Anda di halaman 1dari 4

MATERI BIMBEL ADSORPSI DAN ABSORPSI

INDIKATOR :

1. Menentukan fungsi proses adsorpsi di berbagai proses industri


2. Menghitung neraca massa sederhana pada proses absorpsi secara fisika

Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu zat cair/gas di permukaan zat padat yang
menyerap.
Adsorpsi terjadi hanya di permukaan zat padat tersebut.
Absorpsi adalah proses penyerapan gas/komposen gas dengan menggunakan cairan.
Absorpsi biasanya diikuti dengan pelarutan. Karena itu, absorpsi terjadi tidak hanya di permukaan
cairan saja, melainkan sampai ke daerah bulk dari cairan tersebut.
Macam-macam adsorben : karbon aktif, zeolit, resin sintetik dan silika gel.
Karbon aktif adalah Karbon yang telah dipirolisis (dipanaskan dengan sedikit oksigen) sehingga
menghasilkan bahan dengan banyak pori (mempunyai luas permukan besar (500 - 1000 m2/g).
Karbon aktif adalah adsorben yang paling umum digunakan di industri. Karbon aktif bersifat non
polar, sehingga baik untuk menyerap zat-zat yang bersifat non polar.
Aplikasi adsorpsi dalam proses di industry secara umum:
1. Dehumidifikasi
2. Penghilangan bau/warna/rasa
3. Penghilangan polutan gas
4. Pelunakan dan deionisasi air
5. Fraksionasi hidrokarbon
Contoh lain pemanfaatan adsorpsi antara lain:
 Penyerapan zat warna pada limbah dengan karbon aktif
 Penyerapan uap air dengan silica gel.
 Proses pemutihan gula pasir pada industri gula dengan tanah diatomae dan arang.
 Penyembuhan sakit perut dengan serbuk karbon atau norit
 Pewarnaan serat sutra, wool atau kapas dengan Al2(SO4)3 pada industri tekstil
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,
Lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk
menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel
koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas
(Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk
partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ +3H2O→Al(OH)3+3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah
liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap
bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.
 Penjernihan air keruh dengan tawas Al2(SO4)3
 Penggunaan arang aktif
Penggunaan arang halus pada masker, berfungsi untuk menyerap gas yang beracun.
Filter pada rokok, yang berfungsi untuk mengikat asap nikotin dan tar.
(adsorpsi koloid) Pembersihan kotoran dengan sabun, Adsorpsi koloid humus oleh koloid
tanah liat.
UNAS 2010-2011
Suatu arus gas dengan kecepatan 1 mol/jam berisi 90% mol N2 dan 10% mol CO2. Diinginkan
menyerap CO2 menggunakan air. Air murni pada 7oC diumpankan. Menara penyerap isothermal
dan tekanan operasi pada 14 atm. Jika digunakan air dengan kecepatan 144 mol/jam, Neraca massa
CO2 di sekitar menara untuk menyerap 92 % CO2 adalah...
a. 0,00054
b. 0,00064
c. 0,00074
d. 0,00084
e. 0,00094

Gas karbondioksida yang terdapat di udara dengan kadar 30% diabsorpsi dengan air sehingga
kadarnya menjadi 10%. Jika laju alir udara 5 l/det dan laju alir bebas CO2 10 l/det, maka kadar
CO2 didalam air adalah...
a. 25%
b. 20%
c. 15%
d. 10%
e. 5%

UNAS 2011-2012
Contoh penerapan operasi pemisahan dengan metode absorpsi dalam industri kimia adalah...
a. Proses ion exchange pada pengolahan air
b. Proses recovery belerang
c. Proses pembuatan soda abu (proses solvay)
d. Proses pengolahan iod dengan resin
e. Proses pemutihan (bleaching) pada industri gula

Campuran 100 lb mol gas terdiri dari 20% volume CO2 dan 80% volume NH3 dialirkan kedalam
100 mol larutan asam untuk mengikat gas NH3 dalam operasi absorpsi. Gas CO2 tidak larut dalam
larutan asam. Gas sisa mash mengandung NH3 37,5%. Gas NH3 yang terabsorpsi adalah...
a. 97,5%
b. 85%
c. 72,5%
d. 60%
e. 46%

UNAS 2012-2013
Gas karbon dioksida yang terdapat di udara dengan kadar 80% diabsorpsi dengan air sehingga
kadarnya menjadi 50%. Jika laju alir udara 15 l/det dan laju alir bebas CO2 30l/det, maka kadar
CO2 didalam air adalah...
a. 25%
b. 35%
c. 45%
d. 55%
e. 65%

Campuran gas terdiri dari 25% volume CO2 dan 75% volume NH3 diabsorpsi dengan larutan asam
untuk menghilangkan NH3nya. Hasil gas yang keluar mengandung 37,5% volume NH3.
Banyaknya NH3 yang dapat dipisahkan, jika dianggap CO2 tetap dan tidak ada larutan asam yang
hilang adalah...% (dasar perhitungan 100 mol)
a. 20
b. 40
c. 60
d. 75
e. 80
UNAS 2013-2014
Jenis absorber yang digambarkan secara sederhana sebagaimana di bawah ini adalah ....

A. packed bed absorber


B. absorber gelembung (bubble absorber)
C. absorber kolom pelat (tray column absorber)
D. absorber kolom semprot (spray column absorber)
E. absorber kolom pelat katup (valve tray column absorber)
.
Gas mengalir dengan kecepatan l mol/jam dengan komposisi 90% N2 & 10% C02. Kondisi operasi
absorber pada T & P konstan, secara counter current. Bila air murni masuk absorber dengan
kecepatan 130 mol/jam digunakan sebagai solvent untuk mengabsorbsi C02 sehingga 90% C02
dalam gas terambil oleh air, fraksi mol C02 dalam air yang keluar absorber adalah ....
A. 2,69 X l 0-4
B. 2,96 X 10-4
C. 6,62 X 10-4
D. 6,92 -4 X 10
E. 9,92 X 10-4

UNAS 2014-2015
Contoh penerapan adsorpsi dalam industri adalah,,,
A. Pengikatan amoniak dengan menggunakan air
B. Pengikatan uap air dalam udara dengan menggunakan silika gel.
C. Pengikatan butadiena dengan minyak hidrokarbon
D. Pengikatan karbondioksida dengan menggunakan larutan NaOH
E. Pengikatan asam hipoklorit dengan menggunakan larutan NaOH

Salah satu persamaan adsorpsi isoterm dapat dituliskan sebagai x/m = k.P 1/n, dimana x =
banyaknya zat teradsorpsi, k=konstanta adsorpsi, dan P= tekanan adsorbat, n= konstanta empiris,
dan m=massa adsorben.
Persamaan diatas disebut persamaan....
A. BET
B. Linear
C. Kisliuk
D. Langmuir
E. Freundlich

Salah satu proses pengolahan minyak nabati digambarkan sebagai berikut:


Raw material stone clear  soft rolling embryo  solvent extraction  dryng by product
(soybean meal, peanut cake)
Drying  evaporation stripping  crude oil  alkali refining  degumming  washing  de
colorization  deodorization  oil  inspection and canning  storage
Adsorben yang layak digunakan pada unit deodorisasi adalah...
A. zeolite
B. silika gel
C. karbon aktif
D. kalsium sulfat
E. molecular sieve
UNAS 2015-2016

Aplikasi adsorbsi pada industri kimia dengan karakteristik zat masing-masing yang akan
dijerap ditunjukkan pada contoh berikut yaitu....
A. Pengikatan uap air dengan menggunakan karbon aktif.
B. Pengikatan uap air dengan menggunakan gel silika.
C. Pengikatan partikel zat wama di limbah industri dengan menggunakan gel silika.
D. Pengikatan partikel zat wama di limbah industri dengan menggunakan zeolit.
E. Pengikatan karbondioksida dengan menggunakan karbon aktif.

Pada dunia industri kimia, formalin fasa cair dapat diproduksi melalui suatu proses
dengan memanfaatkan bahan baku berupa formaldehid fasa gas. Proses tersebut adalah....
A. Sedimentasi
B. Distilasi
C. Ekstraksi
D. Absorpsi
E. Filtrasi