Anda di halaman 1dari 24

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

DI RUANG MERAK RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PERIODE 18 JUNI – 30 JUNI 2018

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK B4

STASE KEPERAWATAN MATERNITAS

Arum Rakhmawati S, S.Kep NIM. 131723143069

Ramona Irfan Kadji, S.Kep NIM. 131723143074

Yhunika Nur M, S.Kep NIM. 131723143078

Simpliana Rosa, S.Kep NIM. 131723143082

Amanatul Firdaus, S.Kep NIM. 131723143086

Anindita Nayang S, S.Kep NIM. 131723143090

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok pembahasan : Personal Hygiene


Sub pokok pembahasan : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Sasaran : Keluarga pasien & pasien di ruang Merak
RSUD Dr. Soetomo
Hari/tanggal : Kamis, 28 Juni 2018
Tempat : Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo
Pukul : 10.00 WIB
Penyuluh : Mahasiswi keperawatan Universitas Airlangga

A. Tujuan
 Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang personal hygiene,
di harapkan keluarga pasien mengetahui cara mencegah terjadinya infeksi
 Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan keluarga pasien
mampu :
1. Menjelaskan pengertian infeksi
2. Mengetahui penyebab infeksi
3. Mengetahui tanda dan gejala infeksi
4. Mengetahui cara pencegahan infeksi
5. Mengetahui cara cuci tangan 6 langkah dengan cara yang baik dan
benar dan waktu kapan saja harus mencuci tangan

B. Materi (terlampir)
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Definisi infeksi
2. Penyebab terjadinya infeksi
3. Tanda dan gejala terjadinya infeksi
4. Cara pencegahan infeksi
5. Cuci tangan 6 langkah dan kapan saja waktu untuk mencuci tangan
6. Tema keislaman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan
diri.

C. Media
 Leaflet
 PPT

D. Metode penyuluhan
 Ceramah
 Tanya jawab

E. Setting tempat

(penyuluh)
(Moderator)
(Observer)

(Peserta)
(fasilitator)

(fasilitator)

(fasilitator)

(fasilitaor)
F. Pengorganisasian
 Moderator : Arum Rakhmawati
 Penyuluh : Amanatul Firdaus
 Fasilitator : Ramona Irfan K
Anindita Nayang S
 Observer : Simpliana Rosa
Yhunika Nur M
Pembagian tugas
 Moderator : Mengarahkan seluruh jalannya acara penyuluhan dari awal
sampai akhir
 Penyuluh : Menyajikan materi penyuluhan
 Fasilitator : Memotivasi peserta untuk bertanya
 Observer : Mengamatai jalannya acara penyuluhan dari awal sampai
akhir

G. Kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Respon peserta
1. Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
(5 menit) 2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
dan
memperhatikan
3. Menggali pengetahuan keluarga 3. Menjawab
pasien tentang infeksi pertanyaan
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Mendengarkan
dan
memperhatikan
5. Membuat kontrak waktu 5. Menyetujui
kontrak waktu
2. Kegiantan inti 1. Menjelaskan tentang : 1. Mendengarkan
(25 menit)  Definisi infeksi dan
 Penyebab terjadinya infeksi memperhatikan
 Tanda dan gejala terjadinya penjelasan
infeksi penyuluh

 Cara pencegahan infeksi


 Cuci tangan 6 langkah dan
waktu – waktu kapan saja
mencuci tangan
 Tema keislaman tentang
pentingnya menjaga
kebersihan dan kesehatan diri.
2. Memberikan kesempatan kepada 2. Aktif bertanya
keluarga pasien untuk bertanya.
3. Menjawab pertanyaan peserta. 3. Mendengarkan
3. Penutup 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan
(15 menit) disampaikan oleh penyuluh. dan
memperhatikan
2. Mengevaluasi peserta atas 2. Menjawab
penjelasan yang disampaikan pertanyaan yang
dan penyuluh menanyakan diberikan
kembali mengenai materi
penyuluhan.
3. Salam penutup. 3. Menjawab salam

H. Evaluasi lain
1. Apa definisi dari infeksi ?
2. Apa saja penyebab terjadinya infeksi ?
3. Sebutkan tanda dan gejala terjadinya infeksi ?
4. Bagaimana cara pencegahan infeksi ?
5. Bagaimana cara cuci tangan 6 langkah ?
6. Bagaimana islam mengajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan
dan kesehatan diri ?
I. Materi

PENCEGAHAN INFEKSI

1. Definisi infeksi
Pengertian infeksi yang lebih tepatnya adalah : suatu keadaan dimana
adanya suatu organisme pada jaringan tubuh yang disertai dengan gejala
klinis baik itu bersifat lokal maupun sistemik seperti demam atau panas
sebagai suatu reaksi tubuh terhadap organisme tersebut. Jika gejala
demam tersebut bersifat mendadak, maka disebabkan oleh infeksi virus.
Akan tetapi jika demamnya secara bertahap atau lambat, maka biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri.

2. Penyebab terjadinya infeksi


Penyebab infeksi bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus,
jamur, hingga parasit. Berikut adalah penjelasan macam-macam infeksi
yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme diantaranya.

a) Bakteri: Bakteri merupakan organisme yang memilki satu sel. Salah


satu cara bakteri untuk menginfeksi tubuh adalah dengan mengeluarkan
toksin (racun) yang dapat merusak jaringan tubuh. Bakteri dapat
menyebabkan infeksi tenggorokan, infeksi saluran pencernaan, infeksi
pernapasan (seperti TBC),Haemophilus influenzabakteri di selaput
mukosa saluran napas atas pada manusia, infeksi saluran kemih, hingga
infeksi genital. Terdapat empat kelompok bakteri yang dapat
diklasifikasikan berdasarkan bentuknya: Bacilli, cocci, spirochaetes,
dan vibrio.
b) Virus: Virus berukuran lebih kecil dari bakteri dan
membutuhkan tempat untuk tumbuh dan berkembang, seperti pada
orang, tanaman, atau hewan, untuk bermultiplikasi. Saat virus masuk ke
dalam tubuh, biasanya ia menginvasi sel tubuh yang normal dan
mengambil alih sel untuk memproduksi virus lainnya.Virus dapat
menyebabkan penyakit yang paling ringan seperti common cold hingga
sangat berat seperti AIDS. Seperti bakteri, terdapat berbagai macam
virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, virus tersebut antara
lain:
 Human papillomavirusatau HPV :virus yang dapat menyebabkan
tumbuhnya kutil di berbagai bagian tubuh.Tidak semua HPV dapat
menyebabkan kanker. Namun ada beberapa jenis HPV yang
berbahaya, seperti HPV 16 dan HPV 18, berpotensi besar memicu
terjadinya kanker serviks.
 HIV atau Human Immunodeficiency Virus :Virus ini menyerang
sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi dan penyakit.
 DHF atau Dengue Hemoragic Fever : penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke
tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan Demam Berdarah Dengue
(DBD).
c) Jamur: Jamur merupakan organisme primitif yang dapat hidup di udara,
tanah, tanaman, atau di dalam air. Beberapa jamur juga hidup di dalam
tubuh manusia. Infeksi jamur biasanya tidak bahaya, namun beberapa
dapat mengancam kehidupan. Jamur merupakan penyebab banyak
penyakit kulit. Penyakit lain yang disebabkan oleh jamur antara lain
infeksi di paru-paru dan sistem saraf. Jamur dapat menyebar jika
seseorang menghirup spora atau menempel langsung di kulit. Seseorang
juga akan lebih mudah terkena jamur jika sistem imunnya sedang lemah
atau sedang meminum antibiotik.

d) Parasit: Parasit merupakan mikroorganisme yang membutuhkan


organisme atau tempat lainnya untuk bertahan. Beberapa parasit tidak
mempengaruhi tempat yang ia tinggali, sedangkan beberapa lainnya
mengalami pertumbuhan, reproduksi, dan bahkan mengelurkan toksin
(racun) yang menybabkan host mengalami infeksi parasit. Infeksi
parasit disebabkan oleh 3 jenis organisme: protozoa, helminth (cacing),
dan ektoparasit.
 Protozoa merupakan organisme yang hanya mempunyai satu sel yang
dapat hidup dan bermultiplikasi di dalam tubuh manusia. Infeksi yang
disebabkan oleh protozoa antara lain giardiasis, yaitu infeksi
pencernaan yang dapat terjadi akibat meminum air yang terinfeksi
oleh protozoa,
 Helminth merupakan organisme yang memiliki banyak sel (multi sel)
yang biasanya dikenal dengan nama cacing. Terdapat berbagai jenis
cacing yang dapat menginfeksi manusia, seperti cacing tambang,
cacing pita, cacing kremi, dan lain sebagainya.
 Ektoparasit merupakan organisme yang juga memiliki bentuk sel
yang biasanya hidup atau makan dari kulit manusia, seperti nyamuk,
lalat, kutu, atau tungau.

3. Tanda dan gejala terjadinya infeksi


Tanda dan gejala infeksi meliputi:
a) Merasa panas pada daerah luka atau suhu badan panas.
b) Merasa sakit atau nyeri pada daerah luka.
c) Ada kemerahan pada kulit daerah luka.
d) Terjadinya bengkak pada area luka.
e) Gangguan fungsi gerak pada daerah luka.
f) Luka berbau tidak sedap.
g) Terdapat cairan berupa nanah pada luka.

4. Pencegahan infeksi
Cara Pencegahan Infeksi
a) Kebersihan Diri
1) Mandi 2 kali sehari
Daerah yang terbalut luka jangan sampai terkena air atau basah
karena dapat meningkatkan kelembaban pada kulit yang terbungkus
sehingga dapat menjadi tempat berkembangbiak kuman.
2) Menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi minimal 2 kali
sehari
3) Rutin mencuci Tangan
4) Menjaga kebersihan kuku, dengan cara memendekkan kuku bila
kuku sudah panjang.
5) Selalu menggunakan alat alat kebersihan diri pribadi (sikat gigi,
handuk, sabun, dan sebagainya)
b) Makanan yang dibutuhkan
1) Makanan yang mengandung protein atau tinggi kalori tinggi protein
(TKTP).Makanan yang banyak mengandung protein misalnya: susu,
telur, madu, roti, ikan laut, kacang-kacangan yang dikulola secara
hygienis.
2) Menghindari konsumsi makanan yang dibeli di luar rumah sakit
3) Jangan memakan makanan bila sudah berbau, berlendir, berubah
warna, dan busuk.
c) Ganti balutan minimal 1 kali sehari dilakukan oleh petugas kesehatan
1) Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan
2) Alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengganti balutan harus
dalam keadaan steril atau bersih
3) Minum obat sesuai anjuran misalnya obat antibiotik untuk
mencegah infeksi
d) Lain-lain
1) Mencuci alat yang akan digunakan
2) Membersihkan seprei dan alat-alat lainnya
3) Cegah batuk, bersin, bernapas langsung dengan orang lain
5. Mencuci tangan dengan cara yang benar di saat yang tepat

Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di Rumah Sakit.


Menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan dengan baik dan benar dapat
mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan frekuensi infeksi
nosokomial. Teknik yang digunakan adalah teknik cuci tangan 6 langkah.
Dapat memakai sabun dan air mengalir atau handrub berbasis alkohol.

a. Kapan Mencuci Tangan?


1) Sebelum kontak dengan pasien
2) Sebelum melakukan tindakan aseptik dan bersih
3) Setelah terpapar cairan tubuh pasien
4) Setelah kontak dengan pasien
5) Setelah terpapar dengan benda-benda disekitar pasien

b. Alternatif Kebersihan Tangan


Handrub berbasis alkohol 70%:
1) Pada tempat dimana akses wastafel dan air bersih terbatas
2) Tidak mahal, mudah didapat dan mudah dijangkau
3) Dapat dibuat sendiri (gliserin 2 ml dan 100 ml alkohol 70 %)
4) Jika tangan terlihat kotor, mencuci tangan air bersih mengalir dan
sabun harus dilakukan
5) Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik,
sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan sabun dan air
mengalir
6) Setiap 5 kali aplikasi Handrub harus mencuci tangan sabun dan air
mengalir
7) Mencuci tangan sabun biasa dan air bersih mengalir sama
efektifnya mencuci tangan sabun antimikroba
8) Sabun biasa mengurangi terjadinya iritasi kulit
9) Dilakukan selama 20-30 detik
c. Untuk mencuci tangan :
1) Lepaskan perhiasan ditangan dan pergelangan.
2) Basahi tangan dengan air bersih dan mengalir.
3) Gosok kedua tangan dengan kuat menggunakan sabun biasa atau yang
mengandung anti septik selama 30-60 detik (pastikan sela-sela jari
digosok menyeluruh). Tangan yang terlihat kotor harus dicuci lebih
lama.
4) Bilas tangan dengan air bersih dan mengalir.
5) Biarkan tangan kering dengan cara diangin-anginkan atau dikeringkan
dengan kertas tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering.
Cara 6 Langkah Cuci Tangan

Enam langkah kebersihan tangan:


Langkah 1 : Basahi tangan dengan air mengalir dan beri sabun. Gosokkan kedua
telapak tangan.
Langkah 2 : Gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan, dan lakukan
sebaliknya.
Langkah 3 : Gosokkan kedua telapak tangan dengan jari-jari tangan saling
menyilang.
Langkah 4 : Gosok ruas-ruas jari tangan kiri dengan ibu jari tangan kanan dan
lakukan sebaliknya.
Langkah 5 : Gosok Ibu jari tangan kiri dengan telapak tangan kanan secara
memutar, dan lakukan sebaliknya.
Langkah 6 : Gosokkan semua ujung-ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan
kiri, dan lakukan sebaliknya
5 waktu untuk mencuci tangan

1. Setelah dari jamban


2. Setelah membersihkan anak yang buang air besar
3. Sebelum menghidangkan makanan
4. Sebelum makan
5. Setelah memegang hewan atau benda kotor

6. Rantai Penularan Infeksi


Menurut Potter & Perry (2005) proses terjadinya infeksi seperti rantai yang
saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi, Proses tersebut
melibatkan beberapa unsur diantaranya:
a. Agen infeksi (infectious agent) adalah mikroorganisme yang dapat
menyebabkan infeksi. Pada manusia dapat berupa bakteri, virus,
ricketsia, jamur dan parasit.
b. Reservoir atau tempat dimana agen infeksi dapat hidup, tumbuh,
berkembang biak dan siap ditularkan kepada orang. Reservoir yang
paling umum adalah manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, tanah, air
dan bahan-bahan organik lainnya. Pada manusia: permukaan kulit,
selaput lendir saluran nafas atas, usus dan vagina
c. Port of exit (pintu keluar) adalah jalan darimana agen infeksi
meninggalkan reservoir. Pintu keluar meliputi : saluran pernafasan,
saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, kulit dan membran
mukosa, transplasenta dan darah serta cairan tubuh lain.
d. Transmisi (cara penularan) adalah mekanisme bagaimana transport
agen infeksi dari reservoir ke penderita (yang suseptibel). Ada beberapa
cara penularan yaitu :
1) Kontak (contact transmission):
-Langsung/direct: kontak badan ke badan pada saat pemeriksaan fisik,
memandikan pasien.
-Tidak langsung/indirect: kontak melalui objek (benda/alat) perantara:
melalui instrumen, jarum, kasa, tangan yang tidak dicuci.
2) Droplet: partikel droplet > 5 μm melalui batuk, bersin, bicara, jarak
penyebaran pendek, tidak bertahan lama di udara, “deposit” pada
mukosa konjungtiva, hidung, mulut contoh: Difteria, Pertussis,
Mycoplasma, Haemophillus influenza type b (Hib), virus Influenza,
mumps, rubella.
3) Airborne: partikel kecil ukuran < 5 μm, bertahan lama di udara, jarak
penyebaran jauh, dapat terinhalasi, contoh: Mycobacterium
tuberculosis, virus campak, Varisela (cacar air), spora jamur.
4) Vehikulum : Bahan yang dapat berperan dalam mempertahankan
kehidupan kuman penyebab sampai masuk (tertelan) pada pejamu yang
rentan. Contoh: air, darah, serum, plasma, tinja, makanan.
5) Vektor : Artropoda (umumnya serangga) atau binatang lain yang dapat
menularkan kuman penyebab cara menggigit pejamu yang rentan atau
menimbun kuman penyebab pada kulit pejamu atau makanan. Contoh:
nyamuk, lalat, pinjal/kutu, binatang pengerat.
e. Port of entry (Pintu masuk) adalah tempat dimana agen infeksi
memasuki pejamu (yang suseptibel). Pintu masuk bisa melalui: saluran
pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, selaput
lendir, serta kulit yang tidak utuh (luka).
f.Pejamu rentan (suseptibel) adalah orang yang tidak memiliki daya tahan
tubuh yang cukup untuk melawan agen infeksi serta mencegah infeksi
atau penyakit. Faktor yang mempengaruhi: umur, status gizi, status
imunisasi, penyakit kronis, luka bakar yang luas, trauma atau
pembedahan, pengobatan imunosupresan. Sedangkan faktor lain yang
mungkin berpengaruh adalah jenis kelamin, ras atau etnis tertentu, status
ekonomi, gaya hidup, pekerjaan dan herediter atau keturunan.

7. Hal Penting tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang Harus


Diketahui oleh Pasien dan Keluarga Pasien:
a. Menerapkan etika batuk yang benar
b. Penggunaan masker
Masker harus dikenakan bila diperkirakan ada percikan atau semprotan
dari darah atau cairan tubuh ke wajah. Selain itu, masker mencegah
penularan kuman patogen melalui mulut dan hidung.
Masker harus cukup besar untuk menutupi hidung, mulut, bagian
bawah dagu, dan rambut pada wajah (jenggot). Masker yang dipakai
dengan tepat terpasang pas nyaman di atas mulut dan hidung sehingga
kuman patogen dan cairan tubuh tidak dapat memasuki atau keluar dari
sela-selanya.

Langkah-langkah penggunaan masker:


1) Ambil bagian atas masker (biasanya sepanjang tepi tersebut ada stip
motal yang tipis).
2) Pegang masker pada 2 tali atau ikatan bagian atas belakang kepala
dengan tali melewati atas telinga.
3) Ikatkan dua tali bagian bawah masker sampai ke bawah dagu.
4) Dengan lembut jepitkan pita motal bagian atas pada batang hidung.

c. Membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia


Sampah Rumah Sakit atau disebut juga limbah padat Rumah Sakit
adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang
harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan
oleh manusia, dan umumnya bersifat padat (Azwar, 1990).
Pemilahan sampah di dalam rumah sakit dibedakan dengan warna
kantong plastik.
Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang
berbentuk padat akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah
medis padat dan non medis.
1) Limbah non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari
kegiatan di luar medis seperti botol bekas, plastik bekas, kertas,
bungkus makan. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
hitam.
2) Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari :
 limbah infeksius dan limbah patologi, penyimpanannya pada
tempat sampah berplastik kuning.
 limbah farmasi (obat kadaluarsa), penyimpanannya pada tempat
sampah berplastik coklat.
 limbah sitotoksis adalah limbah berasal dari sisa obat pelayanan
kemoterapi. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
ungu.
 Limbah medis padat tajam seperti pecahan gelas, jarum suntik,
pipet dan alat medis lainnya. Penyimpanannya pada safety
box/container.
 Limbah radioaktif adalah limbah berasal dari penggunaan medis
ataupun riset di laboratorium yang berkaitan dengan zat-zat
radioaktif. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
merah.

d. Mematuhi aturan Rumah Sakit

1) Berkunjung sesuai waktu yang ditentukan


Tidak mungkin seseorang yang hanya sakit ringan diharuskan di
inapkan di Rumah Sakit. Bila seseorang sampai diharuskan di
inapkan di RS berarti orang tersebut menderita suatu penyakit yang
cukup serius. Hal yang menunjang penyembuhan bukanlah obat
semata, istrahat yang cukup juga menunjang penyembuhan. Dengan
berkunjung hanya jam besuk, dapat memberikan waktu istrahat yang
cukup bagi pasien untuk memulihkan kesehatannya dan mengurangi
terpaparnya infeksi dari lingkungan yang datang dari luar rumah
sakit
2) Lebih baik tidak berkunjung ke Rumah Sakit bila dalam keadaan
sakit
3) Tidak membawa anak <12 tahun untuk berkunjung atau menginap
di Rumah Sakit
Anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna,
sehingga perlindungan tubuh terhadap paparan bakteri, virus dan
kuman-kuman lain yang ada dirumah sakit tidak sebaik pada mereka
para orang tua yang memiliki imunitas tubuh lebih baik. Itulah
sebabnya anak kecil biasanya mudah sakit karena lebih rentan untuk
tertular penyakit.

4) Pengunjung tidak boleh makan minum di ruangan pasien


5) Pengunjung tidak diperbolehkan meludah sembarangan di area
Pelayanan Kesehatan
Air liur atau ludah adalah cairan tubuh yang terdapat di mulut.
Dalam kondisi tertentu air liur atau ludah juga ternyata bisa
menularkan penyakit. Ada beberapa bakteri atau virus penyakit yang
betah hidup di air liur misalnya influenza, batuk, tuberculosis (TBC),
herpes, hingga hepatitis B.
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, A, 1990, Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan, Jakarta, Yayasan. Mutiara.


Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta

Brooker, C.2008. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC.

Depkes RI. 2010. Pusat Promosi Kesehatan Pedoman Pengembangan Kawasan


Tanpa Rokok: Jakarta: Kemenkes RI

Depkes RI. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes No
382/Menkes/2007. Jakarta: Kemenkes RI

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses &.
Praktek. Edisi 4. Vol 1. Jakarta : EGC

http://web.rshs.or.id/limbah-rumah-sakit/

http://www.kompasiana.com/dr_wahyutriasmara/jangan-ajak-anak-anak-ke
rumah-sakit_5520423aa333112745b65a6b
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

Ruang : Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Hari/tanggal : Kamis, 28 Juni 2018

Jam/Waktu : 10.00 – 10.30 WIB / 30 menit

No Nama peserta TTD


1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN MAHASISWA

PROGRAM PENDIDIKAN NERS FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Kriteria Stuktur V Kriteria Proses V Kritera Hasil V

a. Kontrak waktu dan Pembukaan: a. Peserta yang


tempat diberikan hadir  10
a. Mengucapkan salam dan
orang
satu hari sebelum memperkenalkan diri b. Acara
acara dilakukan b. Menyampaikan tujuan dan dimulai tepat
b. Pengumpulan SAP waktu
maksud penyuluhan
c. Peserta
dilakukan satu hari c. Menjelaskan kontrak waktu mengikuti
sebelum dan mekanisme acara sesuai
pelaksanaan dengan
d. Menyebutkan materi
penyuluhan aturan yang
penyuluhan disepakati
c. Peserta hadir pada Pelaksanaan: d. Peserta
tempat yang telah memahami
a. Menggali pengetahuan klien materi yang
ditentukan
tentang bahaya merokok bagi telah
d. Penyelenggaraan
tubuh disampaikan
penyuluhan dan
b. Menjelaskan materi penyuluhan
dilakukan oleh menjawab
berupa : pertanyaan
mahasiswa
1. Menjelaskan tentang definisi dengan
e. Pengorganisasian benar
rokok
penyelenggaraan
2. Menjelaskan tentang tipe
penyuluhan
perokok
dilakukan sebelum
3. Menjelaskan tentang bahaya
dan saat
rokok
penyuluhan
4. Menyebutkan alasan seseorang
dilaksanakan
untuk berhenti merokok
f. Pengorganisasian
5. Menyebutkan langkah-langkah
penyelenggaraan
untuk berhenti merokok
penyuluhan
dilakukan sebelum c. Memberikan kesempatan kepada
dan saat sasaran penyuluhan untuk
penyuluhan mengajukan pertanyaan mengenai
dilaksanakan materi yang disampaikan
d. Menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh peserta penyuluhan
e. Peserta antusias dalam mengikuti
penyuluhan
f. Peserta mendengarkan dan
memperhatikan penyuluhan
dengan seksama

Catatan Evaluasi :

Observer

( )
LEMBAR NOTULEN

Kegiatan : Pendidikan Kesehatan di Rumah Sakit


Topik : Bahaya Merokok bagi Tubuh
Hari/Tanggal : Kamis, 28 Juni 2018
Tempat : Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Waktu : 30 menit
Jam Kegiatan Diskusi

1. Nama Penanya

Pertanyaan

Jawaban

2. Nama Penanya

Pertanyaan

Jawaban

3. Nama Penanya

Pertanyaaan
Jawaban

4. Nama Penanya

Pertanyaan

Jawaban

Surabaya, 28 Juni 2018

Notulen

( )