Anda di halaman 1dari 22

UJIAN TENGAH SEMESTER

KIMIA FISIKA 3

NAMA : Annisa Rezky Fadillah

NIM : 15035094

PRODI : PENDIDIKAN KIMIA D

Dosen Pembimbing :

Dr. Rahadian Zainul S.Pd M.Si

Jurusan Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Padang

2017
SETIAP SOAL YANG DIKERJAKAN HARUS DISERTAI ILUSTRASI GAMBAR !

1. Konduktivitas molar larutan elektrolit pada 25°C 135.5 S cm2 mol-1 dan konsentrasinya 5.35 x
10-2 M. Hitunglah konduktivitas larutannya ?
Jawaban :
Diketahui : Λm = 135.5 S cm2 mol-1
C = 5.35 x 10-2 M
T = 25 °C
Ditanya : k ..?
𝑘
Dijawab : Λm = 𝐶

𝑘 = Λm . 𝐶
= 135.5 S cm2 mol-1 . 5.35 x 10-2 mol. dm-3
= 724.925 S cm2 10-2 .10-3 cm-3
= 0.725 10-2 cm-1

2. Sel konduktivitas mempunyai elektroda bidang yang sejajar, masing-masing luasnya 2,2
cm x 2,2 cm dan terpisah sejauh 2,75 cm. Jika sel diisi dengan larutan elektrolit, tahanannya
351 Ω. Berapakah konduktivitas larutannya?
Jawaban:
Diketahui : A = 2,2 cm x 2,2 cm = 4,84 cm2 = 4,84 10-4 m2
L = 2,75 cm
R = 351 Ω
Ditanya : K.?
l
Jawab : K = RA
2,75 cm
= 351 Ω x 4,84 10−4 m2
2,75 cm
= 1698,84

= 1,618 x 10-3 S cm-1


3. Pada 25 ℃ konduktivitas elektrolit kuat dalam air 109.9 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 untuk konsentrasi 6.2
𝑥 10−3 M dan 106. 1 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙−1 untuk konsentrasi 1.5 𝑥 10−2 𝑀. Berapakah
konduktivitas molar pembatas elektrolit itu?
Jawaban:

Diketahui:
Λ𝑚1 = 109.9 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
Λ𝑚2 = 106. 1 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
c1 = 6.2 𝑥 10−3 M
c1 = 1.5 𝑥 10−2 𝑀
Ditanya: Λ°𝑚?
Jawab:
1
Λ𝑚 = Λ°𝑚 𝐻 + − 𝒦 𝐶 2
1
Λ°𝑚 𝐻 + = Λ𝑚 + 𝒦 𝐶 2
1
Λ°𝑚 𝐻 + = 109.9 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 + (6.2 𝑥 10−3 M)2
Λ°𝑚 𝐻 + = 109.97𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
Untuk OH- maka:
1
Λ𝑚 = Λ°𝑚 𝑂𝐻 − − 𝒦 𝐶 2
1
Λ°𝑚 𝑂𝐻 − = 106. 1 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 + (1.5 𝑥 10−2 𝑀)2

Λ°𝑚 𝑂𝐻 − = 106.22𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1


Maka:
Λ°𝑚 = 𝑣+ 𝜆 + 𝑣− 𝜆
Λ°𝑚 = 109.97𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 +106.22𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
Λ°𝑚 = 216.19 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
4. Pada 25◦C, mobilitas ion negatif dalam elektrolit 1:1 dalam larutan berair adalah 6,85 x 10-8
m2 S-1 C-1. Hitunglah konduktivitas molar ion itu.
Jawaban:
Diketahui : U = 6,85 x 10-8 m2 S-1
T = 25◦C = 298 K
Ditanya : λ?
Jawab : λ = z U F
= 1 x 6,85 x 10-8 m2 S-1 C-1 x 9,65 x 10-4 C mol-1
= 66,1025 x 10-4 m2 S-1 mol-1
= 66, 1025. 10-4 m2 S-1 mol-1

5. Pada 25◦C, mobilitas ion Rb+ dalam larutan berair adalah 7,92 x 10-8 m2 s-1 V-1. Selisih
potensial antara kedua eletroda yang ditempatkan di dalam larutan 35,0 V. Jika elektroda itu
terpisah 8,00 mm. Berapakah kecepatan aliran ion Rb+?
Jawaban:
Diketahui :
𝐸 = 4.375 𝑥103 𝑉𝑚−1
𝜇 = 7.92 𝑥 10−8 𝑚−2 𝑠 −1 𝑉 −1
Ditanya ∶ s?
𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏:
𝑠 = 𝜇𝐸
𝑠 = 7.92 𝑥 10−8 𝑚−2 𝑠 −1 𝑉 −1 𝑥 4.375 𝑥103 𝑉𝑚−1
𝑠 = 34.65 𝑥 10−5 𝑚/𝑠

6. Berapakah fraksi arus total yang dibawa oleh Li+, jika arus mengalir melalui larutan LiBr
pada 25◦C?
Jawaban:
LiBr Li+ + Br-
Perbandingan fraksi mol arus total adalah
Li : Br
0,5 : 0,5
Karena jumlah fraksi arus total sama dengan 1, sama halnya dengan fraksi mol
dimana,
XA + XB = 1
XLi+ + XBr- = 1

7. Konduktivitas molar pembatas KCl, KNO3 dan AgNO3 adalah 149,9 S cm2 mol-1, 145,0 S
cm2 mol-1 (semua pada 25◦C). Berapakah konduktivitas molar pembatas dari AgCl pada
temperatur itu?
Jawaban:
Diketahui : KCl = 149,9 scm2mol-1
KNO3 = 145,0 scm2mol-1
AgNO3 = 133,4 scm2mol-1
Ditanya : konduktivitas molar pembatasa dari AgCl
Jawab :
KCl + AgNO3 AgCl + KNO3
149,9 scm2mol-1 + 133,4 scm2mol-1 133,4 scm2mol-1
16,5 scm2mol-1 133,4 scm2mol-1

Atau dengan cara

konduktivitas ion pembatas pada 298K untuk K+ adalah 73,5 S cm2 mol-1
untuk Cl- = Am (KCl) - Am° (K+)
= 149,9 S cm2 mol-1 - 73,5 S cm2 mol-1
= 76,4 S cm2 mol-1
Untuk NO3- = Am (KNO3) - Am° (K+)
= 145 S cm2 mol-1 - 73,5 S cm2 mol-1
= 71,5 S cm2 mol-1
Untuk Ag+ = Am (AgNO3) - Am° (NO3-)
= 133,4 S cm2 mol-1 – 71,5 S cm2 mol-1
= 61,9 S cm2 mol-1
Berdasarkan data diatas maka diketahui nilai Am (AgCl) adalah
AgCl = Am (Ag+) + Am° (Cl-)
= 61,9 S cm2 mol-1 + 76,4 S cm2 mol-1
= 138,3 S cm2 mol-1
8. Berapakah konduktivitas molar, konduktivitas dan tahanan (dalam sel dengan konstanta 0.206
cm-1) dari larutan asam asetat 0.040 M pada 25°C ? Gunakanlah pKa = 4.72 dan γ±= 1
Jawaban:
Diketahui : C = 0.206 cm-1
C = 0.04 M
pKa = 4.72
Jawab :
pKa = - log Ka
4.72 = -log Ka
Ka = 1.9 x 10-5

𝜆𝑜𝑚 = 349.6 + 40.9


𝜆𝑜𝑚 = 390.5 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
1⁄
𝐾𝑎 4𝑐 2
𝛼= {(1 + ) − 1}
2𝑐 𝐾𝑎
1⁄
1.9 𝑥 10−5 4(0.04) 2
𝛼= {(1 + ) − 1}
2 (0.04) 1.9 𝑥 10−5
1⁄
0.16 2
𝛼 = 2.375 𝑥 10−4 {(1 + ) − 1}
1.9 𝑥 10−5
1⁄
𝛼 = 2.375 𝑥 10−4 {(8422) 2 − 1}

𝛼 = 2.375 𝑥 10−4 𝑥 91.77


𝛼 = 217.96 𝑥 10−4
𝛼 = 0.22

𝜆𝑚 = 𝛼 𝜆𝑜𝑚

𝜆𝑚 = 0.22 𝑥 390.5 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1


𝜆𝑚 = 8.59 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
𝑘
𝜆𝑚 =
𝑐
𝑘
8.59 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 =
0.040
𝑘 = 8.59 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 𝑥 0.04 𝑚𝑜𝑙 𝑑𝑚−3
𝑘 = 0.3436 𝑆 𝑐𝑚−1

𝐶
𝑅=
𝑘
0.206 𝑐𝑚−1
𝑅=
0.344 𝑆 𝑐𝑚−1
𝑅 = 0.599 𝑆 −1

9. Pada 25°C, konduktivitas molar ion Li+, Na+, dan K+ adalah 38.7 S cm2 mol-1, 50.1 S cm2 mol-
1
dan 73.5 S cm2 mol-1. Berapakah mobilitas ketiga ion tersebut ?

Jawaban:

Diketahui :
T = 298 K
λ Li+ = 38.7 S cm-2 mol -1
λ Na+ = 50.1 S cm-2 mol -1
λ K+ = 73.5 S cm-2 mol -1
F = 9.64 x 104 C mol-1
Ditanya :
u (Mobilitas ion) ?
Jawab :
λ
u =
𝑧𝐹

38.7 S cm−2 mol−1


a) u (Li+) = 1 x 9.64 x 104 C mol−1
= 4.02 x 10-4 S C-1 cm-2

50.1 S cm−2 mol−1


b) u (Na+) = 1 x 9.64 x 104 C mol−1
= 5.19 x 10-4 S C-1 cm-2

73.5 S cm−2 mol−1


c) u (K+) = 1 x 9.64 x 104 C mol−1
= 7.57 x 10-4 S C-1 cm-2
10. Pada 20°C, konstanta difusi sebuah protein berbentuk bulat dalam air 7.1 x 10-1 l m2 s-1.
Volume spesifik parsial protein itu adalah 0.75 cm3 g-1. Viskositas air pada 20°C 1.00 x 10-3
kg m-1 s-1. Perkirakanlah massa molar protein tersebut ?
Jawaban:
11. Mobilitas ion NO3- dalam larutan berair pada 25°C adalah 7.4 x 10-3 m s-1 v-1. Hitunglah
konstanta difusi ion itu dalam air pada 25°C.
Jawaban:
Diketahui:
D = 7,4X10−8 𝑚2 𝑠 −1 𝑣 −1
T =25℃ +273℃ = 298°k
Ditanya : K =….?
Jawab :
𝐾.𝑇
D = 6𝜋𝑟
𝐾.298°𝐾
7,4X10−8 𝑚2 𝑠 −1 𝑣 −1 = 6 𝑋 3,14 𝑋4.59

𝐾 𝑋 298°𝐾
7,4X10−8 𝑚2 𝑠 −1 𝑣 −1 =
6 𝑋 3,14 𝑋4.59

639,91 x 10−8 𝑚2 𝑠 −1 𝑣 −1 = K x 298°k


K =2,147 10−16 J/atom K
Jadi,konstanta difusi ion adalah K =2,147 10−16 J/atom K

12. Koefisien difusi CCl4 dalam heptana pada 25°C adalah 3.17 x 10-9 m2 s-1. Perkirakanlah
waktu yang diperlukan oleh molekul CCl4 agar mempunyai akar pergeseran kuadrat rata-rata
5.0 mm.
Jawaban:

Diketahui : D = 3,17x 10-9m2s-1

 = 5 mm = 5x10-3m

Ditanya : t?
2
Jawab : D = 2 𝐼

(5x10−3 m)2
3,17x 10-9m2s-1 = 2𝑥𝐼

25x10−6 m2
3,17x 10-9m2s-1 = 2𝐼

6,34 m2s-1 I = 25x10−6 m2

25x10−6 m2
t = 6,34 𝑠−1

= 3.94x10-6 s

13. Sebuah makromolekul mempunyai koefisien difusi 4.0 x 10-11 m2 s-1 dalam air pada 20°C.
Viskositas air pada temperature itu 1.00 x 10-3 kg m-1 s-1. Asumsikanlah bahwa
makromolekul itu berbentuk bulat. Tentukanlah radius efektifitasnya.
Jawaban:

Diketahui : D = 4,0 x 10-11 m2 s-1


T = 293 K
ɳ = 1,00 x 10-3 kg m-1 s-1
k = 1,38 x 10-21
Ditanya : a….?
Jawab :
𝑘𝑇
𝑎=
6ɳ𝐷
1,38 𝑥10−21 𝑥 293 𝐾
=
𝑘𝑔 𝑚2
6 𝑥 3,14 𝑥 10−3 𝑥 4 𝑥 10−11
𝑠𝑀 𝑠

= 5,43 𝑥 10−7 𝑚

14. Perkirakanlah radius efektif molekul gula (sukrosa) dalam air 25°C, jika koefisien difusinya
: 5.2 x 10-6 cm2 s-1 dan viskositas air : 1.00 cP

Jawaban:
Diketahu : k = 1,38 x 10-21
T = 298 K
ɳ = 10-2 kg m-1 s-1
D = 5,2 x 10-6 cm2 s-1 = 5,2 x 10-10 m2 s-1
Ditanya: a….?
Jawab :
𝑘𝑇
𝑎=
6ɳ𝐷
1,38 𝑥10−21 𝑥 298 𝐾
=
𝑘𝑔 𝑚2
6 𝑥 3,14 𝑥 10−2 𝑠𝑀 𝑥 5,2 𝑥 10−10 𝑠

= 4,2 𝑥 10−9 𝑚

15. Koefisien difusi iod molekul dalam benzene adalah 2.13 x 10-5 cm2 s-1. Berapakah waktu
yang diperlukan oleh molekul untuk melompat sejauh 300 pm (lebih kurang panjang
lompatan dasar untuk gerakan translasi) ?

Jawaban:

Diketahui : D = 2,3x10-5 cm2s-1

ρ = 300 pm = 300x10-10cm

Z=1

Ditanya : t = ....?
𝑠
Jawab : V = 𝑡

𝑠
t=𝑣

𝜌
=𝑢

300x10−10cm
= 82,99𝑥10−5 𝑠−1 𝑣−1
= 3,61𝑥10−5 sucm-1

D = u x RT

DzF
U= 𝑅𝑇

2,3x10−5 cm2s−1 x 1 x 9500 Kg m2s2v−1mol−1


= 8,314 𝐾𝑔𝑚2 𝑠 −2 𝑚𝑜𝑙−1 𝐾−1 𝑥 298 𝑘

= 82,99𝑥10−5 𝑠 −1 𝑣 −1

16. Berapakah akar rata-rata kuadrat jarak yang ditempuh oleh :


a. Molekul iod dalam benzena
b. Molekul sukrosa dalam air pada 25°C dalam 1.0 detik ?
Jawaban:
3𝐾𝑇
a. C = √ 𝑚
3 𝑥 8,314𝑥10−1 𝑥 298
√ 254𝑥10−3 𝑘𝑔1 𝑚𝑜𝑙−1

√2,926𝑥 10−4
1,71x10-2 mol S-1
2𝐷𝑡
b. X2 = 𝜋
2 x 5x10−6 cm2S−1 x 15
3,14

10−5 𝑐𝑚2
3,14

3,18x10-6 cm2
X = √3,18x10-6 cm2
1,78 x10-3 cm

17. Secara rata-rata , berapa lamakah molekul dalam soal No 16 mengalir ke titik (a) 1 mm (b) 1
cm dari titik awalnya ?
Jawaban:
18. 0,0200 M larutan KCl berair mempunyai konduktivitas molar 138,3 S cm2 mol-1 pada 25◦C,
dan dalam sel tahanannya adalah 78,58 Ω. Hitunglah konstanta sel C=kR. Ini adalah “sel”
untuk soal-soal berikutnya (18-27)
Jawaban:
Diketahui:
Λ𝑚= 138. 3 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
R= 78.58 Ω
Ditanya: C?
Jawab:
𝑘 = Λ𝑚 𝑥 𝐶
𝑘 = 138. 3 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1 𝑥 0.0200 𝑥10−3 𝑐𝑚−3 𝑚𝑜𝑙
𝑘 = 2.766𝑥 10−3 𝑆 𝑐𝑚−1

𝐶 = 𝑘𝑥 𝑅
𝐶 = 𝑘𝑥 𝑅
𝐶 = 2.766 𝑥 10−3 𝑆 𝑐𝑚−1 𝑥 78.58 Ω
𝐶 = 0.217 𝑐𝑚−1

19. Konduktivitas sering kali diukur dengan membandingkan tahanan sel yang diisi dengan
sampel, dengan tahanannya jika sel itu diisi dengan suatu larutan standar, seperti kalium
klorida berair. Konduktivitas air pada 25◦C 7,6 x 10-4 cm-1, dan konduktivitas 0,100 M
KCl, berair adalah 1,1639 x 10-2 S cm-1. Sebuah sel mempunyai tahanan 33,21 Ω jika diisi
dengan 0,100 m Larutan KCl dan 300,0 Ω jika diisi dengan 0,100 m asam asetat.
Berapakah konduktivitas molar asam asetat pada konsentrasi dan temperatur itu?
Jawaban:
Diketahui:
𝑐𝐾𝐶𝑙 = 0.1 𝑀
𝑐𝐴𝑠𝑎𝑚 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡 = 0.1 𝑀
𝑅𝐾𝐶𝑙 =33.21 Ω
𝑅𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝐻 = 300.0 Ω
Ditanya ∶ Λ𝑚 𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝐻?
Jawab :
𝐶 = 𝑘 𝐾𝐶𝑙𝑥 𝑅 𝐾𝐶𝑙
𝐶 = 1.1639 𝑥 10−2 𝑆 𝑐𝑚−1 𝑥 33.21 Ω
𝐶 = 0.386 𝑐𝑚−1
𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝐶𝐻3𝐶𝑂𝑂𝐻,
𝐶
𝑘=
𝑅
0.386 𝑐𝑚−1
𝑘=
300.0 Ω
𝑘 = 1.286 𝑥 10−3 𝑆 𝑐𝑚−1

𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑘𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑚𝑜𝑙𝑎𝑟 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡:


𝑘
Λ𝑚 =
𝑐
1.286 𝑥 10−3 𝑆 𝑐𝑚−1
Λ𝑚 =
0.1 𝑥 10−3 𝑐𝑚−3 𝑚𝑜𝑙

Λ𝑚 = 12.86 𝑆 𝑐𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1

20. Tahanan suatu sri larutan NaCl berair, yang dibentuk dengan mengencerkan sampel secara
berurutan, diukur alam sel. Hasilnya sebagai berikut:
c/M 0,0005 0,001 0,005 0,010 0,020 0,050
R/Ω 3314 1669 342,1 174,1 89,08 37,14
Buktikanlah bahwa konduktivitas molar mentaati Hukum Kohlrousch, dan carilah
konduktivitas molar pembatasnya. Tentukanlah koefisien K gynakan nilai K (yang hanya
bergantung pada sifat ion, tidak pada identitasnya) dan informasi tentang λ(Na+) = 50,1
cm-2 mol-1 dan λ(I-) = 76,8 S cm-2 mol-1, untuk meramalkan
a. Konduktivitas molar
b. Konduktivitas
c. Tahanan, jika sel berisi 0,010 M lautan NaI berair pada 25◦C
Jawaban:
21. Setelah dilakukan koreksi konduktivitas air, konduktivitas larutan jenuh AgCl dalam air
pada 25◦C ternyata adalah 1,887 x 10-6 S cm-1. Gunakanlah hasil dari soal No 7 untuk
mencari kelarutan dan hasil kali kelarutan pada temperatur ini.
Jawaban:
(produk)1 133,4scm2mol−
Ksp = =
(reaktan)1 16,5scm2mol−
= 8,09
22. Konduktivitas molar pembatas natrium asetat berair, asam hidroksida, dan natrium klorida
adalah 91,0 S cm2 mol-1, 425,0 S cm2 mol-1 dan 128,1 S cm2 mol-1 pada 25◦C. Berapakah
konduktivitas molar pembatas asam asetat? Tahanan 0,020 m larutan asam asetat dalam sel
adalah 888Ω. Berapakah derajat ionisasi asam itu pada konsentrasi ini?
Jawaban:
Diketahui:
ΔºM CH3COONa = 91,0 S cm2/mol c = 0,02 M
ΔºM H2O = 425,0 S cm2/mol R = 888 Ω
ΔºM NaCl = 128,1 S cm2/mol C = 0,367 Cm-1
Berdasarkan tabel 25.1 dibuku Atkins Jilid 2 diketahui :
ΔºM Cl- = 76,3 S cm2/mol
ΔºM Na+ = 50,1 S cm2/mol
ΔºM H+ = 349,6 S cm2/mol
Ditanya :
a. ΔºM CH3COOH
b. α CH3COOH

Jawab :
a. ΔºM CH3COONa = ΔºM Na+ + ΔºM CH3COO-
91 S cm2/mol = 50,1 S cm2/mol + ΔºM CH3COO-
ΔºM CH3COO- = 91 S cm2/mol – 50,1 S cm2/mol
= 40,9 S cm2/mol

ΔºM CH3COOH = ΔºM CH3COO- + ΔºM H+


ΔºM CH3COOH = 40,9 S cm2/mol + 349,6 S cm2/mol
= 390,5 S cm2/mol
C
b. K=R
0,367 Cm−1
K = = 0,00041 S/cm
888 Ω
K
ΔM = c
0,00041 S/cm
ΔM = 0,02 M

ΔM = 0,02 S cm2/mol
ΔMCH3COOH
α = ΔºMCH3COOH
0,02 S cm2/mol
α = 390,5 S cm2/mol

α = 0,0000512

23. Tahanan larutan asam asetat berair diukur dalam sel pada 25◦C dengan hasil sebagai
berikut:
c/M 0,0009 0,00198 0,01581 0,06323 0,02529
R/Ω 4210 2927 1004 497 253
Gambarkan grafik yang tepat untuk mendapatkan nilai Pka
Jawaban:
24. Berapakah kecepatan hanyut Li+, Na+ dan K+ dalam air jika selisih potensial sebesar 10 V
diberikan pada sel konduktivitas, yang berjarak 1,00 cm. Berapa lamakah sebuah ion
berpindah dari satu elektroda ke elektroda lainnya? Dalam pengukuran konduktivitas, biasa
digunakan atus bolak balik, berapakah pergeseran ion itu?
a. Dalam cm?
b. Dalam diameter pelarut, sekitar 300 pm, selama setengah siklus dari potensial 1 kHz
yang diberikan?
Jawaban:
Diketahui : ∆φ = 10 V
l = 1,00 cm
Ditanya : - Kecepatan hanyut?
- Lama Perpindahan ion dari satu elektroda ke elektroda lain?
a. Dalam cm?
b. Dalam diameter pelarut sekitar 300 pm,selama setengah siklus dari potensial 1 kHz
yang diberikan?
Jawab :
∆φ
a. E = 𝑙

10 𝑉
E = 1 𝑐𝑚 = 10 𝑉/𝑐𝑚

𝜏𝑒 𝐿𝑖 + = z𝑒𝐸
𝑉
= 1.10 𝑐𝑚
𝑉
= 10
𝑐𝑚

Karena Li+ ,Na+,K+ memiliki muatan yang sama yaitu 1 ,maka 𝜏𝑒 nya sama yaitu 10
V/cm
𝑓 = 6𝜋𝜂𝑎
= 6 x 3,14 x 1 x 300 pm
= 5,652 pm

𝑧𝑒.𝐸
𝑠= 𝑓
1.10 𝑉
= 5,652 𝑝𝑚

= 1,769 V/pm

25. Pada 25◦C mobilitas H+ dan Cl- dalam air adalah 3,623 x 10-2 cm2 S-1 V-1. Berapakah
perbandingan arus yang dibawa oleh proton dalam 1,0 mm asam hidroklorida? Berapa
fraksi yang dibawa oleh proton itu, jika NaCl ditambahkan pada asam sehingga terdapat
larutan garam 1,0 M?
Jawaban :
Diketahui :T : 25oC
υ H+ : 3,623 × 10-3 cm2 s-1 v-1
υ Cl- : 7,91 × 10-4 cm2 s-1 v-1
Ditanya :
a. Perbandingan arus yang di bawa oleh proton dalam 1 mm HCl
I+ : I-
zceυFAE : zceυFAE
υ : υ
3,623 × 10-3 cm2 s-1 v-1 : 7,91 × 10-4 cm2 s-1 v-1
3,623 × 10-3 cm2 s-1 v-1 : 0,791 × 10-3 cm2 s-1 v-1
5 : 1
Jadi perbandingan arus yang di bawa proton dalam 1,0 mm asam hidroklorida
Arus kation : arus anion = 5 : 1
b. Fraksi yang di bawa oleh proton tersebut adalah
Itotal : I+ + I- = 5 + 1 = 6

5
I+ = 6 = 0,833
1
I- = = 0,167
6

26. Dalam eksperimen batas bergerak pada KCl, alat itu terdiri dari pipa dengan diameter
4,146 mm, dan pipa itu berisi KCl berair pada konsentrasi 0,021M. Arus tetap sebesar 18,2
mA dilewatkan, dan batas itu bergerak sebagai berikut:
∆t/S 200 400 600 800 1000
x/mm 64 128 192 254 318
carilah bilangan transport K+, mnilitasnya, dan konduktivitas ionik. Gunakanlah A˚m
(KCl)= 149,9 S cm2 mol-1
Jawaban:

27. Proton mempunyai mobilitas abnormal dalam air, tetapi apakah proton itu berprilaku
normal dalam amonia cair? Untuk menjawab pertanyaan ini, teknik batas bergerak
digunakan untuk menentukan bilanan transport NH4+ dalam amonia cair (analog dengan
H3O+ dalam air cair) pada -40˚C (J. Baldwin, J. Evans, and J. B. Gill, J. Chem sec A, 3389
(1971)). Arus tetap sebesar 5000 mA dilewatkan selama 2500 detik. Selama waktu itu
terbentuk batas antara raksa (II) iodida dan amonium iodida. Larutan amonia bergerak
sejauh 286,9 mm dalam larutan 0,01365 mol kg-1 dan 92,03 mm dalam larutan 0,04255
mol kg-1. Hitunglah bilangan transport NH4+ pada molalitas ini, dan berilah komentar
tentang mobilitas proton dalam amonia cair. Diameter pipa adalah 4,146 mm dan rapatan
amonia cair 0,682 g cm-3.
Jawaban:
28. Konduktivitas air buatan termurni adalah 5,5 x 10-8 S cm-1. Berapakah tahanan sampel air
ini dalam sel konduktivitas? Berapakah konstanta ionisasi air? Berapakah Pkw dan pH air
murni? (ambillah mobilitas H+ dan OH- dari tabel 25.2 pada buku Atkins Jilid 2, Hal 309).
Jawaban:
𝐴0 = 5,5 x10−8 S𝑐𝑚−1
𝐴0 = 2(𝑈− + 𝑈+ )F
= 36,32 x 10−4 + 20,64 x10−4
= 56,96 10−4
29. Jelaskan apa yang dimaksud dengan (beserta ilustrasi gambar):
Jawaban:
a. Konduktivitas ion adalah kemampuan paertikel bermuatan ion untuk bergerak melalui
struktur kristal material.

b. Mobilitas Ion yaitu kecepatan ion pada beda potensial antara kedua elektroda. Faktor-
faktor yang mempengaruhi kecepatan ion :
1) Berat dan muatan ion, semakin ringan ion tiap satuan muatan maka semakin cepat
ion bergerak.
2) Adanya hidrasi, semakin banyak molekul air yang mengerumuni ion maka
semakin lambat gerakan ion.
3) Orientasi atmosfer pelarut disekitar ion.
4) Gaya tarik antara ion, semakin besar gaya tarik maka semakin lambat gerakan
ion.
5) Temperatur, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat gerakan ion.
6) Viskositas, semakin besar viskositas maka semakin lambat gerakan ion.
(Mobilitas ion)
c. Kecepatan Hanyut adalah kecepatan yang terjadi antar gaya mutan ion dengan gaya gesek
atau perlambatan dimana bekerjapada arah yang berlawanan dan ion menapai kecepatan
akhir.
d. Jari-jari efektif ion adalah jarak antara inti dua atom dalam bentuk ion dengan e- terluar.

e. Lapisan rangkap listrik


Lapisan Rangkap Listrik
Lapisan rangkap listrik atau permukaan Helmholz menjelaskan bahwa ketika elektroda
kerja dihubungkan dengan suatu sumber listrik, maka permukaan elektroda akan
memiliki muatan listrik. Besar dan jenis muatan listrik pada permukaan elektroda
sangat bergantung pada potensial listrik yang diberikan. Jika potensial yang diberikan
cukup negatif, maka permukaan elektroda akan bermuatan negatif dan sebaliknya. Untuk
mengimbangi muatan yang ada di permukaan elektroda tersebut, maka ion-ion dalam
larutan yang memiliki muatan berlawanan dengan muatan elektroda akan ditarik ke
permukaan elektroda membentuk permukaan Helmholz. Pasangan muatan pada
permukaan Helmholz ini membentuk suatu lapisan yang disebut lapisan rangkap listrik.

Lapisan rangkap listrik


f. Adsorpsi Fisika
Terjadi karena gaya Van der Walls dimana ketika gaya tarik molekul antara larutan dan
permukaan media lebih besar daripada gaya tarik substansi terlarut dan larutan, maka
substansi terlarut akan diadsorpsi oleh permukaan media. Physisorption ini memiliki gaya
tarik Van der Walls yang kekuatannya relatif kecil. Molekul terikat sangat lemah dan
energi yang dilepaskan pada adsorpsi fisika relatif rendah sekitar 20 kJ/mol.
Contoh : adsorpsi oleh arang aktif. Aktivasi arang aktif pada temperatur yang tinggi akan
menghasilkan struktur berpori dan luas permukaan adsorpsi yang besar. Semakin besar
luas permukaan, maka semakin banyak substansi terlarut yang melekat pada permukaan
media adsorpsi.

g. Adsorpsi Kimia

Chemisorption terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia antara substansi terlarut dalam
larutan dengan molekul dalam media. Chemisorpsi terjadi diawali dengan adsorpsi fisik,
yaitu partikel-partikel adsorbat mendekat ke permukaan adsorben melalui gaya Van der
Walls atau melalui ikatan hidrogen. Dalam adsorpsi kimia partikel melekat pada
permukaan dengan membentuk ikatan kimia (biasanya ikatan kovalen), dan cenderung
mencari tempat yang memaksimumkan bilangan koordinasi dengan substrat. Contoh : Ion
exchange.

h. Desorpsi
Desorpsi merupakan proses pelepasan kembali ion/molekul yang telah berikatan dengan
gugus aktif pada adsorben. Berbagai larutan dapat digunakan untuk mendesorpsi logam
dari adsorben, diantaranya adalah HCl.
b = proses penjeraban sampai badan/ dalam fasa
ad = proses penjeraban hanya pada permukaan fasa
i. Defek Permukaan adalah
Massa inti selalu lebih kecil daripada massa nukelon. Selisih antara massa nukleon dan
massa inti disebut defek massa (Δm). Defek massa (Δm) pada pembentukan nuklida X
adalah sebagai berikut:

Δm = Zmp + (A – Z) mn - mX

j. Surface adalah permukaan atau bagian yang mencolok dari suatu partikel.

k. Interface adalah antarmuka atau dua permukaan dari dua paretikel yang berdekatan.

30. Jelaskanlah proses yang terjadi apabila asam klorida dicampurkan dengan Perak Nitrat
berair secara interaksi molekular yang anda ketahui. Gambarkan proses terjadinya dan
bagaimana perubahan terjadi sesaat pada sistem setelah kedua senyawa bercampur dan
gambarkan kenapa bisa terjadi endapan berdasarkan analisis molekuler terhadap ion-ion
ang berinteraksi
Jawaban :

HCl(s) + AgNO3(ag) AgCl + HNO3(Ag)

O
Ag+ [ N ] + H+ + Cl-  AgCl + HNO3
O O

Terbentuk endapan Putih