Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK DENGAN

JENIS TAK STIMULASI SUARA


DIRUANG PROGRAM KHUSUS
RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM

Kelompok VI :
1. DOMINIQUES RUMENGAN, S. Kep 113063J117009
2. EDWIN RAFAEL, S. Kep 113063J117012
3. INCERCERSIA RIAKAN M, S. Kep 113063J117022
4. ISZA YUSZA YUYANTI, S. Kep 113063J117024
5. SABARINA BR TARIGAN, S. Kep 113063J117044
6. TONI SUSANTO, S. Kep 113063J117048
7. VIRGINIUS MARIO BEDA, S. Kep 113063J117052
8. WINDA RIZQI ARIANI, S. Kep 113063J117053
9. YANI OCTAVIYANI, S. Kep 113063J117054

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


STIKES SUAKA INSAN
BANJARMASIN
2018
HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal ini telah di periksa dan disetujui pada tanggal ............. bulan.............. tahun...........

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

( ) ( )

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


A. LATAR BELAKANG
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan sensori persepsi yang dialami oleh
pasien dengan gangguan jiwa. Pasien merasakan sensasi berupa suara, penglihaan,
pengecapan, perabaan, atau penghidupan tanpa stimulus nyata. (Budi Anna Keliat,
2011).
Halusinasi adalah persepsi yang salah (misalnya tanpa stimulus eksternal) atau
persepsi sensori yang tidak sesuai dengan relitas/kenyataan seperrti melihat bayangan
atau suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Pencerapan tanpa adanya rangsang
apapun dari panca indra, dimana orang tersebut sadar dan dalam keadaan terbangun
yang disebabkan oleh psikotik, gangguan fungsional, organic atau histerik.
(Wijayaningsih, 2015).
Di ruang program khusus sendiri ada 28 orang pasien dan ada 13 yang di
diagnosa halusinasi, oleh karena itu maka kelompok memutuskan untuk
melaksanakan terapi aktivitas kelompok terhadap pasien halusinasi.

B. TUJUAN
1. Tujuan umum
a. Meningkatkan kemampuan menguji kenyataan yaitu memperoleh
pemahaman dan cara membedakan sesuatu yang nyata dan khayalan.
b. Meningkatkan sosialisasi dengan memberikan kesempatan untuk
berkumpul, berkomunikasi dengan orang lain, saling memperhatikan
memberikan tanggapan terhadap pandapat maupun perasaan orang lain.
c. Meningkatkan kesadaran hubungan antar reaksi emosional diri sendiri
dengan prilaku defensif yaitu suatu cara untuk menghindarkan diri dari
rasa tidak enak karena merasa diri tidak berharga atau ditolak.
d. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi-fungsi psikologis seperti
fungsi kognitif dan afektif.
2. Tujuan khusus
a. Meningkatkan identifikasi diri, dimana setiap orang mempunyai
identifikasi diri tentang mengenal dirinya di dalam lingkungan nya.
b. Penyaluran emosi, merupakan suatu kesempatan yang sangat dibutuhkan
oleh seseorang untuk menjaga kesehatan mentalnya. Di dalam kelompok
akan ada waktu bagi anggotanya untuk menyalurkan emosinya untuk
didengar dan dimengerti oleh anggota kelompok lainnya.
c. Meningkatkan keterampilan hubungan sosial untuk kehidupan sehari-hari,
terdapat kesempatan bagi anggota kelompok untuk saling berkominikasi
yang memungkinkan peningkatan hubungan sosial dalam kesehariannya.

C. LANDASAN TEORI
1. Pengertian TAK
Program terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu asuhan keperawatan
dengan gangguan jiwa tidak hanya difokuskan pada aspek psikologis, fisik, dan
sosial tetapi juga kognitif. Ada beberapa terapi modalitas yang dapat diterapkan
salah satunya adalah terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi.
Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok
klien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau
diarahkan oleh seorang therapis. Pengertian TAK stimulasi persepsi menurut
adalah terapi yang bertujuan untuk membantu klien yang mengalami
kemunduruan orientasi, menstimulasi persepsi dalam upaya memotivasi proses
berpikir dan afektif serta mengurangi perilaku maladaftif.
Pengertian yang lain menurut Budi Anna Keliat dan Akemat (2013) TAK
stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai stimulus dan
terkait dengan pengalaman dan/atau kehidupan untuk didiskusikan dalam
kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau
alternative penyelesaian masalah.
2. Jenis-jenis Terapi Aktivitas Kelompok
a. TAK stimulasi suara
b. TAK stimulasi gambar
c. TAK stimulasi suara dan gambar
3. Tahapan-tahapan Dalam Terapi Aktivitas Kelompok
a. Persiapan
b. Orientasi
c. Evaluasi/validasi:
d. Kontrak
e. Kerja
f. Terminasi
g. Evaluasi
h. Sasaran Terapi Aktivitas Kelompok
1) Kriteria Inklusi
- Pasien dengan diagnosa halusinasi
- Pasien yang kooperatif
2) Kriteria Eksklusi
- Pasien yang masih dalam kondisi akut
- Pasien gelisah

D. PENGORGANISASIAN
Sesi 1
a. Leader : Yani Octaviyani
b. Co Leader : Edwin Rafael
c. Observer : Sabarina
d. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Dominiques. R, Toni Susanto, Incercersia Riakan
Mangka, Virginius Mario Beda
Sesi 2
a. Leader : Sabarina
b. Co Leader : Yani Octaviyani
c. Observer : Isza Yusza Yuyanti
d. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Dominiques. R, Toni Susanto, Incercersia Riakan
Mangka, Virginius Mario Beda
Sesi 3
a. Leader : Dominiques. R
b. Co Leader : Toni Susanto
c. Observer : Isza Yusza Yuyanti
d. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Sabarina, Incercersia Riakan Mangka, Yani
Octaviyani, Virginius Mario Beda
Sesi 4
a. Leader : Isza Yusza Yuyanti
b. Co Leader : Incercersia Riakan Mangka
c. Observer : Yani Octaviyani
d. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Sabarina, Edwin Rafael, Virginius Mario Beda,
Toni Susanto, Dominiques. R
Peran dan Fungsi Terapis
a. Leader
Tugas:
Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok. Merencanakan, mengontrol, dan
mengatur jalannya terapi. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK. Memimpin
diskusi kelompok.
b. Co Leader
Bertugas sebagai wakil dari leader. Dengan kata lain, Co-Leader berfungsi
sebagai pelengkap leader dalam suatu kegiatan dan suatu saat leader pun bisa
mengambil alih sebagian tugas dari leader.
c. Fasilitator
Tugas:
Ikut serta dalam kegiatan kelompok. Memberikan stimulus dan motivator pada
anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapi.
d. Observer
Tugas:
Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia).
Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga
penutupan.

E. PELAKSANAAN
1. Hari / Tanggal : Jumat, 20 April 2018
2. Waktu : 10:00 WITA
3. Setting tempat :
Keterangan:

Observer Klien

Leader White Board

Co-Leader

Fasilitator

F. Media dan Alat


Speaker, sumber suara (Handphone), White board (Karton), Spidol
G. Langkah kegiatan
SESI 1
Tujuan Sesi 1
1. Klien dapat mengenal Halusinasi,
2. Klien dapat mengenal waktu terjadinya halusinasi
3. Klien dapat mengenal situasi terjadinya halusinasi
4. Klien dapat mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi

No Kegiatan Alokasi waktu


1 Persiapan : 10 Menit
- Memilih klien sesuai indikasi yaitu klien dengan
perubahan sensori persepsi : Halusinasi
- Membuat kontrak dengan klien
- Menyiapkan alat dan tempat pertemuan

2 Orientasi 05 Menit
a. Salam terapeutik
- Salam dari terapis kepada klien
- Perkenalkan nama dan panggilan terapis
- Menanyakan nama dan panggilan semua
klien.
b. Evaluasi/Validasi
- Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
- Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang
akan di laksanakan yaitu mengenal suara-
suara yang di dengar
- Menjelaskan aturan main yaitu : mengikuti
kegiatan dari awal sampai akhir, bila ingin
keluar kelompok harus sizin pemimpin TAK,
lama kegiatan yaitu 45 menit
d. Pendekatan dengan pesarta
e. Menjelaskan tujuan
f. Menggali pengetahuan pasien tentang
halusinasu
g. Memaparkan materi yang akan di sampaikan
h. Kontrak waktu
3 Tahap Kerja 20 Menit
Sesi 1
a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan di
lakukan yaitu mengenal suara-suara yang di
dengar tentang isi, waktu terjadinya, situasi
terjadinya, dan perasaan klien pada saat terjadi.
b. Terapis meminta klien menceritakan isi
halusinasi, kapan terjadinya, situasi yang
membuat terjadi dan perasaan klien saat terjadi
halusinasi. Mulai dari klien yang sebelah kanan,
secara berurutan sampai semua klien mendapat
giliran.Hasilnya d tulis di white board.
c. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan
baik
d. Simpulkan isi, waktu, situasi, dan perasaan klien
dari suara yang biasa di dengar.
4 Tahap terminasi 10 Menit
1. Evaluasi
a. Menanyakan perasaan klien setelah TAK,
memberikan reinforcemen positive terhadap
perilaku klien yang positive, terapis
memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok
2. Rencana tidak lanjut
a. Terapis meminta klien untuk melapor isi,
waktu, situasi dan perasaannya jika terjadi
halusinasi
3. Kontrak yang akan datang
a. Menyepakati TAK yang akan datang yaitu
cara mengontrol halusinasi dan
menyepakati waktu dan tempat
SESI 2
Tujuan Sesi 2
1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi
halusinasi
2. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
3. Klien dapat memeperagakan cara menghardik halusinasi
No Kegiatan Alokasi waktu
1 Persiapan : 10 Menit
- Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah
mengikuti sesi pertama
- Menyiapkan alat dan tempat pertemuan

2 Orientasi 05 Menit
a. Salam terapeutik
- Salam dari terapis kepada klien
- Klien dan terapis pakai nametag
b. Evaluasi/Validasi
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Terapis menanyakan pengalaman halusinasi
yang terjadi isi, waktu, situasi, dan perasaan.
c. Kontrak
- Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang
akan di laksanakan yaitu latihan 1 cara
mengontrol halusinasi
- Menjelaskan aturan main yitu mengikuti
kegiatan dari awal
3 Tahap Kerja 20 Menit
a. Terapis meminta klien menceritakan apa yang di
lakukan saat mengalami halusinasi dan
bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua klien
mendapatkan gilirannya
b. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan
baik
c. Terapis menjelaskan dan mencontohkan cara
mengatasi halusinasi dengan menghardik
halusinasi saat halusinasi muncul yaitu menutup
telinga dengan tangan dan mengucapkan....
“Pergi jangan ganggu saya, saya mau bercakap-
cakap dengan suster.....”
d. Terpis meminta masing-masing klien
memperagakan cara menghardik halusinasi
dimulai dari klien sebelah kiri terapis berurutan
sampai dengan semua peserta mendapat giliran
e. Terapis memberikan pujian dan mengajak semua
klien bertepuk tangan saat setiap klien selesai
memperagakan memnghardik halusinasi

4 Tahap terminasi 10 Menit


1. Evaluasi
a. Menanyakan perasaan klien setelah TAK,
b. Terapis memberikan reinforcemen
c. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok
2. Rencana tidak lanjut
a. Terapis meminta klien untuk menerapkan
cara yang telah dipelajari jika halusinasi
muncul
b. Memasukkan kemampuan dan kegiatan
menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan
harian klien
c. Kontrak yang akan datang

STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI


A. Tujuan
Sesi 3
1. Klien dapat memahami pentingnya melakukan kegiatan untuk mencegah
munculnya halusinasi.
2. Klien dapat menyusun jadwal kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi.

B. Tempat/ Setting
1. Terapis dan klien duduk bersama dalam bentuk barisan, terdiri dari tim 1.
2. Ruangan nyaman dan tenang.
Setting sesi 3:

Keterangan:

Observer Klien

Leader White Board

Co-Leader

Fasilitator

C. Waktu Pelaksanaan
1. Hari/ Tanggal : Rabu, 25 April 2018
2. Jam : 09.00 s/d selesai

D. Alat
Sesi 3
1. Jadwal kegiatan harian.
2. Pulpen.
3. Spidol dan whiteboard/ papan tulis/ flipchart.
4. Balon
5. Speaker musik
6. Handphone

E. Metode
1. Diskusi dan tanya jawab.
2. Bermain peran/ stimulasi dan latihan.
3. Sesi 3 Bermain dengan tali rafia
Tujuan: menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan

proses belajar dan bekerja dalam kelompok”.

F. Langkah Kegiatan
Yang bertugas dalam TAK kali ini sebagai berikut:
1. Leader : Dominiques. R
2. Co Leader : Toni Susanto
3. Observer : Isza Yusza Yuyanti
4. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Sabarina, Incercersia Riakan Mangka, Yani
Octaviyani, Virginius Mario Beda
5. Uraian Tugas Pelaksana
a. Leader
Tugas:
1) Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok.
2) Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
3) Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
4) Memimpin diskusi kelompok.
b. Fasilitator
Tugas:
1) Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
2) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif

mengikuti jalannya terapi.


c. Observer
Tugas:
1) Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang

tersedia).
2) Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses,

hingga penutupan.

G. Mekanisme Kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 2.
b. Memilih klien sesuai indikasi: yaitu klien dengan perubahan persepsi

sensori: halusinasi.
Daftar nama klien:
1) Tn. J
2) Tn. R.R
3) Tn. A.R
4) Tn. M.S
5) Tn. M.I.A
6) Tn. S
7) Tn.R
8) Tn.J.U
9) Tn.A.S
10) Tn.RI
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Klien dan terapis pakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
1) Terapis menanyakan keadaan klien saat ini.
2) Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang sudah

dipelajari.
3) Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara menghardik

halusinasi
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mencegah terjadinya

halusinasi dengan melakukan kegiatan.


2) Menjelaskan aturan main berikut:
a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta

ijin kepada terapis.


b) Lama kegiatan ± 45 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap Kerja
Sesi 3, Terapis: Dominiques Rumengan, S.Kep
a. Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk

mengontrol dan mencegah halusinasi.


b. Terapis meminta tiap klien menyebutkan orang yang bisa di ajak bercakap-

cakap.
c. Terapis meminta tiap klien menyebutkan pokok pembicaraan yang biasa

dan bisa dilakukan.


d. Terapis memperagakan cara bercakap-cakap jika halusinasi muncul.

Contoh: “Suster, ada suara ditelinga, saya mau ngobrol dengan suster” .
e. Terapis meminta pada peserta untuk membagi jadi 5 kelompok secara

berpasang-pasangan, dan atur peserta. Langkah-langkah permainan:


1) Sediakan 5 balon pada masing-masing tim.
2) Letakkan balon tersebut belakang klien.
3) Minta peserta untuk tidak menjatuhkan balon tersebut.
4) Dalam hitungan ketiga minta klien untuk memecahkan balon tersebut.
5) Bagi dua peserta terakhir yang belum memecahkan bola, maka

peserta tersebut dihukum dengan cara menyebutkan cara mengontrol

halusinasi.
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai menyusun jadwal

kegiatan dan memperagakannya


2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Tindak Lanjut
Terapis menganjurkan klien melaksanakan tiga cara mengontrol halusinasi,

menghardik, melakukan kegiatan, dan bercakap-cakap.


c. Kontrak Selanjutnya
1) Terapis menganjurkan klien melaksanankan tiga cara mengontrol

halusinasi, menghardik, melakukan kegiatan, dan bercakap-cakap.


2) Terapis mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrol

halusinasi.
5. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap

kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

Untuk TAK stimulasi persepsi halusinasi sesi 3, kemampuan yang diharapkan

adalah klien mampu bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi. Formulir

evaluasi sebagai berikut:

Sesi 3: TAK

Stimulasi Persepsi: Halusinasi

Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi

No. Aspek yang dinilai Nama Klien (Inisial)

1 Menyebutkan orang yang biasa


diajak bicara
2 Memperagakan percakapan
3 Menyusun jadwal percakapan
4 Menyebutkan tiga cara mengontrol
dan mencegah halusinasi.

Petunjuk:

a. Tulis nama inisial klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
a. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan menyebutkan orang yang
biasa diajak bicara, memperagakan percakapan, menyusun jadwal percakapan,

menyebutkan tiga cara mencegah halusinasi. Beri tanda (√) jika klien mampu

dan tanda (x) jika klien tidak mampu.


6. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan

proses keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi:

halusinasi Sesi 3. Klien belum mampu secara lancar bercakap-cakap dengan

orang lain . Anjurkan klien bercakap-cakap dengan perawat dan klien lain di

ruang perawat.

STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI


H. Tujuan
Sesi 4
3. Klien dapat memahami pentingnya melakukan kegiatan untuk mencegah
munculnya halusinasi.
4. Klien dapat menyusun jadwal kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi.

I. Tempat/ Setting
3. Terapis dan klien duduk bersama dalam bentuk barisan, terdiri dari tim 1 dan tim
2.
4. Ruangan nyaman dan tenang.
Setting sesi 4:
Keterangan:

Observer Klien

Leader White Board

Co-Leader

Fasilitator

J. Waktu Pelaksanaan
3. Hari/ Tanggal : Rabu, 25 April 2018
4. Jam : 09.00 s/d selesai

K. Alat
Sesi 4
7. Jadwal kegiatan harian.
8. Pulpen.
9. Spidol dan whiteboard/ papan tulis/ flipchart.
10. Tali raffia
11. Speaker musik

L. Metode
4. Diskusi dan tanya jawab.
5. Bermain peran/ stimulasi dan latihan.
6. Sesi 4 Bermain dengan tali rafia
Tujuan: menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan

proses belajar dan bekerja dalam kelompok”.

M. Langkah Kegiatan
Yang bertugas dalam TAK kali ini sebagai berikut:
6. Leader : Isza Yusza Yuyanti S.Kep
7. Co Leader : Incercersia Riakan Mangka, S.Kep
8. Observer :Yani Octaviyani, S.Kep
9. Fasilitator : Winda Rizqi Ariani, Sabarina, Isza Yusza Yuyanti,
Edwin Rafael, Virginius Mario Beda
10. Uraian Tugas Pelaksana
d. Leader
Tugas:
5) Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok.
6) Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
7) Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
8) Memimpin diskusi kelompok.
e. Fasilitator
Tugas:
3) Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
4) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif

mengikuti jalannya terapi.


f. Observer
Tugas:
3) Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang

tersedia).
4) Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses,

hingga penutupan.

N. Mekanisme Kegiatan
5. Persiapan
d. Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 3.
e. Memilih klien sesuai indikasi: yaitu klien dengan perubahan persepsi

sensori: halusinasi.
Daftar nama klien:
11) Tn. J
12) Tn. R.R
13) Tn. A.R
14) Tn. M.S
15) Tn. M.I.A
16) Tn. S
17) Tn.R
18) Tn.J.U
19) Tn.A.S
20) Tn.RI
f. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
6. Orientasi
d. Salam terapeutik
3) Salam dari terapis kepada klien
4) Klien dan terapis pakai papan nama
e. Evaluasi/ validasi
4) Terapis menanyakan keadaan klien saat ini.
5) Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang sudah

dipelajari.
6) Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara menghardik

halusinasi
f. Kontrak
3) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mencegah terjadinya

halusinasi dengan melakukan kegiatan.


4) Menjelaskan aturan main berikut:
d) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta

ijin kepada terapis.


e) Lama kegiatan ± 45 menit.
f) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
7. Tahap Kerja
Sesi 4, Terapis:Isza Yusza Yuyanti, S.Kep
a. Terapis menjelaskan cara ketiga, yaitu melakukan kegiatan sehari-hari.

Jelaskan bahwa dengan melakukan kegiatan yang teratur akan mencegah

munculnya halusinasi.
b. Menjelaskan langkah-langkah permainan:
1) Peserta berdiri dalam lingkaran dan bergandengan tangan satu sama

lain lalu peserta diberikan tali rafia. Tali rafia tersebut dijalankan

sampai tali rafia tersebut sampai dibadan peserta terakhir namun

tidak boleh memegang tali rafia tersebut.


2) Semua kerjasama untuk mencoba memberi tali rafia dengan peserta

lainnya tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.


c. Terapis meminta tiap klien menyampaikan kegiatan yang biasa dilakukan

sehari-hari dan tulis di whiteboard.


d. Terapis membimbing satu persatu klien untuk membuat jadwal kegiatan

harian, dari bangun pagi sampai tidur malam. Klien menggunakan formulir,

dan terapis menggunakan whiteboard .


e. Terapis melatih klien memperagakan kegiatan yang telah disusun.
f. Berikan pujian dan tepuk tangan bersama kepada klien yang sudah selesai

membuat jadwal dan memperagakan kegiatan.


8. Tahap Terminasi
d. Evaluasi
3) Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai menyusun jadwal

kegiatan dan memperagakannya


4) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
e. Tindak Lanjut
Terapis menganjurkan klien melaksanakan tiga cara mengontrol halusinasi,

menghardik, melakukan kegiatan, dan bercakap-cakap.


f. Kontrak Selanjutnya
3) Terapis menganjurkan klien melaksanankan tiga cara mengontrol

halusinasi, menghardik, melakukan kegiatan, dan bercakap-cakap.


4) Terapis mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrol

halusinasi.

Evaluasi dan Dokumentasi


Sesi 4
1. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap

kerja. Aspek yang di evaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan

kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi

halusinasi sesi 4, kemapuan yang diharapkan adalah klien melakukan kegiatan

harian untuk mencegah timbulnya halusinasi. Formulir evaluasi sebagai berikut:

Sesi 4: TAK
Stimulasi Persepsi Halusinasi
Kemampuan Mencegah Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan

No. Aspek yang di nilai Nama Klien (Inisial)

1 Menyebutkan kegiatan yang biasa


dilakukan.
2 Memperagakan kegiatan yang biasa
dilakukan.
3 Menyusun jadwal kegiatan harian.
4 Menyebutkan 3 cara mengontrol
halusinasi

Petunjuk:

a. Tulis insial nama klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
b. Untuk setiap klien, beri penilaian atas kemampuan menyebutkan kegiatan

harian yang biasa dilakukan, memperagakan salah satu kegiatan, menyusun

jadwal kegiatan harian dan menyebutkan 3 cara mengontrol halusinasi. Beri

tanda √ jika klien mampu dan tanda × jika klien tidak mampu.
2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan

proses keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi:

halusinasi sesi 4. Klien mampu memperagakan kegiatan harian dan menyusun

jadwal. Anjurkan klien melakukan kegiatan untuk mencegah halusinasi.