Anda di halaman 1dari 4

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR SAKINA IDAMAN

NOMOR : / RS – SI / I / 2017
Tentang :KEBIJAKAN PEDOMAN RAWAT GABUNG IBU DAN BAYI

Menim : 1. BahwaAngka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematianbayi (AKB) diindonesia
ban masih cukup tinggi dan membutuhkan perhatian khusus untuk mengurangi hal itu.
g 2. Bahwapelayanan rawat gabung ibu dan bayi merupakan salah satu wujud
pelayanan sayang ibu dan sayang bayi diRSIA Sakina Idaman.
3. Bahwa sesuai dengan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir a dan b
perlu ditetapkan pedoman rawat gabung ibu dan bayi yang diberlakukan dengan
surat keputusan direktur RSIA Sakina Idaman.

Mengi : 1. Undang – Undang No. 36 tahun 2009 tentangKesehatan.


nga 2. Undang – Undang No. 44 tahun 2009 tentangRumahSakit.
t 3. Permenkes No 340 tahun 2010 tentangKlasifikasiRumahSakit.
4. SuratKeputusanKepalaDinasProvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor : 445 /
6979 / IV.2
tentangPemberianIjinPenyelenggaraanRumahSakitKhususIbudanAnakSakinaIda
ma.
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI NO.230/Menkes /SK/II/2010 Tentang pedoman
rawat gabung ibu dan bayi.

MEMUTUSKAN
Meneta : KEPUTUSAN DIREKTUR RSIA SAKINA IDAMAN TENTANG PEDOMAN
pka RAWAT GABUBG IBU DAN BAYI
n
Pertam : Mengesahkan dan memberlakukan pedoman rawat gabung ibu dan bayi sebagaiman
a tercantum dalam lampiran keputusan ini.
Kedua : DengandiberlakukannyaSuratKeputusaninimakaketentuan – ketentuan yang
diatursebelumnyasudahtidak berlaku lagi.

Ketiga : SuratKeputusaniniberlakuterhitungmulaitanggal...........2017denganketentuanapabilad
ikemudianhariterdapatkekeliruandalampenetapannya,
akandilakukanperbaikankembalisebagaimanamestinya.

DITETAPKAN DI : YOGYAKARTA
PADA TANGGAL :

Direktur,
dr. H. Nur Muhammad Artha,SpA

TembusanKepadaYth :
1. KepalaBagianKepegawaian.
2. Pegawai yang bersangkutan.
Lampiran

KEBIJAKAN PEDOMAN RAWAT GABUNG IBU DAN BAYI

I. Definisi
Rawat Gabung (rooming-in) adalah pelayanan yang diberikan kepada bayi baru lahir, ditempatkan
bersaama ibunya dalam satu ruangan. Rawat gabung dimaksudkan agar bayi mudah diamati dan
dijaga serta dijangkau oleh ibunya setiap saat, sehingga memungkinkan pemberian ASI kepada bayi
sesuai dengan kebutuhanya
II. Tujuan Rawat Gabung
A. Memenuhi hak ibu dan bayi untuk selalu berada di samping ibu
B. Melatih Ketrampilan Ibu Merawat Bayinya Sendiri
C. Meningkatkan bounding
D. Menurunkan angka infeksi
E. Mendukung program ASI eksklusif
III. Pelaksanaan Rawat Gabung
A. Awali dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di kamar bersalin
B. Bayi dipindahkan dari ruang perinatologi keruang perawatan (Ruang Nifas)
C. Tempatkan ibu dan bayi dalam satu ruangan sedemikian rupa sehingga ibu dapat
melihat dan menjangkau bayi.Bayi dapat diletakkan ditempat tidur bersama ibunya
(bedding in) atau dalam boks disamping tempat tidur ibu.
D. Berikan asuhan pada bayi baru lahir yang meliputi :
1. Pencegahan hipotermi
2. Pemeriksaan klinis bayi.
3. Perawatan umum (merawat tali pusat, mengganti popok, memandikan bayi,
menjaga hygiene bayi).
4. Deteksi dini bayi baru lahir.
E. Ajarkan pada ibu mengenai tanda-tanda bayi ingin menyusu
F. Berikan asuhan pada ibu nifas meliputi :
1. Breast Care, termasuk memerah dan menyimpan ASI.
2. Pendampingan menyusui, termasuk perlekatan dan posisi menyusui yang benar,
mengenali tanda bayi ingin menyusu, dan tanda bayi telah puas dalam menyusu.
3. Bantu ibu bila ditemukan penyulit dalam menyusui (kelainan puting,
pembengkakan mamae, engorgement, dll).
G. Berikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
Informasi yang diberikan sebagai berikut:
1. Nutrisi ibu menyusui.
2. Pengetahuan tentang menyusui secara eksklusif.
3. Kerugian bila bayi tidak mendapatkan ASI
4. Manajemen laktasi yang benar, termasuk kendala-kendala dalam menyusui bayi.
5. Mengenali tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayi
6. Perawatan payudara.
7. Cara memerah, menyimpan dan memberikan ASI dengan sendok.
H. Berikan imunisasi Hepatitis B pada bayi
I. Jika bayi sakit atau perlu pengawasan yang intensif, pindahkan bayi keruang khusus.
J. Lakukan pencatatan perkembangan bayi rawat gabung