas yang
menyelesaikan tugas harus diselesaikan.
2. Mengupayakan keberhasilan dalam
menyelesaikan tugas.
2. Percaya diri dalam 3. Selalu optimis dengan pencapaian
menyelesaikan tugas tugas yang diselesaikan.
4. Merasa yakin dengan kemampuan
yang dimilikinya

3. Sanggup menyelesaikan tugas 5. Merasa mampu dalam menyelesaikan


tugas.
6. Bisa menyelesaikan tugas dengan
baik.
4. Mampu mengatasi kesulitan 7. Berusaha mengatasi kesulitan dalam
dalam menghadapi tugas tugas dengan mencari refrensi yang
lebih banyak.
8. Berdiskusi dan bertanya kepada
teman atau guru untuk mencari solusi
dari tugas tersebut.
Hasil belajar akan diukur dengan menggunakan instrument hasil belajar. Instrumen
hasil belajar yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar siswa kelas X IPA 1,
merupakan hasil belajar Fisika pada materi Usaha dan Energi. Indikator yang dimaksud pada

18
penelitian ini mengacu pada indikator pencapaian kompetensi materi pelajaran Fisika pada
materi program Usaha dan Energi. Kisi-kisi instrumen hasil belajar Fisika disajikan pada
tabel berikut:
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Hasil Belajar Fisika 1 Sikulus
(Kisi-kisi Instrumen secara lengkap dapat dilihat pada lampiran)
INDIKATOR INDIKATOR SOAL
KOMPETENSI
PENCAPAIAN
DASAR
KOMPETENSI
3. 9 Menganalisis 3.9.1.Menerapkan konsep 1. Disajikan gambar balok yang
konsep energi, usaha, gaya dan diletakan pada bidang miring
usaha (kerja), perpindahan dalam membentuk sudut tertentu. Dan
hubungan masalah-masalah mengalami perpindahan tertentu,
usaha (kerja) Fisika. siswa diminta menghitung usaha
dan perubahan 3..9.2.Mendeskripsikan yang dialami balok tersebut.
energi, hukum konsep energi
kekekalan potensial dan energi 2. Disajikan gambar bola dengan
energi, serta kinetik dalam ketinggian tertentu di jatuhkan ke
penerapannya penyelesaian tanah dengan kecepatan mula-
dalam masalah mula = 0, maka siswa diminta
peristiwa untuk menentukan besar energi
sehari-hari. kinetik dan energi potensial yang
dialami bola tersebut.

E. Validasi Data
Data penelitian diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi selama momen
refleksi dengan membandingkan dan memeriksa silang keabsahan data dari sumber-sumber
terkait yakni dari guru, siswa dan pihak sekolah. Triangulasi yang dimaksud disini adalah :1)
peneliti dan guru Fisika, berupa catatan lapangan dan masukan dari peserta didik tentang
pengalaman pelatihan penerapan strategi pembelajaran yang mereka alami; 2) Berbagai
rujukan dan sumber bacaan yang dapat dipertanggung jawabkan.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisa data pada penelitian ini ada dua macam, yaitu analisa data kualitatif dan
analisa data kuantitatif untuk menghitung ketercapaian hasil penelitian.
1. Analisa data kualitatif
Analisa data kualitatif di lapangan menggunakan model Miles and Huberman yang
memiliki tiga tahapan yaitu: tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.

19
2. Analisa data Kuantitatif
Data hasil observasi efikasi diri siswa terlebih dahulu diolah secara kuantitatif dengan
menghitung persentasenya. Mengutip dalam Yasmi (2017:23), data jumlah siswa yang
memenuhi kriteria indikator efikasi diri siswa dipersentasekan melalui rumus:

𝑓
𝑃= 𝑥 100%
𝑁
Keterangan:
P= peresentase jumlah siswa yang memenuhi indikator efikasi diri siswa
f= jumlah siswa yang memenuhi kriteria indikator efikasi diri siswa
N= jumlah siswa keseluruhan
Kriteria efikasi diri siswa dikatakan meningkat jika pada setiap siklus terdapat
peningkatan persentase setiap indikator efikasi diri siswa. Data yang dikumpulkan dari hasil
observasi hingga mencapai minimal 75% dari jumlah siswa dengan efikasi diri sangat tinggi
atau baik sekali. Kemudian data efikasi diri siswa yang diperoleh pada masing-masing siklus
dibandingkan untuk mengetahui adanya peningkatan efikasi diri siswa.
Adapun klasifikasi kategori dengan menggunakan interval simpangan baku yang
berdasar pendapat Azwar (2012:147) yaitu karena kategori dapat bersifat relatif maka luasnya
interval dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pada penelitian ini akan diklasifikasikan
menjadi lima kategori yaitu terdiri atas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat
rendah. Karena jumlah indikator dan item instrumen sama maka skala interval mengadopsi
dari penelitian Yasmi (2017:24) yang dapat ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel 3.4. Kriteria Efikasi Diri Siswa
Persentase Interval Nilai Sesuai Jumlah
Klasifikasi Interval Nilai
Butir Item Observasi Efikasi Diri Siswa
Sangat Tinggi 𝑥 > 33 𝑥 > 82,5 %
Tinggi 27 < 𝑥 ≤ 33 67,5 % < 𝑥 ≤ 82,5 %
Sedang 21 < 𝑥 ≤ 27 52,5 % < 𝑥 ≤ 67,5 %
Rendah 15 < 𝑥 ≤ 21 37,5 % < 𝑥 ≤ 52,5 %
Sangat Rendah 𝑥 ≤ 15 𝑥 ≤ 37,5 %

Data hasil belajar yang diperoleh siswa dibandingkan dengan KKM yang telah
ditetapkan, yaitu siswa dikatakan tuntas belajar jika memperoleh NA≥75. Pada penelitian ini,
peningkatan hasil belajar siswa dikatakan tercapai jika minimal 85% dari jumlah siswa di
kelas mencapai ketuntasan individual NA≥75%.

20
DAFTAR PUSTAKA
Asma, N. (2008). Model Pembelajaran Kooperatif. Padang: UNP Press.

Driscoll, R. M. (1988). Essensial of Learning for Instruction. New York: Prentice Hall, Inc.

Emzir. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Kualitatif & Kuantitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hakim, T. (2008). Belajar Efektif. Jakarta: Puspa Swara.

Hopkins, D. (2011). Panduan Guru Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jamaris, M. (2010). Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan. Jakarta: Yayasan Penamas Murni.

Moleong, L. J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Norton, L. S. (2009). Action Research Teaching & Learning: A Practical guide to conducting
pedagogical research. University Oxford: Routledge.

Purwanto, N. (2007). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Salim, A. (2009). Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran Matematika Siswa Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Tesis. Padang: Tidak diterbitkan.

Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.

Sardiman, A. (2006). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Shadiq, F. (2013, April). Peran Penting Guru Matematika dalam Mencerdaskan Siswanya. Retrieved
Juni 17, 2013, from http://p4tkmatematika.org

Silberman, M. L. (2012). Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, R. E. (2008). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Slavin, R. E. (2009). Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Jakarta: Indeks.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto, S. S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukmadinata, N. S. (2007). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suprijono, A. (2012). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suseno, I. (2011). Penerapan Active Learning Tipe Quiz Team Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil
Belajar Sosiologi Pada SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta. Tesis. Jakarta: Tidak diterbitkan.

Syah, M. (2013). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

1
Uno, H. B. (2011). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan
Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Wijaya Kusumah, Dedi Dwitagama. (2009). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.

Wiriatmadja, R. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

2
LAMPIRAN 1.
Tabel Kisi-Kisi Instrumen Hasil Belajar Fisika
INDIKATOR INDIKATOR SOAL
KOMPETENSI
SIKLUS PENCAPAIAN
DASAR
KOMPETENSI
1. 3. 9 Menganalisis 3.9.1.Menerapkan konsep 1. Disajikan gambar balok
konsep energi, usaha, gaya dan yang diletakan pada
usaha (kerja), perpindahan dalam bidang miring
hubungan masalah-masalah membentuk sudut
usaha (kerja) Fisika. tertentu. Dan
dan perubahan 3..9.2.Mendeskripsikan mengalami
energi, hukum konsep energi perpindahan tertentu,
kekekalan potensial dan energi siswa diminta
energi, serta kinetik dalam menghitung usaha yang
penerapannya penyelesaian dialami balok tersebut.
dalam masalah
peristiwa 3.9.3.Mengaplikasikan 2. Disajikan gambar bola
sehari-hari. pengetahuan dan dengan ketinggian
pemahaman tentang tertentu di jatuhkan ke
energi tanah dengan kecepatan
mula-mula = 0, maka
siswa diminta untuk
menentukan besar
energi kinetik dan
energi potensial yang
dialami bola tersebut.
3. Disajikan gambar
sebuah bola dengan
massa tertentu,
dilepaskan dengan
menempuh lintasan
tertentu, jika perepatan
gravitasi di ketahui
maka besar energi
kinetik yang
ditanyakan.

2. 4.9. Mengajukan 4.9.1 Terampil


4. Disediakan alat, bahan
gagasan menggunakan alat dan LKS siswa diminta
penyelesaian dan bahan yang melakukan percobaan
masalah gerak tersedia dalam sesuai prosedur dan
dalam pelaksanaan melakukan pengamatan
kehidupan percobaan bila sudutnya di ubah,
sehari-hari 4.9.2 Terampil bagaimana dengan
dengan melakukan besar usaha yang
menerapkan pengolah dan dilakukan pada balok
metode ilmiah, menyajikan data tersebut.
konsep energi, pada percobaan

23
usaha (kerja), yang dilaksanakan.
5. Berdasarkan data hasil
dan hukum 4.9.3 Terampil percobaan dengan
kekekalan menyajikan hasil merubah sudut dan
energi. Mengkomunikasika perpindahan yang
n hasil percobaan dialami benda, tentukan
usaha dan energi besar usaha yang
kedalam bentuk dialami benda tersebut.
persamaan
matematis 6. Data yang telah
dianalisis dan
didiskusikan
dipersentasikan ke
depan kelas
2 3. 9 Menganalisis 3.9.4.Menerapkan konsep
7. Disajikan data
konsep energi, daya dalam penggunaaan daya alat
usaha (kerja), kehidupan sehari- listrik dirumah tangga,
hubungan hari. siswa diminta
usaha (kerja) 3.9.5.Merumuskan hukum menghitung besar
dan perubahan kekekalan energi energi yang digunakan
energi, hukum mekanik pada gaya dalam sebulan dan
kekekalan konservatif. biyaya yang harus
energi, serta 3.9.6 Menerapkan hukum dikeluarkan untuk
penerapannya kekekalan energi membayar tagihan
dalam mekanik dalam listrik selama 1 bulan.
peristiwa pristiwa sehari-hari.
sehari-hari 8.Disajikan gambar sebuah
balok diletakkan pada
bidang miring
membentuk sudut, bila
mula-mula balok diam
dan selanjutnya
bergerak meluncur
dengan jarak tertentu,
maka dengan
melakukan analisis
gaya, dan energi yang
bekerja pada benda,
tentukan kecepatan
yang dialami balok
tersebut.
9. Disajikan gambar
sebuah bandul yang
ditarik kekanan dengan
ketinggian tertentu.Bila
massa tali diabaikan
dengan menerapkan
hukum kekekalan
energi mekanik
tentukan kecepatan

24
bandul.
4.9. Mengajukan 4.9.4 Terampil 10.Disediakan alat, bahan
gagasan menggunakan alat dan LKS siswa diminta
penyelesaian dan bahan yang melakukan percobaan
masalah gerak tersedia dalam sesuai prosedur dan
dalam pelaksanaan melakukan pengamatan
kehidupan percobaan perubahan energi
sehari-hari 4.9.5 Terampil kinetik dan energi
dengan melakukan potensialyang dialami
menerapkan pengolah dan benda.
metode ilmiah, menyajikan data
konsep energi, pada percobaan 11.Berdasarkan data hasil
usaha (kerja), yang dilaksanakan. percobaan siswa
dan hukum 4.9.6 Terampil mengolah data dan
kekekalan menyajikan hasil melakukan analisis
energi. Mengkomunikasika besar perubahan
n hasil percobaan kecepatan dan
usaha dan energi ketinggian terhadap
kedalam bentuk perubahan energi
persamaan kinetik maupun energi
matematis potensial.
4.9.7 Menerapkan hukum 12. Data yang telah
kekekalan energi dianalisis dan
mekanik dalam didiskusikan
persoalan sehari- dipersentasikan ke
hari. depan kelas.
13. Disajikan sebuah
masalah peluru yang
ditembakan dengan
sudut elevasi tertentu,
bila gesekan udara
diabaikan maka
meminta siswa
menganalisis energi
yang bekerja pada
peluru, dan besar
energi yang dialami
peluru.

25
LAMPIRAN 2.
LAMPIRAN INSTRUMEN PENELITIAN
KISI-KISI ANGKET EFIKASI DIRI SISWA
Positif/ No. Item
Indikator Item Angket
Negatif Angket
Kesungguhan Dalam  Dalam pembelajaran di kelas, + 1
Menyelesaikan Tugas saya menyimak penjelasan
guru dengan baik, agar tugas-
tugas yang diberikan guru
dapat saya selesaikan dengan
benar. + 2
 Tugas Fisika yang diberikan
guru saya selesaikan dengan
serius. + 3
 Fokus perhatian saya belum
akan beralih, apabila tugas
yang Fisika yang saya buat
belum selesai. + 4
 Saya selalu mengupayakan
tugas-tugas Fisika yang saya
buat mendapat hasil yang
memuaskan
Percaya Diri Dalam  Menghadapi tugas-tugas + 5
Menyelesaikan Tugas Fisika yang diberikan oleh
guru, saya yakin bisa
menyelesaikannya. +
 Saya percaya tugas-tugas 6
Fisika yang sudah saya
selesaikan akan memperoleh
hasil yang baik. + 7
 Saya tidak takut menghadapi
kegagalan dalam
menyelesaikan tugas Fisika,
dan selalu optimis dengan
pencapaian yang tinggi. + 8
 Saya yakin dengan
kemampuan ilmu Fisika
yang saya miliki, sehingga
mampu menyelesaikan
tugas-tugas Fisika dengan
baik.
Sanggup  Sebagai siswa banyak guru + 9
Menyelesaikan Tugas mata pelajaran lain
memberikan tugas, namun
saya tetap merasa bisa
menyelesaikan tugas Fisika.
 Saya tidak merasa keberatan + 10
bila guru Fisika memberikan
tugas lebih dari satu kegiatan
yang harus diselesaikan
dalam waktu tertentu.
+ 11

26
 Saya tdak mengeluh dan siap
bekerja keras untuk
menyelesaikan tugas Fisika. + 12
 Totalitas menghadapi tugas
Fisika, dan siap menghadapi
tantangan dalam
menyelesaikan tugas Fisika.
Mampu Mengatasi  Saya selalu mencari solusi + 13
Kesulitan Dalam untuk mengatasi masalah
Menghadapi Tugas yang saya hadapi dalam
menyelesaikan tugas Fisika.
 Saya akan bertanya kepada
+ 14
guru atau teman bila
memiliki masalah dalam
menyelesaikan tugas Fisika.
 Untuk mengatasi kesulitan + 15
dalam menyelesaikan tugas,
saya mencari refrensi lain
yang dapat membantu.
 Saya akan berdiskusi kepada + 16
teman atau kakak kelas bila
mengalami kesulitan dalam
menyelesaikan tugas Fisika.

27
LAMPIRAN 3.

LEMBAR ANGKET EFIKASI DIRI SISWA

A. Petunjuk Pengisian
1. Identitas Siswa
a. Nama Siswa :…………………………….
b. Kelas / No Absen :…………………………….
2. Mohon Anda menjawab dengan sejujurnya.
3. Instrumen ini terdiri dari kolom pernyataan dan kolom jawaban.
Silahkan Anda memberi jawaban dengan cara memberikan tanda ceklist (√) pada tempat
yang telah disediakan.
4. Ada lima pilihan jawaban yang masing-masing memiliki makna sebagai berikut:
SS : Pernyataan sangt setuju jika pernyataan benar-benar sesuai dengan apa
yang dirasakan.

S : Pernyataan setuju jika pernyataan cenderung sesuai tetapi belum sepenuhnya


setuju dengan apa yang dirasakan.
TS : Pernyataan tidak setuju jikapernyataan cenderung tidak sesuai tetapi belum
sepenuhnya tidak setuju.

STS : Pernyataan sangat tidak setuju jika pernyataan benar- benar tidak sesuai
dengan yang dirasakan.

B. Pernyataan Angket
Jawaban
No. Pernyataan
SS S TS STS
Kesungguhan Dalam Menyelesaikan Tugas
1. Dalam pembelajaran di kelas, saya
menyimak penjelasan guru dengan baik,
agar tugas-tugas yang diberikan guru
dapat saya selesaikan dengan benar.
2. Tugas Fisika yang diberikan guru saya
selesaikan dengan serius.
3. Fokus perhatian saya belum akan beralih,
apabila tugas yang Fisika yang saya buat
belum selesai.
4. Saya selalu mengupayakan tugas-
tugas Fisika yang saya buat
mendapat hasil yang memuaskan

28
Percaya Diri Dalam Menyelesaikan Tugas
5. Menghadapi tugas-tugas Fisika yang
diberikan oleh guru, saya yakin bisa
menyelesaikannya.
6. Saya percaya tugas-tugas Fisika yang
sudah saya selesaikan akan memperoleh
hasil yang baik
7. Saya tidak takut menghadapi kegagalan
dalam menyelesaikan tugas Fisika, dan
selalu optimis dengan pencapaian yang
tinggi.
8. Saya yakin dengan kemampuan ilmu
Fisika yang saya miliki, sehingga
mampu menyelesaikan tugas-tugas
Fisika dengan baik.
Sanggup Menyelesaikan Tugas
9. Sebagai siswa banyak guru mata
pelajaran lain memberikan tugas, namun
saya tetap merasa bisa menyelesaikan
tugas Fisika.
10. Saya tidak merasa keberatan bila guru
Fisika memberikan tugas lebih dari satu
kegiatan yang harus diselesaikan dalam
waktu tertentu.
11. Totalitas menghadapi tugas Fisika,
dan siap menghadapi tantangan
dalam menyelesaikan tugas Fisika.
12. Saya tdak mengeluh dan siap
bekerja keras untuk menyelesaikan
tugas Fisika.
Mampu Mengatasi Kesulitan Dalam Menghadapi Tugas
13. Saya selalu mencari solusi untuk
mengatasi masalah yang saya hadapi
dalam menyelesaikan tugas Fisika.
14. Saya akan bertanya kepada guru atau
teman bila memiliki masalah dalam
menyelesaikan tugas Fisika.
15. Untuk mengatasi kesulitan dalam
menyelesaikan tugas, saya mencari
refrensi lain yang dapat membantu.
16. Saya akan berdiskusi kepada teman atau
kakak kelas bila mengalami kesulitan
dalam menyelesaikan tugas Fisika
Jumlah

29
LAMPIRAN 4.

Lembar Data Obeservasi Efikasi Diri Siswa


Pertemuan ke-1
Petunjuk:
Isilah lembar observasi ini berdasarkan data yang dikumpulkan dalam setiap mengamati
kegiatan belajar siswa. Berilah skora ntara 1 sampai dengan 5 pada kolom yang menunjukkan
aktivitas yang dilakukan siswa.

Item Observasi:

1. Fokus perhatian pada tugas yang harus diselesaikan.


2. Mengupayakan keberhasilan dalam menyelesaikan tugas.
3. Selalu optimis dengan pencapaian tugas yang diselesaikan.
4. Merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya.
5. Merasa mampu dalam menyelesaikan tugas.
6. Bisa menyelesaikan tugas dengan baik.
7. Berusaha mengatasi kesulitan dalam tugas dengan mencari refrensi yang lebih banyak.
8. Berdiskusi dan bertanya kepada teman atau guru untuk mencari solusi dari tugas
tersebut.

Observer 1 Observer 2
No. Nama
1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8
TIM 1
1
2
3
4

TIM 2
1
2
3
4

TIM 3
1
2
3
4

TIM 4
1
2
3
4

TIM 5

30
1
2
3
4

TIM 6
1
2
3
4

TIM 7
1
2
3
4

Jumlah
Persentase

Tais, 2018

Observer 1 Observer 2

Yoni Edward, S.Pd Meidha Rianti, S. Pd

NIP. NIP.

31
LAMPIRAN 5.
KARTU SOAL
ESSAY
Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas/Semester : X MIPA/1
Kurikulum : 2013

Kompetensi Dasar : Menganalisis konsep energi, usaha (kerja), hubungan usaha (kerja)
dan perubahan energi, hukum kekekalan energi, serta
penerapannya dalam peristiwa sehari-hari.
Materi : Usaha dan Energi
Pembelajaran
Level Kognitif : C3

SOAL:
1. Perhatikan gambar berikut!

Sebuah benda dengan massa 20 kg meluncur ke bawah sepanjang bidang miring licin
yang membentuk sudut 30˚terhadap bidang horizontal. Jika benda bergeser sejauh 2 m,
maka gambar gaya yang bekerja pada benda tersebut dan usaha yang dilakukan oleh
benda tersebut!
2. Sebuah benda diberi gaya dari 3 N hingga 8 N dalam 5 sekon. Jika benda mengalami
perpindahan dari kedudukan 2 m hingga 10 m, seperti pada grafik, maka tentukan usaha
yang dilakukan!

3. Usaha yang dilakukan terhadap benda bermassa 1 kg agar perpindahan sejauh 1 meter
adalah W joule. Besar usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan benda sejauh 0,5
meter yang massanya 2 kg adalah…

32
Pedoman Penskoran kuis 1:

No Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor


1 Pembahasan: 100
Diketahui:
m = 20 kg
s=2m
α = 30˚

Ditanya: usaha yang dilakukan oleh gaya berat!


Jawab:
Benda meluncur ke bawah pada bidang miring, sehingga gaya yang
melakukan usaha adalah m.g sin 30˚
W = F.s
W = m.g sin 30˚.s
W = 20 . 10. (½). 2
W = 200 Joule

2 Penyelesaian: 100
Usaha = luas trapesium
Usaha = jumlah garis sejajar x ½ . tinggi
Usaha = ( 3 + 8 ) x ½ . ( 10 – 2 )
Usaha = 44 joule

3 Diketahui : m1 = 1 kg 100
S1 = 1 meter
W1 = W joule
m2 = 2 kg
S2 = 0,5 meter
Ditanya : W2
Jawab :

33
Anggap F sama, maka W berbanding lurus dengan S
W  F . cos
W 2 S2

W 1 S1
W 2 0,5

W1 1
W 2  0,5W 1

34
LAMPIRAN 6. RPP (UNTUK 1 KALI PERTEMUAN)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Sekolah : SMA Negeri 1 Seluma
Mata pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/Genap
Materi Pokok : Usaha dan Energi
Alokasi Waktu : 12 JP (3x 4 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

35
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalisis konsep 1.9.1. Menerapkan konsep usaha, gaya dan
energi, usaha (kerja), perpindahan dalam masalah-masalah Fisika.
hubungan usaha (kerja) 1.9.2. Menerapkan konsep energi potensial dan
energi kinetik dalam berbagai penyelesaian
dan perubahan energi,
masalah.
hukum kekekalan energi, 1.9.3. Mengaplikasikan pengetahuan dan
serta penerapannya dalam pemahaman tentang energi.
peristiwa sehari-hari. 1.9.4. Menerapkan konsep daya dalam kehidupan
sehari-hari.
1.9.5. Merumuskan hukum kekekalan energi
mekanik pada gaya konservatif.
1.9.6. Menerapkan hukum kekekalan energi
mekanik dalam pristiwa sehari-hari.
4.9 Mengajukan gagasan 4.9.1. Terampil menggunakan alat dan bahan yang
penyelesaian masalah tersedia dalam pelaksanaan percobaan.
gerak dalam kehidupan 4.9.2. Terampil melakukan pengolah dan
sehari-hari dengan menyajikan data pada percobaan yang
menerapkan metode ilmiah, dilaksanakan.
konsep energi, usaha 4.9.3. Terampil menyajikan hasil analisis dengan
(kerja), dan hukum mengkomunikasikan hasil percobaan usaha
kekekalan energi. dan energi kedalam bentuk persamaan
matematis.
4.9.4. Menerapkan hukum kekekalan energi
mekanik dalam persoalan sehari-hari.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Fisika peserta didik dapat menganalisis konsep energi, usaha
(kerja), hubungan usaha (kerja) dan perubahan energi, hukum kekekalan energi, serta
penerapannya dalam peristiwa sehari-hari dan mengajukan gagasan penyelesaian
masalah gerak dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan metode ilmiah, konsep
energi, usaha (kerja), dan hukum kekekalan energi.

D. Materi Pembelajaran

 Usaha
 Energi kinetik dan energi potensial
 Hubungan usaha (kerja) dan energi kinetik dan energi potensial
 Hukum kekekalan energi mekanik

36
E. Metode Pembelajaran
a. Model : Coperatif Learning Tipe Teams Group Turnament
b. Metode : Tanya jawab, diskusi kelompok, demonstrasi,dan presentasi
F. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan ke-1

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Waktu


(menit)

1. Pendahuluan

 Guru memberikan salam dan  Berdoa yang dipimpin oleh ketua 5


berdoa bersama (sebagai kelas.
implementasi nilai religius).
 Guru mengabsen,
 Menyiapkan dan mengkondisi kan
mengondisikan kelas dan
diri dalam kegiatan pembelajaran.
pembiasaan
 Apersepsi
Guru menanyakan kepada  Mendengarkan pertanyaan guru dan
siswa, apakah kalian pernah memberikan jawaban menurut versi 10
melakukan usaha? Dengan masing-masing.
kalian belajar Fisika sungguh-
sungguh supaya dapat nilai
memuaskan, apakah dapat
dikatakan usaha?

Guru meminta siswa untuk


memperhatikan sebuah meja
di depan. Kemudian guru
mengingatkan bahwa meja
diam tidak bergerak karena
tidak diberi gaya. Lalu di beri
gaya (dorong) pada meja
tersebut ke
depan. Selanjutnya guru
menanyakan apa yang terjadi
bila pada meja tersebut diberi
gaya? Apakah mendorong
meja tersebut dikatakan
melakukan sebuah suatu
usaha? Apa pengertian dari
usaha?
 Motivasi  Mendengarkan penjelasan guru.
Guru menjelaskan
penerapan usaha dalam
kehidupan sehari-hari

37
 Guru menyampaikan tujuan 35
pembelajaran.
 Guru menyampaikan cakupan  Mendengarkan penjelasan guru.
materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus.  Mendengarkan penjelasan guru.

2. Kegiatan Inti
Fase 1
Persentasi Kelas oleh Guru
 Menyajikan informasi kepada
peserta didik dengan Tanya
jawab dan demonstrasi .
 Siswa memperhatikan penjelasan
guru dan mengamati demonstrasi
serta berperan aktif merespon
informasi yang disajikan guru.
Fase 2 Siswa mempunyai kesempatan
Meminta Siswa Belajar dalam bertanya pada saat persentasi kelas
Tim oleh guru.
 Guru mengkondisikan siswa
untuk berada dalam timnya
masing-masing, sesuai dengan  Siswa berada dalam timnya masing-
anggota tim yang sudah masing.
dibentuk pada pertemuan
sebelumnya.

 Guru membagikan Lembar


Kegiatan Siswa (LKS) dan
hand out tentang konsep  Siswa menerima LKS dan hand out
usaha. pembelajaran untuk masing-masing
kelompok.
 Guru meminta siswa
melaksanakan percobaan
tentang besar usaha yang  Siswa bekerjasama melaksanakan
dilakukan benda apabila percobaan dan berdiskusi menjawab
sudut, dan jarak benda di soal-soal dan memahami masalah
ubah-ubah. Selanjutnya siswa yang disajikan. Dalam kegiatan
mengisi LKS, melakukan percobaan siswa memiliki
perhitungan dan analisis data kesempatan bertanya dan mendapat
melalui diskusi tim. Untuk bimbingan dalam melaksanakan
melatih kematangan siswa percobaan.
guru juga menyajikan soal-
soal mandiri di hand out
sehingga siswa dapat
memperdalam

38
kemampuannya
menyelesaikan masalah-
masalah usaha yang dialami
benda.
 Guru memfasilitasi,
mengawasi dan membimbing  Siswa mendapat bimbingan
siswa menyelesaikan tugas dalam menyelesaikan tugas
dan menanyakan kepada oleh guru dan memiliki
siswa apakah kesulitan dalam kesempatan untuk bertanya
memahami tugas di LKS. terkait tugas yang belum
Guru memberikan bimbingan dipahami.
secara giliran pada kelompok
yang membutuhkan bantuan.

 Guru mengingatkan kepada


semua tim untuk memberi  Ketua tim memastikan semua
membantu anggotanya anggota kelompoknya sudah
bilamana mengalami kesulitan menguasai materi dan mampu
dalam menguasai materi menyelesaikan LKS dengan benar.
maupun menyelesaikan LKS.
 Guru meminta siswa untuk
melakukan presentasi di  Siswa melakukan undian untuk
depan kelas, dengan terlebih menentukan tim yang akan tampil
dahulu melakukan undian melaksanakan presentasi, 20
untuk menentukan kelompok selanjutnya presentasi dilakukan
yang akan tampil. secara bergilir.

 Guru menginstrusikan kepada


kelompok lain memberikan  Siswa dari kelompok lain,
tanggapan atau pertanyaan menanggapi hasil presentasi
hasil presentasi yang telah kelompok yang tampil.
disampaikan oleh kelompok
yang tampil.

Fase 3
Mengarahkan Siswa untuk
Turnamen.
 Guru membimbing siswa
untuk melaksanakan turnamen  Siswa mengambil posisi masing-
dengan memberikan kuis masing untuk melaksanakan 45
yang berisi pertanyaan terkait turnamen, siswa yang duduk paling
materi yang telah dipelajari. depan pada timnya, menjawab soal
Pertanyaan tersebut telah terlebih dahulu selama 2 menit,
disiapkan dalam kartu soal setelah guru mengucapkan pass the
yang diberi nomor. buck, kartu soal berpindah posisi
siswa ke-2 dst.

 Guru menghitung skor dan


menentukan kelompok yang  Siswa bersama guru menghitung 5

39
menjadi pemenang. skor.

Fase 4
Penghargaan Tim

 Guru memberikan
penghargaan Kelompok  Siswa menerima penghargaan,
motivasi, ucapan selamat dan merespon motivasi, ucapan selamat 5
memberikan aplaus tepuk dan bersama guru memberikan
tangan kepada kelompok yang aplaus tepuk tangan.
mendapat penghargaan, tim
super, tim sangat baik dan tim
baik.

Fase -5
Evaluasi
 Guru melakukan evaluasi
dengan untuk megetahui  Siswa mengikuti evaluasi individu 10
kemampuan individu siswa dengan tertib dan tenang
setelah melaksanakan
pembelajaran

3. Penutup
 Guru merefleksi pembelajaran
yang telah berlangsung dan  Siswa bersama guru menyimpulkan
meminta siswa untuk materi pembelajaran yang telah 5
menyimpulkan materi dilakukan, siswa merangkum hasil
pembelajaran sesuai dengan pembelajaran.
tujuan dan indikator yang
ingin dicapai.
 Guru meminta siswa untuk  Siswa mencatat dan mendengarkan
mempelajari energi kinetik tugas pertemuan akan datang.
dan energi potensial.

G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat : Penyajian komputer (laptop) dengan program powerpoint;


2. Bahan : Balok kayu, tali, mistar, neraca pegas dll.
3. Sumber Belajar : Buku Fisika kelas X
H. Teknik penilaian
Pengetahuan
1. Jenis : penugasan, tes lisan, dan tes tulis

40
2. Bentuk : lembar penugasan, diskusi, dan uraian
3. Instrumen : terlampir
Keterampilan
1. Jenis : praktik
2. Bentuk : skala penilaian
3. Instrumen : terlampir

Sikap
Penilaian sikap dilakukan selama proses pembelajaran atau di luar pembelajaran dengan
melalui observasi dengan mengisi jurnal.

Remedial:
Remedial secara klasikal diberikan jika Siswa belum mencapai ketuntasan minimal
sebanyak minimal 75%, namun jika kurang dari 75% maka diberikan remedial.

Pengayaan:
Pengayaan diberikan kepada Siswa yang telah tuntas, baik berupa pendalaman soal
maupun sebagai tutor sebaya.

Mengetahui Tais, .....Maret 2018

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran,

AGUS SALIM, M.Pd INDAH HERAWATI, M.Pd


NIP. 196608171992031026 NIP.198212172006042006

41
Lembar Penilian Sikap

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 1 Seluma


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : X/2
Mata Pelajaran : Fisika

No Waktu Nama Kejadian/ Butir sikap Positif/ Tindak


. Perilaku Disiplin, TJ dll Negatif Lanjut
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

42
Lks USAHA DAN ENERGI
Sekolah : SMA Negeri 1 Seluma
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester :X /2
Materi Pokok : Usaha dan Energi
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

I. Kompetensi Inti (KI)


KI1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
II. Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


4.9 Mengajukan gagasan 4.9.1 Terampil menggunakan alat dan bahan yang
tersedia dalam pelaksanaan percobaan
penyelesaian masalah gerak
4.9.2 Terampil melakukan pengolah dan
dalam kehidupan sehari- menyajikan data pada percobaan yang
dilaksanakan.
hari dengan menerapkan
4.9.3 Terampil menyajikan hasil
metode ilmiah, konsep Mengkomunikasikan hasil percobaan usaha
dan energi kedalam bentuk persamaan
energi, usaha (kerja), dan
matematis.
hukum kekekalan energi.

43
KEGIATAN 1

PETUNJUK
1. Guru melakukan demonstrasi tentang usaha untuk percobaan 1
2. Semua siswa mengamati jalannya demonstrasi.
3. Ketua kelompok mencatat data hasil (percobaan 1 pada LKS.
4. Setiap siswa mengerjakan soal LKS dalam kertas double folio/kertas buku catatan.
5. dengan mencantumkan nama, nomor absen, dan kelas di pojok kiri atas kertas
tersebut.
6. Skor yang diperoleh merupakan nilai keterampilan siswa tersebut.
7. Terakhir, siswa yang bisa membahas soal LKS di depan kelas akan memperoleh nilai
lisan sesuai dengan yang tercantum pada soal
A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan diharapkan siswa dapat :
Mengetahui pengaruh sudut antara gaya dan perpindahan terhadap usaha yang dilakukan
B. Materi
 Usaha

C. Informasi Pendukung

 Saat Evan mendorong dinding maka akan


ada gaya aksi dari Evan dan gaya reaksi dari
dinding terhadap Evan (Faksi = Freaksi)
 Usaha yang dilakukan Evan adalah nol,
Mengapa demikian? Gbr 1. Evan mendorong dinding

D. Paparan Isi Materi

Usaha didefinisikan sebagai hasil kali komponen gaya searah perpindahan (Fx)
dengan besar perpindahan (∆x). Secara matematis, definisi ini ditulis dengan rumus :

W  F  x

Untuk gaya yang membentuk sudut dengan perpindahan maka secara matematis
dirumuskan

44
W  F.x cos α
Dengan :

W = usaha (joule)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)
s = perpindahan (m)
E. Alat Dan Bahan
1. Beban
2. Tali
3. Busur
4. Mistar
5. Neraca pegas
F. Desain Percobaan

G. Analisis Data

Usaha (w)
No Gaya Sudut(α) F cos α Perpindahan (s)
N.s
1 0,5 N 0o 60 cm

2 60 o

3 90 o

4 120 o

5 180 o

45
H. Pertanyaan
1. Bagaimana hubungan gaya (F) terhadap besar usaha (W)? Mengapa?
2. Berapa sudut yang diperlukan agar usaha bernilai maksimum? Mengapa?
3. Berapa sudut yang diperlukan agar usaha bernilai nol? Mengapa?
4. Berdasarkan percobaan, kapan usaha bernilai positif? Mengapa?
5. Berdasarkan percobaan, kapan usaha bernilai nol? Mengapa?
6. Berdasarkan percobaan, kapan usaha bernilai negatif? Mengapa
7. Berdasarkan percobaan, apakah yang dimaksud usaha dalam ilmu fisika?
8. Berdasarkan percobaan, apa syarat agar usaha memiliki nilai?

46
Pembahasan Percobaan 1

1. Sebanding. Semakin besar nilai F cos α , maka W juga akan semakin besar. Begitu
juga sebaliknya.
2. W= F cos α Agar nilai W maksimum, maka nilai cos α harus maksimum. Ini terjadi
ketika α = 0o
3. W= F cos α agar nilai W nol, maka nilai cos α harus nol. Ini terjadi pada saat α = 90o
4. Jika gaya yang diberikan memiliki komponen searah dengan arah perpindahan.
5. Jika gaya yang diberikan tidak memilikik komponen yang searah dengan arah
perpindahan
6. Jika gaya yang diberikan memilikik komponen yang berlawanan arah dengan arah
perpindahan.
7. Usaha dalam ilmu fisika didefinisikan sebagai hasil gaya dengan perpindahan.
Dimana gaya tersebut harus paralel dengan perpindahan
8. Gaya dikatakan melakukan usaha pada benda jika gaya tersebut menyebabkan benda
mengalami perpindahan. Disamping itu, gaya tersedut harus memiliki komponen
yang searah dengan arah perpindahan.

47
Penilaian keterampilan

LEMBAR PENILAIAN KINERJA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Peminatan : X/IPA
Materi Pokok : Usaha dan Energi

Skor untuk
Bertanya/ Menan Menuru Analis Kesimp Jumlah
No Nama Nilai
menjawa ggapi nkan is ulan skor
b rumus
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

48
Pedoman Rubrik Penilaian

Skor
Kriteria
1 2 3
Bertanya/me Ada Ada bertanya/menjawab, Ada
njawab bertanya/menj tapi salah bertanya/menjawab
awab dengan benar
Menanggapi Tanggapan Tanggapan benar tetapi Tanggapan benar dan
pi tidak benar tidak lengkap lengkap
Menurunkan Menurunkan Menurunkan rumus Menurunkan rumus
rumus rumus tidak benar, tetapi jawaban benar, dan jawaban
benar tidak rapi rapi
Menganalisis Analisis data Analisis data benar, Analisis data benar,
data tidak benar tetapi tidak terorganisir dan terorganisir

Kesimpulan Tidak benar Sebagian kesimpulan ada Semua benar atau


atau tidak yang salah atau tidak sesuai tujuan
sesuai tujuan sesuai tujuan

Total skor perolehan


Nilai = x 100
15

Tais, Maret 2018

Observer

(……………………….)

49
Pedoman Penskoran
Penilaian pengetahuan 1
Essay
No
Soal Kunci jawaban Skor
Soal

1. Sebuah balok bermassa 10 kg Diketahui :


ditarik dengan gaya 50 N m = 10 kg
sehingga berpindah sejauh 10 m. F = 50 N
Jika α = 60° dan gesekan antara S=8m
balok dan lantai diabaikan, α = 60°
berapakah usaha yang dilakukan Ditanya :
50
gaya itu ? W...?
Jawab :
W = F cos α x s
W = 50 cos 60⁰ x 10
W = 50(0.5) x 10
W =250 j
2. Dalam kegiatan beres-beres kelas, Diketahui : s = 5 m ; F1 =
Dito telah berhasil menggeser 10 N ; F2 = 20 N ; F3 = 15
sebuah lemari sejauh 5 m dibantu N.
dua orang temannya, Budi dan Ditanya : W ?
Arto. Jika gaya yang diberikan Jawab:
Dito adalah 10 N, Budi sebesar 20 Usaha dikerjakan oleh tiga 50
N, dan Arto sebesar 15N, orang, maka:
berapakah besar usaha yang telah ΣF = F1 + F2 + F3 = (10 +
mereka lakukan? 20 + 15) N = 45 N
sehingga W = ΣFs = 45 N ⋅
5 m = 225 N/m = 225 J

50
BIODATA PESERTA
LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN
BAGI GURU JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH TINGKAT NASIONAL
TAHUN 2018

1. Nama Lengkap : Indah Herawati, M.Pd


2. Tempat/Tanggal Lahir : Lampung Utara, 17 Desember 1982
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. NIP : 198212172006042006
5. Jabatan : Guru
6. Pangkat/Golongan : Penata TK I/ III.D
7. Unit Kerja : SMAN 1 Seluma
8. NUPTK : 2549760661300043
9. DAPODIK : Satus Aktif
10. Alamat Unit Kerja :Jl. Bengkulu-Tais, Km. 61 Kelurahan Lubuk Kebur
Kec. Seluma,Kab. Seluma, Prov. Bengkulu. 38876

11. Alamat Rumah : Griya Seluma Estate No. 21 RT. 05 RW.


02 Kelurahan Pasar Tais Kec. Seluma Kab. Seluma.
Prov Bengkulu. 38876
12. No Telp/HP : 0852 6770 0024
13. Alamat Email : awank_krenz@yahoo.com
14. Pendidikan Terakhir : S2
a. Perguruan Tinggi : UNJ
b. Fakultas/Jurusan : Manajemen Pendidikan
c. Tahun tamat : 2014
15. Mata Pelajaran yang diampu : Fisika
16. Pengalaman Mengajar : 12 Tahun
17. Prestasi/Penghargaan yang pernah diraih:
a. Tingkat Sekolah :..................: Bidang...........Tahun............
b. Tingkat Kab/Kota :..................: Bidang...........Tahun............
c. Tingkat Provinsi :..................: Bidang...........Tahun............
d. Tingkat Nasional :..................: Bidang...........Tahun............
e. Tingkat Internasional :..................: Bidang...........Tahun............
18. Pengalaman Penelitian : Menulis artikel yang di muat di jurnal guru Dikmen
Tahun 2015 yang berjudul “Pengaruh Imbalan dan Efikasi Diri Tehadap Inovasi Guru
SMA di Kabupaten Seluma

Yang membuat,
Tais, 13 Maret 2018

Indah Herawati, M.Pd

51