Anda di halaman 1dari 23

SOAL FARMASI DAN JAWABANNYA

1. Fungsi alat-alat di bawah ini

 Gram balance : untuk menyeimbangkan penimbangan obat dalam kadar gram


 Milligram balance : untuk menyeimbangkan penimbangan serbuk obat dalam kadar
miligram
 Mortir : tempat pencampuran obat atau menggerus obat dengan kadar yang telah
ditentukan
 Stamper : alat untuk menggerus obat supaya tercampur merata.
 Waterbath : untuk menghasilkan uap untuk melelehkan basis sediaan padat di mana
diletakkan di atas hotplate
 Panci infus : untuk menyaring kandungan simplisia
 Sonde : selang untuk memasukkan makanan yang berupa cairan
 Hotplate : untuk memanaskan zat-zat kimia
 Desikator : untuk menyerap kelembapan
 Analytical balance : untuk menimbang obat yang beratnya di bawah 1 gram

2. Fungsi beserta cara kerja

 Water wheel, fungsi : roda air, analysis atau alat pengukur kualitas air minum,
digunakan untuk pengujian antidepresan dalam sel motorik.

 Analgesikmete, fungsi : alat untuk menghasilkan rangsangan sakit (untuk hewan


percobaan).

 Spektrofotometer, fungsi : alat untuk melakukan spektrofotometri yang merupakan


metode analisis yang didasarkan pada absorpsi radiasi elektromagnet untuk
menetapkan kuantitas zat yang sangat kecil.

 HPLC (KCKT), fungsi : metode kromatografi dengan fase gerak berupa cairan dan
fase diam berupa cairan atau padatan untuk mengukur kadar suatu zat berdasarkan
perbedaan kepolaran.

 pH meter, fungsi : untuk mengukur tingkat keasaman suatu zat.

 Potensoimeter, fungsi : suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel
dari suatu sel alektrokimia atau salah satu metode penentuan kosentrasi zat melalui
pengukuran nilai potensial.

 Lemari asam, fungsi : untuk menyimpan zat yang tingkat keasaman atau kadarnya
tinggi (ex : methanol)
 Autoklaf, fungsi : alat untuk mensterilkan bahan kaca atau karet menggunakan
tekanan.

 LAF (Laminar Air Flow), fungsi : alat ruang yang digunakan untuk kebutuhan
ruangan steril menggunakan HEPA Filter sehingga ruangan menjadi klas I (white
area).

 Hardness tester, fungsi : alat untuk mengukur kekerasan tablet.

 Friability tester, fungsi : alat untuk mengukur kerapuhan tablet.

 Disintegration tester, fungsi : alat untuk mengukur waktu hancur tablet.

 Dissolution tester, fungsi : alat untuk mengukur kelarutan tablet.

 Single punch tablet pres, fungsi : alat untuk mencetak tablet secara manual.

 High speed mixer, fungsi : pencampuran granulasi basah kering dalam beberapa
menit.

 V-meter, fungsi : alat untuk pencampuran serbuk obat.

3. Definisi obat di bawah ini

 Obat : suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan
dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan
atau bagian badan manusia.
 Obat jadi : obat dalam kemasan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan,
salep, tablet, pil suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan
Farmakope Indonesia atau buku-buku lain yang ditetapkan pemerintah.
 Obat paten : obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau
dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
 Obat baru : obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang
berkhasiat maupun tidak, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau
komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau
kemurniannya
 Obat standart : obat yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Memiliki
bioavailability yaitu keseimbangan obat, adanya keamanan, standar potensi yang baik.
 Obat asli : obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alam (Indonesia), terolah
secara sederhana atas dasar pengalaman, dan digunakan dalam pengobatan
tradisional.
 Obat generik : obat yang telah habis masa petennya, sehingga dapat diproduksi oleh
semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generic,
yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan
merek kandungan zat aktifnya.
 Kosmetika : sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar
badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut
untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi
supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetepi tidak dimaksudkan
untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. (Berdasarkan Permenkes RI
No. 445/Menkes/Per/V/1998)
 Jamu : bahan-bahan dan tumbuh-tumbuhan yang masih berupa bagian-bagian kasar
yang dicampur atau tidak dicampur dengan garam-garam yang kemudian akan dibuat
infusa. Contoh : jamu anti aphtosa, jam laxantes, jamu anti asthmaticus, jamu
diuretica.
 Obat herbal berstandart : sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan
dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah
distandarisasi.
 Fitofarmaka : sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan
khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk
jadinya telah distandarisasi.

4. Minimal 10 macam sediaan farmasi

 Pulvis (serbuk) merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang
dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.
 Pulveres merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus
menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. Contohnya puyer.
 Pil (pilulae) merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan
obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena
tergerus tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
 Kaplet (kapsul tablet) merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak,
bentuknya oval seperti kapsul.
 Emulsi (emulsiones) merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem
dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan
lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.
 Galenik merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau
tumbuhan yang disari.
 Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati
dengan air pada suhu 900C selama 15 menit.
 Kapsul (capsule) merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang
keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan atau tujuan sediaan kapsul adalah a.
menutupi bau dan rasa yang tidak enak, b. menghindari kontak langsung dengan udara
dan sinar matahari, c. lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan), d. dapat
untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan
antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama
serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar, e. mudah ditelan.
 Suspensi (suspensiones) merupakan sediaan cair mengandung partikel padat tidak
larut terdispersi dalam fase cair. Macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga
termasuk susu atau magma), suspensi topikal (penggunaan pada kulit), suspensi tetes
telinga (telinga bagian luar), suspensi optalmik, suspensi sirup kering.
 Tablet (compressi) merupakan sediaan padat kompa dibuat secara kempa cetak dalam
bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung
satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
 Ekstrak (extractum) merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan
mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau hewani menggunakan zat pelarut yang
sesuai. Kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk
yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
 Imunoserum (immunosera) merupakan sediaan yang mengandung immunoglobulin
khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan
toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen.
 Salep (unguenta) merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian
topikal pada kulit atau selaput lender. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah
padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut
atau terdispersi homogeny dalam dasar salep yang cocok.
 Larutan (solutiones) merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat
kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahanya,
cara peracikan, atau penggunaannya, tidak dimasukkan dalam golongan produk
lainnya. Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia
yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau
campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral
(diminum) dan larutan topikal (kulit).
 Suppositoria merupakn sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang
diberikan melalui rektal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak, atau melarut
pada suhu tubuh. Tujuan penggunaan adalah : a. penggunaan lokal : memudahkan
defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid; b. penggunaan
sistematik : aminofilin dan teofilin untuk asma, klorpromazin untuk anti muntah,
kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif, aspirin untuk analgesik antipiretik.
 Obat tetes (guttae) merupakan sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspense,
dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan
menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang
dihasilkan penetes baku yang disebutkan Farmakope Indonesia. Sediaan obat tetes
dapat berupa antara lain: guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae
auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes
mata).
 Injeksi (injectiones) merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi, atau suspense
atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum
digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau
melalui kulit atau selaput lender. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat
diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.

Singkatan dan arti dari kata di bawah ini

 aa = ana = masing-masing
 add = addle = tambahkan
 bdd = bis de die = sehari dua kali
 C = cochlear = sendok makan 15 ml
 cp = cochlear pultis = sendok bubur 8 ml
 cth = cochlear these = sendok the 5 ml
 dd = de die = setiap hari
 dtd = denture tales dosis = berikanlah dengan takaran sebanyak itu
 det = detur = serahkan
 mf = misca fac = campur atau buatlah
 S = signa = tanda
 Pulv = pulvis = serbuk
 Pulv adsp = pulvis adspersorius = serbuk tabor
 R/ = recipe= ambilah
 tdd = ter de die = 3 kali sehari
 S.u.c = signa usus cognitus = tandai pemakaian diketahui
 S.u.e = signa usus externus = tandai pemakaian luar
 prn = pro renata = bila perlu
 pro = pro = untuk

7. Definisi dari

 Larutan adalah campuran yang homogen. Larutan merupakan bercampurnya dua


macam zat (pelarut dan terlarut). Dalam hal ini penyebaran molekul-molekul kedua
zat itu merata dan serba sama (homogen).
 Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersi
dalam cairan pembawa distbilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.
Merupakan sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang
lain, dalam bentuk tetesan kecil yang berukuran 0,1 – 100 mm, yang distabilkan
dengan emulgator/surfaktan yang cocok.
 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan
tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak
boleh cepat mengendap, dan bila dikocok perlahan, endapan harus segera terdispersi
kembali.
 Lotion adalah sediaan cair berupa suspense atau disperse yang digunakan sebagai obat
luar dapat berbentuk suspense zat padat dalam serbuk halus dengan bahan
pensuspensi yang cocok, emulsi tipe o/w dengan surfaktan yang cocok.
 Mixture adalah (campuran) larutan yang di dalamnya terdapat lebih dari satu macam
zat yang dapat berupa campuran.
 Cream adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
 Pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang
ditujukan untuk pemakaian topical atau luar, dan konsistensinya lebih praktis dari
pada salep.
 Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspense yang dibuat dari partikel anorganik
yang kecil atau molekul organic yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel adalah
seddiaan setengah padat yang terdiri dari suatu disperse yang tersusun baik dari
partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar atau saling diserapi
cairan.
 Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak
yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga tebuat dari
pati atau bahan lain yang sesuai.
 Suppositoria merupakan suatu sediaan padat yang melebur pada suhu tubuh, yaitu
suhu sekitar 300C – 360C, atau sediaan padat yang melarut pada tempat ia digunakan.
Suppositoria digunakan melalui rektal yang akan memberikan efek baik secara
sistematik atau local. Ovula merupakan suppositoria yang digunakan melalui
vagina. Suppositoria adalah sediaan obat yang berbentuk padat yang diberikan
melalui rektal (anus), vagina, atau uretra.
 Pil (pilulae) merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan
obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena
tergerus tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
 Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau
tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifisikan sebagai
tablet atau tablet kompresi. (USP 26, Hal 2406). Tablet adalah sediaan padat
mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode
pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4).
Tablet adalah sediaan padat kompak dibuat secara kompa cetak dalam bentuk tabung
pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat a
tau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.

8. Bagian-bagian resep

 Incriptio :Berisikan identitas dokter penulis resep, SIP (Surat Ijin Praktek) dokter,
alamat dokter, kota, tanggal penulisan resep dan tanda “R/”.
 Praescriptio: Berisikan inti resep yang terdiri dari : nama obat, bentuk sediaan obat,
dosis obat, jumlah obat.
 Signature: Berisikan petunjuk pemakaian obat, nama pasien, umur pasien, BB (Berat
Badan) pasien, alamat pasien.
 Subscriptio : Berisikan tanda tangan atau paraf dokter.

Bagian-bagian resep menurut SK Menkes RI No. 26/2981 (BAB III, pasal 10)

1. Nama, Alamat, Nomor Surat Ijin Praktek Dokter (NSIP)


2. Tanggal penulisan resep
3. Tanda setiap obat atau komponen obat
4. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
5. Tanda tangan tau paraf dokter penulisan resep
6. Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yag mengandung obat dengan jumlah
melebihi dosis maksimum.

9. Rangkuman UU No. 36 Tahun 2009 tentang Farmasi dan tugasnya

Undang-Undang tentang kesehatan telah mengalami revisi yang disesuaikan dengan


kebutuhan dan tuntutan pembangunankesehatan.

Undang-Undang di bidang kesehatan yang menjadi aturan utama saat ini adalah Undang-
Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, yang menggantikan Undang-Undang
sebelumnya, yaitu UU No. 23 Tahun 1992.

A. Ketentuan Umum

 Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun social
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonimis.
 Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan
kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas kesehatan dan teknologi
yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh
pemerintah dan atau masyarakat.
 Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
penngobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan
atau masyarakat.
 Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan
serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan.
 Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara obat dan
pengobatanya yang mengacu kepada pengalaman dan ketrampilan turun-temurun dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
 Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika.
 Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan, tumbuhan,
bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan
tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
 Alat kesehatan adalah instrument, aparatus, mesin, implant yang tidak mengandung
obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan
meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada
manusia dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
 Praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sedian
farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan
obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat
dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian
dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Penjelasan

Pembangunan kesehatan harus memperhatikan berbagai asas, yaitu :

1. Asas perikamusiaan
2. Asas keseimbangan
3. Asas manfaat
4. Asas perlindungan dan kepastian hukum
5. Asas penghormatan terhadap hak dan kewajiban
6. Asas keadilan
7. Asas gender dan nondiskriminatif
8. Asas norma agama, yang berarti tidak membedakan agama. Pembangunan kesehatan
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,
sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara dan
ekonomis.

C. Upaya Kesehatan

1. Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan diselenggarakan untuk melindungi


masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan
yang tidak memenuhi persyaratan mutu atau keamanan atau kemanfaatan.

2. Pengamanan Zat Adiktif

Pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif diarahkan agar tidak
mengganggu dan membahayakan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat dan
lingkungannya.
3. Pengobatan Tradisional

Pengobatan tradisional merupakan salah satu upaya pengobatan atau perawatan cara lain di
luar ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan.

4. Pengamanan Makanan dan Minuman

Pengamanan makanan dan minuman diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari


makanan yang tidak memenuhi ketentuan mengenai standar atau persyaratan kesehatan.

Makanan dan minuman yang dikemas wajib diberi tanda atau label :

1. Nama dagang
2. Nama jenis makanan
3. Berat bersih atau netto
4. Nama dan alamat pabrik yang membuat
5. Komposisi
6. Tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa
7. Pencantuman tulisan dan logo halal

D. Sumber Daya Kesehatan

1. Tenaga Kesehatan dan Standar Profesi

 Tenaga medis (dokter, dokter gigi)


 Tenaga keperawatan (perawat, bidan, perawat gigi)
 Tenaga kefarmasian (apoteker, medis farmasi, asisten apoteker)
 Tenaga kesehatan masyarakat (epidemiologi kesehatan)
 Tenaga gizi (nutririonis, dietisien)
 Tenaga kerapian fisik (fisioterapi)
 Tenaga keteknisan meddis (radiografer)

2. Sarana Kesehatan

 Upaya peningkatan derajat kesehatan


 Jumlah dan jenis perbekalan kesehatan
 Mutu pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia

3. Perbekalan Kesehatan

4. Peran Serta Masyarakat

10. Keuntungan dan kerugian sediaan obat bentuk, serta contohnya

1. Tablet

Keuntungan :

 Lebih mudah disimpan.


 Memiliki usia pakai yang lebih panjang disbanding obat bentuk lainnya.
 Bentuk obatnya lebih praktis.
 Kosentrasi yang bervariasi.
 Dapat dibuat tablet kunyah dengan bahan mentol dan gliserin yang dapat larut dan
rasa yang enak, di mana dapat diminum, atau memisah di mulut.
 Untuk anak-anak dan orang-orang secara kejiwaan, tidak mungkin menelan tablet,
maka tablet tersebut dapat ditambahkan penghancur, dan pembasah dengan air leih
dahulu untuk pengolahannya.
 Tablet oral mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan
segelas air.
 Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal ditenggorokan,
terutama bila tersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera
terjadi.
 Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah.
 Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan yang
terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas
kendungan yang paling lemah.
 Secara umum, bentuk pengobatan dengan menggunakan tablet lebih disukai karena
bersih, praktis dan efisien.
 Sifat alamiah dari tablet yaitu tidak dapat dipisahkan, kualitas bagus dan dapat dibawa
kemana-mana, bentuknya kompak, fleksibel dan mudah pemberiannya.
 Tablet tidak menngandung alkohol.
 Tablet dapat dibuat dalam berbagai dosis.

Kekurangan :

 Warnanya cendurung memberikan bahaya.


 Tablet dan semua obat harus disimpan di luar jangkauan anak-anak untuk menjaga
kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut adalah permen.
 Orang yang sukar menelan atau meminum obat.
 Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk.
 Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak.

2. Sirup

Keuntungan :

 Sesuai untuk pasien yang sulit menelan (pasien usia lanjut, parsikon, anak-anak).
 Dapat meningkatkan kepatuhan minum obat terutama pada anak-anak karena rasanya
lebih enak dan warna lebih menarik.
 Sesuai untuk obat yang bersifat sangat higrokopis, deliquescent.

Kekurangan :

 Tidak semua obat ada di pasaran bentuk sediaan sirup.


 Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal, pada umumnya campuran/kombinasi
beberapa zat berkhasiat yang kadang-kadang sebetulnya tidak dibutuhkan pasien
tersebut. Sehingga dokter anak lebih menyukai membuat resep puyer racikan individu
untuk pasien tersebut.
 Tidak sesuai bahan obat yang rasanya tidak enak misal sangat pahit (sebaiknya dibuat
kapsul), rasanya asin (biasanya dibentuk tablet effervescent).
 Tidak bisa untuk sediaan yang sukar larut dalam air (biasanya dibuat suspensi atau
eliksir). Eliksir kurang disukai oleh dokter anak karena mengandung alkohol, suspensi
stabilitasnya lebih rendah tergantung formulasi dan suspending egent yang digunakan.
 Tidak bisa untuk bahan obat yang berbentuk minyak (oily, biasanya dibentuk emulsi
yang mana stabilitas emulsi juga lebih rendah dan tergantung formulasi serta
emulsifying agent yang digunakan).
 Tidak sesuai untuk bahan obat yang tidak stabil setelah dilarutkan (biasanya dibuat
sirup kering yang memerlukan formulasi khusus, berbentuk granul, stabilitas setelah
dilarutkan hanya beberapa hari).
 Harga relatif mahal karena memerlukan formula khusus dan kemasan yang khusus
pula.

3. Suppositoria

Keuntungan :

 Absorpsinya cepat
 Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan dan oleh asam lambung.
 Tidak mengalami metabolism linta pertama (First Pas Effect).
 Dapat digunakan oleh orang yang sedang bermasalah dengan tenggorokannya.
 Dapat digunakan oleh orang yang sedang muntah atau oang yang tak sadarkan diri.
 Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
 Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan.
 Obat dapat masuk langsung saluran darah dan berakibat obat dapat member efek lebih
cepat dari pada penggunaan obat per oral.
 Baik bagi pasien yang mudah muntah atau tidak.
 Bentuknya seperti torpedo mengunt sadarungkan karena suppositoria akan tertarik
masuk dengan sendirinya bila bagian yang besar masuk melalui otot penutup dubur.

Bisa mengobati secara bertahap. Kalau misal obat menimbulkan kejang, atau panas reaksinya
lebih cepat, dapat memberikan efek lokal dan sistemik. Contoh : memberikan efek lokal
dulcolax untuk meningkatkan defeksasi.

Kekurangan :

 Tidak menyenangkan pengguna.


 Absorpsi obat sering tidak teratur dan sedikit diramalkan.

Sakit tidak nyaman daya fiksasi lebih lama dari pada IV. Kalau pemasangan obat tidak benar,
obat akan keluar lagi. Tidak boleh diberikan pada pasien yang mengalami pembedahan
rekrtal.

Sediaan Obat Keuntungan Kerugian


Tablet Lebih mudah disimpan

Memiliki usia yang lebih panjang disbanding obat bentuk lainnya

Bentuk obatnya lebih praktis


Kosentrasi yang bervariasi

Tablet tidak mengandung alcohol

Tablet tidak dibuat dalam berbagai dosisWarnanya cenderung memberikan bahaya

Orang yang sukar menelan atau meminum obat

Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat atau produksi

Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompakSirupSesuai untuk pasien yang
sulit menelan (pasien usia lanjut, parkison, anak-anak)

Meningkatkan kepatuhan minum obat bagi anak-anak karena rasanya lebih enak dan warna
lebih menarik

Sesuai untuk obat yang bersifar sangat higroskopis, deliquescent.Tidak semua obat yang ada
di pasaran berbentuk sirup

Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal

Tidak sesuai bahan obat yang rasanya tidak enak, misal sangat pahit (sebaiknya dibuat
kapsul), rasanya asin (tablet effervescent)SuppositoriaBisa mengobati secara bertahap

– Kalau misal obat menimbulkan kejang, atau panas, reaksinya lebih cepat dapat
memberikan efek local dan sistematik.

Contoh : memberikan efek local dulcolax untuk meningkatkan defeksasi.Sakit tidak nyaman
daya fiksasi lebih lama daripada IV

Kalau pemasangan obat tidak benar, obat akan keluar lagi

Tidak boleh diberikan pada pasien yang mengalami pembedahan rectal.

11. Beri contoh dan jelaskan perbedaan dari :

1. Obat narkotika golongan I : tidak digunakan dalam terapi, tapi hanya digunakan untuk
ilmu pengetahuan. Potensi ketergantungan sangat tinggi. Contoh : tanaman Papaver
somniferium (opium), koka, ganja, dan heroin.
2. Obat narkotika golongan II : dapat digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.
Potensi ketergantungan sangat tinggi. Contoh : metadon, morfin, opium, petidin.
3. Obat narkotika golongan III : banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan.
Potensi ketergantungan ringan. Contoh : kodein.

13. Berilah contoh minimal 5 macam jenis obat di bawah ini :

1. Obat bebas

Contohya : Obat Batuk Hitam, Obat Batuk Putih, Tablet Parecetamol, Minyak Kayu Putih,
Tablet Vitamin C, Paracetamol, Aspirin, Promethazine, Guafenesin, Bromhexin HCL,
Chlorpheniramine maleate (CTM), Dextromethorphan, Zn Sulfate, Proliver, Tripid, Gasflat,
Librozym (penyebutan merk dagang, karena obat tersebut dalam kombinasi).

2. Obat bebas terbatas (Daftar W/Daftar P)

Contohnya : Antimo, Decolgen, Vicks Formula 44 DT Gargarisma Kan, Tinctura Jodii, Neo
ultrasiline, Sigaret astma, Sulfanilamide steril, Anusol suppositoria, Theophiline, Allerin,
Pseudoefedrin HCL, Tilomix, Tremenza, Bodrex extra, Lactobion, Antasida plus, Dexanta,
asam acetylsalisil, Asmadex, ephedrin HCL, Dextromethorphan dll (penyebutan merk karena
obat kombinasi).

3. Obat keras

Contohnya : Diazepam, Phenobarbital, Antibiotik, Antihistaminik antibiotika dan obat-obat


berisi hormone (obat anti diabetes, obat untuk gangguan jantung, obat anti kanker, obat untuk
pembesaran kelenjar tiroid, obat gangguan pertumbuhan, dsb), obat anti depressan (seperti :
chlorpromazine, haloperidol), Loratadine, Pseudoefedrin, Bromhexin HCL, Alprazolam,
Clobazam, Chlordiazepokside, Amitriptyline, Lorazepam, Nitrazepam, Midazolam,
Estrazolam, Fluoxetine, Sertraline HCL, Carbamazepin, Haloperidol, phenytoin, Levodopa,
Benzeraside, Ibuprofen, Ketoprofen dll.

Di dalam Obat Bebas Terbatas terdapat peraturan-peraturan, sebutkan ini dari peraturan
tersebut dan berikan contoh kemasan pada masing-masing peraturan tersebut

1. P1 : Awas! Obat Keras! Baca aturan pakai. Contoh : Paramex


2. P2 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk kumur. Jangan ditelan. Contoh : Listerine,
Betadine gargle.
3. P3 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk bagian luar badan. Contoh : Betadin.
4. P4 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk dibakar.
5. P5 : Awas! Obat Keras! Tidak boleh ditelan. Contoh : Nebacetin powder.
6. P6 : Awas! Obat Keras! Obat wasir, tidak ditelan. Contoh : Anusol suppositoria

umpulan Soal Farmakognosi


Posted by Farmasi SMK GM GEN 2 on 23.08
0

1. Theae Folium adalah nama simplisia dari…


a. Daun Ngokilo c. Daun Jambu Biji e. Daun Salam
b. Daun Tempuyung d. Daun Teh
2. Temu Kunci adalah nama lain dari simplisia…
a. Boesenbergiae Rhizoma c. Curcumae Rhizoma e. Imperatae Rhizoma
b. Calami Rhizoma d. Cyperi Rhizoma
3. Keluarga dari Sonchi Folium adalah…
a. Acanthaceae c. Caesalpiniaceae e. Myrtaceae
b. Asteraceae d. Theaceae
4. Penggunaan Calami Rhizoma antara lain,kecuali…
a. Aromatika c. Insektisida e. Antidiare
b. Karminativa d. Demam nifas
5. Zat berkhasiat utama/isi dari simplisia Sericocalycis Folium adalah…
a. Kalium,silikat c. Polifenol e. Egenol
b. Kalsium,asam kersik d. Rhein
6. Nama lain dari simplisia Curcumae Rhizoma adalah…
a. Temu hitam c. Temu ireng e. Kunir
b. Rimpang teki d. Koneng gede
7. Sediaan dari Sennae Folium adalah…
a. Diapet® Tablet c. Laxing® Kapsul e. Prolipid® Kapsul
b. Lancar asi® Kaplet d. Enkasari® Gargle
8. Lancar asi® Kaplet adalah sediaan dari simplisia…
a. Psidii Folium c. Sennae Foium e. Sauropi Foilum
b. Polyanthi Folium d. Sonchi Folium
9. Curcuma Aeruginosae Rhizoma memiliki persyaratan kadar minyak atsiri tidak kurang
dari…
a. 0,1% c. 0,3% e. 0,5%
b. 0,2% d. 0,4%
10. Psidii Folium memiliki zat berkhasiat utama/isi zat penyamak……….%
a. 9% c. 11% e. 13%
b. 10% d. 12%
11. Curcuma domestica adalah nama tanaman asal dari Curcumae Domesticae Rhizoma yang
memiliki nama lain…
a. Rimpang temu giring c. Kencur e. akar alang-alang
b. Rimpang teki d. Kunyit, kunir
12. Nama lain dari Syzygium polyanthum adalah…
a. Polyanthi Folium c. Daun jambu biji e. Eugenia polyantha
b. Daun Salam d. Daun Katuk
13. Nama simplisia dari Rimpang temu giring yang benar adalah…
a. Curcuma Heynaenae Rhizoma e. Curcuma Heyneanae Rhizoma
b. Curcuma Hayneanea Rhizoma
c. Curcuma Heyneanea Rhizoma
d. Curcuma Hyeneanae Rhizoma
14. Berikut adalah penggunaan dari simplisia Cyperi Rhizoma,kecuali..
a. Diuretika,stomakika,analgetika
b. Karminativa,antidiare,kolagoga,skabisida
c. Antiseptika kulit,anthelminthika
d. Kolagoga,antispasmodika,amara
e. Bagian dari jamu,antirematik,karminativa
15. Obat sariawan,obat batuk,antiseptic,obat kumur,menghentikan pendrahan pada mimisan
adalah penggunaan dari nama tanaman asal…
a. Persea gratissima c. Piper betle e. Murraya paniculata
b. Orthosiphon aristatus d. Psidium guajava
16. Keluarga dari simplisia Imperatae Rhizoma adalah..
a. Zingiberaceae c. Cyperaceae e. Poaceae
b. Araceae d. Asteraceae
17. Kaempferiae Rhizoma memiliki nama lain…
a. Laos c. Temulawak e. Dlingo
b. Kunyit d. Kencur
18. Kiranti® dan Jamu Buyung Upik® adalah sediaan dari nama tanaman asal…
a. Languas galanga c. Imperata cylindrica e. Curcuma xanthorrizha
b. Kempferia galanga d. Cyperus rotundus
19. Waktu panen “Pada umur 2,5 - 4 bulan,agar diperoleh rimpang muda yang belum banyak
berserat” adalah waktu panen dari nama tanaman asal…
a. Alpinia officinarum c. Zingiber cassumunar e. Kaempferia galanga
b. Zingiber zerumbet d. Imperata cylindrical
20. Waktu panen “Panenan dapat dilakukan pada umur 9-12bulan setelah tanam” adalah waku
panen dari nama tanaman asal…
a. Zingiber aromatica c. Zingiber littorale e. Zingiber officinale
b. Zingber zerumbet d. Zingiber cassumunar
21. Zingiberis Aromaticae Rhizoma memiliki nama lain,yaitu…
a. Jahe c. Lempuyang wangi e. Bengle
b. Lempuyang gajah d. Lempuyang pahit
22. Keterangan “mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil,hampir menyerupai jahe.
Rimpang muda dapat dimakan sebagai lalap” adalah keterangan dari simplisia…
a. Zingiberis Zerumbeti Rhizoma e. Zingiberis Aromaticae Rhizoma
b. Zingiberis Purpurei Rhizoma
c. Zingiberis Rhizoma
d. Zingiberis Littoralis Rhizoma
23. Zingiberis Purpurei Rhizoma memiliki nama lain,yaitu…
a. Lempuyang pahit c. Lempuyang wangi e. Galangae Rhizoma
b. Lempuyang gajah d. Cassumunar Rhizoma
24. Lempuyang gajah memiliki nama tanaman asal,yaitu…
a. Zingiber zerumbet c. Zingiber littorale e. Zingiber aromatica
b. Zingiber cassumunar d. Zingiber officinale
25. Perseae Folium memiliki nama keluarga,yaitu…
a. Piperaceae c. Euphorbiaceae e. Acanthaceae
b. Lauraceae d. Myrtaceae
26. Sediaan dari daun kumis kucing adalah…
a. Orthosiphonis Infussum,Nephrolit® Kapsul
b. Enkasari® Gargle
c. Diapet® Tablet
d. Batugin® Elixir
e. Slimming Tea Mustika Ratu®,Prolipid® Kapsul
27. Rutaceae adalah keluarga dari siimplisia…
a. Jasmini Foium c. Piperis Folium e. Murrayae Folium
b. Gynurae Segetum Folium d. Perseae Folium
28. Jasmini Folium memiliki nama keluarga,yaitu…
a. Rutaceae c. Oleaceae e. Lauraceae
b. Asteraceae d. Piperaceae
29. Saponin,minyak atsiri,flavonoid adalah zat berkhasiat utama/isi dari nama lain…
a. Daun melati c. Daun kemuning e. Daun kumis kucing
b. Daun urang-aring d. Daun dewa
30. Daun sambung nyawa memiliki nama simplisia,yaitu…
a. Daun sambung nyawa c. Daun Tapakliman e. Daun melati
b. Daun urang-aring d. Daun Jatiblanda
31. Guazuma ulmifolia adalah nama tanaman asal dari…
a. Daun jatiblanda c. Daun Tempuyung e. Daun Dewa
b. Daun kemuning d. Daun kejibeling
32. Flavonoida luteolin-7-glukosida adalah zat berkhasiat utama dari simplisia…
a. Elephantopi Folium c. Gynurae Procumbensis Folium e. Piperis Folium
b. Ecliptae Folium d. Jasmini Folium
33. Simplisia yang berkhasiat sebagai perawatan rambut adalah…
a. Abri Folium c. Achileae Folim e. Ecliptae Folium
b. Aglaiae Folium d. Blumeae Folium
34. Isolasi glukosida, terutama Digoksina adalah penggunaan dari simplisia…
a. Abri Folium c. Digitalis Lanatae Folium e. Ecliptae Folium
b. Aglaiae Folium d. Digitalis Folium
35. Potensi tidak kurang dari 10 S.I tiap gram adalah persyaratan kadar dari nama lain…
a. Daun saga c. Daun seribu e. Daun sirsak
b. Daun jari d. Daun pacar cina
36. Cymbopogonis Folium adalah simplisia yang memiliki nama lain…
a. Daun jari c. Daun saga e. Daun pacar cina
b. Daun sirsak d. Daun sereh

37. Antipiretik,analgetik,obat luka,sariawan,antitussive,obat mulas adalah penggunaan dari nama


lain…
a. Daun saga c. Daun pacar cina e. Daun jinten
b. Daun sirsak d. Daun sereh
38. Erythroxylaceae adalah nama keluarga dari simplisia…
a. Cassiae Folium c. Coca Folium e. Blumeae Folium
b. Caryophlli Folium d. Digitalis Folium
39. Daun ketepeng memiliki nama tanaman asal…
a. Cassia tora c. Blumea balsamifera e. Abrus precatorius
b. Digitalis purpurea d. Eclipta prostrate
40. Eugenia aromatica adalah nama lain dari simplisia…
a. Syzygium aromaticum c. Caryophylli Folium e. Cassia alata
b. Eugenia caryophyllata d. Coca Folium
41. Caricaeae adalah nama keluarga dari simplisia Caricae Folium yang memiliki nama lain…
a. Daun melati c. Daun pepaya e. Daun tempuyung
b. Daun saga d. Daun sirsak
42. Berdaun menjari ganjil (lima/tujuh/Sembilan) adalah pemerian dari simplisia…
a. Caricae Folium c. Abri Folium e. Piperis Folium
b. Cannabis Sativae Folium d. Coca Folium
43. Karminativa,sudorifika,antitussive,asstringensia adalah penggunaan dari simplisia…
a. Coca Folium c. Daun sembung e. Abri Folium
b. Blumeae Folium d. Daun Ganja
44. Baeckeae Folium memiliki nama lain…
a. Daun seribu c. Daun seledri e. Daun jugrahab
b. Daun pacar cina d. Daun saga
45. Apii Graveolentis Folium memiliki nama lain…
a. Daun jugrahab c. Daun sirsak e. Daun seledri
b. Daun saga d. Daun seribu
46. Mengurangi haid dan obat gonorrhoe adalah penggunaan dari simplisia…
a. Baeckeae Folium c. Aglaiae Folium e. Aglaia odorata
b. Caricae Folium d. Abri Folium
47. Minyak atsiri yang mengandung khamazulen dan azulen adalah zat berkhasiat utama/isi dari
simplisia Achileae Folium yang memiliki nama tanaman asal…
a. Achillea millefolium c. Carica papaya e. Daun seribu
b. Cannabis sativa d. Blumea balsamifera
48. Annonaceae adalah nama keluarga dari simplisia Annonae Muricata Folium yang memiliki
nama lain…
a. Daun saga c. Daun ganja e. Daun-daunan
b. Daun tempuyung d. Daun sirsak
49. Abri Folium memiliki zat berkhasiat utama/isi glisirizin sampai…………%
a. 6% c. 8% e. 10%
b. 7% d. 9%
50. Oleum Vetiveriae adalah sediaan dari nama lain…
a. Akar tapak dara c. Akar wangi e. Akar-akaran
b. Akar tuba d. Akar pasak bumi
51. Tanin,asam galat,jambulol,jambolisin adalah zat berkhasiat utama/isi dari simplisia…
a. Kulit sariawan c. Syzygii Jambolani Cortex e. Cortex
b. Kulit Jamblang d. Litseae Cortex
52. Symplocaceae adalah nama keluarga dari nama lain…
a. Kulit jamblang c. Kulit buah delima e. Kulit sariawan
b. Kulit Pule d. Kulit kayu rapat
53. Pegatsih adalah nama lai dari simplisia…
a. Parameriae Cortex c. Parameria laevigata e. Litseae Cortex
b. Granati Pericarpium d. Parameria barbata
54. Minyak atsiri mengandung sitral,limonen,sapinenn,metilheptanon,sitronelal,tannin,galat,
ellagat adalah zat berkhasiat utama/isi dari nama tanaman asal…
a. Pegatsih c. Krangean e. Kult kina
b. Litsea cubeba d. Litseae Cortex
55. Tanin sampai lebih kurang 20% alkaloida yang terdiri dari peletrina, metilpeletrina,
psudopleletrina, metil isopeletrina, isopeletrina adalah zat berkhasiat utama/isi dari nama
tanaman asal…
a. Granati Pericarpium c. Granati Cortex e. Kulit buah delima
b. Punicaceae d. Punica granatum
56. Tinctura BDV, Brometori Valerianae Potio, Lelap® Kapsul adalah sediaan dari simplisia…
a. Vetiveriae Radix c. Valerianae Radix e. Valerianaceae
b. Rhei Radix d. Valeriana officinalis
57. Rhei Radix memiliki nama keluarga,yaitu…
a. Valerianaceae c. Araliaceae e. Polygonaceae
b. Poaceae d. Papilionaceae
58. Rauwolfiae Serpentinae Radix memiliki nama keluarga,yaitu…
a. Araliceae c. Polygonaceae e. Papilionaceae
b. Apocynaceae d. Valerianaceae
59. Tanaman yang berumur 2-3 tahun dipotong beberapa cm diatas tanah dalah cara panen dari
nama lain…
a. Kulit kayumanis c. Cinnamomm zeylanicum e. Pegatsih
b. Lauraceae d. Cinnamomi Cortex
60. Jesuit bark adalah nama lain dari simplisia…
a. Cinchona succirubra c. Rubiaceae e. Cortex
b. Cinchonae d. Cinchonae Cortex
61. Kuku Bima Ginseng adalah sediaan dari simplisia…
a. Akar pulepandak c. Panacis Radix e. Panax Radix
b. Panax schin-seng d. Ginseng
62. Cara panen pada umur 8 tahun,semakin tua umur tanaman, kulit relatif lebih tebal dan
volume kulit pohon bertambah pula,sehingga kualitas dan kuantitas produksi akan lebih baik
adalah cara panen dari simplisia…
a. Cinnamomum Burmani c. Keningar e. Kuit manis jangan
b. Burmani Cortex d. Cinnamomum Cortex
63. Keluarga dari simplisia Ipecacuanhae Radix adalah…
a. Papilionaceae c. Araliaceae e. Polygonaceae
b. Apocynaceae d. Rubiaceae
64. Pulasari adalah nama lain dari simplisia…
a. Alstoniae Cortex c. Alyxia stellata e. Alyxiae Cortex
b. Burmani Cotex d. Alyxia reinwardtii
65. Kadar emetin 2,0% adalah persyaratan kadar dari nama tanaman asal…
a. Glycyrrhiza glabra c. Eurycoma longifolia e. Chepaelis acuminata
b. Vinca rosea d. Derris elliptica
66. Alkaloida-alkaloida ditamina, ekitamina, ekhitanina, akhitamidina, alstonina adalah zat
berkhasiat utama/isi dari nama lain…
a. Kulit pule c. Alstonia scholaris e. Alstoniae Cortex
b. Kulit manis jangan d. Kulit kina
67. Ekspektoran. Akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil adalah pengguaaan
dari simplisia…
a. Glycyrrhizae Radix c. Glycyrrhiza glabra e. Varietas glandulifera
b. Akar manis d. Liquiritae Radix
68. Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol adalah sat berkhasiat utama/isi dari nama tanaman
asal…
a. Eurycoma longifolia c. Eurycomae Radix e. Radix
b. Akar pasakbumi d. Catharanthi Radix
69. Derris elliptica adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Akar tapak dara c. Akar tuba d. Akar-akaran
b. Akar pasakbumi d. Akar manis jangan
70. Alkaloida: ajmalisin, serpentina, tetrahidroalstonin, vindesin, vinkristin, vinblastine adalah
zat berkhasiat utama/isi dari nama lain…
a. Akar pasak bumi c. Akar manis jangan e. Akar manis
b. Akar tapak dara d. Akar tuba
71. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan sebagai berikut, kecuali…
a. Pengolahan tanah c. Pemungutan hasil panen e. Pengawetan
b. Penanaman d. Pemeliharaan tanaman
72. Pengolahan simplisia sebagai berikut, kecuali…
a. Pengeringan c. Suhu penyimpanan e. Pemerian
b. Pengawetan d. Wadah dan bungkus
73. Suhu penyimpanan simplisia sebagai berikut, kecuali…
a. Dinginc. Suhu hangat e. Suhu luar
b. Sejuk d. Suhu kamar
74. Berikut adalah Penilaian obat,kecuali…
a. Secara asal-asalan c. Secara mikroskopik e. Secara kimia
b. Secara organoleptik d. Secara fisika
75. ………………..adalah ilmu yang mempelajari obat yang berasal dari alam.
a. Farmakokinetika c. Farmakognosi e. Farmasi
b. Farmakologi d. Obat herbal
76. Zat warna merah kartamin, zat warna kuning saflawer, lender, minyak lemak adalah zat
berkhasiat utama /isi dari nama lain…
a. Carthamus tinctorius c. Carthami Flos e. Bunga Rosela
b. Kesumba d. Eugenia caryophyllus
77. Minyak cair kental, warna coklat kemerahan, bau khas aromatic kuat adalh pemerian dari
nama tanaman asal…
a. Shorea stepnotera c. Rosa gallica e. Vetiveria zizanoides
b. Foeniculum fulgare d. Sesamum indicum
78. Pemeria dari simplisia Caryophylli Flos adalah…
a. Bau agak aromatis, rasa pahit
b. Tidak berbau, rasa sepat, warna coklat sampai coklat kehitaman
c. Kelopak bunga berwarna merah
d. Bau aromatik kuat, rasa pedas
e. Tidak ada yang benar
79. Oleum Shoreae memiliki nama keluarga…
a. Dipterocarpaceae c. Pedaliaceae e. Euphorbiaceae
b. Poaceae d. Rosaceae
80. Bunga Rosela memiliki nama tanaman asal…
a. Hibiscus sabdariffa c. Rosa damascena e. Rosa centifolia
b. Rosa gallica d. Rosa alba
81. Korigen odoris, antipiretika, laktifuga adalah penggunaan dari bunga…
a. Rosela c. Melati e. Semua jawaban salah
b. Nagasari d. Mawar
82. Sesame Oil adalah……………………………dari simplisia Oleum Sesami.
a. Nama simplisia d. Nama asal e. Nama lain
b. Nama latin c. Nama samara
83. Sediaan dari Oleum Rosae adalah…
a. Aqua Menthae Piperitae c. Parfume e. Zinci Cloridi Gargarisma
b. Balsamum Album d. Kummerfeldi Lotio
84. Nama keluarga dari bunga nagasai adalah…
a. Oleaceae c. Asteraceae e. Lythraceae
b. Malvaceae d. Clusiaceae
85. Nama keluarga dari Pyrethri Flos adalah…
a. Asteraceae c. Clusiaceae e. Malvaceae
b. Oleaceae d. Lythraceae

86. Pemerian dari bunga sidawayah adalah…


a. Bau khas, dapat menyebabkan bersin, rasa mual-mual getir dan pahit kemudian
menimbulkan rasa pedas
b. Tidak berbau, rasa sepat, warna coklat sampai colat kehitaman
c. Bau harum lemah, tidak berasa
d. Kelopak bunga berwarna merah
e. Bau lemah, rasa kelat dan pahit
87. Castor Oil adalah nama lain dari simplisia…
a. Minyak jarak c. Oleum Pogostemoni e. Oleum Shoreae
b. Oleum Ricini d. Ricinus communis
88. Seskuiterpen-terpen (40-45%), sinamilaldehida, egenol dan azulen adalah zat berkhasiat
utama/isi dari simplisia…
a. Oleum Ricini c. Oleum Shoreae e. Oleum Maydis
b. Oleum Pogostemoni d. Oleum Rosae
89. Berguna sebagai bahan makanan dan pencahar lemah adalah penggunaan dari nama tanaman
asal…
a. Oleum Olivae c. Sweet Oil e. Minyak zaitun
b. Olive Oil d. Olea europea
90. Berikut adalah sediaan dari Oleum Mentahe Piperitae, kecuali…
a. Aqua Mentahe Piperitae c. Kummerfeldi Lotio e. Semua jawaban salah
b. Balsamum Album d. Zinci Chloridi Gargarisma
91. Minyak lemak diperoleh dari embrio, kemudian dimurnikan adalah cara memperoleh dari
simplisia…
a. Oleum Maydis c. Oleum Ricini e. Oleum Sesami
b. Oleum Olivae d. OleumPogostemoni
92. Nama lain dari Oleu Iecoris Aselli adalah…
a. Oleum Morrhuae c. Scott Emulsion e. Olei Iecoris Emulsum
b. Gadus callarias d. Gadidae
93. Sebagai obat gosok bayi, obat mulas untuk anak-anak, karminativa lemah, terbanyak dipakai
sebagai bahan pewangi Aqua Foeniculi adalah penggunaan dari nama tanaman asal…
a. Foeniculum vulgare c. Aqua Foeniculi e. Minyak mawar
b. Minyak adas d. Oleum Foeniculi
94. Methylis Salicylatis Linimentum adalah sediaan dari simplisia…
a. Minyak ekaliptus c. Oleum Pogostemoni e.Oleum Eucalypti
b. Eucalyptus globullus d. Oleum Foeniculi
95. Kopra (daging buah kelapa yang telah dikeringkan, mengandung minyak lemak 60-65% dan
air tidak boleh lebih dari 8%) yang telah dipanaskan, diperas dengan tekanan 600-800kg/cm²
adalah salah satu cara pembuatan dari simplisia…
a. Oleum Eucalypti c. Oleum Cocos e. Oleum Iecoris Aselli
b. Oleum Rosae d.Oleum Sesami

96. Cymbopogon nardus/Cymbopogon winteranius adalah nama tnaman asal dari simplisia…
a. Minyak sereh c. Oleum Vetiveriae e. Oleum Shoreae
b. Oleum Citronellae d. Oleum Cinnamomi
97. Nama lain dari Oleum Cinnamomi adalah…
a. Cinnamomum zeylanicum c. Oleum Citronellae e. Oleum Rosae
b. Oleum Ciaoi d. Oleum Citri
98. Nama tanaman asal dari minyak jeruk adalah…
a. Cymbopogon nardus c. Oleum Aurantii e. Oleum Citri
b. Citrus lemon d. Citrus sinensis
99. Clove Oil adalah nama lain dari simplisia…
a. Oleum Aurantii c. Oleum Shoreae e. Oleum Caryophyli
b. Oleum Citri d. Oleum Vetiveriae
100. Nama keluarga dari Oleum Cananga adalah…
a. Myrtaceae c. Anonaceae e. Palmae
b. Rutaceae d. Lauraceae
101. Balsamum Rubrum, Methylis Salicylatis Linimentum, Thymoli Solutio Aromaticae adalah
sediaan dari nama tanaman asal…
a. Theobroma cacao c. Canangium odoratum e. Citrus lemon
b. Eugenia caryophyllata d. Melaleuca leucadendra
102. Aminophyllin Suppositoria, Bibazae Suppositoria, Bisacodyl Suppositoria adalah sediaan
dari simplisia…
a. Oleum Cacao c. Oleum Citronellae e. Oleum Cajuputi
b. Oleum Aurantii d. Oleum Citri
103. Berikut adalah persyaratan kadar dari Oleum Aurantii yaitu kadar aldehida tidak kurang dari
1,0% dan tidak lebih dari…..%
a. 2,0% c. 4,0% e. 6,0%
b. 3,0% d. 5,0%
104. Benzocaini Opii TInctura, Amonii Anisi Spirituosa, Potio Alba adalah sediaan dari nama
lain…
a. Minyak jeruk manis c. Minyak Kayuputih e. minyak adasmanis
b. Minyak kenanga d. Minyak ikan
105. Amomi Fructus memiliki nama lain…
a. Amomum compactum c. Cardamomi Fructus e. Buah adasmanis
b. Amomum kapulaga d. Amomum cardamomum
106. Tamarindi Pulpa Fructus memiliki nama lain…
a. Tamarindus indica c. Cabe jawa e. Asam jawa
b. Piper retrofractum d. Lada panjang
107. Pimpinella anisum adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Kapulaga c. Cardamomi Fructus e. Buah makasar
b. Kapol d. Buah adasmanis
108. Nama simplisia dari cabe jawa adalah…
a. Capsici Fructus c. Capsicum annum e. Piper Retrofractum
b. Capsici Frutescentis Fructus d. Retrofracti Fructus
109. Brucea sumatrana adalah nama tanaman asal dari nama lain…
a. Tambara marica c. Brucea amarissima e. Buah adas
b. Bruceae Fructus d. Brucea javanica
110. Lada hitam adalah nama lain dari simplisia…
a. Piper nigrum c. Capsici Frictus e. Piperis Nigri Fructus
b. Piperis Albi Fructus d. Phalariae Fructus
111. Koyo Cabe® adalah sediaan dari simplisia…
a. Retrofracti Fructus c. Capsici Fructus e. Cubebae Fructus
b. Coriandri Fructus d. Capsici Frutescentis Fructus
112. Cabe domba, lombok bundar, bell cayenne, sweetpepper adalah varietas abberviatum dari
simplisia…
a. Capsici Frutescentis Fructus c. Retrofracti Fructus e. Capsici Fructus
b. Cubebae Fructus d. Coriandri Fructus
113. Nama keluarga dari lada putih adalah…
a. Thymelacaceae c. Apiaceae e. Malvaceae
b. Caesalpiniaceae d. Piperaceae
114. Phaleriae marcocarpa adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Buah mahkota dewa c. Pulpa Tamarindorum cruda e. Kapas murni
b. Phaleriae Fructus d. Papuan red fruit
115. Anti hipertensi, anti gout, anti kolesterol, obat kanker, tumor dan HIV adalah penggunaan
dari simplisia…
a. Pandanus Conideus Fructus c. Isorae Fructus e. Cumini Fructus
b. Cubebae Fructus d. Phaleriae Fructus
116. Pacekap® Kapsul adalah sediaan dari simplisia…
a. Isorae Fructus c. Phalariae Fructus e. Cubebae Fructus
b. Cumini Fructus d. Morindae Citrifoliae Fructus
117. Melaleuca leucadendra adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Kapas murni c. Kayuputih e. Merica bolong
b. Lada putih d. Lada hitam
118. Nama keluarga dari buah puteran adalah…
a. Malvaceae c. Myrtaceae e. Piperaceae
b. Sterculiaceae d. Pandanaceae
119. Nama lain dari tanaman asal Gossypium hirsutum adalah…
a. Spesies gossypium c. Buah Kayuputih e. Merica bolong
b. Kapas murni d. Gossypium Depuratum
120. Oleum Foeniculi dan minyak telon adalah sediaan dari nama sinonim…
a. Buah Adas c. Kayu ules e. Buah kemukus
b. Buah jinten putih d. Buah Adasmanis
121. Panenan dilakukan bila tanaman mulai mengering, biji sudah tidak berwarna hijau tua lagi,
dengan cara mencabut tanaman. Adalah waktu panen dari simplisia…
a. Cubebae Fructus c. Coptici Fructus e. Cumini Fructus
b. Foeniculi Fructus d. Isorae Fructus
122. Obat radang selaput lendir saluran kemih, diuretika, karminativa, anti emetika adalah
penggunaan dari simplisia…
a. Cumini Fructus c. Cubebae Fructus e. Foenicuili Fructus
b. Isorae Fructus d. Coptici Fructus
123. Tanaman dapat dipanen jika warna bijinya berubah dari hijau menjadi coklat kuning, pada
umur 3 - 3,5 bulan dari waktu tanam. Adalah waktu panen dari simplisia…
a. Coriandri Fructus c. Isorae Fructus e. Cumini Fructus
b. Cubebae Fructus d. Coptici Fructus
124. Persyaratan kadar dari Coptici Fructus adalah kadar minyak atsiri tidak kurang
dari………….% v/b.
a. 1,3 c. 1,8 e. 1,6
b. 1,4 d. 1,2
125. Amylum Triciti memiliki nama lain…
a. Pati kentang c. Pati gandum e. Pati beras
b. Pati singkong d. Pati jagung
126. Solanum tuberosum adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Pati gandum c. Pati beras e. Pati jagung
b. Pati kentang d. Pati singkong
127. Pati beras memiliki nama simplisia…
a. Amylum Manihot c. Amylum Solani e. Amylum Triciti
b. Amylum Maydis d. Amylum Oryzae
128. Amylum Maydis memiliki nama lain, yaitu…
a. Zea mays c. Pati singkong e. Corn starch
b. Pati beras d. Oryza sativa
129. Acidi Salicylici Zinci Oxydi Lotio adalah sediaan dari simplisia…
a. Amylum Manihot c. Amylum Solani e. Amylum Triciti
b. Amylum Maydis d. Amylum Oryzae
130. Strychni Semen meiliki nama keluarga yaitu…
a. Ranunculaceae c. Loganiaceae e. Cucurbitaceae
b. Mimosaceae d. Papilionaceae
131. Biglobosae Semen adalah nama lain dari simplisia…
a. Biji Kedawung c. Parkia biglobosa e. Myristicae Arillus
b. Parkiae Semen d. Parkia roxburghii
132. Hobat® Kapsul adalah sediaan dari simplisia…
a. Myristicae Arillus c. Cucurbitae Semen e. Myristicae Semen
b. Myristicae Pericarpium d. Nigella Sativae Semen
133. Myristicae Pericarpium memiliki nama lain…
a. Kembang pala c. Nutmeg e. Kulit buah pala
b. Macis d. Pala
134. Myristicae Arillus memiliki nama lain…
a. Kembang pala c. Nutmeg d. Nux Moschata
b. Kulit buah pala d. Pala

135. Lelap® Kapsul adalah sediaan dari simplisia…


a. Myristicae Semen c. Myristicae Pericarpium e. Cucurbitae Semen
b. Myristicae Arillus d. Parkiae Semen
136. Trigonella foenumgraecum adalah nama tanaman asal yang memiliki nama lain…
a. Biji klabet c. Biji kopi e. BIji pinang
b. Biji labu merah d. Biji kola
137. Obat cacing pita, diberikan sebagai emulsa segar adalah penggunaan dai simplisia…
a. Parkiae Semen c. Colae Semen e. Cucurbitae Semen
b. Myristicae Semen d. Coffeae Semen
138. Keping biji dan inti biji adalah bagian yang digunakan dari simplisia…
a. Parkiae Semen c. Colae Semen e. Cucurbitae Semen
b. Myristicae Semen d. Coffeae Semen
139. Biji yang telah disangrai dari buah masak adalah bagian yang digunakan dari simplisia…
a. Parkiae Semen c. Colae Semen e. Cucurbitae Semen
b. Myristicae Semen d. Coffeae Semen
140. Miotika, anthelmintika khususnya cacing pita, adstringensia adalah penggunaan dari
simplisia…
a. Arecae Semen c. Cucurbitae Semen e. Parkiae Semen
b. Coffeae Semen d. Colae Semen
141. ………………….adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan,
bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, secara trurun
menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Adalah pengertian dari
obat…
a. Tradisional c. OHT e. Sediaan Galenika
b. Jamu d. Fitofarmaka
142. Empirical Based Herbal Medicine disebut juga…
a. OHT c. Jamu e. Obat Tradisional
b. Fitofarmaka d. Sediaan Galenika
143. Scientific Based Herbal Medicine dsebut juga…
a. Fitofarmaka c. Sediaan Galenika e. Jamu
b. OHT d. Obat Tradisional
144. Clinical Based Herbal Medicine disebut juga…
a. Jamu c. Obat Tradisional e. Sediaan Galenika
b. OHT d. Fitofarmaka
145. Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara
ilmiah dengan uji praklinik, uji teknologi famasi, dan uji klinik. Adalah pengertian dari…
a. Jamu c. Obat Tradisional e. Fitofarmaka
b. OHT d. Sediaan Galenika
146. Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara
ilmiah dengen iju praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. Adalah pengertian
dari…
a. Jamu c. Obat Tradisional e. Fitofarmaka
b. OHT d. Sediaan Galenika

147. Adalah obat yang diolah secara tradisional, baik dalam bentuk serbuk, seduhan, pil,
maupun cairan yang berisi seluruh bagian tanaman. Adalah pengertian dari…
a. Jamu c. Obat Tradisional e. Fitofarmaka
b. OHT d. Sediaan Galenika
148. Adalah sediaan yang dibuat dari bahan baku tumbuh-tumuhan atau hewan dengan cara
disari. Adalah pengertian dari…
a. Jamu c. Obat Tradisional e. Fitofarmaka
b. OHT d. Sediaan Galenika
149. Adalah ilmu yang mempelajari tentang pembuatan sediaan (preparat) obat dengan cara
sederhana dan dibuat dari alam (tumbuhan dan hewan). Adalah pengertian dari…
a. Jamu c. Ilmu Galenika e. Obat Tradisional
b. OHT d. Sediaan Galenika
150. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan galenika adalah sebagai berikut,
kecuali…
a. Derajat Kehalusan c. Extraction e. Suhu
b. Konsentrasi d. Bahan Penyari