Anda di halaman 1dari 15

PEDOMAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

A. STRATIFIKASI RESIKO PASIEN INFEKSI [Host Risk Stratification]

Stratifikasi Tipe III (Modifikasi Carmeli-RASPRO)

Bila FOKUS INFEKSI TERIDENTIFIKASI:


dengan Sepsis / Septik Syok ATAU Perforasi Gastro-Intestinal
ATAU Encephalopathy ATAU Immunocompromized dengan
SALAH SATU berikut ini :
a.Mengkonsumsi antibiotik < 30 hari yang lalu
b.Perawatan > 48 jam di rumah sakit < 30 hari yang lalu
c.Penggunaan instrument medis atau riwayat penggunaan instrument
medis < 30 hari yang lalu ATAU Diabetes melitus tidak terkontrol
dengan SALAH SATU berikut ini:
a] Mengkonsumsi antibiotik < 30 hari yang lalu
b]Perawatan > 48 jam di rumah sakit < 30 hari yang lalu
c]Penggunaan instrument medis atau riwayat penggunaan instrument
medis < 30 hari yang lalu
BROAD SPECTRUM ANTIBIOTIC

Stratifikasi Tipe II (Modifikasi Carmeli-RASPRO)

Pasien-pasien non sepsis:


* Dengan Immunocompromized dengan SALAH SATU berikut ini :
a. Mengkonsumsi antibiotik < 90 hari yang lalu
b. Perawatan > 48 jam di rumah sakit < 90 hari yang lalu
c. Penggunaan instrument medis atau riwayat penggunaan
instrument medis < 90 hari yang lalu
ATAU
*Diabetes melitus tidak terkontrol dengan SALAH SATU ini :
a. Mengkonsumsi antibiotik < 90 hari yang lalu
b. Perawatan > 48 jam di rumah sakit < 90 hari yang lalu
c. Penggunaan instrument medis atau riwayat penggunaan
instrument medis < 90 hari yang lalu
ANTI ESBLs ANTIBIOTIC

Stratifikasi Tipe I (Modifikasi Carmeli-RASPRO)

SEMUA PASIEN DI LUAR KRITERIA STRATIFIKASI TIPE III


& II

NARROW SPECTRUM ANTIBIOTIC

Sumber: RASPRO INDONESIA


PENENTUAN TIPE PASIEN MENGGUNAKAN CHART:

RASPRO ALUR ANTIBIOTIK AWAL (RASAL)

Copyright. Ronald Irwanto


RASPRO ALUR ANTIBIOTIK LANJUTAN (RASLAN)
Aturan/ Pedoman [Rules]:

 Antibiotik boleh digunakan apabila terdapat fokus infeksi bakterial yang teridentifikasi atau
terdapat gejala yang jelas merupakan infeksi bacterial.
 Bila terdapat > 1 fokus infeksi maka klinisi harus dapat mengambil keputusan pemberian
spektrum antibiotik yang terbaik yang bisa mencakup fokus-fokus infeksi yang ada sesuai
panduan
 Setiap dokter yang akan memberikan antibiotik di awal pasien masuk harus mengisi
formulir alur RASAL (lampiran.2)
 Setiap dokter yang akan mengubah antibiotik bagi pasien harus mengisi formulir alur
RASLAN (lampiran. 4). Form RASLAN tidak perlu diisi jika AB di stop dan tidak diubah ke
Ab lain
 Formulir alur RASAL dan RASLAN digunakan untuk pemberian antibiotik secara empirik
(tidak berdasar hasil kultur). Jika pemberian antibiotik sudah didasari hasil kultur, maka
tidak perlu mengisi formulir RASAL atau RASLAN
 Apabila antibiotik akan diberikan sesuai kultur, maka peresep harus mengisi formulir
pemberian antibiotik sesuai kultur.
 Automatic stop order antibiotik akan diberlakukan apabila terdapat peresepan antibiotik > 7
hari, kecuali pada penggunaan antibiotik dengan penggunaan jangka waktu sesuai aturan
tertentu seperti yang tertulis pada bab XVI. Untuk setiap antibiotik yang dikeluarkan, farmasi
harus memiliki data antibiotik tersebut sudah berapa hari diresepkan
 Untuk meneruskan antibiotik yang mengalami automatic stop order, atau untuk penggunaan
antibiotik di luar panduan maka dokter peresep antibiotik harus mengisi formulir RASPRAJA
dan harus diinfornasikan oleh KFT kepada PPRA.
 Apabila terdapat kasus-kasus infeksi bakterial yang sulit, sehingga membutuhkan / digunakan
antibiotik di luar panduan atau lama waktu penggunaan > 7 hari, maka sebaiknya dilakukan
diskusi dengan PPRA rumah sakit
 Bila terdapat kasus-kasus di luar sistem, maka klinis wajib berkkordinasi dengan PPRA
B. Antibiotic Pharmakodinamik/Pharmakokinetik
C. Mikroorganisme / antibiogram

1. Pedoman Antibiotik untuk Terapi Empirik pada Pasien Dewasa


No. Lama
Kuman
Diagnosis Rekomendasi Dosis Pemberi- Ket
Penyebab
Antibiotik an
1. Pneumonia
komunitas H. influenza Amoxicillin 1gr/8jam po Minimal 5
Terapi Empirik C. pneumoniae hari
Kelompok I M. pneumoniae
Rawat Jalan,
komorbid (-), risiko
resistensi (-)

2. Pneumonia
komunitas Levofloxacin 750mg p.o./24jam Minimal 5
Terapi Empirik hari
Kelompok II
Rawat jalan
AB 3 bulan
sebelumnya

3. Pneumonia Levofloxacin 750mg p.o./24jam Minimal 5


komunitas hari
Terapi Empirik
Kelompok III
Rawat jalan,
komorbid (+)
4. Pneumonia
komunitas K. pneumonia Ampi-sulbactam 1.5g iv/8jam Minimal 5
Terapi empirik S. pneumonia atau hari
Rawat inap C. pneumonia Levofloxacin 750 mg i.v/24jam
Non ICU M. pneumonia
L. pneumophila
5. Pneumonia
komunitas K. pneumonia Levofloxacin 750mg i.v/24jam 10-14 hari IDSA/
Rawat ICU S. pneumonia atau 400mg i.v/24jam ATS
Severe COPD C. pneumonia Moxifloxacin* 2gr/24jam guideline
M. pneumonia atau 2007
L. pneumophila Ceftriaxone 2gr i.v/12 jam
Lini 2 : 1gr i.v/8jam
Cefepime atau
Meropenem atau 7mg iv/kgbb/hari
Jika alergi
Penisilin : 500mg po/24 jam
Aminoglikosida 1-2gr/8jam
Jika tanpa
fluoroquinolone
tambahkan
Bila suspek Azithromycin
Pseudomonas Ceftazidime
No. Diagnosis Kuman Rekomendasi Dosis Lama Ket
Penyebab Antibiotik Pemberi-
an
6. Pneumonia
Nosokomial K. pneumonia Ceftriaxone atau 2gr/24jam
Rawat Inap S pneumonia Levofloxacin/ 750mg/24jam
a.Terapi empirik E. coli Ciprofloxacin/ 500mg/12jam
utk pneumonia Enterobacter Moxifloxacin atau 400mg/24jam
nosokomial atau spp Ampi-sulbactam 1.5gr/8jam
berhubungan Proteus spp Cefoperazon- 2gr/8jam
dengan ventilator, Serratia spp sulbactam monoterapi
onset dini, MSSA atau kombinasi
MDRO(-) H. influenza dengan 2gr/12jam
Anaerob antipseudomonas 1gr/8jam
b. Terapi empirik cephalosphorin
utk pneumonia (cefepime, 1gr/6jam iv
nosokomial atau Seperti di atas + ceftazidime) atau
berhubungan antipseudomonas
dengan ventilator, Patogen carbapenem
onset lanjut, multiresisten (imipenem atau
MDRO(+) antibiotik : meropenem) atau B 600mg/12jam iv
Ps aeruginosa laktam/B lektamase 1gr/12jam iv
K pneumonia inhibitor (piperacillin-
Acinetobacter tazobactam) ditambah
spp antipseudomonas
quinolon
MRSA (ciprofloxacin atau
levofloxacin) atau
L. pneumophila aminoglikosida
(amikasin/gentamisin)

Linezolid* atau
vancomycin
Makrolid
(azithrmycin) atau
fluoroquinolone

No. Kuman Rekomendasi


Diagnosis Dosis Ket
Penyebab Antibiotik
7. Peritonitis Escherichia Cephalosporin 24-48jam di tes kembali
Bakteri Coli, generasi 3 : PMN dalam ascites 
Spontan Streptococcus cefotaxime atau 1 gr/8jam i.v diharapkan turun s.d <
sp, ceftriaxon 2gr/24jam iv 250/...
Enterococcus Atau Bila hitung PMN tidak
sp Amoksisilin- turun, ganti sesuai kultur
klavulanat* 2gr/24jam iv Bila turun dilanjut 5-7hari
Amox-cla tidak ada
Apa penggantinya cepha
gen 3? (untuk mengurangi
resistensi
Usul: Cefo-sulbactam
8. Abses hati Amoeba Metronidazole 2gram/hari dosis Bila tidak didrainage 72
amuba histolitica terbagi (disamping jam harus membaik bila
drainage oleh tidak membaik apakah dx
Bedah) benar bila benar terapi
lanjut 2 mgg
9. Abses Hati Kuman ceftriaxone 2gr/12jam Jangka panjang, tergantung
Piogenik pembentuk pus (drainage bila respons klinik. Disesuaikan
gram positif diperlukan) atau dengan kultur pus
atau negative Amoksisilin- Dapatkah ampisilin
klavulanat*iv sulbactam sebagai pilihan
atau pertama?
Ampisilin-
sulbaktam*

10 Kolesistitis Kuman gram Ciprofloxacin iv 400 mg/12jam 5-7 hari Hepatology


negatif dengan atau 500mg/8 jam Lange 2012
faktor risiko Atau genta atau
batu saluran Amikasin iv
empedu (evakuasi batu)
Cefoperazon-
sulbac*
11 Demam tifoid S. enterica Ciprofloxacin 500 mg/12jam 7 hr IgM S typhi
serotype typhi atau 500 mg/24jam Kultur
Levofloxacin (po
/ iv jika p.o. 1 gr/6jam Apakah
sulit) 1 gr/8jam memungkinkan
Ampisilin (i.v) 960mg/12jam bila levo sebagai
atau pilihan pertama?
Amoksilin po
TMP-SMZ
No. Diagnosis Kuman Rekomendasi Dosis Lama Ket
Penyebab Antibiotik Pemberi-
an
12 Diare akut V cholera Tetracycline atau 500mg/8jam po 3-5 hr
infektif bakterial doxycycline atau 100mg/12jam po
960mg/12jam po
Shigella spp TMP-SMZ atau 500mg/12jam po
Fluoroquinolone
Untuk GE
Salmonella non- Fluoroquinolone dg kausa
typhi atau TMP-SMZ apapun,
atau ceftriaxone terapi cairan
E coli atau azithromycin diutamakan
Fluoroquinolone
Campylobacter atau TMP-SMZ
sp atau ceftriaxone

Yersinia sp Fluoroquinolone
C difficile atau TMP-SMZ
IDSA Guide
E histolicitica Fluoroquinolone
G lamblia atau
erythromycin
Fluoroquinolone
Metronidazole

Metronidazole
13 Diare perjalanan Ciprofloxacin IDSA
(traveller's (po) 2 x 500 mg 3 hari guideline
diarrhea’) 2007

14 Leptospirosis Leptospira Doksisiklin 2x100mg 7-10 hari Harrison’s


interrogans (oral) internal
Ringan Med ed17
Berat Ceftriaxone 2gr/24jm 7-10 hari

15 Tetanus C. tetani Metronidazole 3 x 500 mg 10 hari Harrison’s


(iv) 500-3000 IU Segera int med ed
Human TIG (im) saat 17
masuk RS
dosis
tunggal
16 Uncomplicated TMP-SMZ atau 960mg po/12jam 5 hari *
Acute Cystitis or Ciprofloxasin 500 mg po/12jam
Urethritis
No. Diagnosis Kuman Rekomendasi Dosis Lama Ket
Penyebab Antibiotik Pemberi-
an
17 ISK Wanita dg Doksisiklin 100 mg po/12 jam 7 hari
faktor risiko
Penyakit
Menular
Seksual
18 Complicated Fluorokuinolon atau 500mg po/12jam 7-14 hari Co-amox
Pielonefritis Amoksilin/clavulanat 625mg po/8jam Tidak
Akut masuk
Rawat Jalan fornas
19 Bakteriuria Tanpa antibiotik
tanpa gejala
20 ISK karena Aminoglikosida +
kateter salah satu
Fluorokuinolon atau
Sefalosporin
generasi ke III
21 CAPD Ciprofloxacin atau 500mg po/12jam 5-7 hari
exit site atau levofloxacin po atau 500mg po/24jam
infeksi tunnel clarithromycin po 500mg po loading
ditambah dose selanjutnya
250mg/12jam
Flukonazole
200mg po/24jam
22 CAPD Gentamisin atau 0.6mg/kgBB iv
intraperitoneal amikasin ditambah 2mg/kgBB iv
cefazolin 15mg/kgBB iv
atau 2gr/24jam iv
1-1.5gr/8jam iv
ceftriaxon atau 1gr/12jam iv
ceftazidime atau 200mg/24jam iv
cefepime 1.5gr/12jam iv
ditambah 2gr/12jam iv
Flukonazole 200mg/24jam iv
atau

ampicillin/sulbactam
atau Imipenem
imipenem/cilastatin* tidak masuk
ditambah
fluconazole Fluconazole
bukan AB,
masukkan
dalam SPO,
bukan
PPAB
No. Diagnosis Kuman Penyebab Rekomendasi Dosis Lama Ket
Antibiotik Pemberi-
an
23 Infeksi kaki 1-2 IDSA
Diabetik S.aureus (MSSA), minggu guideline
Mild Streptocomlus spp Clindamycin atau 300mg/6-8jam po
Levofloxacin atau 500mg/24jam
MRSA Amoxicillin- 365/8jam Erta
clavulanate tidak
MSSA, Strept spp, Doxycycline atau 100mg/12jam masuk
Moderate atau Enterobacteriaceae, TMP-SMX 960mg/12jam fornas
severe obligat anaerob Levofloxacin atau
ceftiaxone atau
ampi/sulbac* atau
MRSA moxifloxacin*
atau levo/cipro
ditambah
Ps aeruginosa clindamycin
MRSA, ertapenem Sesuai
Enterobacteriaceae, Linezolid hasil
Ps aeruginosa dan Vancomycin kultur
obligat anaerob
Piperasilin-
tazobaktam*
Vancomycin atau
Carbapenem atau
Ceftazidime +
metronidazole
atau
Cefepime +
metronidazole

No. Diagnosis Kuman Rekomendasi Dosis Lama Ket


Penyebab Antibiotik Pemberi-
an
24 Febrile neutropeni Low risk Kombinasi : Sampai
ANC
Ciprofloxacin + >500
amox-clav Dan kultur

Atau

ciprofloxacin +
clindamycin

atau IDSA guide


High risk
monoterapi : Bila
hipotensi,
ciprofloxacin pneumonia
atau
levofloxacin

monoterapi :

cefepime atau
meropenem atau
imipenem-
cilastatin atau
pip-tazo

dapat
kombinasi
dengan
aminoglikosida
atau
fluorokuinolone

ditambah
Flukonazole
25 Skin-soft tissue 1-2
infection minggu
Nonpurulen(Selulitis,
Erisipelas, IDSA guide
necrotizing)
Mild
Clindamycin po 300mg/6jam po
Moderate atau sefalosforin
po
Severe Dapatkah
Ceftriaxon iv or 30mg/kgBB dosis moderate,
clinda oral terbagi ceftri diganti
Purulen (furunkel, cefo-zul
karbunkel, abses) Vancomycin
-Mild or moderate +
pip-tazobactam*
960mg/12jam po Purulen :
-Severe 100mg/12jam po Insisi
30mg/kgBB dosis drainage
terbagi
600mg/12jam Bagaimana
dengan
TMP-SMZ vanco?
atau (kalau bisa,
doxycycline disimpan)

*Persetujuan
Vancomycin PPRA?
atau Linezolid*