Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

PARASITOLOGI

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA HEWAN


TERNAK

OLEH
NAMA : MUNAWARAH
NIM : J1C114049
ASISTEN : DESY NURAPRIANA

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
BANJARBARU

2018
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA HEWAN
TERNAK
Oleh
Munawarah
J1C114049
Program Studi Biologi FMIPA UNLAM

ABSTRAK
Parasit darah merupakan salah satu penyebab penyakit kerugian ekonomi cukup
besar antara lain berupa penurunan bersifat endemik. Jenis-jenis penyakit parasit darah
yang penting di Indonesia antara lain Trypanosomiasis, Babesiosis, Anaplasmosis dan
leucocytozoonosis. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menginentarisasi dan
mengidentifikasi jenis-jenis ektoparasit pada hewan ternak. Metode praktikum ini yait
pemeriksaan ektoparasit pada kerokan telinga kucing, kotoran telinga kucing, pinjal
kucing dan pada lalat. Hasil yang diperoleh yaitu ektoparasit pada kucing tidak
ditemukan. Morfologi dari Musca domestica yaitu berwarna hitam keabu-abuan dengan
empat garis memanjang pada bagian punggung. Bagian mulut atau probosis lalat seperti
paruh yang menjulur. Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang labella berbentuk oval
yang dilengkapi dengan saluran halus disebut pseudotrakhea. Sayapnya mempunyai
empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga.
Klasifikasi Musca domestica adalah kingdom Animalia, filum Arthorpoda, kelas
Hexapoda, ordo Diptera, family Muscidae dan genus Musca. Siklus hidup semua lalat
terdiri dari 4 tahapan, yaitu telur, larva, pupa dan lalat dewasa.

Kata kunci: parasitologi, protozoa darah

PENDAHULUAN penyakit karena lalat Musca


Kucing dapat terinfeksi domestica yang paling umum
penyakit terutama apabila tidak dikenal orang karena lalat ini
dipelihara dengan baik dan benar. biasanya hidup berasosiasi dengan
Sala satu agen penyakit yang sering manusia. Selain dapat mengganggu
menginfeksi adalah parasit. Parasit ketentraman dalam rumah, lalat
yang terdapat diluar tubuh inang rumah dapat membawa sekitar 100
disebut dengan ektoparasit. jenis bakteri patogen yang dapat
Keberadaan parasit pada kucing tidak mengakibatkan penyakit pada
hanya mengganggu kesehatan kucing manusia. Diantaranya adalah tipoid,
tetapi juga menjadi sumber penyakit paratipoid, kolera, disentri,
bagi manusia (Hadi, 2010). tuberkulosis, dan kecacingan.
Lalat rumah (M. domestica) Penyakit patogen biasanya terbawa
merupakan salah satu vector oleh lalat dari berbagai sumber
seperti sisa-sisa kotoran, tempat Melakukan penerokan pada
pembuangan sampah, tempat telinga kucing dan dimasukkan ke
pembuangan kotoran manusia, dan dalam cawan petri. Tambahkan KOH
sumber-sumber kotoran yang lain, 10% secukupnya. Amati dibawah
kemudian patogen-patogen yang mikroskop.
melekat pada mulut dan bagian
Pemeriksaan ektoparasit pada
tubuh lainnya dipindahkan ke
kotoran telinga kucing
makanan manusia (Brotowidjoyo,
Melakukan kerokan kotoran
1987)
telinga kucing menggunakan cutton
.
buds dan masukkan kotoran ke
TUJUAN
dalam cawan petri. Tambahkan KOH
Tujuan dari praktikum ini
10% secukupnya. Amati dibawah
adalah untuk menginentarisasi dan
mikroskop.
mengidentifikasi jenis-jenis
ektoparasit pada hewan ternak. Pemeriksaan ektoparasit pada
pinjal kucing
MATERI DAN METODE
Melakukan pencarian pinjal
Bahan dan Alat
pada bulu kucing. Masukkan pinjal
Alat-alat yang digunakan
ke dalam cawan petri. Tambahkan
dalam praktikum ini adalah
KOH 10% secukupnya. Amati
miksroskop, gelas objek, gelas
diawah mikroskop.
penutup, cotton buds dan tissu.
Bahan-bahan yang digunakan Pemeriksaan ektoparasit pada
dalam praktikum ini adalah sampel lalat
kerokan telinga kucing, kotoran Melakukan pengamatan
telinga kucing dan lalat, alkohol, secara makroskopik beberapa sampel
KOH 10%. lalat. Bandingkan jenis lalat dengan
Metode referensi. Tentukan jenis spesiesnya.
Pemeriksaan ektoparasit pada
kerokan telinga kucing
HASIL
Tabel 1. Pengamatan sampel darah ayam

No Sampel Referensi

1.

PEMBAHASAN Diptera, family Muscidae dan genus


Morfologi dari Musca Musca.
domestica yaitu berwarna hitam Siklus hidup semua lalat
keabu-abuan dengan empat garis terdiri dari 4 tahapan, yaitu telur,
memanjang pada bagian punggung. larva, pupa dan lalat dewasa. Lalat
Bagian mulut atau probosis lalat dewasa akan menghasilkan telur
seperti paruh yang menjulur berwarna putih dan berbentuk oval.
digunakan untuk menusuk dan Telur ini lalu berkembang menjadi
menghisap makanan berupa cairan larva (berwarna coklat keputihan) di
atau sedikit lembek. Bagian ujung feses yang lembab (basah). Setelah
probosis terdiri atas sepasang labella larva menjadi dewasa, larva ini
berbentuk oval yang dilengkapi keluar dari feses atau lokasi yang
dengan saluran halus disebut lembab menuju daerah yang relatif
pseudotrakhea tempat cairan kering untuk berkembang menjadi
makanan diserap. Sayapnya pupa. Dan akhirnya, pupa yang
mempunyai empat garis (strep) yang berwarna coklat ini berubah menjadi
melengkung ke arah kosta/rangka seekor lalat dewasa. Pada kondisi
sayap mendekati garis ketiga. yang optimal (cocok untuk
Klasifikasi Musca domestica adalah perkembangbiakan lalat), 1 siklus
kingdom Animalia, filum hidup lalat tersebut (telur menjadi
Arthorpoda, kelas Hexapoda, ordo lalat dewasa) hanya memerlukan
waktu sekitar 7-10 hari dan biasanya
lalat dewasa memiliki usia hidup mempunyai empat garis (strep) yang
selama 15-25 hari. melengkung ke arah kosta/rangka
sayap mendekati garis ketiga.
KESIMPULAN
Klasifikasi Musca domestica adalah
Dari hasil data yang diperoleh dapat
kingdom Animalia, filum
disimpulkan ektoparasit pada kucing
Arthorpoda, kelas Hexapoda, ordo
tidak ditemukan. Morfologi dari
Diptera, family Muscidae dan genus
Musca domestica yaitu berwarna
Musca. Siklus hidup semua lalat
hitam keabu-abuan dengan empat
terdiri dari 4 tahapan, yaitu telur,
garis memanjang pada bagian
larva, pupa dan lalat dewasa.
punggung. Bagian mulut atau
probosis lalat seperti paruh yang DAFTAR PUSTAKA
menjulur. Bagian ujung probosis Brotowidjoyo, M.D. 1987. Parasit
dan Parasitisme. Media Sarana
terdiri atas sepasang labella
Press, Jakarta.
berbentuk oval yang dilengkapi Hadi, U.K., & S. Soviana. 2010.
Ektoparasit : Pengenalan,
dengan saluran halus disebut
Identifikasi dan Pengendalian.
pseudotrakhea. Sayapnya IPB Press, Bogor.