Anda di halaman 1dari 2

Waterproofing dan Cara Pasang Pada

Bangunan Anda
Waterproofing pada dasarnya merupakan elemen penting dalam sebuah perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan sebuah property, baik itu rumah tinggal, ruko, gedung perkantoran dan hotel serta
struktur penampungan air atau sering disebut watertank.

Struktur yang perlu menyertakan waterproofing dalam perencanaan dan pelaksanaan diantaranya ;

1. Basement, (area ini rentan terjadi kebocoran dari penetrasi air tanah)
2. Watertank, (GWT, STP, WTP)
3. Gutter (saluran air)
4. Toilet
5. Balocone
6. Atap atau roof deck
7. dan lainnya yang berhubungan dengan air dan cairan
Pada dasarnya beton di Indonesia
(entah di negara lain) tidak memiliki sifat kedap air sehingga bantuan material waterproofing sangat
diperlukan, hal ini dipengaruhi dari komponen dan komposisi / kandungan yang terdapat pada beton itu
sendiri padahal syarat beton kedap air atau bahasa keren-nya "watertight concrete" menurut standard
uji DIN 1048 menyatakan bahwa toleransi permeabilitas pada beton kedap air adalah tidak lebih dari 5
cm.
Penetrasi air pada beton tidak hanya menggangu pengguna dan penghuni namun lebih daripada itu,
bahwa pada struktur beton terdapat system penulangan / pembesian yang mudah sekali korosi dengan
terjadinya proses elektrokimia sehingga terjadi degradasi logam akibat reaksi redoks antara logam dan
zat lain (termasuk air terlebih mengandung zat lain). dan proses korosi ini harus dihindari karna
degradasi besi tulangan pada beton mengakibatkan dimensi dan kekuatan tulangan beton akan
berkurang seiring dengan berjalannya waktu. bisa dilihat secara kasat mata bahwa beton yang sering
mengalami kebocoran memiliki tanda berwarna kuning atau jingga dan ini lah pertanda tulangan telah
terdegradasi.

Bayangkan terjadi 20% degradasi besi dalam jangka waktu 2 tahun pada struktur beton !!! akibatnya
dalam waktu 10 tahun hanya mengandalkan kekuatan lekat beton namun tidak memiliki sifat kuat
lentur dan kuat geser.

Untuk itulah hadir Pabrikan yang memproduksi bahan atau material waterproofing dengan berbagai
merk dan jenis seperti Fosroc, Sika, BASF, Bostik, Estop dan banyak lainnya (lihat di laman PRODUK
REKANAN ).

Dan semua pabrikan membuat dan menciptakan material lapisan kedap air ini dengan berbagai macam
jenis, tujuannya bukan untuk membuat ragam produk namun lebih kepada ketahanan sebuah komponen
terhadap fungsi beton itu sendiri, contoh waterproofing cementious slurry (2 komponen) yang memiliki
sifat rigid atau kaku tidak baik digunakan untuk area atap dak yang memiliki sifat muai susut namun
jenis ini lebih baik jika digunakan pada area toilet, ground watertank, kolam dan lainnya yang tidak
memiliki sifat muai susut dan perbandingan lainnya (silahkan KLIK DISINI untuk konsultasi dengan kami)

Jenis material waterproofing yang sering digunakan diantaranya :


1. Waterproofing membrane (baik bakar maupun tempel) pada dasarnya material ini
adalah torch on bitumen sheet atau self adhesive bitumen sheet, namun di Indonesia lebih
dikenal dengan membrane
2. Waterproofing Coating Cementious 2 komponen (baik slurry yang bersifat rigid atau
flexible)
3. Waterproofing Coating Cementious Crystaline 1 komponen
4. Waterproofing Coating Acrylic (copolymer)
5. Waterproofing Coating Polyurethane atau sering dikenal PU ( dibaca pi-yu )
6. Waterproofing Integral (hydropobik ataupun hidropibik), ini adalah material admixture
yang menciptakan beton kedap air
7. dan banyak lainnya termasuk berbahan dasar epoxy dan polyurea.
Intinya adalah Bagaimana cara pasang waterproofing pada bangunan tergantung pada pemilihan jenis
material yang tepat pada lantai kerja rencana baru kemudian cari tahu apakah jenis tersebut
diproduksi oleh merk pabrikan, lalu pelajari technical datanya jika sudah dikelompokan pada kualitas
setara langkah selanjutnya adalah pemilihan Harga yang Tepat dengan kata lain WATERPROOFING
MURAH diantara merk lainnya dan bukan murah dibanding jenis lainnya.