Anda di halaman 1dari 13

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

MAJALENGKA
PENANGANAN BAYI BARU LAHIR

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 ½
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Penanganan yang dilakukan pada saat bayi baru lahir dengan persalinan
spontan atau dengan tindakan (Vacum Ekstraksi, Forcep) atau bayi yang
lahir dengan cara Sectio Caesar
2. Tujuan 2.1 Merangsang dan mempertahankan pernafasan normal (RR : 40 – 60
kali/menit, nafas spontan dengan irama regular
2.2 Mempertahankan suhu tubuh normal (36,5 - 370C)
2.3 Mencegah terjadinya komplikasi / infeksi
3. Kebijakan 3.1 Dilakukan pada semua bayi baru lahir yang lahir di Rumah Sakit
Umum Daerah Majalengka
3.2 Petugas yang menangani adalah perawat / bidan ruang Perinatal
3.3 Penanganan bayi baru lahir dilakukan di tempat bayi lahir
4. Prosedur 4.1 Persiapan alat : Pengisap lendir, Stetoscope, Termometer, Metline,
Timbangan bayi, Waslap, Baby Oil/minyak, Selimut/pakaian bayi,
Umbilical clamp, Kapas alcohol, Kasa steril, Aquadest, Ambu bag,
Dispossible 1cc (2 buah), Dispossible 5cc (1 buah), Dispossible 10cc
(1 buah), ETT (1 set), Catatan kecil, kain planel 3 lembar (diasiapkan
dari rumah sakit), gunting tali pusat, pengikat tali pusat, nasal kanul
4.2 Persiapan obat : Oksigen central/Tabung kanul, Aminophillin,
Epinefrin, Meylon 84 (Natrium Bicarbonat), Vitamin injeksi
4.3 Persiapan tempat : Infant Warmer/Meja tindakan dengan lampu sorot
berkekuatan 45-60 cm, Suhu ruangan diatas 24-260 cc
4.4 Penatalaksanaan :
4.4.1 Dekatkan alat-alat dan obat-obatan dengan meja tindakan
4.4.2 Kenakan pakaian khusus
4.4.3 Cuci tangan
4.4.4 Pakai sarung tangan
4.4.5 Bentangkan duk kecil diatas tangan
4.4.6 Bawa bayi ke meja tindakan
4.4.7 Bantu DSA/dokter jaga mengisap lendir dari jalan nafas
4.4.8 Bersihkan bayi dengan waslap dan minyak, keringkan dengan
kain / handuk kering
4.4.9 Ikat / klaim tali pusat
4.4.10 Berikan penilaian APGAR score selama tindakan
4.4.11 Bantu DSA/dokter jaga melakukan resusitasi jika bayi
mengalami aspixia sesuai dengan derajat aspixia

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA
PENANGANAN BAYI BARU LAHIR

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 2/2
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
4.4.12 Berikan terapi oksigen 2 – 3 ltr
4.4.13 Ukur tanda-tanda vital
4.4.14 Timbang BB, Ukur : TB, Lingkar kepala, Lingkar dada,
Lingkar perut, panjang tangan, PK frontal symphisis kaki LLA
4.4.15 Lakukan pemeriksaan fisik
4.4.16 Bungkus bayi dengan kain bersih dan kering
4.4.17 Cuci tangan bawa bayi keruang perawatan
4.4.18 Berikan bayi therapy popilaksis (tetes mata) dan Vit K IM
sesuai dengan keadaan umum bayi
4.4.19 Hangatkan bayi dalam incubator
4.4.20 Berikan therapy sesuai dengan advis dokter
4.4.21 Pemeriksaan Laboratorium rutin : Hb, Leukosit, Trombosit,
dan Golongan Darah setelh bayi stabil dan peeriksaan
Laboratorium yang lai n sesuai dengan indikasi
4.4.22 Lakukan rawat gabung bila diindikasikan
4.4.23 Catat hasil temuan/ observasi
4.4.24 Dokumentasikan hasil temuan dan askep yang telah dilakukan
dalam buku rekam medis
5 Unit Terkait 5.1 OK
5.2 VK
5.3 IGD
5.4 Ruang VIP
5.5 Ruang Bougenvil
5.6 Ruang Perinatal

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA
MENYUSUKAN BAYI LANGSUNG PADA IBUNYA

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 ½
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 2 Agustus 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Membantu bayi menyusu pada ibunya dengan teknik yang benar
2. Tujuan 2.1 Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
2.2 Untuk merangsang refleks isap bayi
2.3 Untuk merangsang produksi ASI
2.4 Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
2.5 Mencegah terjadinya infeksi
2.6 Bayi mendapatkan zat antibody untuk kekebalan bayi
3. Kebijakan 3.1 Keberhasilan menyusui bagian dari manajemen pelayanan kesehatan
ibu dan bayi
3.2 Ibu dapat menyusui bayinya dalam 60 menit setelah melahirkan
3.3 Petugas yang melaksanakan tindakan adalah perawat/bidan di Ruang
Perinatal, Nifas, Bougenvile, VIP, Melati atau IGD
4. Prosedur 4.1 Persiapan Alat
4.1.1 Kapas bulat/kassa
4.1.2 Air dalam Kom
4.1.3 Bengkok
4.2 Persiapan Pasien
4.2.1 Bayi dirapihkan
4.2.2 Mengecek identitas bayi
4.2.3 Ibu diberitahu
4.2.4 Ibu disiapkan dalam keadaan bersih dan rapih
4.3 Persiapan Lingkungan
4.3.1 Jendela dan pintu ditutup
4.3.2 Memasang penyekat atau scherm
4.4 Pelaksanaan
4.4.1 Mencuci tangan
4.4.2 Ganti pakaian bayi jika kotor
4.4.3 Ibu disiapkan dalam posisi duduk yang nyaman
4.4.4 Bayi dibawa dan diberikan pada ibunya
4.4.5 Puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan kapas yang
dibasahi dengan air matang
4.4.6 Mengecek pengeluaran ASI apakah memancar atau tidak, ASI
dikeluarkan sedikit lalu dioleskan ke sekitar puting susu.
4.4.7 Bayi diletakan menghadap ke ibu dengan posisi :
- Perut bayi menempel pada perut ibu
- Dagu bayi menempel ke payudara ibu

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA
MENYUSUKAN BAYI LANGSUNG PADA IBUNYA

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 2/2
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 2 Agustus 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
4.4.8 Bayi disusukan dengan cara bergantian, payudara kiri dan
kanan sampai bayi merasa kenyang
4.4.9 Setelah selesai menyusu, mulut bayi dan sekitarnya di
bersihkan dengan kapas basah
4.4.10 Putting susu ibu dibersihkan dengan kapas basah
4.4.11 Bayi diangkat dan ditengkurapkan diatas bahu perawat atau
ibunya sambil ditepuk-tepuk punggungnya agar sendawa
4.4.12 Bayi dan ibu dirapihkan
4.4.13 Bayi ditidurkan dengan posisi kepala dimiringkan didekat
ibunya (rawat gabung)
4.4.14 Bila pakaian bayi basah atau kotor diganti
5. Unit Terkait Ruang Perinatologi
Ruang VK
Ruang Bougenvil
Ruang VIP
Ruang Melati
Ruang IGD

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA PENYULUHAN P2ASI TERHADAP IBU YANG
TELAH MELAHIRKAN / POST NATAL
Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :
Telp.(0233) 281043 – 281179 3 ½
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Memberikan penyuluhan P2-ASI kepada ibu-ibu yang telah melahirkan
2. Tujuan Ibu dapat memberikan ASI semaksimal mungkin kepada bayinya dan bisa
melaksanakan dengan cara meneteki yang benar
3. Kebijakan 3.1 Mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk kebijakan
menyusui termasuk tanda rumah sakit Majalengka saying ibu bayi
3.2 Memberikan penyuluhan P2 ASI merupakan bagian dari 10
langkah keberhasilan menyusui
3.3 Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh petugas (perawat/bidan)
dimana ibu di rawat
4. Prosedur 4.1 Waktu
- Tiap hari jam 8.30 s/d selesai
- Tiap 1 minggu 1 x jam 9.00 s/d selesai
4.2 Tempat
- Di ruang Perinatologi
- Di ruang Teratai, tiap kamar
4.3 Metode
- Memberikan penyuluhan secara langsung dan tanya jawab
- Mengadakan ceramah
- Menggunakan alat bantu (gambar)
- Mengerjakan demonstrasi
- Mengadakan tanya jawab
4.4 Materi penyuluhan
- Menjelaskan manfaat colostrum dan ASI
- Menjelaskan makanan yang sehat dan bergizi
- Menjelaskan perawatan payudara
- Menjelaskan cara menetekan yang benar
- Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin
(tidak dijadwal)
- Menganjurkan ASI diberikan ekslusif sampai 6 bulan
4.5 Sasaran
- Ibu menyusui
- Keluarga pasien

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA PENYULUHAN P2ASI TERHADAP IBU YANG
TELAH MELAHIRKAN / POST NATAL
Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :
Telp.(0233) 281043 – 281179 2/2
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
4.6 Evaluasi
- Ibu mengerti tentang manfaat colostrums dan ASI
- Ibu mengerti tentang makanan yang bergizi
- Ibu mengerti dan bisa melakukan perawatan payudara
- Ibu mengerti cara menetekan yang benar
- Ibu mengerti dan mau menetekan bayinya sesering mungkin
- Keluarga mendukung dengan adanya penyuluhan P2 ASI
- Ibu mengerti tentang pemberian ASI ekslusif sampai umur bayi
6 bulan
5. Unit Terkait 5.1 Ruang Perinatologi
5.2 Ruang Nifas
5.3 Ruang Bougenvil
5.4 Ruang VIP
5.5 Klinik Laktasi
5.6 Klinik Kebidanan
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 1/1
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Suatu tindakan pemberian vaksin Hepatitis B pada bayi baru lahir melalui
intra muskuler
2. Tujuan Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus
Hepatitis B
3. Kebijakan Dilakukan pada setiap bayi sehat dengan berat badan ≥ 2000 gram
4. Prosedur A. Persiapan alat
- Sepasang sarung tangan bersih
- Alat suntik Prefilled Injection Device (PID), jenis alat suntik yang
telah berisi vaksin dosis tunggal dari pabriknya, berisi vaksin
Hepatitis B 0,5 ml
- Kapas alkohol
B. Pelaksanaan
- Perawat / bidan mencuci tangan
- Gunakan sarung tangan bersih
- Posisikan bayi terlentang
- Keluarkan PID dari kemasan, dorong dan tekan dengan cepat
penutup jarum ke dalam port, jarak antara penutup jarum dengan
port akan hilang dan terasa ada klik
- Oleskan kapas alkohol di 1/3 paha luar (antero lateral) bayi
sebelah kanan
- Pegang paha bayi sebelah kanan dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Buka penutup jarum, pegang PID pada port dan suntikan jarum
dengan sudut 90° di 1/3 paha luar (antero lateral) bayi sebelah
kanan
- Tekan reservoir (gelembung vaksin) untuk mengeluarkan vaksin
- Sesudah reservoir kempes, tarik PID keluar
- Tekan paha yang telah di suntik dengan kapas alkohol
- Membereskan alat-lat
- Perawat/ bidan mencuci tangan
- Perawat/bidan mendokumentasikan hasil tindakan
5. Unit Terkait R. Perinatologi

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


MAJALENGKA
PEMERIKSAAN RADIOLOGI / PEMERIKSAAN PENUNJANG

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 1/1
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Mengantar bayi ke bagian Radiologi
2. Tujuan 2.1 Mempermudah untuk menentukan diagnose
2.2 Mempermudah untuk menentukan pengobatan
3. Kebijakan 3.1 Rumah Sakit Majalengka sebagai rumah sakit saying ibu bayi harus
memberikan pelayanan neonatus secara komprehensif
4. Prosedur 4.1 Persiapan alat
4.1.1 Formulir pemeriksaan
4.1.2 O2 bila perlu
4.2 Cara kerja
4.2.1 Memberitahu keluarga bayi
4.2.2 Memberitahu petugas Radiologi
4.2.3 Mengisi formulir pemeriksaan dengan jelas mengenai :
- Nama bayi
- Umur
- Alamat
- Dokter yang meminta
- Jenis pemeriksaan
- No. Medrek
- Jenis kelamin
- Nama ruangan
- Membawa bayi ke bagian Radiologi, bila sesak
memakai O2.
- Menyerahkan lest bayi dan formulir pemeriksaannya
- Menidurkan bayi di meja pemeriksaan
- Menanggalkan pakaian bayi
- Memberitahu petugas Radiologi bahwa bayi telah siap
- Setelah selesai pemeriksaan bayi dirapihkan kembali dan
dibawa lagi ke ruangan
5. R. Perinatologi
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
RAWAT GABUNG

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 2 ½
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Adalah perawatan dimana bayi baru lahir ditempatkan bersama ibunya
dalam suatu ruangan. Hal ini dimaksudkan agar bayi mudah dijangkau
oleh ibunya selama 24 jam/hari sehingga memungkinkan pemberian ASI
kepada bayi sesuai dengan kebutuhannya
2. Tujuan 2.1 Agar bayi segera mendapatkan Colostrum maupun Air Susu Ibu
2.2 Agar bayi memperoleh stimulasi mental dini demi tumbuh kembang
2.3 Agar ibu mendapat pengalaman dalam hal merawat payudara dan cara
menyusui yang benar
2.4 Agar ibu dan keluarganya mendapatkan pengalaman cara merawat
bayi baru lahir
2.5 Agar bayi bisa mendapat ASI setiap saat ia inginkan
3. Kebijakan 3.1 Komunikasi antara petugas kesehatan dengan orang tua sangat
penting dalam menunjang kelancaran perawatan rawat gabung
3.2 Setiap tindakan yang akan dilakukan pada bayi harus diinformasikan
dengan jelas untuk mencegah terjadinya salah persepsi dan
mengurangi kecemasan orang tua
3.3 Jika tiba-tiba bayi menjadi bermasalah, perawat/bidan ruangan nifas,
Bougenvil, atau VIP konsul kepada dr spesialis anak atau dr.jaga
(diluar jam kerja).
4. Prosedur 4.1 Persiapan
4.1.1 Persiapan tempat
4.1.2 Box bayi
4.1.3 Alat tenun
4.1.4 Pakaian bayi
4.2 Bayi lahir ditangani sesuai dengan prosedur
4.3 Dokter spesialis anak memeriksa bayi atau mendelegasikan dokter
jaga untuk menentukan adanya indikasi rawat gabung
4.4 Semua yang memenuhi syarat untuk digabung bersama ibu dengan
memperhatikan kesiapan dan kondisi ibu, terutama ibu post SC
dengan anesthesia umum dan post partum spontan dengan disertai
penyakit
4.5 Bayi diletakkan di dekat ibunya
4.6 Perawat di ruang rawat gabung harus mengawasi agar bayi
disusukan paling sedikit 8 kali dalam 24 jam tanpa perlu dilakukan
penjadwalan (sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bayi – on
demand feeding).
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
RAWAT GABUNG

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 2/2
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
Setiap kali menyusukan bayi harus mendapatkan susu dari kedua
payudara secara bergantian
4.7 Pada hari pertama bayi tidak boleh diberi “Prelacteal Feeding”
(larutan gula, madu, air putih). Bayi harus segera mendapatkan ASI
dari ibunya, bila pada hari berikutnya ASI belum keluar dan bayi
rewel boleh diberi minum akan tetapi harus diberikan dengan sendok
5. Unit Terkait
5.1 Ruang Perinatal

5.2 Ruang Nifas

5.3 Ruang Bougenvil

5.4 Ruang VIP


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
PERAWATAN NIFAS

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1. Pengertian Adalah suatu cara perawatan pada ibu dengan masa nifas (puerperium)
yaitu masa dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu
2. Tujuan 2.1 Untuk menilai keadaan ibu
2.2 Untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang
terjadi pada masa nifas
3. Kebijakan 3.1 Fasilitas pelayanan maternal dan perawatan bayi harus memberikan
Pelayanan nifas sesuai dengan SOP yang berlaku
3.2 Petugas yang melakukan perawatan nifas adalah perawat/bidan ruang
Nifas, Bougenvile, atau VIP
4. Prosedur Masa 2 – 6 Jam Post Partum
1.1 Atur posisi ibu agar nyaman, apakah duduk bersandarkan bantal atau
berbaring miring
1.2 Kaji kesehatan umum
- Menanyakan perasaan ibu dan keluhan yang dirasakan ibu
1.3 Pantau : Tensi, Nadi, Tinggi fundus uteri, dan kandung kemih serta
perdarahan yang terjadi (setiap 1 jam sekali), jika ada temuan yang
tidak normal lakukan observasi dan penilaian secara lebih sering dan
lapor pada dokter
1.4 Pantau suhu tubuh, jika suhu > 38°C lapor dokter
1.5 Kaji dan pemeriksaan payudara : pengeluaran colostrums, putting
susu dan masa pada payudara, berikan bayi kepada ibu dan anjurkan
untuk dipeluk dan diberi ASI
1.6 Ajarkan ibu dan keluarganya bagaimana menilai tonus dan
perdarahan uterus, juga bagaimana melakukan pemijatan jika uterus
menjadi lembek
Masa setelah 6 jam post partum
1.7 Memberi KIE tentang kebersihan diri, aktivitas, gizi ibi nifas,
perawatan payudara dan tali pusat, cara-cara mempertahankan atau
memperbanyak produksi ASI, cara memberi ASI pada ibu bekerja,
makanan ibu menyusui, KB, cara memandikan bayi, immunisasi dan
penanggulangan diare
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
PERAWATAN NIFAS

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 2
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
1.8 Memotivasi ibu pada saat pulang dari rumah sakit tentang manfaat
Klinik laktasi
1.9 Menganjurkan pada ibu untuk pemeriksaan masa nifas minimal 3 kali
(6 hari, 2 minggu dan 6 minggu setelah melahirkan)
2. Unit Terkait
2.1 Ruang Nifas

2.2 Ruang Bougenvil

2.3 Ruang VIP


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MAJALENGKA
ALUR PONEK

Jln. Kesehatan No. 77 Majalengka NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


Telp.(0233) 281043 – 281179 ½
Fak.(0233) 281179
DITETAPKAN DI MAJALENGKA
TANGGAL TERBIT : DIREKTUR RSUD MAJALENGKA

PROSEDUR TETAP 12 April 2015


Dr. H. Asep Suandi, M.Epid
Pembina Tk. I
NIP. 19640518 198903 1 007
5.5 Pengertian Alur atau urutan Pelayanan Obstetri Emergency Komprehensiff RS
24 jam untuk memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil,
ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir baik yang datang sendiri
atau atas rujukan kader masyarakat,Bidan di Desa, Puskesmas dan
Puskesmas PONED
5.6 Tujuan Sebagai acuan proses pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas
dan bayi baru lahir baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader
masyarakat,Bidan di Desa, Puskesmas dan Puskesmas PONED
5.7 Kebijakan Semua fasilitas penyedia pelayanan maternal dan perawatan bayi harus :
3.1 Menyelenggarakan pelayanan rujukan dua arah dan membina
jaringan rujukan pelayanan ibu dan bayi
3.2 Memberikan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Esensial Komprehensif
(PONEK)
5.8 Prosedur 4.1 Instalasi Gawat Darurat
4.1.1 Petugas Administrasi : melakukan pendaftaran pasien
4.1.2 Perawat : menerima pasien, memeriksa Airway, Breathing,
dan Cardiac, memperkenalkan diri dan menganamnesa dan
memeriksa Tanda – tanda Vital
4.1.3 Dokter Jaga

4.2 Ruang Kebidanan


4.2.1 Bidan

4.2.2 Dokter Obgin

4.3 Instalasi Farmasi

4.4 Instalasi Laboratorium

4.5 Kamar tindakan


Proscdur tindakan kasus rujukan sesuai Standar Pelayanan
Kcsehatan Maternal dan Perinatal

4.6 Kamar operasi


Prosedur operasi pada kasus rujukan

4.7 Kamar Bersalin (VK)


Prosedur pcrsalinan normal kasus rujukan sesuai Standar Pelayanan.

4.8 Ruang Nifas

4.9 Ruang Perinatologi


4.10 Petugas Supervisor
4.11 Petugas Supir Ambulance
4.12 Petugas satpam
5.9 Unit Terkait 5.10 Instalasi
Gawat Darurat
5.11 Ruang
Kebidanan (VK dan Nifas)
5.12 Instalasi
Bedah sentral
5.13 Ruang
Perinatologi
5.14 Satpam
5.15 Supir
Ambulance
5.16 Petugas
supervisor