Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM MENGUKUR KELEMBABAN SUHU DAN KELEMBABAN

UDARA
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
(IPBA)
Dosen Pengampu
Adam Malik, M.Pd
Rena Denya Agustina,M.Si

Oleh
Mira Riana Putri 1142070042
Lutfiani Sita Tsania 1142070085
Wilda Alisia Wardani 1142070086
Anisa Tifani 1142070087

PRODI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN MIPA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
A. TUJUAN

1. Menyelidiki kelembaban udara relatif yang terjadi di sekitar termometer kering dan basah
di tempat yang berbeda dalam waktu yang berbeda
2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelembaban udara relatif
3. Mengukur kelembaban relatif udara dengan menggunakan alat sederhana
4. Menyadari pentingnya pengukuran kelembaban udara dalam pengamatan cuaca
5. Menjelaskan arti kelembaban udara relatif

B. ALAT DAN BAHAN


1. Termometer : 6 buah
2. Petri dish : 3 buah
3. Air : secukupnya
4. Kapas : secukupnya
5. Statif, klem, ring stand : 3 set
6. Benang : secukupnya

C. LANDASAN TEORI

Kelembapan udara adalah jumlah uap air diudara (atmosfer).Kelembapan adalah


konsentrasi uap air di udara.Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan
absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan
disebut higrometer..Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu
udara.Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu.
Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F),
dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (Handoko, 1994).

Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan
sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air.
Kelembaban mutlak adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap air atau
tekanannya) per satuan volum. Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan/tekanan
uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk menampung uap air.
Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut (pada keadaan jenuh) ditentukan oleh
suhu udara. Sedangkan defisit tekanan uap air adalah selisih antara tekanan uap jenuh dan
tekanan uap aktual. Masing-masing pernyataan kelembaban udara tersebut mempunyai arti
dan fungsi tertentu dikaitkan dengan masalah yang dibahas (Handoko,1994).

1. Kelembapan absolut
Kelembapan absolut mendefinisikan dari pada tertentu campuran atau, dan umumnya
dilaporkan dalam per meter kubik (g/m3).
2. Kelembapan spesifik
Kelembapan spesifik adalah metode untuk mengukur jumlah uap air di udara dengan
rasio terhadap uap air di udara kering. Kelembapan spesifik diekspresikan dalam rasio
kilogram uap air, mw, per kilogram udara, ma .
Rasio tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

3. Kelembaban relatif / Nisbi


Kelembapan Relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang
terkandung di udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi membandingkan antara
kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara
untuk menampung uap air.
Misalnya pada suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3 maksimal dapat memuat 25 gram uap air
pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,maka lembab udara pada waktu itu sama
dengan .
4. Kerapatan Uap Air
Massa uap air per satuan volume udara yang mengandung uap air tersebut.(kelembaban
mutlak)
ρv = mv /V
Ρv = kerapatan uap air (kg m-3)
Mv= massa uap air (kg) pada volume udara sebesar V
V = volume udara (m3)
Pada daerah lembab seperti di daerah tropis, ρv akan lebih tinggi daripada daerah
temperate yang relatif kering terutama pada musim dingin (winter). Pada musim dingin
kapasitas udara untuk menampung uap air menjadi kecil.
5. Tekanan Uap Air
Hukum Gas Ideal :
ea = n R T/V
ea = Tekanan uap air (mb)
R = Tetapan gas umum (8.3143 J K-1 mol -1)
T = suhu mutlak (K)
V = volume udara (m3)
Jumlah mol adalah n = m/Mv dan Mv = 18.016 untuk uap (H2O), serta ρv = mv /V, maka
berdasarkan persamaan di atas, maka tekanan uap ditentukan oleh kerapatan uap air (ρv )
serta suhu udara (T).
6. Kelembaban Spesifik
Perbandingan antara massa uap air (mv), dengan massa udara lembab, yaitu massa udara
kering (md) bersama-sama uap air tersebut (mv)
q = m/(md + mv)
Nisbah campuran (r) (mixing ratio), massa uap air dibandingkan dengan massa udara
kering (Karim, 1985) .
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan.Penguapan adalah
perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau
dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui,
penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja, tetapi dapat juga
terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga
tempat itu disebut dengan Evaporasi.
Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan
keinginan.Pengaturan kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensi air
antara udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruang
tertutup dimasukkan larutan, maka air dari larutan tersebut akan menguap sampai terjadi
keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi air larutan. Demikian pula
halnya jika hidrat kristal garam-garam (salt cristal bydrate) tertentu dimasukkan dalam ruang
tertutup maka air dari hidrat kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan
potensi air .
Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan
keinginan.Pengaturan kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensi air
antara udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruang
tertutup dimasukkan larutan, maka air dari larutan tersebut akan menguap sampai terjadi
keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi air larutan. Demikian pula
halnya jika hidrat kristal garam-garam (salt cristal bydrate) tertentu dimasukkan dalam
ruang tertutup maka air dari hidrat kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan
potensi air .
Kelembaban relatif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah uap
air yang terkandung di dalam campuran air-udara dalam fasa gas.
Kelembaban relatif dari suatu campuran udara-air didefinisikan sebagai rasio dari
tekanan parsial uap air dalam campuran terhadap tekanan uap jenuh air pada temperatur
tersebut.Perhitungan kelembaban relatif ini merupakan salah satu data yang dibutuhkan
(selain suhu, curah hujan, dan observasi visual terhadap vegetasi) untuk melihat seberapa
kering areal perkebunan sehingga nantinya dapat ditentukan tingkat potensi kebakaran lahan
.
Cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan 2 termometer, yang basah dan
kering.Prinsipnya semakin kering udara, maka air semakin mudah menguap.karena
penguapan butuh kalor maka akan menurunkan suhu pada thermometer basah. Sedangkan
termometer kering mengukur suhu aktual udara.Akibatnya jika perbedaan suhu antara
keduanya semakin besar, maka artinya kelembaban relatif udara semakin rendah. Sebaliknya
jika suhu termometer basah dan thermometer kering sama, artinya udara berada pada kondisi
lembab jenuh (Soewarno, 1991)..
Tinggi rendahnya kelembaban udara di suatu tempat sangat bergantung pada beberapa
faktor sebagai berikut (Soewarno, 1991).:
a. Suhu.
b. Tekanan udara.
c. Pergerakan angin.
d. Kuantitas dan kualitas penyinaran.
e. Vegetasi dsb.
f. Ketersediaan air di suatu tempat (air, tanah, perairan).
Suhu menunjukkan derajat panas benda.Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda,
semakin panas benda tersebut.Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki
oleh suatu benda.Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam
bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-
atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.
Termometer yang biasanya dipakai sebagai berikut :
a. Termometer bulb (air raksa atau alkohol)
1) Menggunakan gelembung besar (bulb) pada ujung bawah tempat menampung
cairan, dan tabung sempit (lubang kapiler) untuk menekankan perubahan volume
atau tempat pemuaian cairan.
2) Berdasarkan pada prinsip suatu cairan volumenya berubah sesuai temperatur.
Cairan yang diisikan terkadang alkohol yang berwarna tetapi juga bisa cairan
metalik yang disebut merkuri, keduanya memuai bila dipanaskan dan menyusut
bila didinginkan.
3) Ada nomor disepanjang tube gelas yang menjadi tanda besaran temperatur.
4) Keuntungan termometer bulb antara lain tidak memerlukan alat bantu, relatif
murah, tidak mudah terkontaminasi bahan kimia sehingga cocok untuk
laboratorium kimia, dan konduktivitas panas rendah.
5) Kelemahan termometer bulb antara lain mudah pecah, mudah terkontaminasi
cairan (alkohol atau merkuri), kontaminasi gelas/kaca, dan prosedur pengukuran
yang rumit (pencelupan).
6) Penggunaan thermometer bulb harus melindungi bulb dari benturan dan
menghindari pengukuran yang melebihi skala termometer.
7) Sumber kesalahan termometer bulb: time constant effect, waktu yang diperlukan
konduksi panas dari luar ke tengah batang kapiler. thermal capacity effect, apabila
massa yang diukur relatif kecil, akan banyak panas yang diserap oleh termometer
dan mengurangi suhu sebenarnya. Cairan (alkohol, merkuri) yang terputus,
kesalahan pembacaan., dan kesalahan pencelupan.
b. Termometer spring
Menggunakan sebuah coil (pelat pipih) yang terbuat dari logam yang sensitif
terhadap panas, pada ujung spring terdapat pointer. Bila udara panas, coil (logam)
mengembang sehingga pointer bergerak naik, sedangkan bila udara dingin logam
mengkerut pointer bergerak turun.Secara umum termometer ini paling rendah
keakuratannya di banding termometer bulb dan digital.Penggunaan termometer spring
harus selalu melindungi pipa kapiler dan ujung sensor (probe) terhadap benturan/
gesekan.Selain itu, pemakaiannya tidak boleh melebihi suhu skala dan harus
diletakkan di tempat yang tidak terpengaruh getaran (Soewarno, 2007).
Vegetasi (bahasa Inggris: vegetation) adalah sebutan umum bagi masyarakat
tetumbuhan. Contoh vegetasi adalah aneka jenis hutan, kebun, padang rumput, tundra
dan lain-lain. (Soewarno, 1991).

D. DISKUSI PENGARAHAN

1. Berapa besar kelembaban udara di lingkungan anda saat ini?


Di lingkungan tempat kami di tempat tertutup yang tidak tersinari matahari kelembaban
relatifnya lebih besar di banding dengan tempat yang terbuka dan semi terbuka.
Sedangkan kelembaban udara relatif yang paling rendah adalah di tempat semi terbuka.
2. Apakah ada hubungan antara suhu udara dengan besar kelembabannya? Dan bagaimana
hal ini bisa terjadi?
Kelembaban udara dan suhu memiliki kaitan yang erat, karena ketika kelembaban udara
di suatu tempat berubah maka suhunya juga akan berubah. Ketika suhu di suatu ruangan
rendah maka kelembaban udaranya tinggi dan sebaliknya jiika di suatu ruangan suhu
udaranya tinggi, maka kelembaban udaranya rendah
3. Bagaimana anda merencanakan suatu percobaan untuk menjawab pertanyaan di atas?
Melakukan pengukuran dengan menggunakan dua termometer yaitu basah dan kering
yang dipasang di 3 tempat berbeda dan diamati saat pagi, siang dan malam secara
berkaala sehingga dari data tersebut didapat nilai kelembaban udara relatifnya.

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Membasahi kapas dengan air secukupnya dan diletakkan pada petri dish
3. Menggantungkan termometer pada statif
4. Memposisikan satu buah termometer dalam keadaan menggantung dan satu termometer
Menyentuh kapas yang telah dibasahi seperti pada gambar

ring
stand

termomet
er

kapas
basah
petri dish
dan air
5. Mengukur suhu pada termometer yang menggantung (termometer keringa dan pada
termometer yang diikatkan pada kapas basah (termometer basah)
6. Membandingkan dan menghitung selisihnya
7. Menganalisa perbandingan suhu pada termometer basah dan kering
8. Mengukur suhu udara di sekitar (di dalam ruangan, di luar ruangan yang terlindungi, di
udara terbuka)

(di ruangan tertutup)


(di dalam ruangan)

(di luar ruangan )


9. Mengamati termometer secara berkala yaitu pada pukul 05.00 pagi, 14.00 siang dan
19.00 malam pengukuran dimulai dari tanggal 19 mei 2017.
10. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan
11. menghitung selisih suhu di tiga ruangan yang berbeda
12. menganalisis perbedaan selisih suhu
13. menganalisis tempat dengan kelembaban yang lebih tinggi
14. menganalisis hubungan keduanya
F. DATA PENGAMATAN
1. Data hasil pengamatan

Tempat
Hari
tertutup Semi terbuka Terbuka
Kering 26 27 26
pagi 1 4 2
Basah 25 23 24
Kering 26 28 28
1 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
pagi 2 3 2
Basah 24 24 24
Kerting 26 28 27
2 Siang 1 2 1
Basah 25 26 26
Kering 27 30 29
Malam 1 4 2
Basah 26 26 27
Kering 26 27 26
Pagi 1 4 2
Basah 25 23 24
Kerting 26 28 28
3 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
Pagi 1 2 2
Basah 25 25 24
Kerting 26 28 28
4 Siang 1 2 2
Basah 25 26 26
Kering 27 29 29
Malam 1 3 2
Basah 26 26 27
Kering 26 27 26
pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 27 28 28
5 Siang 1 3 2
Basah 26 25 26
Kering 27 30 31
Malam 1 4 2
Basah 26 26 29
Kering 26 27 26
pagi 1 4 2
Basah 25 23 24
Kerting 26 28 28
6 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
pagi 2 3 2
Basah 24 24 24
Kerting 26 28 27
7 Siang 1 2 1
Basah 25 26 26
Kering 27 30 29
Malam 1 4 2
Basah 26 26 27
Kering 26 27 26
Pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 26 28 28
8 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
Pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 26 29 30
9 Siang 1 3 2
Basah 25 26 28
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 27 28 28
10 Siang 1 3 2
Basah 26 25 26
Kering 27 30 31
Malam 1 4 2
Basah 26 26 29
Kering 26 27 26
pagi 1 4 2
Basah 25 23 24
Kerting 26 28 28
11 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
pagi 2 3 2
Basah 24 24 24
Kerting 26 28 27
12 Siang 1 2 1
Basah 25 26 26
Kering 27 30 29
Malam 1 4 2
Basah 26 26 27
Kering 26 27 26
Pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 26 28 28
13 Siang 1 3 2
Basah 25 25 26
Kering 27 29 30
Malam 1 3 2
Basah 26 26 28
Kering 26 27 26
Pagi 1 3 2
Basah 25 24 24
Kerting 26 29 30
14 Siang 1 3 2
Basah 25 26 28
27 29 30
Malam Kering 1 3 2
26 26 28
2. Kelembaban Relatif (%)

Tempat Rata-Rata
Hari waktu Semi Semi
tertutup terbuka tertutup terbuka
terbuka terbuka

Pagi 92 71 85

1 (19-05-
Siang 92 78 85 92,00 76,00 85,33
17)

Malam 92 79 86

pagi 85 78 85

2 (20-05-
Siang 92 85 92 89,67 78,33 87,33
17)

Malam 92 72 85

Pagi 92 70 84

3 (21-05-
Siang 92 78 85 92,00 75,33 84,67
17)

Malam 92 78 85

Pagi 92 84 84

4 (22-05-
Siang 92 85 85 92,00 82,33 84,67
17)

Malam 92 78 85

pagi 92 77 84

5 (23-05-
Siang 92 78 85 92,00 77,67 85,00
17)

Malam 92 78 86

pagi 92 70 84
6 (24-05-
92,00 75,33 84,67
17) Siang 92 78 85
Malam 92 78 85
pagi 84 77 84

7 (25-05-
Siang 92 85 92 89,33 78,00 87,00
17)

Malam 92 72 85

RATA-RATA MINGGU 1 91,29 77,57 85,52

Pagi 92 77 84

8 (26-05-
Siang 92 78 85 92,00 77,67 84,67
17)

Malam 92 78 85

Pagi 92 77 84

9 (27-05-
Siang 92 78 85 92,00 77,67 84,67
17)

Malam 92 78 85

pagi 92 77 84

10 (28-05-
Siang 92 78 85 92,00 77,67 85,00
17)

Malam 92 78 86

pagi 92 70 84

11 (29-05-
Siang 92 78 85 92,00 75,33 84,67
17)

Malam 92 78 85

pagi 84 77 84

12 (30-05-
Siang 92 85 92 89,33 78,00 87,00
17)

Malam 92 72 85
1 (31-05- Pagi 92 77 84 92,00 77,67 84,67
17)
Siang 92 78 85

Malam 92 78 85

Pagi 92 77 84

14 (01-06-
Siang 92 78 85 92,00 77,67 84,67
17)

Malam 92 78 85

RATA-RATA MINGGU 2 91,62 77,38 85,05


G. ANALISIS DATA
Dari hasil data pengamatan diatas telah di ambil dari tiga tempat yaitu dari tempat yang
tertutup tanpa ada sinar matahari (kamar mandi), di tempat yang semi tertutup (bawah
tangga) dan juga di tempat terbuka(loteng). Dilihat dari pengukuran suhu nya di daerah yang
tertutup suhunya lebih rendah dengan kisaran 24-27 oC sedangkan di tempat semi terbuka
kisaran suhu yang terukur adalah 23-30 oC dan di tempat terbuka berkisar 24-31oC.
Sedangkan selisih suhu antar termometer kering dan basah pada tempat tertutup sekitar 1-
2 oC dan selisih di tempat semi terbuka sekitar 2-4 oC lebih besar dari yang lain, dan di
tempat tertutup selisihnya sekitar 1-2 oC. Setelah diketahui selisih suhunya maka dapat
dicari nilai kelembaban relatifnya dengan menggunakan tabel berikut :
T pd Ter.

SELISIH SUHU TERMOMETER KERING – TERMOMETER BASAH (oC)


Kering

DAN
KELEMBABAN UDARA RELATIF (%)

oC 1o 2o 3o 4o 5o 6o 7o 8o 9o 10o 11o 12o 13o 14o 15o 16o 17o 18o 19o 20o

17 90 81 72 64 55 47 40 32 25 18 11

18 91 82 73 65 57 49 41 34 27 20 14 7

19 91 82 74 65 58 50 43 36 29 22 16 10

20 91 83 74 66 59 51 44 37 31 24 18 12 6

21 91 83 75 67 60 53 46 39 32 26 20 14 9

22 92 83 76 68 61 54 47 40 34 28 22 17 11 6

23 92 84 76 69 62 55 48 42 36 30 24 19 13 8

24 92 84 77 69 62 56 49 43 37 31 26 20 15 10 5

25 92 84 77 70 63 57 50 44 39 33 28 22 17 12 8

26 92 85 78 71 64 58 51 46 40 34 29 24 19 14 10 5

27 92 85 78 71 65 58 52 47 41 36 31 26 21 16 12 7

28 93 85 78 72 65 59 53 48 42 37 32 27 22 18 13 9 5

29 93 86 79 72 66 60 54 49 43 38 33 28 24 19 15 11 7
Dari tabel tersebut terlihat jika semakin besar selisih antara termometer kering dan
termometer basahnya, maka kelembban udara relatifnya semakin kecil. sedangkan dari data
yang kami peroleh kelembaban udara relatifnya yang paling besar adalah di tempat tertutup
(kamar mandi) yaitu sekitar 92% kebanyakan nilai yang terukur dan terkadang sebanyak
84% dan 85% paling jarang dalam jangka waktu yang telah dilakukan. Tentunya
kelembaban relatif udaranya sangat besar jikad ilihat dari nilai suhu yang terukurnya cukup
rendah dengan selisih antara termometer kering dan basah yang sangat kecil, selain itu di
kamar mandi memang kandungan airnya lebih banyak sehingga mempengaruhi kelembaban
udara di sekitar kamar mandi tersebut.
Sedangkan di tempat semi tertutup kelembaban udaranya paling rendah yaitu berkisar
antara 70-85%, dan di tempat terbuka palingsering terukur kelembaban udara relatifnya itu
sekitar 84-86% dan paling jarang sekali sekitar 92%.
Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa kelembaban udara di setiap tempat itu berbeda-
beda dan bergantung kepada faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kelembaban udara
yaitu dantaranyaa suhu lingkungan, tempat, ketersediaan air, waktu, ketinggian, angin
vegetasi, kerapatan udara, tekanan udara, dan kuantitas serta kualitas penyinaran matahari.
Pada hari pertama, kelemababan udara di ruang tertutup tetap sama, sedangkan pada
semi terbuka dan terbuka kelembaban udaranya meningkat meskipun tidak terlalu besar
hanya sekitar 1-2% sehingga dapat diambil rata-rata perharinya pada tempat tertutup, semi
terbuka, dan terbuka adalah 92 %, 76%, dan 85,33 %. Kelembaban lebih tinggi di tempat
yang tertutup.
Kemudian untuk hari-hari selanjutnya di minggu pertama tidak mengalami perubahan
yang tidak terlalu besar, nilai kelembabannya tidak jauh dengan hari-hari yang lainnya
sehingga dapat dirata-ratakan dalam satu minggu di minggu pertama untuk tempat tertutup,
semi terbuka dan terbuka adalah 91,29% , 77,57% , dan 85,52%. Nilai kelembabanyya
cukup tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat nilai rata-rata kelembaban selama tujuh hari di
minggu pertama dalam grafik berikut.
Tertutup
92.5

92

91.5
kelembaban (%)

91

90.5
Tertutup
90

89.5

89
0 1 2 3 4 5 6 7 8
hari ke-

Semi Terbuka
83
82
81
kelembaban (%)

80
79
78
Semi Terbuka
77
76
75
74
0 2 4 6 8
hari ke-
Terbuka
87.5

87
kelembaban (%)

86.5

86
Terbuka
85.5

85

84.5
0 1 2 3 4 5 6 7 8
hari ke-

Pada percobaan minggu ke-2 di hari ke-8 terlihat masih sama seperti minggu
sebelumnya, kelembaban yang tertinggi di tempat terbuka dan yang terendah adalah di
tempat sei terbuka setelah diambil rata-rata perharinya. Sedangkan jika ambil rata-rata
perminggu di mingggu ke-2 selama tujuh hari yaitu 91,62% di tempat tertutup, 77,38% di
tempat semi terbuka dan 85,05% di tempat terbuka. Yang lebih jelasnya dapat dilihat di
grafik berikut.
Tertutup
92.5

92

91.5
kelembaban (%)

91

90.5
Tertutup
90

89.5

89
0 1 2 3 4 5 6 7 8
hari ke-

Semi Terbuka
78.5

78

77.5
kelembaban (%)

77

76.5
Semi Terbuka
76

75.5

75
0 2 4 6 8
hari ke-
Terbuka
87.5

87
kelembaban (%)

86.5

86
Terbuka
85.5

85

84.5
0 1 2 3 4 5 6 7 8
hari ke-

Sedangkan untuk grafik kelembaban rata-rata perminggu dalam dua minggu adalah
sebagai berikut :

Tertutup
91.65

91.6

91.55
kelembaban (%)

91.5

91.45

91.4 Tertutup

91.35

91.3

91.25
0 0.5 1 1.5 2 2.5
hari ke-
Terbuka
85.6

85.5
Kelembaban (&)

85.4

85.3
Terbuka
85.2

85.1

85
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Hari ke-

Semi Terbuka
77.6

77.55
kelembaban (%)

77.5

77.45 Semi Terbuka

77.4

77.35
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Hari ke-

Jika diketahui bahwa standar kelembaban udara di dalam ruangan menurut medicalogy
itu sekitar 40-60%, sedangkan dari lingkungan tempat kami mengadakan peneltiian terbilang
memiliki kelembaban yang melebihi standar yaitu sekitar 77%-92%. Hal ini sangat
berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia dan menyebabkan perkembangan bakteri dan
jamur dengan cepat yang bisa meyebarkan penyakit kepada manusia. Oleh karena itu kita
harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar kita.
H. DISKUSI HASIL KEGIATAN

1. Pada pengukuran suhu udara dengan menggunakan termometer kering selalu lebih tinggi
daripada termometer basah. Bagaimanakah kondisi uap air yang ada pada udara sekitar
termometer kering maupun basah?

Kondisi uap air di sekitar termometer kering dan termometer basah kandungannya sama
saja karena berada di suatu ruangan yang memiliki kadar uap air yang sama. Termometer
basah nilainya rendah karena berasal dari kadungan air yang terkandung didalam kapas
sehingga suhu setimbannya sedikit lebih renda daripada suhu pada termometer kering

2. Yang manakah diantara kedua termometer ini yang menunjukkan keadaan suhu udara
dengan kandunganuap air secara mutlak (uap air yang terkandung pada udara
sebenarnya)?

Termometer kering yang mengukur kandungan uap air di udara yang sebenarnya, karena
pengukuran yang terukur pada termometer kering adalah suhu udara di sekitar ruangan
tersebut dan saat udara bersentuhan dengan bagian bulb termometer terjadi perpindahan
kalor diantara udara ke bulb secara langsung.

3. Yang manakah diantara kedua termometer ini yang menunjukkan suhu udara dengan
kandungan uap air jenuh?
Termometer basah, karena ketika udara bersentuhan dengan kapas yang basah akan
terjadi pertukaran kalor dan udara akan mengembun dan menjadi suhu udara sampai di
tingkat jenuh.

4. Menggambarkan kelembaban udara yang bagaimanakah bila menggunakan perbandingan


antara kandungan uap air yang ada (mutlak) dengan kemampuan udara untuk dapat
menampung uap air sebanyak mungkin (jenuh)?

Kelembaban udara jenis ini adalah kelembaban udara nisbi/relatif


5. Apakah yang anda lakukan pada kegiatan di atas?

Kami melakukan kegiatan pengamatan pada termometer kering dan basah untuk
mengetahui kelembaban relatif yang ada di sekitar termometer tersebut yang di simpan di
tiga tempat yang berbeda dan diamati dalam jankgka waktu yang berbeda setiap harinya
secara terus menerus selama 11 hari, dan hasilnya menunjukkan bahwa kelembaban di
setiap tempat itu memeiliki perbedaan.

6. Bagaimanakah kondisi kelembaban udara relatif di berbagai tempat?

Kondisi kelembaban relatif di setiap tempat menunjukkan hasil yang berbeda, di tempat
yang tertutup memiliki nilai kelembaban relatif yang lebih besar dibanding yang lainnya
hal ini menunjukkan bahwa kelembaban relatif di suatu tempat di pengaruhi faktor-faktor
tertentu termasuk kondisi pencahayaan matahari, ketinggian suatu tempat,

7. Kesimpulan apakah dari pentingnya pengukuran kelembaban udara relatif ini?

Tentunya percobaan ini penting karena kita dapat mengetahui kondisi kelembaban udara
di berbagai tempat yang bermanfaat karena kondisi kelembaban udara memengaruhi
aktivitas manusia sehari-hari sehingga jika kita tahu bagaimana kondisi kelembaban
udara di suatu tempat maka akan bermanfaat apalagi dibidang agrobisnis.

I. PENGEMBANGAN MASALAH

1. Faktor apa saja yang mempengaruhi kelembaban udara?


Kelembaban udara di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Suhu
b. Tekanan udara
c. Pergerakkan angin
d. Kuantitas dan kualitas penyinaran matahari
e. Vegetasi
f. Ketersediaan air di suatu tempat
g. Ketinggian tempat
h. Kerapatan udara

2. Faktor apa saja yang memperkecil kelembaban udara relatif pada kondisi uap air yang
tetap?
Suhu, kekuatan angin, dan banyaknya sinar matahari, tempat dan waktu saat percobaan

3. Bagaimana cara anda melakukan penelitian atau percobaan untuk memecahkan masalah
di atas?

Melakukan pengukuran dengan menggunakan dua termometer yaitu basah dan kering
yang dipasang di 3 tempat berbeda dan diamati saat pagi, siang dan malam secara
berkaala sehingga dari data tersebut didapat nilai kelembaban udara relatifnya.

J. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa,
1. Kelembaban relatif berbeda-beda di setiap tempat dan berbeda juga jika diukur pada
waktu yang berbeda
2. Kelembaban udara di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Suhu
b. Tekanan udara
c. Pergerakkan angin
d. Kuantitas dan kualitas penyinaran matahari
e. Vegetasi
f. Ketersediaan air di suatu tempat
g. Ketinggian tempat
h. Kerapatan udara
3. Kelembaban udara relatif dapat diukur dengan menggunakan alat sederhana yaitu
menggunakan dua termometer yaitu basah dan kering yang dipasang di 3 tempat berbeda
dan diamati saat pagi, siang dan malam secara berkaala sehingga dari data tersebut
didapat nilai kelembaban udara relatifnya.
4. Pengukuran kelembaban udara sangat penting dalam berbagai bidang seperti kesehatan,
pengamatan cuaca, pertanian dan lain sebagainya.
5. Kelembapan Relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang
terkandung di udara pada suhu yang sama. Kelembaban nisbi membandingkan antara
kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara
untuk menampung uap air.

K. REFERENSI
Handoko, 1986. Pengantar Unsur-unsur Cuaca di Stasiun Klimatologi Pertanian, Bogor:
Jurusan Geofisika dan Metereologi FMIPA-IPB.
Karim. 1985. Biologi. Bandung: Pakar Raya.
Soewarno, 1995. Hidrologi Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisis Data. Bandung: Novas.

Anda mungkin juga menyukai