Anda di halaman 1dari 3

Depresi dan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum sebelum dan sesudah

operasi. Aromaterapi adalah pengobatan yang telah berkembang secara substansial dalam beberapa
tahun terakhir dibandingkan dengan obat komplementer dan alternatif lainnya untuk meringankan
kecemasan.

Aromaterapi inhalasi adalah metode yang efektif untuk mengurangi denyut jantung dan tingkat
kecemasan pada pasien sebelumnya
Operasi CABG Mengingat bahwa kesehatan fisiologis dan psikologis pasien merupakan tanggung jawab
penting bagi perawat, aromaterapi
Dapat dianggap sebagai metode relaksasi yang aman dan efektif sebelum intervensi invasif. Belajar
metode ini sangat dianjurkan
Untuk siswa dan perawat.

Depresi dan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum sebelum dan sesudah
operasi. Aromaterapi adalah pengobatan yang telah berkembang secara substansial dalam beberapa
tahun terakhir dibandingkan dengan obat komplementer dan alternatif lainnya untuk meringankan
kecemasan.

Nahi, Rajai, Seyedeh, A, Fatemeh, T, Armin, Z, Saeed S, & Mahdi, M. The Effect of
Aromatherapy with Lavender Essential Oil on Anxiety and Stress in Patients Undergoing
Coronary Artery Bypass Graft Surgery. Journal of Jundishapur J Chronic Dis Care. 2016
October; 5(4):e34035.

Kecemasan adalah salah satu masalah paling umum sebelum operasi. Tingkat prevalensinya berkisar
antara 11 sampai 80 persen pada semua pasien dewasa. Keterlambatan penyembuhan luka dan
meningkatnya penggunaan narkotika dan anestesi adalah beberapa masalah lain yang menyertainya.
Aromaterapi merupakan salah satu komponen obat komplementer yaitu jenis minyak khusus yang
diambil dari tanaman aromatik untuk tujuan medis.

Fayazi, Sadigheh, Monireh B & Mehdi R. The effect of inhalation aromatherapy on anxiety level
of the patients in preoperative period. Journal IJNMR/Autumn 2011; Vol 16, No 4

Aromaterapi bukanlah teknik terapeutik zaman baru, asalnya dapat ditelusuri kembali pada zaman kuno
dan karena semua perawatan pelengkap penggunaannya telah meningkat selama bertahun-tahun. Ada
berbagai cara dan banyak jumlah minyak esensial yang dapat diterapkan tergantung pada kondisi.
Tinjauan literatur dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa aromatoterapi menyebabkan
berbagai tindakan menguntungkan bagi pasien seperti relaksasi, pengurangan kecemasan, depresi dan
kelelahan, dan perbaikan pada Kualitas hidup melalui sistem saraf, endokrin, kekebalan tubuh, dan
sistem peredaran darah, ada yang bisa diterapkan sebagai terapi komplementer untuk orang dengan
gejala kecemasan.
Hamid A., Aiyelaagb O, Usman A. Essential oils: Its
medicinal and pharmacological uses. International journal of
Current research 2011; 3(2):086-098.
Tinjauan literatur dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa aromatoterapi menyebabkan
berbagai tindakan menguntungkan bagi pasien seperti relaksasi, pengurangan kecemasan, depresi dan
kelelahan, dan perbaikan kualitas hidup melalui sistem saraf, endokrin, kekebalan tubuh, dan peredaran
darah, dan bisa diaplikasikan sebagai terapi komplementer untuk orang dengan gejala kecemasan.

Aromaterapi adalah salah satu metode terapi keperawatan yang menggunakan bahan cairan
tanaman yang mudah menguap atau dikenal sebagai minyak essensial dan senyawa aromatik
lainnya dari tumbuhan yang bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati atau kesehatan
seseorang (Purwanto, 2013). Dalam penggunaanya, aromaterapi dapatdiberikan melalui beberapa
cara, antara lain inhalasi, berendam, pijat, dan

Dalam penggunaanya, aromaterapi dapat diberikan melalui beberapa cara, antara lain inhalasi,
berendam, pijat, dan kompres (Bharkatiya et al, 2008). Empat cara tersebut, cara tertua,
termudah, dan tercepat diaplikasikan adalah metode inhalasi(menghirup) karena menghirup uap
minyak
esensial secara langsung dianggap sebagai cara
penyembuhan paling cepat dan juga
menghirup uap minyak essensial, molekulmolekul
dalam minyak bereaksi langsung
dengan organ penciuman sehingga langsung
dipersepsikan otak (Mangoenprasodjo &
JOM Vol. 2 No. 2, Oktober 2015
1512
Hidayati, 2005).

Menurut Jaelani (2009), kandungan dari senyawa kimia miyak essensial aromaterapi lavender
dapat mempengaruhi aktifitas fungsi kerja otak melalui sistem saraf yang berhubungan dengan
indera penciuman. Respon ini akan merangsang peningkatan aktivitas neurotransmiter, yaitu
berkaitan dengan pemulihan kondisi psikologis (seperti emosi, perasaan, kecemasan, pikiran, dan
keinginan).

Lavender adalah ramuan yang telah terbukti efektif oleh beberapa riset sebagai obat alami untuk

mengobati tanda-tanda kegelisahan. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal

Phytomedicine oleh Woelk H dan Schläfke S (2010) minyak lavender terbukti sama efektifnya

dengan obat farmasi lorazepam (Ativan). Selanjutnya, minyak lavender tidak menunjukkan efek

sedatif (efek samping yang umum dari lorazepam) dan tidak berpotensi untuk penyalahgunaan

obat-obatan atau ketergantungan. Penelitian lain telah mengkonfirmasi sifat anti-kecemasan

lavender serta banyak manfaat pengobatan lainnya yaitu:


lavender membantu dengan gelisah, gugup, dan insomnia, lavender membantu dengan gejala

depresi, lavender dapat digunakan untuk kondisi yang menyakitkan dan meradang termasuk

migrain dan nyeri sendi, lavender dapat membantu orang yang menderita agitasi terkait

demensia.

Sebelum diberikan aromaterapi lavender (pre test) sebagian besar responden memiliki nilai
kecemasan tinggi
Setelah dilakukan pemberian aromaterapi lavender (post test) sebagian besar responden
mengalami penurunan kecemasan dan memiliki nilai kecemasan rendah.
Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan pasien pre operasi
dengan general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

1. Bagi institusi pendidikan


Bagi institusi pendidikan disarankan untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai
sumber informasi mengenai pengaruh aromaterapi inhalasi lavender dalam mengatasi
kecemasan pada pasien pre operasi dengan general anestesi.
2. Bagi bidang keperawatan
Bagi bidang keperawatan agar dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai terapi non
farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi, sehingga
profesi keperawatan bisa lebih maju lagi dalam bidang pemanfaatan hasil penelitian.
Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan tema yang sama hendaknya menggunakan
metode-metode lain untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi sehingga
diperoleh alternatif-alternatif tindakan terapeutik bagi pasien pre operasi.

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih lanjut tentang
manfaat aromaterapi inhalasi lavender untuk menurunka kecemasan dengan menambah waktu
pemberian aromaterapi tidak hanya sekali pemberian tetapi dilakukan beberapa kali sebelum
pasien dilakukan tindakan anestesi sehinggan penurunan kecemasan lebih optimal.

selama 15 menit
sebanyak 1 kali sehingga penurunan
kecemasan lebih optimal.