Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap hari manusia terlibat pada suatu kondisi lingkungan kerja yang
berbeda-beda dimana perbedaan kondisi tersebut sangat mempengaruhi terhadap
kemampuan manusia. Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan
baik dan mencapai hasil yang optimal apabila lingkungan kerjanya mendukung.
Manusia akan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik apabila ditunjang
oleh lingkungan kerja yang baik.

Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan sebagai lingkungan kerja yang


baik apabila manusia bisa melaksanakan kegiatannya dengan optimal dengan
sehat, aman dan selamat. Ketidakberesan lingkungan kerja dapat terlihat akibatnya
dalam waktu yang lama. Lebih jauh lagi keadaan lingkungan yang kurang baik
dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak yang tentunya tidak
mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien dan produktif.

Suhu dan kelembaban merupakan salah satu hal yang menentukan


kenyamanan seorang pekerja dalam bekerja. Suhu yang terlalu panas dan
kelembaban yang terlalu rendah dapat membuat pekerja kelelahan. Sedangkan
suhu yang terlalu rendah dan kelembaban yang tinggi dapat mengakibatkan
pekerja mudah mengalami hipotermia. Maka didalam makalah ini kelompok kami
akan membahas mengenai faktor fisik lingkungan yang mempengaruhi pekerja,
terutama suhu dan kelembaban.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan suhu dan kelembaban ?
2. Apa sumber-sumber yang mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam dunia
kerja ?
3. Apa efek / dampak yang ditimbulkan dari pengaruh suhu dan kelembaban
dalam dunia kerja ?
4. Berapa nilai ambang batas suhu yang diperbolehkan dalam dunia kerja ?
5. Bagaimana cara pengukuran suhu dan kelembaban ?
6. Bagaimana cara pengendalian suhu dan kelembaban dalam dunia kerja ?
7. Apa dampak yang ditimbulkan apabila pekerja terpapar suhu yang tidak
sesuai ?

C. Tujuan
1. Mengetahui tentang suhu dan kelembaban.
2. Mengetahui sumber-sumber yang mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam
dunia kerja.
3. Mengetahui efek / dampak yang ditimbulkan dari pengaruh suhu dan
kelembaban dalam dunia kerja.
4. Mengetahui nilai ambang batas suhu yang diperbolehkan dalam dunia kerja.
5. Mengetahui cara pengukuran suhu dan kelembaban.
6. Mengetahui cara pengendalian suhu dan kelembaban dalam dunia kerja.
7. Mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila pekerja terpapar suhu yang
tidak sesuai.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Suhu Udara
Lingkungan kerja dapat dirasakan nyaman manakala ditunjang oleh
beberapa faktor, salah satu faktor yang memberikan andil adalah suhu udara. Suhu
udara dalam ruangan kerja merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan
oleh manajemen perusahaan agar karyawan dapat bekerja dengan menggunakan
seluruh kemampuan sehinggan menciptajkan hasil yang optimal. Selain suhu
udara, sirkulasi udara di tempat kerja perlu diperhatikan juga.Bila sirkulasi udara
baik maka udara kotor yang ada dalam ruangan bisa diganti dengan udara yang
bersih yang berasal dari luar ruangan.
Berbicara tentang kondisi udara maka ada tdua hal yang menjadi fokus
perhatian yaitu kelembaban dan suhu udara. Kedua hal tersebut sangat
berpengaruh terhadap aktivitas para pekerja.Bagaimana seorang staf administrasi
dapat bekerja secara optimal bila keadaan udaranya sangat gerah. Hal tersebut
akhirnya dapat menurunkan semangat kerja karena dipengaruhi oleh turunnya
konsentrasi dan tingkat stress karyawan. Mengenai kelembaban, suhu udara dan
sirkulasi udara dijelaskan oleh Sritomo Wignosubroto (1989:45) sebagai berikut:
a. Kelembaban
Kelembaban udara adalah banyaknya air yang terkandung di dalam udara.
Kelembaban ini sangat berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara.
Suatu keadaan di mana temperatur udara sangat panas dan kelembaban tinggi
akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran.
b. Suhu Udara
Tubuh manusia akan selalu berusaha untuk mempertahankan keadaan normal
dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan yang terjadi di luar tubuh tersebut. Produktivitas
manusia akan mencapi tingkat yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24-
27ºC.

3
B. Sumber Suhu dan Kelembaban
Ada beberapa hal yang mempegaruhi suhu dan kelembaban di lingkungan
kerja, diantaranya :
a. Pendingin/penghangat ruangan
b. Sirkulasi udara
c. sumber-sumber panas seperti mesin-mesin produksi
d. Pakaian yang digunakan oleh pekerja
e. Beban pekerjaan
f. Karakteristik pekerjaan

C. Efek Suhu dan Kelembaban Yang Tidak Sesuai


Dua hal utama yang menjadi akibat dari tidak sesuainya suhu lingkungan
kerja terhadap pekerja. Kedua hal tersebut adalah menurunnya produktivitas
perja tersebut dan para pekerja akan mudah terkena kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja. Kedua hal tersebut bisa kita jabarkan sebagai berikut :
1. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan banyaknya kalori yang digunakan
selama seseorang bekerja. Sehingga pekerja akan mudah kelelahan.
2. Rendahnya suhu ruangan juga dapat mengakibatkan menurunya konsentrasi
pekerja akibat mengalami kedinginan.
3. Suhu yang tidak sesuai juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
Baik yang terjadi pada saat pekerja terpapar suhu yang tidak sesuai, maupun
setelah pekerja tersebut pensiun.

D. Nilai Ambang Batas

Sumber : PERMENAKER 13/2011

4
Pada PERMENAKER tersebut dijelaskan bahwa, setiap jenis pekerjaan memiliki
standar suhu yang diperbolehkan. Standar suhu tersebut dihitung dengan
memperhatikan waktu bekerja dan besarnya kalori yang dihasilakan selama
bekerja. Ada pun penilaian apakah orang tersebut bekerja pada kategori pekerjaan
ringan, sedang atau berat adalah sebagi berikut :
- Beban kerja ringan membutuhkan kalori 100 – 200 kilo kalori/jam
- Beban kerja sedang membutuhkan kalori >200 – 250 kilo kalori/jam
- Beban kerja berat membutuhkan kalori >350 - 500 kilo kalori/jam

E. Cara Pengukuran
1. Suhu
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu
suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu
menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu
benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun
gerakan di tempat getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda,
makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur yang diukur
dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal
adalah Celsius, Reumur,Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan antara satu jenis
termometer dengan termometer lainnya mengikuti:

- C:R:(F-32) = 5:4:9 dan


- K = C + 273.(derajat)
2. Kelembapan
Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini
dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau
kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebu-
ah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam
sebuah bangunan dengan sebuah pengawalembap (dehumidifier). Dapat
dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara.
Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan
suhu. Sedangkan suhu dan kelembaban udara dapat diukur bersama-sama
dengan menggunakan psychrometer

5
F. Cara Pengendalian
Ada 6 hirarki pengendalian yang digunakan untuk mengatasi ganguang
pekerjaan akibat suhu dan kelembaban, yaitu :
1. Metode Eliminasi
Eliminasi adalah metode pengendalian suhu dan kelembaban dengan cara
menghilangkan sumber suhu dan kelembaban yang mengganggu pekerja.
Seperti misalnya mematikan mesin pendingin pada gudang penyimpanan
makanan beku sebelum karyawan masuk kedalamnya untuk mengambil
barang.
2. Substitusi
Substitusi adalah metode pengendalian terhadap objek yang menjadi sumber
suhu dan kelembaban dengan cara menggantinya. Seperti misalnya meng-
ganti mesin pengupas padi yang menggunakan disel dengan mesin
pengupas padi yang menggunakan tenaga listrik.
3. Isolasi
Isolasi merupakan pengendalian ter-hadap terpaparnya suhu / kelem-baban
yang tidak baik bagi pekerja. Misalnya dengan membuat tempat khusus
untuk meletakan steam boiler pada pabrik sawit agar para pekerja tidak
terpapar panasnya.
4. Pengendalian Teknik
Pengendalian Teknik merupakan peng-endalian yang menggunakan alat
bantu lain agar tidak terjadi suhu / kelembaban yang tidak diinginkan.
Misalnya dengan cara memasang pendingin udara pada ruanga kerja kita.
5. Pengendalian Administrasi
Merupakan pengendalian dengan cara mengatur shif kerja karyawan sesuai
dengan NAB suhu yang telah di-tentukan. Misalnya seorang pekerja berat
yang bekerja pada suhu 27°c hanya boleh bekerja 50% dari waktu bekerja
selama 8 jam / hari, kemudian diganti oleh pekerja lain.

6
6. APD ( Alat Pelindung Diri )
APD digunakan apabila kelima cara pengendalian yang sudah dijelaskan
diatas tidak bisa dipakai pada suatu pekerjaan tertentu yang terpapar oleh
suhu dan kelembaban yang tidak layak. Misalnya karyawan yang bekerja
pada pengelasan konstruksi bangunan harus menggunakan pakaian anti api
agar kulit mereka tidak rusak karena terpapar suhu tinggi dari api
pengelasan.

G. Dampak Terpapar Suhu Yang Tidak Sesuai


1. Kejang Panas ( Heat Cramps )
Dapat terjadi sebagai kelainan sendiri atau bersama-sama kelelahan panas.
Kejang otot timbul secara mendadak, terjadi setempat atau menyeluruh,
terutama pada otot ekstremitas dan abdomen. Penyebab utamanya adalah
defisiensi garam. Kejang otot yang berat dalam udara panas menyebabkan
keringat diproduksi banyak, bersama dengan keluarnya keringat, hilamg
sejumlah air dan garam. Gejalanya adalah gelisah, kadang-kadang berteriak
kesakitan, suhu tubuh dapat normal atau sedikit meninggi.
2. Kelelahan Panas ( Heat Exhaustion )
Kelelahan panas timbul akibat kolaps sirkulasi darah perifer karena dehidrasi
dan defisiensi garam. Dalam usaha menurunkan panas, aliran darah ke perifer
bertambah, yang mengakibatkan pula produksi keringat bertambah.
Penimbunan darah perifer menyebabkan darah yang dipompa dari jantung ke
organ-organ lain tidak cukup sehingga terjadi gangguan. Gejalanya : kulit
pucat, dingin, basah dan berkeringat banyak, merasa lemah, sakit kepala,
pusing, vertigo, badan terasa panas, sesak nafas, palpitasi dan lain-lain.
3. Sengatan Panas ( Heat Stroke, Heat Pyrexia, Sun Stroke )
Heat stroke, adalah suatu keadaan yang bias berakibat fatal, yang terjadi
akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak
dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya.
Jika tidak segera diobati, bias menyebabkan kerusakan yang permanent atau
kematian.

7
Dengan tanda dan gejala sebagai berikut :
a. Sakit kepala, perasaan berputas (vertigo).
b. Denyut jantung meningkat dan bias mencapai 160-180 kali/menit
(normal 60-100 kali/menit).
c. Suhu tubuh meningkat sampai 400-410C, menyebabkan perasaan seperti
terbakar.

8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Lingkungan kerja yang nyaman sangat dibutuhkan oleh pekerja untuk
dapat bekerja secara optimal dan produktif, oleh karena itu lingkungan kerja
harus ditangani dan atau di desain sedemikian sehingga menjadi kondusif
terhadap pekerja untuk melaksanakan kegiatan dalam suasana yang aman dan
nyaman. Evaluasi lingkungan dilakukan dengan cara pengukuran kondisi tempat
kerja dan mengetahui respon pekerja terhadap paparan lingkungan kerja.
Suhu merupakan salah satu indikator yang menentukan kenyamanan
lingkungan kerja. Suhu harus diatur sedemikian rupa agar sesui dengan kondisi
pekerjaan. Sesuai dengan NAB yang telah ditetapkan melalui PERMENAKER,
maka sudah sangat jelas bahwa mana suhu yang diperbolehkan dan mana yang
tidak. Secara umum NAB yang diperbolehkan bagi seorang pekerja itu adalah
27,5-32,2°c, sedangkan kelembaban berkisar antara 40-60%.

B. Saran
1. Setiap perusahaan atau lembaga yang mempekerjakan para tenaga kerja mesti
memperhatikan setiap aspek dalam mendukung aktivitas bekerja
karyawannya.
2. Setiap perusahaan atau lembaga yang mempekerjakan para tenaga kerja mesti
mematuhi NAB suhu yang dikeluarkan pemerintah.
3. Perlu adanya pengawasan berkala dari instansi terkait maupun perusahaan
atau lembaga itu sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan
pekerja.

9
DAFTAR PUSTAKA
 http://askepitha.blogspot.com/2012/11/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi.html. Diakses, 28 September 2014
 http://donyekoprasetyo.wordpress.com/2012/03/14/lingkungan-kerja/.
Diakses, 28 September 2014
 http://putrakolut.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi.html. Diakses, 28 September 2014
 http://aplikasiergonomi.wordpress.com/2012/06/11/dampak-suhu-bagi-tubuh-
manusia/ . Diakses, 30 September 2014
 http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu. Diakses, 30 September 2014

10