Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN INTRANATAL PADA NY.RD G1P0A0


GRAVIDA ATERM DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUANG VK
OBGYN RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas

Disusun oleh :

Nuri Novelia P

220112170568

PROGRAM PROFESI NERS XXXV

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2018
Pengkajian

A. Identitas
1. Identitas Klien
Nama : Ny. RD
Umur : 26 tahun
Alamat : Gang Bungkaran no. 108/25 RT 01/15 Tamansari – Bandung
Status : Menikah
Pekerjaan : IRT
Agama : Islam
Suku : Sunda
Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA
Dx Medis : G1P0A0 gravida aterm dengan ketuban pecah dini
No. Medrec : 0001690582
Tgl MRS : 7 Juni 2018
Tgl pengkajian : 7 Juni 2018
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn. F
Umur : 40 tahun
Agama : Islam
Alamat : Gang Bungkaran no. 108/25 RT 01/15 Tamansari – Bandung
Pekerjaan : Karyawan swasta
Hubungan : Suami

B. Data Kehamilan dan Persalinan


Riwayat kehamilan Ny.RD saat ini adalah G1P0A0 dengan kehamilan yang tidak
direncanakan sejak menikah. Data HPHT pada Ny.RD yaitu pada tanggal 16 September
2017 dengan taksiran partus 23 Juni 2018. Selama kehamilan, klien 3 kali memeriksakan
kondisi kandungannya pada salah satu klinik yang ada di Bandung, klien tidak mengikuti
kelas prenatal. Dalam perencanaan kontrasepsi, klien dan suami belum berdikusi terkait
jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Adapun kondisi kehamilan NY.SF sekarang yaitu
mengalami ketuban pecah dini sejak 1 hari SMRS. Adapun informasi yang ingin klien
ketahui yaitu terkait pemberian ASI serta perawatan ibu dan bayi dirumah. Klien bersedia
menjalani rooming in selama 24 jam di rumah sakit, namun klien tidak menginginkan
terlalu lama dirawat di rumah sakit.

C. Riwayat Persalinan Sekarang


1. Mulai persalinan : 07 Juni 2018 pukul 16.00
2. Keadaan kontraksi : 3-4 x/10 menit/ >40 detik dengan kontraksi kuat
3. DJJ : 140-144 x/m
4. Pemeriksaan fisik
Kepala : Tidak ada kelainan
Wajah, mata, hidung: konjungtiva tidak anemis, tidak ada kelainan.
Leher : Peningkatan JVP (-), pembesaran KGB dan tiroid (-),
Jantung : Suara jantung normal, irama jantung reguler, CRT <2 detik
Paru-paru : Pengembangan dada simetris, suara paru vesikular
Payudara : Bersih, bengkak (-), kemerahan (-), nyeri (-), simetris, puting
menonjol, areola menghitam
Abdomen : Cembung lembut, Striaee (-), Linea nigra (+), TFU 30 cm,
distensi kandung kemih (-)
Ekstremitas atas : Simetris,edema (-), Refleks biseps triseps (+)/(+)
Ekstremitas bawah : Simetris, Edema (-), Homan Sign (-), Refleks Pattela (+)
5. Kenaikan BB selama hamil : 15,5 Kg
BB sebelum hamil : 51 Kg
BB setelah hamil : 66,5 Kg
6. Pemeriksaan dalam pertama : pemeriksaan dalam pertama dilakukan oleh dokter
obgyn di ruang bersalin dengan hasil pembukaan 2 dan ketuban sudah pecah.
7. Ketuban : Pecah sejak 06 Juni pukul 15.30 WIB
8. Hasil lab
Hemoglobin : 11 gr/dL
Hematokrit : 34,5 %
Leukosit : 21970/uL
Trombosit : 219.000 /uL

Pada pukul 16.00 dilakukan pemeriksaan dalam dengan hasil presentasi janin 2/5 dan
diberi suntik oksitosin 10 IU. Setelah diberikan oksitosin terjadi ciri-ciri persalinan
yaitu adanya pembukaan lengkap, perineum menonjol, vulva terbuka, dan klien ingin
meneran kemudian klien diberikan penjelasan dan dibimbing untuk mengejan ketika
kontraksi terasa. Bayi lahir pukul 16.07 dengan tindakan episiotomi, nilai APGAR
menit pertama yaitu 7 dan nilai APGAR menit ke-5 yaitu 9. Klien diberi suntik
oksitosin di 1/3 paha lateral distal dan segera dilakukan peregangan tali pusat
terkendali. Plasenta lahir pada pukul 16.10 dengan kotiledon dan amnion utuh.

D. Data Psikososial

Klien datang ke RS hanya ditemani oleh suaminya. Klien mengatakan selama kehamilan
anak pertamanya ini, klien selalu mendapat dukungan dari suami dan anggota keluarga.
Klien dan keluarga sangat menanti kelahiran anak pertamanya. Selama proses persalinan,
klien kooperatif dengan petugas kesehatan yang membantu persalinan.

E. Laporan Persalinan
Pengkajian awal (07 Juni 2018 pukul 03.35)
1. TTV
TD : 120/80 mmHg
HR : 84 x/m
RR : 20 x/m
Suhu : 36,50C
2. Pemeriksaan Leopold I-IV
- Tinggi fundus uteri : 32 cm
- Kontraksi uterus : Belum ada tanda-tanda kontraksi
- Denyut Jantung Janin : 144-148 x/m
- Status janin : Hidup
- Jumlah janin :1
- Presentasi janin : 5/5
3. Hasil pemeriksaan dalam
- Pembukaan : 2
- Selaput : Robek
- Ketuban : Pecah dini
4. Pengeluaran pervaginam : Cairan ketuban jernih
5. Perdarahan pervaginam : -

Pengkajian kala 1 (07 Juni 2018)


Klien masuk IGD Obgyn pada pukul 02.00 dan masuk ruang VK pada pukul 03.45 dengan
indikasi ketuban pecah dini 1 hari sebelum dirujuk ke RSHS. Saat dilakukan pemeriksaan
dalam oleh dokter, klien berada pada pembukaan 2, presentasi janin 5/5, BJJ 144-148 x/m, dan
belum ada tanda-tanda kontraksi. Mulai pukul 03.35 sampai pukul 08.35 klien belum
merasakan adanya kontraksi. Pada pukul 09.35 klien mengeluhkan mulas dan klien mengalami
1-2 kali kontraksi dalam waktu 10 menit dengan durasi 30 detik, dan dan BJJ nya 140-144
x/m. Pada pukul 15.35 klien tampak meringis dan mengeluhkan mulas yang tak tertahankan,
mulas dirasakan menjalar dari punggung ke perut kemudian dilakukan pemeriksaan dalam oleh
dokter dan klien sudah pembukaan 9, air ketuban masih tersisa sedikit dan berwarna jernih,
BJJ 140-144 x/m, kontraksi dalam 10 menit dirasakan 3-4 kali dengan durasi lebih dari 40
detik. Klien tampak fokus pada dirinya sendiri.

Analisa Data
No Data Fokus Etiologi Masalah

1. DS: Kehamilan 35-36 minggu Nyeri akut



klien mengeluhkan mulas yang tak Penurunan kadar estrogen dan
tertahankan, mulas dirasakan menjalar dari progesteron

punggung ke perut Kontraksi pada uterus
DO: ↓
Tekanan hidrostatis air ketuban dan
- Klien tampak fokus pada dirinya sendiri
tekanan intrauterin naik
- Klien tampak meringis saat mulas terasa ↓
- Kontraksi durasi 40 detik, frekuensi 3-4 Kontraksi kuat dan cepat

kali dalam 10 menit. Iskemia korpus uteri
- Intensitas makin lama makin kuat, ↓
Saraf nyeri aferen serviks & uterus
durasinya makin panjang
masuk ke medula spinalis

Nyeri akut
2. DS:- Kehamilan 35-36 minggu Resiko
↓ infeksi
Penurunan kadar estrogen dan
DO: progesteron
- Ketuban pecah dini 1 hari SMRS ↓
Kontraksi pada uterus
- Kontraksi durasi 40 detik, frekuensi 2-3

kali dalam 10 menit. Tekanan hidrostatis air ketuban dan
- Intensitas makin lama makin kuat, tekanan intrauterin naik

durasinya makin panjang Ketuban pecah dini

Resiko infeksi

Rencana Asuhan Keperawatan

DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


Nyeri akut b.d Dalam 1X8 jam nyeri 1. Ajarkan teknik relaksasi 1. Relaksasi nafas
kontraksi uterus berkurang dengan nafas dalam dalam dapat
kriteria hasil : 2. Berikan posisi mengurangi nyeri
-Klien mampu semifowler dan lakukan 2. Posisi miring dapat
melakukan miring kiri memperbaiki aliran
manajemen non- 3. Ajarkan suami untuk darah dan mencegah
farmakologi untuk memassage daerah penyumbatan aliran
mengurangi nyeri punggung klien (pijat darah vena cava
-Klien nampak tenang oksitosin) menggunakan inferior
- TTV dalam rentang kayu putih atau lotion 3. Menurunkan
normal 4. Monitor TTV ketegangan otot dan
kelelahan, serta
merangsang
pengeluarran hormon
oksitosin
4. Melihat keadaan
umum klien
Resiko infeksi b.d Dalam 1X8 jam infeksi 1. Ajarkan keluarga untuk 1. mencegah penularan
ruptur membran tidak terjadi dengan mencuci tangan dengan infeksi dari lingkungan
amniotik kriteria hasil: benar klien
-klien bebas dari 2. Lakukan pemeriksaan 2. terlalu sering
tanda-tanda infeksi : dalam hanya jika benar- melakukan pemeriksaan
demam, cairan amnion benar diperlukan dalam dapat
jernih dan hampir tidak 3. Berikan drip oksitosin meningkatkan resiko
berwarna, cairan bila pembukaan belum invasi bakteri dari luar
amnion tidak berbau. sempurna 3. membantu
-Keluarga dapat 4. Monitoring DJJ setiap meningkatkan kontraksi
melaporkan tanda- jam 4. mengetahui keadaan
tanda infeksi 5. Monitoring dan evaluasi umum bayi
cairan yang keluar dari 5. mencegah terjadinya
vagina ketuban kering
6. monitor TTV 6. mengetahui kedaaan
umum klien

Catatan Tindakan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM INTERVENSI RESPON PARAF


Nyeri akut .d 07 Juni 2018 1. Mengajarkan teknik 1. Klien kooperatif
kontraksi uterus 14.05 relaksasi nafas dalam walaupun berfokus
2. Memberikan posisi terhadap diri
semifowler dan lakukan sendiri.
miring kiri 2. Klien telah
3. Mengajarkan suami untuk diberikan posisi
memassage daerah setengah duduk dan
punggung klien (pijat kadang miring ke
oksitosin) menggunakan kiri
kayu putih atau lotion 3. Suami klien sudah
4. Memonitor TTV paham cara pijat
daerah punggung
klien nmaun belum
berani memijat
TD : 110/70
mmHg
HR : 84 x/m
RR : 18 x/m
Suhu : 36,50C
Resiko infeksi 07 Juni 2018 1. Mengajarkan keluarga 1. Suami klien faham
b.d ruptur 15.05 untuk mencuci tangan dengan cara mencuci tangan
membran benar dengan benar.
amniotik 2. Memonitoring DJJ 2. DJJ : 148-152 x/m.
3. Memonitoring dan 3. Cairan ketuban
mengevaluasi cairan yang kembali keluar pada
keluar dari vagina pukul 16.00 WIB.

Catatan Perkembangan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM Evaluasi PARAF


Nyeri akut .d 07 Juni 2018 S : Klien mengatakan nyeri dirasakan semakin kuat
kontraksi uterus 15.15 O : Klien terlihat meringis dan sering merubah posisi
untuk mencari posisi yang nyaman.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Resiko infeksi 07 Juni 2018 S : Suami klien mengatakan jika ada cairan keluar dari
b.d ruptur 16.00 vagina klien.
membran O : Klien mengeluarkan cairan ketuban jernih dalam
amniotik jumlah sedikit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan pencegahan infeksi

Pengkajian kala 2

1. Mulai kala 2 : 07 Juni 2018 pukul 16.00


2. Tanda dan gejala : Perineum menonjol, vulva membuka, pembukaan lengkap,
presentasi janin 0/5, kontraksi yang terjadi semakin sering dirasakan oleh klien, klien
mengeluh nyeri di daerah perineum, wajah tampak gelisah dan mengatakan ingin
mengeran. Tampak kepala bayi pada jalan lahir. meneran dalam posisi semi fowler,
paha ditarik ke abdomen, upaya meneran sangat baik selama proses persalinan,
sehingga pasien tampak kelelahan saat meneran.
3. TTV
TD : 110/90 mmHg
HR : 78 x/m
RR : 18 x/m
Suhu : 36,50C
4. Lama kala 2 : 10 menit
5. Keadaan psikologis : Klien kooperatif terhadap petugas kesehatan, klien nampak
tenang ketika bayinya lahir dan mulai menangis, klien juga tampak terlihat kelelahan
dan berkeringat
6. Kebutuhan khusus klien : Klien perlu bimbingan untuk meneran, kenyamanan dan
support keluarga, serta tindakan yang cepat, tepat, dan tetap mempertahankan teknik
aseptik.
7. Tindakan : Episiotomi

Catatan kelahiran bayi

1. Waktu bayi lahir : 07 Juni 2018 pukul 16.07


2. Nilai APGAR menit 1 : 7
Kriteria Nilai
Appearance (warna kulit) 1 : badan merah, ekstremitas biru
Pulse Rate (frekuensi nadi) 2 : > 100 x/m
Grimace (reaksi rangsang) 1 : sedikit gerakan mimik
Acivity (tonus otot) 2 : bergerak aktif
Respiration (pernafasan) 1 : lemah

3. Nilai APGAR menit 5 : 9


Kriteria Nilai
Appearance (warna kulit) 2 : seluruh tubuh kemerahan
Pulse Rate (frekuensi nadi) 2 : > 100 x/m
Grimace (reaksi rangsang) 1 : sedikit gerakan mimik
Acivity (tonus otot) 2 : bergerak aktif
Respiration (pernafasan) 2 : baik, menangis.

4. BB bayi : 2900 gr PB bayi : 48 cm

Analisa Data

No Data Fokus Etiologi Masalah


1. DS: Kontraksi pada uterus Nyeri akut

klien mengeluh nyeri di daerah Tekanan hidrostatis air ketuban dan
perineum, wajah tampak gelisah tekanan intrauterin naik

dan mengatakan ingin mengeran Kontraksi kuat dan cepat

Kepala janin masuk rongga panggul
DO:

- Wajah tampak gelisah Pembukaan lengkap
- Pembukaan lengkap ↓
Refleks mengedan
- Perineum menonjol, vulva ↓
membuka Kontraksi

- Nampak kepala bayi pada jalan
Merangsang saraf nyeri
lahir ↓
Nyeri akut

Rencana Asuhan Keperawatan

DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


Nyeri akut Dalam 1X8 jam nyeri 1. Ajarkan teknik relaksasi 1. Relaksasi nafas dalam
berkurang dengan nafas dalam dapat mengurangi nyeri
kriteria hasil : 2. Anjurkan klien untuk tidak 2. Menghemat energi dan
-Klien mampu berteriak saat mengejan membantu klien untuk
melakukan 3. Libatkan suami dalam tetap fokus mengatur
manajemen non- proses persalinan pernafasan
farmakologi untuk 4. Kolaborasi farmakologi 3. Membantu klien untuk
mengurangi nyeri pemberian obat anestesi mendistraksi dari rasa
-TTV dalam rentang local (lidocaine) saat sakit dengan memberikan
normal dilakukan tindakan motivasi
-Klien nampak episiotomi 4. Menghilangkan sensasi
tenang rasa sakit pada tubuh

Catatan Tindakan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM INTERVENSI RESPON PARAF


Nyeri akut b.d 07 Juni 2018 1. Mengajarkan teknik - Klien kooperatif
kontraksi uterus 16.00 relaksasi nafas dalam terhadap petugas
2. Menganjurkan klien kesehatan yang
untuk tidak berteriak saat membantu persalinan
mengejan - Lidocain masuk 1
3. Melibatkan suami dalam ampul
proses persalinan
4. Menyiapkan obat anestesi
local (lidocaine)

Catatan Perkembangan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM Evaluasi PARAF


Nyeri akut .d 07 Juni 2018 S : Klien mengatakan nyeri masih ada
kontraksi uterus 17.00 O : Klien masih meringis namun terlihat lega saat bayi
lahir
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi

Pengkajian kala 3

1. Tanda dan gejala : TFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, klien mengatakan nyeri
saat pengeluaran placenta.
2. Waktu lahir plasenta : 16.10 WIB
3. Karakteristik plasenta : kotiledon dan amnion utuh, berat plasenta 483 gram, ukuran
plasenta 20x20x2 cm. namun tetap dilakukan tindakan eksplorasi didalam cavum uteri
oleh dokter. Placenta agak sedikit sulit dikeluarkan.
4. Perdarahan dan karakteristik : ±200 cc darah merah segar
5. Keadaan psikososial : Klien kooperatif terhadap petugas kesehatan. Klien tampak
meringis kesakitan dan berusaha untuk meneran. dan klien lebih tenang dan relaks
setelah plasenta lahir
6. Kebutuhan khusus : Teknik relaksasi saat pengeluaran plasenta
7. Pengobatan : Suntik oksitosin 10 IU IM

Analisa Data

No Data Fokus Etiologi Masalah


1. DS: Kontraksi uterus tidak adekuat Resiko
klien mengatakan nyeri saat ↓ perdarahan
Plasenta sulit untuk dilahirkan
pengeluaran placenta ↓
DO: Terjadi laserasi

- Plasenta agak sedikit sulit untuk Pembuluh darah tidak dapat menutup

dilahirkan
Resiko perdarahan
- Perdarahan pervaginam ±200 cc

Rencana Asuhan Keperawatan

DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


Resiko perdarahan Dalam 1x8 jam 1. Monitoring tanda-tanda 1. Mencegah
b.d komplikasi pasca perdarahan tidak perdarahan kekurangan volume
partus terjadi dengan kriteria 2. Pertahankan bedrest cairan tubuh
hasil : selama perdarahan aktif 2. Mencegah darah
-Tidak ada perdarahan 3. Kolaborasi eksplorasi keluar lebih banyak
pervagina cavum uteri 3. Mencegah dehidrasi
-Tekanan darah dalam 4. Anjurkan klien untuk 4. Mengeluarkan sisa
rentang normal minum plasenta yang dapat
-Tidak ada distensi 5. Kolaborasi hecting menyebabkan
abdominal daerah perineum meningkatnya resiko
6. Lakukan manual perdarahan
pressure pada daerah 5. Menghentikan
vagina perdarahan
7. Monitoring TTV 6. Menghentikan
perdarahan
7. Mengetahui keadaan
umum klien

Catatan Tindakan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM INTERVENSI RESPON PARAF


Resiko 07 Juni 2018 1. Memonitoring tanda-tanda Klien kooperatif
perdarahan b.d 16.10 perdarahan terhadap petugas
komplikasi 2. Mempertahankan bedrest kesehatan saat
pasca partus selama perdarahan aktif dilakukan eksplorasi
3. Mengobservasi saat dokter cavum uteri dan
melakukan eksplorasi hecting.
cavum uteri
4. Menganjurkan klien untuk
minum
5. Asistensi dokter saat
melakukan hecting di
daerah perineum.

Catatan Perkembangan Keperawatan

DIAGNOSA TGL/JAM Evaluasi PARAF


Resiko 07 Juni 2018 S : Klien mengatakan jika darah masih sedikit-sedikit
perdarahan b.d 17.10 keluar dan klien masih merasa nyeri
komplikasi O : Lochea rubra, tidak ada perdarahan, jahitan
pasca partus perineum baik.
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

Pengkajian Kala 4

1. Waktu dimulai : 07 Juni 2018 pukul 16.10 WIB


2. TTV
Jam Kandung Perdaraha
Waktu TD HR Suhu TFU Kontraksi
ke- Kemih n
2 jari di bawah
16.20 120/70 88 37,6 Baik Kosong ±20
pusat
2 jari di bawah
16.35 120/80 84 - Baik Kosong -
pusat
1
2 jari di bawah
16.50 110/80 80 - Baik Kosong -
pusat
2 jari di
17.05 110/70 80 - Baik Kosong -
bawah pusat
2 jari di bawah
17.35 120/70 84 37 Baik Kosong -
pusat
2
2 jari di bawah
18.05 120/80 80 - Baik Kosong -
pusat

3. Kontraksi uterus : baik (fundus uteri teraba keras)


4. Perdarahan dan karakteristik : Lochea rubra
5. Bonding ibu dan bayi : ibu dan bayi belum bisa melakukan bonding dikarenakan bayi
harus dirawat di ruang perinatologi.

Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DO: Proses persalinan Kelelahan
- Klien tampak lemas ↓
- Klien terlihat tertidur selama Upaya meneran
di hecting ↓
DS: Energi banyak digunakan
- Klien mengatakan lelah setelah ↓
persalinan Kelelahan

Intervensi Keperawatan
DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
Kelelahan Setelah dilakukan 1. Anjurkan 1. Istirahat yang cukup
berhubungan dengan asuhan keperawatan pasien untuk dapat memulihkan
pemakaian energi kelelahan berkurang istirahat energi pasien
yang banyak ditandai dengan kriteria hasil : 2. Anjurkan 2. Membantu menambah
dengan klien terlihan 1. Klien tampak lebih klien makan energi dan mencegah
lemas dan seperti tenang dan dan minum hipoglikemi
mengantuk mengatakan yang manis 3. Perdarahan berlebih
kelelahan 3. Pantau dapat menimbulkan
berkurang TTV, hipovolemik dan
2. TTV normal perdarahan, menyebabkan energi
3. Klien dapat kontraksi klien semakin
melakukan aktivitas dan berkurang
seperti biasa kandung 4. Penururnan Hb terlalu
misalnya pergi ke kemih rendah dapat
kamar mandi 4. Lakukan menyebabkan
pemeriksaan kurangnya supan O2 ke
darah jaringan sehingga
lengkap pasien bertambah lelah

Implementasi Keperawatan
DIAGNOSA TGL/JAM INTERVENSI RESPON PARAF
Kelelahan 07 Juni 2018 1. Mengobservasi TTV, 1) TD: 120/90
berhubungan kontraksi perdarahan mmHg,
dengan dan kandung kemih. N: 88 x/menit
pemakaian 2. Memberikan klien teh R: 20 x/m
energi yang manis kontraksi baik,
banyak ditandai 3. Mengambil darah perdarahan
dengan klien 4. Menganjurkan klien sedikit, kandung
terlihan lemas untuk istirahat kemih kosong
dan seperti 2) Klien minum teh
mengantuk manis dan merasa
esiko lebih segar
perdarahan b.d 3) Darah terambil 2
komplikasi cc untuk
pasca partus pemeriksaan
darah lengkap
4) Klien tertidur

Evaluasi Keperawatan
DX Paraf
Hari/ Tgl Evaluasi
07-06-2018 1 S:
Pukul 23.00 - Klien mengatakan senang bayinya sudah lahir, sekarang klien merasa
lemas dan ingin tidur
O:
- TTV dalam batas normal, Kandung kemih kosong
- TFU 2 jari dibawah pusat, Luka perineum derajat 3
A: Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
- Observasi TTV tiap jam, Observasi kandung kemih, perdarahan
dan kontraksi, Berikan penkes perawatan perineum
Daftar Pustaka

Nanda International Inc. Diagnosis keperawatan : definisi, klasifikasi (2015-2017). Jakarta :


EGC