Anda di halaman 1dari 6

Stratifikasi tipe Kontak dengan bakteri Kejadian infeksi

Pasien
Pasien tipe 1 1. 90 hari terakhir tidak ada kontak dengan lingkungan medis  Beresiko rendah terhadap bakteri multiresisten
dan  Beresiko rendah ESBL
2. 90 hari terakhir tidak mengkonsumsi obat jenis antibiotik  Beresiko rendah Pseudomonas
dan
3. Usia muda, tidak ada penyakit penyerta
Pasien tipe 2 1. 90 hari terakhir terdapat kontak dengan lingkungan medis  Beresiko tinggi ESBL, resisten pada semua golongan penicillin/ semua golongan sefalospurin/ sebagian besar resisten pada quinolone dan
atau aminoglokosida
2. 90 hari terakhir pernah menkonsumsi obat antibiotic atau  Beresiko rendah pseudomonas, Acinetobacter, MRSA, Enterococcus
3. Usia tua (≥ 65 tahun) dengan penyakit penyerta.
Pasien tipe 3 1. Tinggal di RS (> 5 hari) dan/atau mendapat tindakan Berisiko tinggi Pseudomonas, Acinetobacter, MRSA, Enterococcus
invasive atau
2. Penggunaan antibiotic dalam jangka waktu ≤ 30 hari atau
3. Penyakit penyerta yang mengarah ke
immunocompromised

1. Penentuan cut-off untuk bakteri GRAM POSITIF,


Penggunaan antibiotic broad-spectrum untuk eradikasi bakteri GRAM POSITIF penyebab Multi Drug Resistance (MDR) seperti Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus/Epidermidis
(MRSA/E), Vancomycin Resistence Enterococcus (VRE) yaitu dengan: golongan Glikopeptide: Vancomycin dan Teicoplanin; golongan Oxazolindinone: Linezolid
2. Penentuan cut-off untuk bakteri GRAM NEGATIF penyebab Multi Drug Resistance (MDR):
a. cut-off pertama adalah: Extended Spectrum Beta-Lactamase ( ESBLs) based cut off:
 ESBLs based cut off sebenarnya adalah cut off PERTAMA yang digunakan untuk pemisahan antibiotik spektrum luas atau sempit.
 ESBL based cut off sebenarnya agak sukar ditentukan, karena banyak rumah sakit yang tidak dapat memisahkan kuman-kuman ESBLs dalam Pelaporan pola kumannya.
 Namun jika keterangan pemisahan kuman ESBLs tersebut ada dan dapat digunakan cut off nya, maka hal tersebut dapat digunakan sebagai dasar restriksi antibiotik.
 ESBLs based cut off dapat digunakan pada kondisi-kondisi dimana Multi-Drug Resistant (MDR) Pseudomonas sp dan / atau MDR / XDR Acinetobacter sp belum banyak didapatkan.
b. Second Cut Off : Pseudomonas sp based cut off
 Pseudomonas based cut off digunakan sebagai cut off KEDUA yang digunakan pemisahan antibiotik spektrum luas atau sempit.
 Pseudomonas based cut off dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk melakukan restriksi antibiotik yang masih sensitive dan dapat digunakan untuk eradikasi kuman-kuman MDR
Pseudomonas sp.
 Pseudomonas based cut off umumnya digunakan ketika telah banyak dijumpai ESBL di rumah sakit, dimana ESBL based cut off tidak lagi bisa digunakan sebagai cut off untuk
menentukan antibiotik spektrum luas atau sempit.
c. Third Cut Off : Acinetobacter sp based cut off
 Acinetobacter based cut off digunakan sebagai cut off KETIGA yang digunakan pemisahan antibiotik spektrum luas atau sempit.
 Acinetobacter based cut off dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk melakukan restriksi antibiotik yang masih sensitive terhadap kuman-kuman MDR / XDR Acinetobacter sp.
 Acinetobacter based cut off umumnya digunakan ketika telah banyak dijumpai MDR Pseudomonas di rumah sakit, dimana Pseudomonas based cut off tidak lagi bisa digunakan sebagai
cut off untuk menentukan antibiotik spektrum luas atau sempit.
- Infeksi paru (pneumonia)
DIAGNOSIS STRATIFIKASI ANTIBIOTIK DOSIS (RUTE/LAMA
PASIEN PEMBERIAN)
Pneumonia TIPE 1 PILIHAN Amoxicillin,
ALTERNATIF
TIPE 2 PILIHAN Levofloxacin
ALTERNATIF
TIPE 3 PILIHAN Ampi-sulbactam atau Levofloxacin
Levofloxacin atau
Moxifloxacin* atau
Ceftriaxone
ALTERNATIF Cefepime atau
Meropenem atau
Jika alergi Penisilin :
Aminoglikosida
Jika tanpa fluoroquinolone tambahkan Azithromycin
Ceftazidime
Ceftriaxone atau Levofloxacin/
Ciprofloxacin/
Moxifloxacin atau
Ampi-sulbactam
Cefoperazon-sulbactam monoterapi atau kombinasi dengan antipseudomonas cephalosphorin (cefepime, ceftazidime) atau antipseudomonas carbapenem (imipenem atau meropenem) atau B laktam/B lektamase inhibitor (piperacillin-tazobactam) ditambah antipseudomonas quinolon
(ciprofloxacin atau levofloxacin) atau aminoglikosida (amikasin/gentamisin)
Linezolid* atau
vancomycin
Makrolid (azithrmycin) atau fluoroquinolone
Antibiotik yang memiliki Golongan Penicillin Amoxycillin,Ampicillin,
penetrasi baik pada Amoxycillin Clavulanat,
saluran napas Ampicillin Sulbactam,
Piperacillin Tazobactam
Golongan Cephalosporin Cephalosporin generasi III dan
IV
Golongan Macrolide Azithromycin, Erithromycin
Golongan Quinolon Ciprofloxacin, Levofloxacin,
Moxifloxacin
Golongan Carbapenem Ertapenem, Imipenem,
Meropenem
Golongan Linezolid
Oxazolindinone
ANTIBIOGRAM

MODEL RESTRIKSI
Atibiogram GRAM POSITIF
Org N AMC%S AMK%S CAZ%S CTX%S CIP%S E%S FEP%S FOS%S FOX%S LVX%S LZD%S SAM%S G%S VAN%S CRO%S MEM%S
sau Staphylococcus aureus 30 93% 100% 0% 0% 100% 98% 0% 100% 0% 100% 100% 3% 100%
sep Staphylococcus epidermidis 1 100% 100% 50% 50% 100% 0% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
strp streptococcus sp 3 0% 100% 10% 25% 90% 25% 80% 25% 80% 80% 75% 50% 0%
Antibiogram GRAM NEGATIF
Org Organism N AN%S CAZ%S CRO%S CTX%S CIP%S DORI%S FEP%S G%S IPM%S LVX%S MEM%S SAM%S TZP%S AMC%S TYG%S FOS%S
aba Acinetobacter baumanii 1 100% 0% 0% 0% 50% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ps- Pseudomonas sp. 3 100% 90% 90% 60% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 70% 100%
eco E coli 3 100% 10% 10% 10% 0% 30% 100% 0% 90% 0% 0% 30% 0% 30% 100%
kpn Klebsiella pneumonia 2 50% 0% 0% 0% 2% 0% 0% 0% 2% 2% 0% 0% 0% 0% 50%
MODEL GUIDELINES
spesimen Organism N AN CAZ CRO CTX CIP DORI FEP G IPM LVX MEM SAM TZP
SPUTUM Pseudomonas Sp 3 100% 70% 70% 70% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Spesimen organism n AMC AMK CAZ CTX CIP E FEP FOS FOX LVX LZD SAM G VAN CRO MEM
sputum Streptococcus sp 2 100% 50% 0% 100% 70% 70% 50% 100% 70% 100% 50% 0%
Antibiogram Nasional RS klas B

ICU
SPESIMEN SPUTUM BAKTERI GRAM POSITIF

BANGSAL
Terapi Antibiotik untuk pneumonia
No. Lama Pemberi-an
Diagnosis Kuman Penyebab Dosis Ket
Rekomendasi Antibiotik
1. Pneumonia komunitas
Terapi Empirik H. influenza Amoxicillin 1gr/8jam po Minimal 5 hari
Kelompok I C. pneumoniae
Rawat Jalan, komorbid (-), risiko resistensi (-) M. pneumoniae
2. Pneumonia komunitas
Terapi Empirik Levofloxacin 750mg p.o./24jam Minimal 5 hari
Kelompok II
Rawat jalan
AB 3 bulan sebelumnya
3. Pneumonia komunitas Levofloxacin 750mg p.o./24jam Minimal 5 hari
Terapi Empirik
Kelompok III
Rawat jalan, komorbid (+)
4. Pneumonia komunitas
Terapi empirik K. pneumonia Ampi-sulbactam 1.5g iv/8jam Minimal 5 hari
Rawat inap S. pneumonia atau
Non ICU C. pneumonia Levofloxacin 750 mg i.v/24jam
M. pneumonia
L. pneumophila
5. Pneumonia komunitas
Rawat ICU K. pneumonia Levofloxacin atau 750mg i.v/24jam 10-14 hari IDSA/ ATS guideline 2007
Severe COPD S. pneumonia Moxifloxacin* atau 400mg i.v/24jam
C. pneumonia Ceftriaxone 2gr/24jam
M. pneumonia Lini 2 :
L. pneumophila Cefepime atau 2gr i.v/12 jam
Meropenem atau 1gr i.v/8jam
Jika alergi Penisilin :
Aminoglikosida 7mg iv/kgbb/hari
Jika tanpa fluoroquinolone tambahkan Azithromycin
Ceftazidime 500mg po/24 jam
1-2gr/8jam
Bila suspek Pseudomonas
No. Diagnosis Kuman Penyebab Rekomendasi Antibiotik Dosis Lama Pemberi-an Ket
6. Pneumonia Nosokomial
Rawat Inap K. pneumonia Ceftriaxone atau Levofloxacin/ 2gr/24jam
a.Terapi empirik utk pneumonia nosokomial atau S pneumonia Ciprofloxacin/ 750mg/24jam
berhubungan dengan ventilator, onset dini, MDRO(-) E. coli Moxifloxacin atau 500mg/12jam
Enterobacter spp Ampi-sulbactam 400mg/24jam
b. Terapi empirik utk pneumonia nosokomial atau Proteus spp Cefoperazon-sulbactam monoterapi atau kombinasi 1.5gr/8jam
berhubungan dengan ventilator, onset lanjut, Serratia spp dengan antipseudomonas cephalosphorin (cefepime, 2gr/8jam
MDRO(+) MSSA ceftazidime) atau antipseudomonas carbapenem
H. influenza (imipenem atau meropenem) atau B laktam/B lektamase
Anaerob inhibitor (piperacillin-tazobactam) ditambah 2gr/12jam
antipseudomonas quinolon (ciprofloxacin atau 1gr/8jam
levofloxacin) atau aminoglikosida
Seperti di atas + (amikasin/gentamisin) 1gr/6jam iv

Patogen multiresisten antibiotik : Linezolid* atau


Ps aeruginosa vancomycin
K pneumonia Makrolid (azithrmycin) atau fluoroquinolone
Acinetobacter spp 600mg/12jam iv
1gr/12jam iv
MRSA
L. pneumophila

- Infeksi Saluran Kemih


- Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak Komplikata
- Infeksi Intra-abdominal komplikata : Extra dan intra Billier.