Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PENDAHULUAN

MENOMETRORAGIA

A. Definisi Menometroragia
Menometroragia adalah salah satu golongan dari gangguan siklus menstruasi dimana
merupakan campuran dari menoragia dan metroragia. Menurut Lestari (2015), yang
dimaksud dengan menoragia adalah perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari normal
atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari) dan darah yang keluar lebih dari 80-100ml.
Sedangkan, metroragia menurut Manuaba (2009) adalah perdarahan diluar siklus haid.
Menurut Benson (2008), menometroragia adalah perdarahan yang terjadi pada interval
yang tidak teratur, interval non-siklik dan dengan darah yang berlebihan (>80 ml) dengan
durasi yang panjang (>7 hari).
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa menometroragia adalah
perdarahan yang terjadi diluar masa siklus haid dengan interval yang tidak teratur disertai
perdarahan yang banyak dan lama.

B. Pathway (Terlampir)

C. Pemeriksaan Penunjang
No Jenis pemeriksaan Manfaat Pemeriksaan
1 Uji Lab Darah (Hb,uji fungsi tyroid Apabila ada indikasi atau skrinning gangguan
dan kadar HCG, FSH, LH, perdarahan jika ada tampilan yang mengarah
Prolaktin serta androgen serum kesana
2 Deteksi Patologi Endometrium Untuk mendeteksi abnormallitas endometrium
3 Laparoskopi Bermanfaat pada klien yang tidak berhasil
pada uji terapeutik

D. Penatalaksanaan
Penanganan pertama kasus menometroragia ditentukan pada kondisi hemodinamik.
Bila keadaan hemodinamik tidak stabil segera masuk rumah sakit untuk perawatan
perbaikan keadaan umum. Pada keadaan akut, dimana Hb <8 gr% maka pasien harus
dirawat dan diberikan transfusi darah (Anwar et al., 2011).
Penatalaksanaan penghentian perdarahan dapat dilakukan dengan terapi hormon dan
nonhormon. Penanganan dengan medikamentosa nonhormon dapat digunakan untuk
perdarahan uterus abnormal dengan golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan
antifibrinolisis. Sedangkan terapi hormon untuk menghentikan perdarahan yang diberikan
biasanya berupa obat kontrasepsi oral atau pil kontrasepsi yang hanya mengandung
progesteron dan terapi ini dibedakan menjadi 3 kelompok usia, yaitu: usia remaja, usia
reproduksi dan usia perimenopause. Selain itu juga ada pengobatan operatif dan kuretase.

E. Daftar Pustaka
Anwar, M., Baziad, A. & Prabowo, R.P. (2011). Ilmu Kandungan. Jakarta: Pustaka
Sarwono Prawiroharjo.
Manuaba. (2009). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.
Benson, R.C. (2008). Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC.

Banjarmasin, Septermber 2017


Preseptor akademik Preseptor klinik

(..................................................) (..............................................)