Anda di halaman 1dari 39

FARMAKOLOGI OBAT-OBATAN

KARDIOVASKULER
Asri Prameswari
Internal Medicine
Kontrak Pembelajaran
08.30 – 11.30
Patofisiologis Kardiovaskuler

• Hipertensi
• Angina Pectoris & Infark
– Angina pectoris
– Infark
• Decompensatio Cordis
• Aritmia Jantung
• Aterosklerosis dan Arteriosklerosis
– Aterosklerosis
– Arteriosklerosis
Penggolongan Obat Kardiovaskular
• Obat Antihpertensi
untuk pengobatan hipertensi
• Obat Dilator Koroner
untuk pengobatan infark dan angina pectoris
• Obat Gikosida Jantung
untuk penderita Gagal Jantung ( decompensatio cordis )
• Obat Anti aritmia
untuk penyakit aritmia
• Obat Antisklerotik
untuk atherosklerosis
Respons Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Respons yang diperantarai sistem saraf simpatis
Aktivasi rec. b1 Cardiac
di jantung output
Aktivitas
simpatis
Aktivasi rec. a1 Tahanan
pada otot polos Perifer
Penurunan
TD Kenaikan
TD

Aliran darah Renin Angiotensin II


renal

Aldosteron

Retensi garam
GFR dan air Volume darah
Respons yang diperantarai sistem renin-angiotensin-aldosteron
Klasifikasi Tekanan Darah
Berdasarkan JNC VII

Klasifikasi TD Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)

Normal < 120 dan < 80


Prehipertensi 120 – 139 atau 80 - 89
Hipertensi stage 1 140 – 159 atau 90 – 99
Hipertensi stage 2 > 160 atau > 100
Algoritma Pengobatan Hipertensi
Modifikasi Gaya Hidup

Belum mencapai target tekanan darah


( <140/90 mmHg; <130/80 untuk penderita DM atau CKD)

Obat awal

Tanpa penyakit penyerta Dengan penyakit penyerta

Hipertensi Stage 1 Hipertensi stage 2


•Diuretik Thiazide Terapi menggunakan 2 obat Obat utk penyakit penyerta
•ACE-inhibitor / ARB (biasanya diuretika thiazide Gunakan obat antihipertensi
• b-blocker dan ACE-inhibitor atau (diuretik, ACE-inhibitor,
•Calcium channel blocker ARB atau b-blocker ARB, b-blocker, atau
•Atau kombinasi atau CCB) CCB) sesuai indikasi
OBAT HIPERTENSI
1. Diuretik
2. b-blocker
3. ACE Inhibitor
4. ARB (Angiotensin Receptor Blocker)
5. Calcium Channel Blocker
6. a-blocker
7. Obat Adrenergik Sentral
8. Vasodilator
I. DIURETIKA
• Obat lini pertama
• Jenis : diuretika thiazide, diuretik loop
• Cara kerja : meningkatkan ekskresi garam dan air,
menghambat retensi garam dan air
• Terapi jangka panjang a volume plasma normal,
menurunkan tahanan perifer
• Aktif per oral
• ES : hipokalemia, hiperurisemia, hiperglikemia,
hipomagnesemia
II. b-blocker
• Prototip : propranolol (b1 dan b2 receptor blocker)
• Cara kerja :
– Menurunkan cardiac output
– Menghambat sistem saraf simpatis
– Menghambat pelepasan renin dari ginjal
• Aktif per oral, mengalami metabolisme lintas
pertama
• ES : bradikardi, hipotensi, letargi, insomnia,
halusinasi, meningkatkan TG dan menurunkan HDL,
disfungsi seksual
III. ACE Inhibitor
• ES : batuk kering (akibat peningkatan
bradikinin), rash, demam, altered taste,
hipotensi (pada keadaan hipovolemia),
hiperkalemia
• KI :
– Bersama suplemen kalium ataupun diuretika
hemat kalium (contoh : spironolakton)
– Wanita hamil aFetotoksik
IV. ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER
• Prototip : losartan, valsartan, irbesartan,
candesartan
• Efek farmakologis mirip ACE inhibitor a
menyebabkan vasodilatasi dan menurunkan
sekresi aldosteron
• KI : Fetotoksik
V. CALCIUM CHANNEL BLOCKER

• Cara Kerja :
– Kalsium masuk sel melalui kanal yg sensitif terhadap
voltase
– CCB a memblok masuknya kalsium melalui kanal tipe
L yg tdpt pd otot polos jantung dan pembuluh darah
koroner dan perifer a menyebabkan relaksasi a
pembuluh darah melebar
– Mempunyai efek natriuretik intrinsik
• ES : konstipasi (10%), pusing, sakit kepala,
hipotensi
• T1/2 pendek (3-8 jam) a pemberian 3x sehari
CCB

Diphenyalkylamines Benzothiazepines Dihydropyridines

Verapamil Diltiazem Nifedipine


Amlodipine
Felodipine
Isradipine
Nicardipine
Nisolpidine
VERAPAMIL
• CCB yang tidak selektif
• Berefek pada otot polos jantung dan pembuluh darah
• Efek inotropik negatif

DILTIAZEM
• Berefek pada otot polos jantung dan pembuluh darah
• Efek inotropik negatif dan efek sampingnya lebih sedikit

DIHYDROPYRIDINES
• Generasi I : Nifedipine
• Generasi II a interaksi dengan obat CV lain sedikit
• Berefek pada otot polos jantung dan pembuluh darah
• Efektif untuk terapi hipertensi
VI. a-blocker
• Prototipe : Prazosin, doxazosin, terazosin
• Cara Kerja : Blok kompetitif terhadap
adrenoseptor a1 -> relaksasi otot polos arteri
dan vena -> tahanan vaskuler perifer menurun
Jangka panjang : takikardi
• ES : retensi garam dan air, postural hipotensi,
refleks takikardi, syncope (dosis I)
VII. OBAT ADRENERGIK SENTRAL
CLONIDINE
• Cara Kerja :
– a2 agonis a menurunkan outflow adrenergik sentral
– Absorpsi baik stlh pemberian per oral
– Ekskresi lewat ginjal
• ES : retensi garam dan air, sedasi, mukosa nasal
mengering, penghentian mendadak a rebound HT

a-METHYLDOPA
• Prodrug a methylnorepinephrine
• Cara Kerja :
– a2 agonis a menghambat outflow adrenergik sentral a
tahanan perifer menurun
• ES : sedasi dan drowsiness
VIII. VASODILATOR
• Cara Kerja :
– Relaksan otot polos vaskuler yang bekerja
langsung pada pembuluh darah a menurunkan
tahanan perifer
– Respons kompensasi : peningkatan kontraktilitas
dan denyut jantung serta konsumsi oksigen
jantung, juga timbul retensi garam dan air
HYDRALAZINE
• Vasodilator direk
• ES : sakit kepala, mual, berkeringat, aritmia,
presipitasi angina, lupus-like syndrome (dosis tinggi,
reversibel)

MINOXIDIL
• Dilatasi arteriol tetapi tidak mendilatasi vena
• ES : refleks takikardi, retensi garam dan air berat,
hipertrikosis (pertumbuhan rambut tubuh)
Kombinasi Obat Anti Hipertensi
Diuretik

b-blocker Angiotensin Receptor


Locker

a-blocker Calcium Channel


Blocker

ACE Inhibitor

Kombinasi rasional
Terbukti menguntungkan pada percobaan
HYPERTENSIVE EMERGENCY

• Jarang, namun mengancam jiwa


• TD diastole >150 mmHg (dengan sistole >210
mmHg) pada individu sehat, atau
• TD diastole >130 mmHg pd individu dg
komplikasi seperti ensefalopati, perdarahan
serebral, gagal jantung, atau stenosis aorta
• Tujuan terapi : menurunkan tekanan darah
secara cepat
a. Sodium Nitroprusside
• Pemberian : i.v a vasodilatasi arteri dan vena a refleks takikardi
• Cepat dimetabolisme (T1/2 bbrp menit) a infus kontinuos

b. Labetalol
• Cara Kerja : Blocker reseptor a sekaligus b
• Pemberian : bolus i.v atau per infus
• Tidak menyebabkan refleks takikardi

c. Fenoldopam
• Cara Kerja :Antagonis reseptor dopamin-1 perifer
• Pemberian : infus i. v.
• Menurunkan tekanan darah tetapi tetap mempertahankan perfusi renal
• Kontraindikasi : glaukoma

d. Nicardipine
• Cara Kerja : Blocker kanal kalsium
• Pemberian : infus i. v.
ANGINA
• Nyeri dada mendadak yang
parah, seperti ditekan, yang
menyebar ke leher, rahang
bawah, bahu, dan lengan
kiri
• Disebabkan
ketidakseimbangan antara
aliran darah koroner dengan
kebutuhan O2 miokard a
iskemia
TIPE ANGINA
1. ANGINA STABIL/ ANGINA
ATEROSKLEROTIK

2. ANGINA UNSTABLE

3. ANGINA VARIANT/ ANGINA


PRINTZMETAL/ ANGINA
VASOSPASTIK
TERAPI ANGINA

FARMAKOLOGIS NON-FARMAKOLOGIS

Nitrat Ca2+ Channel


B-blocker CABG PTCA
Organik blocker

ISDN Acebutolol Amlodipine


ISMN Atenolol Diltiazem
Nitrogliserin Metoprolol Felodipine
Propranolol Nicardipine
Nifedipine
Nitredipine
Verapamil
I. NITRAT ORGANIK
Pemberian
Nitrat

Defosforilasi
Nitrit Relaksasi otot
Miosin
Light chain polos vaskuler

Nitric
oxide c-GMP
Farmakokinetik nitrat
Jenis nitrat Mula Kerja Lama Kerja
Nitrogliserin Tablet sublingual 2 menit 25 menit
Tablet oral, lepas
35 menit 4 – 8 jam
lambat
Transdermal 30 menit 8 – 14 jam
Isosorbid Sublingual 5 menit 1 hari
dinitrat
Tablet oral, lepas
30 menit 8 jam
lambat
Isosorbid Tablet oral, lepas
30 menit 12 jam
mononitrat lambat

ES : sakit kepala, postural hipotensi, facial flushing, takikardi


Sildenafil a potensiasi kerja nitrat a pemberian kedua obat ini harus
diselang 6 jam
II. BETA BLOCKER
• Cara Kerja :
– Menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi a
kebutuhan oksigen miokardium
– Pada dosis tinggi a semua b-blocker dapat menghambat
reseptor b1 dan b2
• Jenis :
– Propranolol a tidak kardioselektif
– Metoprolol, acebutolol, atenolol a kardioseletif
• KI : asma, diabetes, bradikardi berat, penyakit
vaskular perifer, penyakit paru obstruktif kronis
• Penghentian obat a tappering off a menghindari
rebound angina/hipertensi
III. CALCIUM CHANNEL BLOCKER
a. NIFEDIPINE
b. VERAPAMIL
c. DILTIAZEM
• Meperlambat konduksi AV a memperlambat denyut jantung
• Mengatasi spasme arteri koroner a terapi variant angina
• Dimetabolisme di hepar, ES sedikit
Terapi Gagal Jantung

• Inotropik positif
– Glikosida jantung: digitalis, digitoksin
– Simpatomimetik: dopamin, dobutamin
– Inhibitor fosfodiesterase: amrinon, milrinon
• Vasodilator
– Vasodilator langsung: nitroprussid, hidralazin, ISDN
– ACEI, ARB
• Diuretika : tiazid, loop diuretics, diuretik hemat kalium
• Beta bloker : metoprolol, bisoprolol, karvedilol
Obat Glikosida Jantung
• Glikosida jantung juga disebut kelompok obat digitalis
• Jenis: Digitalis tablet, Digitoxin tablet , i.v, Digoxin tablet, i.v.
• Cara Kerja :
– Meningkatkan kerja otot jantung namun ekskresi obat ini
berjalan lambat sehingga cenderung menimbulkan
akumulasi
– Mengurangi sesak nafas, oedem, produksI kemih
meningkat, tekanan darah, nadi dan EKG terjaga dalam
batas normal
• Gejala toksisitas obat digitalis :
• Mual,muntah dan diare
• Bradikardia
• Psikis, sakit kepala dan bingung
Vasopressor
Dopamin, Dobutamin
• Simpatomimetik
• Dopamin: pelepasan NE
• Dobutamin: analog dopamin, agonis β1
• Waktu paruh pendek -> infus kontinu
• Downregulasi reseptor

Amrinon, Milrinon
• Menghambat fosfodiesterase III
• Inotropik lemah
• Milrinon 20x lebih poten daripada amrinon
• ES: aritmia
Anti Aritmia

Anti Sklerotik
TERIMA KASIH
DAN
SEMOGA BERMANFAAT